cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Sistem Saluran Drainase Di Kawasan Citymart Swalayan Kota Bitung Tawera, Alfanny A.; Mananoma, Tiny; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citymart Swalayan merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bitung, tepatnya berada di Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa. Pada daerah Kawasan Citymart Swalayan terdapat genangan yang terjadi ketika turun hujan, genangan yang terjadi diakibatkan oleh kondisi eksisting saluran yang dalam kondisi kurang baik, dan beberapa ruas tidak memiliki saluran. Analisis sistem saluran drainase di Kawasan Citymart Swalayan diperlukan untuk mengetahui apakah saluran eksisting mampu menampung debit air hujan. Sesuai dengan standar perencanaan drainase di Provinsi Sulawesi Utara digunakan curah hujan dengan kala ulang 10 tahun dengan menggunakan metode Log-Pearson III. Debit rencana (Qrenc) didapatkan dengan menggunakan metode rasional, kemudian untuk debit kapasitas (Qkaps) dihitung pada analisis hidraulika. Untuk mengetahui kemampuan setiap ruas saluran dan gorong-gorong debit rencana dan debit kapasitas akan dibandingkan (Qkaps > Qrenc). Berdasarkan hasil analisis terdapat 2 ruas saluran eksisting yang tidak mampu menampung debit air, maka dilakukan perbaikan dimensi saluran. Ada penambahan 7 ruas saluran baru yang akan didesain berdasarkan syarat (Qkaps > Qrenc). Kata kunci – sistem drainase, debit rencana, debit kapasitas saluran
Analisis Kapasitas Penampang Terhadap Debit Sungai Tondano di Daerah Kampung Tubir Kelurahan Paal 2 Lalamentik, Tesalonika Catharina; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tondano merupakan salah satu sungai terbesar yang ada di Kota Manado serta memiliki banyak anak sungai yang bertujuan sebagai penyumbang debit. Salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilewati dari Sungai Tondano, yaitu Kampung Tubir, Kelurahan Paal 2. Sungai Tondano yang ada di Kampung Tubir, Kelurahan Paal 2 pernah meluap dan menyebabkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai serta mengganggu lalu lintas kendaraan. Oleh karena itu, dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air dari Sungai Tondano yang ada di Kampung Tubir, Kelurahan Paal 2. Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari debit banjir rencana melalui analisis frekuensi menggunakan metode Log Pearson III. Data debit berasal dari pos debit, yaitu pos debit Kairagi. Data debit ini adalah data debit maksimum sesaat selama 12 tahun, yaitu dari tahun 2008 s/d 2019. Data debit yang digunakan ini sudah melalui perhitugan perbandingan luas DAS antara data debit terukur dan data debit sungai pada lokasi penelitian. Debit puncak setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada semua penampang Sungai Tondano yang ada di Kampung Tubir, Kelurahan Paal 2 yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci – sungai Tondano, debit banjir rencana, elevasi tinggi muka air, HEC-RAS
Studi Eksperimental Pengaruh Sampah Plastik Terhadap Kuat Geser Tanah Lempung Lumi, Angeli F.; Mandagi, Agnes T.; Sumampouw, Joseph E. R.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki ciri ciri kembang susut yang sangat besar dimana kadar air tanah sangat mempengaruhi kondisi tanah tersebut. Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang banyak menimbulkan masalah dalam konstruksi sipil, karena memiliki daya dukung rendah, plastisitas tinggi, dan kembang susut yang tinggi pada saat tanah tersebut mengandung air. Cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menstabilkan tanah agar meningkatnya daya digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan sampah plastik dengan jenis polyethylene terephthalate. Oleh karena itu penelitian kali ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh campuran bahan pada tanah lempung ekspansif menggunakan sampah plastic jenis polyethylene terephthalate dengan unkuran 0.5 cm x 1 cm dan terdapat tiga rasio campuran dengan persentase 0,5% , 1%, dan 2%. pada penelitian ini di ambil sampel di daerah kairagi jl. Ring Road. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tanah tersebut memenuhi syarat tanah lempung ekspansif dilihat dari IP = 31,30%. Untuk tanah itu sendiri berdasarkan klasifikasi tanah ASTM 2487 versi USCS, sampel termasuk jenis CH (Clay-High Plasticity) lempung anorganik dengan plastisitas tinggi. Pada pengujian kuat tekan bebas, nilai qu tanah asli yaitu 18 kg/cm2. Nilai qu terbesar didapat pada tanah campuran variasi 0.5 % yaitu 18.66 kg/cm2. Untuk tanah asli didapatkan nilai kohesi undrained (Cu) sebesar 9 kg/cm2. Nilai kohesi undrained (Cu) terbaik pada penelitian ini didapat pada tanah campuran 0.5% yaitu 9.33 kg/cm2. Sedangkan hasil pengujian pemadatan didapatkan hasil grafik berat isi kering yang meningkat hanya pada variasi 0.5% seiring bertambanya variasi berat isi kering semakin menurun dan kadar air yang semakin naik seiring bertambanya variasi. Kata kunci – stabilisasi tanah, sampah plastik, lempung ekspansif, kuat geser tanah
Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Antara Metode SNI Dengan Metode AHSP Pada Proyek Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi Ratag, Kezia Aprilia; Malingkas, Grace Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan sebuah konstruksi membutuhkan analisa biaya untuk memperkirakan kebutuhan pengeluaran dan mendapatkan biaya yang paling efisien untuk sebuah konstruksi.Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan sebuah proyek konstruksi, kontraktor harus mempunyai pedoman yang ekonomis dan berlaku di Indonesia. Analisis biaya Sebagai dasar perhitungan yang digunakan dalam perencanaan anggaran biaya proyek. Di Indonesia terdapat beberapa metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu SNI dan AHSP. Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa AHSP maupun analisa SNI. Para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor akan membuat rencana anggaran biaya sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien dapat diperoleh melalui Analisis Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan untuk menjadi acuan para kontraktor merencanakan biaya konstruksi dengan metode yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisa sendiri. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya pembangunan Gedung Fakultas Teknik dengan menggunakan 2 metode maka diperoleh metode AHSP 2016 merupakan yang paling ekonomis yaitu sebesar Rp. 15.529.658.000 dan metode SNI 2020 sebesar Rp. 15.971.297.000. Kata kunci – RAB, SNI 2020, AHSP 2016
Perencanaan Dan Analisis Biaya Pelaksanaan Proyek Gedung IAIN Ternate Syahrul, Muhammad; Mangare, Jantje B.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan suatu bangunan harus memenuhi persyaratan teknis sesuai peraturan dan dapat bermanfaat dalam penggunaannya, serta sesuai dengan rencana awal baik segi biaya, mutu dan waktu. Rencana Anggaran Biaya (RAB) ialah perkiraan biaya yang diperlukan untuk setiap pekerjaan dalam suatu proyek konstruksi sehingga akan diperoleh biaya total yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek. Langkah yang dilakukan untuk menghitung rencana anggaran biaya bangunan adalah mengidentifikasi setiap item pekerjaan yang ada dalam proyek yang sedang dihitung. Penelitian ini mengenai perhitungan kembali Rencana Anggaran Biaya gedung perkuliahan mahasiswa IAIN Ternate dengan mengacu pada harga upah dan bahan tahun 2021 kota Ternate dengan menggunakan AHSP SNI 2016. Pembangunan ini diperuntukan untuk gedung perkuliahan mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa biaya pelaksanaan yang dibutuhkan sebesar Rp 12.154.997.000,00,- Kata kunci – perencanaan, analisis biaya pelaksanaan, gedung IAIN Ternate
Peran Konsultan Manajemen Konstruksi Dalam Proyek Pembangunan Gedung (Studi Kasus: Gedung Serbaguna Universitas Tadulako, Palu – Sulawesi Tengah) Sukarta, Kristin G. N; Tjakra, Jermias; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu pelaksanaan pembangunan proyek, konsultan manajemen berperan penting mulai dari tahap perencanaan sampai tahap sesudah pelaksanaan. Konsultan manajemen merupakan satu tim kerja yang bertugas untuk mengawasi, mengontrol, membantu serta ikut terlibat dalam proses pembangunan proyek. Pada penelitian ini dilakukan pembagian  kuesioner terhadap responden sebanyak 20 orang sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi yaitu TMC CERC PT. Yodya Karya, dan penelitian ini dilakukan pada proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Universitas  Tadulako. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data peran konsultan manajemen konstruksi dalam proyek pembangunan gedung serbaguna Universitas Tadulako pada variabel tingkat keterlibatan, semua peran dilaksanakan dengan cukup baik yaitu : dalam memimpin rapat koordinasi lapangan dengan persentase sebesar 87%, dalam mengawasi pengadaan dan kualitas tenaga kerja material dan peralatan dari para kontraktor dengan persentase sebesar 87%, dalam mengawasi pengadaan dan kualitas tenaga kerja material dan peralatan dari para kontraktor dengan persentase sebesar 87%, dalam memproses pembayaran para kontraktor dengan persentase 87%, dalam mengendalikan jadwal berdasarkan jadwal induk dengan persentase sebesar 86%. Sedangkan nilai persentase terendah yang didapatkan sebesar 77% yaitu dalam memberi rekomendasi untuk menunjuk kontraktor dan sub-kontraktor.  Kata kunci – komsultan manajemen, konstruksi, peran
Studi Tentang Faktor-Faktor Penentu Peran Serta Masyarakat Dalam Pembangunan Bidang Pekerjaan Umum Di Kota Bitung Alexander Imanuel Watimenna
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung sebagai salah satu pintu gerbang di Sulawesi Utara yang secara Nasional, maupun Internasional mempunyai kedudukan dan peranan penting sebagai kota pelabuhan perlu mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakatnya untuk membangun kota dan mengupayakan agar potensi alamnya dapat mendatangkan devisa bagi kesejahteraan penduduknya. Untuk itu dibutuhkan adanya suatu kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antara pemerintah dan masyarakat melalui wadah atau instansi teknis pelaksana pembangunan seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kota Bitung. Instansi ini diharapkan agar memperhatikan, membina, bahkan memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi kebaikan dan kemajuan kota. Musyawarah pembangunan desa (Musbangdes) yang selama in dijalankan secara rutin untuk pengusulan program pembangunan dirasakan perlu untuk diberdayakan secara tulus dan sungguh-sungguh sehingga apa yang dirasakan perlu diprogramkan itulah yang menjadi prioritas utama untuk dikerjakan dalam proyek pembangunan, sehingga masyarakat tidak apriori bahkan mau memberikan dirinya untuk berpartisipasi, karena merasa dihargai dan didengar akan usulan-usulannya. Suatu model yang ideal dan dapat dijadikan acuan dari peran serta adalah pembangunan gedung ibadah, seperti gereja, dimana secara mandiri jemaat merasa terpanggil dan mau memberikan dirinya sejak dari perencanaan, usaha dana, sampai pada pelaksanaan bahkan Kontrol atau evaluasi yang pada gilirannya wadah tersebut digunakan bersama untuk kepentingan bersama, dan akhirnya rasa kecintaan memiliki akan wadah tersebut sangat tinggi.Untuk itu dibutuhkan suatu kajian melalui penelitian tentang faktor-faktor penentu peran sera masyarakat dalam pembangunan bidang pekerjaan umum, dengan metode survey dan teknik pengumpulan data yang menggunakan kuisioner, serta wawancara dengan masyarakat yang terlibat langsung dalam musbang maupun yang tidak masing-masing berjumlah 150 orang pada 15 Kelurahan yang ada di Kota Bitung.Adapun hail analisis data dengan metode pengujian Chi-Square ternyata memberikan gambaran bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tentang peran serta masyarakat adalah Informasi yang diterima masyarakat dengan hasil uji 17,328 dan Status kepemilikan lahan dengan hasil uji 53,125 yang mana kedua faktor ini adalah unggulan yang harus diperhatikan, sedangkan faktor pendidikan hasil ujinya hanya 6,838 dan domisili hasil ujinya hanya 10,413 serta pendapatan hasil ujinya hanya 4,918 melihat dari hasil uji ini maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut Bahwa Faktor- faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat dalam bidang pembangunan di Kota Bitung adalah Status Kepemilikan lahan, Informasi yang diterima masyarakat, pendidikan dan domisili. Sedangkan peran serta masyarakat di kota Bitung yang selama ini ada dan terjadi hanya sebatas pada memberikan usulan program yang telah ditentukan oleh pemerintah terlebih dahulu' sedangkan peran serta dalam bentuk tenaga dan pengawasan sangat kecil dan terbatas pada masyarakat ber profesi dan keahlian yang sesuai. Pada dasarnya masyarakat Kota Bitung adalah masyarakat yang ingin mandiri, dan memiliki keinginan-keinginan sendiri dalam mengatur pembangunan pad lingkungannya, ternyata hal ini sejalan dengan Misi Kota Bitung itu sendiri yaitu menciptakan masyarakat yang berkualitas, berkemampuan tinggi, mandiri dan mampu bersaing dengan tetap menjaga kelestarian nilai-nilai budaya, untuk itu memberikan pelayanan kepada masyarakat dibutunkan ketulusan dan kesungguhan dari pihak pemerintah dan sebaiknya tidak hanya menjadi penyedia tetapi lebih dari itu yakni sebagai pemberdaya. Kata kunci – masyarakat, pembangunan, Pekerjaan Umum, Kota Bitung
Pengaruh Pendidikan Pelatihan Dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Di Lingkungan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara Josephin Djaine Laloan
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan Pelatihan merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral pegawai sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pegawai baru sangat memerlukan kegiatan Pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan tugas dan pekerjaan mereka. Demikian pula dengan pegawai lama saat menghadapi situasi dan kondisi tertentu, misalnya karena di promosikan atau adanya perubahan cara kerja tertentu, terkadang membuat mereka memerlukan Pendidikan dan Pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengetahui Pengaruh Pendidikan Pelatihan dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai di Lingkungan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah tergolong penelitian survey. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai di Lingkungan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara yang berjumlah 63 pegawai.Secara parsial variable Pendidikan Pelatihan dan Pengawasan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini dapat diketahui melalui nilai thitung yang lebih besar dari nilai ttable dan nilai probability (sig.) < 0.05. Berdasarkan Analisa data diatas dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variable Pendidikan Pelatihan (X1) dan variable pengawasan (X2) yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini diketahui melalui nilai sig. < 0.05. Pengaruh variable bebas terhadap variable terikat sangat kuat. Hal ini diketahui melalui nilai koefisien determinasi R sebesar 0.984 hal ini menunjukan bahwa korelasi atau pengaruh antara variable X1, X2 terhadap variable Y adalah kuat. Sedangkan nilai R² adalah diambil dari nilai adjusted R Square karena penelitian ini memiliki variable lebih dari 2. Besar Adjusted R square adalah 0.968. Hal ini berarti 96.8% perubahan variable Y disebabkan oleh perubahan variable X1 dan X2, sedangkan sisanya 3.2% dipengaruhi factor lain diluar X1 dan X2. Dari nilai t yang muncul maka dapat diketahui bahwa variable Pengawasan berpengaruh lebih dominan secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Dari nilai B dan t diketahui bahwa variable Pendidikan dan Pelatihan memiliki pengaruh yang dominan. Hal ini ditegaskan bahwa nilai B yang diperoleh sebesar 0.801 yang artinya 0.801 poin mempengaruhi Kinerja Pegawai. dan nilai t yang di peroleh sebesar 51.637. Kata kunci – Pendidikan, pelatihan, pengawasan
Manajemen Proyek Anggaran Biaya Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dodo Type-E Di Jalan A. A. Maramis Kecamatan Mapangaet Kota Manado Leidy Magrid Rompas
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Manajemen Proyek Anggaran Biaya Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) DODO Type - E di Jalan A. A. Maramis Kecamatan Mapanget Kota Manado bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen proyek pada proyek pembangunan SPBU agar anggaran biaya yang digunakan tidak melebihi dari anggaran dan bahkan lebih kecil dari anggaran yang direncanakan. Adapun untuk analisis pada studi ini adalah pengendalian penerimaan, pengendalian pembiayaan, analisa varians dan analisa likuiditas. Pengendalian penerimaan dan pembiayaan dibuat dalam bentuk analisa akuntansi. Dari hasil analisa diperoleh bahwa pengendalian penerimaan dan pengendalian pembiayaan sudah maksimal, hal ini dapat dilihat dari analisa akuntansinya, neraca akhir tiap bulan menunjukkan nilai positif. Sehingga tidak perlu adanya tambahan modal dari Bank. Dari perhitungan analisa varians, perkiraan total biaya sampai akhir proyek Rp 7.000.000.000,00 lebih kecil dari anggaran biaya proyek Rp 6.050.000.000., keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 950.000.000,00 (13,57 % dari anggaran biaya proyek) dan perkiraan total waktu sampai akhir proyek dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang direncanakan yaitu 6 bulan, walaupun terjadi keterlambatan pada bulan Juli dan Agustus. Perhitungan current ratio tiap bulan menunjukkan nilai lebih dari satu, yang artinya likuiditas proyek baik. Kata kunci – analisa akuntansi, analisa varians, analisa likuiditas
Analisis Konsolidasi Lempung Pulutan Dengan Tambahan Geopolimer (Abu Beton) Rivaldo A. Tulandi; Steeva G. Rondonuwu; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung merupakan tipe tanah lunak yang memiliki karakteristik indeks mampat besar, daya dukung rendah, kemampuan mengikat air besar dan mengalami konsolidasi. Konsolidasi ialah peristiwa terjadinya deformasi pada lempung lunak akibat keluarnya air pori dari dalam tanah. Karena kondisi inilah maka lempung dikategorikan sebagai tanah yang tidak stabil untuk pekerjaan teknik sipil, sehingga perlu perbaikan tanah. Perbaikan tanah yang dilakukan pada penelitian ini adalah menambah bahan campuran untuk memperkecil deformasi vertikal akibat konsolidasi. Maka dari itu dilakukan pengujian dengan menambahkan bahan campuran berupa abu beton yang diambil dari sisa bangunan tua. Sampel tanah yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Desa Pulutan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat-sifat fisis dari sampel tanah Pulutan, kemudian dilakukan pengujian konsolidasi untuk mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) pada sampel tanah asli dan sampel tanah yang dicampurkan geopolimer berupa abu beton dengan variasi campuran 2%, 5% dan 10%, dengan tanah asli tanpa campuran sebagai datum. Dari hasil pengujian konsolidasi dengan menggunakan alat Oedometer maka ditemukan bahwa koefisien konsolidasi (Cv) untuk tanah asli adalah 0,675 cm/menit  untuk tanah dengan variasi campuran 2% adalah 0,519 cm/menit, untuk tanah dengan variasi campuran 5% adalah 0,58 cm/menit, sedangkan untuk variasi campuran 10% adalah 0,0261 cm/menit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan abu beton maka semakin kecil nilai koefisien konsolidasi Cv dan semakin kecil deformasi yang terjadi Kata kunci – tanah lempung, konsolidasi, abu beton, Koefisien konsolidasi, indeks pemampatan