cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 893 Documents
Implementasi Metode Long Short-Term Memory (LSTM) Dalam Peramalan Tinggi Gelombang Untuk Wilayah Perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara Budiman, Juan C.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65140

Abstract

Gelombang laut merupakan fenomena alam yang dibangkitkan oleh angin dan memiliki peran penting dalam rekayasa pantai, perikanan, serta transportasi maritim. Informasi tinggi gelombang sangat diperlukan, namun sifat stokastik gelombang laut membuat prediksinya masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prakiraan tinggi gelombang signifikan menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) di perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Dataset yang digunakan berasal dari ERA5 berupa tinggi gelombang signifikan (Hs(ERA5)), komponen angin zonal-meridional yang dikonversi menjadi Hs(wind), serta data altimetri untuk validasi. Model LSTM dilatih pada data 1998–2021, divalidasi 2022, dan diuji 2023 dengan horizon prediksi 1 hari. Hasil menunjukkan bahwa model mampu memprediksi tinggi gelombang signifikan dengan baik. Evaluasi menggunakan data uji menghasilkan nilai kesalahan rendah, dengan RMSE dan MAE pada kisaran sentimeter. Validasi terhadap data altimetri memperlihatkan kinerja lebih baik pada Hs(ERA5) (RMSE 0,282 m; MAE 0,235 m; MAPE 37,98%) dibanding Hs(wind) (RMSE 0,460 m; MAE 0,434 m; MAPE 78,34%). Model juga berhasil merepresentasikan variabilitas musiman sesuai pola aktual. Hasil ini menunjukkan bahwa metode LSTM efektif untuk peramalan tinggi gelombang signifikan dan berpotensi mendukung sistem peringatan dini serta perencanaan wilayah pesisir di Indonesia. Kata kunci: deep learning, LSTM, peramalan gelombang, ERA5, altimetri
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Anak Sungai Tikala Di Titik Jembatan Jalan Siswa Keluarahan Taas Kecamatan Tikala Kota Manado Kastilong, Dylan G. D.; Supit, Cindy J.; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65141

Abstract

Anak Sungai Tikala adalah salah satu anak sungai dari Sungai Tikala yang seringkali mengalami pengeluapan dan mengakibatkan terjadinya banjir di Kota Manado terlebih khusus pada beberapa jalan dan kelurahan yang dilewati oleh anak sungai ini. Jalan Siswa, Kelurahan Taas yang merupakan salah satu daerah yang dilewati oleh anak sungai ini terdampak langsung luapan Anak Sungai Tikala yang menyebabkan jalan serta beberapa rumah di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan terjadi kelak, perlu dilakukan analisis terhadap besarnya debit banjir dan elevasi tinggi muka air anak sungai Tikala. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data Hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang diambil dari pos Hujan Tikala - Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2015 s/d 2024. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan semua penampang melintang dari STA 0+25 sampai STA 0+200 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Anak Sungai Tikala, debit banjir, elevasi tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Perencanaan Jadwal Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Dan Renovasi Halaman Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Manado Pulukadang, Salsabila A. P.; Sumanti, Febrina P. Y.; Inkiriwang, Revo L.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65142

Abstract

Perencanaan jadwal berfungsi sebagai acuan untuk menjalankan proyek konstruksi agar semua pekerjaannya tercapai sesuai dengan target waktu. Precedence Diagram Method (PDM) merupakan cara penjadwalan pekerjaan menggunakan network planning yang merupakan metode Activity On Noda (setiap pekerjaan digambarkan pada simpul/noda bukan pada anak panah). Salah satu keuntungan utama dari PDM adalah memungkinkan digunakan beberapa jenis skenario ketergantungan antar pekerjaan dalam sebuah proyek konstruksi. Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan Microsoft Project (MP), salah satu software pemrograman dalam bidang manajemen proyek. Analisis penjadwalan pelaksanaan mengambil proyek pembangunan Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II sebagai studi kasus. Dengan menggunakan MP, peneliti berhasil menunjukan bahwa penjadwalan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan atau pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis terdiri dari 25 item pekerjaan dan total durasi proyek yang dihasilkan adalah 126 hari kerja. Kata kunci: perencanaan jadwal, Precedence Diagram Method, Microsoft Project, jalur kritis
Analisis Pushover Pada Gedung Fakultas Hukum Unsrat Dengan Menggunakan SAP2000 Rattu, Elsa A.; Windah, Reky S.; Sumajouw, Marthin D. J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65168

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang terletak pada wilayah Cincin Api Pasifik (The Pasific Ring of Fire) dan berada pada wilayah pertemuan 3 lempeng besar yaitu Lempeng Indo-Australia, dimana kondisi ini erat kaitannya dengan fenomena gempa bumi. Hal ini membutuhkan adanya analisa dan metode yang tepat untuk dapat memperkirakan ketahanan suatu struktur bangunan dari kerusakan akibat gempa. Metode analisis Pushover merupakan salah satu komponen Performance Based Design yang menjadi sarana untuk mengetahui kapasitas suatu struktur dan juga dapat memperlihatkan secara visual perilaku struktur pada saat kondisi elastis sampai terjadinya keruntuhan akibat gempa. Salah satu software yang membantu para peneliti untuk menemukan hasil simulasi yang akurat sebelum diaplikasikan pada kenyataannya yaitu program aplikasi SAP2000, dengan beragam permaslahan pada konstruksi yang dapat di analisa menggunakan software ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai performance point dari displacement dan base shear untuk arah X yaitu sebesar (847,49 mm; 17592,446 kN). Sedangkan untuk arah Y nilai displacement dan base shear sebesar (531,898 mm; 29349,096 kN). Nilai Simpangan Total Maksimum = 0,016 mm pada arah X dan 0,012 mm pada arah Y. Untuk Simpangan Inelastis Maksimum yaitu pada arah X = 0,0162 mm dan pada arah Y = 0,0094 mm, yang menandakan struktur termasuk pada level kinerja Damage control sesuai pada acuan level kinerja ATC-40. Berdasarkan hasil ratio drift performance level Gedung Fakultas Hukum 12 Lantai UNSRAT, yang tergolong pada level kinerja Damage control yaitu menunjukan kondisi dimana bangunan masih mampu menahan gempa yang terjadi dan tidak ada kerusakan yang cukup signifikan yang terjadi pada struktur. Ini berarti struktur tersebut dapat dioperasikan kembali.bangunan masih mampu menahan gempa yang terjadi dan resiko korban jiwa sangat kecil. Kata kunci: gempa, SNI 1729-2019, pushover, level kinerja, ATC-40
Analisa Pengaruh Penambahan Pasir Pantai Kapataran Sebagai Agregat Halus Pada Campuran HRS-WC Pangemanan, Randy A. Y.; Lalamentik, Lucia G. J.; Manoppo, Mecky R. E.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65245

Abstract

Perkerasan jalan menjadi satu hal yang cukup penting khususnya dalam bidang transportasi, untuk menciptakan kualitas pembangunan prasarana transportasi yang ramah lingkungan, murah dan efisien, serta mempunyai kualitas yang tahan lama dalam kurun waktu tertentu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pasir pantai sebagai komposisi agregat halus untuk campuran aspal HRS-WC terhadap nilai karakteristik Marshall. Setelah dilakukan analisa pada setiap karakteristik marshall pada kombinasi gradasi agregat Fuller didapat hasil untuk nilai kadar aspal optimum sebesar 6,75%. Nilai kadar aspal optimum yang didapatkan akan menjadi patokan kadar aspal yang akan digunakan untuk campuran HRS-WC dengan penambahan pasir pantai. Pengaruh penambahan pasir pantai kapataran terhadap karakteristik marshall untuk campuran HRS-WC kombinasi gradasi agregat Fuller didapatkan hasil untuk kadar pasir pantai 15% dengan nilai stabilitas 729,91kg, flow 3,56, VMA 25,506%, VIM 15,367%, VFB 39,753%, Marshall Quotient 206,222kg/mm, kadar aspal efektif 5,4, kepadatan/density 1,949gr/cc. Kata kunci: HRS-WC, pasir Pantai Kapataran, Marshall test, kadar aspal optimum, kombinasi gradasi agregat
Evaluasi Geometrik Jalan Pada Ruas Jalan Suluan-Rumengkor Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara STA 0+000 Sampai 3+000 Kalumata, Jonea S.; Palenewen, Steve Ch. N.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65246

Abstract

Ruas jalan Suluan – Rumengkor merupakan salah satu jalan yang menghubungkan Kota Tondano dengan Kota Manado. Namun kondisi geometrik ruas jalan ini masih belum memenuhi standar geometric jalan untuk jalan kolektor primer dengan kecepatan 40-60 km/jam. Pada ruas jalan ini masih banyak tikungan yang berdekatan dan memiliki radius kecil sehingga membuat ketidaknyamanan pengguna jalan, sehingga perlu perbaikan geometric.Penelitian ini bertujun untuk menyajikan data geometrik berdasarkan desain perencanaan berupa alinyemen horizontal dan vertical serta volume tanah (galian dan timbunan) pada ruas jalan sepanjang 3km yang dilakukan melalui pengambilan data kondisi geometrik menggunakan alat ukur total station. Data pengukuran dilapangan selanjutnya diolah menggunakan Microsoft excel, kemudian divisualisasikan menggunakan program autocad Civil 3D 2021 dengan mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan No.20/SE/Db/2021.Hasil evaluasi menunjukan ruas jalan Suluan – Rumengkor dengan Panjang 3km memiliki 31 tikungan dengan 24 tikungan yang belum memenuhi syarat jari-jari minimum sesuai standar Bina Marga untuk jalan kolektor pripmer dengan kecepatan rencana 60km/jam yaitu 130m. Parameter yang lain juga seperti jarak pandang, kelandaian, jarak antar lengkung dan superelevasi belum memenuhi syarat. Hasil perencanaan trase jalan yang baru menghasilkan 8 lengkung horizontal dan 3 lengkung vertikal. Kata kunci: geometrik jalan, alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, volume
Analisis Sedimentasi Di Muara Sungai Kuhanga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Antou, Jacky T.; Thambas, Arthur H.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65433

Abstract

Muara sungai adalah bagian hilir sungai tempat aliran sungai bertemu dengan laut, dan terjadi pencampuran antara air tawar dan air laut. Daerah ini merupakan zona transisi dari lingkungan sungai (fluvial) ke lingkungan laut (marin). Proses sedimentasi yang terjadi di muara sungai memiliki dampak penting terhadap perubahan morfologi Kawasan pesisir, aksesibilitas perairan, serta keseimbangan ekosistem dan aktivitas social ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sedimentasi serta mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi proses sedimentasi di Muara Sungai Kuhanga Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi dan pengumpulan data pasang surut, angin, gelombang, dan batimetri. Data pasang surut dari Sistem Reformasi Geospasial Indonesia (SRGI) dan penentuan tipe pasang surut menggunakan metode Admiralthy, selanjutnya perhitungan gelombang dilakukan dengan metode handcasting menggunakan data angin dari website ERA 5 Climate Data Store. Karakteristik gelombang dianalisis dengan menghitung transformasi gelombang, yaitu koefisien refraksi dan shoaling dan perhitungan gelombang pecah digunakan untuk mengetahui lokasi pecahnya gelombang. Sedimentasi dianalisis dengan metode CERC untuk mengetahui banyaknya angkutan sedimen sejajar maupun tegak lurus pantai. Hasil penelitian menunjukan bahwa sedimentasi dimuara didominasi oleh pengaruh gelombang laut. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam pengelolaan wilayah pesisir yang lebih berkelanjutan serta menjadi acuan pertimbangan dalam perencanaan Teknik pengendalian sedimentasi di Kawasan muara sungai Kuhanga. Kata kunci: sedimentasi, muara sungai, pasang surut, gelombang, pesisir, CERC, Kuhanga, Bintauna
Analisis Kestabilan Lereng pada Sanitary Landfill Ilo-ilo Desa Wori Kabupaten Minahasa Utara Ginting, Boy O. B.; Sarajar, Alva N.; R. I., Roski R. I
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65760

Abstract

Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng timbunan sampah pada TPA Ilo-Ilo dengan sistem sanitary landfill menggunakan data sekunder berupa hasil uji CPT/sondir, desain galian-timbunan, serta parameter geoteknik material sampah dan tanah penutup. Analisis kestabilan dilakukan dengan metode Limit Equilibrium (Bishop Simplified dan Morgenstern-Price) melalui perangkat lunak Rocscience SLIDE 6.0, sedangkan penurunan tanah dasar dianalisis secara empiris dan numerik dengan PLAXIS 2D. Model geometri landfill dirancang dengan kemiringan lereng 25° dan 27° serta 10 lapisan timbunan. Hasil menunjukkan bahwa desain dengan kemiringan 25° mampu menahan tinggi timbunan maksimum 19,2 m dengan faktor keamanan 1,894 (statis) dan 1,177 (dinamis), serta penurunan 66,75 mm (empiris) dan 22,7 mm (numerik). Sebaliknya, kemiringan 27° hanya mendukung tinggi 16,7 m dengan faktor keamanan lebih rendah. Dengan demikian, desain lereng 25° dinyatakan paling optimal karena menghasilkan kapasitas timbunan terbesar dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi pada kondisi statis maupun dinamis. Kata kunci: Kestabilan lereng, sanitary landfill, faktor keamanan, penurunan
Desain Cerucuk Bambu Sebagai Perkuatan Timbunan Pada Tanah Lunak Untuk Konstruksi Bangunan Kantor Hosang, Friendly; Legrans, Roski R. I.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65777

Abstract

Pembangunan infrastruktur pada tanah lunak, seperti di lokasi rencana pembangunan kantor di Desa Pentadu Timur, Kabupaten Boalemo, menghadapi kendala utama berupa daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dua metode perkuatan timbunan—penimbunan bertahap dan Geosynthetic Reinforced Piled Embankment (GRPE)—dengan memanfaatkan cerucuk bambu sebagai material lokal. Parameter tanah diperoleh melalui korelasi data uji sondir. Analisis dilakukan melalui perhitungan analitis mengacu pada BS 8006-1:2010, serta pemodelan numerik menggunakan Settle3D untuk penurunan, SLOPE/W untuk stabilitas lereng, dan PLAXIS 2D untuk validasi deformasi. Hasil analisis penimbunan bertahap setinggi 3 m menunjukkan derajat konsolidasi yang sangat rendah (8,20%) dengan total penurunan 393,19 mm (manual) dan 362,54 mm (Settle3D). Faktor keamanan lereng menurun signifikan dari 2,812 pada tahap pertama menjadi 1,516 pada tahap ketiga. Sebaliknya, penerapan sistem GRPE dengan cerucuk bambu (panjang 8 m, diameter ekuivalen 0,21 m, spasi 1,04 m) mampu meningkatkan stabilitas dan mereduksi penurunan secara signifikan. Analisis numerik menunjukkan faktor keamanan akhir sebesar 1,512, memenuhi kriteria SF > 1,5. Cerucuk bambu juga efektif mentransfer beban ke lapisan tanah yang lebih dalam sehingga membatasi deformasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GRPE berbasis cerucuk bambu lebih unggul dibandingkan penimbunan bertahap konvensional, karena mampu mempercepat waktu konstruksi sekaligus menjaga stabilitas dan penurunan dalam batas yang diizinkan. Kata kunci: tanah lunak, timbunan, Geosynthetic Reinforced Piled Embankment (GRPE), cerucuk bambu
Perencanaan Struktur Gedung Perkuliahan 5 Lantai Di Kota Ternate Fathurrahman, Adriansyah; Pandaleke, Ronny E.; Sumajouw, Marthin D. J.; Handono, Banu D.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65867

Abstract

Bangunan bertingkat tinggi sangat rentan terhadap gaya lateral, terutama yang disebabkan oleh gempa bumi. Oleh karena itu, perencanaan struktur bangunan di daerah risiko gempa tinggi harus mempertimbangkan secara serius pengaru beban gempa. Kota Ternate merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi gempa cukup tinggi, perencanaan struktur Gedung Kuliah 5 lantai di wilayah ini dilakukan dengan memperhitungkan beban gempa agar bangunan memiliki ketahanan yang baik terhadap gempa. Tujuan skripsi ini adalah merencanakan struktur gedung perkuliahan berlantai 5 dengan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Bangunan yang direncanakan merupakan struktur beton bertulang setinggi 5 lantai, memiliki dimensi panjang 37,60 m, lebar 17,00 m, dan tinggi total 24,00 m. Lokasi bangunan berada di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, dengan parameter respons spektrum percepatan desain SDS = 0,794 g dan SD1 = 0,597 g. Berdasarkan data hasil pengujian sondir Cone Penetration Test (CPT) tanah di lokasi termasuk dalam kelas situs SD (tanah sedang). Bangunan ini masuk dalam kategori Desain Seismik D. Elemen-elemen struktur yang direncanakan meliputi balok, kolom, dan pelat lantai dengan mutu beton f’c = 35 MPa, mutu tulangan longitudinal (fy) = 420 MPa, mutu tulangan transversal (fyt) = 420 MPa. Perencanaan struktur meliputi elemen-elemen beton bertulang dengan menerapkan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), serta mengacu pada peraturan SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, SNI 1727:2020. Proses pemodelan, analisis, dan desain struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS V.21.2. Berdasarkan hasil analisis seluruh elemen struktur telah dirancang agar memenuhi prinsip Strong Column-Weak Beam (SC-WB), memiliki ketahanan terhadap gaya geser, serta memenuhi ketentuan detail penulangan untuk mencapai perilaku struktur yang daktail. Kata kunci: SRPMK, beton bertulang, SCWB, gedung perkuliahan, daktilitas, ETABS