cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
ESTIMASI NILAI K DALAM PENENTUAN VOLUME JAM PERENCANAAN DI KOTA BITUNG Sendow, Theo Kurniawan
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan Geometrik Jalan dikenal itilah nilai k. Adapun estimasi nilai k dalam menentukan volumejam perencanaan dihitung berdasarkan volume arus lalu lintas, kemudian untuk mengetahui arus lalu lintas yang adamaka perlu dilakukan penelitian. Ruas jalan yang dijadikan obyek dalam penelitian adalah ruas jalan Piere Tendeanyang berlokasi di Kelurahan Manembo-nembo berbatasan dengan Kelurahan Sagerat, jalan Wolter Mongisidi yangberlokasi di depan PT. Megabelia Bitung, jalan Walanda Maramis yang berlokasi di depan KODIM 1310 MadidirUnet Bitung, dan jalan Sam Ratulangi yang tepatnya berada di depan Rumah Sakit Angkatan Laut Bitung.Menggunakan metode chi kuadrat maka dapat diperkirakan nilai k yang akan digunakan pada perencanaan, yangmenurut MKJI berkisar antara 0,08 – 0,12 untuk kota Bitung. Dan nilai chi kuadrat yang terkecil yang didapat darihasil perhitungan rumus itulah yang merupakan sebagai nilai k atau faktor k.Dari hasil analisa data nilai VJP yang didapat dari volume jam sibuk, untuk Jl. Piere Tendean setelah dirataratakanadalah berjumlah 870 smp/jam, dan untuk Jl. Wolter Mongisidi berjumlah 1325 smp/jam, Jl. WalandaMaramis berjumlah 1622 smp/jam dan yang terakhir Jl. Sam Ratulangi berjumlah 2079 smp/jam. Dan nilai k ataufaktor k dari hasil perhitungan didapat nilai k yang terkecil dimana merupakan nilai chi kuadrat yang paling rendahyaitu 0,72 dengan nilai k yaitu 0,07 yang lebih kecil dari nilai k yang ditentukan. Ini disebabkan karena ukuran lebarruas jalan di Kota Bitung lebih besar daripada volume lalu lintas yang ada.Kata Kunci : , LHR, Geometrik Jalan, Faktor K dan chi kuadrat
ESTIMASI TINGKAT KEBISINGAN LALU-LINTAS DENGAN METODE TRANSPORT ROAD AND RESEARCH LABORATORY (TRRL) PADA KAWASAN SENAPATI LAND Putra, Adris A.; Djalante, Susanti
TEKNO Vol 10, No 57 (2012): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan pada suatu tempat tertentu merupakan salah satu bentuk telah terjadinya penurunan kualitas lingkungan atau telah terjadinyapencemaran atau polusi bunyi. Kebisingan pada suatu lingkungan di tempat tertentu dianggap lebih istimewa karena tingkat kebisingansering dinilai secara subjektif, kebisingan dapat mengganggu lingkungan, karena sumber bising merambat melalui udara, maka kebisingan dapat dimasukkan sebagai bagian dari pencemaran udara, meskipun keadaan udara tidak mengalami perubahan. Tingkat penerimaan kebisingan ini berbeda-beda yang bervariasi berdasarkan umur, jenis kelamin dan situasi yang dialami penerima bunyi.Analisa tingkat kebisingan diperoleh dengan menggunakan data dari volume lalu lintas dan data survei kecepatan lalu lintas serta datageometrik jalan, berdasarkan hasil analisi dengan menggunakan metode Transport Road and Research Laboratory (TRRL) maka diperoleh nilai tingkat kebisingan pada titik penerima untuk tahun 2012 sebesar 54,4 dB(A), untuk proyeksi tahun 2015 meningkat sebesar 59,09 dB(A) dan terus meningkat pada tahun 2025 sebesar 59,95 dB(A).Kata kunci: kebisingan volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, TRRL
KELAS JALAN DAERAH UNTUK ANGKUTAN BARANG Pandey, Sisca V.; Lalamentik, Lucia
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna jalan yang tidak mematuhi batas Muatan Sumbu Terberat (MST)   sesuai dengan klasifikasi jalan dan kelas jalan sangat mempengaruhi daya tahan infrastruktur jalan daerah. Beban lalu lintas yang tidak sesuai dengan klasifikasi jalan dan kelas jalan  akan menyebabkan kegagalan infrastruktur jalan dan memperpendek umur layanan. Pentingnya penyesuaian kelas jalan daerah dengan beban diatasnya sulit dilaksanakan di lapangan akibat lemahnya peraturan perundangan yang mengatur tentang hubungan kelas jalan daerah dengan beban. Kendaraan overloading yang melewati jalan daerah masih terjadi di seluruh Indonesia, karena memang belum ada pembatasan yang mengatur mengenai hal tersebut. Pentingnya penelitian kelas jalan daerah agar terjadinya keseimbangan antara beban lalu lintas dengan kelas jalan daerah.   Key word : Muatan Sumbu Terberat (MST), Kelas jalan
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Suluun Tiga Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan Subagia, Ni Kadek A. F. C. E.; Hendratta, Liany A.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Suluun Tiga terdiri atas 5 lingkungan yang belum mendapatkan pelayanan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, selama ini warga mengandalkan 2 mata air yang terdapat di Desa Suluun Tiga yang belum dilengkapi dengan jaringan air bersih dari mata air ke pemukiman warga sehingga perlu adanya Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih. Sistem penyediaan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah studi sampai tahun 2034. Untuk memproyeksi pertumbuhan penduduk sampai tahun 2034 menggunakan metode regresi logaritma. Dari hasil proyeksi pertumbuhan penduduk didapat kebutuhan air bersih Desa Suluun Tiga yaitu 0,431 l/det dengan debit total mata air sebesar 0,506 l/det. Jadi air dari mata air dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Suluun Tiga sampai tahun 2034. Perencanaan sistem penyediaan air bersih di Desa Suluun Tiga dibagi menjadi 2 zona. Zona 1 mata air berada di daerah yang lebih tinggi dari daerah layanan sehingga air akan di kumpulkan di reservoir distribusi berukuran (2,5x2,5x3,4) m kemudian dialirkan secara gravitasi ke 5 hidran umun yakni hidran umum1, 2, 3, 4, dan 5. Zona 2 mata air berada pada daerah yang lebih rendah dari daerah layanan sehingga air akan dikumpulkan di brokaptering berukuran (3x3x3) m kemudian dipompa ke reservoir distribusi berukuran (3x3x4) m yang letaknya lebih tinggi dari daerah layanan sehingga air akan dialirkan secara gravitasi ke 6 hidran umum yakni hidran umum 6, 7, 8, 9, 10, dan 11. Jenis pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal SANYO PW H137 dan Multi Pro PS 123A-MP. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa HDPE. Untuk menganalisa sistem perpipaan distribusi menggunakan program Epanet 2.0. Kata kunci : desa Suluun Tiga, hidran umum, perencanaan sistem penyediaan air bersih.
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN DI KELURAHAN TELING BAWAH KOTA MANADO Elisabeth, Lintong
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan transportasi, diperlukan perencanaan transportasi yangmatang dimana salah satu informasi yang dibutuhkan adalah bangkitan pergerakan transportasi penumpang danbarang pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bangkitanpergerakan berbasis rumah tangga di Kelurahan Teling Bawah Manado dan seberapa besar pengaruh bangkitanpergerakan terhadap aktivitas di pusat kota Manado serta mengetahui pola distribusi perjalanan masyarakat dikelurahan ini. Data-data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer dari penyebaran kuisioner denganmengambil sampel secara acak sebanyak 60% dari populasi di Kelurahan Teling Bawah Manado.Hasil analisis baik dengan menggunakan korelasi antara variabel maupun dengan kombinasi kemungkinanpersamaan regresi yang terbentuk, terdapat variabel-variabel yang mempunyai korelasi satu sama lain yaitu: variabelkomposisi keluarga, jumlah anggota keluarga yang berkerja, jumlah anggota keluarga yang sekolah, menjadi faktorpenentu dalam menghitung jumlah bangkitan pergerakan. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 0,350 –0,413X1 + 0,410X2 + 0,596X3 + 0,148X4 + 1,12E-008X5. Dengan koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0.944 atau94,4% oleh variabel jumlah anggota keluarga yang berkerja dan jumlah anggota keluarga yang sekolah.Distribusi perjalanan masyarakat dikelurahan Teling Bawah Manado yang paling dominan tersebar diKecamatan Wenang dengan persentase sebesar (75,65%), dan kedua di Kecamatan Wanea dengan persentase sebesar(8,55%). Kerena jarak Kelurahan Teling Bawah dengan pusat kota relative singkat ini berarti masyarakat dikawasanini mempunyai tingkat aktivitas yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan pergerakan yang cukup signifikan untuksetiap harinya.Kata kunci: Bangkitan Pergerakan, Korelasi, Distribusi Perjalanan
ANALISIS STABILITAS LERENG AKIBAT GEMPA DI RUAS JALAN NOONGAN - PANGU Sutiyono, Dina Iis Iis; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva Noviana
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu faktor penyebab longsor pada lereng karena gempa bumi menyebabkan getaran yang menimbulkan tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan lereng tidak stabil dan terjadi longsor. Lereng di ruas jalan Noongan-Pangu sering terjadi longsor apalagi dengan adanya pengaruh gempa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor keamanan atau Safety Factor dari lereng di ruas jalan Noongan-Pangu terhadap gempa. Analisis stabilitas lereng terhadap gempa di ruas jalan Noongan-Pangu menggunakan program Plaxis v8.2 yang dapat menghitung faktor keamanan atau Safety Factor. Dilakukan uji laboratorium untuk memenuhi data yang diperlukan pada Plaxis v8.2 yaitu young modulus (E), poisson’s ratio (v), sudut geser (φ), kohesi (c), berat jenis basah (γsat), berat jenis kering (γunsat), dan permeabilitas horizontal serta vertikal (kx,y). Dari hasil penelitian dengan variasi nilai frekuensi gempa dan dengan perhitungan metode irisan konvensional diperoleh angka keamanan (SF) 0.9860 yang menunjukan bahwa kondisi lereng tidak aman terhadap gempa.
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR PULAU-PULAU KECIL DI DAERAH CAT DAN NON-CAT DENGAN CARA PERHITUNGAN METODE MOCK YANG DIMODIFIKASI Mulya, Happy
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek yang harus diketahui sebelum mengadakan analisis neraca air untuk suatu daerah tertentu adalah jumlah ketersediaan air. Salah satu cara untuk menghitung ketersediaan air dengan menggunakan Metode Mock yang dikembangkan DR. F.J. Mock (1973). Pada prinsipnya, Metode Mock mengacu pada keseimbangan air (water balance), dimana volume air total yang ada di bumi adalah tetap, hanya sirkulasi dan distribusinya yang bervariasi.Wilayah daratan Indonesia terdiri dari daerah CAT dan Non – CAT (Keppres 26 Tahun 2011). Kedua daerah tersebut memiliki karekteristik yang berbeda dalam menghasilkan ketersediaan air. Di dalam tanah pada daerah Non - CAT, air mengalir hanya pada lapisan soil water zone, sedangkan pada daerah CAT, air mampu mengalir hingga lapisan groundwater zone (Kodoatie, 2012).Untuk daerah CAT Metode Mock perlu dimodifikasi cara perhitungannya, karena ada tambahan air tanah dari CAT berupa base flow dari DAS yang lain. Hasil analisis dengan cara perhitungan dengan Metode Mock yangdimodifikasi, menghasilkan ketersediaan air yang terdapat pada daerah CAT lebih besar daripada daerah Non CAT.Kata Kunci: Pulau-Pulau Kecil - Daerah CAT - Daerah Non-CAT - Cara Perhitungan Metode Mock (Modified) - Ketersediaan Air.
PEMETAAN JARINGAN JALAN KAWASAN PERKOTAAN TONDANO Sendow, Theo Kurniawan
TEKNO Vol 8, No 53 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan Kawasan Perkotaan Tondano, maka segala aktifitas secara perlahan berubah baik pergerakan orang maupun barang. Hal ini berdampak langsung pada penggunaan jaringan jalan yang dalam hal ini pemetaan jaringan jalan. Peta yang ada saat ini tidak akurat lagi untuk digunakan karena ada jalan-jalan baru yang sudah tidak tergambarkan pada peta yang ada. Oleh karena itu, diperlukan penggambaran letak struktur kota yang akurat agar dapat mempermudah bagi para pemakai jalan. Untuk menggambar peta jaringan jalan yang akurat dan cepat maka dapat menggunakan alat Global Positioning System atau GPS. Penggambaran struktur jaringan jalan Kawasan Perkotaan Tondano dilakukan dua tahap yaitu proses pengumpulan data dan proses penggambaran dikomputerisasi. Dalam proses Pengumpulan data lapangan dilakukan survai dengan menggunakan alat GPS di setiap jaringan jalan yang termasuk dalam wilayah Kawasan Perkotaan Tondano. Sedangkan proses penggambaran dikomputerisasi mengunakan beberapa software komputer diantaranya MapSource dan AutoCad 2008, semua data dari alat GPS ditransfer ke komputer kemudian diolah dengan kedua program tersebut. Sebagai perbandingan ketelitian peta hasil penggambaran, digunakan peta Bakosurtanal Kawasan Perkotaan Tondano.Dalam penelitian ini, survai tracking jaringan jalan perlu dilakukan agar dapat menentukan setiap titik-titik koordinat di wilayah Kawasan Perkotaan Tondano. Dalam pengolahan data titik-titik koordinat diperlukan penentuan ruas-ruas jalan di wilayah tersebut. Survai ini dilakukan dalam beberapa tahap, dimulai dari mengkalibrasi alat GPS,penentuan titik koordinat sampai pada penggambaran jaringan jalan. Dari hasil penggambaran tersebut, dapat dilihat adanya perbedaan antara peta Bakosurtanal dengan peta dari alat GPS. Pada peta jaringan jalan dengan menggunakan alat GPS sudah terdapat jalan-jalan baru yang tidak ada dalam peta Bakosurtanal dan juga ada jalan-jalan pada peta Bakosurtanal yang sudah tidak ada karena telah dibangun perumahan atau tempat tinggal. Ketelitian pada peta jaringan jalan dengan alat GPS lebih akurat karena GPS merupakan sistem navigasi yang berbasiskan 24satelit yang menyediakan informasi koordinat posisi, kecepatan dan waktu kepada para pengguna di seluruh dunia.Kata Kunci : Peta, Jaringan Jalan, GPS
Optimalisasi Produktivitas Tenaga Kerja dalam Proyek Konstruksi ( Studi Kasus : Pembangunan Gedung Mantos Tahap III) Pawiro, Sandi; Tjakra, Jermias; Arsjad, Tisano Tj.
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengoptimalan atau peningkatan produktivitas adalah merupakan suatu upaya untuk memperbaiki nilai produktivitas yang telah direncanakan, dimana dalam kegiatan  untuk untuk mewujudkan hal ini diperlukan data lapangan. Perencanaan jadwal proyek yang tidak menentukan produktvitas pekerja menyebabkan ketidaksesuaian durasi dan jumlah kelompok kerja rencana dengan durasi dan kelompok kerja nyata. Dengan mempelajari dan memperhatikan faktor-faktor yang menghambat produktivitas tenaga kerja, serta dengan tersedianya data produktivitas akan sangat membantu kontraktor dalam perbaikan perencanaan proyek yang merupakan salah satu langkah meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Time Study adalah teknik pengukuran pekerjaan dengan cara pengumpulan data berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Metode Time Study digunakan untuk menghitung nilai standard time suatu pekerjaan. Metodologi penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi literatur dan dengam melakukan pengamatan langsung dilapangan. Lokasi pengamatan dilakukan di Pembangungan Gedung Mantos Tahap III. Pengamatan ini dilakukan terhadap masing-masing pekerja yang telah ditentukan. Hal-hal lain yang diamati dari tiap pekerja adalah jam kerja, jenis pekerjaan yang dilakukan, serta hal-hal yang menyangkut produktivitas tenaga kerja, sesuai dengan kriteria produktivitas yang telah ditentukan sebelumnya. Pengamatan ini dilakukan selama beberapa hari terhadap keseluruhan pekerja yang akan dinilai tingkat produktivitasnya. Data-data yang dihasilkan dari pengamatan lapangan selanjutnya dikalkulasi berdasarkan rumusan-rumusan yang telah ditetapkan. Hasil yang didapat kemudian dioptimalkan dengan menggunakan cara coba-coba berdasarkan standard time. Produktivitas rata-rata pekerja berdasarkan metode time study yaitu pekerjaan pembesian : 27.0149 kg / manhour. Dan berdasarkan cara coba-coba dapat dioptimalkan pekerjaan pembesian menjadi : 29.44397859 kg / manhour. Kata kunci : Pengoptimal, Produktivitas, Tenaga Kerja
ANALISIS KEKUATAN GESER LEMPUNG LUNAK MANADO SELATAN DENGAN UJI CONE DINAMIS DAN UJI BALING-BALING Sumampouw, J. E. R.
TEKNO Vol 9, No 55 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan material lempung lunak yang diambil dari sawah, rawa, kolam yang ada di daerah Manado Selatan sebagai benda uji. Pelaksanaannya diawali dengan pengambilan material benda uji di lapangan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar air dan percobaan inti yakni dengan alat fall cone test dan vane test di laboratorium untuk mendapatkan data-data dalam menentukan besarnya nilai kuat geser. Pelaksanaan pengujian dengan alat fall cone test dilakukan dengan cara meletakkan benda uji di bawah cone penetrometer (sudut 2α = 60), lalu cone penetrometer dilepaskan dengan jatuh bebas sehingga masuk/berpenetrasi ke dalam tanah sebesar h. Dan untuk pelaksanaan pengujian dengan alat vane test dilakukan dengan cara meletakkan benda uji di bawah vane (d = 12,7 mm; h = 12,7 mm), lalu dibenamkan pada benda uji, baling-baling diputar sampai terjadi keruntuhan, sehingga sudut torsi (T) dapat kita baca pada skala yang ada. Penentuan nilai kuat geser menggunakan persamaan Hansbo yakni Cu = (K.Q)/h2 untuk fall cone test dan persamaan Calding Cu = T/πd2(d/2+β.h/4) untuk vane test serta teori-teori lain yang mendukung kebasahan nilai kuat geser yang diperoleh. Dari hasil penelitian, kedua alat ini memberikan nilai kuat geser yang hampir sama untuk setiap benda uji yang diteliti. Penelitian ini telah memperoleh nilai kuat geser dengan perbedaan sebesar 0,0175 gr/mm2 - 0,25 gr/mm2dari benda uji yang berkadar air lebih kecil 173,29% untuk alat uji cone dinamis (fall cone test). Sedangkan alat uji baling-baling (vane test) memperoleh nilai kuat geser untuk antara 0,0094 gr/mm2 ~ 0,1174 gr/mm, dari benda uji yang berkadar air antara 98,57% - 178,22%.Kata kunci : fall cone test, vane test, kuat geser lempung