cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pusat Penelitian Politik-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2Politik-LIPI) merupakan media pertukaran pemikiran mengenai masalah-masalah strategis yang terkait dengan bidang-bidang politik nasional, lokal, dan internasional; khususnya mencakup berba-gai tema seperti demokratisasi, pemilihan umum, konflik, otonomi daerah, pertahanan dan keamanan, politik luar negeri dan diplomasi, dunia Islam serta isu-isu lain yang memiliki arti strategis bagi bangsa dan negara Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 560 Documents
THE IMPACT OF ONGOING PANDEMIC COVID-19 ON INDONESIAN DEMOCRACY: DEMOCRATIC BREAKDOWN, POLITICAL INEQUALITY, AND DEEPENING CLIENTELISM Jati, Wasisto Raharjo
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 1 (2022): Pemilu dan Praktik Politik Oligarkis
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i1.1130

Abstract

This study aims to analyze the ongoing pandemic covid-19 that brings unprecedented consequences to the Indonesian democracy system. One prominent thing to note is that the current declining democracy seems to worsen. This condition may happen due to the restricted civil liberties and increasing use of state control on behalf of pandemic policies. While these two likely result from executive aggrandizement, the latter premise seems to be a side effect of increasing personal power because pandemic makes people dependent on state actors. The way pandemic covid-19 decreases the quality of democracy in Indonesia remains unanswered clearly. This study finds three significant consequences on Indonesia's democracy such as democratic breakdown, political inequality, and deepening clientelism. In other words, these three consequences also mean the pandemic covid 19 becomes blessing in disguise for elites to push their political agendas on behalf of pandemic policies. This study will further investigate other impacts of covid-19 on Indonesian democracy. Keywords: pandemic covid-19, Indonesian democracy, democratic breakdown, the persistence of authoritarianism, deepening clientelism
SELEKSI KANDIDAT DALAM KONTESTASI ELEKTORAL: STUDI KASUS PENCALONAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA DEPOK OLEH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) TAHUN 2005 DAN TAHUN 2020 Yusra, Amri; Romli, Lili; Noor, Firman
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 1 (2022): Pemilu dan Praktik Politik Oligarkis
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i1.1132

Abstract

Penelitian ini membahas tentang proses seleksi kandidat yang dilakukan oleh partai politik. Studi kasus yang diangkat adalah proses seleksi kandidat walikota dan wakil walikota oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Depok pada Pilkada 2005 dan 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan mengumpulkan data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui buku dan dokumen serta media sosial/massa terkait baik cetak maupun elektronik. Teori utama yang digunakan adalah empat dimensi proses seleksi kandidat yang dikembangkan oleh Reuven Y. Hazan dan Gideon Rahat. Proses seleksi yang dijalankan oleh partai politik menjadi salah satu cara untuk mengukur demokratisasi yang dijalankan oleh partai politik. Hasil analisa menunjukkan bahwa PKS menerapkan proses seleksi kandidat yang inklusif dan semi sentralistik karena keputusan akhir penentuan kandidat dilakukan dan menjadi kewenangan pimpinan partai politik ditingkat pusat (nasional). Kata Kunci : kota depok, pilkada, rekrutmen politik, seleksi kandidat
OLIGARKI DAN TERTUNDANYA PEMILU 2022 DI SUDAN PASCA LENGSERNYA PRESIDEN BASHIR Izzurahman, Muhammad Hasan; Basyar, M. Hamdan
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 1 (2022): Pemilu dan Praktik Politik Oligarkis
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i1.1133

Abstract

Lengsernya Presiden Bashir memberikan arah baru bagi demokrasi Sudan. Kesepakatan transisi antara militer dan sipil menghasilkan sebuah perjanjian dan Piagam Konstitusi Sementara 2019, dengan ketentuan kedua pihak berbagi kekuasaan selama 39 bulan. Agenda berikutnya adalah pemilihan umum nasional di tahun 2022. Akan tetapi, pada Oktober 2021, ada kudeta militer yang dipimpin Jenderal Burhan terhadap Perdana Menteri Hamdok. Peristiwa ini membatalkan seluruh isi Konstitusi Sementara 2019 dan menghentikan proses transisi yang sedang berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab tertundanya pemilu yang dijadwalkan pada 2022 dengan menggunakan pisau analisis teori oligarki Jeffrey A. Winters. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tertundanya pemilu diakibatkan oleh dominasi dan jaringan oligarki yang terdiri dari militer dan orang-orang di rezim sebelumnya. Oligarki hampir menguasai dan mengendalikan seluruh sektor penting ekonomi dan politik di Sudan.Kata Kunci: Pemilu tertunda, Oligarki, Militer, Sipil, Pemerintahan Transisi
SEBUAH PEMBELAJARAN UNTUK PEMILU YANG AKAN DATANG Rahma, Nurida Maulidia
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 1 (2022): Pemilu dan Praktik Politik Oligarkis
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i1.1138

Abstract

Pemilihan umum (Pemilu) merupakan sarana bagi bangsa dan negara untuk menjalankan demokrasi (Effendi, 2017). Namun demikian, dengan kondisi kebebasan berdemokrasi yang cenderung liar tidak terkendali belakangan ini membuat pelaksanaan pemilu menjadi cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan evaluasi dalam rangka memperbaiki sistem pemilu yang ada. Melalui bukunya, Muhammad Nizar Kherid melakukan evaluasi terhadap sistem pemilu di Indonesia sejak tahun 1955 sampai dengan tahun 2019. Adapun teori yang digunakan dalam mengevaluasi sistem pemilu di Indonesia adalah teori pluralism hukum, karena  teori ini dianggap teori yang efektif dalam mengevaluasi sistem pemilu. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem yang paling ideal di antara 1955-2019 adalah sistem pemilu 1955. Kata Kunci : pemilihan umum, pemilu, proporsional terbuka, proporsional tertutup (proporsional party list).
PANDANGAN PARTAI POLITIK TERHADAP MEDIA SOSIAL SEBAGAI SALAH SATU ALAT KOMUNIKASI POLITIK UNTUK MENDEKATI PEMILIH MUDA (GEN Y DAN Z): STUDI KASUS PDI-P DAN PSI Andriana, Nina
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 1 (2022): Pemilu dan Praktik Politik Oligarkis
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i1.1154

Abstract

Penelitian ini fokus pada bagaimana partai politik, PDI-P dan PSI, memandang  media sosial sebagai salah satu saluran komunikasi politik untuk menjangkau pemilih, khususnya generasi milenial dan Z. PDI-P dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan parpol pemenang pada Pemilu 2019, dan  PSI dipilih sebagai partai yang berada pada urutan enam terbawah pada pemilu yang sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan data yang ada di analisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Kajian ini menemukan bahwa kedua partai memiliki pandangan yang berbeda ketika melihat media sosial sebagai saluran komunikasi politik. PDI-P lebih cenderung melihat media sosial sebagai sarana branding partai (komunikasi satu arah), tetapi, PSI sendiri memandang media sosial tidak hanya sebagai media untuk branding dan mengenalkan program partai tetapi juga sebagai media untuk berdialog dengan publik (komunikasi dua arah).  Pandangan yang berbeda ketika melihat peran media sosial sebagai saluran komunikasi politik akan memengaruhi bentuk pesan politik yang disampaikan oleh partai politik. Pertimbangan berbeda dalam memilih bentuk pesan politik ini juga dipengaruhi oleh pandangan  mereka terhadap perilaku konsumsi media informasi dari kelompok pemilih muda (milenial dan Z), yang berbasiskan internet. Kata Kunci: komunikasi politik, media sosial, pemilih muda
STRATEGI KEPEMIMPINAN KRISIS INDONESIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL UNTUK PEMULIHAN EKONOMI Moch. Fauzie Said
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 2 (2022): Tantangan Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i2.1221

Abstract

Ketidakpasitian kondisi global saat ini dirasakan oleh setiap negara di dunia. Kondisi yang berubah-ubah dipicu oleh beberapa tantangan yang sedang terjadi saat ini dan membawa pengaruh besar bagi sikap pemimpin sebuah negara. Dengan melalukan analisis pemberitaan online, artikel ini ingin mengetahui bagaimana kepemimpinan krisis di Indonesia digunakan untuk menghadapi tantangan global dalam pemulihan ekonomi. Artikel ini melakukan telaah teks media online yang terkait dengan fenomena yang diteliti, serta melakukan komparasi antara gaya kepemimpinan transaksional dan tranformasional yang dikaji dari beberapa literatur online (melalui pemberitaan media online). Kajian ini menemukan bahwa, Presiden Jokowi menggunakan dua gaya kepemimpinan dalam menghadapi tantangan global pemulihan ekonomi, yaitu gaya kepemimpinan transaksional pada aspek (1) reaksi pemimpin; (2) pemberdayaan budaya dan (3) kinerja manajemen, sedangkan pada aspek lainnya, yaitu: (1) dorongan motivasi kepada pengikut dan (2) mekanisme pemecahan masalah, Presiden Jokowi lebih menggunakan gaya trasnformasional. Dari hasil kajian ini disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Presiden Jokowi bersifat adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Kata Kunci: kepemimpinan krisis, Presiden Jokowi, pemulihan ekonomi, tantangan global
PERAN INDONESIA SEBAGAI KEKUATAN MENENGAH DALAM G20 DI TENGAH DISRUPSI GEOPOLITIK KONFLIK RUSIA-UKRAINA Totok Sudjatmiko; Meilinda Sari Yayusman; Firman Budianto; Tri Rainny Syafarani
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 2 (2022): Tantangan Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i2.1224

Abstract

Dalam struktur jaringan global, kondisi menyusutnya dunia telah menjadikan interaksi negara-negara di dunia semakin meningkat. Hal ini menjadikan aktor-aktor negara semakin saling terhubung dan saling bergantung. Pada kondisi tersebut, tiga kondisi global yang patut menjadi perhatian dunia saat ini, yaitu: (1) dampak konflik Rusia-Ukraina, yang telah menjadi perang berkepanjangan dan berdampak global; (2) keberadaan G20; (3) peran negara kekuatan menengah, khususnya Indonesia, dalam melindungi kepentingan nasional. Sebagai kekuatan menengah dan pemegang Presidensi G20 tahun ini, Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk dapat berperan dan berkontribusi dalam kondisi global tersebut dengan tetap memprioritaskan kepentingan nasionalnya di tengah kondisi global saat ini. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melihat peran Indonesia di tengah disrupsi geopolitik konflik Rusia-Ukraina dalam posisinya sebagai kekuatan menengah di G20. Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia, sebagai kekuatan menengah dan pemegang presidensi G20, telah memainkan peran sebagai mediator dalam merespons konflik Rusia-Ukraina dan pembangun jembatan interaksi (bridge builder) antara negara berkembang dan negara maju melalui forum G20 sebagai forum multilateral. Hal ini dilakukan oleh Indonesia guna memperjuangkan kepentingan nasional dan global di tengah disrupsi geopolitik. Kata Kunci: G20, Disrupsi Geopolitik, Indonesia, Konflik Rusia-Ukraina, Kekuatan Menengah
REVIEW BUKU KONSERVATISME ISLAM: POLITIK IDENTITAS DAN KELOMPOK ISLAMIS DI INDONESIA Zulfadli Zulfadli
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 2 (2022): Tantangan Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i2.1238

Abstract

Setelah jatuhnya rezim Orde Baru telah terjadi pergeseran dinamika Islam dalam masyarakat muslim di Indonesia. Salah satu fenomena yang muncul sejak dua dasawarsa terakhir adalah menguatnya konservatisme Islam dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat baik secara teologis, sosiologis-politik. Konservatisme Islam tidak hanya menunjukkan pengaruh yang cukup kuat dalam kehidupan masyarakat akan tetapi juga merupakan tantangan serius terhadap Islam arus utama Indonesia yang mengedepankan karakteristik moderatisme Islam. Pergeseran ini, sangat berbeda dengan persepsi Islam Indonesia yang dikenal selama ini sebagai salah satu entitas Islam yang distingtif, ramah,  karakteristik moderat, inklusif, toleran, pluralistik menunjukkan wajah yang senyum mengalami perubahan menuju arus konservatisme agama. Buku ini merupakan studi terbaru daam menggambarkan bagaimana dinamika Islam Indonesia mengalami penguatan ke arah konservatisme agama. Kehadiran kelompok keagamaan konservatif secara aktif merespon isu-isu sosial politik dan keagamaan dan mempromosikan sikap dan pemahaman konservatisme agama.  Aktivitas kelompok konservatisme Islam telah mengubah wajah Islam Indonesia dari yang bercorak inklusif-moderat ke arah orientasi ekslusif-literal. Buku ini diakhiri dengan prediksi bahwa Islamisme konservatif masih menjadi pengaruh signifikan bagi perkembangan politik dan sosial-ekonomi di Indonesia untuk masa depan. Kata Kunci: Konservatisme Islam, Kelompok Keagamaan, Politik Identitas, Demokrasi
CHAIRMANSHIP IN ASEAN: LESSON LEARNED FOR INDONESIA Faudzan Farhana
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 2 (2022): Tantangan Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i2.1253

Abstract

Indonesia akan memegang Keketuaan ASEAN pada tahun 2023. Jika dibandingkan dengan situasi pada saat Indonesia terakhir kali memegang posisi ini, Indonesia akan menghadapi dinamika dan prioritas agenda yang jauh berbeda. Meski demikian, kepentingan Indonesia di ASEAN masih tetap sama. Sebagai fondasi kebijakan luar negerinya, Indonesia harus memanfaatkan posisi keketuannya untuk mengeaskan kepentingan nasionalnya di dalam rencana kawasan. Makalah ini menganalisa tren dan dinamika Keketuaan ASEAN selama sepuluh tahun kebelakang (2011 hingga 2021). Tujuannya untuk menemukan isu-isu yang penting untuk menjadi fokus keketuaan Indonesia di ASEAN. Hasilnya, ada lima permasalahan yang penting untuk menjadi perhatian Indonesia, yakni: (1) situasi Laut China Selatan, (2) persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, (3) situasi di Myanmar, (4) pengimplementasian AOIP, dan (5) pemulihan kawasan pascapandemi. Selain itu, Indonesia juga dapat memanfaatkan momentum keketuaannya di ASEAN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum di Indonesia tentang ASEAN dengan melibatkan generasi muda dan komunitas akar rumput dalam penyelenggaraan berbagai forum dan meningkatkan pemberitaan tentang ASEAN termasuk melalui penggunaan media sosial.Kata Kunci: ASEAN, Keketuaan ASEAN, Indonesia, pandemi Covid-19, Indo-Pacific.
PERFORMATIVE POLITICS AND DIGITAL POPULISM IN INDONESIA Ibnu Nadzir
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 2 (2022): Tantangan Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i2.1131

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan-gerakan populis telah menjadi salah satu kekuatan berpengaruh dalam politik Indonesia. Kemunculan cepat gerakan-gerakan ini tidak dapat dilepaskan dari integrasi media digital ke dalam politik, khususnya untuk memobilisasi dan menyebarkan gagasan – gagasan politik mereka. Meskipun demikian, kajian yang berupaya memahami hubungan antara populisme dan media digital masih relatif sedikit. Dalam konteks tersebut, artikel ini mengkaji pertautan antara teknologi dan perkembangan populisme di Indonesia. Berangkat dari perspektif populisme sebagai langgam politik, artikel ini berargumen bahwa media digital terpadu dalam terbentuknya gerakan-gerakan populis di Indonesia. Fitur-fitur spesifik dari media digital menyediakan ruang yang ideal bagi politik performatif yang menjadi landasan penting bagi populisme. Untuk mengelaborasikan proposisi tersebut, artikel ini membandingkan dua gerakan populis di Indonesia: gerakan nasionalis dan Islamis. Kedua gerakan tersebut menggunakan media digital untuk memeperluas pengaruh mereka dalam politik Indonesia. Meskipun demikian, pengaruh tersebut tetap dibatasi pada kemampuan mereka untuk mengontrol institusi politik yang telah mapan. Dalam konteks tersebut,  populisme sulit untuk dapat dipisahkan dari institusi-institusi politik formal yang kemudian berpengaruh pada pelemahan demokrasi di Indonesia.  Kata Kunci: digital, populisme, demokrasi, Indonesia, politik performatif

Filter by Year

2004 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Politik Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 2 (2022): Tantangan Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global Vol 19, No 1 (2022): Pemilu dan Praktik Politik Oligarkis Vol 18, No 1 (2021): Konstelasi Politik di Tengah Pandemi Covid-19 II Vol 18, No 2 (2021): Tren Kemunduran Demokrasi? Vol 17, No 2 (2020): Konstelasi Politik di Tengah Pandemi Covid-19 (I) Vol 17, No 1 (2020): Perang dan Damai : Situasi Politik Internasional di Era Ketidakpastian Vol 16, No 2 (2019): Evaluasi Pemilu Serentak 2019 Vol 16, No 1 (2019): Dinamika Sosial Politik Menjelang PEMILU Serentak 2019 Vol 15, No 2 (2018): Konstelasi Politik di Tahun Elektoral Vol 15, No 1 (2018): Turbulensi Kepemimpinan dan Konektivitas antar Negara Vol 14, No 2 (2017): Demokrasi, HAM dan Militer Vol 14, No 1 (2017): Transformasi Identitas Keindonesiaan Vol 13, No 2 (2016): Otonomi Daerah dan Pembangunan Perdesaan Vol 13, No 1 (2016): Komunitas ASEAN dan Tantangan Ke Depan Vol 12, No 2 (2015): Politik dan Kebijakan Publik: Perspektif Teori dan Praktis Vol 12, No 1 (2015): Demokrasi, PEMILU Serentak, dan Pelembagaan Partai Politik Vol 11, No 2 (2014): Tantangan Politik Lokal Pasca SBY Vol 11, No 1 (2014): Problematika Isu Perbatasan Vol 10, No 2 (2013): Presiden yang Presidensiil Vol 10, No 1 (2013): Partai Politik dalam Timbangan Vol 9, No 2 (2012): Politik Aceh dalam Ujian? Vol 9, No 1 (2012): Pembangunan Papua dalam Pusaran Politik Vol 8, No 2 (2011): Membaca Arah Politik Luar Negeri Indonesia Vol 8, No 1 (2011): Menggugat Politik Parlemen Vol 7, No 2 (2010): Peluang Indonesia dalam Perdagangan Bebas Vol 7, No 1 (2010): Good Governance dan Korupsi Vol 6, No 1 (2009): Kisruh Pemilu 2009 Vol 5, No 1 (2008): Problematika Reformasi Vol 4, No 1 (2007): Demokrasi Mati Suri Vol 3, No 1 (2006): Papua Menggugat Vol 2, No 1 (2005): Politik Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono Vol 1, No 1 (2004): Pemilu Legislatif 2004 More Issue