cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 355 Documents
Peran Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada SLB di Sidoarjo Febrita Ardianingsih; Siti Mahmudah; Edy Rianto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p21-30

Abstract

AbstrakGuru adalah pelaksana langsung dari kurikulum di suatu kelas. Pencapaian implementasi kurikulum yang baik sangat bergantung pada faktor kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang œPeran Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan secara triangulasi. Teknik analisis data bersifat induktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo dilaksanakan secara bertahap, dimulai sejak tahun ajaran 2015/2016 pada kelas 1 dan 4 dan pada tahun ajaran 2016/2017 ditambah kelas 2 dan kelas 5. Implementasi pembelajaran di kelas menggunakan perpaduan antara Kurikulum 2013 Pendidikan khusus dan Kurikulum KTSP; (2) Sebagian guru Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo sudah menjalankan perannya sesuai kurikulum 2013 Pendidikan Khusus dengan beberapa adaptasi dari kurikulum KTSP, mulai perencanaan pembelajaran seperti program tahunan, program semester, rincian minggu efektif, silabus, dan Rencana Pembelajaran (RPP), melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan evaluasi yang meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan; dan (3) Kendala yang dihadapi dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo, antara lain: kurang lengkapnya ketersedian buku guru dan buku siswa, prasarana juga masih banyak yang perlu dibenahi, kurang lengkapnya alat peraga pendidikan, kurangnya pemahaman guru tentang penyusunan perangkat pembelajaran berdasarkan  kurikulum 2013. AbstractTeacher is an implementator of Curriculum in a class. Good achievement of curriculums implementation depends on the teachers capability. Therefore, this research performed œThe Role of Special Teachers in Implementation of Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus at Special School in Sidoarjo. The research was qualitative descriptive study. The Techniques of collecting data were observation, interview and documentation. The data validity use triangulation. Data analysis was inductive. Results are: (1) Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus at special school in Sidoarjo is implemented gradually, starting from the academic year of 2015/2016 on Grades 1 and 4 and at academic year 2016/2017 was added Grades 2 and 5. Implementation of the curriculum in the classroom at special school is an assimilation between Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus and Kurikulum KTSP; (2) Some special teachers in Sidoarjo are already running their role corresponding to Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus with some adaptations from Kurikulum KTSP, including Planning Learning as Annual Program, Semester Program, effective weeks list, syllabus, and Lesson Plan (RPP), implementing learning with scientific approach, and Evaluation which covers Attitude, knowledge, and skills aspects; And (3) The obstacle in implementation of Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus at Special School in Sidoarjo, including: the lack of Teacher's books and students books, infrastructure, learning tools, and teachers understanding on learning tools based on Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus.Keywords: The Role of Special Teachers, Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus, Special School
Tindakan Kekerasan Guru Terhadap Siswa dalam Interaksi Belajar Mengajar (Studi Kasus di SMAN Surabaya) Tamsil Muis
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n1.p86-90

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah penjelasan teoritis tentang proses dan penyebab terjadinya tindakan kekerasan dengan menekankan pada dinamika interaksi belajar mengajar antara pelaku (guru) dan korban (siswa). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus, proses penelitian diawali dengan menggali informasi dari pejabat Diknas kota Surabaya (Pengawas Sekolah), penentuan sekolah terjadinya kekerasan di sekolah menurut rekomendasi Waslah kota Surabaya, penentuan guru-guru yang pernah melakukan kekerasan melalui angket dari siswa, kemudian wawancara dan observasi terhadap guru-guru yang sering melakukan kekerasan dalam proses belajar mengajar. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Diknas Surabaya belum memiliki suatu sistem monitoring/pemantauan tentang kekerasan dalam interaksi belajar mengajar (kibem) di sekolah; (2) Guru-guru yang melakukan kibem, lebih disebabkan oleh paradigma dan wawasan kependidikannya, bahwa untuk menegakkan disiplin harus dengan kekerasan; (3) Hasil penelitian menunjukkan bentuk kekerasan yang sering terjadi di sekolah adalah kekerasan verbal (mengucapkan kata-kata kasar dan menyinggung perasaan), psikologis (mengabaikan, mengancam), dan fisik (menjewer, menendang, mencubit); (4) Siswa yang menjadi korban kekerasan menganggapnya sebagai sesuatu yang memang harus terjadi dan cenderung pasrah, hanya sebagian kecil siswa (10,6%) yang mengakibatkan rasa dendam dalam diri mereka  AbstractThe purpose of this research is to get description about reason and happening process of violence in teaching learning process between teacher as subject and student as victim. Method of this research is qualitative research with case study design. Begin finding information from Departemen Pendididikan Nasional (Diknas) Surabaya, especially from the supervisor of school (usually called Pengawas Sekolah), this research corned in interview process with the teacher who known as a subject. The result of this research is (1) Diknas Surabaya havent monitoring system which concentrated in violence action in teaching learning process, (2) the cause of violence action is focused on paradigm and knowledge of the teacher that to built students discipline attitude is with violence action, (3) The kind of violence which happen in teaching learning process is verbal violence, physic violence, dan psychology violence, and (4) the victim of this violence action just can defensiveness and 10% getting resentment.
Pengembangan Modul Suhu dan Kalor Berbasis Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA/MA Izzatul Hasanah; Sarwanto Sarwanto; Mohammad Masykuri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p38-44

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul fisika suhu dan kalor berbasis project based learning dan mengetahui efektivitas modul fisika suhu dan kalor berbasis project based learning. Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan (Research and Development). Merupakan penelitian deskriptif dengan mengembangkan suatu produk berupa modul pembelajaran fisika pada materi suhu dan kalor berbasis project based learning. Langkah pengembangan menggunakan model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul fisika divalidasi oleh validator ahli dan peer reviewer. Berdasarkan hasil validasi oleh validator materi memberikan nilai 2,9 dengan kategori baik, validator media 3,6 berkategori sangat baik, validator pembelajaran 3,0 berkategori baik dan validator bahasa 3,8 berkategori sangat baik.  Dan hasil validasi peer reviewer memberikan nilai 2,9 dengan kategori baik. Hasil uji pakai user yaitu siswa kelas X MIA MA Al Islam Surakarta memberikan nilai 3,6 dengan kategori sangat baik.  Sehingga menunjukkan bahwa modul fisika berbasis project based learning pada materi suhu dan kalor layak digunakan dan modul fisika dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa secara efektif. Untuk penilaian aspek kognitif terbukti dari n-gain nilai hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh siswa. Keterampilan proses sains indikator observasi mempunyai gain 0,5 dengan kategori sedang, interpretasi 0,4 berkategori rendah, merencanakan eksperimen 0,7 berkategori tinggi, prediksi 0,5 berkategori sedang, aplikasi 0,5 berkategori sedang, evaluasi 0,8 berkategori tinggi. Kemampuan berpikir kritis indikator mensintesis mempunyai gain 0,5 berkategori sedang, menganalisis 0,9 berkategori sangat tinggi, mengenal masalah 0,6 berkategori sedang, memecahkan masalah 0,6 berkategori sedang, menyimpulkan 0,5 berkategori sedang, mengevaluasi 0,8 berkategori tinggi. Untuk penilaian aspek keterampilan kelompok 1 dengan nilai 3,33 dengan kategori sangat berhasil, kelompok 2 dengan nilai 3,56 dengan kategori sangat berhasil, kelompok 3 dengan nilai 3,44 dengan kategori sangat berhasil. Untuk penilaian aspek sikap rata-rata keseluruhan siswa berskor 3,2 dengan kategori baik.AbstractResearch carried out aims to determine the feasibility of physics module temperature and heat-based project-based learning and examine the effectiveness of physics module temperature and heat-based project-based learning. This study included research and development (Research and Development). Is a descriptive study to develop a product in the form of physics learning module on material temperature and heat-based project-based learning. Step ADDIE development model. The results showed that the physics module validator validated by experts and peer reviewers. Based on the results of validation by the validator material provides good value to the category 2.9, 3.6 media validator excellent category, validator well categorized and learning 3.0 3.8 language validators very good category. And peer validation results give a value of 2.9 with either category. The test results that the user use the class X MIA MA Al Islam Surakarta give a value of 3.6 with a very good category. Thus indicating that the module is a physics-based project-based learning on the temperature and heat decent material used and the physical modules can enhance science process skills and critical thinking abilities of students effectively. For the assessment of cognitive aspects evident from a then-gain value of the evaluations that have been done by the students. Science process skills of observation indicator have a gain of 0.5 with a category, the interpretation of low category 0.4, 0.7 high category planned experiment, the prediction was 0.5 categories, medium category 0.5 application, evaluation 0.8 high categories. Critical thinking skills to synthesize indicators having moderate gain of 0.5 categories, analyzing the 0.9 categories is very high, recognize the problem category were 0.6, 0.6 category troubleshoot medium category were concluded 0.5, 0.8 evaluating high category, For the assessment of skills aspects of group 1 with a value of 3.33 with a very successful category, group 2 with a value of 3.56 with a very successful category, group 3 with a value of 3.44 with a very successful category. For the assessment aspect of the overall average attitude of students a value of 3.2 with either category.
Pengembangan Buku Suplemen Teks Negosiasi Bermuatan Kearifan Lokal Timor dengan Pendekatan Content Language Integrative Learning Maria Rosalinda Talan
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p24-33

Abstract

Berdasarkan observasi awal pembelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan hasil yang belum maksimal karena belum mengkonkretkan kehidupan sosial budaya peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Guru hanya menggunakan buku teks yang bersifat global sehingga kurang mewakili masalah yang nyata bagi peserta didik di Timor. Hal tersebut mengakibatkan peserta didik pasif dalam pembelajaran karena tidak ada kesesuaian kehidupan peserta didik dengan materi pelajaran yang terdapat dalam buku tersebut. Dengan demikian, perlu adanya pengembangan buku suplemen teks negosiasi bermuatan kearifan lokal Timor dengan pendekatan Content Language Integrative Learning (CLIL) untuk menutup kesenjangan antara apa yang terjadi dan apa yang diharapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Timor. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses pengembangan buku suplemen teks negosiasi bermuatan kearifan lokal Timor dengan pendekatan CLIL dan mendeskripsikan kualitas pengembangan buku suplemen teks negosiasi bermuatan kearifan lokal Timor dengan pendekatan CLIL. Proses pengembangan menggunakan model Four-D yang diadaptasi sesuai kebutuhan menjadi tahap pendefinisisan (define), perancangan (design), dan pengembangan (development). Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukkan kualitas buku suplemen pada aspek kevalidan berkategori sangat layak, aspek kepraktisan buku suplemen berkategori sangat praktis, dan aspek keefektifan buku suplemen berkategori sangat efektif. Dengan demikian, buku suplemen teks negosiasi yang bermuatan kearifan lokal Timor dengan pendekatan CLIL yang dikembangkan ini berkualitas sehingga dapat digunakan sebagai buku pendamping dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi guru dan peserta didik di Timor.AbstractBased on preliminary observation Indonesian Language learning showed that the result has not been maximized because it has not concocted the social life of the learners in the learning activities. Teachers only use textbooks is global so that less representative of the real problems for learners in Timor. This results in passive learners in learning because there is no suitability of life of learners with the subject matter contained in the book. Thus, it is necessary to develop asupplementary book negotiation text containing local wisdom of Timor using Content Language Integrative Learning (CLIL) Approachapproach to close the gap between what is happening and what is expected in Indonesian language learning in Timor. The purpose of this study aims to describe 1) the development process of supplementary book negotiation text containing local wisdom of Timor using Content Language Integrative Learning Approach and 2) the quality of thesupplementary book negotiation text containing local wisdom using Content Language Integrative Learning Approach. The development process using Four-D model adapted as needed to define, design, and development. The results of this research and development show the quality of supplement book on the validity aspects categorize very feasible, practical aspects of book supplement categorized very practical, and the effectiveness aspects of book supplementcategorized very effective. Thus, supplementary book negotiation text containing local wisdom of Timor using Content Language Integrative Learning Approach developed are of high quality so that they can be used as a companion book for the Indonesian language learning of teachers and learners in Timor.
Model Bimbingan Kelompok PPPM Untuk Mengembangkan Pikiran Rasional Korban Bullying Siswa SMK Etnis Jawa Bakhrudin All Habsy
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p91-99

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penerapan model bimbingan kelompok PPPM untuk mengembangkan pikiran rasional korban bullying siswa SMK etnis Jawa. Tujuan penelitian untuk menguji keefektivan model bimbingan kelompok PPPM untuk mengembangkan pikiran rasional korban bullying siswa SMK etnis Jawa. Rancangan penelitian adalah eksperimen dengan desain pretest and posttest control group. Keefektivan model bimbingan kelompok PPPM dapat dilihat dari hasil uji beda pikiran rasional korban bullying yang diberi model bimbingan kelompok PPPM dengan siswa yang diberi bimbingan kelompok non PPPM. Berdasarakan hasil analisi data siswa yang diberkan perlakuan bimbingan kelompok non PPPM memperoleh rata-rata nilai (mean) sebesar 2,8333, sedangkan siswa yang diberikan model bimbingan kelompok PPPM memperoleh rata-rata nilai (mean) sebesar 21,8333. Hasil  14thitung">  sebesar 8,037, karena harga 14thitung">  lebih besar dari harga 14ttabel">  yaitu: 8,037 > 2,228 pada α = 5% maka dapat disimpulkan model bimbingan kelompok PPPM efektif mengembangkan pikiran rasional korban bullying siswa SMK etnis Jawa.AbstractThis research is the application of PPPM group guidance model to develop rational minds of victims of bullying SMK students of Java ethnic. The objective of the study was to test the effectiveness of PPPM group guidance model to develop rational minds of victims of bullying of Javanese vocational high school students. This study, uses experimental design with pretest and posttest control group design. The effectiveness of PPPM group guidance model can be seen from the result of different test of the irrational mind of bullying victim who was given the model of PPPM group guidance with the students who ware given the guidance of non PPPM group. Students who were given non-PPPM group counseling treatment obtained an average of 2.8333, while the students who are given the model guidance group PPPM obtained the average value (mean) of 21.8333. From the analysis results obtained by 8,037, because the price is greater than the price is: 8,037> 2.228 at α = 5% it can be concluded that the model guidance group PPPM effectively develop rational minds of victims of bullying students of SMK ethnic Java.         
Peningkatan Nilai Peserta Didik Mata Pelajaran IPS Topik Bermain Layang-Layang Melalui Pembelajaran Konstektual Endang Suasaningdyah
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p105-115

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu  mengetahui cara melaksanakan  strategi dengan pendekatan konstektual untuk meningkatkan nilai peserta didik pada mata pelajaran IPS topik bermain layang-layang, apakah  dapat meningkatkan proses dan hasil pencapaian batas penguasaan kompetensi dasar, apakah dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat peserta didik.  Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitiannya adalah peserta didik  kelas VIII F  SMPN 33 Surabaya  yang berjumlah 38, dan obyek penelitiannya adalah nilai yang diperoleh setelah melakukan pembelajaran. Prosedur yang dilakukan terbagi dalam bentuk siklus I dan siklus II,  setiap siklus terdiri atas  perencanaan, tindakan pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hipotesis yang diajukan yaitu, pelaksanaan strategi  pembelajaran dengan pendekatan konstektual mata pelajaran IPS topik bermain layang-layang  dapat meningkatkan nilai peserta didik  dengan hasil pencapaian batas proses penguasaan kompetensi dasar serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat peserta didik. Hasil analisis terhadap nilai peserta didik siklus I rata-rata  67,50.  Siklus II rata-rata 85,71. Nilai dalam 2 siklus sama-sama diatas KKM yang ditetapkan yaitu 65. Berdasarkan hasil penelitian ini, melalui pembelajaran konstektual dapat meningkatkan nilai peserta didik sehingga hipotesa dapat diterima. AbstractThe purpose of this research is to know how to implement strategy with constectual approach to increase student's score on IPS subject of kite play topics, whether to improve the process and achievement result of basic competence mastery limit, whether to create a fun learning atmosphere and attract participants Educate. This type of research is Classroom Action Research. The subjects of the study were students of class VIII F SMPN 33 Surabaya, amounting to 38, and the object of research is the value obtained after learning. The procedure is divided into cycle I and cycle II, each cycle consists of planning, action, observation and reflection. The analysis used quantitative descriptive analysis. Hypothesis proposed that is, implementation of learning strategy with approach of konstektual of IPS subjects kite play topics can increase the value of learners with the achievement of the boundary of the process of mastery of basic competence as well as create a fun learning atmosphere and attract learners. The results of the analysis of the value of students I cycle average 67.50. Cycle II averaged 85.71. Value in 2 cycles are above the established KKM that is 65. Based on the results of this study, through constektual learning can increase the value of learners so that hypotheses can be accepted.
Keterkaitan Metode dan Media Bervariasi dengan Minat Siswa dalam Pembelajaran Biologi Tingkat SMP Reisky Megawati Tammu
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p134-142

Abstract

AbstrakBiologi merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan yang diajarkan pada siswa tingkat SMP melalui mata pelajaran IPA Terpadu. Sebagai bidang ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dan lingkungan yang telah diciptakan secara teratur, sistematis, dan kompleks oleh Tuhan, biologi memiliki cakupan yang sangat luas dan kaya. Dalam pembelajaran biologi, metode dan media merupakan komponen penting yang dapat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar serta minat siswa. Kajian ini bertujuan untuk menguraikan dan merangkum keterkaitan antara metode dan media bervariasi dengan minat siswa dalam pembelajaran biologi tingkat SMP berdasarkan studi literatur maupun hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan metode dan media bervariasi dapat memfasilitasi tercapainya tujuan pembelajaran biologi sesuai dengan karakteristik bidang ilmu & tahap perkembangan siswa SMP, menghasilkan pembelajaran biologi yang menarik sebagai salah satu syarat untuk menumbuhkan minat siswa, dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran biologi. Penggunaan metode dan media bervariasi dalam pembelajaran biologi tingkat SMP dapat memfasilitasi siswa yang sedang berada pada tahap formal operational thought dan pemahaman romantik untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan minatnya dalam mengeksplorasi kekayaan dan keutuhan dari biologi sebagai suatu ilmu pengetahuan. Penggunaan metode dan media yang variatif juga akan menghasilkan proses belajar yang menarik yang membantu siswa menemukan makna dari materi yang dipelajari sehingga semakin meningkatkan minat, pemahaman konsep, dan prestasi belajar mereka dalam pembelajaran biologi.                                               AbstractBiology is a science field which taught to student of junior high school level through Integrated Science subject. As a science field that studies about living things and environment which have been created regularly, systematically, and complexly by God, biology has a very wide and rich coverage. In learning biology, methods and media are important components that can influence the success of teaching and learning process, and student interest. This study aims to describe and summarize the interrelationships between methods and media varies with student interest in biologys learning of junior high school based on literature studies and relevant research results. The results of the study indicate that the use of varied methods and media can facilitate the achievement of biologys learning objectives in accordance with the characteristics of the science field and the stage of development of junior high school students, can create an interesting biological learning as one of the requirements to cultivate student interest, can increase student interest and their achievement in biology. The application of varied methods and media in the junior-level biology learning can facilitate students who are in the formal stage of operational thought and romantic understanding to develop their cognitive abilities and interests in exploring the richness and oneness of biology as a science. It will also produce an interesting learning process which can help students discover the meaning of the material learned so that it will increase their interest, concepts understanding, and learning achievements in biology.
Penerapan Perangkat Pembelajaran IPS Model TPS dengan Media Video untuk Meningkatkan Karakter, Aktivitas, dan Hasil Belajar Siswa Novi Setyasto; Bayu Wijayama
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p128-133

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi awal di SDN Sadeng 03 ditemukan masalah dalam pembelajaran IPS di kelas V. Siswa merasa kesulitan dalam menghafal tokoh-tokoh atau pelaku sejarah, tempat, dan waktu kejadian sehingga hasil belajar siswa rendah dan kurang aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terbagi menjadi tiga siklus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter, aktivitas, dan hasil belajar siswa dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang sudah dikembangkan dengan model TPS dan media video. Sample penelitian ini berjumlah 23 siswa kelas V. Data diperoleh melalui observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran efektif untuk menanamkan karakter pada siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan skor karakter dari 27,3 (Siklus 1), 27,8 (Siklus 2), dan 28,9 (Siklus 3). Selain itu, aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan peningkatan aktifitas dari kategori tinggi (siklus 1) menjadi kategori sangat tinggi pada Siklus 1 dan Siklus 2. Penerapan perangkat pembelajaran juga berhasil meningkatkan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan peningkatan skor rata-rata hasil belajar IPS siswa dari 55 (Pra siklus) menjadi 81 (Siklus 3).  Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan perangkat pembelajaran model TPS dengan media video efektif untuk meningkatkan karakter, aktivitas, dan hasil belajar siswa kelas V SDN  Sadeng 03.  AbstractBased on preliminary observation in Sadeng 03 Semarang elementary school has been found some challenges which needed to be overcome in the learning process of social studies, especially in 5th grade students. Students often face difficulties to memorize historical people, places, time, and events which happened in the past. Thus, their learning outcomes were low and they tended to be passive learners.  This was classroom action research which was divided into three cycles. This study aimed to enhance students characters, activities, and learning outcomes by applying the learning tools which have been developed using TPS model and video media. The samples of this research were 23 students of 5th grade. Data was derived from observation, test, field note, and documentation. Qualitative and quantitative description were used in this research. The results showed that the learning tools were effective to foster students characters which showed by the increase of their characters score of 27.3 (1st cycle), 27.8 (2nd cycle), and 28.9 (3rd cycle). Their implementation also could improve students activities proved by the improvements of students activities form 1st cycle (high category) to the 2nd and 3rd cycle (very high category). In addition, there were found improvements of students learning outcomes in every cycle which showed by the increases of average scores from 55 (pre-cycle) to 81 (3rd cycle). In conclusion, the learning tools using TPS Model and Video Media were effective to level up the students characters, activities, and learning outcomes of social studies in 5th grade of Sadeng 03 elementary school.Keywords: learning tools, TPS, video media, social studies, learning outcomes
Ketersediaan Sarana dan Prasarana Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah di Kabupaten Gunungkidul Caraka Putra Bhakti
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p100-104

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan ketersediaan sarana dan prasarana bimbingan dan konseling di sekolah menengah. Salah satu keberhasilan layanan bimbingan dan konseling, ditunjang dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Jenis penelitian ini adalah survei. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method. Instrumen penelitian adalah angket semi terbuka. Subjek penelitian sekolah menengah tingkat SMP, SMA, dan SMK di kabupaten gunungkidul yang berjumlah 17 sekolah. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan : (1) seluruh sekolah telah miliki ruang kerja bimbingan dan konseling, (2) Ketersediaan ruang administrasi 10 sekoleh memiliki sedangkan 7 sekolah belum memiliki, (3) ketersediaan ruang konseling individu 10 sekolah telah miliki, 7 sekolah belum memiliki, (4) ketersediaan ruang bimbingan dan konseling kelompok terdapat 8 sekolah telah memiliki, 9 sekolah belum memiliki, (5) seluruh sekolah belum ketersedia ukuran minimal ruang bimbingann dan konseling, hasil penelitian rerata luas ruangan setiap sekolah 28,2 m2. Hambatan pengembangan sarana dan prasarana bimbingan dan konseling pada aspek pembiayaan dan lahan. Implikasi bagi guru bimbingan dan konseling di tuntut memiliki kreativitas dalam pelaksanaan layanan dengan fasilitas terbatas tanpa mengorbankan pelayanan optimal bagi pserta didik                                                                                                                          Abstracthe purpose of research is to describe the availability of facilities and infrastructure of guidance and counseling in secondary schools. One of the successes of guidance and counseling, supported by facilities and infrastructure facilities. This type of research is a survey. The method used is a mixed method. The research instrument was a questionnaire semi-open. Subject secondary school studies junior high schools, high school and vocational school in the district Gunungkidul totaling 17 schools. Data were analyzed using descriptive statistics by percentage. The results showed: (1) The entire school has had work space guidance and counseling, (2) the availability of space administration 10 sekoleh have while 7 schools do not have, (3) the availability of space individual counseling 10 schools have had, 7 schools do not have, (4) the availability of group counseling rooms there are 8 schools have had, 9 schools do not have, (5) the whole school has not ketersedia minimum size guidance and counseling room, research room each school wide average of 28.2 m 2. Barriers to the development of infrastructure guidance and counseling on financing aspects and land. Implications for teacher guidance and counseling in demand creativity in the implementation of services with limited facilities without sacrificing the optimal service for student participants vote
Tracer Study Lulusan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo Maryam Rahim; Meiske Puluhulawa
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p121-127

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengelolaan program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo berdasarkan informasi yang diperoleh melalui tracer study. Secara khusus, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang lulusan, yang meliputi (1) rata-rata masa tunggu lulusan, (2) jenis pekerjaan yang ditekuni, dan (3) tanggapan terhadap pengguna lulusan.Permasalahan penelitian ini adalah: (1) berapa rata-rata masa tunggu lulusan?, (2) jenis pekerjaan apa yang ditekuni lulusan?, dan (3) bagaimana tanggapan pengguna terhadap lulusan?. Anggota populasi dalam penelitian ini berjumlah 408 orang, dari jumlah tersebut 58% (238 orang) dijadikan sebagai anggota sampel dengan menggunakan cluster sampling. Indikator penelitian meliputi: (1) rata-rata masa tunggu lulusan, (2) jenis pekerjaan yang ditekuni lulusan, dan (3) tanggapan pengguna terhadap lulusan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tracer study. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata masa tunggu lulusan adalah 3 bulan; (2) jenis pekerjaan yang ditekuni lulusan terdiri dari 13 kategori yakni (a) Guru BK (PNS) sebanyak 27.31%; (b) Guru BK (Non PNS) sebanyak 50.00%; (c) Guru PAUD sebanyak 0.84%; (d) Guru TK sebanyak 5.04%; (e) Guru SD sebanyak 4.20%; (f) Guru SLB sebanyak 0.42%; (g) Pegawai instansi pemerintah sebanyak 2.52%; (h) Pegawai perusahaan sebanyak 0.84%; (i) Dosen sebanyak 1.26%; (j) Dosen luar biasa sebanyak 1.26%; (k) Wirausaha sebanyak 3.78%; (l) Anggota DPR sebanyak 0.42%; (m) dan lain-lain sebanyak 2.10%; dan (3) tanggapan pengguna terhadap lulusan, yang menyangkut: (a)  integritas (etika dan moral) = 89.60 (sangat baik); (b) keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme) = 82.92 (baik); (c) bahasa Inggris = 67.89 (cukup); (d) penggunaan teknologi informasi = 81.71 (baik); (e) komunikasi = 84.06 (baik); (f) kerjasama tim = 85.04 (sangat baik); dan (g) pengembangan diri = 83.83 (baik).      AbstractThis research is expected to improve and improve the quality of the management of Study Program Guidance and Counseling of State University of Gorontalo based on information obtained through tracer study. Specifically, this study was undertaken to obtain information about graduates, which included (1) the average waiting period for the graduates, (2) the type of work being undertaken, and (3) responses to graduate users.The problems of this research are: (1) what is the average waiting period of graduates ?, (2) what kind of work is graduated ?, and (3) how is the user's response to the graduates ?. The population members in this study amounted to 408 people, of which 58% (238) were used as sample members using cluster sampling. Research indicators include: (1) average waiting period for graduates, (2) types of work occupied by graduates, and (3) user responses to graduates. Data collection was done by using tracer study instrument. The collected data is analyzed quantitatively.The results showed: (1) the average waiting period of the graduates was 3 months; (2) the type of work occupied by graduates consists of 13 categories, namely (a) Teacher BK (PNS) as much as 27.31%; (B) Teacher BK (Non PNS) as much as 50.00%; (C) PAUD teachers as much as 0.84%; (D) Kindergarten teachers as much as 5.04%; (E) elementary school teachers as much as 4.20%; (F) SLB Teachers as much as 0.42%; (G) Employees of government agencies as much as 2.52%; (H) Company employees 0.84%; (I) Lecturer as much as 1.26%; (J) Unusual lecturer as much as 1.26%; (K) Entrepreneur as much as 3.78%; (L) Members of the People's Legislative Assembly of 0.42%; (M) and others as much as 2.10%; And (3) user responses to graduates, which include: (a) integrity (ethics and morals) = 89.60 (excellent); (B) expertise by field of science (professionalism) = 82.92 (good); (C) English = 67.89 (enough); (D) use of information technology = 81.71 (good); (E) communication = 84.06 (good); (F) teamwork = 85.04 (excellent); And (g) self-development = 83.83 (good). 

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, Januari 2026 Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10, Nomor 2, September 2025 Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025 Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9, Nomor 2, September 2024 Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9, Nomor 1, April 2024 Vol 8 No 1 (2023): Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, April 2023 Vol 8 No 2 (2023): September 2023 Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7, Nomor 2, September 2022 Vol 7 No 1 (2022): Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, April 2022 Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6, Nomor 2, September 2021 Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Nomor 1, April 2021 Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020 Vol 5 No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 1 (2020): Volume 5, Nomor 1, April 2020 Vol 5, No 2 (2020) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4 No 2 (2019): Volume 4, Nomor 2, September 2019 Vol 4, No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2, No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1, No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 Vol 1, No 1 (2016): Volume 1, Nomor 1, April 2016 More Issue