cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
PERANCANGAN MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DI PERGURUAN TINGGI DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD Sentinuwo, Steven Ray
TEKNO Vol 8, No 53 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi memiliki peluang yang sangat besar untuk memanfaatkan segala sumber daya dan pengetahuan yang dimilikinya untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing. Knowledge Management System merupakan alat bantu untuk mengumpulkan, mengelola, serta mendistribusikan pengetahuan tersebut. Penelitian ini berhasil menentukan model penerapan Knowledge Management System yang cocok untuk lingkungan Perguruan Tinggi kemudian dengan mengintegrasikan konsep Balanced Scorecard bisa diidentifikasi manfaat-manfaat dari penerapan Knowledge Mangement System di Perguruan Tinggi.Key Words: Knowledge Management System, Balanced Scorecard, Perguruan Tinggi, Investasi Teknologi Informasi/Sistem Informasi.
Pemeriksaan Kekuatan Tanah Dengan Menggunakan Geotextil Berlapis (Studi Kasus : Ring Road) Salle, Kharis Marannu; Riogilang, Hendra; Sompie, Octovian B. A.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia teknologi geoteknik untuk mengatasi permasalahan konstruksi tanah yang bermasalah diterapkan desain-desain terapan seperti dinding penahan tanah, stabilisasi lereng, perkuatan timbunan (embankment), perkuatan pondasi, filtrasi,drainase, pelapis kedap air dan lain sebagainya. Tetapi secara khusus untuk memperkuat daya dukung tanah menggunakan geotextil. Tidak jarang juga digunakan material kayu dan bambu untuk memikul gaya tarik yang timbul dalam konstruksi jalan atau timbunan. Kekuatan tanah untuk memikul beban sangatlah menunjang dalam kestabilan suatu struktur bangunan dimana tanah sebagai dasar perkuatan dari struktur bangunan harus memiliki kapasitas dukung dan kuat geser yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kekuatan tanah yang diberi perkuatan geotextil, berapa besar faktor keamanan yang didapat, dan melihat perbedaan faktor keamanan antara tanah yang tidak diberi perkuatan geotextil dan tanah yang diberi perkuatan pemodelan geotextil pada tanah dengan menggunakan program plaxis v.8.2 2D. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan 2 lapisan geotextil pada tanah yang mempunyai jarak tertentu.Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan program Plaxis v.8.2 2D menunjukan bahwa kekuatan tanah yang diberi perkuatan geotextil mampu menahan beban hingga 70 KN/m2, didapat juga faktor keamanan pada tanah Wopt (non Geotextil) yaitu 1.271 pada beban 40 KN/m2 sedangkan pada tanah Wopt (dengan geotextil) didapat faktor keamanan sebesar 1.641 dengan beban yang sama. Presentase kenaikan faktor keamanannya adalah 29%. Kata kunci : geotextil berlapis, kekuatan tanah, plaxis v.8.2, faktor keamanan
PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN DENGAN MENGGUNAKAN PELAMPUNG DAN CURRENT METER Tangkudung, Hanny
TEKNO Vol 9, No 55 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan bangunan irigasi maupun saluran irigasi, perlu diketahui berapa besar debit aliran. Untuk penentuan debit aliran dibutuhkan perhitungan kecepatan aliran yang tepat. Perhitungan kecepatan aliran dapat dilakukan dengan menggunakan alat pelampung permukaan dan current meter. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan pengukuran dengan menggunakan alat pelampung permukaan dan current meter, dan dilakukan melalui pengamatan dan pengumpulan data di lapangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketelitian hasil pengukuran pelampung permukaan terhadap current meter adalah sebesar 77 %, dimana pada hasil ini pengaruh keadaan cuaca serta kehilangan air yang terjadi di saluran tidak diteliti.Kata kunci : kecepatan aliran, pelampung permukaan, current meter
PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP KESTABILAN DINDING MSE DENGAN PERKUATAN GEOTEKSTIL DI DAERAH REKLAMASI MALALAYANG Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan reklamasi yang terletak di wilayah pesisir kecamatan Malalayang menggunakan 3 (tiga) macam tanah yang diambil dari 3 (tiga) lokasi berbeda. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap ketiga tanah tersebut menunjukkan bahwa ketiganya memiliki jenis tanah yang berbeda, yakni jenis tanah pasir, pasir berlanau dan lempung. Untuk menjaga struktur embankment pada reklamasi tetap stabil, digunakan konstruksi dinding MSE (Mechanically Stabilized Earth) dengan menggunakan perkuatan geotekstil. Pengaruh ketiga jenis tanah yang digunakan sebagai material timbunan terhadap kestabilan dinding MSE dengan perkuatan geotekstil dianalisa terhadap kestabilan eksternal (gelincir, guling dan daya dukung) dan internal (tarik) dengan menggunakan metode AASHTO 2012. Hasil analisa menunjukkan bahwa jenis tanah pasir yang diambil dari Kalasey adalah yang paling cocok dengan konstruksi dinding MSE dengan perkuatan geotekstil karena memberikan faktor keamanan yang memenuhi terhadap kegagalan tarik (>1,5), terhadap kegagalan gelincir (>1,5), terhadap kegagalan guling (>2,0) dan terhadap kegagalan daya dukung (>2,5). Kata kunci : MSE, geotekstil, reklamasi
PENGARUH PROSES PEMANASAN PADA ASPAL Gunawan, M. T.
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal semen atau biasa disebut aspal keras bersifat mengikat agregat pada campuran aspal beton dan memberikan lapisan kedap air, serta tahan terhadap pengaruh asam, basa dan garam. Ini berarti jika dibuatkan lapisan dengan mempergunakan aspal sebagai pengikat dengan mutu yang baik dapat memberikan lapisan kedap air dan tahan terhadap pengaruh cuaca dan reaksi kimia yang lain.Permasalahan yang diharapkan mampu untuk dipecahkan yaitu : Bagaimana perubahan nilai sifat-sifat aspal akibat proses pemanasan.Untuk itulah maka perlu diketahui sifat-sifat aspal agar dengan mengetahui sifat-sifat apa saja yang ada dalam aspal tersebut maka kita dapat memberlakukan aspal sebagaimana mestinya sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan nantinya. Tujuan penulisan adalah untuk mengevaluasi perubahan-perubahan yang terjadi pada sifat-sifat aspal keras penetrasi 60/70 akibat proses pemanasan. Dan diharapkan menjadi bekal dalam memilih jenis aspal dan metode penggunaan yang tepat pada suatu macam pekerjaan tertentu. Akibat pemanasan, terjadi perubahan pada sifat aspal. Aspal tersebut menjadi keras, mudah rapuh, dan peka terhadap temperatur. Proses pemanasan yang berlebihan mengakibatkan terjadi perubahan pada sifat-sifat aspal.Kata kunci: Aspal semen, Pemanasan, Sifat Aspal
PROSES EXTRACT, TRANSFORM DAN LOAD PADA DATA WAREHOUSE Lantang, Oktavian Abraham
TEKNO Vol 8, No 53 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, ketergantungan proses bisnis suatu perusahaan terhadap pengolahan data akan terotomasi semakin besar pula, tentu saja kita bisa membayangkan apabila sebuah perusahaan besar dengan cabang perusahaan di beberapa pulau harus mengolah data secara manualdan tidak terintegrasi. Permasalahan yang ada diatas sudah tidak asing lagi, karena hampir setiap perusahaan berskala besar juga memiliki masalah seperti ini. Banyaknya data transaksi dan desentralisasi yang menyebar diseluruh dunia menyebabkan perusahaan harus membuat atau membeli sistem yang lebih baik, terintegrasi dan mudah dikelola.Dalam proses pengambilan kebijakan perusahaan dibidang strategi bisnis maka perusahaan memerlukan suatu data olahan yang bersifat analisa, serta dapat menjawab terhadap kebutuhan yang ditawarkan berdasarkankonsep data warehouse. Untuk menghasilkan analisis data yang berkualitas dan akurat maka konsep data warehouse mempunyai beberapa tahapan. Salah satu tahapan dari proses data warehouse adalah ETL (Extract Transform Load), dan karya tulis ini membahas tentang proses ETL.Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan ETL yang berkualitas untuk mendukung data warehouse yang baik. Metode yang penulis pakai mengacu kepada case real yang bisa kita coba untuk membuat data warehousenya. Hasil dan kesimpulannya dari ETL ini diharapkan bisa membuat proses data warehouse lebih terkontrol dengan baik.Kata Kunci : Data warehouse, Extract, Transform, Load
Pengaruh Kandungan Material Plastis Terhadap Nilai CBR Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S Pokaton, Indria E.; Kaseke, Oscar H.; Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Spesifikasi Teknik Bina Marga 2010, untuk perkerasan lentur dikenal 3 jenis lapis pondasi yaitu Lapis Pondasi Agregat Kelas‒A, Lapis Pondasi Agregat Kelas‒B, dan Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S. Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S berfungsi sebagai lapis perkerasan untuk bahu jalan dan disyaratkan harus memiliki nilai plastisitas yang berkisar antara 4% sampai 15% dan nilai California Bearing Ratio (CBR) minimal 50%. Dalam penelitian ini akan diteliti pengaruh dari variasi kandungan material plastis terhadap nilai CBR Lapis Pondasi Agregat Kelas‒S. Penelitian dilakukan terhadap salah satu jenis sample material yang terpilih dan sudah sering digunakan dari lokasi sumber Lolan serta campuran sample tanah yang mengandung plastisitas. Penelitian diawali dengan memeriksa sifat-sifat bahan yang digunakan dengan mengacu pada persyaratan Spesifikasi Teknik Bina Marga 2010. Selanjutnya dibuat benda uji terhadap agregat dengan variasi campuran tanah yang dicampur sedemikian rupa sehingga mendapatkan variasi kandungan plastisitas dengan nilai PI sebesar 0% ; 4,72% ; 5,33% ; 6,62% ; 7,86%. Terhadap benda uji tersebut dilakukan uji pemadatan untuk memperoleh kadar air optimum dan berat kering maksimum, selanjutnya dilakukan pengujian CBR. Hasil yang diperoleh sebagai berikut, PI 0% wopt 7,17% gd(max) 2,259 (gr/cm3) nilai CBR 99% ; PI 4,72% wopt 7,62% gd(max) 2,244 (gr/cm3) nilai CBR 90% ; PI 5,33% wopt 8,01% gd(max) 2,240 (gr/cm3) nilai CBR 74% ; PI 6,62% wopt 8,97% gd(max) 2,237 (gr/cm3) nilai CBR 60% ; PI 7,86% wopt 9,53% gd(max) 2,227 (gr/cm3) nilai CBR 47%. Dari hasil pemeriksaan terhadap material agregat dengan berlokasi sumber Lolan yang dicampur dengan tanah yang mengandung plastisitas ini menunjukkan bahwa kandungan material plastis memberikan pengaruh terhadap nilai CBR. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang memenuhi syarat pada sample yang diperiksa ini hanya kandungan material dengan nilai PI antara 4,72% sampai 6,62% yang memberikan nilai CBR ≥ 50% sedangkan untuk material yang tidak memiliki nilai PI memperoleh nilai CBR yang tinggi namun untuk persyaratan Indeks Plastisitas tidak memenuhi syarat untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas-S. Terlihat bahwa untuk kandungan material dengan nilai PI yang lebih besar, walaupun lebih kecil dari batas maksimum 15% tidak dapat digunakan karena nilai CBR < 50%. Hal ini menunjukkan adanya range kandungan PI tertentu yang memenuhi syarat dari segi kandungan plastisitas dan dari segi nilai CBR. Untuk material yang lain perlu juga diteliti dengan cara yang sama seperti ini. Kata kunci : Indeks Plastisitas, CBR, Lapis Pondasi Agregat, Kadar Air, Pemadatan
KEKUATAN TARIK BETON Windah, Reky Stenly
TEKNO Vol 9, No 56 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuat tarik beton dapat diperoleh dari beberapa percobaan, yaitu: percobaan kuat tarik melalui uji lentur, kuat tarik belah dan kuat tarik langsung. Kuat tarik langsung sulit untuk dilaksanakan karena belum tersedia peralatan dan mesin yang memadai untuk melakukan pengujian. Kuat tarik lentur, biasanya menggunakan benda uji balok dengan dimensi tertentu, kemudian diuji dengan menggunakan mesin uji lentur. Kuat tarik belah, menggunakan benda uji silinder yang ditekan pada sisi memanjangnya.Ketiga tehnik pengujian kuat tarik akan memberikan hasil yang berbedah satu dengan yang lain. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara signifikan nilai kuat tarik belah lebih kecil dari modulus of repture dan berkisar antara 62-80% dengan hasil rata-rata yang diperoleh 72,81%. Umumnya nilai kuat tarik belah yang diperoleh dari benda uji silinder yang menjadi dasar para perencana untuk menetapkan nilai kuat tarik dari suatu beton dengan mutu tertentu.
ANALISIS DEBIT BANJIR ANAK SUNGAI TIKALA PADA TITIK TINJAUAN KELURAHAN BANJER LINK. V KECAMATAN TIKALA DENGAN MENGGUNAKAN HEC-HMS DAN HEC-RAS Rante, Novia Ros; Sumarauw, Jeffry S. F.; Wuisan, Eveline M.
TEKNO Vol 14, No 65 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tikala merupakan salah satu sungai terbesar di Kota Manado yang memiliki banyak anak sungai sebagai penyumbang debit di sungai utamanya. Salah satu anak sungai dari sungai Tikala ini melintasi Kelurahan Banjer lingkungan V tepatnya di Kampung Pece dan posisinya berada di belakang Gereja Pantekosta Manado, memiliki panjang 1.152 Km dan luas DAS 0.9432 Km2. Dalam beberapa tahun terakhir, sudah sangat sering meluap dan mengakibatkan banjir. Analisis curah hujan rencana dengan metode Log Pearson III akan digunakan untuk menghitung debit banjir dan tinggi muka air. Untuk menghitung debit banjir di anak sungai Tikala ini digunakan data curah hujan di stasiun Winangun dan Sawangan dengan periode pencatatan tahun 2003 s/d 2014. Untuk perhitungan debit banjir menggunakan program HEC-HMS dan untuk perhitungan tinggi muka air menggunakan program HEC-RAS. Dari hasil analisis, debit banjir rencana dengan berbagai kala ulang menggunakan program HEC-HMS memberikan hasil yang beragam. Dan untuk hasil tinggi muka air yang menggunakan program HEC-RAS pada kala ulang 5 tahun tidak ada air yang meluap di setiap titik, kala ulang 25 tahun dan 50 tahun air yang meluap pada titik sta 20, sta 30 dan sta 45, kala ulang 100 tahun air yang meluap pada titik sta 10, sta 20, sta 30, sta 45, dan pada kala ulang 200 tahun air yang meluap pada semua titik. Kata kunci : debit banjir rencana, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
DESAIN DATA MART UNTUK ANALISIS ARUS TRANSAKSI PADA SUPERMARKET SENGKEY, RIZAL
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perusahaan yang memiliki data operasional yang besar ,seperti supermarket, umumnya mempunyaipermasalahan dalam melakukan query data ke database untuk menganalisa data. Data operasional yang besar dankompleks membuat query menjadi lambat dan mengurangi kinerja server, disamping itu kompleksnya struktur datadalam database operasional membuat user mengalami kesulitan dalam melakuan query ke dalam database walaupunuser tersebut mengetahui dasar pengetahuan SQL.Oleh karena itu penulis merancang data mart yang diyakini dapat menyelesaikan permasalahanpengorganisasian data besar dan kompleks.