cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 893 Documents
Studi Penanganan Tailing Pada Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara Tumanan, Cethlin G. S.; Riogilang, Hendra; Mangangka, Isri R.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengelolaan timbunan tailing aktif (TTA) dan timbunan tailing tidak aktif (TTTA) pada pertambangan emas skala kecil di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur; menganalisis dampak pencemaran yang ditimbulkan; serta merumuskan rekomendasi pengelolaan tailing yang efisien. Penelitian dilaksanakan melalui survei lapangan, observasi, pengambilan sampel sedimen tailing dan air sungai pada lokasi TTA dan TTTA, serta analisis laboratorium menggunakan prosedur TCLP dan metode yang relevan untuk parameter merkuri (Hg), arsen (As) dan sianida (CN). Sampel dianalisis di laboratorium yang berwenang sesuai metode referensi yang digunakan dalam penelitian. Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan penerapan langkah teknis dan pengelolaan antara lain: desain bak/kolam penampungan tailing dengan lapisan kedap, penerapan teknik stabilisasi/solidifikasi atau pra-pengolahan bila akan menggunakan tailing sebagai material penimbun, penerapan metode fitoremediasi/bioremediasi pada area terkontaminasi, reklamasi dengan revegetasi, serta peningkatan pengawasan dan sosialisasi kepada pelaku tambang. Implementasi kombinasi teknis dan pengelolaan administratif diharapkan dapat mengurangi potensi pencemaran jangka panjang dan meningkatkan perlindungan lingkungan di wilayah studi. Kata kunci: tailing, merkuri, Arsen, fitoremediasi, pertambangan, Kotabunan
Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Hotel Sepuluh Lantai Di Kota Manado Rory, Reiven W. G.; Handono, Banu D.; Pandaleke, Ronny E.; Sumajouw, Marthin D. J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65966

Abstract

Kota Manado memiliki tingkat kegempaan yang tinggi sehingga perencanaan struktur bangunan tahan gempa menjadi hal yang sangat penting. Pada umumnya perencana menerapkan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), namun pada bangunan bertingkat menengah hingga tinggi, penerapan SRPMK dinilai kurang ekonomis dan efisien karena menghasilkan dimensi elemen struktur yang relatif besar. Oleh karena itu, penerapan Sistem Ganda (Dual System) yaitu kombinasi antara SRPMK dan Dinding Geser menjadi solusi yang lebih efektif. Studi ini merencanakan struktur beton bertulang gedung hotel sepuluh lantai dengan panjang bangunan 45,0 m, lebar 17,0 m, tinggi 40 m, dan terletak di Kota Manado dengan kelas situs SD (tanah sedang) dengan nilai SDS dan SD1 sebesar 0,7484 dan 0,5635. Struktur termasuk dalam Kategori Desain Seismik (KDS) “D” dan menggunakan Sistem Ganda. Elemen struktur yang direncanakan yaitu balok, kolom, pelat, dan dinding geser dengan mutu beton ( ) sebesar 30 MPa, mutu tulangan longitudinal ( ) sebesar 420 MPa, dan mutu tulangan transversal ( ) sebesar 280 MPa. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dan dianalisis melalui program analisa struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain struktur telah memenuhi seluruh persyaratan, dengan kapasitas elemen struktur dan detail penulangannya yang memadai terhadap gaya dalam yang bekerja. Selain itu, prinsip “Strong Column Weak Beam” serta ketentuan pada Sistem Ganda telah terpenuhi sesuai kriteria perencanaan struktur tahan gempa. Kata kunci: sistem ganda, beton bertulang, Strong Column Weak Beam, gempa
Analisis Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square Di Pantai Karang Ria Kota Manado Wendur, Deviyanti Amanda; Jasin, Muhammad I.; T, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66104

Abstract

Pantai Karang Ria di Kota Manado merupakan kawasan pesisir strategis yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan dan pariwisata, serta direncanakan menjadi target reklamasi oleh Pemerintah Kota Manado. Pemahaman terhadap karakteristik pasang surut sangat krusial untuk mendukung kegiatan pesisir dan perencanaan infrastruktur, termasuk reklamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasang surut dan elevasi muka air laut menggunakan metode harmonik Least Square berbasis program MOD-LSQ.Data pasang surut sekunder selama 15 hari dari Badan Informasi Geospasial (BIG) diolah untuk mendapatkan konstanta harmonik dan bilangan Formzahl (F). Hasil analisis mendapatkan 10 komponen harmonik utama, termasuk M2 (5.839), S2 (4.624), K1 (2.402), dan O1 (1.609). Nilai bilangan Formzahl (F) yang diperoleh adalah 0.383. Nilai ini berada dalam rentang $0.25 < F < 1.5$, yang mengklasifikasikan tipe pasang surut di Pantai Karang Ria sebagai Campuran Condong ke Harian Ganda (Mixed Tide, prevailing semi-diurnal). Nilai elevasi muka air rata-rata (MSL) adalah 0.0021, dengan elevasi muka air tertinggi (HHWL) mencapai 16.7500 dan terendah (LLWL) mencapai -14.0351. Hasil ini penting sebagai acuan teknis dalam pekerjaan perencanaan reklamasi kawasan pesisir Boulevard II/Karang Ria. Kata kunci: pasang surut, metode Least Square, Formzahl, Pesisir Boulevard II
Analisis Luas Genangan Akibat Keruntuhan Bendungan (Dam Break) Kuwil Kawangkoan Dengan Program HEC-RAS Lombogia, Christhio A. P.; Hendratta, Liany A.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66106

Abstract

Menurut ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia mengenai bendungan, setiap bendungan wajib memiliki dokumen Rencana Tindak Darurat (RTD) yang diperbaharui setiap lima tahun. Penyusunan RTD tersebut harus didasarkan pada analisis potensi keruntuhan bendungan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melakukan analisis potensi keruntuhan Bendungan Kuwil Kawangkoan yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, dengan mengacu pada Pedoman Klasifikasi Bahaya Bendungan sesuai Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan. Studi ini memberikan hasil bahwa curah hujan PMP di DTA Waduk Kuwil Kawangkoan adalah sebesar 1297,18 mm, debit banjir PMF di Kuwil Kawangkoan adalah sebesar 2476,57 m3/det, dan Skenario keruntuhan Bendungan Kuwil Kawangkoan dengan dampak paling ekstrem adalah overtopping, yang menghasilkan genangan seluas ±1.689,49 ha. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Kuwil, Maumbi, Malendeng, Kairagi Satu, Paal IV, Kairagi Dua, Kairagi Weru, Tikala Baru, Paal Dua, Komo Luar, Pinaesaan, Wenang Utara, Sindulang Satu, Bitung Karangria, dan Wawonasa. Kedalaman genangan maksimum pada titik representatif masing-masing wilayah berkisar antara 2,69 m hingga 22,06 m. Berdasarkan kedalaman banjir tersebut, sebagian besar wilayah seperti Kuwil, Maumbi, Malendeng, Kairagi Satu, Paal IV, Kairagi Dua, Kairagi Weru, Tikala Baru, Paal Dua, Komo Luar, Pinaesaan, Wenang Utara, Sindulang Satu, Bitung Karangria, dan Wawonasa dikategorikan sebagai Zona Bahaya Tinggi. Kata kunci: keruntuhan bendungan, Bendungan Kuwil Kawangkoan, Probable Maximum Flood, genangan banjir, HEC-RAS
Performa Dinding Penahan Tanah Tipe GRS Akibat Konstruksi Fondasi Dangkal Pada Pembebanan Statis Mangare, Jenofer Y.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66161

Abstract

Dinding penahan tanah tipe Geosynthetic Reinforced Soil (GRS) merupakan sistem rekayasa geoteknik yang memanfaatkan interaksi antara tanah dan material geosintetik untuk meningkatkan stabilitas dan kapasitas dukung massa tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dinding GRS akibat keberadaan fondasi dangkal yang dibebani secara statis, dengan fokus pada respons deformasi, stabilitas sistem, serta perubahan kapasitas dukung fondasi. Analisis dilakukan melalui pemodelan numerik berbasis metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak fondasi terhadap dinding, yang direpresentasikan melalui rasio D/B, memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan, pergeseran lateral, dan kapasitas dukung fondasi. Pada rasio D/B kecil (0,5–1,5), deformasi mencapai nilai maksimum akibat interaksi intensif antara fondasi dan dinding. Kondisi optimum dicapai pada rasio D/B sekitar 2–3, di mana fondasi berada dalam zona perkuatan yang paling efektif sehingga deformasi minimum dan kapasitas dukung maksimum. Pada rasio D/B > 3, performa sistem menurun karena fondasi berada di luar area perkuatan. Temuan ini menegaskan pentingnya penentuan posisi fondasi terhadap dinding GRS dalam perencanaan geoteknik. Kata kunci: dinding GRS, fondasi dangkal, metode elemen hingga, penurunan, pergeseran lateral, kapasitas dukung
Analisis Daya Dukung Fondasi Borepile Pada Proyek Pembangunan Gedung Utama Kawasan OIKN Nangoy, Joshua T. T.; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung fondasi borepile pada proyek pembangunan Gedung Utama di Kawasan OIKN dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu metode konvensional berbasis data uji penetrasi standar (N-SPT) dan metode interpretasi hasil uji pembebanan statik (loading test). Perhitungan secara konvensional dilakukan dengan metode Meyerhof, Decourt, serta Reese & Wright, sedangkan hasil uji lapangan dianalisis menggunakan metode Mazurkiewicz, Chin, dan Decourt. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai daya dukung izin (Qall) tertinggi dari metode konvensional diperoleh melalui metode Reese & Wright sebesar 433,27 ton, sedangkan yang terendah dari metode Decourt sebesar 293,15 ton. Sementara itu, hasil interpretasi uji pembebanan statik menunjukkan nilai daya dukung ijin (Qall) tertinggi dengan metode Decourt sebesar 692,31 ton dan terendah dengan metode Mazurkiewicz sebesar 580,00 ton. Perbedaan hasil antara kedua pendekatan disebabkan oleh karakteristik empiris metode konvensional yang konservatif dan keterbatasannya dalam merepresentasikan interaksi tanah–fondasi secara aktual, sementara uji pembebanan memberikan hasil yang lebih realistis terhadap kondisi lapangan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kombinasi antara metode empiris dan uji pembebanan lapangan direkomendasikan dalam perencanaan fondasi borepile. Metode empiris digunakan sebagai acuan desain awal, sedangkan hasil interpretasi uji pembebanan berfungsi sebagai validasi terhadap daya dukung aktual fondasi di lapangan. Kata kunci: fondasi borepile, daya dukung, N-SPT, loading test, metode empiris, OIKN
Analisis Sistem Pengangkutan Dan Pewadahan Sampah Di Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Karauwan, Jasmine H.; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66185

Abstract

Penelitian ini menganalisis sistem pengangkutan dan pewadahan sampah di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengangkutan dan pewadahan sampah di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara yang mengoptimalkan kinerja teknik operasional persampahan di wilayah tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh peningkatan volume timbulan sampah seiring dengan pertumbuhan demografi dan ekonomi Kecamatan Airmadidi sebagai Ibu Kota Kabupaten, di mana penanganan sampah eksisting masih menghadapi tantangan efisiensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting sistem pengumpulan sampah di Kecamatan Airmadidi umumnya menggunakan pola individual langsung, di mana petugas mengambil sampah langsung dari sumbernya di depan rumah warga. Namun, sistem ini belum berjalan optimal akibat beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana pengangkutan, variasi jenis pewadahan yang menghambat efisiensi waktu petugas, serta belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai. Berdasarkan analisis data, total daya angkut sarana yang tersedia mencapai 63,6 M3/hari atau setara 15,9 Ton/hari, dengan tingkat pengurangan sampah melalui Bank Sampah yang masih rendah yakni hanya sebesar 1,88% hingga 1,93%. Sebagai rekomendasi teknis, penelitian ini mengusulkan optimalisasi melalui penambahan sarana pengangkutan yang sesuai dengan proyeksi timbulan sampah sepuluh tahun ke depan, standarisasi wadah sampah komunal, serta perencanaan pembangunan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lokasi-lokasi strategis tiap kelurahan/desa untuk meningkatkan efektivitas pengolahan sampah dari sumbernya. Kata kunci: pengangkutan dan pewadahan sampah, volume sampah, komposisi sampah
Analisis Pencemaran Air Oleh Limbah Rumah Tangga Di Danau Tondano Desa Toulour Kabupaten Minahasa Pongoh, Andini S.; Riogilang, Herawaty; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66188

Abstract

Danau Tondano merupakan sumber daya air penting bagi masyarakat Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, namun rentan mengalami penurunan kualitas akibat pembuangan limbah rumah tangga secara langsung ke badan air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas air Danau Tondano di Desa Toulour berdasarkan parameter fisika dan kimia, meliputi pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), nitrat, dan Total Suspended Solids (TSS). Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik pengamatan, yaitu DT-1 dan DT-2, kemudian dianalisis di laboratorium dan dibandingkan dengan baku mutu kualitas air yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan nilai pH berada pada kisaran normal, yakni 6,89 di DT-1 dan 6,59 di DT-2. Konsentrasi DO masing-masing sebesar 4,6 mg/L dan 4 mg/L, berada pada batas minimum baku mutu. Nilai BOD tercatat 2,49 mg/L dan 1,92 mg/L, sedangkan COD sebesar 20,5 mg/L dan 9,26 mg/L, yang masih memenuhi baku mutu. Konsentrasi nitrat dan TSS berada di bawah ambang batas. Secara umum, DT-1 menunjukkan nilai pencemar lebih tinggi serta DO lebih rendah dibandingkan DT-2, mencerminkan pengaruh aktivitas domestik. Meskipun seluruh parameter masih memenuhi baku mutu, pola perubahan antar tahun mengindikasikan tren peningkatan beban pencemar dan penurunan kualitas ekologis secara bertahap sehingga diperlukan pengelolaan limbah domestik dan peningkatan kesadaran masyarakat setempat. Kata kunci: kualitas air, limbah rumah tangga, Danau Tondano, BOD, COD
Analisis Kestabilan Lereng Galian Pada Proyek Peningkatan Jalan Moaat-Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur STA 1+100 Mandagi, Agnes T.; Tampatty, Ezra E.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66190

Abstract

Pada tahun 2024, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur merencanakan pembangunan peningkatan jalan mulai dari kecamatan Moaat sampai kecamatan Motongkad yang tentunya tidak lepas dari pekerjaan galian tanah yang membentuk lereng di tepi jalan. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data sondir atau Cone Penetration Test (CPT) dan data geometri lereng pada STA 1+100 sesuai data gambar rencana. Berdasarkan hasil perhitungan faktor keamanan terhadap lereng galian menggunakan Ms. Excel pada titik sondir C1, dapat dilihat bahwa pada metode Bishop dengan variasi kedalaman muka air tanah paling dangkal yaitu 0 meter, didapatkan hasil Fs statis = 0,24, Fs gempa = 0,19 untuk keadaan undrained, Fs statis = 1,06, Fs gempa = 0,78 untuk keadaan drained. Berdasarkan hasil perhitungan faktor keamanan terhadap lereng galian menggunakan software Rocscience Slide pada titik sondir C1, dapat dilihat bahwa pada metode Bishop dengan variasi kedalaman muka air tanah paling dangkal yaitu 0 meter, didapatkan hasil Fs statis = 0,14, Fs gempa = 0,11 untuk keadaan undrained, Fs statis = 1,05, Fs gempa = 0,88 untuk keadaan drained. Pada hasil perhitungan faktor keamanan terhadap lereng galian menggunakan Ms. Excel pada titik sondir C2, pada metode Bishop dengan variasi kedalaman muka air tanah paling dangkal yaitu 0 meter, didapatkan hasil Fs statis = 0,00, Fs gempa = 0,00 untuk keadaan undrained, Fs statis = 1,12, Fs gempa = 0,83 untuk keadaan drained. Pada hasil perhitungan faktor keamanan terhadap lereng galian menggunakan software Rocscience Slide pada titik sondir C2, pada metode Bishop dengan variasi kedalaman muka air tanah paling dangkal yaitu 0 meter, didapatkan hasil Fs statis = 0,03, Fs gempa = 0,02 untuk keadaan undrained, Fs statis = 1,14, Fs gempa = 0,90 untuk keadaan drained. Kata kunci: kestabilan lereng, Faktor Keamanan, Software Rocscience Slide
Studi Kestabilan Lereng Galian Dengan Perkuatan Geocell Di Kawasan Perumahan Koka, Kabupaten Minahasa Ladi, Alsetya D.; Legrans, Roski R. I.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66210

Abstract

Permasalahan kestabilan lereng pada pekerjaan galian dan timbunan merupakan aspek krusial dalam proyek konstruksi, karena ketidakstabilan lereng dapat menimbulkan risiko keselamatan, peningkatan biaya, serta gangguan terhadap keberlanjutan struktur di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng galian yang diperkuat menggunakan geocell pada lokasi Perumahan Koka, Kabupaten Minahasa, yang didominasi oleh tanah berbutir berupa pasir bersih hingga pasir berlanau (clean sands to silty sands). Analisis dilakukan menggunakan metode Bishop Simplified dan pemodelan numerik PLAXIS 2D untuk mengevaluasi kinerja lereng setelah pemasangan geocell. Variasi kondisi muka air tanah (MAT) diterapkan pada kedalaman 1 m dan 2 m dari permukaan tanah untuk menilai pengaruh tekanan air pori terhadap kestabilan lereng. Model lereng memiliki tinggi 12 m dengan kemiringan 19°, dan diperkuat menggunakan tiga tipe geocell, yaitu MG100‑660‑HDPE, MG125‑700‑HDPE, dan MG150‑740‑HDPE. Evaluasi dilakukan pada kondisi statis dan dinamis, baik drained maupun undrained. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan geocell mampu meningkatkan faktor keamanan (FK) lereng pada kondisi drained sebesar 3,66% hingga 4,69%. Selain itu, deformasi lereng mengalami penurunan signifikan dengan persentase reduksi antara 4,19% hingga 63,45%. Peningkatan FK dan penurunan deformasi paling besar terjadi pada kondisi dinamis‑drained dengan MAT 0 m ketika menggunakan geocell tipe MG150‑740‑HDPE. Secara umum, ketiga tipe geocell menunjukkan performa yang relatif serupa. Variasi MAT terbukti memengaruhi kestabilan lereng, di mana posisi muka air tanah yang lebih tinggi menyebabkan penurunan FK dan peningkatan deformasi akibat bertambahnya tekanan air pori dan berkurangnya tegangan efektif tanah. Kata kunci: kestabilan lereng, geocell, muka air tanah, deformasi, faktor keamanan