cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
Direct Behavioral Consultation (DBC) Untuk Mengurangi Perilaku Off Task Evi Winingsih
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p124-132

Abstract

 AbstrakTujuan penelitian adalah (1) mengurangi frekuensi perilaku off task siswa Madrasah Ibtidaiyah melalui strategi DBC, (2) mengurangi durasi perilaku off task siswa Madrasah Ibtidaiyah strategi DBC, (3) mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi perilaku off task siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan single subjek design dengan model ABAB. Subjek penelitiannya tiga orang siswa yang memiliki perilaku off task tertinggi di kelas 4 MI Miftahul Ulum Kecamatan Cerme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku off task tinggi pada  kondisi baseline pertama dan kedua, menurun pada kondisi intervensi pertama dan kedua. Hal ini menandakan bahwa intervensi yang diberikan oleh guru mampu mengurangi perilaku off task siswa. Ada beberapa variabel yang memicu timbulnya perilaku off task siswa yakni: (1) teman sebangku yang mau diganggu dan dapat menggangu subjek, (2) subjek tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, (3) metode pembelajaran guru, (4) melihat atau mengetahui teman di kelas lain yang sudah beristirahat atau pulang lebih dulu, (5) guru kurang mengontrol perilaku siswa, (6) berkurangnya makna reinforcement bagi subjek, karena kurangnya variasi reinforcement yang diberikan. AbstactThe purposes of this study were (1) reducing the frequency of off task behaviors of Madrasah Ibtidaiyah students through DBC, (2) reducing the duration of off task behaviors of Madrasah Ibtidaiyah students through DBC (3) determining the variables which influence off task behaviors Madrasah Ibtidaiyah students. This study used a single subject design with ABAB model. The subjects of this research were three students having the highest off task behaviors in grade 4 of MI Miftahul Ulum, Cerme. The results showed that the off task behaviors were found high at the first and second baseline condition, while at the first and second intervention condition the off task behaviors decreased. This indicated that the intervention given by the teacher was able to reduce the off task behaviors of the students. There were several variables which triggered the students off task behaviors: (1) bench friends who were about to be disrupted and to disturb the subjects, (2) the subjects were not able to do the tasks assigned by the teacher, (3) the teaching methods of teachers, (4) seeing or knowing friends from other classes had been resting or gone home first, (5) the teacher lacked of control on the students behaviors, (6) the lack of reinforcements meaning to the subjects. 
Penggunaan Metode Teknik Jigsaw Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Peserta Didik Kelas IX.F SMPN 33 Surabaya Materi Benua dan Samudra di Bumi Juliastuti Juliastuti
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p133-151

Abstract

 AbstrakMasalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah apakakah dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif type jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas IX.F SMP Negeri 33 Surabaya Kota Surabaya pada mata pelajaran IPS semester II Tahun Pelajaran 2012/2013. Lokasi penelitian ini di SMP Negeri 33 Surabaya Kota Surabaya.Hipotesis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif type jigsaw pada pelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas IX.F SMP Negeri 33 Surabaya Kota Surabaya T.A 2012/2013. Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran mata pelajaran IPS pada peserta didik Kelas IX.F, (2). Mengetahui dan mendeskripsikan prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPS dengan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru, (3). Mengetahui dan mendeskripsikan dampak penggunaan strategi pembelajaran dengan teknik jigsaw terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS pada peserta didik Kelas IX.F.Berdasarkan analisis data yang diperoleh bahwa pada observasi siklus I dari 34 orang peserta didik diperoleh bahwa 15 orang peserta didik 45.71% yang telah tuntas dengan baik, dan sebanyak 19 orang peserta didik 54.29% yang belum tuntas dengan nilai rata rata 64.00. Kemudian pada siklus II prestasi belajar peserta didik meningkat menjadi 34 orang 100% yang telah tuntas dengan rata rata 80,00%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif type jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada pelajaran IPS materi Benua dan Samudra di Bumi di kelas IX.F. Oleh karenanya guru perlu meningkatkan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif type jigsaw sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada pelajaran IPS khususnya materi Benua dan Samudra di Bumi. AbstractIssues examined in this study is apakakah by using cooperative learning jigsaw type can improve learning achievement IX.F grade students of SMP Negeri 33 Surabaya Surabaya in social studies second semester in the academic year 2012/2013. The location of this research in SMP Negeri 33 Surabaya Surabaya.The hypothesis of this research is to use cooperative learning method jigsaw type in social studies can improve the performance of learners class IX.F SMP Negeri 33 Surabaya Surabaya T.A 2012/2013. The purpose of this study were (1). Knowing and describe the process of learning social studies in Grades IX.F learners, (2). Know and to describe achievements of learners in social studies with learning strategies used by the teacher, (3). Know and to describe the impact of the use of learning strategy and jigsaw techniques on the learning achievement in social studies classes of learners IX.F.Based on the analysis of data obtained in the observation that the first cycle of 34 students found that 15 votes 45.71% of learners who have completed well, and as many as 19 students who have not completed 54.29% by value - average 64.00. Then in the second cycle of learning achievement of students increased to 34 people who have completed 100% with the average - average 80.00%.It can be concluded that the use of cooperative learning method jigsaw type can improve learning achievement of students in social studies materials continent and the ocean on the Earth in the classroom IX.F. Therefore, teachers need to improve their teaching skills by using cooperative learning jigsaw type as one of the efforts to improve learning achievement of students in social studies material in particular continent and ocean on Earth.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Diskusi Kelompok Model Tanam Paksa Siswa Kelas X Pemasaran 1 SMK PGRI 2 Kediri Nur Lailiyah; Widi Wulansari
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p166-173

Abstract

 AbstrakSecara jujur harus diakui, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) belum berlangsung seperti yang diharapkan. Guru cenderung menggunakan teknik pembelajaran yang bercorak teoritis dan hafalan sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung kaku, monoton, dan membosankan. Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia belum mampu melekat pada diri siswa sebagai sesuatu yang rasional, kognitif, emosional, dan afektif.Penggunaan metode diskusi kelompok pun belum mampu melibatkan setiap siswa ke dalam kegiatan pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Hanya siswa tertentu yang terlibat dalam proses diskusi secara dialogis dan interaktif. Akibatnya, Bahasa dan Sastra Indonesia belum mampu menjadi mata pelajaran yang disenangi dan dirindukan oleh siswa. Imbas lebih jauh dari kondisi pembelajaran semacam itu adalah kegagalan siswa dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, serta sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia.Dari permasalahan yang ada, maka penulis mengusulkan sebuah inovasi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok model tanam paksa (pengembangan dari model kepala bernomor). Alat bantu yang digunakan dalam metode tersebut berupa kartu bernomor yang terbuat dari kertas HVS yang dipotong-potong dengan ukuran 5 cm x 5 cm agar mudah digulung. Jumlah kartu bernomor disesuaikan jumlah siswa. Dalam kartu dituliskan dua angka yang dipisahkan dengan tanda titik. Angka depan merupakan nomor kelompok, sedangkan angka kedua merupakan nomor anggota kelompok.Penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 2 Kediri melibatkan 28 siswa kelas X Pemasaran. Pencapaian kompetensi belajar siswa kelas X Pemasran 1  pada pelajaran Bahasa Indonesia semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 masih tergolong rendah hanya 57,63.  Nilai ini dibawah nilai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 75. Rendahnya pencapaian kompetensi belajar siswa disebabkan kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran.  Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan pencapaian kompetensi belajar siswa. Penelitian ini menerapkan model tanam paksa yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan pencapaian kompetensi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pelibatkan seluruh siswa secara aktif dalam kegiatan diskusi kelompok melalui penerapan diskusi model tanam paksa, (2) Mendeskripsikan cara mengatasi siswa yang kesulitan dalam mengemukakan pendapat dan memberikan tanggapan terhadap pendapat teman sekelasnya, dan (3) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara melalui metode diskusi kelompok model tanam paksa siswa kelas X Pemasaran 1 SMK PGRI 2 Kediri dalam menanggapi pembacaan cerpen tahun pembelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus selama ± 3 bulan.  Tindakan setiap siklus dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi kegiatan, dan refleksi.  Data penelitian diambil melalui lembar observasi aktivitas siswa, tes pencapaian kompetensi belajar siswa, wawancara, dan angket.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Diskusi model tanam paksa dapat meningkatkan aktivitas siswa dari siklus ke siklus.  Pada tes awal sebesar 14,2% kategori kurang aktif, siklus I meningkat sebesar 46,5% kategori cukup aktif; dan siklus II meningkat lagi sebesar 85,7% kategori aktif.  (2) Diskusi model tanam paksa dapat meningkatkan pencapaian kompetensi belajar siswa dari siklus ke siklus.  Pada tes awal sebesar 14,2% kategori cukup; siklus I meningkat sebesar 46,5% kategori baik; dan siklus II meningkat lagi sebesar 85,7% kategori baik. Secara umum penerapan diskusi model tanam paksa pada siswa kelas X Pemasaran 1 SMK PGRI 2 Kediri dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa, aktivitas dan pencapaian kompetensi belajar siswa. AbstractIn all honesty it must be admitted , learning Indonesian Language and Literature in Vocational High School ( SMK ) is not taking place as expected . Teachers tend to use learning techniques and theoretical patterned so rote learning activities take place rigid , monotonous , and boring . Subjects Indonesian Language and Literature could not rub off on students as rational , cognitive , emotional , and affectiveThe use of group discussion method was not able to involve every student in active learning activities , creative, effective , and fun . Only certain students who are involved in the process of discussion and interactive dialogue . As a result , Indonesian Language and Literature has not been able to become subjects loved and missed by students. Further impact of such learning conditions is a failure of students to develop the knowledge , skills, and positive attitudes towards language and literature Indonesia .Of the existing problems , the authors propose an innovative learning by using group discussions cultivation models ( the development of a model of the head are numbered ) . The tools used in the method of the numbered cards made of paper HVS are cut to size 5 cm x 5 cm to be easily rolled . The number of cards adjusted number of students . In a written card two numbers separated by periods. Figures before a group number, while the second number is the number of group members .The research was conducted at SMK PGRI 2 Kediri involving 28 students of class X Marketing . Achievement of competence of class X student Pemasran 1 lesson Indonesian first semester of the school year 2015/2016 is still relatively low at only 57.63 . This value is below the standard value stipulated mastery learning is 75. Low attainment of student learning due to lack of students in learning activities . Selection of appropriate learning strategies are expected to increase the activity and the achievement of student learning competencies . This research applies the model of forced cultivation is expected to increase the activity and the achievement of student learning competenciesThe purpose of this study is ( 1) To describe pelibatkan all students actively in group discussions through the implementation of discussion model of cultivation , ( 2 ) To describe how to cope with students who have difficulty in expressing opinions and provide feedback to the opinions of their classmates , and ( 3) To describe the increase speaking skills through group discussion method cultivation models class X Marketing 1 SMK PGRI 2 Kediri in response to the reading of short stories learning year 2015/2016 . This study was conducted in two cycles for ± 3 months . The action of each cycle in this research include planning, action, observation activities and reflection . Data were taken through observation sheet student activities, student learning competency achievement tests , interviews , and questionnaires .The results showed that ( 1 ) Discussion model of cultivation could increase the activity of students from cycle to cycle . In early tests by 14.2 % of the category " less active " , the first cycle increased by 46.5 % of the category " fairly active" ; and the second cycle increased again by 85.7 % the category of " active " . ( 2 ) Discussion cultivation models can improve student learning achievement of competence from cycle to cycle . In early tests by 14.2 % of the category " sufficient "; the first cycle increased by 46.5 % "good" category ; and the second cycle increased again by 85.7 % "good" category . In general, the application of forced cultivation models discussion in class X Marketing 1 SMK PGRI 2 Kediri can improve students' speaking skills , activities and achievement of student learning competencies .
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII.F SMP Negeri 33 Surabaya Pada Mata Pelajaran IPS Materi Pranata Sosial Dengan Model Pembelajaran Snowball Throwing Mudjianingsih Mudjianingsih
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p152-165

Abstract

 AbstrakKegiatan bertanya pada mata pelajaran IPS merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran, dimana kegiatan bertanya berfungsi untuk menggali informasi dari siswa, mengkonfirmasi apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya. Berdasarkan hasil pengamatan kondisi dalam kelas VIII F SMP Negeri 33 Surabaya Kota Surabaya yang kurang antusias dalam mengajukan pertanyaan perlu adanya tindakan menggunakan model pembelajaran yang sesuai, salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran Snowball Throwing. Dalam penelitian ini terdapat 4 tujuan penelitian, keempat tujuan tersebut meliputi: 1) Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing, 2) Untuk mengetahui aktivitas siswa 3) Untuk mengetahui hasil belajar siswa, dan 4) Untuk mengetahui kendala-kendala dan solusinya dalam menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing.Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan di kelas VIII F SMP Negeri 33 Surabaya Kota Surabaya yang berjumlah 32 siswa. Dalam penerapan Snowball Throwing terdiri dari dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data minat bertanya dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi minat bertanya, dan untuk hasil belajar siswa menggunakan tes pada siklus I dan II. Analisis data menggunakan reduksi data, observasi data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing dilaksanakan dengan 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi, 2) Ketuntasan hasil belajar siswa pada tes siklus I adalah 68,42%, untuk tes Siklus II ketuntasan meningkat menjadi 100%, kriteria ketuntasan pada siklus II ini masuk dalam kategori Sangat Baik, 3) Kendala-kendala yang dialami peneliti antara lain: keseriusan siswa yang kurang, kurang patuhnya siswa dengan perintah guru, dan kepercayaan diri siswa yang kurang.Kesimpulan dari penelitian ini antara lain: 1) Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing dilaksanakan dengan 2 siklus, dimana pelaksanaan masing-masing siklus berjalan dengan lancar, 2) Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas siswa, 3) Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar, dan 4) Kendala yang muncul antara lain: keseriusan siswa yang kurang, kurang patuhnya siswa dengan perintah guru, kepercayaan diri siswa yang kurang.    AbstractAsks activities in social studies is an important part in carrying out the study, which asks activities serve to gather information from students, to confirm what was already known, and to bring attention to the aspect of the unknown. Based on observations in the classroom conditions VIII F SMP Negeri 33 Surabaya Surabaya are less enthusiastic in asking questions the need for action using the appropriate learning models, one model of learning that can improve student learning outcomes is learning models Snowball Throwing. In this research there are four research purposes, the fourth such purposes include: 1) To determine the application of learning models Snowball Throwing, 2) To determine activity students 3) To determine student learning outcomes, and 3) To know the constraints and solutions in applying learning models Snowball Throwing.This study was a classroom action research (PTK) with a qualitative approach in the classroom VIII F SMP Negeri 33 Surabaya Surabaya, which amounted to 32 students. In the application of Snowball Throwing consisting of two cycles, each cycle consisting of the planning stage, the stage of action, observation and reflection stages. Data collection techniques interest asked in this study using observation sheet interest to ask, and for student learning outcomes using the test cycle I and II. Data analysis using data reduction, observation data, and drawing conclusions.The results of this study show that: 1) Application of Learning Model Throwing Snowball carried out with 2 cycles, with each cycle consisting of the planning phase, the implementation phase, observation and reflection phase, 2) Complete test results of students in the first cycle was 68.42% , to test cycle II completeness increased to 100%, completeness criteria in this second cycle in the category Very Good, 3) constraints experienced researchers, among others: the seriousness of the students who are less, less obedient students with instruction teacher, and self-confidence of students less.The conclusion of this study include: 1) Application of Learning Model Snowball Throwing carried out with 2 cycles, where each execution cycle running smoothly, 2) The application of learning models Snowball Throwing can increase the activity of the students, 3) The application of learning models Snowball Throwing can improve learning outcomes, and 4) the constraints that arise include: the seriousness of the students who are less, less obedient students with teachers command, students who lack confidence. 
Penggunaan Media Kancing Magnetik Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Perkalian Bilangan Bulat Rivo Nugroho; Ris Tina Setyawati
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p183-189

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi di SDN 1 Mulung Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik khususnya di kelas V, guru hanya menekankan pembelajaran pada pencapaian kemampuan intelegensi sehingga kemampuan siswa untuk berpikir kritis pada materi perkalian bilangan bulat masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan guru belum menemukan cara dan media yang dapat digunakan untuk menanamkan konsep perkalian bilangan bulat. Sehingga siswa masih menggunakan metode menghafal suatu konsep dan belum bisa memahami konsep tersebut. Hal ini menyebabkan kurang maksimalnya hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada penelitian ini, upaya yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perkalian bilangan bulat adalah menggunakan media kancing-kancing magnetik.Tujuan yang dicapai adalah mendeskripsikan aktivitas guru dalam menggunakan media kancing magnetik pada materi perkalian bilangan bulat, mendeskripsikan aktivitas siswa dalam menggunakan media kancing magnetik pada materi perkalian bilangan bulat, dan mendeskripsikan hasil peningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 1 Mulung pada materi perkalian bilangan bulat dengan menggunakan media kancing magnetik.Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan jenis penelitian maka metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sesuai dengan metode maka teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk data observasi aktivitas guru dan siswa. Sedangkan data kuantitatif pada penelitian ini diperoleh dari hasil tes. Penelitian dilakukan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan.Setelah peneliti menggunakan media kancing magnetik pada materi perkalian bilangan bulat, peneliti mendapatkan hasil yang memuaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai aktivitas guru pada siklus I sebesar 82,3% dan pada siklus II meningkat menjadi 92,7% dengan kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari 82,5% pada siklus I dan meningkat pada siklus II menjadi 92,5% dengan predikat sangat baik. Selain itu, dari hasil tes pada siklus I menunjukkan secara klasikal kemampuan berpikir kritis siswa mencapai 76,7% dan pada siklus II meningkat menjadi 93,3% dengan kategori sangat baik. Sehingga  dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media kancing magnetik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perkalian bilangan bulat di kelas V SDN 1 Mulung Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. AbstractBased on the observation in SDN 1 Mulung Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik especially for the fifth grade students, the teacher only focused on the learning to reach the intelligent ability so the ability of the student to think critically on integer multiplication was still low. In this research, the researcher tried to develop the students critical thinking on integer multiplication by using magnetic buttons.The purposes are to describe the activities of the teacher in using magnetic buttons on integer multiplication, to describe the activities of the students in using magnetic buttons on integer multiplication, and to describe the result of the improvement of students critical thinking. This research includes of studies class action was obtained through observation and analyzed test by using descriptive qualitative technical analysis and descriptive quantitative. There were two cycles in this research, each cycle contained of two meetings.The result of the research showed that there was an improvement of the teachers activities value on cycle I for about 82,3% and on cycle II increased to be 92,7% with excellent category. The result of the students activities also increased from 82, 5% on cycle I to be 92,5% on cycle II with very good category. Beside that, from the result of the test on cycle I the ability of the students critic thinking got 76,7% classically and on cycle II increased to be 93,3% with very good category. It could be concluded that by using magnetic buttons could improve the activities of the teacher and students.
Identifikasi Karakter Ideal Konseli Menurut Teks Kepribadian Founding Fathers Indonesia : Kajian Dalam Perspektif Fromm Restu Dwi Ariyanto; Andi Mappiare-AT; Moh. Irtadji
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p174-182

Abstract

 AbstrakKarakter adalah gambaran diri manusia secara bulat dan utuh yang membuat unik dari manusia lain. Penelitian ini dilaksanakan untuk pemaknaan teks kepribadian Founding Fathers Indonesia (FFI) sebagai karakter ideal konseli. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan hidup produktif menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 2) mendeskripsikan perilaku kerjasama menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 3) mendeskripsikan sikap menghargai menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 4) mendeskripsikan nilai kepribadian lain menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe hermeneutik Gadamerian. Hermeneutik merupakan metode menafsirkan makna teks dengan pola part dan whole. Data penelitian ini bersumber dari lima buku primer Sukarno dan Suharto. Teknik mengumpulkan data dilakukan melalui dokumentasi pemaknaan teks. Analisis data menggunakan teknik part-whole. Keabsahan data penelitian ini, dilakukan melalui triangulasi sumber data, teori, dan metodologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter ideal konseli menurut FFI terdiri dari hidup produktif, perilaku kerjasama, menghargai, nilai karakter lain yang mencakup religius dan nasionalis. Setiap karakter terbagi dalam beberapa aspek 1) hidup produktif: pola hidup sederhana, kontrol diri, dinamis, tidak bergantung pada bangsa lain, cinta produk dalam negeri, normatif, inovatif, rela berkorban, dan kebebasan; 2) perilaku kerjasama: rasa setiakawan, kesesuaian pedoman, dan nasionalisme-internasionalisme; 3) menghargai: musyawarah dan mufakat, bijaksana, dan toleransi; 4) nilai kepribadian lain meliputi 4.1) religius: keyakinan, pancasila sebagai pedoman dan rasional; 4.2) nasionalis: humanis, persatuan, dan cinta-damai. Sedangkan implikasi dalam bimbingan dan konseling sesuai dengan Standar Kompentensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD).Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah konselor seyogyanya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan identifikasi karakter ideal konseli. Peneliti yang berminat mengadaptasi hasil temuan ini hendaknya menggunakan subjek yang lebih luas, menggunakan varian metode hermeneutik, menggunakan varian teori konseling khususnya rumpun humanisme atau teori konseling lain dari barat maupun Indonesia, dan menggunakan buku teks bermuatan karakter yang lebih variatif. AbstractCharacter is whole picture of human and fully unique of others. This research been conducted for meaning the text of Indonesian Founding Fathers (IFF) as counselees ideal character. The purpose of the research are: 1) describing productivity life according to IFF can be considered to be counselees ideal character; 2) describing cooperative behavior according to IFF can be considered to be counselees ideal character. 3) describing respecting attitude according to FFI can be considered to be counselees ideal character. 4) describing other value of personality according to IFF can be considered to be counselees ideal character. This research using qualitative approach by Gadamerian hermeneutic type. Hermeneutic is interpreting teks valued methode by part and whole form. The research data based on the five Sukarno and Suhartos primer books. Collecting data technique by meaning text documentation. The data analysis is using part-whole technique The validity of research data, been done by triangulation data course, theory, and metohology. Result of the reseach show that counselees ideal character according to IFF including productivity life, cooperative attitude, respecting, other character value which including religious and nationalis. Each character divided into four aspect: 1) productivity life, simplicity life form, self control, dinamic, not depending on anothers nation, love domestic product, normative, inovative, sucrificion, and freedom; 2) cooperative attitude, solidarity, according to the rule, nationalism-internationalism 3) Respecting, disccussing and making decision, and tolerance; 4) other Personality value including: 4.1.Religion, belief, pancasila as rule and rational; 4.2. nationalism, humanism, unity, and love peace. Next, the implication for the guidance and counseling according to the standard compentency otonomy of student. The recomendation which is recommending on this reserch, counselor should be using the result of this research as course of counselees ideal character identification. The next researcher, whom interest adopting this result should using the large subject, using variaty hermeneituc methode, using variaty counseling theory, specialy in humanism area or other counseling theory form west or Indonesia, and using text book, which content variatif character.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Prestasi Matematika Materi Peluang Sukinah Sukinah
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p190-204

Abstract

AbstrakBagaimanakah caranya agar peserta didik tidak melupakan materi pelajaran yang telah diterimanya agar peserta didik nantinya siap menghadapi ujian kenaikan kelas yang siap atau tidak siap harus mereka hadapi. Bagaimanakah membuat suatu materi ajar agar agar tidak terlupakan oleh anak didik. Dalam hal ini guru harus mencari metode untuk mengingatkan segala memori di benak peserta didik yang telah mereka terima. Guru harus bisa membangkitkan kembali memori itu.Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (1) Bagaimana tingkat penguasaan materi pelajaran matematika peserta didik kelas IX E SMP Negeri 33 Surabaya tahun pelajaran 2013/2014? (2) Bagaimanakah tingkat penguasaan materi pelajaran matematika yang telah diterima peserta didik dalam menghadapi ujian kelulusan? (3) Bagaimanakah pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada materi pelajaran matematika yang telah dipelajari peserta didik kelas IX E SMP Negeri 33 Surabaya tahun pelajaran 2013/2014?Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui tingkat penguasaan materi pelajaran matematika peserta didik kelas IX E SMP Negeri 33 Surabaya tahun pelajaran 2013/2014. (2) Mengetahui tingkat penguasaan materi pelajaran matematika yang telah diterima peserta didik dalam menghadapi ujian kenaikan kelas. (3) Mengetahui pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada materi pelajaran matematika yang telah dipelajari peserta didik kelas IX E SMP Negeri 33 Surabaya semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik kelas IX E SMP Negeri 33 Surabaya tahun pelajaran 2013/2014. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika materi œPeluang. (2) Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik materi œPeluang yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitu siklus I 75,68, siklus II 100%. (3) Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. AbstractHow can my students not to forget the subject matter that has received so that learners will be ready to face the test of the increase in class ready or not they must face. How to create a teaching material in order not to be forgotten by the students. In this case the teachers should find methods to remind all the memory in the minds of learners they have received. Teachers should be able to revive the memory of it.This study is based on the problem: (1) What level of mastery of the subject matter of mathematics learners E class IX SMP Negeri 33 Surabaya in the academic year 2013/2014? (2) How does the level of mastery of the subject matter of mathematics that has been accepted learners in the face of the graduation exam? (3) How will the learning model Contextual Teaching and Learning in the subject matter that has been studied mathematics learners E class IX SMP Negeri 33 Surabaya in the academic year 2013/2014?The purpose of this study are: (1) Determine the level of mastery of the subject matter of mathematics learners E class IX SMP Negeri 33 Surabaya in the academic year 2013/2014. (2) Determine the level of mastery of the subject matter of mathematics that has been accepted students in the exam grade. (3) Determine the influence of the learning model Contextual Teaching and Learning in the subject matter that has been studied mathematics learners E class IX SMP Negeri 33 Surabaya semester of academic year 2013/2014.This study uses action research (action research) as much as two rounds. Each round consists of four phases: design, activities and observation, reflection, and revision. Goal of this research is the students of class IX E SMP Negeri 33 Surabaya in the academic year 2013/2014. The data obtained as the result of formative tests, observation sheet teaching and learning activities.From these results it can be concluded that (1) learning model Contextual Teaching and Learning can improve the quality of mathematics teaching material "Opportunities". (2) learning model Contextual Teaching and Learning has a positive impact in improving learning achievement of learners material "Opportunities" characterized by increased completeness of learners in each cycle, the first cycle of 75.68, the second cycle of 100%. (3) The application of learning models Contextual Teaching and Learning has a positive effect, which can improve the performance of learners. 
Peningkatan Prestasi/Nilai Peserta Didik Topik Produktifitas Melalui Teknik Tes Unjuk Kerja Endang Suasaningdyah
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p13-22

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk meningkatkan prestasi/nilai peserta didik dalam menguasai mata pelajaran IPS topik produktifitas, mengetahui  faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah peserta didik  kelas VII E SMPN 33 Surabaya  semester genap Tahun Pelajaran 2006 2007 yang berjumlah 38, dan obyek penelitiannya adalah nilai yang diperoleh setelah melakukan unjuk kerja. Prosedur yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus I dan siklus II,  setiap siklus terdiri atas  perencanaan, tindakan pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hipotesis yang diajukan yaitu, teknik tes unjuk kerja dapat meningkatkan prestasi/nilai peserta didik dalam menguasai mata pelajaran IPS topik produktifitas di kelas VII E SMPN 33 Surabaya.  Hasil analisis terhadap nilai siswa Siklus I rata-rata  72,95. Siklus II rata-rata 79,21. Nilai peserta didik setelah mengalami 2 siklus tetap tinggi, walaupun dilakukan perubahan spesialisasi kerja, serta merubah skor dari hasil produksi dibagi 2 menjadi dibagi 4 pada putaran 3 siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, melalui teknik tes unjuk kerja dapat meningkatkan prestasi/nilai peserta didik sehingga hipotesa dapat diterima.  AbstractNamely hearts Interest Research singer to review increasing Achievement / Value Learners hearts Mastering Lessons eyes IPS Topics productivity, determine the factors affecting the implementation. Research operates Singer is a Class Action Research. The subject of his research is Learners Class VII E SMPN 33 Surabaya semester of Academic Year 2006-2007 evens That amounted to 38, and the object of research is a Value That TIN taxable income do performance. The procedure is performed divided hearts Shape CYCLES CYCLE I and II, EACH CYCLE consists differences Planning, Implementation action, observation and reflection. The analysis used descriptive qualitative analysis. The hypothesis put forward is, ENGINEERING performance tests can be improve Achievement / Value Learners hearts Mastering Lessons eyes IPS Topics productivity in Class VII E SMPN 33 Surabaya. The results of the analysis I CYCLE Students Against Value Average 72.95. CYCLE II average of 79.21. Value Learners taxable income experienced a 2 CYCLE Remains High, although the changes do work specialization, as well as change SCORES Of Production divided by 2 Become divided 4 Round 3 ON CYCLE II. Based on the study findings singer, through techniques of performance tests can be improve Achievement / Value Learners so that the hypothesis can be accepted. 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran dalam Implementasi Strategi Contextual Teaching Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi pada Siswa Kelas IV SD Agnes Remi Rando
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p1-12

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan perangkat CTL di kelas IV sekolah dasar, mendeskripsikan hasil validasi dan hasil belajar dari implementasi perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang direduksi menjadi 3-D, yaitu define, design, dan develop. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliput rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), dan tes hasil belajar (THB) yang diujicobakan pada kelas IV B sebagai eksperimen terdiri atas 30 siswa, dan kelas IV A sebagai kelas control terdiri atas 30 siswa di SD GMIT Ende. Uji coba perangkat pada penelitian ini menggunakan pre-tes dan post tes dengan teknik analisis statistik.Instrument penelitian terdiri atas lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar aktifitas siswa, lembar angket respon siswa, dan lembar tes hasil belajar siswa serta lembar kendala-kendala. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan angket.Analisis hasil penelitian diperoleh fakta bahwa penggunaan perangkat pembelajaran dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa 43,33% (pada pre-tes) sementara pada post tes menjadi 100%. Hasil belajar siswa tergolong sangat baik dengan rata-rata jawaban benar 87,66 untuk tes hasil belajar. AbstractThis study aims to describe the development of CTL in the fourth grade of primary school, describe the results of the validation and implementation of the learning material through 4-D model of development which is reduced to 3-D, namely define, design, and develop. The materials covers the lesson plan (RPP), students worksheet (LKS), and the test results (THB) taken from the fourth grade (Class IV B) as the experiment consisted of 30 students, and class IV A as the control class consists of 30 students in  SD GMIT Ende. Testing device in this study uses pre-test and post-test with statistical analysis techniques.Moreover, research instrument consists of a sheet of observation for teaching and learning process, students questionnaire sheets, student achievement test sheet, and constraints. The data were collected by observation techniques, test, and questionnaire.The results indicated that the use of learning materials with CTL approach can improve student learning outcomes 43.33% (the pre-test) while the post-test to 100%. Student learning outcomes as very good with an average of 87.66 correct answers in test outcomes.Based on the above results, it can be concluded that the CTL in the fourth graders of elementary school is valid and is able to improve their learning outcomes. It is expected that this research will be useful for teachers in developing such instructional design oriented towards the development of CTL strategy to learning with other study materials. 
Pengembangan Lembar Kerja Anak Dengan Menggunakan Pendekatan Konstruktivistik Untuk Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia Dini Hardiyanti Pratiwi; Mustaji .
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n1.p23-31

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan perangkat CTL di kelas IV sekolah dasar, mendeskripsikan hasil validasi dan hasil belajar dari implementasi perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang direduksi menjadi 3-D, yaitu define, design, dan develop. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliput rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), dan tes hasil belajar (THB) yang diujicobakan pada kelas IV B sebagai eksperimen terdiri atas 30 siswa, dan kelas IV A sebagai kelas control terdiri atas 30 siswa di SD GMIT Ende. Uji coba perangkat pada penelitian ini menggunakan pre-tes dan post tes dengan teknik analisis statistik.Instrument penelitian terdiri atas lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar aktifitas siswa, lembar angket respon siswa, dan lembar tes hasil belajar siswa serta lembar kendala-kendala. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan angket.AbstractAnalisis hasil penelitian diperoleh fakta bahwa penggunaan perangkat pembelajaran dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa 43,33% (pada pre-tes) sementara pada post tes menjadi 100%. Hasil belajar siswa tergolong sangat baik dengan rata-rata jawaban benar 87,66 untuk tes hasil belajar.This study aims to describe the development of CTL in the fourth grade of primary school, describe the results of the validation and implementation of the learning material through 4-D model of development which is reduced to 3-D, namely define, design, and develop. The materials covers the lesson plan (RPP), students worksheet (LKS), and the test results (THB) taken from the fourth grade (Class IV B) as the experiment consisted of 30 students, and class IV A as the control class consists of 30 students in  SD GMIT Ende. Testing device in this study uses pre-test and post-test with statistical analysis techniques.Moreover, research instrument consists of a sheet of observation for teaching and learning process, students questionnaire sheets, student achievement test sheet, and constraints. The data were collected by observation techniques, test, and questionnaire.The results indicated that the use of learning materials with CTL approach can improve student learning outcomes 43.33% (the pre-test) while the post-test to 100%. Student learning outcomes as very good with an average of 87.66 correct answers in test outcomes.Based on the above results, it can be concluded that the CTL in the fourth graders of elementary school is valid and is able to improve their learning outcomes. It is expected that this research will be useful for teachers in developing such instructional design oriented towards the development of CTL strategy to learning with other study materials.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, Januari 2026 Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025 Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025 Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024 Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9, Nomor 1, April 2024 Vol 8 No 1 (2023): Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, April 2023 Vol 8 No 2 (2023): September 2023 Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Nomor 2, September 2022 Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022 Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Nomor 2, September 2021 Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Nomor 1, April 2021 Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020 Vol 5, No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 2 (2020) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 More Issue