cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Pemodelan Numerik Alternatif Bangunan Pengaman Pantai Dalam Pengendalian Abrasi Di Pantai Mahembang Kaunang, Daniel I.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67807

Abstract

Pantai Mahembang yang terletak di Desa Mahembang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mengalami permasalahan abrasi yang signifikan akibat paparan energi gelombang tinggi dari perairan Laut Maluku. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hidrodinamika dan pola transport sedimen di Pantai Mahembang melalui pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak MIKE21, serta merumuskan rekomendasi alternatif bangunan pengaman pantai yang efektif. Simulasi dilakukan menggunakan tiga modul utama MIKE21, yaitu Flow Model (FM), Spectral Wave (SW), dan Sand Transport (ST), dengan data input berupa batimetri dari BATNAS, pasang surut dari Badan Informasi Geospasial, dan data angin dari NASA POWER periode Februari 2020. Hasil simulasi gelombang kondisi eksisting menunjukkan tinggi gelombang signifikan (Hs) berkisar 1,6-1,7 m di perairan lepas dan turun hingga 0,4 m di zona dangkal. Kecepatan arus eksisting mencapai lebih dari 0,90 m/s dengan arah dominan menuju barat daya, menyebabkan defisit sedimen masif dan penurunan elevasi dasar laut hingga -0,56 m. Berdasarkan analisis tersebut, struktur Breakwater direkomendasikan sebagai solusi mitigasi, karena mampu mereduksi Hs hingga 0,4-0,7 m di area terlindung, menurunkan kecepatan arus sebesar 66-90%, serta mendorong akresi sedimen hingga +0,24 m. Struktur ini juga tidak mengganggu estetika kawasan wisata karena posisinya di bawah permukaan air. Kata kunci: abrasi pantai, MIKE21, pemodelan numerik, bangunan pengaman, transport sedimen
Penataan Sistem Drainase Di Kawasan Gereja Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado Sari Darinding; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67877

Abstract

Genangan air sering terjadi di Kawasan Gereja Kampus UNSRAT, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, akibat sistem drainase yang belum berfungsi optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab genangan serta merencanakan sistem drainase yang efektif. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, analisis hidrologi dengan data curah hujan maksimum 10 tahun, dan analisis hidraulika untuk mengevaluasi kapasitas saluran eksisting. Hasil menunjukkan genangan disebabkan oleh tidak adanya saluran pada beberapa ruas jalan, saluran tertutup tanpa inlet, dimensi saluran yang terbatas, serta sedimentasi. Kondisi topografi rendah juga memperburuk masalah karena menerima limpasan dari wilayah lebih tinggi. Berdasarkan perhitungan debit rencana periode ulang 10 tahun, sebagian saluran eksisting tidak memenuhi kapasitas yang disyaratkan. Perencanaan sistem drainase yang diusulkan meliputi pembangunan saluran baru, penambahan inlet pada saluran tertutup, serta penyesuaian dimensi hidraulis agar mampu mengalirkan debit rencana secara aman menuju saluran pembuangan akhir. Kata kunci: analisis hidraulika, analisis hidrologi, genangan air, sistem drainase
Analisis Kebutuhan Real Material Pada Pekerjaan Struktur Gedung SD Katolik 10 Santa Theresia GPI Reinhard R. Djajanegara; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67887

Abstract

Material merupakan komponen utama dalam pekerjaan konstruksi yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek dan efisiensi biaya. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang akurat terhadap kebutuhan material di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan material real pada proyek pembangunan Gedung SD Katolik 10 Santa Theresia GPI menggunakan metode Quantity Take Off (QTO). Metode ini digunakan untuk menghitung volume dan jumlah material berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis.Hasil analisis menunjukkan total kebutuhan material meliputi semen 1.609 sak, pasir 143,6 m³, kerikil 122,95 m³, beton ready mix 324,30 m³, batako bekisting 4.085 buah, wiremesh 245 lembar, tripleks 9 mm seluas 1.094,76 m², kayu 5×7×400 sebesar 26,92 m³, serta tulangan baja P8 252,17 kg, P10 11.716,39 kg, S13 4.668,16 kg, S16 23.233,66 kg, dan S19 16.508,02 kg. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan kebutuhan material yang lebih efisien dan akurat. Kata kunci: Kebutuhan Material Real, Quantity Take Off, proyek konstruksi
Respons Psikologis Masyarakat Terhadap Proyek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi: Kekhawatiran Ekspansi Lahan Dan Kehilangan Air Permukaan pada PLTP Unit 5 & 6 (2×20 MW), Kecamatan Tompaso, Minahasa Hendra Riogilang; Tiny Mananoma; Steenie E. Walah
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67916

Abstract

Dalam konteks pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 5 dan 6 (2×20 MW) di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, telah muncul dampak psikologis berupa kekhawatiran masyarakat terkait potensi perluasan penggunaan lahan untuk pembangunan infrastruktur dan instalasi pipa. Kekhawatiran signifikan lainnya adalah kemungkinan berkurangnya debit air permukaan yang berasal dari mata air alami, yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tonsewer Selatan untuk kegiatan pertanian hortikultura. Sektor hortikultura merupakan sumber utama mata pencaharian masyarakat Tonsewer Selatan. Oleh karena itu, sumber daya air dan lahan merupakan aset vital yang harus dijaga kelestarian dan keberlanjutannya. Berdasarkan kekhawatiran tersebut, masyarakat Tonsewer Selatan menyatakan penolakan terhadap proyek pengembangan panas bumi yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Menanggapi permasalahan tersebut serta untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, Asisten II Pemerintah Kabupaten Minahasa menginisiasi suatu kajian ilmiah. Kajian ini meliputi: (i) identifikasi asal-usul air mata air, (ii) evaluasi potensi dampak proyek pengembangan panas bumi Unit 5 dan 6 (2×20 MW), dan (iii) identifikasi daerah imbuhan (recharge area) baik untuk mata air maupun reservoir panas bumi. Melalui kajian ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai keberlanjutan mata air dalam kaitannya dengan keseluruhan proses pengembangan panas bumi. Selain itu, melalui diseminasi dalam bentuk seminar, diharapkan tercapai solusi optimal antara masyarakat dan PT PGE sebagai pengembang, sehingga pembangunan Unit 5 dan 6 dapat berjalan secara efektif tanpa memberikan dampak negatif terhadap sumber daya air alami yang menjadi tumpuan masyarakat Tonsewer Selatan. Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, keberlanjutan sumber daya air, hidrogeologi, persepsi masyarakat, win win solutions
Penetapan Prioritas Pengembangan SPAM Berdasarkan Proyeksi Kebutuhan Air Dan Kesiapan Kelembagaan Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Herawaty Riogilang; Sisca V. Pandey; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67917

Abstract

Penguatan layanan air minum di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tidak dapat bertumpu pada penambahan kapasitas produksi saja. Peningkatan kinerja juga harus menilai mutu air baku, efisiensi distribusi, dan kesiapan kelembagaan pengelola. Artikel ini merumuskan prioritas pengembangan SPAM dengan menelaah proyeksi kebutuhan air, pilihan sumber air baku, hasil pengujian kualitas air, serta kondisi institusi daerah. Penelitian memakai studi kasus deskriptif-analitis dengan memanfaatkan bahan RISPAM 2021, publikasi statistik, regulasi nasional, dan literatur terkini tentang kualitas air serta non-revenue water. Hasil sintesis memperlihatkan bahwa sistem yang ada telah memiliki fondasi operasional, tetapi masih dihadapkan pada ketidaksinkronan data pelanggan, indikasi kehilangan air, dan kapasitas pengelolaan yang terbatas. Sungai Buyat tampil sebagai alternatif sumber air permukaan paling menjanjikan untuk jangka panjang, diikuti Sungai Nuangan dan Poigar-Guaan. Karena seluruh sampel air baku menunjukkan kontaminasi mikrobiologi, pengembangan sumber permukaan harus disertai pengolahan penuh dan desinfeksi yang andal. Prioritas yang direkomendasikan mencakup pemutakhiran data pelanggan, penguatan meterisasi dan penurunan NRW, penegasan sumber utama, peningkatan instalasi pengolahan, serta pembenahan kelembagaan dan kebijakan tarif. Kata kunci: Sistem Penyediaan Air Minum, air baku, kualitas air, kesiapan kelembagaan, Bolaang Mongondow Timur
Pemodelan Perubahan Garis Pantai Akibat Kenaikan Muka Air Laut Dan Intensitas Gelombang Menggunakan Pemodelan Perubahan Numerik Fellicty R. Rengkuan; Muhammad I. Jasin; Jeffry D. Mamoto; Arthur H. Thambas; Ariestides K. T. Dundu; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67938

Abstract

Garis pantai merupakan batas dinamis pertemuan daratan dan air laut yang rentan mengalami perubahan spasial akibat kenaikan muka air laut global dan fluktuasi intensitas gelombang musiman. Pantai Malalayang Kota Manado merupakan wilayah pesisir strategis yang memiliki kerentanan geomorfologis terhadap ancaman abrasi. Keterbatasan data prediktif mengenai arah dan laju abrasi menghambat efektivitas mitigasi bencana di kawasan pesisir ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hidrodinamika, mengkaji pengaruh interaksi kenaikan muka air laut dan gelombang, serta memprediksi visualisasi spasial perubahan garis pantai Malalayang untuk jangka waktu 6 tahun ke depan. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui pemodelan numerik dua dimensi berbasis piranti lunak MIKE 21. Simulasi diintegrasikan menggunakan kopel tiga modul utama: Hydrodynamic Module (HD), Spectral Wave Module (SW), dan Sand Transport Module (ST) yang dijalankan pada skenario tiga musim (Musim Barat, Musim Timur, dan Musim Peralihan). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa intensitas gelombang signifikan ($Hs$) dan kecepatan arus puncak terjadi pada Musim Barat yang memicu laju abrasi paling agresif di area pantai terbuka. Berdasarkan estimasi laju perubahan tahunan hasil ekstrapolasi model, diprediksi dalam jangka 6 tahun ke depan garis pantai Malalayang berpotensi mengalami kemunduran (abrasi) maksimum hingga mencapai 4,1 m pada wilayah kritis pesisir terbuka. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan data teknis ilmiah bagi pemerintah daerah dalam merancang infrastruktur bangunan pengaman pantai (coastal defense structures) secara efektif. Kata kunci: perubahan garis pantai, kenaikan muka air laut, intensitas gelombang, MIKE 21, Pantai Malalayang
Analisis Kestabilan Lereng Timbunan Dengan Sistem GRS Pasca Longsor Pada SPAM Ratahan, Tosuraya Barat, Kab. Minahasa Tenggara Gilang P. R. Sineke; Roski R. I. Legrans; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67972

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kegagalan lereng pada lokasi SPAM Ratahan, Kelurahan Tosuraya Barat, Kabupaten Minahasa Tenggara, yang ditandai dengan longsoran tanah, perubahan geometri lereng, serta kondisi tanah yang tidak stabil. Kondisi tersebut menyebabkan lereng tidak memenuhi kriteria stabilitas geoteknik dan berpotensi membahayakan infrastruktur di sekitarnya, sehingga diperlukan perencanaan teknis yang tepat untuk mencegah keruntuhan ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kestabilan lereng pasca longsor serta merancang timbunan dengan sistem Geosynthetic Reinforced Soil (GRS) guna meningkatkan stabilitas lereng. Metode penelitian meliputi analisis stabilitas lereng eksisting menggunakan metode Bishop Simplified dengan perangkat lunak Slide 6.0, serta back analysis untuk memperoleh parameter kuat geser tanah pada kondisi kritis. Data yang digunakan berasal dari observasi lapangan, hasil uji Cone Penetration Test (CPT/sondir), geometri lereng, dan parameter tanah hasil korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng eksisting memiliki faktor keamanan sebesar 2,711, sedangkan melalui back analysis diperoleh sudut geser dalam tanah sebesar 34,04° pada kondisi kritis (FK ≈ 1). Perancangan timbunan dengan sistem GRS menghasilkan peningkatan stabilitas dengan geometri tinggi 13 m, lebar bawah 18,4993 m, lebar atas 6,917 m, dan kemiringan 42°. Faktor keamanan geser rotasional meningkat dari 0,621 menjadi 3,437, daya dukung tanah meningkat dari 4,68 menjadi 7,749, serta stabilitas eksternal memenuhi kriteria dengan FK guling 7,837 dan FK geser 3,557. Analisis global menunjukkan FK sebesar 1,856, sedangkan analisis dengan PLAXIS 2D menghasilkan deformasi 0,05832 m dengan FK 1,830. Dengan demikian, sistem perkuatan GRS terbukti efektif dalam meningkatkan kestabilan lereng secara menyeluruh dan dapat dijadikan solusi rehabilitasi pasca longsor pada lokasi SPAM Ratahan. Kata kunci: stabilitas lereng, Geosynthetic Reinforced Soil, back analysis, faktor keamanan, PLAXIS 2D
Perancangan Tiang Granular Pada Timbunan Tanah Di Preservasi Ruas Jalan Piramid-Tiom Km 54+200, Kab. Lanny Jaya, Provinsi Papua Arzhi D. Maggie; Alva N. Sarajar; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67996

Abstract

Tanah lunak dengan daya dukung rendah sering menjadi permasalahan utama dalam proyek konstruksi, karena dapat menimbulkan penurunan berlebihan maupun keruntuhan yang mengancam stabilitas dan keamanan struktur. Salah satu solusi yang efektif untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui perbaikan tanah dengan metode tiang granular. Metode ini dilakukan dengan menambahkan material granular ke dalam endapan tanah lunak sehingga terbentuk elemen perkuatan yang mampu meningkatkan kapasitas dukung dan mengurangi deformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan tiang granular dalam meningkatkan daya dukung tanah serta mengurangi penurunan pada ruas jalan Piramid-Tiom km 54+200 Kab. Lanny jaya, Provinsi Papua dengan dasar tanah lunak. Analisis dilakukan menggunakan data hasil uji Standard Penetration Test (N-SPT) dan desain konstruksi yang telah direncanakan. Perhitungan meliputi evaluasi daya dukung dan penurunan tanah sebelum dan sesudah pemasangan tiang granular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tiang granular mampu meningkatkan daya dukung tanah secara signifikan, dengan nilai peningkatan mencapai 543,905 dibandingkan kondisi sebelum 361,527. Selain itu, penurunan tanah dapat dikurangi dengan selisih antara 0,003–0,015 meter, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja struktur jalan di atas tanah lunak. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan tiang granular merupakan metode perbaikan tanah yang efektif dan dapat diandalkan dalam meningkatkan stabilitas serta mengurangi risiko deformasi pada konstruksi di atas tanah lunak. Kata kunci: perbaikan tanah, tiang granular, daya dukung, penurunan, jalan Piramid-Tiom
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Bulotoan Desa Rerer I Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa Javier J. Wajong; Arthur H. Thambas; Ariestides K. T. Dundu; Jeffry D. Mamoto; Muhammad I. Jasin; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.68053

Abstract

Pantai Bulotoan yang berada di Kecamatan Kombi, Desa Rerer I, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, terletak pada posisi 1°15'18.46" LU – 125°03'22.30" BT. Kawasan pesisir ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk berbagai aktivitas, namun kondisi energi gelombang laut yang cukup tinggi di wilayah tersebut menyebabkan terjadinya abrasi pantai. Energi gelombang yang besar secara terus-menerus mengakibatkan pengikisan pada garis pantai sehingga berpotensi menyebabkan mundurnya garis pantai dan dapat berdampak terhadap lingkungan pesisir serta infrastruktur yang berada di sekitarnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu perencanaan bangunan pengaman pantai yang efektif untuk mengurangi dampak abrasi di Pantai Bulotoan, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Perencanaan pengaman pantai dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder yang diperoleh dari Power DAV NASA dan SRGI berupa data angin, pasang surut, serta data penunjang lainnya yang kemudian dianalisis menggunakan metode perencanaan bangunan pantai dan software penunjang. Hasil analisis tersebut digunakan untuk menentukan jenis dan dimensi bangunan pengaman pantai yang sesuai dengan kondisi lokasi penelitian. Dari hasil analisis data diperoleh bangunan pengaman pantai tipe Hard Structure berupa Groin tipe T yang berfungsi untuk mengendalikan transport sedimen sepanjang pantai serta mengurangi energi gelombang pada area yang dilindungi, dengan tinggi mercu 8,3 m, lebar puncak 4,4 m, kemiringan bangunan 1:2, lebar toe protection 7,99 m, serta tinggi toe protection 3,101 m. Kata kunci: bangunan pengaman pantai, groin tipe T, Pantai Bulotoan
Analisis Kestabilan Lereng Galian Pada Kawasan Perumahan Kharisma Koka, Minahasa Agnes T. Mandagi; Alva N. Sarajar; Kerin M. Luntungan
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.68147

Abstract

Pembangunan kawasan perumahan pada daerah dengan topografi berbukit memerlukan pekerjaan galian lereng yang berpotensi menimbulkan masalah kestabilan lereng. Kawasan Perumahan Kharisma Koka, Minahasa merupakan salah satu lokasi yang memiliki kondisi lereng galian dengan kemiringan relatif curam sehingga perlu dilakukan analisis stabilitas untuk mengurangi risiko longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan lereng sebelum diberi perkuatan, setelah diberi perkuatan soil nailing, serta setelah diberi perkuatan soil nailing dengan pengaruh beban gempa. Penelitian menggunakan data sekunder berupa hasil uji sondir (Cone Penetration Test/CPT) dan data geometri lereng yang dimodelkan menggunakan AutoCAD. Analisis kestabilan dilakukan secara manual dengan metode Fellenius dan Bishop serta menggunakan perangkat lunak Rocscience Slide 6.0. Analisis dilakukan pada dua lereng dengan kondisi undrained (jangka pendek) dan drained (jangka panjang). Perkuatan lereng direncanakan menggunakan metode soil nailing berdasarkan pedoman FHWA (2003), kemudian dievaluasi kembali terhadap pengaruh beban gempa. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi lereng eksisting berada dalam keadaan tidak stabil karena seluruh nilai faktor keamanan lebih kecil dari 1,25. Pada Lereng 1 diperoleh FK metode Fellenius sebesar 0,483 (undrained) dan 0,290 (drained), sedangkan metode Bishop sebesar 0,491 (undrained) dan 0,302 (drained). Pada Lereng 2 diperoleh FK metode Fellenius sebesar 0,539 (undrained) dan 0,253 (drained), sedangkan metode Bishop sebesar 0,626 (undrained) dan 0,271 (drained). Setelah diberikan perkuatan soil nailing, nilai faktor keamanan meningkat hingga mencapai 1,644–1,746. Pada kondisi gempa, nilai faktor keamanan berkisar antara 1,137–1,269 sehingga masih memenuhi persyaratan minimum SNI 8460:2017. Dengan demikian, perkuatan soil nailing terbukti efektif meningkatkan kestabilan lereng galian pada kawasan Perumahan Kharisma Koka, Minahasa. Kata kunci: stabilitas lereng, faktor keamanan, soil nailing, beban gempa, metode Fellenius, metode Bishop