cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Di Kecamatan Amurang Raya Johana S. Sumarab; Isri R. Mangangka; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh setiap daerah di Indonesia, termasuk di kabupaten Minahasa Selatan. Permasalahan persampahan adalah masalah yang memerlukan perhatian, produksi sampah yang dihasilkan di tiap – tiap daerah di Kabupaten Minahasa Selatan hampir seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa melewati pengolahan terlebih dahulu. Tempat Pengolahan Sementara berbasis reduce, reuse, recycle (TPS 3R) adalah salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA setiap harinya, TPS 3R adalah tempat pengolahan yang berbasis reduce, reuse dan recycle, sehingga bukan saja mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke TPA tetapi juga memberikan keuntungan lainnya. Kecamatan Amurang Raya adalah salah gabungan kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Amurang Kecamatan Amurang Timur, dan Kecamatan Amurang Barat, memiliki luas wilayah yang besar di kabupaten Minahasa Selatan. Dengan adanya TPS 3R di kecamatan Amurang Raya, seluruh sampah yang dihasilkan dalam sehari tidak sepenuhnya akan dibuang ke TPA dengan menggunakan pengolahan 3R, sesuai dengan buku Petunjuk Teknis TPS 3R tahun 2017, sebuah TPS 3R dapat mengolah hingga 6 m3 sampah per harinya. TPS 3R ini direncanakan dapat mengolah 3 jenis sampah, yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah plastik. Luas lahan yang dibutuhkan dalam perencanaan ini adalah seluas 215,8 m2. Kata kunci – TPS 3R, pengolahan, sampah, TPA
Analisis Kinerja Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Lafenia Rawis; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui hasil observasi dilapangan diketahui RS. Bhayangkara Tk. III Manado telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), meskipun demikian limbah yang dihasilkan dikhawatirkan masih mengandung bahan berbahaya yang memiliki potensi yang berdampak penting terhadap penurunan kualitas lingkungan dan secara langsung memiliki potensi bahaya kesehatan bagi penduduk sekitar rumah sakit. Hal ini terlihat dari adanya septic tank pada setiap bangunan unit-unit kesehatan dan perawatan pasien yang dilengkapi dengan bak kontrol untuk mengolah air limbah terutama dari toilet sehingga proses anaerobik dapat terjadi untuk meminimalisasi parameter pencemar terutama COD dan BOD sebelum diolah di IPAL. Untuk limbah non-WC seperti air cucian dari westafel atau keran-keran pada setiap unit kesehatan langsung dialirkan ke IPAL. Analisis data primer meliputi pengambilan sampel air limbah dan analisis di laboratorium menggunakan parameter yaitu pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa IPAL yang dimiliki RS. Bhayangkara Tk. III Manado termasuk dalam kategori cukup efisien. Cukup efisien kinerja IPAL tersebut dapat dilihat dari penurunan kandungan BOD dari 76 mg/l menjadi 1 mg/l dengan efisiensi 98,68%, kandungan COD dari 79 mg/l menjadi <1,44 mg/l dengan efisiensi >98,18%, kandungan TSS dari 28 mg/l menjadi 1 mg/l dengan efisiensi 96,43%, kandungan Minyak dan Lemak dari 1,4 mg/l menajdi 1,0 mg/l dengan efisiensi 28,57%, dan Amoniak dari 72 mg/l menjadi 4 mg/l dengan efisiensi 94,44%. Jenis IPAL yang digunakan adalah IPAL Biofilter Anaerobic Aerobic dengan merk produk Biofive. Kiranya penelitian ini bisa Memberikan kontribusi ilmiah terhadap peningkatan kinerja sistem IPAL RS. Bhayangkara Tk. III Manado agar efluen yang dihasilkan sesuai dengan baku mutu.Kata kunci – IPAL, RS Bhayangkara Tk. III Manado, parameter Limbah Cair
Pengaruh Campuran Kapur Dan Abu Ampas Tebu Pada Kekuatan Tanah Lempung Kairagi Terhadap Nilai CBR Vega M.H. Gigir; O. B.A. Sompie; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi baik itu konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan. Kekuatan tanah dasar memiliki peranan penting. Dalam pelaksanaan konstruksi, nilai CBR tanah dasar sangat mempengaruhi kekuatan tanah dasar. Daya dukung tanah dasar dipengaruhi oleh jenis tanah. Stabilisasi tanah dengan campuran Kapur dan Abu Ampas Tebu diharapkan dapat meningkatkan nilai CBR tanah. Kapur dipilih karena sifat nya yang cukup baik dalam mengikat partikel-partikel tanah sehingga dapat meningkatkan kekuatan tanah. Abu Ampas Tebu merupakan limbah yang memiliki kandungan silikat. Abu Ampas Tebu biasanya yang dihasilkan hanya dihampar di pekarangan dan tidak dimanfaatkan sehingga dapat mencemari udara karena ukurannya yang halus. Dibutuhkan pengolahan agar dapat mengurangi masalah tersebut. Abu Ampas Tebu mengandung silikat yang dapat mengikat karbon dan dapat mengurangi kembang susut pada tanah lempung, dan mengurangi limbah pabrik gula. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana efek penambahan zat stabilisasi dan pengaruh terhadap daya dukung tanah menggunakan campuran kapur dan abu ampas tebu masing-masing sebesar 3%; 6%; 9%; dan 12%. Dari hasil pengujian penambahan kapur dan abu ampas tebu ternyata dapat meningkatkan nilai CBR dimana nilai maksimumnya terjadi pada penambahan campuran Kapur 6% dan Abu Ampas Tebu 9% dimana nilai CBR tanah asli sebesar 15.561% meningkat menjadi 24.434% dan untuk campuran abu ampas tebu meningkat menjadi 19,1933% Kata kunci – kapur, abu ampas tebu, CBR, tanah lempung
Optimalisasi Pengelolaan Limbah Padat Medis Dan Non-Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan Esther J. Malonda; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui hasil observasi dan juga wawancara tentang Pengelolaan limbah padat medis dan non-medis RSUD Noongan untuk pengelolaan dari limbah padat medis adalah reduksi limbah, pengemasan limbah, penyimpanan limbah, pengumpulan limbah, pengangkutan limbah, pemanfaatan kembali limbah, pengelolaan dan penibunan limbah dan untuk pengelolaan yang dilakukan di RSUD Noongan menggunakan insenerator. Untuk bagian pengoptimalan reduksi limbah, pengemasan limbah, pengangkutan limbah, pengelolaan dan penibunan limbah.  Untuk pengelolaan limbah padat non-medis terdiri dari pengurangan sampah, pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan dan pemrosesan akhir. Untuk pengelolaan limbah padat non-medis RSUD Noongan telah bekerja sama dengan Dinas lingkungan Hidup dan juga TPA Tondano untuk setiap limbah yang ada di proses di TPA Tondano. Dan untuk pengoptimalisasian pengurangan sampah, pemilahan, pengelolaan dan pemrosesan akhir. Kata kunci – pengelolaan, limbah padat medis, limbah padat non-medis
Rencana Anggaran Biaya Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Koya Tondano Grayson A. Tambuwun; D. R. O. Walangitan; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghitung rencana anggaran biaya dengan metode SNI. Keberhasilan sebuah proyek menuntut adanya pelaksanaan manajemen yang baik. Pengendalian yang baik dapat mengurangi resiko terjadinya keterlambatan dan pembengkakan proyek untuk meningkatkan efektifitas pengawasan dan pengendalian proyek maka digunakan analisa anggaran biaya dan menggunakan metode SNI. Perencanaan sebuah konstruksi membutuhkan analisa biaya untuk memperkirakan kebutuhan pengeluaran dan mendapatkan biaya yang paling efisien untuk sebuah konstruksi. Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan sebuah proyek konstruksi, kontraktor harus mempunyai pedoman yang ekonomis dan berlaku di Indonesia. Analisis biaya Sebagai dasar perhitungan yang digunakan dalam perencanaan anggaran biaya proyek. Di Indonesia terdapat beberapa metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu SNI. Kontraktor biasanya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa SNI. Kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor akan membuat RAB sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Pembuatan RAB memerlukan koefisien atau angka indeks untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien dapat diperoleh melalui Analisis Standar Nasional Indonesia (SNI) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Rencana Anggaran Biaya berdasarkan metode SNI acuan para kontraktor merencanakan biaya konstruksi dengan metode yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisa sendiri. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya pekerjaan struktur pembangunan Gedung Puskesmas Koya dengan menggunakan metode SNI maka diperoleh RAB sebesar Rp 3.030.000.00,00 Kata kunci – RAB, SNI 2002, SNI 2008
Penataan Sisem Saluran Drainase Di Jalan Sion Sario Utara Kecamatan Sario Kota Manado Mandri Kristo Yakobus; M. I. Jasin; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sario khususnya di Jalan Sion sering terjadi genangan/banjir pada musim hujan. Permasalahan yang terjadi menghambat kegiatan masyarakat di daerah sekitar. saluran drainase yang ada di sekitar sudah tidak mampu menampung kapasitas air yang ada sehingga terjadi genangan pada daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah sistem drainase dan membuat perencanaan sistem drainase di daerah tersebut. Dalam penelitian ini analisi yang dugunakan meliputi analisis frekuensi terhadap data curah hujan dengan skala ulang 10 tahun menggunakan metode Log-Person III. Metode Rasional digunakan untuk mendapatkan debit rencana (Qrenc). Dilakukan analisis hidraulika untuk menghitung debit kapasitas (Qkaps) dari saluran eksisting dan saluran rencana. Dari kedua hasil itu dibandingkan (Qkaps>Qrenc) untuk mengetahui kemampuan dari setiap ruas saluran dan gorong-gorong dalam menampung debit rencana.  Berdasarkan hasil analisis di lokasi penelitian sudah memiliki sistem drainase namun dari 17 saluran eksisting terdapat 5 ruas saluran eksisting dan 6 gorong – gorong eksistin terdapat 2 gorong – gorong eksisting yang tidak mampu menampung debit air sehingga diperlukan perbaikan agar mampu menampung debit yang ada. Kata kunci – sistem drainase, analisis hidrologi, debit rencana
Strategi Penerapan Konsep Green City Di Kabupaten Minahasa Tenggara Natalia Miranda Kolondam; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kawasan perkotaan adalah pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, sehingga membutuhkan penataan ruang dengan perhatian khusus terutama terkait dengan penyediaan kawasan hunian, fasilitas umum, serta ruang-ruang terbuka (open space) untuk menunjang aktivitas masyarakat. Namun, terbatasnya ketersediaan lahan perkotaan membuat sulitnya daerah dalam memenuhi kebutuhan ruang terbuka baik dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) maupun Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH). Penelitian ini membahas mengenai perencanaan aspek Green City di Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode yang digunakan meliputi metode Program Pengembangan Kota Hijau, metode overlay dan metode tabulasi atau matriks. Hasil pembahasan menggunakan metode Program Pengembangan Kota Hijau meliputi pada green planning and design terdapat penataan ruang wilayah kota yang sesuai dengan rencana tata wilayah kabupaten Minahasa Tenggara dengan memadukan sarana dan prasarana umum dengan teknologi ramah lingkungan diantaranya sea front city, compact city, microclimate parks, perluasan dermaga, fasilitas wisata laut dan cold storage. Pada green building terdapat perencanaan taman dalam bangunan, bangunan wallgarden, RS Jantung Tipe B, Mall, Mitra Sport, pabrik minyak kelapa dan ikan. Pada green openspace terdapat penanaman pohon sepanjang jalan dan pohon mangrove serta perencanaan wisata holtikultura. Pada green transportation meliputi pengadaan terminal hijau, halte hijau, jalur rel kereta api lingkar provinsi, stasiun, jalur sepeda, dan lapangan terbang perintis. Pada green water meliputi sumur resapan, wastewater treatment, depot air minum gratis. Pada green waste meliputi bank sampah dan pengembangan TPA dan PLTSA. Pada green energy meliputi pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, dan tenaga mikro hidro. Adapun pada green community meliputi membentuk forum komunitas hijau. Strategi implementasi diharapkan dapat menjawab permasalahan dan mewujudkan kabupaten Minahasa Tenggara sebagai kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.Kata kunci – perkembangan kota, green city, Minahasa Tenggara
Analisis Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Pembangunan Gedung Dokter Polisi Rumah Sakit Bhayangkara Kota Manado Theofanny O. Manumpil; Jantje B. Mangare; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kegiatan proyek konstruksi merupakan hal yang sangat penting karena perencanaan kegiatan atau penjadwalan merupakan dasar untuk proyek dapat berjalan dengan lancar dan proyek yang dilaksanakan dapat selesai dengan waktu yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dengan metode dan konsep yang tepat mempengaruhi penjadwalan proyek yang akan dibuat. Analisis ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh dari observasi dan dituangkan dalam bentuk tabel skematik dari perusahaan berupa Barchart dan Kurva S proyek, kemudian dituangkan dalam laporan mingguan. Pengumpulan data didapatkan dari wawancara langsung dengan pihak manajemen proyek, agar diperoleh informasi yang jelas dalam penelitian.  Metode penjadwalan menggunakan precedence diagram method (PDM) dengan konsep cadangan waktu dengan tahapan pengelompokan data proyek, pembuatan precedence diagram method (PDM), dan perhitungan cadangan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan nilai cadangan waktu sebesar 23 hari CW memiliki nilai positif (+), sehingga proyek memiliki safety factor dalam aspek jadwal, artinya jika jadwal tidak berjalan sesuai rencana, maka ada toleransi 23 hari yang dapat dialokasikan untuk pengendalian jadwal proyek. Kata kunci – penjadwalan, Precedence Diagram Method (PDM), cadangan waktu (CW)
Penataan Terminal Angkutan Darat Karombasan Di Kota Manado Rinaldy R. P. K. Nangoy; Sisca V. Pandey; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Karombasan merupakan salah satu pangkalan kendaraan angkutan umum antar kota yang berada pada Kota Manado provinsi Sulawesi Utara dengan klasifikasi terminal tipe B. Terminal Karombasan memiliki luas areal parkir terminal sebesar 3993,27 m² dengan daya tampung sebesar 110 – 115 kendaraan. Melihat kondisi terminal saat ini kurangnya penataan jalur pemberangkatan dan kedatangan, jalur tunggu kendaraan umum dan lahan parkir berdasarkan trayek sehingga sering kali terjadi kemacetan. Dari permasalahan tersebut dibutuhkan penataan terminal Karombasan untuk dapat melayani kendaraan yang ada dengan meramalkan daya tampung kendaraan tahun rencana 2034. Dalam menyelesaikan masalah di masa yang akan datang biasanya dilakukan dengan model pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan perilaku aktual data, begitu juga dalam melakukan peramalan. Peramalan (forecasting) adalah metode membuat prediksi informasi dengan menggunakan data historis sebagai input utama untuk menentukan arah tren masa depan.Sebelum suatu keputusan diambil, dilakukan suatu peramalan (forecasting) mengenai kemungkinan yang terjadi atau harapan di masa depan yang berkaitan dengan keputusan tersebut. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan beberapa metode analisa forecasting, yaitu analisa regresi linier, analisa regresi logaritma dan analisa regresi eksponensial. Berdasarkan dari hasil perhitungan luas terminal untuk tahun rencana 2034 dibutuhkan luas 4249,56 m2 untuk menambah luas area parkir di terminal Karombasan, dan mengambil bagian bawah (selatan) di area gedung dekat terminal. Parkiran kendaraan pada terminal yang direncanakan menggunakan model parkir bersudut 900 untuk areal kedatangan, model parkir bersudut 900 untuk areal pemberangkatan dan parkiran di daerah parkir menggunakan model parkir bersudut 900 untuk semua kendaraan dalam terminal dengan kapasitas parkir kendaraan 24 – 28 seat 32 kendaraan/hari, kendaraan 14 – 17 seat 36 kendaraan/hari dan, kendaraan 8 seat 47 kendaraan/hari. Kata kunci – terminal Karombasan, parkir, forecasting
Analisis Rencana Anggaran Biaya Pada Gedung Maintenance Kendaraan A2B Di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado Gabrieli D. Tuwaidan; Jantje B. Mangare; Revo L. Inkiriwang
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan sebuah konstruksi membutuhkan analisa biaya untuk memperkirakan kebutuhan pengeluaran dan mendapatkan biaya yang efisien dan yang baik untuk sebuah konstruksi. Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan sebuah proyek konstruksi. Kontraktor harus mempunyai pedoman dan aturan sebagai dasar untuk mendapatkan estimasi biaya yang optimal. Di Indonesia umumnya menggunakan analisis biaya proyek untuk merencanakan harga satuan biaya dengan menggunakan SNI (Standard Nasional Indonesia). Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa SNI. Para kontraktor juga bisa menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu yang berulangkali telah dilakukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi, dimana pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor akan membuat rencana anggaran biaya untuk mengikuti penawaran terhadap suatu proyek. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks serta perhitungan volume untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan yang ada pada proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kembali volume serta mengubah Harga Satuan Upah dari 3 Pekerjaan yang ada pada Proyek Gedung Maintenance kendaraan A2B bandar udara Sam Ratulangi Manado yaitu pekerjaan tanah dan pondasi, pekerjaan dinding dan plesteran, serta pekerjaan keramik lantai. Data yang dihasilkan setelah menghitung kembali volume dan mengubah harga satuan upah pekerjaan dari 3 poin pekerjaan didapat hasilnya yaitu a). Pekerjaan tanah dan pondasi sebesar Rp.34.425.643,3. b). Pekerjaan dinding dan plesteran sebesar Rp. 154.044.722 c). Pekerjaan lantai keramik sebesar Rp.44.907.179,2.  Kata kunci – SNI, RAB, analisa harga satuan pekerjaan, volume, upah.