cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Kajian Laju Transpor Sedimen Dasar (Bed Load) Pada Ruas Sungai Sario Auwyanto, Kelvin H.; Palar, Ronaldo T.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66392

Abstract

Sungai Sario merupakan salah satu sungai strategis di Kota Manado yang mengalami dinamika perubahan morfologi akibat variasi debit dan angkutan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan dasar sungai serta menghitung laju transpor sedimen dasar (bed load) dengan membandingkan data tahun 2019 dan 2024 menggunakan debit rancangan kala ulang 5 tahun (Q5). Metode penelitian menggunakan survei lapangan, analisis overlay penampang melintang, dan perhitungan menggunakan metode Meyer-Peter & Müller (MPM) dengan debit acuan Q5 sebesar 26,99 m³/detik. Hasil analisis overlay menunjukkan terjadinya perubahan morfologi yang kontras pada dua titik tinjau. Pada titik 0+000 teridentifikasi adanya degradasi (penggerusan) pada tebing sungai yang menyebabkan pelebaran penampang sungai, sedangkan pada titik 0+050 terjadi agradasi (penambahan dasar sungai) yang signifikan pada main channel. Berdasarkan perhitungan metode MPM, diperoleh kapasitas angkutan sedimen dasar tahun 2024 sebesar 243,59 ton/hari. Jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2019 sebesar 364,79 ton/hari, terjadi penurunan kapasitas angkutan sedimen sebesar 33,22 %. Temuan ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai pergeseran karakteristik transpor sedimen di Sungai Sario dalam periode lima tahun terakhir. Kata kunci: bed load, Meyer-Peter & Müller, Sungai Sario, transpor sedimen
Analisis Spasial Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tikala Menggunakan Metode USLE Dan Sistem Informasi Geografis Palar, Ronaldo T.; Auwyanto, Kevin H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66393

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Tikala merupakan salah satu sub-sistem hidrologi penting di Sulawesi Utara yang berperan sebagai daerah tangkapan air bagi Kota Manado. Perubahan tata guna lahan serta kondisi topografi yang bervariasi berpotensi meningkatkan laju erosi tanah dan sedimentasi sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial dan luasan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di DAS Tikala menggunakan pendekatan Universal Soil Loss Equation (USLE) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Keunggulan penelitian ini terletak pada pemanfaatan platform berbasis cloud computing, yaitu Google Earth Engine (GEE), untuk mengekstraksi parameter erosi yang meliputi faktor erosivitas hujan (R) periode 2018–2023, erodibilitas tanah (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), serta faktor tutupan lahan (C). Data batas DAS Tikala diperoleh dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Tondano yang merupakan pengembangan dari penelitian penulis sebelumnya. Seluruh parameter USLE diolah secara spasial menggunakan perangkat lunak QGIS untuk menghasilkan peta laju erosi dan klasifikasi TBE. Hasil analisis menunjukkan bahwa DAS Tikala memiliki luas total 8.425 ha dan didominasi oleh kelas TBE Sangat Ringan seluas 7.968,75 ha (94,5%). Namun demikian, terdapat area kritis dengan kategori Berat dan Sangat Berat seluas sekitar 50 ha (0,6%) yang memerlukan prioritas penanganan konservasi lahan. Kata kunci: DAS Tikala, Google Earth Engine, QGIS, Tingkat Bahaya Erosi, USLE
Analisis Rencana Anggaran Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Kost Bertingkat Di Sario Manado Salam, Sofyan A.; Pratasis, Pingkan A. K.; Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66400

Abstract

Perencanaan biaya merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi. Rencana Anggaran Biaya (RAB) berfungsi sebagai dasar pengendalian biaya agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan RAB antara metode kontraktor dan metode Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Tahun 2025 pada proyek pembangunan gedung rumah kost bertingkat di Sario, Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Data yang digunakan berupa data sekunder, meliputi gambar rencana, volume pekerjaan, Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), serta RAB yang disusun oleh kontraktor. Perhitungan RAB dilakukan dengan menggunakan metode Permen PU 2025 dan metode kontraktor, kemudian dilakukan analisis selisih biaya secara nominal maupun presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai total RAB antara metode Permen PU 2025 dan metode kontraktor. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan koefisien analisis, harga satuan bahan dan upah, serta penerapan biaya overhead dan keuntungan. Analisis ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan RAB agar lebih akurat, efisien, dan sesuai dengan kondisi lapangan, serta dapat meminimalkan risiko terjadinya pembengkakan biaya pada pelaksanaan proyek konstruksi. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya, AHSP, Permen PU 2025, metode kontraktor, proyek konstruksi
Analisis Perubahan Garis Pantai Berbasis Model Numerik Di Pantai Batu Putih Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Biasa, Jenifer; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66438

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor hidrodinamika laut, seperti gelombang, pasang surut, dan transport sedimen, yang dapat menyebabkan abrasi maupun akresi pantai. Pantai Batu Putih Atas di Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, merupakan kawasan pesisir yang mengalami perubahan garis pantai dan berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan serta pemanfaatan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai dan mengidentifikasi besaran area abrasi dan akresi menggunakan pendekatan model numerik. Metode yang digunakan adalah pemodelan perubahan garis pantai berbasis one-line theory dengan perangkat lunak CEDAS modul NEMOS. Data yang digunakan merupakan data sekunder meliputi data angin untuk hindcasting gelombang, data pasang surut, batimetri, serta peta garis pantai. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun, yaitu dari tahun 2025 hingga 2035. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di lokasi penelitian bersifat tidak seragam, dengan kecenderungan abrasi pada beberapa segmen pantai dan akresi pada segmen lainnya. Pola perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh karakteristik gelombang dominan dan distribusi transport sedimen sejajar pantai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis dalam perencanaan pengelolaan dan perlindungan pantai secara berkelanjutan di pantai Batu Putih Atas, Kota Bitung. Kata kunci: perubahan garis pantai, model numerik, CEDAS NEMOS, abrasi, akresi, pantai Batu Putih
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Atap Dan Ring Balk Lantai 4 Pada Proyek Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Tower II Sulawesi Utara Maningkas, Violeta E.; Dundu, Ariestides K. T.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66522

Abstract

Proyek adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang direncanakan sebelumnya dalam waktu dan biaya yang sudah ditentukan. Metode pelaksanaan konsrtuksi ini merupakan kunci untuk dapat mewujudkan seluruh perencanaan menjadi bangunan fisik. Perencanaan metode pelaksanaan pekerjaan atap dan ring balk didasarkan atas desain, situasi, dan kondisi proyek. Atap dan ring balk menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah bangunan.Struktur atap bagian bangunan yang menahan/mengalirkan beban-beban dari atap. Pada tempat penelitian yang penulis lakukan menggunakan atap dak, yang dimana atap dak adalah plat yang terbuat dari bahan beton atau beton betulang. Ring balk adalah ikat pinggang bagian teratas bangunan yang membuat struktur atas bangunan lebih kokoh dan stabil, atau bisa dikatakan ring balk ini digunakan untuk tumpuan konstruksi atap. Persyaratan melaksanakan pekerjaan: - Bahan atap yang dipakai sesuai dengan kualitas standar SNI. Persyaratan bahan: - Bahan yang digunakan adalah lantai cor beton dengan ketebalan 120 mm. - Campuran beton sama seperti persyaratan lantai beton yang telah disyaratkan dalam pekerjaan struktur yaitu Fc 25 MPa (K-300). Dari mulai pekerjaan atap dan ring balk pada lantai 4 di rusun ini, metode pelaksaan yang dilakukan sudah dirancang secara sistematis yang sudah sesuai dengan standar konstruksi yang berlaku, atau bisa disebut juga sudah sesuai dengan SNI yang ada. Pelaksanaan konstruksi ini berhasil dilakukan dan diselesaikan secara efisien karena pemilihan material dan langkah kerja yang tepat. Kata kunci: metode pelaksanaan, atap, ring balk, standar SNI, rumah susun
Studi Tingkat Kerusakan Jalan Dan Penanganannya Mengunakan Metode PCI (Pavement Condition Index) (Studi Kasus : Ruas Jalan Tondano – Wasian – Kakas – Langoan – Kawangkoan; STA 2+700 – 5+700) Kumontoy, Prayer M.; Lalamentik, Lucia G. J.; Waani, Joice E.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66560

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur vital yang berperan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi. Peningkatan volume dan beban lalu lintas, kondisi cuaca ekstrem, serta kualitas material perkerasan yang kurang optimal dapat menyebabkan terjadinya kerusakan jalan. Ruas Jalan Tondano – Wasian – Kakas – Langoan – Kawangkoan STA 2+700 – STA 5+700 merupakan jalan nasional yang memiliki peran strategis sebagai akses utama menuju beberapa kecamatan dan kawasan pariwisata di Sulawesi Utara. Berdasarkan pengamatan di lapangan, ruas jalan ini mengalami penurunan kondisi perkerasan berupa lubang, tambalan, serta genangan air pada musim hujan yang berpotensi mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Metode PCI digunakan untuk menilai kondisi permukaan perkerasan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan yang dinyatakan dalam indeks numerik antara 0 hingga 100. Hasil analisis diharapkan dapat menggambarkan kondisi aktual perkerasan jalan serta menjadi dasar dalam menentukan rekomendasi penanganan dan pemeliharaan jalan yang tepat guna meningkatkan kinerja dan keselamatan jalan. Kata kunci: jalan nasional, kerusakan jalan, perkerasan jalan, Pavement Condition Index (PCI), pemeliharaan jalan
Perbandingan Ketelitian Alat Ukur GNSS (Global Navigation Satellite System) Geodetik Dan Total Station Dalam Penentuan Batas Lahan Umboh, Anggreina R.; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66624

Abstract

Perbedaan tingkat ketelitian alat ukur dalam survei dan pemetaan dapat memengaruhi ketepatan dalam penentuan batas lahan, perhitungan luas, serta perhitungan volume galian dan timbunan pada pekerjaan teknik sipil. Oleh karena itu, diperlukan kajian perbandingan akurasi antara GNSS Geodetik dan Total Station guna mengetahui tingkat ketelitian masing-masing alat ukur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketelitian GNSS Geodetik dan Total Station serta membandingkan perbedaan hasil perhitungan luas lahan dan volume galian–timbunan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai RMSE Titik kontrol GNSS Geodetik sebesar 0,145 m, sedangkan Total Station sebesar 0,027 m, yang menunjukkan bahwa Total Station memiliki ketelitian lebih tinggi. Perhitungan luas lahan menghasilkan nilai 28.877,521 m² menggunakan GNSS Geodetik dan 28.875,851 m² menggunakan Total Station, dengan selisih sebesar 1,670 m². Selanjutnya, hasil perhitungan volume menunjukkan bahwa GNSS Geodetik menghasilkan volume galian sebesar 44.537,18 m³ dan volume timbunan sebesar 14.932,65 m³, sedangkan Total Station menghasilkan volume galian sebesar 45.620,65 m³ dan volume timbunan sebesar 12.781,72 m³. Kata kunci: GNSS Geodetik, total station, cut and fill
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pile Cap, Tie Beam Dan Kolom Pada Proyek Pembangunan Gedung Kanker Terpadu RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado Majid, Nurul F.; Pratasis, Pingkan A. K.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66640

Abstract

Pembangunan Gedung Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado membutuhkan pelaksanaan konstruksi struktur bawah dan struktur atas yang mengikuti standar mutu dan prosedur teknis. Elemen utama seperti pile cap, tie beam, dan kolom merupakan bagian penting dari struktur bangunan yang berfungsi menyalurkan beban dari superstruktur ke fondasi secara aman dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pelaksanaan pekerjaan pile cap, tie beam, dan kolom di lapangan, menganalisis metode pelaksanaan kesesuaiannya dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS), serta mengidentifikasi kendala yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Metode penlitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi proyek, wawancara teknis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan pile cap, tie beam, dan kolom telah mengikuti tahapan yang sesuai stanndar, meliputi pekerjaan persiapan, galian, lantai kerja, pembesian, bekisting, pengecoran, serta pengendalian mutu beton. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti kondisi tanah yang jenuh air, keterbatasan ruang kerja di area basement, dan faktor cuaca yang mempengaruhi proses pegecoran. Kendala tersebut dapat diatasi melalui peningkatan dewatering, pennyesuaian jadwal kerja, dan koordinasi yang lebih optimal antar tim pelaksana. Penelitian ini memberikan Gambaran nyata proses pelaksanaan struktur pada proyek bangunan Gedung, serta dapat menjadi referensi bagi pelaksana proyek maupun Penelitian selanjutnya. Kata kunci: pile cap, tie beam, kolom, metode pelaksanaan, fondasi, konstruksi gedung
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Struktur Atas Pada Proyek Pembangunan GMIM Paulus Kota Manado Harianja, Kristin A. N.; Dundu, Ariestides K. T.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan secara mendetail metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi struktur atas pada Proyek Pembangunan GMIM Paulus di Manado. Penelitian ini menitikberatkan pada tahapan pekerjaan kolom, balok, dan pelat lantai. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, survei tempat, pengumpulan data primer melalui wawancara dan dokumentasi, serta data sekunder yang terdiri dari gambar rencana kerja. Hasil dari studi ini akan menguraikan tahapan pelaksanaan yang benar, mencakup persiapan sebelum pengecoran, penempatan, pemadatan, serta tahap terakhir dan perawatan beton. Dengan kata lain, penelitian ini memberikan pemahaman yang mendetail tentang pelaksanaan teknis dan manajerial dari pekerjaan struktur utama dalam proyek ini. Kata kunci: metode pelaksanaan, struktur atas, kolom, balok, pelat lantai, GMIM Paulus
Analisis Perilaku Struktur Beton Bertulang Dengan Denah Bentuk X Akibat Gempa David, Aurellia M.; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu D.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66673

Abstract

Perkembangan arsitektur mendorong penggunaan denah tidak beraturan, seperti bentuk X, yang memiliki risiko ketidakberaturan horizontal terhadap beban gempa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku struktur beton bertulang pada gedung bertingkat dengan variasi panjang lengan denah X. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak struktur untuk meninjau parameter periode getar, gaya geser dasar (base shear), displacement, simpangan antar lantai, pengaruh P-Delta, dan gaya dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang lengan memengaruhi kekakuan dan respons dinamik struktur secara signifikan. Gaya geser dasar terbesar ditemukan pada model dengan lengan terpanjang searah beban gempa. Meskipun displacement maksimum terjadi pada lantai atap dan simpangan antar lantai terbesar pada lantai dua, seluruh nilai tetap memenuhi batas aman regulasi. Pengaruh P-Delta ditemukan tidak signifikan. Variasi panjang lengan yang sejajar arah gempa mengurangi efek torsi pada struktur. Hasil ini menegaskan bahwa konfigurasi panjang lengan pada denah X krusial dalam menentukan keamanan struktur bangunan di wilayah seismik aktif. Kata kunci: denah bentuk X, ketidakberaturan, gempa, beton bertulang