cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Evaluasi Geometrik Pada Ruas Jalan Batas Kota Manado – Kota Tomohon Nomor Ruas 006 Untuk Segmen STA 17+000 – STA 21+000 Hermi R. A. Gultom; Mecky R. E. Manoppo; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

membuat tingkat penggunaan transportasi darat meningkat dikarenakan sebagian besar aktivitas tersebut dilakukan di darat. Jalan merupakan salah satu prasarana yang sangat dibutuhkan untuk menunjang keberlangsungan aktivitas-aktivitas tersebut. Ruas Jalan Batas Kota Manado – Kota Tomohon jika dilihat secara visual memiliki bentuk tikungan tajam atau berjari-jari kecil, yang kurang dari Rmin = 110 m sebagaimana yang ditetapkan oleh Bina Marga Tahun 2020 untuk Jalan Arteri dengan Vr = 60 km/jam. Jalan dengan tikungan berjari-jari kecil dapat membuat pengguna jalan tidak nyaman dan tidak aman, dikarenakan jarak pandang yang juga pendek. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan evaluasi terhadap kondisi geometrik jalan eksisting dan mendesain ulang geometrik jalan yang sesuai dengan standar Bina Marga Tahun 2020. Data-data topografi diperoleh langsung dari lokasi penelitian dengan menggunakan alat Theodolite, kemudian hasilnya dimasukkan ke program Autocad Civil 3D 2021 yang sebelumnya sudah diolah menggunakan Microsoft Excel. Dari hasil penelitian diperoleh 30 tikungan eksisting dengan radius kurang dari Rmin (110 m), 1 tikungan lebih dari Rmin untuk Vr = 60 km/jam. Perhitungan perencanaan ulang geometrik jalan diperoleh 6 tikungan dengan tipe Spiral-Circle-Spiral dengan hasil perencanaan ulang, yaitu R1 = 115 m, R2 = 120 m, R3 = 140 m, R4 = 200 m, R5 = 205 m, R6 = 115 m, g = 5,82%, volume galian = 532.845,7m3 dan volume timbunan = 86.709,05 m3. Kata kunci – geometrik jalan, Autocad Civil 3D, alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, jalan nasional
Studi Karakteristik Gelombang Pada Pantai Manembo-Nembo Kecamatan Matuari Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara Arthur H. Thambas; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 20 No. 80 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Bitung tepatnya di pantai Manembo-nembo merupakan salah satu daerah pantai yang pesisirnya menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Pada dasarnya wilayah pemukiman yang berada di pesisir pantai mempunyanyi banyak keuntungan contohnya masyarakat yang berada di dekat pantai Manembo-nembo ini, masyarakat dapat memanfaatkan potensi alam atau hasil laut seperti ikan dan sebagainya. Namun selain keuntungan, masyarakat sekitar pantai juga dapat mengalami kerugian ketika sewaktu-waktu terjadi gelombang besar yang dapat menyebabkan abrasi pantai. Berdasarkan pengamatan dan wawancara di lokasi penelitian pantai Manembo-nembo sering terjadi pergeseran garis pantai yang di akibatkan oleh abrasi pada saat bulan-bulan tertentu sehingga pesisir pantai mengalami kerusakan dan perubahan fisik. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan pendekatan teori dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di pantai ini. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui karakteristik gelombang di pantai manembo-nembo dengan menggunakan peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin 5 tahun dari BMKG Maritim Bitung untuk mendapat tinggi dan periode gelombang yang terjadi di pantai Manembo-nembo. Kata kunci – pantai Manembo-nembo, karakteristik gelombang, metode hindcasting gelombang
Studi Daya Dukung Ijin Tanah Berdasarkan Hasil Uji Sondir Di Lokasi Kel. Malalayang, Area Perum Aleandrew, Manado Joice E. Waani; Jack H. Ticoh; Agnes T. Mandagi; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 20 No. 80 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

daerah strategis tempat pertumbuhan ekonomi di daerah Sulawesi Utara. Untuk menopang hal tersebut maka diperlukannya data penunjang terutama data daya dukung tanah yang nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk perencanaan bangunan sipil. Oleh karena hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui hal – hal diatas. Penelitian daya dukung tanah ini dilakukan dengan pengujian sondir dan boring. Kata kunci – sondir, boring, Malalayang, Manado
Studi Daya Dukung Izin Tanah Untuk Pondasi Gedung Di Desa Sea, Kec. Pineleng, Kabupaten Minahasa Jack H. Ticoh; Joice E. Waani; Agnes T. Mandagi; Cindy J. Supit; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 20 No. 80 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Sea, Kec. Pineleng, Kab. Minahasa merupakan salah satu daerah strategis tempat pertumbuhan ekonomi di daerah Sulawesi Utara. Untuk menopang hal tersebut maka diperlukannya data penunjang terutama data daya dukung tanah yang nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk perencanaan bangunan sipil. Oleh karena hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui hal – hal diatas. Penelitian daya dukung tanah ini dilakukan dengan pengujian sondir dan boring. Kata kunci – daya dukung izin, pondasi, gedung
Studi Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode Mekanistik Empiris Prof.Ir. Aloysius Tjan, Ph.D Dibandingkan Dengan Metode Bina Marga 2017 Dimas F. Robot; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan jalan sangatlah diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi, agrikultur dan sector lainnya. Untuk menjamin agar pembangunan jalan mampu memberikan pelayanan yang aman dan nyaman, maka perlu dilakukan perencanaan konstruksi perkerasan. Studi Literatur dilakukan untuk membandingkan nilai tebal perkerasan lentur dan umur layanan jalan dari desain perkerasan lentur dengan dua metode yang berbeda.  yaitu metode Manual Desain Perkerasan Jalan Bina Marga 2017 dan Metode Mekanistik Empiris Prof. Ir. Aloysius Tjan, PH.D. Kedua metode memiliki perbedaan parameter seperti pada Metode Mekanistik Empiris Prof. Ir. Aloysius Tjan, Ph.D yaitu Ec, Et, Nd, dan Nf, namun juga memiliki parameter-parameter yang saling berkaitan seperti beban lalulintas, CBR dan tebal lapis perkerasan. Hasil perbandingan tebal perkerasan antara metode Bina Marga 2017 dan metode Mekanistik Empiris Prof. Ir. Aloysius Tjan, Ph.D menunjukan bahwa secara keseluruhan metode Bina Marga 2017 lebih kecil ukuran nya . Kata kunci – Bina Marga 2017, mekanistik empiris, perkerasan lentur
Analisa Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Pada Ruas Jalan Batas Kota Tondano–Tomohon Dengan Nomor Ruas 028 Nathanael Pieter Siriwa; Theo K. Sendow; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Tondano – Tomohon merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Tondano – Tomohon untuk STA 0+000 – STA 8+375 dan dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci – Uji Laik Fungsi, perbaikan, analisa, ruas jalan batas kota Tondano–Tomohon.
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Di Kabupaten Minahasa Utara Gabriel R. O. Sumampouw; Lucia I. R. Lefrandt; Semuel Y. R. Rompis
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan bagian penting dari kehidupan manusia, transportasi memiliki peranan yaitu menghubungkan dari suatu tempat ke tempat lain. Salah satu aspek penting dalam transportasi adalah pemilihan moda. Terdapat beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan masyarakat pengguna moda transportasi dalam menentukan moda yang akan digunakan, yaitu diantaranya biaya, waktu tempuh, dan tingkat kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam memilih moda transportasi di Minahasa Utara dan faktor–faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi. Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai bahan pertimbangan untuk pihak-pihak yang berkepentingan dalam menangani kebijakan transportasi di Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada masyarakat secara online (melalui google form), dengan jumlah 200 responden. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dan Analysis of Moment Structure (AMOS). Hasil dari penelitian ini diperoleh karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebesar 62%, lebih banyak dari kelompok usia 18 – 35 tahun sebesar 49%, dengan berstatus pelajar/mahasiswa/i sebesar 30%, dengan pendidikan terakhir yaitu SMA/SMK sebesar 57%, dan responden lebih banyak yang belum berpenghasilan sebesar 40%. Berdasarkan kepemilikan kendaraan mayoritas responden memiliki mobil sebesar 40%, dan 82% responden sudah pernah menggunakan semua moda transportasi yang ada di Kabupaten Minahasa Utara. Hasil uji Structural Equation Modeling (SEM) diperoleh faktor – faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan moda transportasi yang ada di Kabupaten Minahasa Utara yaitu Waktu Tempuh (WT), Kondisi Kendaraan (KK), dan Tingkat Kenyamanan (TK). Kata kunci – pemilihan moda, Structural Equation Modelling (SEM), Analysis of Moment Structure (AMOS)
Penataan Terminal Angkutan Darat Amurang Di Kabupaten Minahasa Selatan Askah Samuel Polii; Sisca V. Pandey; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal merupakan komponen yang penting dalam sistem transportasi. Apabila terminal di suatu kota tidak berfungsi dengan baik, maka akan menimbulkan kesemerewutan lalulintas di kota tersebut. Terminal Amurang adalah salah satu prasarana transportasi yang mempunyai peran penting dalam perekonomian dan pergerakan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. Luas Terminal Amurang setelah diukur langsung memiliki luas 1422,5 m2 dengan daya tampung 70 - 75 kendaraan. Melihat kondisi terminal saat ini kurangnya penataan parkir, jalur pemberangkatan dan kedatangan, jalur tunggu kendaraan umum berdasarkan trayek, dan kurangnya fasilitas penunjang terminal serta kurangnya pengawasan dari pihak terkait dalam hal perencanaan dan sistem operasi, dimana ada pusat keramaian di sekitar terminal Amurang seperti pusat perbelanjaan dan pasar 54 Amurang yang sangat mempengaruhi para pengguna terminal , membuat terminal kurang diminati sehingga menimbulkan permasalahan, antara lain kendaraan angkutan umum membuat terminal bayangan di sekitar pasar 54 Amurang dan di bahu jalan trans dan itu sangat mempengaruhi kelancaran lalulintas. Berdasarkan permasalahan tersebut dibutuhkan penataan terminal Amurang agar dapat melayani kendaraan dan penumpang yang ada dengan meramalkan daya tampung kendaraan dan penataan terminal tahun rencana 2036.Pada perencanaan ini agar dapat mengatasi masalah di masa yang akan datang biasanya dilakukan dengan model pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan perilaku aktual data, begitu juga dalam melakukan peramalan. Peramalan (forecasting) adalah metode membuat prediksi informasi dengan menggunakan data historis sebagai input utama agar menentukan arah tren masa depan. Sebelum suatu keputusan diambil, dilakukan suatu peramalan (forecasting) mengenai kemungkinan yang terjadi atau harapan di masa depan yang berkaitan dengan keputusan tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan beberapa metode analisa forecasting, yaitu analisa regresi linier, analisa regresi logaritma dan analisa regresi eksponensial. Perencanaan terminal Amurang di dasarkan pada data-data yang diambil yaitu data sekunder yang terdiri dari jumlah kendaraan 5 tahun terakhir, jumlah kendaraan angkutan umum yang beroperasi serta luas dan fasilitas-fasilitas yang ada di terminal Amurang. Perencanaan terminal Amurang menggunakan data sekunder dan data peramalan selama 15 tahun kedepan dengan menggunakan metode peramalan (forecasting) yaitu memakai analisa regresi linier. Berdasarkan dengan hasil perhitungan luas terminal tahun rencana 2036 dibutuhkan luas 2749,1 m2. Parkiran kendaraan pada terminal yang direncanakan menggunakan model parkir bersudut 900 areal kedatangan, model parkir bersudut 900 areal pemberangkatan dan parkiran di daerah parkir menggunakan model parkir bersudut 900 semua kendaraan dalam terminal dengan kapasitas parkir kendaraan 8 seat 91 kendaraan/hari.   Kata kunci – penataan terminal, analisa regresi linier, forecasting
Analisis Geometrik Jalan Pada Ruas Jalan Tondano–Suluan STA 0+000–STA 3+000 David W. Rambitan; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan raya Tondano - Suluan merupakan sebagian jalan yang menghubungkan    Kota Tondano sebagai ibukota kabupaten Minahasa dengan Kota Manado. Ruas jalan ini berada pada 3 desa yakni desa Kembuan dan Kembuan satu kecamatan Tondano Barat dan desa Suluan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa.  Kondisi geometrik ruas jalan ini menurut pengamatan peneliti, belum memenuhi standar geometrik jalan untuk jalan kolektor primer dengan volume lalu lintas sedang dengan kecepatan 30 km/jam - 70 km/jam. Ruas jalan Tondano Suluan mempunyai banyak tikungan dengan radius kecil dan jarak antar tikungan yang berdekatan. Kondisi geometrik jalan dengan radius tikungan yang kecil serta jarak antar tikungan berdekatan menyebabkan ketidak nyamanan pengguna jalan, sehingga diperlukan perbaikan geometrik. Pengambilan data kondisi geometrik dilakukan dengan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur total station dan GPS. Data yang diperoleh adalah data koordinat dan data elevasi.  Data hasil pengukuran di lapangan selanjutnya diolah/dianalisis menggunakan Microsoft excel. Hasil analisis dengan Microsoft excel diimport ke program autocad Civil 3D 2019 untuk dianalisis selanjutnya guna menghasilkan gambar geometrik geometrik jalan eksisting dan hasil perencanaan beserta analisis cut and fill. Kondisi tikungan eksisting ruas jalan Tondano – Suluan dengan panjang 3 km terdapat 21 tikungan, dimana 19 lengkung tidak memenuhi syarat jari-jari minimum yang disyaratkan oleh Dirjen Bina Marga untuk jalan kolektor primer dengan kecepatan rencana 60 km/jam yaitu 130 m (Pedoman Desain Geometrik Jalan, Bina Marga 2021). Parameter-parameter lain seperti jarak antar lengkung, superelevasi, jarak pandang serta kelandaian juga belum memenuhi syarat perencanaan geometrik jalan. Hasil perencanaan kembali menghasilkan trase jalan sepanjang 3.176,5488 m, dengan 8 lengkung horizontal dan 3 lengkung vertikal. Kata kunci – Geometrik, Lengkung Horizontal, Lengkung Vertikal, Jalan Kolektor Primer
Pengaruh Angkutan Online Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Publik Di Kota Manado (Studi Kasus: Trayek Sumompo-Pusat Kota) Jeremi Matulende; Lucia I. R. Lefrandt; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan moda adalah suatu proses memisahkan perjalanan orang untuk memahami hubungan antara moda dengan suatu faktor yang mempengaruhi pemilihan moda lainnya. Saat ini di kota Manado pada daerah trayek Sumompo-Pusat Kota masyarakat dapat memilih moda transportasi angkutan umum, baik angkutan kota (mikrolet) maupun angkutan online (taksi online). Belakangan ini pengguna angkutan kota (mikrolet) mulai beralih ke angkutan online (taksi online) karena memperoleh banyak kelebihan berupa, dapat menentukan tempat penjemputan dan pengantaran, adanya fasilitas udara segar Air Conditioner (AC) dan pelayanan yang sangat baik. Tujuannya adalah untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam memilih moda transportasi publik pada trayek Sumompo-Pusat Kota dan untuk mendapatkan dan menjelaskan probabilitas pemilihan moda transportasi publik antara angkutan kota (mikrolet) dan angkutan online (taksi online) pada trayek Sumompo-Pusat Kota. Manfaatnya yaitu memberikan gambaran tentang kondisi yang nyata dari tingkat penggunaan angkutan kota (mikrolet) di kota Manado, khususnya pada daerah trayek Sumompo-Pusat Kota. Survei dilakukan dengan membagikan kuesioner yang berisi karakteristik pelaku perjalanan dan karakteristik pemilihan moda melalui google form kepada 200 responden menggunakan skala likert. Pengolahan data menggunakan analisis regresi linear berganda melalui aplikasi SPSS, untuk mendapatkan hubungan kuantitatif antara sekumpulan variabel dan responden. Grafik pemilihan moda pervariabel menggunakan logit binomial selisih dan model pemilihan moda menggunakan logit binomial. Hasil yang diperoleh berdasarkan karakteristik pelaku perjalanan adalah responden pernah menggunakan kedua moda sebanyak 96% dan dari kedua moda lebih sering digunakan angkutan kota (mikrolet) sebanyak 55%. Jenis kelamin berimbang laki-laki sebesar 50% dan perempuan sebesar 50%, berusia 18-35 tahun sebanyak 57%, memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 62%, berstatus pelajar/mahasiswa sebanyak 33%, dan belum berpenghasilan sebanyak 36%. Tidak memiliki kendaraan mobil sebanyak 85%, tidak memiliki kendaraan sepeda motor sebanyak 50%, intensitas penggunaan kedua moda tidak tentu sebanyak 54% dan menggunakan kedua moda dengan alasan pertimbangan harga (murah) sebanyak 52%. Berdasarkan hasil analisis probabilitas pemilihan moda didapat probabilitas pelaku perjalanan memilih moda transportasi angkutan online (taksi online) 88,6% lebih banyak dibandingkan dengan angkutan kota (mikrolet) 11,4%. Berdasarkan analisa terhadap grafik hubungan antara masing-masing variabel terhadap besarnya prosentase pelaku perjalanan dalam memilih moda didapat variabel yang paling berpengaruh terhadap pemilihan moda angkutan online (taksi online) adalah waktu tempuh, keamanan dan kenyamanan. Kata kunci – pemilihan moda, skala Likert, logit binomial selisih, logit binomial