cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
ANALISIS KELELAHAN STRUKTUR ANTAR TIANG PANCANG PADA ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE STS DI SELAT MAKASSAR DENGAN METODE FRACTURE MECHANICS Arung, Asyer; Balamba, Sjachrul; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol 14, No 65 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan sturktur merupakan suatu proses dari kumulatif kerusakan yang disebabkan oleh pengulangan fluktuasi beban yang dapat mengakibatkan keruntuhan meskipun beban yang diterima tidak melebihi batas  maksimum untuk beban statikBeban gelombang lebih kecil dibanding dengan beban yang direncanakan pada bebarapa tipe bangunan offshore, namun beban gelombang sebagai beban berulang berpotensi untuk menimbulkan retakan kecil khususnya pada sambungan baja. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan struktur sambungan antar tiang pancang pada anjungan lepas pantai tipe STS diselat Makassar. Analisis kelelahan (fatigue) dilakukan dengan metode fracture mechanics yang kemuadian hasilnya digunakan dalam menghitung umur kelelahan (fatigue life) akibat beban berulang (beban gelombang), sehingga diperoleh umur kelelahan (fatigue life) untuk tinggi gelombang H = 1,642 m dengan umur bangunan adalah 97.465 tahun. Kata kunci : offshore, fatigue, gelombang, pondasi
KERUSAKAN JALAN DAERAH AKIBAT BEBAN OVERLOADING Pandey, Sisca V.
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan kebutuhan utama masyarakat sebagai penghubung dalam melakukan kegiatan terutama kegiatan ekonomi. Kondisi permukaan jalan harus tetap terpelihara dengan baik untuk memberikan pelayanan yang baik pengguna jalan. Namun kerusakan jalan merupakan hal yang tidak dapat dielakkan dengan berbagai alasan.Ketidak patuhan pengguna jalan terhadap regulasi penyelenggaraan jalan yang telah ditetapkan pemerintah seperti pelanggaran terhadap pembatasan beban dapat menyebabkan kerusakan jalan.Kerusakan jaringan jalan yang sangat merugikan pengguna jalan karena dapat meningkatkan Road User Cost (RUC).Kebutuhan jalan di Indonesia didominasi oleh jalan daerah sehingga pelayanan jalan daerah harus memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat pengguna jalan. Sementara kondisi perkerasan jalan daerah di Indonesia sangat memprihatinkan karena: 1) 61,11 % jalan propinsi berada dalam kondisi tidak mantap, 2) 53,01% jalan kabupaten/kota dalam kondisi tidak mantap. Demikian hal yang sama terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sesuai data tahun 2011 bahwa 19,15 % berada dalam kondidi rusak dan 37,91 % berada dalam kondisi rusak berat.MP3EI tahun 2011 menyebutkan, alur pergerakan angkutan barang Bitung-Manado-Bolaang Mongondow-Gorontalo merupakan jalur penghubung pusat ekonomi di bagian utara koridor ekonomi Sulawesi, sehingga perlu dibarengi dengan jaringan jalan dalam kondisi mantap. Kondisi saat ini perkerasan jalan daerah di Provinsi Sulawesi Utara berada dalam kondisi rusak berat yang terutama disebabkan oleh kendaraan yang overloading.Key word : kerusakan jalan, RUC, MP3EI.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa Ramadhan, Svita Eka Ristie; Sumarauw, Jeffry F.; Wuisan, Eveline M.
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Manembo memiliki banyak mata air yang tersebar di seluruh desa. Namun sampai saat ini tidak ada sistem jaringan air bersih yang membawa air dari mata air ke pemukiman warga, sehingga untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti MCK dan lain sebagainya, masyarakat harus melakukannya langsung di mata air dengan menempuh jarak yang jauh serta medan yang sulit.  Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, perlu adanya Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih. Proyeksi pertumbuhan penduduk untuk 10 tahun kedepan dihitung menggunakan  metode regresi eksponensial. Selanjutnya dari hasil proyeksi pertumbuhan penduduk didapat kebutuhan air bersih Desa Manembo yaitu 0,8327 l/det atau 45,31 l/orang/hari. Debit total mata air yang tersedia sebesar 1,3 l/det. Jadi air dari mata air dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Manembo sampai 10 tahun kedepan. Perencanaan sistem penyediaan air bersih di Desa Manembo dibagi menjadi 3 zona. Zona 1, mata air berada di daerah yang lebih tinggi dari daerah layanan, sehingga air dari mata air dikumpulkan di reservoir distribusi kemudian dialirkan secara gravitasi ke 3 keran umum yakni keran 1, 2 dan 3. Zona 2, mata air berada lebih tinggi dari daerah layanan, sehingga air dari mata air di kumpulkan di reservoir distribusi kemudian dialirkan secara gravitasi ke 7 keran umum, yakni keran 4 sampai keran 10. Zona 3, mata air berada didaerah yang rendah, air akan dikumpul di bronkaptering kemudian di pompa ke reservoir distribusi. Reservoir distribusi berada didaerah yang lebih tinggi dari  daerah layanan, sehingga air akan dialirkan secara gravitasi ke 6 keran umum, yakni keran 11 sampai keran 16. Ukuran bronkaptering (4x2x2,5) m dan ukuran reservoir distribusi, zona 1 (4x4x2) m zona 2 (4x3x3) m dan zona 3 (4x3x2,5) m. Pompa yang akan digunakan adalah pompa sentrifugal Sanyo PW H137 dan Sanyo PD H600. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa PVC. Untuk menganalisa sistem perpipaan distribusi, menggunakan program Epanet 2.0. Kata kunci: Keran Umum, Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih, Desa Manembo .
Solidification of Sand for Strength Improvement Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several investigations have used geopolymer to increase the strength of soft clay. This research has used the Electric Arc Furnace (EAF) slag, a byproduct from the process of producing steel, as the prime material of geopolymer and activator to make the geopolymer paste to solidified the sand. Two types of treatment were used which were distinguished by the type activator. Its objective is to study the effect of EAF slag-based geopolymer of solidified sand through the relationship between the strength (qu) and both the curing period (t) and the mixture ratio (d). The results of the research give conclusions that the mixture ratio provides a significant effect to the strength of improvement solidified sand (p<0,01 and p<0,05) than the curing period(p>0,05). The highest strength is obtained at the ratio of 50 % among designated mixture ratio, which also delivers the strength of hard soil (over 400 kPa).   Keywords : solidification, sand, geopolymer, EAF slag
OPTIMALISASI PEMBANGKIT LISTRIK MIKROHIDRO (PLTMH) BOROKO TUMALIANG, HANS
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi PLTMH, Analisa dilakukan dengan menggunakan metode Hidrologi JMOCK dan NRECA, untukmenentukan debit rencana /debit Andalan dan juga debit banjir yang berpengaruh terhadap rencana pengembanganPLTMH, debit Rencana/ Andalan adalah debit yang dapat digunakan sebagai kapasitas debit yang optimal untukPLTMH yang secara kontinuitas dapat diharapkan tidak berubah, dari analisa yang dilakukan debit rencana / andalanyaitu: 4m3/det dengan Head Optimal yang ditentukan dari pengukuran Elevasi yaitu pada Head = 50 meter. Sehinggadari kondisi ini dapat dihitung kapasitas minimal PLTMH adalah 880 kW dan Optimal Pada 2 x 800 kW.
PENGENDALIAN BIAYA DENGAN CASH FLOW STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR UNIVERSITAS X Pratasis, Pingkan Ane Kristy
TEKNO Vol 10, No 57 (2012): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dan pengendalian biaya dan waktu merupakan bagian dari manajemen proyek konstruksi. Salah satu dari hal itu adalah pengendalian biaya dengan cash flow. Cash flow adalah tata aliran uang masuk dan keluar pada periode waktu pada suatu perusahaan. Periode waktu cash-flow ditetapkan dalam berbagai satuan interval waktu, mulai dari satuan harian, minggu, bulan, triwulan, semester, maupun tahun, tergantung pada tingkat agregasi data yang dibutuhkan. Pengendalianbiaya dengan metode cash flow dilakukan Pada pembangunan gedung kantor Universitas X yaitu dengan mengetahui modal awal dari pembangunan Gedung Kantor ini juga untuk mengetahui besarnya selisih bunga atau profit yang diperoleh dari modal investasi dan jumlah biaya yang akan dibayarkan pada setiap termin. Berdasarkan hasil analisa maka diperoleh: Modal awal yang harus disediakan dalam pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Kantor X sebesar Rp.169.420.154,00. Bunga atau profit keseluruhan yang diperoleh dari pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Kantor Universitas X sebesar Rp. 85.278.247,00 dari jumlah biaya konstruksi dan Profit atau balance biaya untuk setiap termin meliputi: uang muka (Rp. 249.570.000,00), termin I ( Rp.256.745.137,50 ), termin II (Rp.256.745.137,50), termin III (Rp.256.745.137,50), termin IV (Rp.194.352.637,50) dan termin V atau retention (Rp.62.392.500,00).Kata kunci: pengendalian biaya, cash flow, modal awal, profit.
OPTIMALISASI SISTEM JARINGAN DRAINASE JALAN RAYA SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN MASALAH GENANGAN AIR Hendratta, Liany Amelia
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan Kota Manado yang pesat memicu terjadinya alih fungsi lahan yang tidak terkendali sehingga banjir dan genangan air sering terjadi di kawasan sekitar kompleks Kantor Camat Tuminting dan menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi jalan, aktivitas lalu lintas  serta kehidupan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kondisi aktual melalui observasi lapangan serta pengumpulan data yang terdiri dari data curah hujan, peta lokasi dan peta jaringan jalan lokasi penelitian. Metode analisis meliputi analisis hidrologi berupa analisis curah hujan dan analisis hidrolika untuk perencanaan drainase dan bangunan pelengkapnya. Suatu rekomendasi sebagai alternatif penyelesaian masalah genangan air di sekitar Jalan Hasanudin kompleks Kantor Camat Tuminting dihasilkan dalam penelitian ini, terutama menyangkut kerangka sistem jaringan drainase dengan maksud optimalisasi terhadap sistem jaringan drainase eksisting dan penambahan kapasitas saluran serta gorong-gorong dengan tetap memperhatikan faktor efektivitas dan faktor ekonomis dalam menyelesaikan persoalan dan genangan air dan aliran permukaan.   Kata kunci : drainase jalan raya, genangan air, analisis hidrologi, analisis hidrolika
TUNDAAN DAN TINGKAT PELAYANAN PADA PERSIMPANGAN BERSIGNAL TIGA LENGAN KAROMBASAN MANADO Lolong, Johanis
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan adalah salah satu bagian jalan yang rawan terjadi konflik lalu lintas karena menghubungkanbeberapa ruas jalan, sehingga di daerah ini terjadi berbagai macam jenis pergerakan kendaraan yang akhirnyamenimbulkan tundaan dan antrian kendaraan yang panjang. Keadaan ini umumnya dikenal dengan kemacetan aruslalu lintas. Untuk mengurangi kemacetan di persimpangan biasanya pada persimpangan tersebut dilengkapi denganlampu pengatur lalu lintas dan rambu-rambu lalu lintas.Melihat adanya konflik yang terjadi di simpang Karombasan Manado, maka dirasa perlu untuk melakukanpenelitian. Dalam menganalisa kapasitas dan perilaku lalu lintas dibutuhkan data lapangan berupa : kondisi geometrikmeliputi lebar pendekat, kondisi arus lalu lintas selama 7 hari dari Senin, 9 November 2009 – Minggu, 15 November2009, dengan waktu pengamatan selama 12 jam per hari dari pukul 06.00 – 18.00 Wita, kondisi lingkungan berupakelas ukuran kota, tipe lingkungan jalan, dan kelas hambatan samping. Metode yang digunakan untuk menghitungtundaan pada simpang ini adalah metode Manual kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997).Tundaan rata-rata simpang untuk Persimpangan Karombasan, D = 23,04 det/smp LOS CKata Kunci : Persimpangan, Tundaan, Tingkat Pelayanan.
ANALISIS KESTABILAN LERENG METODE MORGENSTERN-PRICE (STUDI KASUS : DIAMOND HILL CITRALAND) Takwin, Gideon Allan; Turangan, Arens Emilie; Rondonuwu, Steeva Gaily
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diamond Hill adalah salah satu kawasan perumahan di Citraland Manado. Dari waktu ke waktu kawasan tersebut terus mengalami perkembangan. Tidak jauh dari kawasan itu terdapat lereng yang pernah mengalami longsor besar akibat curah hujan yang tinggi yang menyebabkan kerusakan bangunan yang pada saat itu tepat berdiri di atas lereng bahkan sampai merenggut korban jiwa. Analisis kestabilan lereng dilakukan untuk menentukan faktor aman dari bidang longsor potensial, yaitu dengan menghitung besarnya kekuatan geser untuk mempertahankan kestabilan lereng dan menghitung kekuatan geser yang menyebabkan kelongsoran kemudian keduanya dibandingan. Dari perbandingan tersebut didapat faktor keamanan yang merupakan nilai kestabilan lereng yang dinyatakan dalam angka. Dari analisis yang dilakukan di Diamond Hill Citraland Manado dengan menggunakan program SLIDE didapat nilai faktor keamanan yaitu 0.202 yang menunjukan bahwa keadaan lereng tersebut tidak stabil. Kemudian dilakukan perbaikan dengan menggunakan soil nail. Soil nail adalah salah satu cara perbaikan lereng dengan cara memperkecil gaya penggerak atau momen penyebab longsor. Sehingga diperoleh nilai faktor keamanan 1.625 yang menunjukan kondisi lereng dalam keadaan stabil.
MODEL DERAJAT KEJENUHAN DAN KECEPATAN KENDARAAN PADA RUAS JALAN PERKOTAAN PADA RUAS JALAN PIERE TENDEAN Sendow, Theo Kurniawan; Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 11, No 59 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lalu lintas seperti tundaan, antrian bahkan kemacetan sudah sering terjadi pada ruas jalan Piere Tendean yang merupakan kawasan komersil di kota Manado. Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan suatu langkah-langkah yang sifatnya komprehensif, terpadu dan terencana dengan terlebih dahulu mengkaji karakteristik jalan tersebut seperti kecepatan kendaraan, volume lalu lintas, dan kapasitas, yakni dengan melakukan studi pada ruas jalan tersebut.Studi dilakukan dalam penelitian ini bersifat riset yang dilakukan diruas jalan Piere Tendean selama tujuh hari survey.Studi ini bertujuan untuk menganalisa hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan.Derajat kejenuhan adalah perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan, secara teoritis besarnya tidak boleh lebih dari 1, yang artinya jika nilai tersebut mendekati 1 maka kondisi jalan tersebut sudah mendekati jenuh.Serta untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan tersebut dengan menggunakan pendekatan secara linier dan memilih koefisien determinasi (R2) yang tertinggi selama tujuh hari survey.Pada Ruas Jalan Piere Tendean, hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan untuk arah Malalayang ke Pasar 45 selama seminggu dari hasil analisa dan perhitungan didapat nilai koefisien determinasi (R2) terendah yakni 25,50% dan nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu 86,53% dengan model persamaan Y = 1,146244 – 0,023009.x dan perbandingan antara thitung = 19,466357 dan ttabel = 2,00105. Untuk arah Pasar 45 ke Malalayang, hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan selama seminggu dari hasil analisa dan perhitungan didapat nilai koefisien determinasi (R2) terendah yakni 17,33% dan nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu 72,62% dengan model persamaan Y = 0,712415 – 0,012575.x dan perbandingan antara thitung = 12,508237 dan ttabel = 2,00105.Kata kunci : Model, Derajat Kejenuhan dan Kecepatan.