cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 210 Documents
Pengaruh persepsi keterlibatan ayah dan harga diri terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja awal Grin Rayi Prihandini; Lia Mawarsari Boediman
Jurnal Ecopsy Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.416 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v6i2.6560

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran keterlibatan ayah dan harga diri dalam memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja awal. Remaja awal dianggap sebagai masa yang penting karena banyak perubahan yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dirinya. Kesejahteraan psikologis dianggap dapat menentukan arah perkembangan dari remaja dan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal diri seseorang. Peneliti ingin melihat peran dari keterlibatan ayah sebagai faktor eksternal dan harga diri sebagai faktor internal dalam memengaruhi kesejahteraan psikologis dirinya. Penelitian dilakukan pada 300 orang remaja awal yang berusia 12-15 tahun dari tiga SMP di Jakarta dan Depok. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen Reported Father Involvement Scale (RFIS), Rosenberg’s Self-Esteem Scale (RSES), dan Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (RPWB). Analisis regresi berganda yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh dari keterlibatan ayah dan harga diri remaja awal terhadap kesejahteraan psikologis dirinya. Keterlibatan ayah dan harga diri secara bersama-sama berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis remaja awal.
Hubungan perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi Nurhayati Nurhayati; Sukma Noor Akbar; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 4 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.405 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i4.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan teknik sampling jenuh dalam pengambilan sampel. Subjek penelitian adalah siswa akselerasi di SMAN 1 dan SMAN 7 Banjarmasin sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan adalah Skala Perfeksionisme dan Skala Kesejahteraan Psikologis. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson Product Moment diketahui r = 0, 587, yang berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Sumbangan efektif perfeksionisme terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi sebesar 34,5%, sedangkan 65,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar perfeksionisme. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi perfeksionisme maka akan semakin baik kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi, sehingga hasil penelitian ini kurang sesuai dengan asumsi awal penelitian yang mengajukan bahwa kemungkinan terdapat hubungan negatif antara perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Kata Kunci: Perfeksionisme, Kesejahteraan Psikologis, Siswa Akselerasi The objective of this study was to find out the relationship between perfectionism and psychological well-being of accelerated students at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. The study used a quantitative research method, using saturation sampling techniques. The subjects were 35 accelerated students of SMAN 1 and 7 Banjarmasin while the instruments were Perfectionism Scale and Psychological Wellbeing Scale. The results of Pearson Product Moment Correlation analysis showed that r = 0.587, which indicated that there was a significant positive relationship between perfectionism and psychological well-being of accelerated student at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. The effective contribution of perfectionism to the accelerated students' psychological well being was 34.5 %, while 65.5 % was influenced by other factors other than perfectionism. Based on the results, it can be concluded that the higher the perfectionism, the better the psychological well-being of the accelerated students; therefore, the results were less consistent with the initial assumption suggesting that there might be a negative relationship between perfectionism and psychological well-being of the accelerated students at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. Keywords: Perfectionism, Psychological Well-being, Accelerated Student
Hubungan identitas diri dengan konformitas pada mahasiswa yang mengikuti Hizbut Tahrir Nur Ana; Silvia Kristanti Tri Febriana; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v2i2.545

Abstract

Sebagai mahasiswa biasanya banyak menghabiskan waktu di dalam kelompok-kelompok keorganisasian diluar kampus. Agar diterima kelompok, umumnya mahasiswa akan melakukan konformitas. Konformitas yang dilakukan oleh mahasiswa salah satunya dapat dilihat dari kelompok keagamaan yaitu Hizbut Tahrir (HT). Melalui kelompok tersebut itulah sesungguhnya seseorang belajar mengidentifikasikan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan identitas diri dengan konformitas pada mahasiswa yang mengikuti HT. hipotesis dalam penelitian ini ada hubungan identitas diri dengan konformitas pada mahasiswa yang mengikuti HT. subjek dalam penelitian ini berjumlah 50 orang mahasiswa yang mengikuti HT daerah Banjarbaru dan Banjarmasin. Pemilihan subjek dengan menggunakan teknik accedential sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan skala identitas diri dan skala konformitas. Hasil analisa data menggunakan korelasi product moment dihasilkan koefisien korelasi sebesar 0,302 signifikansi 0,033 artinya ada hubungan positif antara identitas diri dengan konformitas. Sumbangan efektif identitas diri terhadap konformitas sebesar 9,1%, artinya hubungan identitas diri dengan konformitas tidak terlalu besar, sisaya sebesar 90,9% sumbangan dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan ada hubungan identitas diri dengan konformitas pada mahasiswa yang mengikuti HT.  
HUBUNGAN KONFLIK PERAN GANDA IBU BEKERJA DENGAN KEHARMONISAN KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG AUTIS Rahnitusi, Erma Lidiya; Akbar, Sukma Noor; Yuniarrahmah, Emma
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ECOPSY : JURNAL ILMU PSIKOLOGI
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.278 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i1.1940

Abstract

ABSTRAKKehadiran anak penyandang autis memberikan tantangan tersendiri bagi keluarga, khususnya ibu. Hal ini berhubungan dengan masalah pengasuhan anak dengan gangguan autis tidak semudah mengasuh anak tanpa gangguan perkembangan yang menyebabkan ibu harus ekstra 24 jam mengawasi anaknya yang berpengaruh pada pekerjaan dan waktu istirahat ibu sehingga diperlukan hubungan harmonis antar keluarga untuk bekerjasama dengan baik dalam hal pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konflik peran ganda ibu yang bekerja dengan keharmonisan keluarga yang memiliki anak penyandang autis di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang ibu bekerja yang memiliki anak penyandang autis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil analisa data menggunakan korelasi tata jenjang Spearman’s rho yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dari konflik peran ganda terhadap keharmonisan keluarga. Konflik peran ganda memiliki hubungan terhadap keharmonisan keluarga sebesar 42,6% sedangkan 57,4% memiliki hubungan dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konflik peran ganda ibu bekerja memiliki hubungan negatif dengan keharmonisan keluarga yang memiliki anak penyandang autis. Kata Kunci: konflik peran ganda, keharmonisan keluarga, ibu bekerja. ABSTRACT The presence of children with autism provides a challenge for the family, especially the mothers. It is related to parenting issues of children with autism that are not as easy to take care as children without a developmental disorder that takes the mothers 24 hours to look after their children with autism, which affects the mothers’ work period and rest time. It is, therefore, necessary to keep a harmonious relationship among family members to work well together in terms of child care. The objective of this study was to find out the relationship between the dual role conflict of working mothers and the harmony of family having children with autism in Banjarmasin and Banjarbaru. Subjects in this study were 30 working mothers who had children with autism. The method used in this study was a quantitative method. The results of data analysis using Spearman's rho correlation indicated that there was a significant relationship between dual role conflict and family harmony. The dual role conflict had a relationship with the family harmony by 42.6%, while the remaining 57.4% with other variables not examined in this study. Based on the results of the study, it can be concluded that the dual role conflict of working mothers possessed a negative relationshigffffvvvvvv    3p with the harmony of family having children with autism.  Keywords: dual role conflict, family harmony, working mothers
Peranan penyesuaian diri terhadap stres akibat kemacetan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Dwi Utami Madya Putri; Hemy Heryati Anward; Neka Erlyani
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 2 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.966 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i2.2669

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan penyesuaian diri terhadap stres akibat kemacetan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Teknik pengambilan subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin angkatan 2013 dengan subjek sebanyak 51 orang. Metode pengumpulan data menggunakan regresi linier sederhana. Penyesuaian diri memiliki peranan terhadap stres sebesar 54,8%, sedangkan 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar stres. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat penyesuaian diri yang tinggi akan dapat menurunkan stres akibat kemacetan. Kata kunci: penyesuaian diri, stres, kemacetan ABSTRACT The objective of this study was to find out the role of self adjustment towards stress due to traffic jam on the students of Medical Faculty of Lambung Mangkurat University, Banjarmasin. The subjects in this study were selected using purposive sampling technique with the criteria that they were students of Medical Education Department of Medical Faculty of Lambung Mangkurat University Banjarmasin, batch 2013 as many as 51 students. The data collection method was a simple linear regression. The self adjustment had a role towards stress by 54.8 %, while 45.2 % was influenced by factors other than stress. Based on these results, it can be concluded that the high level of self adjustment can reduce the stress due to traffic jam. Keywords: self adjustment, stress, traffic jam 
Perbedaan perilaku membuang sampah pada siswa antara sebelum dan sesudah diberikan live and symbolic modelling Tia Anifa; Hemy Heryati Anward; Neka Erlyani
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.601 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i2.3850

Abstract

ABSTRAK Perilaku membuang sampah merupakan aktivitas fisik individu yang terlihat jelas sebagai suatu hasil pembiasaan yang dibentuk oleh lingkungan. Salah satu cara agar dapat membentuk perilaku kebiasaan dalam perilaku membuang sampah pada tempatnya dan sesuai warna tempat sampah adalah dengan menggunakan teknik modeling. Modeling merupakan cara pembelajaran individu dengan mempelajari dan mengamati langsung saat model berperilaku serta dapat menggunakan simbol-simbol yang mewakili informasi sebagai media modeling. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku membuang sampah pada siswa kelas V antara sebelum dan sesudah diberikan live and symbolic modeling oleh guru. Hipotesis yang diajukan penelitian ini adalah ada perbedaan perilaku membuang sampah pada siswa antara sebelum dan sesudah diberikan live and symbolic modeling oleh guru. Subjek pada penelitian ini berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku membuang sampah. Hasil perhitungan observasi saat pre-test sebesar 33.3%, sedangkan hasil perhitungan observasi saat post-test sebesar 86,7%. Dengan didukung dengan hasil uji t berpasangan menemukan perbedaan perilaku membuang sampah antara sebelum dan sesudah diberikan live and symbolic modeling. Sehingga sumbangan efektif perlakuan live and symbolic modeling untuk perilaku membuang sampah cukup berarti dengan hasil setelah perlakuan sebesar 86,7%, Sedangkan 13,3% lainnya merupakan variable-variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan live and symbolic modeling memberikan peningkatan pada perilaku siswa dalam membuang sampah pada tempatnya dan sesuai warna tempat sampah.Kata kunci: perilaku membuang sampah, live and symbolic modeling, siswa sekolah dasar, guru. ABSTRACT Littering behavior is an individual physical activity which is a result of habituation developed by environment. One of the ways to develop the habitual behavior in throwing litter into the proper places and the corresponding bin colors is by applying the modeling technique. Modeling is an individual’s learning way through studying and direct observing the current behavior of others and using symbols that represent information as a modeling medium. The objective of this study was to find out the differences in littering behavior of class V students between before and after provided with live and symbolic modeling by the teacher. The proposed hypothesis was that there were differences in littering behavior of class V students between before and after provided with  live and symbolic modeling by the teacher. The subjects were 20 people. The sampling technique used in this study was saturated sampling technique. Data were collected using the scale of littering behavior. The calculation result of the observation in pre-test was 33.3% while in post-test 86.7%. The results of the paired t test showed that there were differences in littering behavior between before and after the students were provided with live and symbolic modeling. The effective contribution of live and symbolic modeling treatment to the littering behavior was significant where the outcome after the treatment was 86.7% while 13.3% was from other variables not examined in this study. It can be concluded that live and symbolic modeling improved student behavior in throwing litter into the proper places and the corresponding bin colors. Keywords: littering behavior, live and symbolic modeling, elementary school students, teachers.
(NASKAH TELAH DITARIK) Hubungan antara dimensi big five personality dan religiusitas dengan subjective well-being karyawan Sukri Karim
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i1.4883

Abstract

Pengaruh self-esteem dan kualitas persahabatan dengan kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah Ersa Lanang Sanjaya
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.548 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4294

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berusaha untuk melihat apakah ada pengaruh antara self-esteem dan kualitas persahabatan dengan kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah pada mahasiswa. Hal ini dikarenakan tingginya angka perilaku seks pranikah pada remaja, sehingga dibutuhkan pemahaman-pemahaman yang lebih luas dan lebih dalam mengenai perilaku seks pranikah. Untuk bisa mengukur kecenderungan seks pranikah, maka digunakan teori kecenderungan Fishbein & Ajzen (1975). Dengan menggunakan teori kecenderungan, aspek yang diukur masih berada dalan tahap kognitif, dan belum menjadi perilaku yang tampak. Tipe penelitian yang digunakan disini adalah kuantitatif explanatory. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas X. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah responden 67 orang. Analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 16.0 for Windows. Dari hasil analisis data, diperoleh data bahwa ada pengaruh antara self-esteem dan kualitas persahabatan dengan kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah. Faktor self dan kehidupan sosial, dalam hal ini kualitas persahabatan, merupakan hal yang penting bagi remaja dimana hal ini sesuai dengan tahapan perkembangan remaja. Berdasarkan hal ini, maka jika kedua hal itu tidak terpenuhi maka remaja akan cenderung untuk mencari cara lain yang cenderung menyimpang untuk memenuhi hal itu dimana dalam hal ini adalah kecenderungan melakukan perilaku seks pranikah. Kata kunci: self-esteem, kualitas persahabatan, kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah ABSTRACTThe research aims to investigate there the influence between self-esteem and the quality of friendship with the tendency of premarital sex on the students. This is due to the high rate of premarital sex behavior in adolescents, so need a broader understanding and more deeply about premarital sex behavior. To be able to measure tendency of pre-marital sex, this research used the tendency theory Fishbein & Ajzen (1975). By using the tendency theory, the measured aspect is still in the cognitive stage, and has not yet become a visible behavior. The type of research used here is quantitative explanatory. Data collection tool in this research is questionnaire. The population in this study were students at University X. The sampling technique used was convenience sampling with 67 respondents. Analysis of this research using multiple regression analysis with the help of SPSS version 16.0 for Windows. From the results of data analysis, obtained data that there is influence between self-esteem and the quality of friendship with the tendency to have premarital sex. Self, identity and social life factor, in this case the quality of friendship, is important for adolescent where it is in accordance with the stages of adolescent development. Based on that, if both things are not fulfill, the adolescent will tend to look for other ways that tend to deviate behavior where in this case is premarital sex behavior tendency.Keywords: Self-Esteem, Quality of Friendship, Premarital Sex Behavior Tendency
PENGARUH IDENTIFIKASI KOLEKTIF TERHADAP INGROUP CRITICISM (STUDI PADA KELOMPOK SUPORTER SEPAKBOLA) Cahyaning Widhyastuti; Amarina Ariyanto
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 3 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.837 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i3.5490

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji tentang peran identifikasi kolektif terhadap kesediaan memberi kritik pada kelompok dimana kita menjadi anggotanya (ingroup criticism). Kelompok yang menjadi partisipan penelitian ini adalah salah satu kelompok suporter sepakbola dengan kohasivitas kelompok yang tinggi dan termasuk dalam lima kelompok suporter yang memiliki jumlah anggota paling banyak di Indonesia.  Partisipan penelitian ini berjumlah 37 orang laki-laki dengan rentang usia antara 17-42 tahun (M = 23,81, SD = 6,21), yang merupakan anggota kelompok suporter klub bola X. Analisis regresi dilakukan dua kali; pertama regresi antara skor identifikasi kolektif (total)  terhadap ingroup criticismyang dilihat dari jumlah kritik yang dituliskan oleh partisipan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh identifikasi kolektif terhadap ingroup criticism. Analisis regresi setiap aspek identifikasi kolektif terhadap ingroup criticismenunjukkan hasil yang signifikan pada aspek satisfaction,centrality, dan individual self-stereotyping. Sedangkan untuk aspek solidarity dan ingroup homogeneity tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ingroup criticism.
Peranan atraksi interpersonal terhadap perilaku pro-lingkungan warga Yulvira Elisa Gea; Hemy Heryati Anward; Neka Erlyani
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.891 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan atraksi interpersonal terhadap perilaku pro-lingkungan. Subjek dalam penelitian ini adalah warga yang tinggal di wilayah Seberang Masjid Pasar Lama Banjarmasin sebanyak 85 orang. Subjek penelitian berusia ≥ 17 tahun. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur, yaitu skala atraksi interpersonal dan skala perilaku pro-lingkungan. Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada peranan yang positif sebesar 35,5% antara atraksi interpersonal terhadap perilaku pro-lingkungan, sehingga semakin tinggi atraksi interpersonal maka semakin tinggi pula perilaku pro-lingkungan warga di Wilayah Seberang Masjid Pasar Lama Banjarmasin. This study aims to determine the role of interpersonal attraction toward pro-environmental behavior. Subjects in this study were residents who live in territory Seberang Masjid Pasar Lama Banjarmasin as many as 85 people. Research subjects aged ≥ 17 years. Subjects were selected using purposive sampling technique. This study uses two measuring devices, namely the interpersonal attraction scale and the scale of pro-environmental behavior. Analysis of data using simple linear regression analysis. The results showed there was a positive role by 35.5% between interpersonal attraction toward pro-environmental behavior, so the higher interpersonal attraction, the higher pro-environmental behavior citizen in the area across Pasar Lama Mosque Banjarmasin.

Page 2 of 21 | Total Record : 210