cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Stabilisasi Tanah Pasir Berlempung Menggunakan Campuran Kapur Dan Garam Dapur Terhadap Nilai CBR Wuisan, Inri Rosalia; Ticoh, Jack H.; Rondonuwu, Steeva G.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung tanah dasar (subgrade) sangat berpengaruh terhadap lapisan perkerasan jalan diatasnya yang akan memikul beban lalu lintas. Dengan terganggunya stabilitas timbunan jalan tersebut maka akan mempengaruhi kinerja perkerasan jalan. Stabilisasi tanah memiliki prinsip dasar bahwa kapasitas tanah yang kurang baik (dalam berbagai aspek), dapat diperbaiki melalui peningkatan sifat-sifat (properties) dari pada tanah, sesuai dengan tujuan perbaikan yang diinginkan.Dalam penelitian ini, untuk mengetahui besarnya nilai daya dukung tanah dilakukan dengan cara pengujian CBR. Kapur dan garam dapur digunakan sebagai bahan stabilisasi, yaitu dengan menambahkan kapur sebanyak 5% dan garam dapur dengan variasi 5%, 7,5%, dan 10% terhadap berat contoh tanah. Tanah diambil dari Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Pengujian dalam penelitian ini meliputi pengujian sifat fisik tanah, pemadatan standar, pengujian CBR tanpa rendam, CBR rendaman, dan CBR pembasahan-pengeringan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung maksimum tanah dengan bahan stabilisasi terdapat pada campuran kapur 5% dan garam dapur 5%. Pada pengujian CBR tanpa rendam, nilai CBR tanah mengalami peningkatan sebesar 254,98% dari nilai CBR tanah asli. Pada pengujian CBR rendaman meningkat 537,36% dari nilai CBR tanah asli, dan pada pengujian CBR pembasahan dan pengeringan sebanyak satu kali siklus, nilai CBR tanah meningkat 394,61% dari nilai CBR tanah asli. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan kapur dan garam dapur mampu meningkatkan daya dukung tanah.  Kata kunci – daya dukung, CBR, stabilisasi, kapur, garam dapur, tanah pasir berlempung
Studi Penurunan Kualitas Udara Ambien Akibat Debu Dari Kendaraan Bermotor (Studi Kasus: Jl. R. W. Monginsidi Depan Kawasan Bahu Mall Manado) Uniplaita, Jeverson; Mangangka, Isri R.; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 18, No 76 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jl. R. W. Monginsidi depan kawasan Bahu Mall Manado merupakan jalan utama yang memiliki akses ke kawasan Bahu Mall Manado. Segmen jalan ini banyak dilalui kendaraan bermotor dan merupakan salah satu titik kemacetan kendaraan bermotor yang ada di kota Manado. Kendaraan bermotor dapat memproduksi partikulat diantaranya (PM10) yang apabila kosentrasinya tinggi maka dapat menurunkan kualitas udara ambien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara volume kendaraan bermotor berdasarkan jenis kendaraan dengan konsentrasi partikulat (PM10), dan mengetahui status kualitas udara akibat konsentrasi partikulat (PM10) berdasarkan baku mutu dan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Penelitian ini mengukur kosentrasi partikulat (PM10) dengan EPAM 5000 HAZ DUST Particle Air Monitor dan mengukur volume kendaraan bermotor dengan Multi Counter, di Jl. R. W. Monginsidi depan kawasan Bahu Mall Manado. Analisis data dalam penelitian dilakukan untuk mengetahui korelasi antara volume kendraan bermotor dan kosentrasi partikulat (PM10) dengan menggunakan metode korelasi, menganalisa status kualitas udara ambien menggunakan indeks standar pencemaran udara (ISPU) dan baku mutu udara. Hasil (I) analisis kualitas udara ambien dengan metode baku mutu menunjukan rata-rata kosentrasi partikulat (PM10) bulan Juli 2020 selama 6 hari sebesar 10.34 (ug/m3) dan pada bulan November 2020 selama 2 hari sebesar 15.90 (ug/m3), sedangkan pada analisis metode Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukan rata-rata nilai ISPU bulan Juli 2020 selama 6 hari sebesar 10.34 dan pada bulan November 2020 selama 2 hari sebesar 15.90. Hal ini menjelaskan bahwa kosentrasi tersebut masih berada di bawah baku mutu yang artinya kosentrasinya tidak mencemari lingkungan dan tidak ada efek negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan manusia atau makhluk hiduplainnya., (II) analisis metode korelasi menunjukan hubungan kendaraan ringan (KR) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan positif sangat kuat sebesar 0.834, kendaraan berat (KB) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan negatif lemah sebesar -0.332, dan sepeda motor (SM) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan positif kuat sebesar 0.630. Hal ini menjelaskan bahwa adanya konstribusi kendaraan bermotor dalam peningkatan kosentrasi partikulat (PM10). Kata kunci – partikulat (PM10), kendaraan bermotor
Tinjauan Terhadap Kapasitas Produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Paca Di Kecamatan Tobelo Selatan Leasiwal, Christella Medeline; Mangangka, Isri R.; Legrans, Roski R.I.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM Kabupaten Halmahera Utara memiliki IPAM yang berlokasi di Desa Paca, Kecamatan Tobelo Selatan. Pelanggan IPAM Paca terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan air bersih juga meningkat. Di sisi lain, kecenderungan global menunjukan terjadinya penurunan debit air baku dimana-mana. Berdasarkan hal ini, IPAM Paca perlu mengkaji kembali neraca airnya. Pengkajian neraca air dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kebutuhan air dan ketersediaan air hingga tahun 2035. Analisis kebutuhan air dilakukan berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan metode aritmatik untuk menentukan kebutuhan air domestik dan proyeksi fasilitas umum untuk menentukan kebutuhan air non domestik. Analisis ketersediaan air dilakukan berdasarkan debit sumber air, yakni Danau Paca tahun 2017 dan tahun 2020 yang diproyeksikan menggunakan metode regresi linier.Hasil analisis neraca air menunjukan debit sumber air tahun 2035 sebesar 8121600 liter/hari dapat mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Tobelo Selatan hingga tahun 2035 dengan total kebutuhan air bersih sebesar 2743038 liter/hari dan dapat mencapai 4663163.75 liter/hari pada saat jam puncak. Hal ini berarti, dengan ketersediaan sumber air saat ini, IPAM Paca mampu mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Tobelo Selatan hingga tahun 2035. Kata kunci – IPAM Paca, Kecamatan Tobelo Selatan, kebutuhan air, ketersediaan air, neraca air
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Data Base Jalan Dan Jembatan Berbasis SIG Di Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro Rompas, Leidy Magrid
TEKNO Vol 18, No 76 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan data dan informasi pada berbagai tingkat pengelolaan yang mempunyai karakteristik yang berlainan. Pada tingkat pengelolaan atas data atau informasi yang diperlukan yang bersifat strategis dan tersaring, pada tingkat pengelolaan menengah data atau informasi yang bersifat taktis dan agak tersaring sedangkan pada tingkat operasional pelaksanaan diperlukan data atau informasi yang bersifat teknis dan terinci oleh karena itu, dalam rangka turut serta meningkatkan keseimbangan kualitas pelayanan maupun kualitas sumber daya manusia baik yang bersifat teknis maupun strategis. Berdasarkan hal ini maka perlu dilakukan studi tentang Sistem Informasi Manajemen Data Base Jalan Dan Jembatan Berbasis SIG. Sesuai dengan asas otonomi daerah, dalam rangka efisiensi dan peningkatan layanan kepada masyarakat, Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan program dan penyelenggaraan pembangunan. Dalam melakukan perencanaan pembangunan diperlukan data yang akurat agar program pembangunan dapat dibuat dengan tepat dan tujuan pembangunan dapat tercapai dengan baik. Program penanganan jaringan jalan di seluruh wilayah Indonesia membutuhkan ketersediaan data informasi dan sistem yang mampu memantau jaringan-jaringan jalan perkotaan secara terpadu. Ketersediaan pangkalan data jalan perkotaan yang sangat baik dan kompleks dan kurangnya koordinasi berbagai wilayah akan menjadi kendala dalam pemutakhiran data untuk mengantisipasi perubahan yang sangat cepat terhadap data jalan dan kebutuhan jalan. Keadaan ini yang selanjutnya menyebabkan kurang kesempurnaannya analisis untuk perencanaan dan pengembangan jalan perkotaan. Berdasarkan hasil studi ini diperoleh data panjang jalan kabupaten kepulauan Siau Tagulandang Biaro untuk jalan kendsaraan dengan permukaan aspal sebesar 203,291 km, untuk jalan setapak sebesar 40,053 km, untuk jalan kendaraan dengan permukaan kerikil sebesar 10 km dan untuk jalan dengan permukaan tanah sebesar 18,956 km., sedangkan jumlah jembatan sebanyak 134 buah jembatan dan gorong-gorong (termasuk plat duiker) sebanyak 175 buah. Berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Data Base Jalan Dan Jembatan Berbasis SIG ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah untuk menangani jalan dan jembatan.Kata kunci – data base, jalan, jembatan
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Goni, Preisi; Mangangka, Isri R.; Sompie, O. B. A.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui hasil observasi dilapangan diketahui RSUP Prof Dr.R. D. Kandou Manado telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), meskipun demikian limbah yang dihasilkan dikhawatirkan masih mengandung bahan berbahaya yang memiliki potensi yang berdampak penting terhadap penurunan kualitas lingkungan dan secara langsung memiliki potensi bahaya kesehatan bagi penduduk sekitar rumah sakit. Hal ini terlihat dari adanya septic tank pada setiap bangunan unit-unit kesehatan dan perawatan pasien yang dilengkapi dengan bak control untuk mengolah air limbah terutama dari toilet sehingga proses anaerobic dapat terjadi untuk meminimalisasi parameter pencemar terutama COD dan BOD sebelum diolah di IPAL. Untuk limbah non WC seperti air cucian dari watafel atau keran-keran pada setiap unit kesehatan langsung dialirkan ke IPAL. Analisis data sekunder meliputi parameter yaitu pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak. rincian analisis data sekunder dapat dilihat dari analisi inlet dan outlet IPAL. Dari hasil (I) penelitian dapat dilihat bahwa IPAL yang dimiliki RSUP Prof.Dr.R.D Kandou Manado termasuk dalam kategori cukup efisien. Cukup efisien kinerja IPAL tersebut dapat dilihat dari penurunan kandungan BOD dari 76 mg/l menjadi 16 mg/l, kandungan COD dari 79 mg/l menjadi 35 mg/l, kandungan TSSdari 28 mg/l menjadi 2 mg/l, kandungan Minyak dan Lemak dari 1,4 mg/l menajdi 1,3 mg/l, dan Amoniak dari 72 mg/l menjadi 32 mg/l. Kiranya penelitian ini bisa Memberikan kontribusi ilmiah terhadap peningkatan kinerja sistem IPAL rumah sakit umum pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado agar efluen yang dihasilkan sesuai dengan baku mutu.  Kata kunci – Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak
Analisa Sertifikasi Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Pada Ruas Jalan Nasional Pulau Kalimantan (Poso) Nomor Ruas 32.13.K Km. 221+000 s.d. Km. 221+550 Provinsi Sulawesi Tengah Adwang, Jimmy
TEKNO Vol 18, No 75 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa Sertifikasi Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Pada Ruas Jalan Nasional Pulau Kalimantan (Poso) Nomor Ruas 32.13.K Km.221+000 s.d. Km 221+550 Provinsi Sulawesi Tengah bertujuan untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor.11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Ruas Jalan Nasional Pulau Kalimantan (Poso) Nomor Ruas 32.13.K Km.221+000 s.d. Km 221+550 Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu akses jalan utama yang menghubungkan Tambrana dan Kota Poso serta daerah sekitarnya. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengukur penyimpangan (deviasi) terhadap kondisi lapangan terhadap standar teknis setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada Ruas Jalan Nasional Pulau Kalimantan (Poso) Nomor Ruas 32.13.K Km.221+000 s.d. Km 221+550 Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebagai berikut : 1) Penetapan petunjuk, perintah, dan larangan : Laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 2) Status jalan : Laik fungsi, status jalan nasional berdasarkan Kepmen PU tentang penetapan ruas-ruas jalan. 3) Kelas jalan : Laik fungsi bersyarat, kelas II, berdasarkan Direktorat Bina Teknik Ditjen. Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. 4) Kepemilikan tanah rumija laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 5) Leger jalan: Laik fungsi bersyarat, belum ada perlu dilengkapi. 6) Dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL): Laik fungsi bersyarat, Hanya dokumen SPPL, Perlu dilengkapi. 7) Rekomendasi agar dokumen-dokumen administrasi jalan dilengkapi paling lambat tahun 2017 oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Makassar.Kata kunci - laik fungsi, standar teknis, ruas jalan, perbaikan
Analisis Pengaruh Campuran Garam Dan Belerang Pada Tanah Pasir Terhadap Kuat Geser Ho, Patrick Alexander; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah banyak dilakukan penelititian atau percobaan terhadap tanah pasir untuk mencari cara atau alternatif untuk dapat meningkatkan stabilitas tanah tersebut. Tanah merupakan hal yang penting dalam bidang konstruksi. Dalam hal ini, Tanah pasir dalam kondisi padat cenderung memiliki sifat-sifat yang baik. Namun pada kondisi tertentu, seperti bila dalam kondisi lepas dan jenuh air, dapat memiliki kuat geser yang rendah ketika terjadi beban siklik seperti gempa bumi tanah dengan belerang dan garam. Garam memiliki kelebihan untuk dapat memperbaiki sirkulasi air dan udara dalam tanah . Selain itu, garam juga memiliki kelebihan untuk mengikat karbon dalam tanah. Dan belerang merupakan pozzolan alam, karena termasuk abu vulkanik. Reaksi antara pozzolan basah dan halus dapat menghasilkan senyawa keras dan tidak larut dalam air, yaitu calcium silicate hydrate. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan garam dan belerang terhadap kuat geser tanah. Dimana parameter geser tanah ditentukan melalui pengujian kuat geser langsung (Direct Shear). Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan stabilisasi pada tanah pasir menggunakan belerang dan garam dengan persentase 6% belerang yang konstan dicampur dengan persentase garam 6%, 8%, 10%, 12%. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh bahan stabilisasi pada tanah pasir terhadap kuat geser tanah. Nilai kohesi tanah asli 0.062 kg/cm2 dan untuk variasi campuran 6% belerang + 6% garam 0.088 kg/cm2 , 6% belerang + 8% garam 0.091 kg/cm2 , 6% belerang + 10% garam 0.095 kg/cm2 , 6% belerang + 12% garam 0.098 kg/cm2. Pada penelitian saya kali ini, kuat geser yang terbaik didapat pada variasi 6% belerang + 12% garam. Pengaruh penambahan variasi bahan stabilisasi ini grafik hubungan nilai kohesi (c) dengan variasi campuran dan grafik hubungan nilai sudut geser dalam dengan variasi campuran juga meningkat.Kata kunci – Pasir, Belerang, Garam, Kuat Geser Langsung, Stabilisasi Tanah.
Analisis Pengaruh Penambahan Campuran Belerang Dan Arang Tempurung Terhadap Kuat Geser Tanah Lempung Ekspansif Tulung, Brigita Aranza; Sarajar, Alva N.; Sumampouw, Joseph E. R.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat besar dimana kadar air tanah sangat mempengaruhi kondisi tanah tersebut. Dengan keadaan tanah yang kembang susut maka sangat beresiko jika ada konstruksi bangunan yang ada diatas tanah lempung ekspansif. Cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menstabilkan tanah agar daya dukung meningkat dan bisa mengurangi kembang susutnya. Bahan stabilisasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu belerang dan arang tempurung. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan stabilisasi pada tanah lempung ekspansif menggunakan belerang dan arang tempurung dengan persentase 6% belerang yang konstan dicampur dengan persentase arang tempurung 4%, 6%, 8%, 10%. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh bahan stabilisasi pada tanah lempung ekspansif terhadap nilai kuat tekan bebas. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tanah tersebut memenuhi syarat tanah lempung ekspansif dilihat dari Indeks Plastisitas yaitu 30,37%. Untuk tanah itu sendiri berdasarkan klasifikasi USCS termasuk jenis CH (Clay- High Plasticity) lempung anorganik dengan plastisitas tinggi. Pada pengujian kuat tekan bebas, nilai qu tanah asli yaitu 1,3474 kg/cm2. Nilai qu terbesar didapat pada tanah campuran 6% belerang + 10% arang tempurung yaitu 2.7372 kg/cm2. Untuk tanah asli didapatkan nilai kohesi undrained (Cu) sebesar 0.6737 kg/cm2.. Nilai kohesi undrained (Cu) terbaik pada penelitian ini didapat pada tanah campuran 6% belerang + 10% arang tempurung yaitu 1.3686 kg/cm2. Sedangkan hasil pengujian pemadatan didapatkan hasil grafik berat isi kering yang meningkat dan kadar air yang menurun. Dari hasil yang didapat, maka untuk pengujian kuat tekan bebas dengan bertambahnya presentase bahan stabilisasi terlihat meningkatnya nilai tegangan runtuh (qu) dan kohesi undrained (Cu) pada setiap sampel.  Kata kunci – lempung ekspansif, belerang, arang tempurung, kuat tekan bebas, stabilisasi tanah.
Analisis Manajemen Waktu Pada Proyek Konsultan Pekerjaan Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan Dermaga Sebagai Terminal Khusus Cocotinos Sekotong A Boutique Beach Hotel And Resort Rompas, Leidy Magrid
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah mengetahui ranking setiap aspek pelaksanaan manajemen waktu serta kendala-kendala yang dihadapi pada Analisis Manajemen Waktu Pada Proyek Konsultan Pekerjaan Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan Dermaga Sebagai Terminal Khusus Cocotinos Sekotong - A Boutique Beach Hotel and Resort. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan angket / kuesioner dan wawancara kepada Tim Konsultan Penyusun Dokumen. Analisis data memakai rumus indeks kepentingan dan rumus korelasi produk momen. Hasil ranking terhadap penerapan manajemen waktu pelaksanaan Proyek Konsultan Pekerjaan Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan Dermaga Sebagai Terminal Khusus Cocotinos Sekotong - A Boutique Beach Hotel and Resort adalah sebagai berikut: (1) Menentukan penjadwalan proyek; (2) Membandingkan jadwal dengan kemajuan proyek; (3) Memperbaharui penjadwalan proyek; (4) Merencanakan dan menerapkan tindakan pembetulan; (5) Mengukur dan membuat laporan kemajuan proyek. Kendala-kendala yang dihadapi pihak Konsultan adalah pada masalah monitoring, analysis dan correction action. Kata kunci – manajemen waktu, tim konsultan, penyusun dokumen
Optimalisasi Sistem Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Mapanget Kota Manado Adam, Andrew Isac; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mapanget merupakan salah satu kecamatan di Kota Manado yang padat akan penduduk dan memiliki wilayah. Sistem pengangkutan di kecamatan mapanget masih belum optimal, dilihat dari kondisi hanya ada 1 bangunan TPS , banyaknya TPS ilegal yang ada,  proses pengangkutan yang lebih melibatkan motor sampah dari pada truk dan mobil. Hal ini berdampak pada kondisi pengangkutan baik dari segi jam kerja dan jarak yang ada, Penelitian dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pengangkutan yang ada, dengan dilakukan observasi langsung dilapangan meliputi kondisi eksisting, selama 6 hari kepada 6 kendaraan pengangkut yang ada dengan menggunakan metode perhitungan Stasionary Container Sistem (SCS), dalam perencanaan yang akan dibuat, akan di hitung proyeksi penduduk dan timbulan sampah di tahun 2031 sehingga di ketahui kebutuhan pengangkutan di tahun 2031, dalam kondisi eksisting diketahui bahwa waktu off route yang ada begitu besar berkisar  0.16-1.40 jam/hari nilai ini telah melewati batas yang di tetapkan ≤ 0.15 (Tchobanoglous et al., 1993), setelah di optimalkan waktu off route hanya mencapai 0.08 jam sehingga tidak melewati batas yang ditetapkan, dalam pengoptimalan pengangkutan di buat skenario penanggulangan dengan ritasi mencapai 3-4 rit/hari dan jam kerja mencapai 5-8 jam/hari untuk setiap kendaraan dengan presentase pengangkutan mencapai  100%,. Ditahun 2031 membutuhkan 9 kendaraan pengangkut agar tercukupi kebutuhan pengangkutan. Penelitian selanjudnya dapat meneliti kebutuhan bangunan TPS di tiap kelurahan. Kata kunci – pengangkutan, TPS, optimal, truk, Mapanget