cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Kuriositas journal specializing in the study of Islamic Studies, and intended to communicate about original research and current issues on the subject. Kuriositas journal is open to contributions of experts from related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PEMIKIRAN ETIKA MUTAHHARI Amin, Muahammad
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Murtadhā Muthahharī is a philosopher, sufi of contemporary syi’ah, and one of Iranian ideologist of Islam revolution. His study focuses on the fiqh which imparts more loves to the philosophy, tasawuf, and theology. The point of his view was that human deed could be distinguished between the natural and moral (akhlāqī) deed. The natural was the deed that is not laudable. It is also implemented by animals. Then, the akhlāqī was the deed that is laudable in which it is like with the attempt. Human recognizes great being which is unmeasurable with the materials. It rises from the maujud having two sides which are in metaphysic and material and have spirit and body. Within Worship Theory, Murtadhā Muthahharī classified that morals will not have the meaning if it is not with the recognition of God (ma‘rifat Allāh). Furthermore, tauhīd in his view is the root of the moral of faithful people in which it will not be lifted by the power at all.
PEMIKIRAN ETIKA IBNU MISKAWAIH Nizar, Nizar; Barsihannor, Barsihannor; Amri, Muhammad
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Miskawaih dijuluki sebagai bapak etika Islam. Ia telah mampu merumuskan dasar-dasar etika di dalam kitabnya Tahdzib al Akhlaq wa Thathir al A‘raq (PendidikanBudi dan Pembersihan Akhlak ). Sumber filsafat etika Ibnu Miskawaih berasal dari fisafat Yunani, peradaban Persia, ajaran syariat Islam dan pengalaman pribadi. Dalam pemikirannya mengenai etika, ia memulainya dengan menyelami jiwa manusia. Ia memandang bahwa ilmu jiwa memiliki keutamaan sendiri dibandingkan dengan ilmu-ilmu jiwa lainnya. Ajaran etika Ibnu Miskawaih berpangkal pada teori jalang tengah. Intinya menyebutkan bahwa keutamaan akhlak secara umum diartikan sebagai posisi tengah ekstrem kelebihan dan ekstrem kekurangan masing-masing jiwa manusia. Dengan demikian, menurut Ibnu Miskawaih bahwa akhlak merupakan keadaan jiwa yang mengajak sesorang untuk melakukan perbuatan tanpa dipikirkan dan diperhitungkan sebelumnya. Sehingga akhlak dapat dijadikan fitrah manusia dengan melakukan latihan-latihan yang terus menerus hingga menjadi sifat diri yang melahirkan akhlak yang baik.
PEMIKIRAN ETIKA MULLA SHADRA Bachtiar, Andi Safri
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The muslim thinkers argue that ethic is the science of spirit therapy that is necessary  for human being and even is in a uncertain condition like psychology  and mental societies lately who show unstable moral decadence. Hence, the study of ethic aspect is so urgent. Besides, philosophical ethic that is developed by the muslim philosophers need to get the attention seriously. One of them having the essential role for intellectual world of Islam is Mulla Shadra. In his Era, Mulla Shadra built a nuance for new philosophy that is learned intensively with kind of the analysis as well as imparting syntheses and integrations from previous philosophers. By the thought in briliant and original philosophy aspect, he is able to answer all moral challenges in his era.
KAJIAN ETIKA ISLAM Hanafi, Sain
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran akhlak adalah kesadaran diri yang merasakan baik dan buruk, yang mampu membedakan halal dan haram, serta hak dan batil. Manusia mengerti dengan perbuatan dirinya. Manusia sebagai subjek menginsafi bahwa dia berhadapan pada perbuatannya sekarang, sebelum, selama dan sesudah pekerjaan itu dilakukan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan etika dalam islam yang dideskriptifkan dalam etika terhadap Tuhan, manusia, dan lingkungan alam. Etika terhadap Tuhan dilandasi pada hukum moral melalui rasa syukur kepada-Nya. Lain halnya etika terhadap manusia, sifat kebebasan yang dimilikinya menjadi makhluk moral yang senantiasa berinteraksi untuk mencapai kebahagiaan sebagai tujuan puncak dari etika. Pada etika terhadap lingkungan, sikap, tindakan, dan perspektif etis serta manajemen pemeliharaan lingkungan hidup dan seluruh anggota ekosistem sangat diperlukan.
TASAWUF SEBAGAI ETIKA PEMBEBASAN; MEMOSISIKAN ISLAM SEBAGAI AGAMA MORALITAS Saprin, Saprin
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hakikat tasawuf sebagai etika pembebasan dan bagaimana memosisikan Islam sebagai ajaran moralitas. Latar belakang penelitian ini adalah adanya ketimpangan akibat kemiskinan spiritual yang telah merasuk ke dalam berbagai aspek kehidupan manusia sebagaimana terlihat secara jelas pada kemerosotan bahkan kebangkrutan moral yang berimplikasi pada krisis yang berakibat pada rapuhnya sendi-sendi kehidupan manusia Metodologi yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literature dan pustaka terkait konsep tasawuf dalam Islam dalam hubungannya dengan pembentukan moralitas manusia. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa Tasawuf adalah usaha seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sedekat mungkin. Awal mula timbulnya ajaran tasawuf bersamaan dengan agama Islam itu sendiri yaitu semenjak peristiwa kerasulan Nabi Muhammad SAW. Sebelum Muhammad diangkat menjadi rasul telah berulang kali melakukan Tahannuts dan khalwat di Gua Hira. Ketika menawarkan tasawuf dalam kehidupan modern bukan sebuah tawaran untuk meninggalkan kehidupan dunia yang praktis, melainkan bagaimana kehidupan dunia yang fana’ dan praktis itu ditujukan sebagai sarana untuk mencapai ridha dan pengabdian pada Ilahi sehingga yang fana’ itu memiliki nilai keabadian, yang keduniawiaan itu memilih dimensi keakhiratan. Dari hasil penelitian penulis menyimpulkan dua hal. Pertama, tasawuf bukanlah sesuatu bentuk eskapisme atau melarikan diri dari kehidupan dunia, melainkan sebuah kezuhudan (asketisme) melepaskan diri dari belenggu duniawi. Kedua, ajaran Islam yang merupakan agama moralitas berfungsi sebagai pelindung yang memberikan keteduhan dan kesejukan serta memiliki ketentraman hidup.
HASAN AL-BANNA AL-IKHWAN AL-MUSLIMUN Musyarif, Musyarif
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji pemikiran Hasan Al Banna yang merupakan pendiri gerakan Ikhwan al Muslimun. Metode yang digunakan dalam mengkaji hasil pemikiranAl Banna adalah kajian literatur (kajian pustaka) melalui buku-buku atau literatur terkait dengan obyek yang diteliti atau dokumen pendukung seperti jurnal dan artikel terkait. Tulisan ini menggunakan studi teks dengan menggunakan paradigma hermeneutika untuk menafsirkan corak pemikirannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ikhwan al-Muslimin dibentuk sebagai wadah perjuangan Hasan al-Banna bersama sahabat-sahabatnya dalam melancarkan risalah dakwah. Konsep dan gerakan Hasan al-Banna adalah semangat jihad yang ditamankan kepada semua aspek kehidupan atas dasar iman
RELASI AGAMA DAN NEGARA Gunawan, Edi
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.412 KB)

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang relasi agama dan negara perspektif pemikiran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana relasi antara agama dan negara dalam pandangan Islam. Metode yang digunakan dalam mendapatkan data adalah metode deskriptif melalui studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa diantara tokoh atau pemikir muslim seperti Nurcholish Madjid dan Abdur Rahman Wahid bersepakat bahwa terdapat relasi yang konstruktif antara dua hal yaitu negara dan agama yang oleh kalangan revivalis memisahkannya. Beberapa indikatornya adalah: (1) Islam memberi prinsip-prinsip terbentuknya suatu negara dengan adanya konsep khalīfah, dawlah, atau hukūmah, (2) Islam menekankan pada nilai-nilai demokrasi yakni kebenaran dan keadilan, dan (3) Islam menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia (HAM) dengan menetapkan bahwa hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir adalah hak kemerdekaan beragama. Karena itu, Islam secara esensial menekankan pentingnya hak asasi manusia untuk ditegakkan dalam sebuah negara, karena hak asasi manusia itu adalah hak yang tidak boleh diganggu dan dirampas dari orang yang memiliki hak tersebut.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AJARAN TAU LOTANG TERHADAP MASYARAKAT LOKAL WATTANG BACUKIKI KOTA PAREPARE Azis, Aminah; Jufri, Muhammad
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2041.21 KB)

Abstract

Aspek penting yang dikaji dari penelitian ini adalah pada tataran implementasi nilai- nilai ajaran Tau Lotang dalam masyarakat lokal Wattang Bacukiki Kota Parepare, yang memiliki implikasi penafsiran keagamaan bersifat multikultural yang berperspektif Islam. Penelitian ini tergolong file research dengan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan menekankan pada tinjauan studi kasus (case studies) melalui model deskriptif kualitatif-holistik, dengan memfokuskan pada pendekatan pendidikan teologis yang berorientasi pada ajaran keagamaan multikultural yang menekankan tinjauan teologis fenomenologis dalam kerangka normatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bentuk ajaran budaya lokal Tau Lotang dalam masyarakat muslim Wattang Bacukiki Kota Parepare yang telah mentradisi sejak masa lampau dan terwariskan hingga sekarang.
EKSISTENSI DAKWAH AJARAN TAREKAT KHALWATIYAH SAMMAN DI KABUPATEN WAJO Nurhikmah, Nurhikmah
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.215 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dekat tentang Khalwatiyah sebagaimana digambarkan dalam permasalahan utama penelitian, yaitu adanya daya tarik Khalwatiah di Kabupaten Wajo. Konsep dakwah dan bentuk praktik ajaran Khalwatiyah SAMMAN di Kabupaten Wajo terbentuk dari strategi dakwah, kharisma seorang Khalifah (mursyid) dalam ajaran Khalwatiyah, konsekuensi janji setia (baiat), zikir dilakukan secara konsisten dengan menjadikan khalifah sebagai figur. Faktor pendukung keberhasilan Khalwatiyah menunjukkan eksistensinya di kota Sengkang karena figur Puang Lompo yang merupakan orang tua dari khalifah tertinggi Khalwatiyah di Kabupaten Maros (Patte’ne) yang keberadaannya didukung oleh pemerintah dan semua turunan Khalifah dan pengikutnya. Adapun faktor penghambat eksistensinya dikarenakan penyebaran ajarannya di kabupaten Wajo tidak semassif di tempat lain sehingga berimbas pada minimnya upaya penetrasi yang dilakukan oleh tarekat ini di Kabupten Wajo.
SISTEM POLITIK TRADISIONAL, SEJARAH INSTITUSI DAN LEMBAGA POLITIK KABUPATEN BARRU Zaenong, Andi M. Anwar
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.236 KB)

Abstract

Politik Tradisional di Kabupaten Barru merupakan satu kesatuan yang ditata dengan sistem konfe-derasi/Passiajingeng bahasa Bugis, semua secara terpadu disebutkan ; Datu ri Tanete, Petta ri Berru sibawa Mallusetasi, Arung ri Soppeng Riaja. Oleh sebab itu, di persimpangan 4 Kota Barru terdapat sebuah tugu dengan di atasnya dipajang 4 pucuk payung kerajaan secara tertutup, sehingga bagi pemerintah tidak disangsikan kepeduliannya tentang sejarah yang melatarbelakangi tegaknya keanekaragaman lembaga politik tradisional di Kabupaten Barru. Itulah berdasarkan institusinya yang berbudaya sebagai sistem lembaga adat berpotensi diberi fasilitas berdiri berdasarkan keputusan raja-raja se Indonesia tgl 29-30 Mei 2007 di Makassar yang menyarankan adanya sistem politik budaya di setiap daerah dan provinsi.

Page 6 of 15 | Total Record : 143