cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 210 Documents
Hubungan kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Ridha Wahyuni; Marina Dwi Mayangsari; Rahmi Fauzia
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.756 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2663

Abstract

Kecerdasan  spiritual  sangat  penting  bagi  perawat  agar  bersikap  humanis, menjaga  hubungan  yang  baik  terhadap pasien, dan menunjukkan  rasa  kepedulian perawat terhadap  pasien  agar  terjuwudnya  perilaku  prososial. Pencarian makna  bagi  perawat mampu  mengaitkan  pemberian  pelayanan  keperawatan  atas  dasar  ibadah  pada  Tuhan  dan pertolongan  bagi  manusia  yang  membutuhkan yaitu  pasien. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  hubungan antara  kecerdasan  spiritual  dengan  perilaku  prososial  perawat  di  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin. Subjek  pada penelitian  ini  yaitu 34 perawat  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin. Metode  pengumpulan  data  menggunakan  skala kecerdasan  spiritual dan  skala perilaku  prososial,  sedangkan  analisis  data  menggunakan  menggunakan  korelasi product  moment  dari  Karl  Pearson. Sebelum  dilakukan  uji  korelasi,  terlebih  dahulu  dilakukan  uji  normalitas. Uji normalitas menunjukkan bahwa data yang diperoleh berdstribusi normal dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu kecerdasan spiritual sebesar 0, 200 dan perilaku prososial sebesar 0,200. Adapun hasil analisis korelasi dengan menggunakan 34 subjek  yaitu  r  =  0,575  dengan p  =0,000(p  <  0,05).  Dengan  demikian  penelitian  ini  membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara variabel kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Kata Kunci : Kecerdasan Spritual, Perilaku Prososial, PerawatSpiritual intelligence is essential for nurses to be humane, to maintain a good relationship with patients, and to show a sense of caring to patients in order to manifest prosocial behavior. The searching for the meaning for the nurses is able to connect the provision of nursing services to the duty on the basis of worship to God and the help for people, patients, who need it. The aim of this study was to find out the relationship between spiritual intelligence and prosocial behavior in  nurses  at  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin.  The  subjects  in  this  study  were  34  nurses  at  Rumah  Sakit Islam Banjarmasin.  Data  were  collected  using  a  scale  of  spiritual  intelligence  and  a  scale  of  prosocial  behavior  while  the data were analyzed using Pearson product moment from Karl Pearson. Before the correlation test was conducted, the normality test  was performed.The results of normality test showed that the distribution of the data was normal  with a significance value greater than 0.05, namely the spiritual intelligence value by 0.200 and prosocial behavior 0.200. The results of the correlation analysis on 34 subjects  indicated that r = 0.575,  with p = 0.000 (p < 0.05). Thus this study proved  that  there  was  a  fairly  strong  positive  relationship  between  spiritual  intelligence  variable  and  prosocial behavior variable in nurses at Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Keywords : spiritual intelligence, prosocial behavior, nurses
Peran regulasi emosi dalam kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri usia dewasa awal Dwi Kencana Wulan; Khusnul Chotimah
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.72 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i1.3417

Abstract

Pernikahan merupakan suatu peristiwa yang umumnya dialami oleh setiap individu dalam kehidupannya. Emosi tidak dapat dilepaskan perannya dari segala aktivitas yang dilakukan pada setiap individu, termasuk pada pasangan suami istri, terlebih pada pasangan suami istri yang keduanya sama-sama bekerja. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara regulasi emosi reappraisal terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri dengan p=0,023 dengan nilai α=0,05. Pengaruh yang dihasilkan bersifat searah atau positif dengan besar 0,107 (10,7%). Sedangkan untuk variabel regulasi emosi suppression tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan pernikahan (p>α; 0,705>0,05).Kata Kunci: Regulasi Emosi, Kepuasan Pernikahan. Marriage is an event that is generally experienced by each individual. In marriage, people expect to get a decent fulfillment as a couple. Emotions can not be detached of all activities carried out on each individual, including the spouses, especially in working-couples. Results from this study is: reappraisal emotion regulation of marital satisfaction occured in couples with p = 0,023 with value of α = 0.05. The effects produced are unidirectional or positive with 0.107 (10.7%). As for the variable regulation of emotion suppression had no effect on marital satisfaction (p> α; 0.705> 0.05). Keywords: Emotion regulation, marital satisfaction
Pengambilan keputusan pada remaja yang mengalami pengasuhan otoriter Raihanal Miski; Marty Mawarpury
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.576 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4297

Abstract

ABSTRAKKemampuan membuat keputusan penting bagi remaja mengingat usia ini masih labil dan rentan, namun pengasuhan otoriter dapat berdampak pada pola pengambilan keputusan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika pengambilan keputusan remaja yang diasuh secara otoriter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus jenis kasus tunggal, pada remaja berusia 17 tahun yang berdomisili di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pengasuhan otoriter terhadap pengambilan keputusan subjek yang ditunjukkan dengan adanya tuntutan dan keterlibatan orangtua dalam proses pengambilan keputusan namun subjek tidak merasa terbebani berusaha memikirkan makna positif dari tuntutan yang diterima. Pengambilan keputusannya didasarkan pada proses evaluasi, penilaian dan penyaringan. Dua aspek dalam memutuskan terdiri atas isi dan tujuan dari keputusan yang akan diambil, yaitu apa yang dikehendaki telah dirumuskan dan adanya tujuan akhir yang harus dicapai. Kata kunci: Pengambilan keputusan, pola asuh otoriter, remaja  ABSTRACTThe ability to make decisions is important for teens considering this age is still unstable and vulnerable, but authoritarian parenting can have an impact on teenage decision making patterns. This study aims to determine the dynamics of adolescents decision-making who are cared for authoritarian pattern. This research uses qualitative approach single case study, of 17 year old teenager who live in Banda Aceh. The results show that there is an effect of authoritarian parenting on the subject decision making which is indicated by the demands and involvement of the parents in the decision-making process but the subject does not feel overwhelmed trying to think of the positive meaning of the demands received. Decision-making is based on evaluation, assessment and screening processes. Two aspects of deciding consist of the content and purpose of the decision to be made, ie what is desired has been formulated and the ultimate goal to be achieved.Keywords: Decision-making, authoritarian parenting, teenagers
GAMBARAN PENYEBAB TABLE-LITTERING DI KANTIN PADA LINGKUNGAN UNIVERSITAS Megariza Megariza; Laras Sekarasih
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.181 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i2.5042

Abstract

Sampah dan perilaku membuang sampah sembarangan merupakan masalah yang dapat memiliki implikasi kesehatan, estetika, dan sosial. Salah satu bagian dari perilaku menyampah yang belum banyak dibahas dan diintervensi adalah perilaku table-littering, yaitu meninggalkan perlengkapan makan kotor di meja makan kantin atau restoran setelah makan. Perilaku ini menyebabkan kantin atau restoran menjadi kotor dan berantakan. Selain itu, jika ada peralatan makan kotor di meja makan, maka akan menghambat pelanggan selanjutnya yang akan makan di meja tersebut. Belum banyak penelitian yang membahas tentang perilaku ini dan penyebab-penyebabnya. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan menggambarkan penyebab pengunjung kantin melakukan table-littering serta persepsi pengunjung kantin mengenai penyediaan bussing station sebagai opsi solusi untuk mengurangi table-littering. Wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap 20 mahasiswa, 8 penjual makanan di kantin, dan 4 petugas kebersihan. Analisis tema terhadap respons partisipanmenunjukkan lima alasan sebagai penyebab littering: malas, terburu-buru, merasa bahwa membereskan meja adalah tanggung jawab petugas kebersihan, tidak terbiasa, dan lupa. Penyediaan bussingstationdipersepsi sebagai opsi mengurangi table-litteringdi kantin lingkungan universitas.
Hubungan antara persepsi terhadap kebisingan dengan stres karyawan Juliana Sari Pratiwi; Hemy Heryati Anward; Silvia Kristanti Tri Febriana
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 1 (2013): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.217 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i1.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kebisingan dengan stres karyawan PT. PLN (Persero) PLTU Sektor Asam Asam. Subjek penelitian ini adalah karyawan / pekerja lapangan bagian operator mesin pada PT. PLN (Persero) PLTU Sektor Asam Asam, dengan kriteria karyawan / pekerja yang berjenis kelamin pria. Jumlah subjek penelitian sebanyak 40 orang. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Subjek penelitian berusia 20 tahun sampai dengan 50 tahun. Tingkat pendidikan subjek penelitian adalah STM Mesin berjumlah 14 orang, STM Listrik berjumlah 9 orang, D1 Mesin berjumlah 3 orang, D1 Listrik berjumlah 8 orang, D3 Mesin berjumlah 4 orang dan S1 Tehnik Mesin berjumlah 2 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Kuesioner untuk mengukur Persepsi Terhadap Kebisingan dan Skala untuk mengukur Stres. Sebelum digunakan instrumen-instrumen ini diujicoba terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi Persepsi Terhadap Kebisingan dengan Stres adalah ( r = 0,482 dengan p = 0,003 (p < 0,01) ). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara persepsi terhadap kebisingan dengan stres karyawan PT. PLN (Persero) PLTU Sektor Asam Asam diterima. Jadi, semakin tinggi persepsi terhadap kebisingan, maka semakin tinggi pula tingkat stres, dan semakin rendah tingkat persepsi terhadap kebisingan, maka semakin rendah pula tingkat stres. This study aims to determine the relationship between perceptions of noise with the stress of employees PT. PLN (Persero) PLTU Sektor Asam Asam. The subject of this study were employees / workers in the field of machine operators PT. PLN (Persero) PLTU Sektor Asam Asam, the criteria of employees / workers who are male. The number of subjects is 40 people. Subjects were selected using purposive random sampling technique. Subjects aged 20 years to 50 years. The subjects education level is STM Machine totaled 14 people, STM Electrical totaled 9 people, D1 Machine totaled 3 people, D1 Electrical totaled 8 people, D3 Machine totaled 4 people and S1 Techniques Machine totaled 2 people. Instruments used in data collection are questionnaires to measure Perception of noise and Scale to measure stress. Prior to use these instruments are tested first. The results showed that the correlation coefficient Perceptions of noise with the Stress is ( r = 0.482 with p = 0.003 (p <0.01) ). This suggests that there is a positive relationship between perceptions of noise with the stress of employees PT. PLN (Persero) PLTU Sektor Asam Asam be accepted. Thus, the higher the perception of noise, the higher the stress level, and the lower the perceived level of noise, then the lower the stress level. 
Pengaruh kecerdasan emosional dan perceived organization support terhadap resistance to change dengan psychology capital sebagai variabel mediasi M. Luthfi Fernando; Fajrianthi Fajrianthi
Jurnal Ecopsy Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.963 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v6i1.5848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui apakah terdapat pengaruh kecerdasan emosional dan perceived organization support terhadap resistance to change dengan psychology capital sebagai variabel mediasi.  Penelitian ini dilakukan pada 107 anggota/karyawan perusahaan yang sedang melakukan perubahan di organisasinya. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental dan snowball sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan empat skala, yaitu Wong & Law Emotional Intelligance Scale (WLEIS) oleh wong & law (2002) , Survey of Perceived Organizational Support Short Form (SPOS-SF) oleh Eisenberger (1986), resistance to change scale oleh Oreg (2003), dan Psychology Capital Questionnaire (PCQ-SF12) oleh Luthans, Youssef, dan Avolio (2007). Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan Partial Least Square (PLS) Warp-PLS 5.0. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat pengaruh langsung dan tidak langsung antara kecerdasan emosional terhadap resistance to change melalui psychology capital, serta terdapat pengaruh tidak langsung perceived organization support terhadap resistance to change melalui psychology capital.
Faktor-faktor yang mempengaruhi organizational citizenship behavior (OCB) Farida Rahmayanti; Silvia Kristanti Tri Febriana; Rooswita Santia Dewi
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 3 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.745 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i3.500

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh konflik peran dan suasana kerja terhadap organizational citizenship behavior (OCB). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menemukan bukti adanya pengaruh konflik peran dan suasana kerja secara simultan dan secara parsial terhadap organizational citizenship behavior (OCB). Penelitian ini menggunakan karyawan bagian produksi perusahaan X sebanyak 50 orang. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian ini dapat menyimpulkan adanya pengaruh signifikan konflik peran dan suasana kerja terhadap organizational citizenship behavior secara simultan. Sedangkan secara parsial suasana kerja maupun konflik peran juga memberikan pengaruh signifikan terhadap organizational citizenship behavior.
Moral disengagement sebagai prediktor terhadap perilaku agresif remaja Rina Rahayu Siregar; Yulia Ayriza
Jurnal Ecopsy Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.238 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v7i1.6068

Abstract

Moral disengagement merupakan proses ketidakaktifan regulasi diri pada individu sehingga menimbulkan perilaku tidak manusiawi dan melanggar moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh moral disengagment terhadap perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling . Subjek penelitian ini adalah remaja dalam Sekolah Menengah Atas di D.I Yogyakarta dengan jumlah 97 siswa dengan  usia  15 - 18  tahun.  Instrumen yang  digunakan yaitu skala Aggression Questionnaire dan skala moral disengagement yang  diuji  validitasnya  menggunakan  validitas  isi.  Uji reliabilitasnya menggunakan teknik Alpha Cronbach dengan skala perilaku agresif  (r) 0,845 dan  moral  disengagement  (r)  0,627. Teknik  analisis  data penelitian  yang  digunakan  adalah analisis  regresi  sederhana dengan  bantuan  software  SPSS. Hasil  menunjukkan  bahwa  ada pengaruh yang signifikan moral disengagement terhadap perilaku agresif (α = 0,03; p < 0,05) .
Upaya kesiapsiagaan masyarakat pinggiran sungai dalam menghadapi bencana banjir air pasang Marina Dwi Mayangsari; Sukma Noor Akbar; Dwi Nurrachmah
Jurnal Ecopsy Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.068 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v2i1.511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara atau upaya kesiapsiagaan (preparedness) masyarakat di daerah pinggiran sungai dalam menghadapi bencana air pasang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan (1) In-depth Interview yang dilakukan oleh dua pihak yaitu komunikasi antara peneliti dengan informan; (2) Focus Group Discussion (FGD) Diskusi Kelompok Terarah yaitu media bagi sekelompok orang untuk mendiskusikan satu topik tertentu secara lebih mendalam; dan (3) Observasi. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling terdiri atas 3 orang informan perwakilan warga di daerah pinggiran Sungai Kuin Utara  Banjarmasin yang kriterianya telah disesuaikan dengan kriteria peneliti, sedangkan untuk FGD mencakup sampel 7 (tujuh) warga masyarakat. Hasil dari penelitian ini mendapatkan  informasi bahwa upaya kesiapsiagaan masyarakat pinggiran sungai terhadap bencana banjir air pasang kebanyakan adalah dengan cara bersiap masuk ke perahu untuk menyelamatkan diri dan menyelamatkan barang-barang perabotan rumah tangga ketika terjadi bencana banjir.
PENGUMUMAN KETUA EDITOR: PENARIKAN DUA NASKAH DI VOL. 5 NO. 1, APRIL 2018 Dwi Nur Rachmah; Muhammad Abdan Shadiqi
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i2.5411

Abstract

Penarikan Naskah. Setelah melakukan berbagai pertimbangan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Ketua Editor Jurnal Ecopsy menyatakan naskah berjudul "Hubungan antara Dimensi Big Five Personality dan Religiusitas dengan Subjective Well-Being Karyawan" yang ditulis oleh Sukri Karim kami TARIK dari publikasi di Volume 5 Nomor 1, April 2018. Alasan utama penarikan naskah tersebut adalah adanya bukti bahwa naskah telah dipublikasikan secara bersamaan (redundant atau duplicate publication) di tiga jurnal lain terhitung hingga pengumuman ini dibuat. Hak publikasi penulis yang bersangkutan atas naskah tersebut telah kami cabut. Jurnal Ecopsy telah melakukan komunikasi dengan penulis dan hingga saat keputusan ini dibuat tidak ada kepastian mengenai naskahnya di jurnal lain atau kepastian tentang keputusan penulis untuk mempublikasikan di salah satu jurnal. Jurnal Ecopsy juga menyatakan bahwa tidak ada permasalahan yang muncul dengan pengelola tiga jurnal lainnya, Jurnal Ecopsy sangat menghormati keputusan pengelola jurnal lain dan menghargai setiap proses publikasi di tiap pengelolaan jurnal. Jurnal Ecopsy berharap keputusan penarikan naskah ini dapat diterima dan dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi lengkap mengenai penarikan naskah dapat dilihat pada file terlampir di link pengumuman ini. Terima kasih.

Page 10 of 21 | Total Record : 210