cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 893 Documents
Perencanaan Sanitary Landfill Pada Tempat Pemrosesan Akhir Di Aertembaga Kota Bitung Palit, Grisella; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Hendra
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66239

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aertembaga Kota Bitung saat ini masih menghadapi kendala penumpukan akibat metode pembuangan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem sanitary landfill yang berwawasan lingkungan untuk masa layanan 10 tahun (2025-2034). Metode penelitian mencakup survei lapangan, analisis proyeksi penduduk menggunakan metode aritmatika, serta perhitungan timbulan sampah berdasarkan standar SNI 3964:2025. Hasil analisis menunjukkan proyeksi penduduk pada tahun 2034 sebesar 193.256 jiwa dengan volume sampah harian mencapai 483,14 m³/hari. Total volume landfill yang dibutuhkan selama 10 tahun adalah 743.140 m³ dengan kebutuhan luas lahan penimbun efektif sebesar 3,72 hektar. Perencanaan teknis ini meliputi desain lapisan kedap (liner system), jaringan drainase lindi, dan sistem ventilasi gas metana untuk meminimalkan risiko pencemaran lingkungan. Kata kunci: TPA Aertembaga, sanitary landfill, pengelolaan sampah, perencanaan teknis
Analisis Mikrostruktur Tanah Lempung Ariake Yang Tersemen Ringan Menggunakan Metode SEM, MIP Dan XRD Pairunan, Rayner; Sarajar, Alva N.; Mandagi, Agnes T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66273

Abstract

Tanah lempung Ariake memiliki mikrostruktur lepas, porositas tinggi, dan sifat mekanis lemah akibat dominasi partikel lempung berlapis. Penelitian ini mengkaji perubahan mikrostruktur akibat stabilisasi semen ringan 3%,4%, dan 5% pada berbagai kadar air menggunakan FE-SEM, MIP, dan XRD. Hasil FE-SEM menunjukkan tanah asli beragregat halus dengan pori besar, sedangkan penambahan semen membentuk produk hidrasi ettringite dan gel C-S-H yang mengikat partikel dan mengisi pori. Perbaikan mikrostruktur paling optimal terjadi pada kadar air 125% dengan 5% semen, ditandai oleh struktur padat dan ikatan antarpartikel yang kuat. Analisis MIP menunjukkan penurunan porositas total dan pergeseran distribusi pori dari makropori ke mesopori seiring peningkatan kadar semen. Sampel 125% dengan 5% semen memiliki densifikasi terbaik, sedangkan kadar air 150% dan 200% tetap berpori besar akibat kelebihan air. XRD mengonfirmasi peningkatan ettringite dan fase C-S-H, sementara mineral lempung dasar tetap dominan namun terlapisi produk hidrasi, sehingga meningkatkan stabilitas geoteknik tanah. Kata kunci: lempung Ariake, stabilisasi semen ringan, FE-SEM; MIP, XRD, mikrostruktur, ettringite, C–S–H, porositas, hidrasi semen
Pengaruh Penggunaan Ground Control Point (GCP) Terhadap Akurasi Peta Situasi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Nainggolan, Kezia J.; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66275

Abstract

Pemetaan fotogrametri yang menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) telah menjadi metode yang umum diterapkan karena kemampuannya dalam menghasilkan data spasial dengan resolusi tinggi dalam waktu singkat. Akan tetapi, tingkat ketepatan peta sangat bergantung pada pemanfaatan Ground Control Point (GCP). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dampak penggunaan GCP terhadap ketelitian peta situasi yang dihasilkan dari pemetaan UAV, serta untuk membandingkan hasil pemetaan dengan dan tanpa GCP. Penelitian ini dilaksanakan di area Universitas Sam Ratulangi, Kota Manado, dengan memanfaatkan citra dari UAV dan data titik kontrol darat yang diproses menggunakan perangkat lunak Agisoft Metashape Professional. Penilaian ketelitian dilakukan berdasarkan parameter Root Mean Square Error (RMSE), Circular Error 90% (CE90), dan Linear Error 90% (LE90). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemetaan dengan GCP menghasilkan ketelitian horizontal sebesar 0,114 meter dan vertikal sebesar 0,116 meter, sedangkan pemetaan tanpa GCP memberikan ketelitian horizontal sebesar 1,252 meter dan vertikal sebesar 0,545 meter. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan GCP secara nyata memperbaiki presisi spasial pada peta hasil pemetaan UAV. Kata kunci: Unmanned Aerial Vehicle (UAV), fotogrametri, Ground Control Point (GCP), akurasi peta
Penerapan Metode PERT Pada Proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama Primalie, Yonathan T.; Tjakra, Jermias; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66299

Abstract

Infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan proyek konstruksi bergantung pada perencanaan dan manajemen yang efektif untuk mencegah keterlambatan akibat koordinasi yang kurang, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian. Metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) membantu mengidentifikasi jalur kritis dan memperkirakan potensi keterlambatan, meskipun penerapannya menghadapi kendala seperti ketidakpastian estimasi waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada proyek Pembangunan GPdI Nazareth Pattynama, Manado, metode PERT berhasil mengidentifikasi jalur kritis yang terdiri dari berbagai aktivitas, seperti Pekerjaan Cor Pondasi Bor Pile (A1), Pekerjaan Cor Pondasi Poer Beton (B1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 1 (C1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 1 (D1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 1 (F1), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 2 (G1), Pekerjaan Cor kolom Lantai 2 (H1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 2 (I1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 2 (J1), Pekerjaan Cor Listplank 2 (L), Pekerjaan Cor Sloof Lantai 3 (M1), Pekerjaan Cor Kolom Lantai 3 (N1), Pekerjaan Cor Balok Lantai 3 (O1), Pekerjaan Cor Plat Lantai 3 (P1), Pekerjaan Cor Lantai Tangga 3 (Q1), Pekerjaan Cor ListPlank 3 (R). Jalur kritis yang panjang menunjukkan tingkat sensitivitas proyek terhadap keterlambatan. Analisis PERT juga menunjukkan bahwa proyek memiliki deviasi standar sebesar 0.76, dan berdasarkan tabel distribusi normal, peluang penyelesaian proyek dalam 280 hari adalah 77.64%. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode PERT dapat digunakan secara efektif dalam perencanaan waktu proyek, namun diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan akurasi estimasi dan mitigasi risiko keterlambatan. Kata kunci: manajemen proyek, penjadwalan, Program Evaluation and Review Technique, jalur kritis, proyek konstruksi
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Anak Sungai Tikala Di Titik Jalan Kelapa Kelurahan Banjer Kota Manado Pessak, Imanuel Z.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66302

Abstract

Anak Sungai Tikala yang mengalir melintasi Kelurahan Banjer, beberapa kali meluap dan menyebabkan banjir, ketika terjadi hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Masyarakat yang tinggal di sekitar Anak Sungai Tikala ini mengalami kerugian saat terjadi hujan, karena beberapa rumah dan jalan di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari satu pos hujan, yaitu pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 16 tahun, yaitu tahun 2008 s/d 2023. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi pada STA 0+100, STA+150, STA+175, STA+200 pada debit kala ulang 50 tahun (Q50) dan STA 0+50, STA 0+100, STA+150, STA+175, STA+200 pada debit kala ulang 100 tahun (Q100). Kata kunci: Jalan Kelapa, Anak Sungai Tikala, debit puncak, tinggi muka air
Perencanaan Pengadaan Material Struktur Atas Bangunan Pada Proyek Pembangunan Gedung Cable Landing Station Bifrost Di Manado Dayoh, Agnesia I.; Dundu, Ariestides K. T.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66359

Abstract

Struktur atas bangunan merupakan bagian penting yang berfungsi menahan dan menyalurkan beban bangunan, sehingga memerlukan perencanaan pengadaan material yang tepat agar pelaksanaan proyek dapat berjalan efektif dan efisien. Fokus penelitian ini dibatasi pada perhitungan kebutuhan material semen sebagai bahan utama penyusun beton bertulang pada elemen struktur atas, meliputi kolom, balok, dan pelat lantai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui pengumpulan data primer berupa observasi lapangan serta data sekunder berupa gambar kerja struktur, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), dan kurva S proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan material semen untuk pekerjaan struktur atas sebesar 200.856 kg atau setara dengan 4.017 sak semen yang diperoleh dari perhitungan volume beton seluruh elemen struktur atas dengan mutu beton K-350, di mana kebutuhan terbesar berasal dari pekerjaan pelat lantai dan balok struktur, sedangkan kebutuhan terkecil berasal dari elemen balok sekunder. Berdasarkan kurva S proyek, pekerjaan struktur atas dilaksanakan pada minggu ke-11 hingga minggu ke-21 sehingga pengadaan material semen direncanakan secara bertahap sesuai bobot pekerjaan mingguan, dengan kebutuhan tertinggi terjadi pada saat pelaksanaan pekerjaan struktur lantai atas dan atap. Perencanaan pengadaan material semen yang terintegrasi dengan kurva S proyek ini terbukti mampu mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan struktur atas, mengurangi risiko keterlambatan pekerjaan, serta meminimalkan pemborosan material di lapangan. Kata kunci: pengadaan material, struktur atas, kebutuhan semen, kurva S, proyek konstruksi
Analisis Potensi Panas Bumi Dengan Metode Deteksi Gas CO₂ Dalam Tanah Di Area Panas Bumi Tompaso Selang, Theresa P. G.; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Hendra
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66366

Abstract

Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, salah satunya berada di Lapangan Panas Bumi Tompaso, Sulawesi Utara. Pengembangan panas bumi memerlukan tahapan eksplorasi yang akurat untuk mendelineasi zona aliran fluida panas bumi bawah permukaan, terutama dalam penentuan lokasi pengeboran sumur produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi panas bumi di area Tompaso dengan menggunakan metode deteksi gas karbon dioksida (CO₂) dalam tanah sebagai indikator aktivitas hidrotermal. Penelitian dilakukan di Desa Sendangan dengan pendekatan integratif yang mengombinasikan data geologi, struktur, geofisika, dan geokimia. Pengukuran konsentrasi CO₂ dilakukan menggunakan gas detector tube Komyo–Kitagawa pada kedalaman sekitar 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi gas CO₂ membentuk pola anomali yang terkontrol oleh struktur patahan berarah NW–SE. Zona dengan konsentrasi CO₂ tinggi diinterpretasikan sebagai area upflow fluida panas bumi dan direkomendasikan sebagai lokasi prospek pengeboran. Metode deteksi gas CO₂ terbukti efektif sebagai pendekatan eksplorasi awal yang efisien dan berbiaya relatif rendah. Kata kunci: panas bumi, gas CO₂ tanah, Tompaso, eksplorasi panas bumi, zona upflow
Perancangan Instalasi Pengolahan Air Minum Di Desa Tumbohon Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara Katuuk, Kevin Y.; Rondonuwu, Steeva G.; Mandagi, Agnes T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66370

Abstract

Kebutuhan air minum masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas manusia, sehingga diperlukan sistem pengolahan air minum yang memenuhi aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Penelitian ini bertujuan merencanakan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Desa Tumbohon, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara guna menyediakan air minum yang aman dan memenuhi standar mutu sesuai peraturan perundang-undangan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer berupa pengukuran debit sungai dengan metode luas penampang dan kecepatan aliran serta pengujian kualitas air baku (besi, nitrit, TSS, fecal coliform, dan total coliform), serta data sekunder berupa jumlah penduduk dan proyeksi pertumbuhan. Hasil analisis menunjukkan debit sungai sebesar 2,19 m³/detik, namun kualitas air baku belum memenuhi baku mutu Air Kelas I berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, terutama pada parameter besi dan fecal coliform. Berdasarkan kebutuhan air dan karakteristik air baku tersebut, direncanakan sistem IPAM konvensional lengkap yang terdiri dari unit intake, koagulasi (in-line static mixer), flokulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi, dan pengolahan lumpur, dengan mempertimbangkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air Minum, air baku sungai, Desa Tumbohon, PP No 21 Tahun 2021
Analisis Rembesan Terhadap Kestabilan Lereng Pada Tanggul Kolam Retensi Tirayoh, Gabriel K.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66374

Abstract

Banjir bandang yang melanda Kota Manado pada tahun 2020 mendorong pemerintah merencanakan pembangunan kolam retensi di kawasan Kleak, dekat Stadion Klabat, sebagai upaya mitigasi struktural untuk mengendalikan limpasan air perkotaan. Kolam retensi tersebut dirancang dengan tanggul tanah setinggi 5 meter dan muka air rencana 4 meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng tanggul pada berbagai kondisi kritis, meliputi kondisi tanpa air, steady state, rapid drawdown, serta pengaruh beban gempa. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas penanganan struktural berupa toe drain dan filter drain dalam meningkatkan faktor keamanan lereng. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan Metode Bishop Simplified secara manual dan diverifikasi dengan perangkat lunak Geostudio (modul SLOPE/W). Garis freatik pada kondisi steady state ditentukan melalui metode Kozeny untuk menghasilkan flownet, sedangkan analisis rapid drawdown dan gempa dilakukan berdasarkan prinsip tegangan efektif. Geometri tanggul memiliki kemiringan lereng hulu 1:3 dan hilir 1:2,5, serta dilengkapi dengan filter drain dan toe drain sebagai elemen perkuatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan faktor keamanan antara perhitungan manual Bishop Simplified (FK = 2,28) dan Geostudio (FK = 2,53) sebesar 0,3. Pada kondisi steady state, faktor keamanan tertinggi sebesar 2,04 diperoleh dengan penggunaan filter drain. Pada kondisi rapid drawdown, faktor keamanan tertinggi sebesar 3,48 dicapai dengan toe drain. Sementara itu, pada kondisi gempa steady state, faktor keamanan sebesar 1,21 masih memenuhi kriteria minimum stabilitas. Kesimpulannya, tanggul kolam retensi dengan penanganan struktural filter drain memenuhi seluruh kriteria stabilitas pada kondisi statis, rapid drawdown, maupun gempa. Oleh karena itu, filter drain direkomendasikan sebagai penanganan struktural utama untuk menjamin kestabilan dan keamanan tanggul kolam retensi di lokasi penelitian. Kata kunci: kestabilan lereng tanggul, Geostudio, filter drain, toe drain, rapid drawdown, steady state
Kajian Laju Transpor Sedimen Dasar (Bed Load) Pada Ruas Sungai Sario Auwyanto, Kelvin H.; Palar, Ronaldo T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66392

Abstract

Sungai Sario merupakan salah satu sungai strategis di Kota Manado yang mengalami dinamika perubahan morfologi akibat variasi debit dan angkutan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan dasar sungai serta menghitung laju transpor sedimen dasar (bed load) dengan membandingkan data tahun 2019 dan 2024 menggunakan debit rancangan kala ulang 5 tahun (Q5). Metode penelitian menggunakan survei lapangan, analisis overlay penampang melintang, dan perhitungan menggunakan metode Meyer-Peter & Müller (MPM) dengan debit acuan Q5 sebesar 26,99 m³/detik. Hasil analisis overlay menunjukkan terjadinya perubahan morfologi yang kontras pada dua titik tinjau. Pada titik 0+000 teridentifikasi adanya degradasi (penggerusan) pada tebing sungai yang menyebabkan pelebaran penampang sungai, sedangkan pada titik 0+050 terjadi agradasi (penambahan dasar sungai) yang signifikan pada main channel. Berdasarkan perhitungan metode MPM, diperoleh kapasitas angkutan sedimen dasar tahun 2024 sebesar 243,59 ton/hari. Jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2019 sebesar 364,79 ton/hari, terjadi penurunan kapasitas angkutan sedimen sebesar 33,22 %. Temuan ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai pergeseran karakteristik transpor sedimen di Sungai Sario dalam periode lima tahun terakhir. Kata kunci: bed load, Meyer-Peter & Müller, Sungai Sario, transpor sedimen