cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Makatana Kecamatan Likupang Timur Cicilia G. Sumaraw; Jeffry D. Mamoto; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54726

Abstract

Pantai Makatana berada di Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara, adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Umumnya perkembangan daerah pantai lebih pesat dibandingkan dengan daerah pedalaman, namun beriringan dengan perkembangan ada pula masalah yang terjadi. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini yang menyebabkan erosi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanan pengaman pantai yang tepat di pantai Makatana, Likupang Timur. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari BMKG Kota Bitung dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis revetment mengunakan Kubus Beton dan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 3.31 m, Lebar Puncak 2.2 m, dengan kemiringan pengaman 1:3, lebar Toe Protection 4.10 m, serta tinggi Toe Protection 1.54 m. Kata kunci: Pantai Makatana, gelombang, erosi, pengaman pantai, revetment
Evaluasi Kapasitas Penampang Terhadap Debit Banjir Sungai Kilu Di Jembatan Kilu Kelurahan Paniki Satu Kecamatan Mapanget Kota Manado Giovani A. Patiro; Cindy J. Supit; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54736

Abstract

Sungai Kilu adalah sungai yang mengalir melalui di Kelurahan Paniki Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Penyebab utama terjadinya banjir adalah curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu yang cukup Panjang sehingga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat sekitar bantaran sungai Kilu lebih khusus para pengendara yang melewati jembatan kilu. Maka diperlukan upaya pengendalian banjir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui besarnya debit banjir dan tinggi muka air Sungai Kilu. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum di ambil dari pos MRG Talawaan pada tahun 2012 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS SCS, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan melakukan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Setelah itu dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang telah dikalibarasi menggunakan program computer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukan ke dalam program computer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air dengan menggunakan data penampang yang telah diukur di lapangan. Hasil simulasi dengan menggunakan HEC-RAS didapatkan tinggi muka air untuk semua kala ulang (Q), tidak terjadi luapan air pada STA 0+25, STA 0+100, STA 0+150, dan STA 0+200. Pada STA 0+50 dan STA 0+75 terjadi luapan air untuk semua Kala ulang (Q). Dan pada STA 0+125 terjadi luapan air untuk kala ulang 25 tahun (Q25), 50 tahun (Q50), dan 100 tahun (Q100). Kata kunci: Sungai Kilu, debit banjir, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Perbandingan Waste Pada Penulangan Balok Dengan Menggunakan Metode Konvensional Dan Software Cutting Optimization Pro Syafiqah F. Korompot; Jermias Tjakra; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54737

Abstract

Material sebagai salah satu sumber daya proyek merupakan faktor penting yang berkontribusi sebesar 40-60% terhadap biaya proyek maka dari itu material berperan penting dalam menunjang keberhasilan sebuah proyek konstruksi. Dalam penelitian ini akan membahas tentang salah satu material yang tidak bisa lepas dari sebuah proyek konstruksi yaitu besi tulangan beton. Pekerjaan pembesian pada tulisan ini hanya berfokus pada penulangan balok. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang bertujuan untuk membandingkan perhitungan waste menggunakan metode konvensional dan software cutting optimization pro. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan penulangan balok yang paling optimal dan menekan waste ke nilai terkecil pada Proyek Ruko Puri Kelapa Gading Minahasa Utara. Berdasarkan hasil penelitian pemotongan besi ulir D16 mm menggunakan metode konvensional menghasilkan waste level sebesar 6,1% dan waste cost sebesar Rp1.273.657,07. Hasil waste menggunakan bantuan perangkat lunak (software) melalui software cutting optimization pro sebesar 0,7%. Hasil perbandingan waste dengan menggunakan metode konvensional dan software cutting optimization pro yaitu software tersebut dapat meminimalisir waste pada penulangan balok sebesar 5,4%. Kata kunci: waste, Software Cutting Optimization Pro, besi tulangan
Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Desa Winorangian Satu Kecamatan Tombatu Utara Kabupaten Minahasa Tenggara Gracia K. Manoppo; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54741

Abstract

Desa Winorangian Satu memanfaatkan mata air di Area Kuala Mati Gunung Soputan yang terletak ± 5 km dari pemukiman. Air bersih yang ada di desa Winorangian Satu masih belum tersalurkan secara merata dikarenakan sistem jaringan perpipaannya belum tertata dengan baik. Untuk itu perlu adanya pengembangan sistem jaringan air bersih di desa Winorangian Satu. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data primer dan sekunder untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air bersih. Untuk menganalisis ketersediaan air bersih dilakukan pengukuran langsung debit mata air sebesar 7,24 liter/detik. Kebutuhan air bersih diproyeksi dengan analisis regresi linier. Pertumbuhan penduduk hingga tahun 2042 mencapai 1043 jiwa, dengan kebutuhan air harian maksimum 0,962 liter/detik. Sistem perpipaan menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan software Epanet 2.2 dengan menggunakan pipa jenis HDPE. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air menggunakan Bronkaptering kemudian air dialirkan melalui pipa distribusi ke Bak Pelepas Tekan (BPT), kemudian di alirkan lagi ke Reservoir (Bak Penampung), dan yang terakhir air dialirkan dari Reservoir ke Hidran Umum (HU) pertama sampai Hidran Umum terakhir. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Winorangian Satu sampai tahun 2042, dibutuhkan 11 Hidran Umum. Kata kunci: pengembangan, air bersih, Desa Winorangian Satu
Analisis Efisiensi Penggunaan Sengkang Besi Beton Pada Proyek Ruko Puri Kelapa Gading Minahasa Utara Natania E. Oroh; Jermias Tjakra; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54748

Abstract

Sisa material (waste) merupakan salah satu masalah serius pada pelaksanaan proyek konstruksi. Khususnya material besi beton pada pembuatan sengkang, penggunaan besi beton sering menimbulkan sisa yang tidak menentu jumlahnya, memahami ukuran besi dan pemotongan yang tepat sangat penting untuk menghindari kerugian yang terjadi karena salah dalam estimasi dan pemotongan akan mengakibatkan kerugian. Jika dilihat dari faktor penyebab terjadinya sisa material besi beton terhadap kegiatan konstruksi yang terjadi pada penelitian ini yaitu pertama, waste besi beton terjadi akibat pola pemotongan besi beton yang tidak optimal. Kedua, waste besi beton terjadi karena kelebihan jumlah pembelian dibandingkan dengan kebutuhan. Dalam penelitian ini akan membahas pengoptimalan pemotongan sengkang besi beton pada pekerjaan pembesian dari sebuah proyek konstruksi. Pekerjaan pembesian pada tulisan ini hanya berfokus pada penulangan sengkang struktur kolom dan balok. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang bertujuan untuk memperoleh sisa material (waste) paling efisien menggunakan metode bar bending schedule. Tujuan penelitian untuk menghasilkan penulangan sengkang pada kolom dan balok paling optimal dengan menekan waste ke nilai terkecil pada Proyek Ruko Puri Kelapa Gading. Berdasarkan hasil penelitian pemotongan besi polos D10 untuk sengkang besi beton menggunakan metode bar bending schedule menghasilkan waste sebesar 0,29%. Kata kunci: bar bending schedule, besi beton, sengkang, waste
Studi Kerusakan Pantai Motandoi Di Desa Motandoi Selatan Kecamatan Pinolosian Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Dicky Djadinira; M. Ihsan Jasin; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54751

Abstract

Pantai merupakan daerah di tepi perairan yang dipengaruhi oleh air pasang laut tertinggi dan surut terendah. Dasa Motandoi selatan merupakan desa yang sebagian penduduknya bekerja sebagai nelayan dan tinggal di pesisir pantai Motandoi. Faktor alam berupa gelombang yang cukup besar pada musim-musim tertentu sering terjadi di pantai tersebut sehingga mengakibatkan pemunduran pada garis pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder serta analisis data yang meliputi analisis kerusakan pantai dan penentuan tingkat kerusakan dan penentuan prioritas penanganan. Dari hasil analisis berdasarkan Surat Edaran Kementrian Pekerjaan Umum Nomor: 08/SE/M/2010 prioritas penanganan kerusakan yang dipilih adalah pemunduran pada garis pantai dengan bobot 250 dan skala prioritas B (sangat diutamakan) yang berarti pantai tersebut memiliki tingkat kerusakan yang amat besar. Dan berasarkan Penyusunan Tingkat Kerusakan Pantai (Triadmodjo, 2012), tingkat keusakan pantai tersebut memiliki bobot total 700 yang berarti skala prioritas penanganan pantai tersebut amat sangat diutamakan (A) dan memiliki tingkat kerusakan yang amat sangat besar. Dari hasl analisis dengan menggunakan kedua metode tersebut dapat dinyatakan bahwa pantai Motandoi membutuhkan penanganan segera. Kata kunci: Pantai Motandoi, prioritas penanganan, tingkat kerusakan pantai
Analisis Neraca Air Sungai Ranowangko Di Titik Bendung Ranowangko 2 Kelurahan Kayawu Kota Tomohon Jonathan R. Kawet; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54752

Abstract

Sungai Ranowangko, di Sulawesi Utara, Indonesia, mengalir melewati beberapa kelurahan di Kota Tomohon dan sejumlah desa di Kabupaten Minahasa. Bendung Ranowangko 2, yang terletak di Kelurahan Kayawu, menjadi salah satu titik pengelolaan sumber daya air. Untuk memberikan pemahaman terkait distribusi air dan bagaimana ketersediaan air di daerah tersebut, dilakukan suatu analisis terkait neraca air. Analisis Neraca Air melibatkan perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Ketersediaan air dihitung dengan data debit tahun 2008–2021 yang didapatkan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I. Metode NRECA merupakan metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan air yang berfokus pada kebutuhan air irigasi. Setelah melakukan analisis neraca air, hasil yang diberikan menunjukkan bahwa debit sungai yang tersedia masih mampu melayani lahan irigasi pada periode Jan I, Feb I, Feb II, Mar I, Mar II, Apr I, Apr II, Mei I, Jun I, Jun II, Jul I, Oct II, Nov I, Nov II, Des I, Des II. Sementara itu, pada periode Jan II, Mei II, Jul II, Ags I, Ags II, Sep I, Sep II, Okt I debit sungai yang tersedia belum mampu melayani lahan irigasi karena ketersediaan air masih lebih kecil dari kebutuhan. Kata kunci: Sungai Ranowangko, Metode NRECA, Neraca Air
Evaluasi Kinerja Bangunan Pengaman Pantai Di Kawasan Bahu Mall Kota Manado Brenda W. Tarore; Ariestides K. T. Dundu; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54755

Abstract

Kota Manado yang memiliki bentang alam dengan karakteristik pantai, daratan dan perbukitan menjadi nilai tambah untuk kemajuan kota manado. Pesisir pantai bahu telah menjadi salah satu destinasi wisata di kota Manado. Menurut pengamatan, pada pantai di Kawasan bahu mall kota manado telah mengalami perubahan fisik (kerusakan) pada daerah pesisir pantai, dengan Kondisi Bangunan Pengaman (sea wall) yang ada di beberapa titik telah mengalami kerusakan. Sehubungan dengan kondisi tersebut maka pada kajian ini akan dilakukan evaluasi kinerja bangunan sea wall yang sudah ada berdasarkan analisis yang dilakukan dengan memperhitungkan gaya alam yang terdapat di sekitar pantai untuk mengetahui bangunan sea wall tersebut efektif atau tidak efektif terhadap pengaruh gelombang, memerlukan data-data seperti data pasang surut, data angin selama 5 tahun, batimetri, dan eksisting dimensi bangunan yang ada. Berdasarkan hasil analisa penelitian, gelombang laut yang paling tinggi di Pantai Kawasan Bahu Mall Kota Manado terdapat dari arah Barat Laut, dengan gelombang maksimum yang terjadi pada bulan Agustus 2018, untuk tinggi gelombang 1,900 m dan periode gelombang 9,228 det. Pada perhitungan run-up terhadap eksisting seawall di lokasi penelitian, didapat tinggi run-up maksimum pada kedalaman 0 m yang di akibatkan oleh elevasi HHWL sebesar 2,2049 m, MSL sebesar 3,0869 dan LLWL yaitu sebesar 1,7915 m dan terjadi overtopping, bangunan tidak efektif dalam mereduksi gelombang yang ada. Kata kunci: seawall, transformasi gelombang, run-up, overtopping
Perencanaan Kembali Struktur Beton Bertulang Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Di Kota Manado Anjelly P. Turangan; Servie O. Dapas; Mielke R. I. A. J Mondoringin
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54756

Abstract

Kebutuhan pembanguan dibidang kesehatan akibat semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan penduduk dikota Manado, tak bisa dipungkiri. Pembangunan gedung layanan kesehatan menjadi langkah yang baik untuk menunjang kebutuhan di bidang kesehatan. Dalam perencaanan ini, struktur yang akan dirancang adalah Balai Kesehatan Ibu dan anak 4 lantai di Kota Manado. Sebagai gedung bertingkat yang dibangun di kota Manado yang merupakan daerah rawan gempa, maka perencanaannya harus dilakukan sebaik-baiknya memperhatikan kekuatan, kekakuan, dan daktilitas strukturnya. Struktur gedung yang direncanakan merupakan struktur beton bertulang dengan panjang bangunan = 42 m, lebar = 26,6 m, dan tinggi = 17, 5 m. Terletak di Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan nilai SDS = 0,7484 dan SD1 = 0,5635, jenis tanah termasuk kelas situs SD atau tanah sedang, maka struktur termasuk dalam Kategori Desain Seismik (KDS) “D”, sehingga direncanakan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Komponen struktur yang direncanakan, yakni balok, kolom dan pelat dengan mutu beton (f’c) = 30 MPa, mutu tulangan longitudinal (fy) = 420 MPa dan tulangan transversal (fyt) = 280 MPa. Perhitungan beban mati dan beban hidup megikuti SNI 1727:2020. Beban gempa menggunakan analisis dinamik ragam spektrum respon sesuai SNI 1726:2019. Perencanaan beton struktural untuk bangunan gedung mengacu pada SNI 2847:2019. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan bantuan Software ETABS Ultimate V.20. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan yang telah dilakukan, strukur gedung telah memuhi persyaratan dan aman terhadap gaya-gaya yang bekerja termasuk gaya gempa. Elemen struktur dan penulangan mampu menahan gaya momen dan gaya-geser yang bekerja pada penampang dan telah memenuhi persyaratan pendetailan SRPMK, yaitu Strong Column Weak Beam untuk mendapatkan struktur yang bersifat kuat, kaku dan daktail. Kata kunci: perencanaan struktur, beton bertulang, SRPMK, ETABS
Review Potensi Debit Banjir Dan Elevasi Muka Air Sungai Sosoan Sapa Kelurahan Tumatangtang Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon Marcelino G. R. Mamoto; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54769

Abstract

Sungai Sosoan Sapa mengalir dari Gunung Toulangkow dan melintasi Kelurahan Tumatangtang. Pada saat intensitas hujan yang tinggi, sungai ini meluap dan membanjiri Kelurahan Tumatangtang. Usaha warga telah dilakukan untuk mengatasi banjir tersebut namun masih kurang berhasil. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui besarnya debit banjir dan tinggi muka air yang potensial terjadi sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian dari bencana tersebut. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dari tahun 2012 s/d 2021 yang berasal dari stasiun Klimatologi Kakaskasen. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi dengan menggunakan program komputer HEC-RAS menunjukkan adanya luapan di STA 0+25 pada kala ulang 50 dan 100 tahun. Luapan terjadi pada STA 0+75 dan STA 0+100 pada kala ulang 10 sampai 100 tahun. Pada STA 0+200 luapan terjadi pada kala ulang 25 sampai 100 tahun dan pada STA 0+175 luapan hanya terjadi pada kala ulang 100 tahun. Luapan juga terjadi pada STA 0+50 dan STA 0+125 pada setiap kala ulang. Hasil simulasi juga menunjukkan tidak terjadi luapan pada STA 0+150 pada setiap kala ulang. Kata kunci: Sungai Sosoan Sapa, HEC-HMS, HEC-RAS