cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
IDENTITAS LINTAS BUDAYA: PUISI HAIKU JEPANG BERBAHASA BALI I Nyoman Darma Putra; Ida Bagus Jelantik Sutanegara Pidada; Ida Ayu Laksmita Sari
PANGGUNG Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2334

Abstract

The development of Indonesian and regional literature in the Archipelago is not only determined by internal conditions but also by external influences. Several years ago in Bali, an anthology of haiku in Balinese was published, which was clearly influenced by the form of haiku, traditional Japanese poetry. This article analyzes Balinese haiku collected in two anthologies, namely Bikul (Mouse, 2014) and Bubu (Fishtrapped, 2015), both by I Ketut Aryawan Kenceng. By applying a qualitative approach, this research data was collected through literature studies and interviews with poets and observers of modern literature in the Balinese language. The data were analyzed using structuralism and semiotic approaches. The results of the study show that Balinese haiku provides a cross-cultural identity (Japanese and Balinese) for modern Balinese literature. The results of this study contribute to our efforts to understand that this hybrid poem strengthens the opinion of scholars who say that Bali is an open fortress, meaning that it remains open to accepting outside influences but firmly maintains its artistic and cultural identity.Keywords: modern Balinese literature, Balinese language, haiku, cross-cultural identity, Japan
MUTE: Duet Bahasa Isyarat dalam Komposisi Kontemporer Ance Juliet Panggabean
PANGGUNG Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2628

Abstract

Mute merupakan sebuah penelitian karya komposisi musik yang memiliki ide dan konsep dituangkan dalam sebuah skor musik. Mute merupakan karya komposisi yang dilatarbelakangi genre musik kontemporer menggunakan tangga nada diatonik (tangga nada D Mayor) dan pentatonik (G-B-C-D-As). Karya tersebut merupakan duet melalui tutur bahasa dan digital piano dimana pemainnya menggunakan teknik tone cluster dan pointilism dengan staccato yang dikaitkan sebagai bahasa isyarat. Konsep karya Mute terletak pada permainan tutur bahasa melalui aksen bicara sebagai bahasa isyarat yang menggambarkan rasa marah, sedih, kesal dan dipadukan dengan bunyi suara detak jam dinding. Komposer juga sebagai peneliti melakukan berbagai percobaan-percobaan untuk menghasilkan sebuah karya komposisi dengan melakukan metode kualitatif, practice-based, practice-led dan ethnographic. Kekuatan pada karya tersebut adalah bagaimana menghubungkaitkan ide ke dalam konsep dan menjadi sebuah karya baru yang dapat dipergunakan oleh khalayak ramai sebagai literatur. Karya komposisi Mute sudah dipertunjukkan di konser North Sumatera Festival in Collaboration With World Music di kota Medan, Sumatera Utara dan sudah terdaftar secara HAKI. Kata Kunci: Tutur Bahasa, Piano Digital, Musik kontemporer, Karya Komposisi
Kesundaan dalam Keindonesiaan: Memahami Sajak Sunda Tahun 1950-an Teddi Muhtadin
PANGGUNG Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2620

Abstract

Tulisan ini berfokus pada pemahaman sajak Sunda yang ditulis tahun 1950-an. Tujuannya untuk mengungkap representasi kesundaan dalam bingkai keindonesiaan. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan teori semantik semiotika. Hasilnya untuk mengungkapkan bahwa secara semantik, sajak Sunda didominasi oleh tanda ikonis diagramatis dan tanda ikonis metaforis. Tanda ikonis diagramatis menempatkan keindonesiaan di depan kesundaan dan tanda ikonis metaforis menggambarkan bahwa keindonesiaan dapat dijelaskan dengan tradisi kesundaan. Artinya bahwa keindonesiaan terkandung di dalam kesundaan. Selain itu, terungkap pula identitas kesundaan berubah seiring berubahnya bingkai keindonesiaan. Ketika pada tahun 1950-an bingkai keindonesiaan menyempit dan menjadikan kesundaan tereksklusi, maka kesempatan tersebut dipakai untuk melihat dan memahami kesundaan kembali. Dalam pertemuannya dengan keindonesiaan yang menjadi tujuan kesundaan, kesundaan pun menemukan kesundaan yang paling primordial sekaligus berusaha mengatasi kesundaan yang berorientasi kejawaan. Kata kunci: sajak, sunda, gerakan kesundaan
TRADISI PASAWARI: SEBUAH PEDOMAN PENGEMBANGAN ETHNO-ECOTOURISM DI KALI AMA NEGERI HUALOY, PULAU SERAM, MALUKU Hehanussa, Akib; Saefullah, Kurniawan; Hadian, Mohamad Sapari Dwi
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami indigenous knowledge masyarakat Negeri Hualoy, dan bagaimana praktik indigenous knowledge dapat dijadikan panduan dalam pengembangan pariwisata berbasis etnis dan ekowisata di Kali Ama Negeri Hualoy, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif eksploratif dengan jenis penelitian etnografi. Data dan informasi penelitian ini berupa data primer yang diperoleh secara langsung melalui observasi dan wawancara mendalam bersama informan penelitian di Negeri Hualoy, dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen desa, artikel jurnal, dan laporan kerja yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pasawari sebagai salah satu indigenous knowledge yang diyakini sebagai falsafah hidup masyarakat, semestinya mampu dimanfaatkan sebagai panduan dalam pelaksanaan pariwisata berkelanjutan berbasis etnis dan ekowisata di kawasan Kali Ama, dengan tujuan peningkatan ekonomi masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat Negeri Hualoy, serta meminimalisir semua dampak negatif terhadap ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Kata Kunci : Indigenous Knowledge, ethnotourism, ecotourism, Kali Ama.
KOMPARASI INTERIOR RUMAH TRADISIONAL NUSANTARA: RUMAH JOGLO YOGYAKARTA INDONESIA DAN RUMAH MELAKA MALAYSIA Anggriani, Swastika Dhesti; -, Ponimin; Sidyawati, Lisa; Ujang, Norsidah
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.1024

Abstract

This study aims to determine the differences and similarities between traditional houses in Nusantara with research samples taken from 2 countries namely Joglo traditional hoise in Yogyakarta Indonesia and Melaka traditional house in Melaka Malaysia. The research method used is qualitative by means of descriptive research that takes the type of comparative activities of traditional house in Nusantara. Data obtained from direct observation to the location (Yogyakarta and Malaysia), interviews with informants, and taking documents data in the form of photos, layout drawings, and images. The results showed similarities and differences between the Joglo traditional house in Yogyakarta, Indonesia and the Melaka tarditional house in Malaysia. Judging from the aspect of the building, the Joglo house was built directly above ground level while the Melaka house was built with a stage system. The different types of buildings, plus the different users and spatial activities, lead to differences in interior layout. However, both Joglo traditional house and Melaka traditional house were built in 1 building mass. Both houses also still use wood material in some parts of the house. In addition, the house is also supported by poles that use wood material.Keyword: Comparation, Interior, Traditional House, Joglo, MelakaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan diantara rumah tradisional Nusantara dengan sampel penelitian yang diambil dari 2 negara yaitu rumah tradisional Joglo Yogyakarta Indonesia dan rumah tradisional Melaka Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara penelitian deskripsi yang mengambil jenis kegiatan komparasi rumah tinggal tradisional Nusantara. Data diperoleh dari observasi langsung ke lokasi (Yogyakarta dan Malaysia), wawancara kepada narasumber, serta mengambil data dalam bentuk dokumen berupa foto, gambar layout, dan gambar tampak. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan antara rumah Joglo Yogyakarta, Indonesia dan rumah Melaka Malaysia. Ditinjau dari aspek bangunan, rumah Joglo dibangun langsung di atas permukaan tanah sedangkan rumah Melaka dibangun dengan sistem panggung. Perbedaan jenis bangunan ini, ditambah perbedaan pengguna dan aktivitas ruangnya, menyebabkan adanya perbedaan tata ruang interior di dalamnya. Akan tetapi, Baik rumah Joglo dan Rumah Melaka dibangun dalam 1 massa bangunan. Kedua rumah tersebut juga masih menggunakan material kayu di beberapa bagian rumah. Selain itu, rumah juga disangga oleh tiang yang menggunakan material kayu.Keyword: Komparasi, Interior, Rumah Tradisional, Joglo, Melaka
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM FILM TELEVISI CRAZY NOT RICH MENTOG DI WARTEG Ernawati, Arni; Triyono, Agus
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi citra perempuan dalam film televisi atau FTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pada tanggal 27 Januari 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa semiologi komunikasi. Fokus penelirian ini adalah representasi citra perempuan yang terbentuk dari simbol-simbol yang terdapat pada tayangan film televisi SCTV berjudul Crazy Not Rich Mentog di Warteg yang tayang di SCTV pad atanggal 27 Januari 2019. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika dengan pendekatan Analisis Semiotika Roland Barthes yang memiliki dua tingkat penandaan, yaitu denotasi dan konotasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan harus selalu tampil sempurna dengan bentuk tubuh yang ideal. Gambaran seorang perempuan yang berani, kelas atas, dan lain sebagainya. Gambaran kecantikan yang ditampilkan bahwa citra perempuan yang terdapat dalam iklan sampo. Kata kunci: Citra, Perempuan, Film.
MAKNA FILOSOFI HIERARKI PADA SINERGITAS BUSANA, ORNAMEN, DAN TAU-TAU DALAM UPACARA RAMBU SOLO DI TORAJA Aswar Aswar*
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2738

Abstract

Fungsi dan makna simbolik busana, ornamen dan Tau-tau (sejenis artefak) menjadi bagian dari wujud kebudayaan Toraja dalam upacara Rambu Solo yang sampai saat ini masih bertahan dalam budaya masyarakat Toraja. Ornamen tersebut tentu mengalami penafsiran baru dalam proses pewarisannya atas dasar kebutuhan dan kepentingan generasi pewarisnya. Realitas tersebut membentuk konstruksi ornamen dan busana berelasi satu sama lain antara objek satu dengan yang lainnya. Pada hakekatnya, objek penelitian ini mengisyaratkan struktur dan makna filosofi hierarki masyarakat Toraja. Penelitian ini berusaha mengungkapkan struktur dan makna filosofi hierarki tersebut dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Makna Filosofi hierarki terkandung pada ornamen, busana, dan tau-tau yang saling bersinergi satu sama lain. Sinergitas ketiga elemen tersebut hadir dan sekaligus menyatu pada muatan upacara ritual tersebut. Temuan filosofi hierarki didapatkan dengan menggunakan teori semiotika Saussure berdasarkan pandangan sintakmatik dan paradigmatik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa busana, ornamen serta tau-tau dalam budaya Toraja mentransmisikan pemahaman dan kepercayaan yang dianut masyarakatnya. Wujud kompleksitas pemikiran masyarakat Toraja yang secara diakronik, tidak hadir begitu saja dalam kehidupan masyarakatnya, melainkan adanya kondisi tertentu dalam masyarakat Toraja, yang saling bersinergi sehingga membentuk suatu kebudayaan. Simbol-simbol tersebut tertanam pada elemen ornamen, busana, dan tautau yang bersinergi satu sama lain. Elemen-elemen tersebut bersinergi dan menelurkan makna filosofi hierarki alam, yakni dunia bawah, dunia tengah, dan dunia atas. Kata kunci: Busana, Hierarki, Ornamen, Rambu Solo, Simbol,.
STRATEGI PERSONAL BRANDING PENARI LENGGER LANANG MELALUI MEDIA INSTRAGRAM PADA AKUN INSTRAGRAM @RIANTO_RDS Widyaningrum, Septiana Yustika; Sjuchro, Dian Wardiana; Indriani, Sri Seti
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2758

Abstract

Penari lintas gender merupakan profesi yang masih dianggap tabu. Hal ini menjadikan kelompok penari lintas gender menjadi termarjinalkan. Eksistensinya dianggap minor, sehingga membuat mereka tidak memiliki akses yang sama dalam menampilkan personal branding-nya. Namun, bagi Rianto, penari Lengger Lanang, keberadaan Instagram menjadi jalan alternatif untuk memfasilitasi dirinya menampilkan personal branding dirinya sebagai penari lintas gender, baik secara profesional maupun personal. Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi personal branding Rianto, seorang penari Lengger Lanang Banyumas yang memiliki misi budaya untuk melestarikan kesenian tersebut melalui personal branding di media Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan indikator yang terdiri atas sebelas karakteristik authentic personal branding menurut Rampersad. Hasil penelitian menyebutkan bahwa strategi personal branding Rianto adalah memiliki nilai, karakter, kode perilaku, dan moral, yang berfokus pada bidang kesenian, konsisten, memiliki relevansi, visibilitas, mendapatkan pengakuan, menerapkan hal positif, menjadi diri sendiri, menjaga eksistensinya, dan memelihara hubungan baik pada pengikut di akunnya. Kata kunci: Personal branding, Penari Lintas Gender, Media Sosial, Strategi
FUNGSI KESENIAN BELUK PADA MASYARAKAT ADAT KASEPUHAN CICARUCUB Tila, Rita
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2739

Abstract

Beluk from the Indigenous People of Kasepuhan Cicarucub are still maintained by the community based on their beliefs. The purpose of this research is to find out how the situation, events and functions of Beluk by the community in preserving their culture. In this study, the authors use the ethnographic theory of communication put forward by Dell Hymes. The method used in this research is qualitative with an ethnographic communication approach. Data collection techniques through interviews and document observation. To determine the informants used non-random sampling technique, namely purposive sampling. The data validity test technique used is the data triangulation technique which consists of interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is to describe the findings in detail from the interpretation results, then draw conclusions on the research results obtained. The conclusion is that Beluk art has a purpose for education, morals and manners. The function of outs and outs in the traditional Kasepuhan Cicarucub community is a religious function, a social function and an entertainment function. Keywords: Function, Outline Art, Kasepuhan Cicarucub Indigenous People
PERAN PEREMPUAN DALAM MELESTARIKAN KESENIAN RAMPAK BEDUG DI KABUPATEN PANDEGLANG Permanasari, Alis Triena; Rizal, Syamsul
PANGGUNG Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2740

Abstract

Perempuan dalam Kesenian Rampak Bedug menjadi sebuah simbol. Rampak Bedug yang ada di Kabupaten Pandeglang hampir rata-rata menghadirkan perempuan dalam pertunjukannya. Selain itu, peran perempuan dalam eksistensinya menjadi ciri khas dalam kesenian tersebut. Tujuan penelitian ini untuk membahas dampak peran perempuan dalam upaya keberlangsungan Kesenian Rampak Bedug di Kabupaten Pandeglang. Mengingat sosok perempuan dalam kesenian ini menjadi sorotan bagi masyarakat umum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Objek penelitian ini yakni sanggar Pamanah Rasa Kabupaten Pandeglang. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan yang sedang menuntut ilmu di pendidikan non-formal (sanggar seni) atau pelaku seni di sanggar Pamanah Rasa. Pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kajian wanita dan kajian seni. Hasil penelitian dalam upaya pelestarian rampak bedug melalui keterlibatan secara aktif di sanggar, peningkatan apresiasi kepada masyarakat umum, dan terlibat dalam pengembangan dan pengemasan Kesenian Rampak Bedug. Kata Kunci: perempuan, rampak bedug, budaya lokal

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional More Issue