cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA SEBAGAI KONSEP PADA PABRIK DAN GALERI ES KRIM DI SENTUL Ilfaya Ilham Burhanudin; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1995.633 KB)

Abstract

Es krim merupakan menu makanan favorit di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Indonesia juga merupakan pasar besar bagi penjualan es kirm sehingga produkasi masa es krim akan efektif untuk mensuplai kebutuhan konsumen di Indonesia. Dalam perencanaan dan perancangan ini metode untuk penyusunan diawali dengan mengumpulkan data, kompilasi data, dan analisis data tentang es krim, pabrik, galeri, dan arsitektur metafora. Kemudian penyusunan konsep desain perencanaan dan perancangan Pabrik dan Galeri Es Krim, bertujuan untuk menerapakan metafora kombinasi dari elemen-elemen es krim. Tema Industrial, Creative, dan Education diharap dapat membuat citra pabrik berubah menjadi lebih baik dan bermakna.
PERANCANGAN RUANG EKSPRESI REMAJA PADA GELANGGANG REMAJA DI YOGYAKARTA Muhammad Johar Nehru; Endah Tisnawati; Setiawan Ardyanto
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2476.626 KB)

Abstract

Remaja merupakan masa dimana seseorang sedang mencari identias diri, masa tersebut berkaitan dengan pertumbuhan fisik dan psikis. Remaja mempunyai sifat yang cenderung menggebu-gebu dan mempunyai tingkat emosi yang tinggi. Sifat-sifat tersebut adakalanya baik dan buruk. Kenakalan remaja yang terjadi saat ini merupakan sifat buruk dari remaja yang diluapkan kedalam suatu aktifitas yang negatif. Tetapi sifat positif yang terluapkan dari remaja dapat terlihat pada prestasi dan hobi yang mampu memberikan rasa percaya diri dalam berekspresi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analisis. Rancangan Ekspresi remaja pada prinsipnya mengarah pada ruang-ruang yang tersedia pada bangunan baik ruang luar maupun ruang dalam.
PENERAPAN KONSEP ANALOGI PADA BANGUNAN BENTANG LEBAR Taufik Hidayat; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2350.863 KB)

Abstract

ABSTRAK. Dalam memandang arsitektur para ahli teori seringkali membuat analogi-analogi dengan menganggap arsitektur sebagai sesuatu yang ‘organis’, arsitektur sebagai ‘bahasa’, atau arsitektur sebagai ‘mesin’. Secara singkat analogi-analogi. Analogi dalam arsitektur diidentifikasikan ke dalam 2 kategori, pertama Analogi matematis. kedua Analogi matematis. Analogi matematis adalah sebuah pandangan bahwa beberapa ahli menganggap bahwa bangunan-bangunan yang dirancang dengan bentuk-bentuk murni, ilmu hitung dan geometri (seperti golden section) akan sesuai dengan tatanan alam semesta dan merupakan bentuk yang paling indah. Prinsip-prinsip ini banyak digunakan pada bangunan zaman Renaissance. Analogi biologis adalah Pandangan para ahli teori yang menganalogikan arsitektur sebagai analogi biologis berpendapat bahwa membangun adalah proses biologi bukan proses estetis. Kata Kunci: arsitektur, bangunan bentang lebar, konsep analogi.
PENERAPAN KONSEP TEKTONIKA BAMBU SEBAGAI MATERIAL BERKELANJUTAN PADA PASAR HARAPAN JAYA BEKASI Faisal akbar; Lily Mauliani; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Pasar Tradisional dianggap sebagai salah satu prasarana yang membawa citra buruk bagi estetika kota. Begitu pula kondisi pasar Harapan Jaya saat ini. Pengelolaan dan manajemen pasar yang buruk, sarana dan prasarana yang sangat minim dan ketidaknyamanan berbelanja (kumuh, semrawut, becek, kotor) menjadi permasalahan klasik yang menyebabkan ketidaknyamanan berbelanja. Metode penyusunan konsep yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Landasan teori yang terkait baik secara arsitektural maupun non arsitektural dimulai dari pengumpulan data sampai dengan pengolahan data secara faktual. Penyusunan konsep penerapan tektonika bambu sebagai material berkelanjutan pada Pasar Harapan Jaya adalah bertujuan untuk menerapkan bambu sebagai material bangunan yang hemat energi, dan pemeliharaan bahan bangunan pasar yang tidak mencemari lingkungan dan juga dapat menjadikan pasar yang tertata, ramah lingkungan, aman dan nyaman serta mengangkat citra pasar tradisional menjadi baik dan memberikan kemajuan perekonomian di Kota Bekasi.
Penerapan Arsitektur Hybrid Pada Redesain Taman Sriwedari Di Surakarta Reny Oktora Wijayanti; Anisa Anisa; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.423 KB)

Abstract

Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki kekhasan budaya yang masih kental adatnya. Tempat pelestarian budaya masih banyak kita jumpai di kota ini salah satuya adalah Taman Sriwedari. Taman Sriwedari merupakan salah satu ruang terbuka publik berkonsep taman budaya di Kota Surakarta. Dahulu taman ini merupakan kebun milik raja. Seiring berjalannya waktu, Taman Sriwedari telah melakukan beberapa kali peremajaan tetapi hanya di bagian-bagian tertentu. Hal ini merupakan sebuah masalah utama pada sebuah kawasan cagar budaya yang kurang terawat. Oleh karena itu, perencanaan ulang Taman Sriwedari dengan pendekatan Arsitektur Hybrid yang memadukan antara Arsitektur Tradisional Jawa dan Postmodern akan diterapkan untuk menjadikan Taman Sriwedari yang lebih terpadu dan edukatif. Kata Kunci: Arsitektur Hybrid, Redesain, Taman Budaya
PENDEKATAN ARSITEKTUR IKONIK TRANSPORTATION HUB BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT (BIJB) Ary Rizaldi; Lily Mauliani; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.637 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya sebuah bandara Internasional sangat tergantung kepada moda transportasi darat. Transportasi darat dibutuhkan untuk mempermudah kegiatan transportasi pada kawasan bandara baik di dalam maupun di luar bandara. Sebagai contoh, dibutuhkan moda transportasi  akses masuk dan keluar bandara serta akses berpindah antar terminal bandara. Berdasarkan hal tersebut transportation hub atau pusat transportasi pada bandara sangat diperlukan guna menjawab kebutuhan transportasi yang ada di bandara. Konsep yang akan digunakan adalah arsitektur ikonik sebagai daya tarik bangunan dan memberikan kesan bangunan yang berbeda dari bangunan sekitar.  Adanya Transportation hub pada bandara internasional Jawa Barat berkonsep arsitektur ikonik diharapkan dapat mempermudah berkegiatan transportasi dan juga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang rentan menimbulkan kemacetan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur, wawancara serta observasi (tinjauan lapangan) dan juga studi preseden. Kemudian juga dilakukan análisis tapak, análisis massa bangunan dan arsitektur ikonik. Penelitian ini menghasilkan sebuah bangunan transportation hub atau pusat trannsportasi yang ikonik, transportation hub dengan arsitektur ikonik ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan  transportasi umum darat pada bandara sehingga mempermudah dan menambah minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Kata Kunci: Arsitektur, Ikonik, Transportation Hub, BIJB 
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HI TECH PADA SIRKUIT INTERNASIONAL DI BUMI SERPONG DAMAI (BSD), TANGERANG mohamad rizqon rizqon; Lily Mauliani; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.366 KB)

Abstract

Road racing merupakan ajang adu kecepatan yang ditentukan oleh kemampuan mesin motor atau mobil balap ditambah skill pembalap yang mumpuni. Tentu saja hal ini sangat membahayakan pembalap dan orang lain apabila dilakukan di jalanan umum. Indonesia juga sudah banyak memiliki talenta muda yang telah meraih juara Nasional maupun Asia. Namun Indonesia sendiri belum memiliki sarana yang mendukung untuk pengembangan skill pembalap. Atas dasar tersebut muncul ide untuk membuat konsep perencanaan Sirkuit Internasional. Adapun konsep yang diterapkan menggunakan konsep arsitektur hi tech. Dengan tujuan agar bangunan tidak tertingal oleh perkembangan zaman. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data, observasi lapangan dan pengkajian literatur studi preseden. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan landasan teori, yang berkaitan dengan konsep perencanaan dan perancangan. Meliputi analisis perkotaan, tapak, bangunan dan ruang. Dari analisis tersebut menghasilkan sebuah konsep perencanaan sirkuit internasional yang menerapkan elemen arsitektur hi tech, seperti penerapan material transparan dan bentuk yang dinamis.
KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN BENTANG LEBAR PADA STASIUN TANJUNG PRIUK DAN THEATER JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI Yustriana Choiriyani; Finta Lissimia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.615 KB)

Abstract

ABSTRAK. Setiap waktu bangunan selalu berkembang cukup pesat selain sebagai kebutuhan manusia juga sebagai unjuk kemewahan. Berlomba-lomba membuat bangunan terbaik, dengan teknologi modern bangunan apapun dapat didirikan. Bangunan dengan struktur bentang lebar adalah salah satu fenomena yang terjadi karena adanya kebutuhan ruang luas untuk sebuah kegiatan tertentu seperti olah raga, transportasi, dsb. Gaya arsitektur futuristik yang di ikuti berkembang dengan perkembangan teknologi memiliki karakteristik yang mendukung perkembangan kemajuan zaman. Namun tidak semua bangunan yang berdiri pada abad 20 bisa dikatakan bangunan futuristik. Maka Stasiun Tanjung Priuk da Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki sebagai bangunan bentanng lebar akan dikaji penerapan arsitektur futuristiknya. Metode pengkajian menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan data primer berupa dokumentasi langsung dan wawancara, serta data sekunder berupa literatur. Hasilnya, Stasiun Tanjung Priuk bukan arsitektur futuristik karena mennggunaka kosep garis vertikal da horizontal serta massanya maju mundur. Sedangkan Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan arsitektur futuristik baik dari kosep transpara, penggunaan material ekspos, bentuk persegi dan segitiga, dan material kaca dan bajaKata Kunci: Arsitektur Futuristik, Struktur Bentang Lebar, Tipologi Bangunan.ABSTRACT. Buildings always develop quite rapidly other than as human needs as well as a show of luxury. Competing to make the best building, with modern technology any building can be built. Building with a wide span structure is one phenomenon that occurs because of the need for large space for a particular activity such as sports, transportation, etc. The futuristic architectural style that is followed to develop with technological developments has characteristics that support the development of the times. Not all buildings that stood in the 20th century can be said to be futuristic buildings. Therefore Tanjung Priuk and Jakarta Theater Taman Taman Ismail Marzuki's building as a wide building will be studied in the application of its futuristic architecture. The assessment method uses descriptive qualitative based on primary data in the form of direct documentation and interviews, and secondary data in the form of literature. As a result, Tanjung Priuk Station is not a futuristic architecture because it uses vertical and horizontal line concepts and their mass back and forth. Sedagkan Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) is a futuristic architecture both from transparent concept, the use of exposed materials, square and triangle shapes, and glass and steel materialsKeywords: Futuristic Architecture, Wide Span Structure, Building Typology.
KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN BENTANG LEBAR PADA STASIUN TANJUNG PRIUK DAN THEATER JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI Choiriyani, Yustriana; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.615 KB)

Abstract

ABSTRAK. Setiap waktu bangunan selalu berkembang cukup pesat selain sebagai kebutuhan manusia juga sebagai unjuk kemewahan. Berlomba-lomba membuat bangunan terbaik, dengan teknologi modern bangunan apapun dapat didirikan. Bangunan dengan struktur bentang lebar adalah salah satu fenomena yang terjadi karena adanya kebutuhan ruang luas untuk sebuah kegiatan tertentu seperti olah raga, transportasi, dsb. Gaya arsitektur futuristik yang di ikuti berkembang dengan perkembangan teknologi memiliki karakteristik yang mendukung perkembangan kemajuan zaman. Namun tidak semua bangunan yang berdiri pada abad 20 bisa dikatakan bangunan futuristik. Maka Stasiun Tanjung Priuk da Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki sebagai bangunan bentanng lebar akan dikaji penerapan arsitektur futuristiknya. Metode pengkajian menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan data primer berupa dokumentasi langsung dan wawancara, serta data sekunder berupa literatur. Hasilnya, Stasiun Tanjung Priuk bukan arsitektur futuristik karena mennggunaka kosep garis vertikal da horizontal serta massanya maju mundur. Sedangkan Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan arsitektur futuristik baik dari kosep transpara, penggunaan material ekspos, bentuk persegi dan segitiga, dan material kaca dan bajaKata Kunci: Arsitektur Futuristik, Struktur Bentang Lebar, Tipologi Bangunan.ABSTRACT. Buildings always develop quite rapidly other than as human needs as well as a show of luxury. Competing to make the best building, with modern technology any building can be built. Building with a wide span structure is one phenomenon that occurs because of the need for large space for a particular activity such as sports, transportation, etc. The futuristic architectural style that is followed to develop with technological developments has characteristics that support the development of the times. Not all buildings that stood in the 20th century can be said to be futuristic buildings. Therefore Tanjung Priuk and Jakarta Theater Taman Taman Ismail Marzuki's building as a wide building will be studied in the application of its futuristic architecture. The assessment method uses descriptive qualitative based on primary data in the form of direct documentation and interviews, and secondary data in the form of literature. As a result, Tanjung Priuk Station is not a futuristic architecture because it uses vertical and horizontal line concepts and their mass back and forth. Sedagkan Theater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) is a futuristic architecture both from transparent concept, the use of exposed materials, square and triangle shapes, and glass and steel materialsKeywords: Futuristic Architecture, Wide Span Structure, Building Typology.
KONSEP SIMBOLISME BUDAYA DALAM PEANCANGAN KAWASAN WISATA CAKAT RAYA KABUPATEN TULANG BAWANG sigit priswanto; Endy Marlina
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7190.548 KB)

Abstract

ABSTRAK. Aspek pariwisata yang perlu dikembangkan di Kabupaten Tulang Bawang untuk menjadikan sebuah ikon daerah Tulang Bawang yaitu proses pengenalan kebudayaan serta proses pelestarian budaya lokal kepada pendatang. Untuk memenuhi tujuan tersebut, konsep dalam pengembangan pariwisata di Tulang Bawang mennggunaka konsep simbolisme budaya. Penerapan desain simbolisme dalam bangunan mengacu pada bentukan simbolis kebudayaan fisik dari rumah adat tradisional Tulang Bawang, seperti pilar kayu dan ukiran khas Tulang Bawang. Atap menjulang diterapkan sebagai symbol dari keagungan Tuhan yang erasal dari rumah adat Sumatera Barat. Bangunan panggung symbol darikedudukan dan keselarasan alam dari rumah adat Sumatera Utara. Sedangkan bukaan lebar merupakan adaptasi dari rumah Jawa simbol darikeselarasan alam sekitar. Kata kunci : Kawasan wisata, Tulang Bawang, simbolisme budaya. ABSTRACT. Aspects of tourism that need to be developed in Tulang Bawang Regency to make an icon of the Tulang Bawang area are the process of introducing culture and the process of preserving local culture to migrants. To meet these objectives, the concept of developing tourism in Tulang Bawang uses the concept of cultural symbolism. The application of symbolism design in buildings refers to the symbolic formations of physical culture from traditional Tulang Bawang traditional houses, such as wooden pillars and Tulang Bawang carvings. The towering roof is applied as a symbol of the majesty of God from the traditional house of West Sumatra. The stage building is a symbol of the position and harmony of nature of the North Sumatra traditional house. While the wide opening is an adaptation of the Javanese house symbol of harmony of the natural surroundings. Keywords: Tourist area, Tulang Bawang, cultural symbolism.

Page 10 of 24 | Total Record : 239