cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 307 Documents
Evaluasi Finansial Kinerja Angkutan Udara Perintis Sumatera Utara Lita Yarlina; Evy Lindasari
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7431.468 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.47.184-204

Abstract

Angkutan udara pelintis diselenggarakan untuk melayani daerah-daerah terpencil, sehingga diharapkan dapat membuka keterisolasian daerah-daerah pedalaman. Di Provinsi Sumatera Utara terdapat 2 rute penerbangan perintis dengan meng-gunakan pesawat udara jenis Casa C-212.Berdasarkan analisis data dari 2 rute penerbangan perintis tersebut penilaian kinerja operasional menggunakan parameter load factor atau faktor muat yang mengukur tingkat muatan yang diangkut terhadap kapasitas angkut terpakai. Untuk rute Gn. Sitoli — Pulau 2 Batu tahun 2004 sebesar 73,45% naik menjadi 74,730% tahun 2005 , dan Turun menjadi 48,25% tahun 2006 dikamakan keterbatasan dana oleh pemerintah. Sedangkan rute Pulau 2 Batu — Padang tahun 2004 sebesar 65,92% naik nenjadi 66,26% tahun 2005 dan tahun 2006 turun 49,66 % dikamakan keterbatasan dana oleh pemerintah.Penilaian kinerja finansial angkutan udara perintis tahun 2004 sempai dengan 2006 Rute Gn. Sitoli — Pulau 2 Batu (pp) laba yang terbesar didapat pada tahun 2005 sebesar Rp. dengan biaya operasi Rp.1.313.363.506 dan subsidi Rp.1.186.267.616,60,-. Untuk Rute Pulau 2 Batu - Gn. Sitoli (pp) laba yang tabesar didapat pada tahun 2004 sebesar Rp,153.036.88120,- dengan biaya operasi Rp. 1828.992.612 Rp.1.698.209.493,20,- Total pendapatan rute Gn. Sitoli — Pulau2 Batu (pp) tahun 2004 sebesar Rp. 233.740.000.- tahun 2005 sebesar Rp. dan tahun 2006 sebesar Rp. 121.210.000. Sedangkan pendapatan rute Pulau 2 Batu — Padang (pp) tahun 2004 sebesar Rp. 283,820.000,- tahun 2005 sebesar Rp. 265.315.000,- tahun 2006 sebesar Rp. 152.145.000,-
Penanganan Kecelakaan Pesawat Udara di Indonesia Welly Pakan
WARTA ARDHIA Vol 35, No 4 (2009)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6430.046 KB) | DOI: 10.25104/wa.v35i4.71.134-149

Abstract

Dalam Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan pada pasal 357 dinyatakan bahwa pemerintah melakukan investigai dan penyelidikan mengenai setiap kecelakaan dan kejadian serius pesawat udara sipil di Indonesia yang mengakibatkan: a. Kerusakan berat pada peralatan atau fasilitas yang digunakan; b. Korban jiwa atau luka serius dalam kecelakaan tersebut; c. melaporkan segala perkembangan dan hasil investigasinya kepada Menteri Perhubugan. Investigasi kecelakaan pesawat udara tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses peradilan, namum demikian hasil investigasi kecelakaan yang bukan digolongkan sebagai informasi rahasia dapat diumumkan kepada masyarakat. Investigasi kecelakaan pesawat udara tidak hanya terhadap pesawat udara nasional tetapi juga terhadap pesawat udara asing yang mengalami kecelakaan diwilayah Indonesia.
Pengaruh Fasilitas Bandar Udara Terhadap Kinerja Ketepatan Waktu Maskapai Penerbangan Zulaichah Zulaichah
WARTA ARDHIA Vol 40, No 4 (2014)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.126 KB) | DOI: 10.25104/wa.v40i4.219.223-234

Abstract

The airport plays an important role in air transport activity. The airlines carry out their activities of pre-flight and post-flight at the airport. The punctuality of flight schedule determined by the time that required in the process of pre- flight and post- flight of the airlines. This study aimed to determine the influence of airport facilities to the on-time performance of the airlines. The method of ANOVA (Analysis of Variance) was excercised in this study. Based on the results, it can be concluded that the facilities of origin airport have significant influence on the airlines’ on-time performance. This indicates that the airport facilities and performance have role and contribute in reducing the rate of delays in the scheduled flight departure. Thus, on-time performance assessment at each airport can be applied to manage the airport performance in supporting the operation of airlines. Bandar udara memiliki peran penting dalam aktifitas transportasi udara. Maskapai penerbangan melakukan seluruh kegiatan pre-flight dan post-flight di bandar udara. Ketepatan waktu jadwal penerbangan ditentukan dengan ketepatan waktu proses pre-flight dan post-flight maskapai penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas bandar udara terhadap kinerja ketepatan waktu maskapai penerbangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ANOVA (Analysis of Varians). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu fasilitas bandar udara keberangkatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ketepatan waktu maskapai penerbangan. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja dan fasilitas bandar udara memiliki peran dan berkontribusi dalam menekan tingkat keterlambatan jadwal keberangkatan pesawat terbang. Penilaian kinerja ketepatan waktu jadwal penerbangan disetiap bandar udara dapat diterapkan untuk mengontrol kinerja bandar udara dalam mendukung operasional maskapai penerbangan.
Penentuan Kawasan Kebisingan Bandara Polonia Medan Ataline Muliasari
WARTA ARDHIA Vol 37, No 2 (2011)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.838 KB) | DOI: 10.25104/wa.v37i2.104.164-176

Abstract

Density rate of arrival and departure of aircraft would cause noise pollution and air area of the airport. Meanwhile, the international demands the maintenance of environmental conditions in the world.For people who live near the airport will certainly feel uncomfortable and unhealthy. ICAO (International Civil Aviation Organization) as the agency responsible for civil aviation is clearly not turning a blind eye on this. Thus enforcing the regulations limiting noise / noise limit. Until now, the area of airport noise is determined based on forecasts of aircraft, frequency and period of time aircraft operations.From the analysis shows that the Polonia Airport in Yogyakarta has a noise level (Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level/WECPNL) 136,1175.
Evaluasi Kondisi Fasilitas Terminal Bandara Raden Inten II Untuk Peningkatan Pelayanan Penumpang dan Sebagai Pemenuhan Syarat Sebagai Embarkasi Haji Lita Yarlina
WARTA ARDHIA Vol 42, No 1 (2016)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.592 KB) | DOI: 10.25104/wa.v42i1.292.17-28

Abstract

Bandar udara Radin Inten IILampung setiap tahun mengalami peningkatan pergerakan penumpang, dalam hal ini akan mengurangi tingkat kenyamanan di terminal bandar udara. Untuk itu perlu mengevaluasi kinerja fasilitas terminal bandara dalam meningkatkan pelayanan penumpang. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif yaitu dengan mengevaluasi kinerja fasilitas berdasarkan SKEP/77/IV/2005 dan perkiraan/forecasting penumpang. Hasil analisis diperoleh bahwa Bandar udaraRadin Inten II Lampung saat ini memiliki kapasitas terminal penumpang dengan kategori menengah, dan perlu penambahan hall kedatangan 1.181 m2,hall keberangkatan 1.442 m2, luas baggage claim 475 m2. Sedangkan hasil peramalan penumpang dengan menggunakan regresi linier menunjukkan peningkatan dengan rata-rata 5 sampai 8 % pertahunnya.Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Agama Nomor 4 tahun 2012 dan PM 30 tahun 2012 Bandar udara Radin Inten II belum memenuhi persyaratanpanjang landasan (kurang dari 2.750 m) sebagai bandara embarkasi haji. Bandar udara belum memiliki kemampuan untuk melayani pesawat udara dengan kapasitas paling sedikit 325 (tiga ratus dua puluh lima) tempat duduk berdasarkan sertifikat tipe dan tempat parkir pesawat (apron) paling sedikit untuk 2 (dua) pesawat udara haji dengan tidak menggangu pelayanan selain penerbangan haji, sedangkan jumlah jemaah haji yang dilayani paling sedikit 14 (empat belas) kloter setiap tahun musin hajiBandar udara Radin Inten II Lampung sudah memenuhi persyarata dijadikan bandar udara embarkasi. [The Evaluation of The Radin Inten II Airport Terminal Facilities Towards The Improvement of Passenger Services and as For Fulfillment of The Hajj Embarkation Requirements] Due to the significant passenger movement growth over years in the Radin Inten II Airport, the level of comfort in the airport terminal is perceived to be decline. Therefore, there is a need to evaluate the performance of the airport terminal facilities in order to keep or even improve the passenger services. The methodology that used in this paper is descriptive analysis, both of qualitative and quantitative, which evaluate the performance of airport terminal facilities based on SKEP/77/IV/2005 and passenger movement forecast. The results found that the Radin Inten II Airport has a terminal with medium category of passenger capacity that needs additional expansion of 1.181 m2 of arrival hall, 1.442 m2 of departure hall, and 475 m2 of baggage claim area. Whilst the result of passenger forecasting using linier regression indicates the average increase of 5 to 8 percent per year. Based on Joint Decree between Ministry of Religious Affairs (PM No. 4/2012) and Ministry of Transportation (PM No. 30/2012), the Radin Inten II Airport does not meet the requirement for the runway length (minimum of 2.750 m) as to be the hajj embarkation airport. Moreover, the airport does not have the capability to serve the aircraft with minimum 325 seats the lack of at least 2 apron for the aircraft that serve the hajj flight. However, based on the number of hajj group, which is minimum of 14 group per year, the Radin Inten II Airport has fulfilled the requirement.
Perkembangan Perekonomian Wilayah dan Kargo Udara: Korelasi atau Kausalitas? Tito Yusmar; Minda Mora
WARTA ARDHIA Vol 41, No 1 (2015)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.224 KB) | DOI: 10.25104/wa.v41i1.143.39-48

Abstract

Transportasi sebagai permintaan turunan berada dalam perdebatan yang mengemukakan peranannya yang vital dalam perkembangan perekonomian di berbagai tingkatan. Paper ini berupaya untuk meneliti peranan tersebut, apakah kargo udara sebagai bagian dari transportasi udara memberikan stimulus dalam perkembangan perekonomian wilayah atau sebaliknya. Analisis yang dilakukan tidak hanya menguji korelasi tetapi juga kausalitas antara variabel-variabel perekonomian, yaitu tenaga kerja, kesejahteraan wilayah, dan pendapatan, dengan kargo udara. Kesimpulan yang diperoleh adalah adanya indikasi pengaruh sebab akibat dalam beberapa bagian dari hubungan antara keduanya yang diharapkan dapat mendukung penyusunan kebijakan terkait.[The Development of Regional Economic and Air Freight: Correlation or Causality?] Transportation as derived demand is on debate that it plays important role in multi-level economic development. This paper examines that role whether air freight, as a part of air transportation, stimulates regional economic development or vice versa. The analysis examines not only correlation but also causality of trends between economic variables; employment, regional welfare, and income, with air freight transportation. The conclusions discusses on the indications of influence in the parts of relationship between variables that to be expected to support related policy-making.
Evaluasi Prosedur Pengamanan di Bandar Udara Minangkabau Padang willy Pakan
WARTA ARDHIA Vol 33, No 1 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6895.469 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i1.37.12-30

Abstract

Dalam rangka mengantisipasi keamanan dan kenyamanan penumpang dan pengunjung pada suatu bandar udara dilakukan pengawasan yang maksimal oleh para personil petugas pengamanan, demikian pula dengan pelaksanaan pengamanan di bandara Minangkabau Internasional Airport (MIA) menerapkan sistem keamanan dengan mengacuh pada prosedur tetap pengamanan bandara yang telah ditetapkan oleh Kantor Pusat PT (Persero) Angkasa Para II. Sebagai bandar udara yang baru beroperasi pada tahun 2005 fasilitas pengamanan bandara ini masih dalam keadaan transisi sehingga belum ditemukan pelanggaran keamanan atau penyelundupan yang berskala besar, namun para personil pengamanan bandara tetap waspada dengan baik. Bandara MIA telah ditetapkan sebagai bandara embarkasi Haji untuk daerah Sumatera Barat dan sekitarnya sehingga pengamanan dan keamanan bandara ini harus tetap menjadi perhatian utama para pengelolah. Untuk diketahui bahwa pengamanan suatu bandara tergantung pada:• Jumlah petugas pengamanan yang cukup; • Peraturan pengamanan yang beroperasi dengan baik; • Sistim dan prosedur kerja.
Kinerja Peralatan Keamanan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta Lolo Kustoro
WARTA ARDHIA Vol 38, No 1 (2012)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.858 KB) | DOI: 10.25104/wa.v38i1.178.56-73

Abstract

Oversight of security at an nirport for passengers, goods and vehicles should begin from the public men that everyone was free to go out without having to show identification cards (Pas airport), it is necessary to further the creation of safe situation for each passenger as well as anyone who activities in the airport region.Pengawasan keamanan di suatu bandar udara terhadap penumpang, barang dan kendaraan sebaiknya dimulai sejak dari area publik yang setiap orang masih bebas keluar masuk tanpa harus menunjukkan kartu pengenal (Pas bandar udara), hal ini diperlukan untuk lebih terciptanya situasi aman bagi setiap penumpang maupun siapapun yang melakukan kegiatan di wilayah bandar udara. 
Analisis Tingkat Kesesuaian dan Kesenjangan Kualitas Pelayanan di Terminal Domestik Bandar Udara Juanda Surabaya Arman Mardoko
WARTA ARDHIA Vol 34, No 2 (2008)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7379.087 KB) | DOI: 10.25104/wa.v34i2.61.177-193

Abstract

Bandara Internasional Juanda Surabaya sebagai bandar udara Internasional yang baru dan semenjak dioperasikan pada tanggal 16 November 2006, setiap hari semakin ramai dengan kegiatan penerbangan. Dengan semakin bertambah ramai dan sibuk kegiatan penerbangan di Bandara Juanda Surabaya mengakibatkan banyaknya tuntutan dan keluhan dari para penumpang terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola bandara, terutama yang diinginkan dan yang diterima. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai persepsi penumpang terhadap pelayanan yang diinginkan dan diberikan di Bandara Juanda Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesesuaian dan kesenjangan antara yang diinginkan dan diterima oleh penumpang terhadap pelayanan di bandara yang telah dilakukan oleh pengelola bandara. Analisa yang dipakai adalah analisa tingkat kesesuaian responden dan kesenjangan antara yang diinginkan dan yang diterima berdasarkan nilai rata-rata variabel yang diinginkan dan yang diterima. Dari hasil analisa kesesuaian kesenjangan, atribut - atribut yang perlu mendapatkan prioritas perbaikan paling utama dari pengelola bandar udara adalah fasilitas dan peralatan yang membantu penumpang dalam membawa barang bawaannya, kemudahan mendapatkan informasi mengenai pengaturan/kepastian jadwal keberangkatan pesawat, kemudahan dan cepatnya proses pengambilan barang di Baggage Claim dan Petugas bandara yang cepat saat dibutuhkan (Portir atau PT. Angkasa Pura).
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Personel Keamanan Penerbangan Zulaichah Zulaichah
WARTA ARDHIA Vol 38, No 4 (2012)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.248 KB) | DOI: 10.25104/wa.v38i4.203.342-355

Abstract

Security personnel are one of the air personnel who are responsible for the security in the flight activities. The quality of the security personnel’s performance certainly affects the quality of the security in the airports. Hang Nadim Airport Batam is one of the airports located in Indonesian borderlines. This condition encourages the airport authorities to improve the quality of the security personnel’s performance. This study is aimed at recognizing the factors that affect the security personnel’s performance in Hang Nadim Airport. The formed factors can be used as reference in creating policies to improve the security personnel’s performance. The method used in this study is factor analysis. This study uses security personnel’s perception data on factors that affect the employees’ performance in general. Based on the result of the study, there are 5 (five) main factors that affect the security personnel’s performance as follows: (1) management policy in protecting the security personnel; (2) cooperation and solidarity within the security personnel; (3) education, income and reward; (4) work regulations and disciplinary sanctions; (5) job difficulty level.Personel keamanan merupakan salah satu personel penerbangan yang bertugas untuk melakukan pengamanan dalam aktifitas penerbangan. Kualitas kinerja personel keamanan tentu mempengaruhi kualitas keamanan di bandar udara. Bandara Hang Nadim Batam merupakan salah satu bandara yang berada di perbatasan Negara Indonesia. Hal ini memacu pengelola bandar udara untuk meningkatkan kualitas kinerja personel keamanan yang baik. Pengkajian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja personel keamanan di Bandara Hang Nadim. Faktor-faktor yang terbentuk dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kinerja personel keamanan. Metode yang digunakan dalam pengkajian adalah analisis faktor. Pengkajian ini menggunakan data persepsi personel keamanan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan secara umum. Berdasarkan hasil kajian, ada 5 faktor utama yang mempengaruhi kinerja personel keamanan yaitu : (1) kebijakan pimpinan dalam mengayomi personel keamanan, (2) kerjasama dan kekompakan antar personel keamanan, (3) pendidikan, penghasilan dan penghargaan, (4) peraturan kerja atau sanksi disiplin, dan (5) tingkat kesulitan pekerjaan.

Page 6 of 31 | Total Record : 307