cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
EVALUASI PROGRAM PELAKSANAAN BIMBINGAN KARIR Telaumbanua, Aprianus
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v4n2.p30-39

Abstract

can reach their maximum self development. The purpose of this study are to describe the context, input, process and product components in guidance career program at SMK Negeri 1 Hiliserangkai Kabupaten Nias. The guidance career at vocational education mean to produces efficient and effective graduate so they have knowledge and skills to develop their selves on job industries. The study is  performing by distributing questionares to the student and interview to the guidance tutor. Based on this study, we can find that the context component has been well programmed as what the student describes 84,01%. Input component has not support the implementation scheduled program which shows by student 68,61%. At process component , as student statement  65,64% shows that process component has not been effective. Product component has not been optimum shows by student statement 69,30%. Generally we can have a conclucion that the implementation career guidance program at SMK Negeri 1 Hiliserangkai has not been consistent with input and process component to achieve optimum result.
PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Wahyuningtyas, Dyah Tri; Shinta, Raddin Nur
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p12-20

Abstract

AbstrakPermasalahan yang sering dialami siswa sekolah dasar yaitu kesulitan dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan bilangan bulat negatif. Penggunaan buku paket dari pemerintah dan LKS hanya memuat soal-soal rutin yang hanya mengembangkan pengetahuan dan kecepatan siswa dalam berhitung tetapi belum mengembangkan keterampilan berfikir kritis dan kreatif mereka. Dampak dari penggunaan bahan ajar tersebut siswa kesulitan dalam memahami materi bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan pendekatan CTL yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu 20 siswa kelas IVB SDN Kotalama 1 Malang. Produk penelitian ini berupa rancangan pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan pendekatan CTL. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan modul pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV SDN Kotalama 1 Malang dengan presentase keberhasilan yang telah ditetapkan peneliti tercapai pada siklus II yaitu persentase rata-rata skor hasil tes akhir meningkat dari 70% menjadi 85%, hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa semakin baik. AbstractProblems that are often experienced by elementary school students are difficulties in doing addition and subtraction operations involving negative integers. The use of government textbooks and worksheets contain only routine matters which only develop their knowledge and speed of students in math but have yet to develop critical thinking skills and their creative. The impact of the use of the instructional materials students difficulties in understanding the material integers. This study aimed to describe the learning by using learning modules addition and subtraction of integers with CTL approach that may improve understanding of the concept of Elementary School fourth grade students. The method used in this research is a classroom action research with research subjects are 20 of IV grade SDN Kotalama 1 Malang. The products of this research is the design of learning by using learning modules addition and subtraction of integers with CTL approach. The results showed the use of learning modules addition and subtraction of integers with CTL approach can improve understanding of the concept of fourth grade students of SDN Kotalama 1 Malang with a percentage of success that has been established researchers reached the second cycle is the average percentage score of final test results increased from 70% to 85%, this indicates that the better students' understanding of the concept.
Peran Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada SLB di Sidoarjo Ardianingsih, Febrita; Mahmudah, Siti; Rianto, Edy
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p21-30

Abstract

AbstrakGuru adalah pelaksana langsung dari kurikulum di suatu kelas. Pencapaian implementasi kurikulum yang baik sangat bergantung pada faktor kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang “Peran Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan secara triangulasi. Teknik analisis data bersifat induktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo dilaksanakan secara bertahap, dimulai sejak tahun ajaran 2015/2016 pada kelas 1 dan 4 dan pada tahun ajaran 2016/2017 ditambah kelas 2 dan kelas 5. Implementasi pembelajaran di kelas menggunakan perpaduan antara Kurikulum 2013 Pendidikan khusus dan Kurikulum KTSP; (2) Sebagian guru Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo sudah menjalankan perannya sesuai kurikulum 2013 Pendidikan Khusus dengan beberapa adaptasi dari kurikulum KTSP, mulai perencanaan pembelajaran seperti program tahunan, program semester, rincian minggu efektif, silabus, dan Rencana Pembelajaran (RPP), melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan evaluasi yang meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan; dan (3) Kendala yang dihadapi dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo, antara lain: kurang lengkapnya ketersedian buku guru dan buku siswa, prasarana juga masih banyak yang perlu dibenahi, kurang lengkapnya alat peraga pendidikan, kurangnya pemahaman guru tentang penyusunan perangkat pembelajaran berdasarkan  kurikulum 2013. AbstractTeacher is an implementator of Curriculum in a class. Good achievement of curriculum’s implementation depends on the teacher’s capability. Therefore, this research performed “The Role of Special Teachers in Implementation of Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus at Special School in Sidoarjo”. The research was qualitative descriptive study. The Techniques of collecting data were observation, interview and documentation. The data validity use triangulation. Data analysis was inductive. Results are: (1) Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus at special school in Sidoarjo is implemented gradually, starting from the academic year of 2015/2016 on Grades 1 and 4 and at academic year 2016/2017 was added Grades 2 and 5. Implementation of the curriculum in the classroom at special school is an assimilation between Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus and Kurikulum KTSP; (2) Some special teachers in Sidoarjo are already running their role corresponding to Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus with some adaptations from Kurikulum KTSP, including Planning Learning as Annual Program, Semester Program, effective weeks list, syllabus, and Lesson Plan (RPP), implementing learning with scientific approach, and Evaluation which covers Attitude, knowledge, and skills aspects; And (3) The obstacle in implementation of Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus at Special School in Sidoarjo, including: the lack of Teacher's books and student’s books, infrastructure, learning tools, and teacher’s understanding on learning tools based on Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus.Keywords: The Role of Special Teachers, Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus, Special School
Konseling Kelompok Rasional Emotif Perilaku dalam Membantu Mengatasi Regulasi Emosi Siswa SMP, Efektivkah? Habsy, Bakhrudin All; Faricha, Ifta Nur; Suroso, Dimas Heri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v4n1.p25-32

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior group counseling. Based on this, the research counseling is effective to improve emotional regulation, especially for junior high school students. This study is using the Nonequivalent Control Group Design which is then analyzed using a nonparametric statistical test, i.e Wilcoxon Test. Based on the results of data analysis it is obtained that the z count is -2.707 and the probability number (sig. (2-tailed)) is 0.007. Furthermore, the figure is compared with the z table at a significant level of 0.05 so that it is known as 1.96. Because Z count is wich smaller than z table So it can be concluded that Rational Emotive Behavior group counseling is effective to improve emotional regulation of Junior High School students.
Peningkatan Nilai Peserta Didik Mata Pelajaran IPS Topik Bermain Layang-Layang Melalui Pembelajaran Konstektual Suasaningdyah, Endang
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p105-115

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu  mengetahui cara melaksanakan  strategi dengan pendekatan konstektual untuk meningkatkan nilai peserta didik pada mata pelajaran IPS topik bermain layang-layang, apakah  dapat meningkatkan proses dan hasil pencapaian batas penguasaan kompetensi dasar, apakah dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat peserta didik.  Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah peserta didik  kelas VIII F  SMPN 33 Surabaya  yang berjumlah 38, dan obyek penelitiannya adalah nilai yang diperoleh setelah melakukan pembelajaran. Prosedur yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus I dan siklus II,  setiap siklus terdiri atas  perencanaan, tindakan pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hipotesis yang diajukan yaitu, pelaksanaan strategi  pembelajaran dengan pendekatan konstektual mata pelajaran IPS topik bermain layang-layang  dapat meningkatkan nilai peserta didik  dengan hasil pencapaian batas proses penguasaan kompetensi dasar serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat peserta didik. Hasil analisis terhadap nilai peserta didik siklus I rata-rata  67,50.  Siklus II rata-rata 85,71. Nilai dalam 2 siklus sama-sama diatas KKM yang ditetapkan yaitu 65. Berdasarkan hasil penelitian ini, melalui pembelajaran konstektual dapat meningkatkan nilai peserta didik sehingga hipotesa dapat diterima. AbstractThe purpose of this research is to know how to implement strategy with constectual approach to increase student's score on IPS subject of kite play topics, whether to improve the process and achievement result of basic competence mastery limit, whether to create a fun learning atmosphere and attract participants Educate. This type of research is Classroom Action Research. The subjects of the study were students of class VIII F SMPN 33 Surabaya, amounting to 38, and the object of research is the value obtained after learning. The procedure is divided into cycle I and cycle II, each cycle consists of planning, action, observation and reflection. The analysis used quantitative descriptive analysis. Hypothesis proposed that is, implementation of learning strategy with approach of konstektual of IPS subjects kite play topics can increase the value of learners with the achievement of the boundary of the process of mastery of basic competence as well as create a fun learning atmosphere and attract learners. The results of the analysis of the value of students I cycle average 67.50. Cycle II averaged 85.71. Value in 2 cycles are above the established KKM that is 65. Based on the results of this study, through constektual learning can increase the value of learners so that hypotheses can be accepted.
Pengembangan Bahan Ajar Cetak dengan Model Discovery Learning untuk Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Kelas X Meidy, Ria Devita; Patmanthara, Syaad; Arifin, M. Zainal
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n2.p126-133

Abstract

Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari langkah-langkah penelitian dan pengembangan (RnD) dengan melakukan sedikit modifikasi. Seluruh proses pengembangan terbagi dalam 10 langkah yakni : (1) masalah dan potensi, (2) pengumpulan data, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli materi dan ahli media, (5) revisi produk, (6) uji kelompok kecil, (7) revisi produk, (8) Uji coba kelompok besar, (9) revisi produk, (10) produksi Produk.Hasil penelitian dan pengembangan Buku Ajar Cetak Komputer dan Jaringan Dasar dengan model Discovery Learning yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh beberapa ahli yaitu: (1) ahli materi diperoleh 94,1%, (2) ahli media diperoleh 93,54%, (3) uji coba kelompok kecil diperoleh 80,4%, (4) uji coba kelompok besar diperoleh 91,96%, dan rata-rata keseluruhan diperoleh 90,79%.  Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat dikatakan bahwa Bahan Ajar Cetak Komputer dan Jaringan Dasar Layak digunakan pada proses pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, khususnya pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar kelas X program keahlian TKJ.AbstractThe development method used in this research and development steps adapted from research and development (RnD) that doing a little modification. The entire development process is divided into 10 steps: (1) problems and potential, (2) data collection, (3) product development, (4) expert validation material and media expert, product revision (5), (6) small group testing, product revision (7), (8) trial, a large group (9) revision of the product, (10) the production of the product.The results of the research and development of the print Textbook of the teaching computer and Basic Network Discovery Learning with a model that has been developed and validated by some experts, namely: (1) expert material retrieved 94.1%, (2) media experts gained 93.54%, (3) test group 80.4%, obtained a small (4) large groups of trials retrieved 91.96%, and overall average gained 90.79%. Based on the results of the validation can be said that the Printed of learning materials of the computer and basic network is feasibility to be used in the learning process in SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, particularly on the subjects of computer and Basic network class X  programs vocational skills on Computer Engineering and Networks (TKJ). 
Pengajaran Remedial Untuk Mencapai Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Garis Singgung Lingkaran Sukinah, .
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p59-65

Abstract

AbstrakSalah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggulan masyarakat dalam penguasaan ilmu dan teknologi adalah dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).Pada sekolah yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi, dalam penentuan kelulusan memperhatikan tiga aspek yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Sedangkan untuk masing-masing aspek mempunyai Standar Ketuntasan Minimum (SKM).Terhadap siswa yang belum mencapai Standar Ketuntasan Minimum (SKM) tersebut perlu diberikan “bantuan” agar mencapai tujuan pembelajaran atau indikator yang telah ditetapkan. ”Bantuan” yang diberikan berupa pengajaran remedial, dimana pengajaran remedial ini menjadi ciri khas dari penggunaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Remedial yang diterapkan di beberapa sekolah itu merupakan ”ujian ulang” yaitu pemberian ujian bagi siswa yang belum tuntas belajar tanpa diberikan penjelasan materi ulang serta tingkat kesulitan soal tes yang diberikan sama dengan tingkat kesulitan soal tes sebelumnya, padahal yang dimaksud pengajaran remedial bukan ujian ulang tersebut. Dalam  penelitian ini bentuk pengajaran remedial yang digunakan adalah mengajarkan kembali (re-teaching) untuk materi yang belum dicapai ketuntasannya oleh siswa. Pengajaran remedial bisa diterapkan pada semua materi pokok pelajaran matematika. Namun pada penelitian ini materi pokok yang digunakan adalah Garis Singgung Lingkaran. Hal tersebut didasarkan pada pengamatan yang telah dilakukan guru (pengajar) matematika selama mengajar di kelas VIII, bahwa pada materi pokok tersebut sering terdapat siswa yang tidak tuntas belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi siswa yang tidak tuntas belajar, pengelolaan pembelajaran, respon siswa terhadap pembelajaran remedial. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F semester 2 SMP Negeri 33 Surabaya tahun Pelajaran 2005-2006. Data yang diperoleh dengan tehnik observasi dan tehnik tes lalu dianalisis dengan menggunakan tehnik analisis data secara diskriptif.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengajaran remedial dapat mengatasi siswa yang tidak tuntas belajar guna mencapai  ketuntasan belajar siswa pada materi pokok garis singgung lingkaran dikelas VIII-F SMP Negeri 33 Surabaya.Guru dalam mengelola pembelajaran pada materi pokok Garis Singgung Lingkaran termasuk dalam kategori baik karena nilai yang diperoleh adalah 3,17. Tanggapan  siswa dengan diadakan pengajaran remedial pada materi pokok  Garis Singgung Lingkaran adalah positif karena berdasarkan hasil angket yang diperoleh bahwa persentase tiap-tiap butir mencapai ≥ 65%.                                                             AbstractOne of the government's efforts to achieve excellence in the mastery of science and society is to use the technology Competency Based Curriculum (KBK) .At schools using competency-based curriculum, in determining the graduation attention to three aspects: the cognitive, psychomotor, and affective. As for each aspect have Complete Standard Minimum (SKM) .Terhadap students who have not reached the Minimum Complete Standard (SKM) should be given "assistance" in order to achieve the learning objectives or indicators that have been set. "Help" is given in the form of remedial teaching, remedial teaching where this is characteristic of the use of competency-based curriculum (KBK). Remedial implemented at some schools was a "re-examination" of giving the exam for students who have not been thoroughly studied without being given an explanation of matter birthday as well as the difficulty level of test is given at the level of difficulty of test questions in advance, whereas the intended remedial teaching instead of re-examination of the , In this study used form of remedial teaching is to teach again (re-teaching) for material that has not been achieved ketuntasannya by students. Remedial teaching can be applied to any subject matter of math. But in this study the principal material used is Tangent Circle. It is based on the observations that have been made teachers (teaching) mathematics for teaching in class VIII, that the subject matter is often some students who do not pass the study. The purpose of this study is to address students who do not pass the study, learning management, students' response to remedial learning. The subjects of this study were students of class VIII-F semesters 2 SMP Negeri 33 Surabaya Lesson years 2005-2006. Data obtained by observation technique and engineering tests are then analyzed using data analysis techniques are diskriptif.Hasil analysis showed that the remedial teaching can overcome students who do not pass the study in order to achieve mastery learning students in the subject matter circle tangent-F in class VIII SMP Negeri 33 Surabaya.Guru manage learning in the subject matter Tangent Circles included in either category because the value obtained was 3.17. Student responses organized remedial teaching in the subject matter Circle Tangent is positive because it is based on results of a questionnaire showed that the percentage of each point reached ≥ 65%. 
Peran LPTK dalam Pengembangan Kompetensi Pedagogik Calon Guru Caraka Putra Bhakti; Ika Maryani
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p98-106

Abstract

AbstrakKemajuan suatu bangsa bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Kualitas sumber daya manusia dihasilkan oleh pendidikan yang berkualitas, Menghasilkan pendidikan berkualitas, guru menjadi faktor kunci keberhasilan. Guru merupakan  faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mengemban tugas menyiapkan guru profesional, pendidik generasi bangsa masa depan. Guru merupakan jabatan profesional yang memberikan layanan ahli dan menuntut persyaratan kemampuan akademik, pedagogis, sosial, maupun profesional. Hasil uji kompetensi guru  pada tahun 2015 menunjukkan kompetensi pedagogis guru rendah menempatkan LPTK sebagai lembaga yang paling bertanggungjawab dengan rendahnya kompetensi yang dimiliki. Diketahui bersama, bahwa guru merupakan produk LPTK, sehingga LPTK adalah lembaga yang lebih bertanggungjawab dengan kondisi tersebut. Masalah ini perlu dijadikan bahan evaluasi bagi LPTK dalam meningkatkan kualitas calon guru. Adapun beberapa rekomendasi perbaikan mutu LPTK adalah 1) perbaikan kurikulum LPTK berbasis KKNI dan SNPT, 2) penguatan sistem pembelajaran yang efektif, 3) Pengembangan model pembelajaran berbasis student center learning, 4) penguatan program magang kependidikan, 5) penguatan pada mata kuliah dasar kependidikan, dan 6) Pengembangan mutu LPTK.                                                                                                                              AbstractThe progress of a nation depends on the quality of human resources. The quality of human resources generated by education quality, Produce quality education, the teacher becomes a factor the key to success. Teachers are the critical success factors education. Education Workforce Education Institutions (LPTK) the task of preparing professional teachers, educators generation the nation's future. The teacher is a professional position which gives expert services and demanding requirements of academic skills, pedagogical, socially, and professionally. Test results of competence of teachers in 2015 pedagogical competence of teachers showed low as placing LPTK the institutions most responsible for the lack of competence owned. Known, that the teacher is a product LPTK, so LPTK is more responsible institution with the condition. This issue needs to be used as an evaluation for LPTK in improving the quality of teacher candidates. As for some of the recommendations LPTK quality improvement are 1) improvement of curriculum-based LPTK KKNI and SNPT, 2) strengthening effective learning system, 3) Development of a model-based learning student learning center, 4) strengthening educational internship program, 5) strengthening the courses basic education, and 6) Development LPTK quality.
Pengaruh Teknik Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar IPS Pokok Bahasan Permasalahan Sosial Achmad Deny Ludfi; Muhtadi Irvan; Chumi Zahroul F
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p107-112

Abstract

 AbstrakSnowball throwing merupakan salah satu pembelajaran aktif (active learning) yang dalam pelaksanaannya banyak melibatkan siswa. Teknik snowball throwing, secara harfiah dalam kamus bahasa Indonesia snowball berarti bola salju sedangkan throwing berati melempar. Dalam artian yang sesungguhnya gumpalan kertas yg seperti bola dan di dalam nya berisi pertanyaan yang dibuat oleh orang lain teman ataupun guru. Bisa dikatakan bahwa snowball throwing merupakan modifikasi teknik bertanya menitik beratkan pada kemampuan membuat pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan menarik yaitu saling melemparkan bola salju yang berisi pertanyaan kepada sesama teman. Tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik snowball throwing terhadap hasil belajar IPS pokok bahasan permasalahan sosial pada siswa kelas IV SDN Sumbersari 03 Jember semester genap tahun pelajaran 2015-2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pola pre- test post-test control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes yang berupa tes obyektif pada pre-test dan post-test. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV yang terdiri dari kelas IVA dan kelas IVB SDN Sumbersari 03 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Skor tes siswa berupa nilai hasil pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji-t menggunakan program SPSS versi 14.00 . Hasil analisis dengan rumus uji-t diperoleh thitung= 6,484 dengan keefektifan relative sebesar 88,34%. Hasil perhitungan uji-t di konsultasikan dengan t -tabel pada db = 64, taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh nilai t -tabel = 1,998; dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel ( 6,484 > 1,998), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik snowball throwing terhadap hasil belajar siswa kelas IV pokok bahasan masalah sosial di SDN Sumbersari 03 Jember tahun pembelajaran 2015/2016.          Abstract : Snowball throwing is one of active learning which in practice involves many students. Technigne snowball throwing, Indonesian dictionary means to throw snowballs. In a real sense, it means that crumpled paper ball and contains lists of questions made by pears or teachers. It could be said that the snowball throwing is a modification of the technique focuses the ability to ask a question that is packaged in an exciting game that is hurling snowballs containing questions to peers . The purpose of reseash is to determine the effect of applying snowball throwing technique to the learning outcomes of IPS subject on social issues to the fourth grade students of SDN 03 Jember Sumbersari second semester of school year 2015-2016. This type of research is experimental research with pre-test pattern posttest control group design. The data usid the test method in the form of objective tests on pre-test and post-test. The research subjects are students of class IV which consists of class IVA and IVB grade SDN 03 Sumbersari Jember. Test scores of students the pre- test and post-test were analyzed by t-test collection SPSS version 14.00. The results of the analysis of the t-test formula was t = 6.484 with relative effectiveness of 88.34%. The results of the t-test calculation consultion t-table on db = 64, 5% significance level, in order to obtain t-table value = 1.998; it can be seen that t count> t-table (6.484> 1.998), so that it can be concluded that there is was effect snowball throwing technique of the learning outcomes of fourth grade students in the subject of social problems SDN Sumbersari 03 Jember learning year 2015/2016. 
Teknik Penguatan Dan Yel-Yel Motivasi Meningkatkan Semangat Belajar Peserta Didik Pada Jam-Jam Akhir Pelajaran Endang Suasaningdyah
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p113-123

Abstract

AbstrakTujuan dalam penelitian ini yaitu untuk  mengetahui semangat belajar peserta didik sebelum dan setelah menggunakan penguatan dan yel-yel motivasi, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah peserta didik  kelas VII C SMPN 33 Surabaya  semester ganjil Tahun Pelajaran 2007 2008 yang berjumlah 38. Obyek penelitiannya adalah semangat belajar peserta didik. Prosedur yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus I dan siklus II,  setiap siklus terdiri atas  perencanaan, tindakan pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hipotesis yang diajukan yaitu, penggunaan penguatan dan yel-yel motivasi pada jam-jam akhir pelajaran dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik dalam iklim kelas yang menyenangkan.  Hasil analisis terhadap semangat, sebelum diberi penguatan dan yel-yel motivasi, semangat belajar peserta didik menurun pada jam-jam akhir pelajaran, terjadi peningkatan semangat setelah diberi teknik penguatan dan yel-yel motivasi disela-sela pembelajaran. Dalam  pelaksanaan penggunaan pada jam-jam akhir pelajaranan peserta didik terlalu bersemangat sehingga kelas disebelahnya merasa terganggu, dalam mengerjakan soal-soal latihanpun mengucapkan yel-yel motivasi, sehingga dikhawatrikan membuyarkan konsentrasi belajarnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, hipotesa penggunaan penguatan dan yel-yel motivasi pada jam-jam akhir pelajaran dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik dalam iklim kelas yang menyenangkan dapat diterima. AbstractThe purpose of this research is to know the students anthusiasm before and after using the inforcement and the motivation yells, and to know the factors which influence the implementation. This research is the class action one. The subjects of the research are the students in class 7 C of SMPN 33 Surabaya in the odd semester in the learning year 2007 2008.  They are 38 students. The research object is the students anthusiasm. The performed procedure devided into cycle I and II, each cycle consists of planning, action, observing and reflection. The research used the qualitative descriptive analysis. The hypothesis of research is the usage of inforcement and motivation yells at the ending periods can increase the students anthusiasm in the learning process  in exciting situation. Based on the researchers onservation that the students anthusiasm at the ending lesson periods before given the inforcement and the motivation yells decreased, but their anthusiasm increased  after given the inforcement and the motivation yells for the learning process. Based on the research result that the hypothesis the usage of the inforcement and the motivation yells at the ending lesson periods can increase the students anthusiasm in exciting situation and they can be recieved welll.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, Januari 2026 Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025 Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025 Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024 Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9, Nomor 1, April 2024 Vol 8 No 1 (2023): Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, April 2023 Vol 8 No 2 (2023): September 2023 Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Nomor 2, September 2022 Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022 Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Nomor 2, September 2021 Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Nomor 1, April 2021 Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020 Vol 5, No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 2 (2020) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 More Issue