cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
PENGARUH PERCEPATAN DURASI TERHADAP PENINGKATAN BIAYA PADA KONSTRUKSI (Studi Kasus : PERUMAHAN PURI KELAPA GADING) Hutasoit, Paulus Hubertus; Sompie, Bonny F.; Pratasis, Pingkan
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan keberhasilan suatu proyek konstruksi, setiap proyek membutuhkan suatu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian yang baik. Maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu durasi, biaya dan sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Seringkali dalam pelaksanaan proyek, terbatasnya sumber daya mengakibatkan terlambatnya pelaksanaan penyelesaian proyek tersebut. Untuk itu perlu diambil tindakan agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Salah satu tindakan yang dapat daimbil adalah dengan cara mengoptimasi, yaitu bagaimana mempercepat durasi atau yang disebut crashing pada proyek dengan mengeluarkan biaya tambahan. Data yang digunakan yaitu data pada proyek pembangunan Perumahan Puri Kelapa Gading Manado. Untuk menganalisis durasi digunakan metode jalur kritis (Critical Path Method/CPM) dengan menggunakan data time schedule. Sedangkan untuk menghitung durasi dan biaya percepatan digunakan analisis hubungan durasi-biaya. Dari hasil perhitungan dengan melakukan crashing dapat dilihat bahwa setiap melakukan percepatan durasi terjadi kenaikan pada biaya langsung proyek. Diperoleh durasi maksimum umur proyek yaitu 132 hari dengan durasi percepatan sebesar 106 hari, dan biaya langsung percepatan proyek maksimum sebesar Rp.10.875.000 . Percepatan durasi dilakukan sampai 3 tahap. Biaya paling efisien diperoleh pada durasi umur proyek 106 hari dengan durasi percepatan sebesar 26 hari dan biaya percepatan sebesar Rp. 9.750.000Kata kunci :Biaya, Critical Path Method, Durasi
Kajian Sertifikasi Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Pada Ruas Jalan Nasional Pulau Sumatera (Poso) Nomor Ruas 32.12.K Km. 220+240 s.d. Km. 221+000 Provinsi Sulawesi Tengah Adwang, Jimmy
TEKNO Vol 18, No 75 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Sertifikasi Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Pada Ruas Jalan Nasional Pulau Sumatera (Poso) Nomor Ruas 32.12.K Km.220+240 s.d. Km 221+000 Provinsi Sulawesi Tengah bertujuan untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor.11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Ruas Jalan Nasional Pulau Sumatera (Poso) Nomor Ruas 32.12.K Km.220+240 s.d. Km 221+000 Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu akses jalan utama yang menghubungkan Tambrana dan Kota Poso serta daerah sekitarnya. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengukur penyimpangan (deviasi) terhadap kondisi lapangan terhadap standar teknis setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada Ruas Jalan Nasional Pulau Sumatera (Poso) Nomor Ruas 32.12.K Km.220+240 s.d. Km 221+000 Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebagai berikut : 1) Penetapan petunjuk, perintah, dan larangan : Laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 2) Status jalan : Laik fungsi, status jalan nasional berdasarkan Kepmen PU tentang penetapan ruas-ruas jalan. 3) Kelas jalan : Laik fungsi bersyarat, kelas II, berdasarkan Direktorat Bina Teknik Ditjen. Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. 4) Kepemilikan tanah rumija laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 5) Leger jalan : Laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 6) Dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL) : Laik fungsi bersyarat, Hanya dokumen SPPL, Perlu dilengkapi. 7) Rekomendasi agar dokumen-dokumen administrasi jalan dilengkapi paling lambat tahun 2017 oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Makassar.Kata kunci - laik fungsi, standar teknis, ruas jalan, perbaikan
Pengendalian Bahan Proyek Dengan Pendekatan Manajemen Konstruksi (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Sekolah SMP/SMA St. Thedorus Kotamobagu-Sulut) Lesar, Adelia Syutrika; Mandagi, Robert J. M.; Walangitan, D. R. O.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek konstruksi,tidak pernah terlepas dengan pengetahuan akan pengendalian bahan. Maka ada tiga hal yangharus diperhatikan. Yaitu waktu pelaksanaan,biaya pelaksanaan dan sumber daya.Dalam pelaksanaan proyek, masalah terbatasnya sumber daya dapat mengakibatkan terlambatnya pelaksanaan proyek tersebut. Seperti yang kita ketahui umtuk keberhasilan suatu proyek harus disertai dengan manajemen konstruksi yang baik agar suatu proyek dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.salah satu factor utamanya adalah pengendalian terhadap bahan bahan yang digunakan meliputi segi kuantitas ,tujuan dari penelitian ini dalam proyek pembangunan Sekolah SMP/SMA St. Theodorus adalah untuk mengetahui bagaimana pemakaian bahan dilapangan dan mencegah agar tidak terjadinya pemakaian bahan yang berlebihan dengan adanya peranan manajemen konstruksi. Dari hasil penelitian dilapangan penulis dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi adanya penyimpangan yaitu penggunaan bahan dilapangan berbeda dengan yang direncanakan proyek.dari hasil perencanaan proyek (Mx Design Beton K-225) dengan pemakaiandilapangan untuk bahan semen=45 zak, pasir= 9.6 m³ dan kerikil= 2.0 m³,  dari jumlah yang di dadapat penggunaan bahan di lapanagan meningkat dari yang direncanakan maka dari itu pengendalian bahan yang baik digunakan adalah model persediaan deterministic. Kata kunci : pengendalian bahan, deterministik, mix design K225
TINJAUAN SEBARAN LOKASI AGLOMERASI INDUSTRI DI INDONESIA Tilaar, Sonny
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor Industri memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara. Di Indonesia,sektor Industri tersebut merupakan sektor utama dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini sebagaipenyumbang terbesar dalam pembentukan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia selama sepuluh tahunterakhir. Daerah-daerah dimana konsentrasi kegiatan industri terjadi memperoleh manfaat yang disebutdengan ekonomi aglomerasi (agglomeration economies). Jadi dengan adanya ekonomi aglomerasi dapatmemberikan pengaruh yang positif terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Sehubungan dengan itu adalahpenting agar kegiatan industri dapat tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia agar terjadinyapemerataan pembangunan secara menyeluruh. Oleh karena itu adalah penting untuk mengkaji tentangsebaran lokasi industri tersebut di Indonesia.Dari studi literatur ditemukan bahwa lokasi aglomerasi industri, khususnya industri manufakturyang ada sebagian besar terkonsentrasi di pulau Jawa dengan konsentrasi yang membentuk pola dua kutub(bipolar pattern), yaitu di ujung barat pulau Jawa yang meliputi Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang,Bekasi) dan Bandung. Sedangkan di ujung timur pulau Jawa berpusat di kawasan Surabaya.Kata Kunci : Lokasi, Aglomerasi, Industri
TINGKAT PELAYANAN PERSIMPANGAN BERSIGNAL JALAN SAM RATULANGI – JALAN BABE PALAR MANADO Timboeleng, James A.
TEKNO Vol 10, No 57 (2012): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan adalah salah satu bagian jalan yang rawan terjadi konflik lalu lintas karena menghubungkan beberapa ruas jalan, sehingga di daerah ini terjadi berbagai macam jenis pergerakan kendaraan yang akhirnya menimbulkan tundaan dan antrian kendaraan yang panjang. Keadaan ini umumnya dikenal dengan kemacetan arus lalu lintas. Untuk mengurangi kemacetan di persimpangan biasanya pada persimpangan tersebut dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas dan rambu-rambu lalu lintas. Melihat adanya konflik yang terjadi di simpang Jalan Sam Ratulangi – Jalan Babe Palar Manado, maka dirasa perlu untuk melakukan penelitian. Dalam menganalisa kapasitas dan perilaku lalu lintas dibutuhkan data lapangan berupa : kondisi geometrik meliputi lebar pendekat, kondisi arus lalu lintas, kondisi lingkungan berupa kelas ukuran kota, tipe lingkungan jalan, dan kelas hambatan samping. Metode yang digunakan untuk menghitung Tundaan lalu lintas pada simpang ini adalah metode Manual kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) sedangkan Tingkat Pelayanan dengan Melihat tabel pada HCM’85 berdasarkan nilai tundaan. Tundaan rata-rata simpang untuk persimpangan ini didapat, D =45,10 det/smp LOS E.Kata Kunci : persimpangan, tundaan, kapasitas.
BANJIR MANADO, APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN OLEH SIAPA Dundu, Ariestides K. T
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sudah sering terjadi di kota-kota diseluruh Indonesia termasuk Kota Manado. Kota Manado setiap tahunnya mengalami banjir pada daerah-daerah tertentu yang berdekatan dengan badan air (lowland area). Untuk mengurangi resiko akibat bencana pada daerah tersebut perlu dilakukan perencanaan dan sosialisasi tentang apa saja yang dapat dilakukan pada saat sebelum banjir, sedang banjir dan setelah banjir. Pengetahuan tentang apa yang dilakukan oleh siapa merupakan salah satu hal yang harus diketahui oleh semua pihak yang terlibat dalam manajemen untuk mengurangi resiko banjir. Kata kunci : Penanggulangan Banjir, Apa yang dilakukan, oleh siapa
Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Lingkungan Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Pada Proyek Konstruksi Polla, Prima Billy; Mandagi, Robert J. M.; Walangitan, D. R. O.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi kecelakaan pada waktu kerja. Hal ini berakibat fatal bagi tenaga kerja, dan membuat kerugian besar bagi perusahaan jasa konstruksi, karena produktivitas kerja yang menurun dan terlambatnya penyelesaian pekerjaan. Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan serta kegairahan kerja sehingga mampu meningkatkan prestasi dan produktivitas kerja. Pada pelaksanaan penelitian, dilakukan wawancara, observasi dan kuesionar yang dibagikan kepada 80 orang tenaga kerja yang bekerja pada proyek pembangunan Manado Town Square 3 untuk mendapatkan data pengujian. Data yang didapatkan adalah data tentang status tenaga kerja, masa kerja, dan pendidikan. Serta variabel yang diukur adalah variabel X (manajemen keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan) dan variabel Y (produktivitas tenaga kerja). Pengolahan data dilakukan Analisis Korelasi, Analisis Regresi, Uji F dan Uji t. Berdasarkan variabel bebas X (manajemen keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan), dan variabel terikat Y (produktivitas tenaga kerja) maka dari analisis Korelasi didapatkan Koefisien Korelasi r sebesar 0,730 dan Koefisien Penentu (R. Square) sebesar 53,29%. Hasil dari Analisis Regresi Linear sederhana didapatkan persamaan regresi sebagai berikut: Y' = 9,39 + 0,16X. thitung= 9,428 > ttabel = 1,66462. Serta Fhitung = 88,883 > Ftabel = 3,96.Dengan demikian hipotesis H1 diterima, artinya ada pengaruh signifikan antara penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja.   Kata kunci : manajemen keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan, produktivitas
THE CORRELATIONAL STUDY BETWEEN ORGANIZATION CULTURE, INTERPERSONAL COMMUNICATION, WORK MOTIVATION, AND JOB SATISFACTION OF EMPLOYEE OF FACULTY OF ENGINEERING SAM RATULANGI UNIVERSITY MANADO Jansen, Freddy
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study investigated the relationship between organization culture, interpersonal communication, workmotivation and job satisfaction of employee. The data was gathered from faculty of engineering Sam RatulangiUniversity with n = 40 selected randomly.Result indicated that there were positive correlation between: (1) Organization Culture and Job Satisfaction,(2) Interpersonal Communication and Job Satisfaction, (3) Work Motivation and Job Satisfaction, (4) OrganizationCulture, Interpersonal Communication, and Work Motivation with job satisfaction of employee.Based on the result of the study, the job satisfaction can be improved through organization culture,interpersonal communication, and work motivation.Keyword: Organization Culture, Interpersonal Communication, Work Motivation, Job Satisfaction of Employee
PENGARUH VARIASI LUAS PIPA PADA ELEMEN KOLOM BETON BERTULANG TERHADAP KUAT TEKAN Situmorang, Laris Parningotan; Manalip, Hieryco; Handono, Banu Dwi
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pipa PVC pada kolom karena tuntutan estetika seperti menyembunyikan pipa instalasi air bersih, pipa saluran pembuangan maupun instalasi listrik sering dilakukan penambahan lubang (rongga) pada kolom. Penambahan lubang (rongga) tersebut mengakibatkan terjadi pengurangan luas penampang kolom yang akan mempengaruhi kekuatan tekan kolom. Hal ini sering luput dari perhatian pihak perencana maupun pihak pelaksana karena mengganggap penambahan lubang (rongga) tersebut adalah hal sepele. Namun jika tidak direncanakan dan dilaksanakan sesuai prosedur, penambahan lubang (rongga) tersebut bisa berakibat fatal terhadap bangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan kapasitas beban aksial akibat penambahan pipa PVC pada kolom. Pengujian dilakukan dengan skala laboratotium, dengan umur perawatan 28 hari. Benda uji menggunakan kolom 150x150x500(mm), dengan variasi luas lubang 2%, 4%, dan 6% terhadap luas penampang kolom. Pengujian kuat tekan beton menggunakan silinder 100/200(mm), dengan perencanaan mutu beton (f’c) 20 Mpa. Tulangan yang digunakan untuk tulangan longitudinal menggunakan ϕ8 dan untuk tulangan sengkang ϕ6. Perencanaan slump ditetapkan ialah 75-150 mm. Hasil pengujian menyatakan bahwa penambahan pipa PVC pada kolom yang mengakibatkan pengurangan luas penampang kolom akan berpengaruh terhadap kapasitas beban aksial. Dimana semakin besar lubang pada kolom semakin berkurang kapasitas beban aksialnya.Kolom dengan variasi luas lubang 2% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 1,18%. Kolom dengan variasi luas lubang 4% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 2,52%. Dan untuk variasi luas lubang 6% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 4,34%.
APLIKASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PRIORITAS PENANGANAN JALAN KABUPATEN Astana, I Nyoman Yudha
TEKNO Vol 11, No 59 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Kabupaten merupakan prasarana transportasi yang penting dalam pertumbuhan pembangunan sosial dan ekonomi. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Bali, terdiri atas 4 (empat) kecamatan dan memiliki panjang jalan kabupaten 73.823 Km dan terbagi dalam 369 ruas jalan. Dengan keterbatasan dana, sulit menentukan prioritas penanganannya. Penentuan skala prioritas dengan bantuan metode Analytical Hierarcy Process (AHP) dilakukan dengan mengkombinasikan berbagai faktor yaitu : kondisi jalan, volume lalu lintas, manfaat ekonomi, kebijakan dan aspek tata guna lahan. Penentuan urutan/skala prioritas penanganan jalan dengan metode AHP diperoleh tingkat kepentingan dengan bobot masing-masing kriteria dengan urutnya yaitu : kondisi jalan (23,9%), volume lalu lintas (22,9%), ekonomi (22,8%), tata guna lahan (15,3%) dan kebijakan (15,1%). Metode AHP disarankan untuk digunakan untuk prioritas penanganan jalan, karena beberapa aspek dan kriteria dapat dikombinasikan sehingga urutan prioritas dapat menggambarkan kebutuhan masyarakat dengan baik.Kata kunci : Jalan kabupaten, prioritas penanganan, metode AHP