cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Materi Interaksi Sosial Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) . Juliastuti
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p32-39

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran IPS di SMPN 33 Surabaya Kota Surabaya, diperoleh bahwa nilai rata-rata penguasaan materi siswa kelas X1 pada materi Interaksi Sosial tahun pelajaran 2012/2013 masih rendah. Aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas siswa dan penguasaan materi Interaksi Sosial adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Asissted Individualization). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan pembelajaran kooperatif tipe TAI untuk meningkatkan persentase rata-rata : (1) tiap jenis aktivitas siswa; (2) penguasaan materi siswa dari siklus ke siklus. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak tiga siklus. Data penelitian ini terdiri dari data kualitatif, yaitu data aktivitas on task siswa yang diperoleh dari lembar observasi, serta data kuantitatif berupa nilai penguasaan materi interaksi sosial yang diperoleh melalui tes formatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I 65,63%, siklus II 100%.                                                                                                      AbstractBased on observations and interviews with a social studies teacher at SMPN 33 Surabaya Surabaya, found that the average value of students' mastery of the material in the material class X1 Social Interaction in the academic year 2012/2013 is still low. Activities relevant to the learning of students is low. One effort to increase student activity and mastery of Social Interaction is to implement cooperative learning model type TAI (Team Asissted Individualization). The purpose of this study was to describe the use of cooperative learning TAI to increase the percentage of the average: (1) each type of student activity; (2) The students' mastery of the material from cycle to cycle. This research is a class act who performed three cycles. Data of this study consisted of qualitative data, ie data on the activity of the student task derived from the observation sheets, as well as quantitative data such as the value of social interaction mastery of the material obtained through formative tests. The results of this study indicate that the use of cooperative learning model has a positive impact in improving student achievement marked by increased mastery learning students in each cycle, ie 65.63% the first cycle, the second cycle of 100% 
Meningkatkan Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII-F SMP Negeri 33 Surabaya Melalui Penerapan Model Pengajaran Langsung Dengan Kegiatan Laboratorium Mini Pada Materi Pembentukan Harga Pasar . Mudjianingsih
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p40-49

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang masih banyak kesulitan  yang ditemui peserta didik dalam mempelajari IPS. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, pembelajaran di kelas VIII-F SMPN 33 Surabaya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Penerapan metode ini menjadikan peserta didik hanya sebagai obyek belajar, peserta didik yang duduk di belakang cenderung pasif dan kemungkinan hasil belajarnya tidak tuntas. Untuk mengatasi pemasalahan tersebut peneliti mengunakan model pengajaran langsung dengan kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum ini merupakan bagian pengetahuan prosedural. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan  berupa rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Penelitian ini terdiri dari 3 putaran. Data penelitian diambil dengan menggunakan lembar observasi dan tes yang dilakukan pada bulan Maret s/d April 2013. Berdasarkan analisis data diperoleh informasi tentang keterampilan guru dalam pengelolaan model pengajaran langsung pada putaran I sampai putaran III mengalami peningkatan dari kriteria kurang baik menjadi baik. Keterampilan psikomotor peserta didik pada aspek transaksi pada putaran I mencapai skor 2,6 (kategori baik), sedangkan putaran II mencapai 2,4 (kategori kurang baik), hal ini peserta didik kurang serius pada saat melakukan kegiatan dan pengamatan, kemudian pada putaran III meningkat menjadi 3,8 (kategori sangat baik). Keterampilan afektif peserta didik dalam bertanya/ mengemukakan pendapat pada putaran I mencapai 2,8 (kategori baik), sedangkan putaran II menurun mencapai 2,4 (kategori kurang baik), dan putaran III mengalami peningkatan menjadi 3,3 (kategori sangat baik). Hasil belajar peserta didik sudah mencapai standar ketuntasan di sekolah. Pada putaran I ketuntasan belajar 70%, putaran II mencapai 91,06% sedangkan putaran III mencapai 88,62%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik sudah mencapai standar ketuntasan belajar di sekolah setelah menerapkan model pengajaran langsung dengan kegiatan praktikum sederhana sedangkan kinerja peserta didik pada aspek psikomotor dan aspek afektif mengalami peningkatan. AbstractThe research conducted because the students in the 8th grade of SMPN 33 Surabaya found difficulties to learn Social Science. Based on the observation, in fact, the use of lacture method and the question-answer method made the students as the learning object. The studens who sat at the back tended to be passive and may be their achievement was not good or they could not pass the minimal passing grade. To overcome the problem, the researcher conducted the Class Action Research presenting the direct learning model with the practical activity in the class because the practical activity is as a part of procedural knowledge. The steps how to do the research are: planning, acting, observation, reflection, and revision. This research conducted three cycles and took th data from the observation sheet and test perfomed in March to April 2013. Based on the data analyze, it shows the teacher was able to manage the class using the direct learning model in the first to third cycle. The learning result improved to be better. In the first cycle, psychomotoric skill of the students in the transactional aspect reached the skore 2.6 (good category), while in the second cycle reached 2.4 (less good category), it caused the student were less serious to do the activity and observation, then in the third cycle improved again to reach 3.8 (very good category). The students afective skill in asking or expressing opnion in the first cycle reached 2.8 (good category), while in the second cycle it decreased to be 2.4 (less good category), and in the third cycle improved again to get 3.3 (very good category). The students learning achievement reached the standart of school passing grade. While the learning succes of the students in the 8th grade reached 70% in the first cycle, 91.06% in the second cycle, and 88,62% in third cycle. Based on all data, the researcher can conclude that the students learning achievement reached the standart of school passing grade after the teacher implemented the direct learning model accompanied with the simple practical activity, while the students work in psycho motoric aspect and afective aspect improved, too. 
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Jambu Hilir Baluti 2 Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Syahroni Ejin
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p66-72

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan melatih kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Jambu Hilir Baluti 2 melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi pencemaran dan etika lingkungan. Pembelajaran ini dirancang agar siswa menemukan sendiri pemecahan masalah melalui tindakan nyata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang membandingkan siswa pada dua kelas yang diberi perlakuan yang berbeda. Rancangan penelitian menggunakan Counter Balanced Design. Subjek penelitian terdiri atas kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data penelitian dikumpulkan melalui instrument tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda dan instrument tes untuk melatih kemampuan berpikir kritis berbentuk esai. Perangkat pembelajaran terdiri dari RPP, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Tes Penguasaan Konsep dan Tes Keterampilan Berpikir Kritis, kemudian di validasi oleh pakar dan setelah dinyatakan valid dan layak, di uji cobakan pada siswa kelas IV SDN Jambu Hilir Baluti 2, pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak, keterlaksanaan RPP terlaksana dengan baik, aktivitas siswa mengalami peningkatan berpusat kepada siswa, respon siswa terhadap proses pembelajaran memberikan respon positif, seluruh siswa mencapai ketuntasan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berdasarkan model Problem Based Learning untuk melatihkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa SD, telah valid, praktis dan efektif sehingga layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. AbstractThis study aims to train ability of understanding the concepts comprehension and critical thinking skills of fourth grade students of SDN Jambu Hilir Baluti 2 through use learning model Problem Based Learning in the matter of pollution and environmental ethics. This lesson is designed to enable students to find their own solutions through concrete actions. This type of research is an experimental study comparing students in two different classes be given treatment The study design using Counter Balanced Design. Subject of the study consisted of a control class and experimental class. The research data were collected through the instrument test the concept of multiple choice comprehension, and critical thinking in the form of an essay. Learning device consists of RPP, Activity Sheet Students, Test Mastery of Concepts and Skills Test Critical Thinking, then validated by experts and having been declared valid and appropriate, tested on grade IV SDN Jambu Hilir Baluti 2, in the first semester 2015/2016 academic year. The results showed that the validity of the learning device developed feasible, feasibility RPP performing well, increasing student-centered activities to students, student responses to the learning process gives a positive response, all students achieve mastery of concepts and critical thinking skills. Based on the results of data analysis can be concluded that the science teaching based on the model of Problem Based Learning to train mastery of concepts and critical thinking skills of elementary school students, have a valid, practical and effective so that used in learning activities.
Pengaruh Bermain Outdoor Dan Kegiatan Finger Painting Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Rachma Hasibuan; Mallevi Agustin Ningrum
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p73-81

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bermain outdoor dan kegiatan finger painting terhadap kreativitas anak usia dini khususnya anak di TK. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen desain PretestPosttest Control Group Design dimana kelompok eksperimen diberikan perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan dokumentasi. Untuk menganalisis data pengujian hipotesis penelitian menggunakan program SPSS 20.0 for Windows Evaluation Version dengan teknik Anova 2 jalur (Uji F). Berdasarkan hasil penelitian serta analisis data yang dilakukan dengan menggunakan Anova 2 jalur (Uji F), maka diperoleh sebagai berikut: (1) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 2,134 dan sig. = 0,107, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan bermain outdoor, (2) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 1,733 dan sig. = 0,171, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan kegiatan finger painting, dan (3) nilai df = 1 dan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai koefisien F = 2,778 dan sig. = 0,101, menunjukkan taraf signifikansi di atas α = 0,05 untuk pelaksanaan pembelajaran dengan bermain outdoor dan kegiatan finger painting. AbstractThis study aimed to assess the effect of outdoor play and activities finger painting to the creativity of children in Kindergarten. This study uses a quantitative research approach with a model of experimental research methods pretest-posttest control group design. Observation techniques used in data collection and documentation. While analyzing the data for the research hypothesis testing using SPSS 20.0 for Windows Evaluation Version with Anova technique lane 2 (Test F). Based on the results of the study and data analysis performed using ANOVA 2 lines (Test F), it is obtained as follows: (1) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 2.134 and sig. = 0.107, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with outdoor play, (2) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 1.733 and sig. = 0.171, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with finger painting activities, and (3) the value of df = 1 and α = 0.05 significance level obtained coefficient F = 2.778 and sig. = 0.101, suggesting above the significance level α = 0.05 for the implementation of learning with outdoor play and activities finger painting. 
Penerapan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran IPA Nur Alamsyah
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p82-96

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri 12/30 Kanaungan Kabupaten Pangkep . dengan penerapan pendekatan saintifik maka kreativitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan tiap siklus pembelajaran terdiri atas (1) Perencanaan (2) Pelaksanaan (3) Observasi dan (4) Refleksi. Perangkat pembelajaran yang digunakan meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), buku siswa, lembar evaluasi. Instrumen meliputi Lembar Pengamatan keterlaksanaan guru mengelola pembelajaran, Lembar aktivitas siswa mengikuti pembelajaran serta angket respon siswa terhadap pembelajaran yang diikutinya. Kurikulum yang digunakan dalam penelitian ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tahun 2006 dengan materi pokok bumi dan alam semesta. Adapun data yang dianalisis sebagai hasil penelitian meliputi: (1) Keterlaksanaan guru dalam mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa mengikuti pembelajaran (2) Kreativitas siswa (3), Hasil belajar siswa (4), Respon siswa terhadap pembelajaran yang diikutinya. Dari hasil analisis data selama tiga siklus menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan guru dalam mengelola pembelajaran mencapai tingkat persentase ketercapaian 84% atau ada pada kategori œsangat baik (2) aktivitas siswa mengikuti pembelajaran mencapai kategori œefektif,(3) kreativitas siswa menunjukkan 100% siswa kreatif, (4) hasil belajar siswa ranah kognitif dengan rata-rata kelas 84 ranah sikap dengan rata-rata 88, dan ranah psikomotor dengan rata-rata 81 dengan kategori tuntas, dan ketuntasan individu mencapai 92% dengan kategori œtuntas, (5) Respon siswa dalam mengikuti pembelajaran mencapai tingkat œpositif atau pada kategori (Senang, Baru, Menarik, dan Ya). Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa terhadap penerapan pendekatan saintifik. AbstractThis study aimed to describe the application of scientific approaches to promote creativity and student learning outcomes in science class V SDN 12/30 Kanaungan Pangkep. with the application of the scientific approach to creativity and student learning outcomes can be improved. This research is a classroom action research (PTK) held every learning cycle consists of (1) Planning (2) Execution (3) Observation and (4) reflection. Learning tools used include the syllabus, lesson plan (RPP), student worksheet (LKS), student books, sheet evaluation. Instruments include keterlaksanaan Observation Sheet teachers manage learning, student activity sheet to follow the teaching and learning of the student questionnaire responses that followed. The curriculum used in this study is the education unit level curriculum (SBC) in 2006 with the subject matter of the earth and the universe. The data were analyzed as a result of the study include: (1) Keterlaksanaan teachers in managing learning and learning activities of students attend (2) Creativity of students (3), student learning (4), the student's response to learning that followed. From the analysis of data for three cycles show that: (1) adherence to teachers in managing learning reaches the percentage level of achievement 84% or there is the category of "very good (2) the activity of students following study reached the category of" effective ", (3) the creativity students demonstrate 100% of students creative, (4) the results of student learning of cognitive domains with an average grade 84 the realm of attitudes with an average of 88, and psychomotor with an average of 81 categories completed, and the thoroughness of the individual reaches 92% with the category of "complete" , (5) the response of students in the following study reached the level of "positive" or the categories (Happy, New, Attractive, and Yes). Based on the discussion of the results of research and data analysis can be concluded that an increase in creativity and student learning outcomes to the application of scientific approach. Keywords: Scientific Approach, Creativity, Learning Outcomes.
Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Zaini Sudarto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p97-106

Abstract

AbstrakPendidikan inklusif adalah sistem  penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara  bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya (Pergub Jatim,  Nomor 6 Tahun 2011).Dalam pelaksanaan implementasi kebijakan penyelenggaraan pendidikan inklusif di enam Sekolah Penyelenggara Inklusif jenjang SDN dan SMPN, ditemukan beberapa masalah klasik yaitu kurangnya tenaga guru  Pendidik Khusus (GPK), tidak tersedianya ruang khusus untuk penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),  tidak ada tenaga psikolog atau Bimbingan Konseling (BK), kurangnya sosialisasi tentang pendidikan inklusif di masyarakat sekitar sekolah, dan kurangnya pengetahuan guru reguler tentang ABK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan Pemerintah tentang pendidikan inklusif di jenjang Sekolah Dasar dan jenjang Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian pada pelaksanaan atau implementasi penyelenggaraan  pendidikan inklusif dengan menggunakan teori Merile S. Grindle, sedangkan pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi.Berdasarkan hasil penelitian yang ditinjau dari variabel isi kebijakan dari Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2011 telah memenuhi semua kepentingan peserta didik Anak Berkebutuhan Khusus. Adanya program penyelenggaraan Pendidikan Inklusif manfaatnya dirasakan oleh semua orang tua anak berkebutuhan khusus, target perubahan dari Peraturan Gubernur Jawa Timur perlu ditingkatkan terutama pada segi implementor kebijakan, sumber daya manusia untuk Tenaga Guru Pendidik Khusus, tenaga Bimbingan Konseling (BK), dan tenaga terapis yang belum belum dialokasikan.Adapun saran peneliti, diharapkan para pelaksana kebijakan terus melakukan pembinaan atau pelatihan kepada guru reguler mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusif, melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan penyelenggaraan pendidikan inklusif,  perlu dialokasikan lagi tenaga guru pendidik khusus serta guru BK dan tenaga terapis untuk bermitra dengan Guru Pendidik Khusus (GPK) dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.                                                                                              AbtractInclusive education is to provide education system that provides opportunities for all learners with special needs to be able to follow education or learning in an educational setting together with the learners in general (East Java Governor Regulation, No. 6 of 2011).In the implementation of policy implementation implementation of inclusive education in six schools Organising Inclusive Level Elementary School and Junior High School, was found several classical problems, namely a lack of teachers Educators Lodging, unavailability of dedicated space for the handling of Children with Special Needs, no psychologists or guidance counseling, lack of socialization on inclusive education in the community around the school, and lack of knowledge about  of Children with Special Needs regular teachers.The purpose of this study was to describe the implementation of the Government policy of inclusive education at the level of elementary and junior high school levels. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The focus of research on the implementation or operation of the implementation of inclusive education by using the theory Merile S. Grindle, while the data collection used observation, interview, documentation and triangulation.Based on the research results in terms of policy content variable from East Java Governor Regulation No. 6 of 2011 has fulfilled all interests of learners Children with Special Needs. Their program for implementation of inclusive education benefits felt by all parents of children with special needs, the target of a change of Rule Governor of East Java needs to be improved, especially in terms of the implementor of policies, human resources for the Power Master Educators Special, power Counseling, and therapist not yet allocated.
Pengembangan Materi Pada Mata Pelajaran IPA Dalam Platform Course Networking Sebagai Media Pembelajaran Secara Blended Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Kelas VII SMP Heni Prasetyorini; Mustaji .; Bachtiar Syaiful Bachri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p50-58

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah mengembangkan materi pembelajaran pada suatu platform e-learning berbasis opensource dan Learning Management System (LMS) sebagai media pembelajaran secara Blended Learning. Pembelajaran dilakukan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Media tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran atau alat bantu untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas VII SMP Terpadu Daarul Muttaqien Surabaya. Penelitian pengembangan ini menggunakan platform Course Networking untuk mendesain dan mengatur pembelajaran. Prosedur pengembangan media pembelajaran menggunakan model pengembangan Borg & Gall. Dengan 10 tahapan yaitu, (1) Identifikasi kebutuhan instruksional, (2) Analisis Tujuan Instruksional, (3) Mengidentifikasi karakteristik dan konteks awal peserta didik, (4) Penjabaran tujuan instruksional umum ke dalam tujuan instruksional khusus, (5) Mengembangkan instrumen penilaian, (6) Mengembangkan strategi instruksional, (7) Mengembangkan bahan ajar (materi), (8) Mendesain dan menyelenggarakan evaluasi formatif, (9) Revisi instruksional, (10)  Mendesain dan melakukan evaluasi sumatif. Produk pengembangan yang dihasilkan berbentuk (1) model web learning materi ekosistem, dan (2) panduan penggunaan untuk peserta didik dan guru. Pengembangan media ini telah diujicoba pada kegiatan pembelajaran untuk materi ekosistem kelas VII SMP Terpadu Daarul Muttaqien Surabaya semester genap tepatnya pada bulan Maret hingga awal Mei tahun pelajaran 2015. Hasil pengembangan telah divalidasi ahli materi dan ahli media masing-masing mendapatkan prosentase 77,17% dan 77,5%. Hasil tersebut menunjukkan hasil pengembangan produk sudah baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Untuk hasil implementasi penggunaan media dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan kolaborasi peserta didik, digunakan uji T Independen, yang menunjukkan hasil post-test hasil belajar menunjukkan thitung = 2,079 , sedangkan keterampilan kolaborasi thitung = 1,127, dengan ttabel = 2,000 (signifikansi 5%, df=60). Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan media pembelajaran secara blended learning, yaitu pengembangan materi pembelajaran dalam platform Course Networking tersebut dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, namun belum dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik. AbstractThe purpose of research is to develop learning material on an e-learning platform based on open source and the Learning Management System (LMS) as a medium of learning in Blended Learning course. Learning is done on the subjects of Natural Sciences (IPA) class. Media are expected to be used as a learning supplement and be a learning tool to improve learning outcomes and collaborative skills of students of class VII SMP Integrated Daarul Muttaqien Surabaya. This development research Course Networking platform to design and organize learning. Procedure development of instructional media used development model of Borg & Gall. With 10 stages, namely, (1) identification of instructional needs, (2) Analysis of Instructional Objectives, (3) Identify the characteristics and context of early learners, (4) Translation of instructional objectives general to the specific instructional objectives, (5) Developing assessment instruments, (6) Develop instructional strategies, (7) Develop teaching material (material), (8) Designing and conducting formative evaluation, (9) Revision instructional, (10) Design and conduct summative evaluation. The resulting shaped product development (1) model of learning material web ecosystem, and (2) guidelines for the use of students and teachers. The development of this medium has been tested on learning activities for class VII SMP material Integrated ecosystem Daarul Muttaqien Surabaya precisely semester from March to early May in the academic year 2015. The result of the development of a validated matter experts and media experts each get a percentage of 77.17% and 77.5%. These results show the results of product development has been good and deserve to be used in learning. For the implementation of the use of media in improving learning outcomes and skills of collaborative learners, used the T test Independent, which shows the results of post-test learning results showed t = 2.079, while the skills of collaboration t = 1.127, with table = 2.000 (5% significance, df = 60). This shows that by using media learning blended learning, namely the development of learning materials in the Course Networking platform that can improve student learning outcomes, but has not been able to improve the collaboration skills of learners. 
Pengajaran Remedial Untuk Mencapai Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Garis Singgung Lingkaran . Sukinah
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p59-65

Abstract

AbstrakSalah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat dalam penguasaan ilmu dan teknologi adalah dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).Pada sekolah yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi, dalam penentuan kelulusan memperhatikan tiga aspek yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Sedangkan untuk masing-masing aspek mempunyai Standar Ketuntasan Minimum (SKM).Terhadap siswa yang belum mencapai Standar Ketuntasan Minimum (SKM) tersebut perlu diberikan œbantuan agar mencapai tujuan pembelajaran atau indikator yang telah ditetapkan. Bantuan yang diberikan berupa pengajaran remedial, dimana pengajaran remedial ini menjadi ciri khas dari penggunaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Remedial yang diterapkan di beberapa sekolah itu merupakan ujian ulang yaitu pemberian ujian bagi siswa yang belum tuntas belajar tanpa diberikan penjelasan materi ulang serta tingkat kesulitan soal tes yang diberikan sama dengan tingkat kesulitan soal tes sebelumnya, padahal yang dimaksud pengajaran remedial bukan ujian ulang tersebut. Dalam  penelitian ini bentuk pengajaran remedial yang digunakan adalah mengajarkan kembali (re-teaching) untuk materi yang belum dicapai ketuntasannya oleh siswa. Pengajaran remedial bisa diterapkan pada semua materi pokok pelajaran matematika. Namun pada penelitian ini materi pokok yang digunakan adalah Garis Singgung Lingkaran. Hal tersebut didasarkan pada pengamatan yang telah dilakukan guru (pengajar) matematika selama mengajar di kelas VIII, bahwa pada materi pokok tersebut sering terdapat siswa yang tidak tuntas belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi siswa yang tidak tuntas belajar, pengelolaan pembelajaran, respon siswa terhadap pembelajaran remedial. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F semester 2 SMP Negeri 33 Surabaya tahun Pelajaran 2005-2006. Data yang diperoleh dengan tehnik observasi dan tehnik tes lalu dianalisis dengan menggunakan tehnik analisis data secara diskriptif.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengajaran remedial dapat mengatasi siswa yang tidak tuntas belajar guna mencapai  ketuntasan belajar siswa pada materi pokok garis singgung lingkaran dikelas VIII-F SMP Negeri 33 Surabaya.Guru dalam mengelola pembelajaran pada materi pokok Garis Singgung Lingkaran termasuk dalam kategori baik karena nilai yang diperoleh adalah 3,17. Tanggapan  siswa dengan diadakan pengajaran remedial pada materi pokok  Garis Singgung Lingkaran adalah positif karena berdasarkan hasil angket yang diperoleh bahwa persentase tiap-tiap butir mencapai ≥ 65%.                                                             AbstractOne of the government's efforts to achieve excellence in the mastery of science and society is to use the technology Competency Based Curriculum (KBK) .At schools using competency-based curriculum, in determining the graduation attention to three aspects: the cognitive, psychomotor, and affective. As for each aspect have Complete Standard Minimum (SKM) .Terhadap students who have not reached the Minimum Complete Standard (SKM) should be given "assistance" in order to achieve the learning objectives or indicators that have been set. "Help" is given in the form of remedial teaching, remedial teaching where this is characteristic of the use of competency-based curriculum (KBK). Remedial implemented at some schools was a "re-examination" of giving the exam for students who have not been thoroughly studied without being given an explanation of matter birthday as well as the difficulty level of test is given at the level of difficulty of test questions in advance, whereas the intended remedial teaching instead of re-examination of the , In this study used form of remedial teaching is to teach again (re-teaching) for material that has not been achieved ketuntasannya by students. Remedial teaching can be applied to any subject matter of math. But in this study the principal material used is Tangent Circle. It is based on the observations that have been made teachers (teaching) mathematics for teaching in class VIII, that the subject matter is often some students who do not pass the study. The purpose of this study is to address students who do not pass the study, learning management, students' response to remedial learning. The subjects of this study were students of class VIII-F semesters 2 SMP Negeri 33 Surabaya Lesson years 2005-2006. Data obtained by observation technique and engineering tests are then analyzed using data analysis techniques are diskriptif.Hasil analysis showed that the remedial teaching can overcome students who do not pass the study in order to achieve mastery learning students in the subject matter circle tangent-F in class VIII SMP Negeri 33 Surabaya.Guru manage learning in the subject matter Tangent Circles included in either category because the value obtained was 3.17. Student responses organized remedial teaching in the subject matter Circle Tangent is positive because it is based on results of a questionnaire showed that the percentage of each point reached ≥ 65%. 
Front Matter (Cover, Editorial Board, Foreword, Table of Content) mohammad syahidul haq
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p%p

Abstract

Filosofi Ilmu Bimbingan Dan Konseling Indonesia Bakhrudin All Habsy
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p1-11

Abstract

AbstrakIlmu Bimbingan dan Konseling adalah ilmu pengetahuan yang mandiri berakar pada filsafat dan agama. Perkembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling dari filsafat Bimbingan dan Konseling yang didukung oleh ilmu pendidikan, psikologi, sosiologi, antropologi, budaya yang berintegrasi dan saling menguatkan antara filsafat dan disiplin ilmu dasar serta melahirkan filsafat bimbingan dan konseling yang melandasi disiplin ilmu Bimbingan dan Konseling. Dukungan IPTEK, budaya, dan suasana lingkungan menjadi dasar untuk pengembangan teori dan praksis bimbingan dan konseling. Perkembangan Bimbingan dan konseling tidak lagi terbatas pada setting sekolah, melainkan menjangkau bidang-bidang di luar pendidikan yang memberikan nuansa dan corak pada penyelenggaraan upaya pengembangan individu yang lebih sensitif, antisipatif, proaktif, dan responsif terhadap kebutuhan dan tuntutan perkembangan individu dan masyarakat.                                                                                                                                AbstractGuidance and Counseling Science is an independent science which is rooted in philosophy and religion. The development of Guidance and Counselling Studies of philosophy Counseling is supported by educational science, psychology, sociology, anthropology, cultural integration and mutually reinforcing between philosophy and basic scientific disciplines and delivers philosophy that underlies Guidance and Counseling disciplines. The support of science and technology, culture, and the atmosphere becomes the basis for the development of the theory and praxis of guidance and counseling. The development of guidance and counseling is no longer confined to the school setting, but to reach areas outside of education that give situation and shades on the efforts on the implementation of the development of the more sensitive, anticipatory, proactive, and responsive individuals to the needs and demands of the development of individuals and society.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, Januari 2026 Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025 Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025 Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024 Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9, Nomor 1, April 2024 Vol 8 No 1 (2023): Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, April 2023 Vol 8 No 2 (2023): September 2023 Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Nomor 2, September 2022 Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022 Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Nomor 2, September 2021 Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Nomor 1, April 2021 Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020 Vol 5, No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 2 (2020) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 More Issue