cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
Tinjauan Terhadap Sistem Plambing Penyediaan Air Bersih Dan Penyaluran Air Buangan Pada Gedung Ruko Grand Victorian Kawanua Manado Leba, Martinus; Legrans, Roski R. I.; Sompie, O. B. A.
TEKNO Vol 18, No 75 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruko Grand Victorian Kawanua (GVK) adalah bangunan gedung bertingkat 3 (tiga) lantai yang berlokasi di Jln. Ring Road Manado II, Kelurahan Kairagi Dua, Kota Manado, yang terdiri atas 2 (dua) tipe bangunan, yakni tipe A dan tipe B. Saat ini, gedung ruko GVK telah memiliki perencanaan sistem plambing penyediaan air bersih dan penyaluran air buangan. SNI 8153:2015 tentang Sistem Plambing pada Bangunan Gedung adalah acuan normatif dalam perencanaan sistem plambing di Indonesia. Adanya SNI tersebut mendorong dilakukannya tinjauan terhadap perencanaan sistem plambing gedung ruko Grand Victorian Kawanua yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian sistem plambing penyediaan air bersih dan penyaluran air buangan pada gedung ruko GVK dengan ketentuan-ketentuan menurut SNI 8153:2015. Metode yang digunakan dalam melakukan tinjauan adalah berdasarkan SNI 8153:2015. Hasil perhitungan untuk ruko tipe A yakni : i) pemakaian air rata-rata per hari, (Qd) = 3,96 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 0,867 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0,0289 m3/detik, iv) kapasitas tangki bawah (VR) = 1,32 m3, dan v) kapasitas tangki atas (VE) = 0,289 m3. Untuk ruko tipe B, diperoleh hasil : i) pemakaian air rata-rata per hari (Qd) = 2,88 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 0,63 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0,021 m3/detik, iv) kapasitas tangki bawah (VR) = 0,96 m3, dan v) kapasitas tangki atas (VE) = 0,210 m3. Kapasitas tangki bawah yang direncanakan oleh pihak pengembang untuk kedua tipe ruko adalah 1 m3, dimana kapasitas tersebut memenuhi untuk ruko tipe B tetapi tidak memenuhi pada ruko tipe A. Hasil analisa sistem plambing air bersih yakni pipa shaf berukuran 1 ½ inci, pipa cabang berukuran 1 inci, dan pipa alat plambing berukuran ½ inci. Hasil-hasil tersebut berbeda dengan perencanaan oleh pihak pengembang, dimana untuk keseluruhan pipa air bersih menggunakan pipa berukuran ¾ inci. Hasil analisa terhadap sistem plambing air buangan grey water adalah menggunakan pipa shaf berukuran 3 inci, pipa cabang dan pipa perangkap yang masing-masing berukuran 2 inci. Hasil analisa terhadap sistem plambing air buangan black water seluruhnya menggunakan pipa berukurun 3 inci. Sistem plambing air buangan yang dimiliki gedung ruko GVK saat ini sesuai dengan hasil analisa, dimana keseluruhannya memenuhi ketentuan dalam SNI 8153:2015, namun tidak dilengkapi dengan pipa vent.Kata Kunci - ruko GVK, sistem plambing air bersih, sistem plambing air buangan, SNI 8153:2015
Tinjauan Terhadap Perancangan Sistem Plambing Air Bersih Dan Air Buangan Pada Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado Matero, Rivo; Legrans, Roski R. I.; Mangangka, Isri R.
TEKNO Vol 18, No 75 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kebutuhan air bersih dalam suatu bangunan sangatlah penting khususnya Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dengan desain bangunan bertingkat 3 (tiga) lantai yang berlokasi di Jln. Jl. Kampus UNSRAT Kelurahan Bahu, Manado, Indonesia, dan saat ini telah dilengkapi dengan sitem plambing air bersih dan air buangan. Dari kondisi sistem plambing Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado masih banyak yang mengalami kekurangan kebutuhan air bersih bahkan ada beberapa alat plambing yang tidak terlayani di duga kurangnya tekanan air, maka perlu ditinjau kesesuaian sistem plambing yang ada dengan berdasarkan SNI 8153:2015 tentang sistem plambing pada bangunan yang telah menjadi acuan normatif di Indonesia. Juga untuk sistem plambing pada air buangan harus ditinjau kesesuaiannya berdasarkan SNI 8153:2015 sehingga dapat mengontrol air buangan dan dapat menciptakan lingkungan yang sehat. dalam analisa dibuat per unit yaitu unit A, B, C dan Unit Toilet. Hasil perhitungan untuk Unit A : i) pemakaian air rata-rata per hari, (Qd) = 14.61654495 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 3.197369208 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0.106578974 m3/menit, iv) kapasitas tangki atas (VR) = 2.66447434 m3, dan v) kapasitas tangki bawah (VE) = 4.872182 m3. Untuk Unit B, diperoleh hasil : i) pemakaian air rata-rata per hari (Qd) = 8.981223552 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 1.96464265 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0.065488088 m3/menit, iv) kapasitas tangki atas (VR) = 1.63 m3, dan v) kapasitas tangki bawah (VE) = 2.9937 m3. Untuk Unit C, diperoleh hasil : i) pemakaian air rata-rata per hari (Qd) = 6.63607657 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 1.451641749 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0.048388058 m3/menit, iv) kapasitas tangki atas (VR) = 1.209701 m3, dan v) kapasitas tangki bawah (VE) = 2.212026 m3. Untuk Unit Toilet, diperoleh hasil : i) pemakaian air rata-rata per hari (Qd) = 30.24 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 6.62 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0.22 m3/menit, iv) kapasitas tangki atas (VR) = 12.94275 m3, dan v) kapasitas tangki bawah (VE) = 10.08 m3. Hasil analisa sistem plambing air bersih yakni untuk unit A : pipa shaf berukuran 1 inci, pipa cabang berukuran 1 inci, dan pipa alat plambing berukuran ½ inci, untuk unit B : pipa shaf berukuran 1¼ inci, pipa cabang berukuran 1 inci, dan pipa alat plambing berukuran ½ inci, untuk unit C : pipa shaf berukuran 1 inci, pipa cabang berukuran 1 inci, dan pipa alat plambing berukuran ½ inci dan untuk unit toilet : pipa shaf berukuran 1½ inci, pipa cabang berukuran 1¼ inci, dan pipa alat plambing berukuran ½. Hasil-hasil tersebut masih sama dengan perencanaan oleh pihak pengembang, dimana untuk keseluruhan pipa air bersih menggunakan pipa berukuran ½ inci. Hasil analisa terhadap sistem plambing air buangan grey water adalah menggunakan pipa shaf berukuran 3 inci, pipa cabang dan pipa perangkap yang masing-masing berukuran 3 inci. Hasil analisa terhadap sistem plambing air buangan black water seluruhnya menggunakan pipa berukurun 4 inci. Sistem plambing air buangan yang dimiliki gedung laboratorium FATEK UNSRAT saat ini sesuai dengan hasil analisa, dimana keseluruhannya memenuhi ketentuan dalam SNI 8153:2015.Kata kunci - laboratorium fakultas Teknik UNSRAT, sistem plambing air bersih, sistem plambing air buangan, SNI 8153:2015
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ASPHALT MIXING PLANT (Studi kasus : PT. Lumbung Berkat Indonesia base camp Molobok Kabupaten Bolaang Mongondow Timur) Supit, Vinky Viktor; Tjakra, Jermias; Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pembangunan sarana prasarana transportasi yang semakin pesat membuat adanya peningkatan mutu jalan dari aspal penetrasi menjadi aspal beton. Untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan jalan berupa campuran aspal panas (Hotmix) yang memenuhi sisi kualitas dan kuantitas, diperlukan sarana pengelolaan campuran aspal (asphalt mixing plant) yang memadai. Peningkatan kebutuhan Hotmix membuat banyak para investor berminat untuk menanamkan modalnya pada usaha jasa Asphalt Mixing Plant.Dengan demikian pengambilan keputusan investasi proyek pembangunan Asphalt Mixing Plant  perlu dilakukan studi kelayakan proyek. Studi kelayakan proyek ditinjau dari berapa aspek , diantaranya finansial, hukum, lingkungan, dan lain sebagainya. Pada penelitian ini ditinjau dari aspek fianasial yang bertujuan menganalisa kelayakan dan besar keuntungan  pada proyek investasi asphalt mixing plant pada PT. Lumbung Berkat Indonesia, yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Annual Equivalen (AE), dan Benefit Cost Ratio (BCR), serta menilai apakah menguntungkan atau tidak. Dengan menganalisis kriteria investasi, data arus dana diolah untuk mendapatkan dana investasi. disamping menganalisa diperlukan data yang langsung dari perusahaan yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan Net Present Value = Rp23,595,466,409 yang bernilai positif,  Internal Rate of Return = 10,00733 %, Break Event Point = 37.301.387.942 pada tahun 2014 bulan ke-1 ,Annual Equivalen = 6.845.196.440 , dan Benefit Cost Ratio= 6.37 >1. Asphalt Mixing Plant PT. Lumbung Berkat Indonesia memenuhi syarat dalam kriteria investasi sehingga investasi pada proyek ini menguntungkan dan baik untuk dilaksanakan. Penyusunan arus dana sangat menentukan dalam menganalisa biaya investasi, untuk itu diperlukan ketelitian dalam mengestimasi pendapatan dan biaya proyek. maka sebaiknya dilakukan penelitian yang lebih luas lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat mengenai kelayakan suatu proyek. Kata Kunci :     Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Annual Equivalen (AE), dan Benefit Cost Ratio (BCR)
Pemuktahiran Sertifikasi Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Pada Ruas Jalan Nasional Tambarana-Batas Kota Poso Nomor Ruas 32 Km.168+000 s.d. Km. 219+000 Provinsi Sulawesi Tengah Adwang, Jimmy
TEKNO Vol 18, No 75 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemutahiran Sertifikasi Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Pada Ruas Jalan Nasional Tambarana - Batas Kota Poso Nomor Ruas 32 Km.168+000 s.d. Km 219+000 Provinsi Sulawesi Tengah bertujuan untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor.11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Ruas Jalan Tambarana - Bts. Kota Poso Km.168+000 s.d. Km 219+000 Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu akses jalan utama yang menghubungkan Tambrana dan Kota Poso serta daerah sekitarnya. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengukur penyimpangan (deviasi) terhadap kondisi lapangan terhadap standar teknis setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada Ruas Jalan Tambarana - Bts. Kota Poso Km.168+000 s.d. Km 219+000 Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebagai berikut : 1) Penetapan petunjuk, perintah, dan larangan : Laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 2) Status jalan : Laik fungsi, status jalan nasional berdasarkan Kepmen PU tentang penetapan ruas-ruas jalan. 3) Kelas jalan : Laik fungsi bersyarat, kelas II, berdasarkan Direktorat Bina Teknik Ditjen. Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. 4) Kepemilikan tanah rumija laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 5) Leger jalan : Laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 6) Dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL) : Laik fungsi bersyarat, Hanya dokumen SPPL, Perlu dilengkapi. 7) Rekomendasi agar dokumen-dokumen administrasi jalan dilengkapi paling lambat tahun 2017 oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Makassar.Kata Kunci - laik fungsi, standar teknis, ruas jalan, perbaikan
Analisis Pasang Surut Di Pantai Bulo Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa Dengan Metode Admiralty Sangkop, Novian; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muh. I.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan wilayah pantai sangatlah penting dalam mempertahankan bentuknya dimana wilayah pantai berperan khusus dalam bidang rekreasi, pelabuhan, navigasi, dan lain sebagainya. Pantai Bulo yang merupakan salah satu wilayah pantai yang berpotensi sebagai daerah wisata, teramati secara langsung di lapangan telah mengalami perubahan fisik (kerusakan) pada daerah pesisir pantai. Kerusakan ini diakibatkan oleh proses dinamika pantai yang berdampak buruk terhadap bentuk pantai tersebut. Pasang Surut atau proses naik turunnya permukaan laut (sea level) secara berkala yang disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik benda-benda angkasa merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi wilayah pantai yang dimana dalam pengembangan dan pengamanan wilayah pantai haruslah dianalisis sebelum dilakukan kegiatan di wilayah pantai tersebut. Setiap wilayah pantai pada kenyataannya memiliki kondisi pasang surut yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponnen, tipe pasang surut, serta elevasi muka air laut yang terjadi Pantai Bulo Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa dengan Metode Admiralty dimana data pasang surut yang digunakan ialah data pengukuran yang dilakukakan selama 15 hari. Dari hasil Anilisis yang dilakukan diperoleh bahwa perairan Pantai Bulo memiliki pasang surut tipe Campuran Condong ke Harian Ganda (mixed tide prevailing semidiurnal) dengan elevasi muka air laut tinggi tertinggi (HHWL) terjadi sebesar 145 cm (+70.4 cm dari MSL) dan elevasi muka air laut rendah terendah terjadi sebesar 3 cm (-71.6 cm dari MSL) Kata kunci: pantai Bulo, pasang surut, metode Admiralty
PROSES PEMBUATAN TEPUNG KELAPA Toreh, Annie Amelia
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri tepung kelapa (dessicated coconut) di Sulawesi Utara adalah PT. Putra Karangetang yangberlokasi di desa Popontolen, kecamatan Tumpaan, Minahasa dengan hasil produk tepung kelapa jenis fine danmedium. Bahan baku pembuatan tepung kelapa adalah buah kelapa yang sudah tua dan sudah dikupas sabutnya darijenis kelapa dalam.Proses pembuatan tepung kelapa di lakukan di ruangan pabrik yang terbagi atas tiga (3) ruangan yaitu :ruang penghasil daging buah kelapa (opening area), ruang water treatment (treatment area), dan ruang pemrosesandaging buah kelapa (processing area). Proses pengolahan tepung kelapa yang dilakukan meliputi : pemilihan buahkelapa, sheller, parer, pencucian dan perendaman, penggilingan, blanching, pengeringan, pengayakan, dan akhirnyapengepakan. Mesin pengangkut (belt conveyor dan screw conveyor) digunakan untuk memindahkan bahan (tepungkelapa dan daging buah kelapa) yang diatur sesuai lokasi pabrik dan kebutuhan. Mesin/peralatan dibuat dari bahanstainless steel yang memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan sebagai standar bahan untuk industri makanan.Kapasitas produksi dari mesin terpasang adalah 0,9 ton/jam dengan waktu produksi 24 jam/hari.Kata kunci : tepung kelapa, bahan baku, mesin pengangkut
PREDIKSI PERUBAHAN KARAKTERISTIK HIDROLOGI AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SEBAGAI USAHA MITIGASI BANJIR DI MANADO Supit, Cindy Jeane; Mamoto, Jeffry Dantje
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan yang terjadi sangat mempengaruhi karakteristik hidrologi dan berdampak pada perubahan karakteristik aliran. Kajian perubahan penggunaan lahan suatu daerah sangatlah penting untuk dilakukan agar tidak menimbulkan akibat buruk terhadap karakteristik hidrologi daerah tersebut, sehingga bisa menimbulkan bencana banjir didaerah tersebut.  Penurunan aliran permukaan serta peningkatan kapasitas infiltrasi seharusnya menjadi prioritas dalam penyusunan penggunaan lahan suatu daerah.Sampai saat ini, belum ada penelitian tentang model perubahan penggunaan lahan terhadap dinamika karakteristik hidrologi menyeluruh untuk daerah Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan membuat kajian pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap karakteristik hidrologi didaerah Manado dan sekitarnya. Penelitian ini direncanakan sebagai langkah awal pelaksanaan penyusunan penggunaan lahan terbaik di Sulawesi Utara dalam rangka mitigasi bencana banjir yang sering terjadi di Sulawesi Utara. Roadmap penelitian akan dilaksanakan dalam tiga tahun. Tahun pertama, akan meneliti perubahan penggunaan lahan di daerah Manado. Pada tahun kedua, akan meneliti perubahan penggunaan lahan di daerah Kabupaten Minahasa,  Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Terakhir pada tahun ketiga, akan meneliti perubahan lahan  di daerah Bolaang Mongondow. Selanjutnya langkah langkah yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain: survey pos hujan, pos duga air, dan pos iklim yang ada di daerah Manado dan sekitarnya , kemudian melakukan survey lapangan ke pos pos tersebut untuk mengecek kondisi pos hujan, pos duga air dan pos iklim. Selanjutnya pengumpulan data sekunder berupa data hujan, data debit,  data iklim dari setiap pos, data peta tanah beserta data fisik tanah, data peta penggunaan lahan, serta peta DEM (Digital Elevation Model).  Langkah berikutnya dilakukan analisis data dengan penggunaan model SWAT (Soil and Water Assesment Tools) melalui urutan proses dimulai dengan deliniasi daerah, analisis unit respons hidrologi, membuat basis data iklim, membangun data masukan model SWAT, simulasi model, serta kalibrasi dan validasi.   Diharapkan penelitian ini berlanjut untuk seluruh wilayah Sulawesi Utara, serta disusunnya rekomendasi perencanaan penggunaan lahan di Sulawesi Utara yang terbaik.. Kata kunci : perubahan karakteristik hidrologi, perubahan penggunaan lahan, mitigasi banjir
PENGAMANAN DAERAH PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN KEARIFAN LOKAL DI BATU PUTIH KOTA BITUNG Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol 11, No 58 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu Putih terletak di paling utara dari Kota Bitung yang terdiri dari dua kelurahan dan berada pada wilayah cagar alam Tangkoko-Batu Angus. Pada tahun 2008 terjadi bencana alam yaitu masuknya air laut menggenangi pemukiman yang menyebabkan lebih dari seratus rumah yang rusak dan tertimbun dengan pasir. Hingga saat ini pemerintah belum membangun pengaman pantai untuk daerah tersebut. Bagaimana masyarakat mengamankan daerah pantainya dengan menggunakan kearifan lokal sambil menunggu pembangunan pengaman pantai yangpermanen. Sea wall merupakan tipe bangunan pengaman pantai yang dapat dilakukan dengan menggunakan pasir yang dimasukkan kedalam karung yang disusun membentuk sea wall serta menggunakan pasok dan papan kayu untuk pembuatan jetty pada mulut sungai Batu Putih serta dipasang pada bangunan sea wall untuk mengurangi energy yang diakibatkan oleh run up gelombang.Kata kunci : Pengaman Pantai, Batu Putih Kota Bitung, Kearifan lokal
KAJIAN KARAKTERISTIK MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN TAILING DAN ADDITIVE SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Pandeleke, Ronny E.
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang diketahui bersama di Sulawesi Utara terkenal dengan banyaknya lokasi tambang emas yang hampir semua  lokasi banyak dikuasai oleh penambang-penambang tanpa ijin  (PETI) dengan sistem pengolahan sangat konvensional dan sama sekali tidak memikirkan dampak buruk yang akan terjadi nanti pada lingkungannya. Limbah yang dihasilkan atau tailing di tamping dan dibiarkan dibawa air pada waktu hujan atau di alirkan ke sungai terdekat.Salah satu solusi dengan memanfaatkan tailing tersebut sebagai  bahan bangunan pembentuk konstruksi. Untuk mewujudkan hal itu terlebih dulu perlu diadakan penelitian yang menyangkut sifat-sifat dari tailing emas baik sebelum  maupun sesudah dicampur dengan material-material pembentuk beton dan bahan additive, akan memberikan jawaban terhadap kegunaan dan pemanfaatan tailing dalam bahan-bahan pembentuk konstruksi. Penelitian ini mempelajari karakteristik mortar dengan menggunakan tailing dan additive sebagai substitusi parsial semen. Material penyusun mortar yaitu agregat halus, semen, tailingsebanyak 5% sampai 20% dari semen, additive sebanyak 0,5% sampai 2% dari berat semen dan air. Terdapat 5 variasi campuran mortar yang berbeda yang akan diuji. Penelitian yang dilakukan meliputi pemeriksaan komposisi kimia tailing, serta pengujian kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan hasil pengujian kuat tekan yang diperoleh terhadap semua variasi campuran, terlihat jelas bahwa pengaruh penggunaan tailing sebagai substitusi parsial semen membuat nilai kuat tekan mortar menjadi tidak teratur. Penggunaan tailing 5% dan 15% mengalami kenaikan kuat tekan, akan tetapi penggunaan tailing 10% dan 20% justru menyebabkan penurunan kuat tekan. Kuat tekan maksimum yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 17,97 MPa yaitu pada  campuran mortar tipe II, dengan kadar 5%tailing dan additive 2% umur 28 hari. Semakin besar penggunaan additive, memiliki kecenderungan nilai kuat tekan mengalami peningkatan seiring dengan umur pengujian mortar. Kata Kunci : Mortar, Tailing, Additive, Kuat Tekan.
Pengaruh Penambahan Geopolymer Berbahan Fly Ash Dari PLTU Terhadap Kuat Geser Pada Tanah Pasir Berlempung Erfanto, Anggi; Legrans, Roski R. I.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 18, No 76 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan geopolymer berbahan dasar fly ash dari PLTU terhadap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elasitisitas tanah pasir berlempung. Penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium terhadap variasi penambahan geopolymer dengan persentase 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat tanah yang digunakan pada masing-masing variasi, dengan menggunakan alat uji tekan bebas. Analisa varians (ANAVA) dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan geopolymer berbahan dasar fly ash terhadap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elastisitas tanah berlempung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat geser tanah asli adalah 0,625 kg/cm2. Setelah penambahan 5% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 0,672 kg/cm2, pada penambahan 10 % geoplymer kuat geser benda uji menjadi 1,006 kg/cm2, pada penambahan 15% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 1,088 dan pada penambahan 20% geoplymer kuat geser benda uji menjadi 0,719 kg/cm2. Hasil analisa varians menunjukkan bahwa penambahan geopolymer berpengaruh secara signifikan (F>0.05) terhdap kadar air, kuat geser, regangan dan modulus elastisitas. Berdasarkan uji Dunnet, variasi penambahan 15% memberikan selisih kuat geser terbesar terhadap kuat geser tanah asli dibandingkan variasi penambahan yang lain. Berdasarkan analisis statistik tersebut, penggunaan geopolymer yang disarankan untuk memperbaiki tanah adalah penambahan geopolymer dengan rasio 15%.. Kata kunci - tanah berlempung, fly ash PLTU, geopolymer, kuat geser