cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Studi Penilaian Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Lentur Menggunakan Metode PCI dan RCI (Studi Kasus: Ruas Jalan Talawaan Bajo-Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara) Faradiyah Basyarewan; Lucia G. J. Lalamentik; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54519

Abstract

Ruas Talawaan Bajo-Budo merupakan ruas jalan yang dilalui untuk menuju ke berbagai tempat wisata sehingga dengan adanya sektor pariwisata ini akan berpengaruh pada tingkat perekonomian warga. Kondisi jalan yang rusak akan berdampak pada sektor ekonomi serta terganggunya aktivitas pengguna jalan tersebut. Dari pengamatan awal yang dilakukan di ruas jalan Talawaan Bajo-Budo pada STA 5+800 didapati beberapa jenis kerusakan jalan seperti retak tepi, pelepasan butiran, retak memanjang dan melintang, tambalan, serta corrugation (keriting), dimana terlihat beberapa jenis kerusakan tersebut cukup menggangu kenyamanan pengguna jalan sehingga diperlukan pemeriksaan kondisi permukaan perkerasan. Penelitian ini melakukan Studi Penilaian Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Lentur dengan observasi secara visual menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index) dan RCI (Road Condition Index) yang dilakukan di ruas jalan Talawaan Bajo-Budo untuk membuktikan apakah tingkat kerusakan jalan di daerah tersebut sudah menggangu aspek kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sehingga dapat memberikan saran penanganan yang sesuai dengan kondisi dan tingkat kerusakan jalan. Kondisi perkerasan pada ruas jalan Talawaan Bajo-budo menggunakan metode PCI sebagian besar segmennya masuk dalam kondisi perkerasan sempurna (excellent) dengan total 21 segmen, namun ada beberapa segmen yang didapati dengan kondisi sangat buruk dengan jenis kerusakan yang mendominasi yaitu retak memanjang dan melintang yang memiliki nilai rata-rata kepadatan sebesar 9,31%. Sedangkan kinerja perkerasan pada ruas jalan Talawaan Bajo-budo menggunakan metode RCI sebagian besar segmennya masuk dalam kategori cukup dengan total 17 segmen dan mempunyai nilai RCI minimum sebesar 3,5 dengan kondisi perkerasan rusak. Usulan perbaikan beradasarkan Peraturan Menteri PU No.13/PRT/M/2011 secara keseluruhan untuk metode RCI adalah program pemeliharaan rutin atau berkala. Saran perbaikan Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Marga lebih fokus pada saran pencegahan untuk tingkat kerusakan yang masih tergolong rendah maupun menengah, dan untuk tingkat kerusakan yang tinggi akan memerlukan saran penanganan rehabilitasi yang mayor. Kata kunci: studi penilaian, PCI (Pavement Condition Index), RCI (Road Condition Index)
Analisis Neraca Air Sungai Ranowangko Di Titik Bendung Ranowangko 1 Kelurahan Woloan Satu Utara Kota Tomohon Zefanya I. G. Pangemanan; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54556

Abstract

Sungai Ranoawangko yang mengalir melewati beberapa kelurahan di Kota Tomohon dimanfaatkan untuk mengairi lahan irigasi. Akan tetapi, dibeberapa periode, debit sungai Ranowangko mengalami penurunan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan studi mengenai neraca air dan melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air Sungai Ranowangko di titik Bendung Ranowangko 1. Analisis Neraca Air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan air dan kebutuhan air. Ketersediaan air dihitung berdasarkan seri data debit tahun 2008- 2021 yang bersumber dari Balai Wilayahh Sungai Sulawesi I dan transformasi hujan menjadi aliran menggunakan metode NRECA. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air irigasi. Hasil analisis neraca air pada Sungai Ranowangko di titik Bendung Ranowangko 1 menunjukan debit sungai yang tersedia masih mampu melayani lahan irigasi total pada periode Feb I, Feb II, Mar I, Apr II, Nov I, Nov II, Des I, Des II, tetapi pada periode Jan I, Jan II, Mar II, Apr I, Mei I, Mei II, Jun I, Jun II, Jul I, Jul II, Ags I, Ags II, Sep I, Sep II, Okt I, Okt II belum mampu melayani lahan irigasi karena ketersediaan air masih lebih kecil dari kebutuhan air. Kata kunci: Sungai Ranowangko, Metode NRECA, neraca air
Analisis Anggaran Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Utama Polres Bogor Christina A. J. Pangkey; Grace Y. Malingkas; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54567

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi dapat diukur berdasarkan pemenuhan tujuan proyek yang meliputi penyelesaian tepat waktu, sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan dan mencapai standar kualitas yang diharapkan. Dalam merencanakan sebuah konstruksi bangunan sangat memerlukan adanya analisis biaya untuk memperkirakan kebutuhan biaya yang diperlukan dan mendapatkan biaya yang paling efisien. Rencana Anggaran Biaya (RAB) sangat erat hubungannya dalam setiap pekerjaan proyek konstruksi. Untuk merencanakan sebuah anggaran biaya yang didasarkan pada analisis berbagai material, peralatan yang digunakan dan upah untuk setiap aspek pekerjaan. Dari hasil analisis tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Proyek Pembangunan Gedung Utama Polres Bogor. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah data Sekunder. Sumber data berupa data harga upah dan bahan/material, Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), serta rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek yang diperoleh dari kontraktor, dan sebagai pembanding untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperoleh dari suvery di Kota Manado. Berdasarkan hasil analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Proyek Pembangunan Gedung Utama Polres Bogor senilai Rp. 21.320.183.066,00 dan jika proyek tersebut menggunakan harga bahan/material dan upah yang dilaksanakan di Kota Manado maka mendapatkan harga senilai Rp. 21.955.431.271,00. Selisih yang didapatkan dari perhitungan perbandingan tersebut sebesar Rp. 635.248.205,00, dengan persentase selisih perhitungannya adalah sebesar 2,98%. Dari hasil penelitian ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbandingan harga yaitu: harga bahan/material dan upah. Maka dapat disimpulkan bahwa untuk perhitungan Rencana Anggaran Biaya di Kota Manado lebih tinggi dibandingkan dengan Rencana Anggaran Biaya di Kota Bogor. Kata kunci: proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), AHSP
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Serawet Kecamatan Likupang Timur Muhammad A. Z. Safii; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54568

Abstract

Sungai serawet adalah salah satu sungai yang terletak di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Tahun 2023 terjadi hujan deras yang mengakibatkan debit air di sungai serawet meningkat yang mengakibatkan luapan air sungai menggenangi pemukiman warga di sekitar aliran sungai Serawet. Dengan demikian perlu dilakukan analisis debit banjir dan tinggi muka air. Analsis dimulai dengan analisis frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang di ambil dari pos Hujan Talawaan dan Pos Hujan Klimatologi Maen pada tahun 2008 s/d 2022. Pemodelan hujan aliran dilakukan pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convervation Service serta baseflow menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan melakukan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah curve number. Hasil debit puncak menunjukan 30,3 m3 /det. Setelah itu dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang sudah dikalibrasi menggunakan program computer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air dengan menggunakan data penampang yang telah diukur di lapangan. Hasil simulasi menunjukan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+50 sampai 0+200 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Sungai Serawet, banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Dinding Dengan Menggunakan Metode Work Sampling Pada Proyek Pembangunan Ruko Cluster Amethyst Kawanua Emerald City Manado Vivian G. Iroth; Grace Y. Malingkas; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54587

Abstract

Produktivitas yang baik sangat penting untuk keberhasilan proyek konstruksi. Produktivitas tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap tingkat keuntungan dan kerugian suatu proyek. Ketika dalam pelaksanaan dilapangan, kesalahan dapat terjadi karena tenaga kerja tidak melakukan tugas secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar produktivitas pada pekerjaan dinding menggunakan metode Work Sampling pada proyek pembangunan ruko cluster amethyst kawanua emerald city manado. Dari hasil analisis Work Sampling produktivitas tenaga kerja dalam pekerjaan dinding di lantai 2, setiap pekerjaan mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Produktivitas tenaga kerja untuk pekerjaan pasangan bata sebesar 15.981 m2/hari, untuk pekerjaan plesteran dinding sebesar 46.478 m2/hari, dan pekerjaan acian dinding sebesar 35.752 m2/hari. Kata kunci: produktivitas, tenaga kerja, work sampling
Analisis Neraca Air Bendung Dodokuseng Daerah Irigasi Noongan Kabupaten Minahasa Injilia P. Timbuleng; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54716

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis neraca air di Bendung Dodokuseng, yang merupakan bagian dari daerah irigasi Noongan di Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa. Dilihat dari pemanfaatan air yang sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, maka dengan melakukan review neraca air, diharapakan dapat memberikan pemahaman tentang pemanfaatan sumber daya air yang optimal. Analisis ini menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) untuk menghitung ketersediaan air, yang juga diikuti oleh data-data penunjang, yaitu data curah hujan, data topografi dan klimatologi, serta data debit terukur sungai. Hasil dari analisis neraca air menunjukan bahwa ketersediaan air untuk pemenuhan kebutuhan irigasi ditambah dengan kebutuhan untuk pemeliharaan sungai, tidak mampu memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi. Namun, terjadi surplus air apabila tidak memperhitungkan kebutuhan pemeliharaan sungai. Kata kunci : Bendung Dodokuseng, Metode NRECA, neraca air
Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Di RSU GMIM Kalooran Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Dengan Sistem Aerob-Anaerob Gilbert A. Rapar; Cindy J. Supit; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54717

Abstract

Rumah sakit juga tempat adanya orang sakit maupun orang sehat, sebagai sarana pelayanan kesehatan dapat memungkinkan terjadi penularan penyakit, penyemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah sakit adalah sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yaitu bangunan air yang berfungsi sebagai air buangan yang berasal dari kegiatan medis yang di fasilitas pelayanan kesehatan dirumah sakit.`Dalam Kabupaten Minahasa Selatan tepatnya Amurang terdapat sebuah RSU GMIM Kalooran Amurang, Upaya pencegahan timbulnya pencemaran lingkungan dan bahaya yang diakibatkan serta yang akan menyebabkan kerugian social ekonomi, kesehatan dan lingkungan, maka harus ada pengelolaan secara terhadap limbah tersebut, agar bisa dikurangi atau dihilangi sifat bahayanya. Hasil dari penelitian yang dilakukan di inlet dan outlet bahwa IPAL RSU Kalooran Amurang termasuk dalam kategori dengan tingkat efisiensi yang cukup memuaskan , efisiensi kinerja dari IPAL RSU sudah terpenuhi empat parameter yang ditentukan. Berdasarkan hasil data analisis outlet IPAL RSU Kalooran Amurang di laboratorium setempat, akan dianalisis berdasarkan PERMEN LHK-RI No.68 tahun 2016 sesuai dengan setiap parameternya sebagai berikut, Ph dari 6,83 mg/1 mengalami peningkatan menjadi7,24 mg/1, BOD dari 8,6 mg/1 mengalami penurunan menjadi 7 mg/1, TSS 25 mg/1 mengalami penurunan menjadi 12 mg/1, Amoniak 12 mg/1 mengalami penurunan menjadi 0,08 mg/1, Total Coliform melebihi standar baku mutu. IPAL RSU dapat beroperasi dengan baik jika diberikan perawatan secara berkala yang efisien dan optimal, serta dalam pencegahan tingginya pencemar perlu dilakukan penambahan bahan penghlang pencemar. Pelatihan karyawan juga penting dalam kinerja IPAL agar beroperasi normal. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak Rumah Sakit Umum GMIM Kalooran Amurang dan kiranya dapat membantu meningkatkan kinernya IPAL Rumah Sakit sehingga dapat selalu bekerja secara optimal. Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pH, BOD, TSS, Amoniak, Total Coliform
Analisis Pengaruh Kebisingan Akibat Aktifitas Pesawat Pada Bandar Udara Sam Ratulangi Manado Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Di Sekolah Intan Warisanti; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54720

Abstract

Proses pembelajaran pada umumya adalah proses penyaluran informasi dari pengajar ke pelajar, dimana proses tersebut membutuhkan konsentrasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebisingan akibat aktivitas pesawat Bandara Sam Ratulangi Manado yang terjadi di SD Inpres 01 Paniki Bawah, SD Inpres Mapanget Barat, dan SD GMIM 54 Lapangan yang jaraknya terbilang dekat dengan Bandara. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kebisingan akibat aktivitas pesawat di SD Inpres 01 Paniki Bawah yang berjarak 5,4 km dari bandara yaitu 70,9 dB(A), SD Inpres Mapanget Barat yang berjarak 650 m dari bandara yaitu 69,2 dB(A) dan SD GMIM 54 Lapangan yang berjarak 400 m dari bandara yaitu 64,5 dB(A). Berdasarkan hasil uji Regresi pada One-Way ANOVA menggunakan Software SPSS v.15.0 didapatkan bahwa nilai pengaruh kebisingan pesawat terhadap konsentrasi siswa SD Inpres 01 Paniki Bawah sebesar 0.3%, SD Inpres Mapanget Barat sebesar 1.8% dan SD GMIM 54 Lapangan sebesar 1.6%. Berdasarkan data yang telah diperoleh dari Uji One-Way ANOVA maka dapat disimpulkan bahwa kebisingan akibat aktivias pesawat Bandara Sam Ratulangi masih bisa di toleransi untuk siswa di Sekolah Dasar. Kata kunci: pengaruh kebisingan, konsentrasi belajar, Bandar Udara Sam Ratulangi, One-Way ANOVA, Sound Level Meter
Analisis Risiko Dan Optimasi Pengelolaan Limbah B3 Dengan Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, And Risk Control) Di RSUD Anugerah Tomohon Elsandy P. Lumansik; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54722

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon merupakan rumah sakit umum milik pemerintah Kota Tomohon yang dalam kegiatan pelayanannya, RSUD Anugerah menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Medis Padat yang berpotensi menyebabkan timbulnya penyakit dan mencemari lingkungan sekitar jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi-potensi risiko, memberikan upaya pengendalian risiko, mengevaluasi serta menentukan tindakan optimasi untuk mengoptimalkan kinerja pengelolaan Limbah B3 di RSUD Anugerah Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode HIRARC. Hasil penelitian menunjukan pada pengelolaan Limbah B3, risiko yang teridentifikasi sebanyak 25 risiko. Presentase level risiko terdiri dari 48% kategori level risiko sedang (moderate) dan 52% kategori level risiko rendah (low) yang artinya risiko masuk dalam kategori diterima/ditoleransi. Pengendalian risiko yang dapat diterapkan berdasarkan hierarki pengendalian risiko, dipilih empat macam metode yaitu metode Subtitusi, Rekayasa Teknik, Kontrol Administratif, dan Alat Pelindung Diri. Hasil evaluasi pengelolaan Limbah B3 pengelolaan Limbah B3 di RSUD Anugerah Tomohon secara garis besar belum sesuai dengan peraturan Permenlhk No P.56 Tahun 2015 dan Permenkes No. 7 Tahun 2019. Tindakan optimasi prioritas yang perlu dilakukan yaitu penambahan petugas pengelolaan limbah B3, melakukan pencatatan/rekapitulasi jumlah limbah medis B3 dari berbagai ruangan/instalasi penghasil, merenovasi dan melengkapi fasilitas di TPS Limbah B3. Kata kunci: limbah B3, HIRARC, pengelolaan, optimasi, RSUD Anugerah Tomohon
Optimasi Sistim Penahan Gempa Rumah Susun 4 Lantai Vincentius Juan; Banu D. Handono; Ronny E. Pandaleke
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54724

Abstract

Penahan gempa pada struktur bangunan merupakan aspek krusial dalam rekayasa struktural guna meminimalkan dampak kerusakan akibat gempa bumi. Skripsi ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistim penahan gempa pada struktur bangunan dengan melakukan perencanaan struktur kembali untuk mendapat hasil yang lebih efisien. Pada penelitian ini, dilakukan analisis terhadap kekuatan bangunan dalam menahan gempa dengan mempertimbangkan efisiensi dari penggunaan material sehingga tidak terjadi pemborosan. Metode optimasi yang digunakan mencakup pendekatan pemodelan struktural menggunakan software. Selain itu, skripsi ini melibatkan penerapan algoritma optimasi untuk menentukan konfigurasi optimal dari sistem penahan gempa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kekakuan, kekuatan material, dan efisiensi biaya. Hasil eksperimen dan analisis numerik menunjukkan bahwa penerapan metode optimasi ini dapat menghasilkan konfigurasi sistem penahan gempa yang lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Selain itu, penelitian ini juga memberikan wawasan yang lebih mendalam terkait kinerja struktural dan faktor-faktor krusial yang mempengaruhi optimasi sistem penahan gempa. Temuan dari skripsi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metode rekayasa struktural untuk meningkatkan ketahanan gempa bangunan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi perbaikan desain struktural dan kebijakan konstruksi yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi gempa bumi di masa depan. Kata kunci: penahan gempae, optimasi, perencanaan struktur, efisiensi, software