cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 307 Documents
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan (SMS) di Bandar Udara Sepinggan Balikpapan M. N. Nurrasmajid
WARTA ARDHIA Vol 37, No 4 (2011)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6129.426 KB) | DOI: 10.25104/wa.v37i4.184.346-357

Abstract

Safety is the top priority and must be provided in every flight activity. All institutions that conduct activities in the airport shall have the commitment in implementing Safety Management System, in accordance with national and international standards. In its implementation, Safety Management System consists of 5 (five) indicators i.e. safety policy and objective indicator, danger identification and safety risk management indicator, safety assurance indicator, safety promotion indicator, and emergency response planning indicator. The operators of Sepinggan Internatinal Airport Balikpapan have implemented almost all 5 (five) indicators and its variables. However, there are no SMS organization and manager safety/officer provided. Only working groups (Pokja) are available. Therefore, reports on events are not documented as materials for analysis which can be useful for avoiding errors to occur again.
Kajian Perpanjangan Usia Pensiun Pilot Terhadap Kebutuhan Pilot di Indonesia Harry Yanto Lumban Batu
WARTA ARDHIA Vol 35, No 4 (2009)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6776.34 KB) | DOI: 10.25104/wa.v35i4.76.217-238

Abstract

Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan angkutan udara yang diikuti dengan semakin jumlah pesawat terbang yang beroperasi, maka kebutuhan akan sumber daya manusia(SDM) pilot akan meningkat sebanding dengam pertumbuhan angkutan udara tersebut. Untuk jangka panjang ketersediaan SDM pilot dirasa sangat kurang, sedangkan kebutuhan operator penerbangan terus meningkat. Sedangkan untuk rencana jangka pendek kebutuhan pilot sudah mendesak dan kebutuhan perusahaan angkutan udara belum mampu dipenuhi oleh sekolah kejuruan pilot yang sangat terbatas di Indonesia.Untuk itu perpanjangan usia pilot menjdi 65 tahun dapat diterapkan dengan diimbangi pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat. Sehingga kebijakan/peraturan oleh pihak regulator dan penyelenggara angkutan udara oleh pihak operator sama-sama bekerja dalam mengurangi dampak krisis pilot di Indonesia.
Pemberdayaan Industri dan Pengembangan Teknologi Penerbangan Nasional Harry Muhammad
WARTA ARDHIA Vol 40, No 2 (2014)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6423.651 KB) | DOI: 10.25104/wa.v40i2.225.99-120

Abstract

Development of Indonesian aerospace industry into the determination of urgency Empowerment Government Regulation of Industry and Technology Development. In this research, an analysis of the potential economic value and mapping of potential national (local industry) in order to meet airport facilities and air navigation. Mapping the potential of the local indust0' is important to know the strentgh and weakness of local industry. From these information it is expected that the government can formulate a roadmap and action plan that can protect local industry. when the products have been used. In addition, how can stimulate the local industry to participate and meet the needs of facilities that still have to be imported from abroad. Pengembangan industri kedirgantaraan Indonesia menjadi urgensi penetapan Peraturan Pemerintah tentang Pemberdayaan Industri dan Pengembangan Teknologi Penerbangan. Untuk menjawab tantangan dalam pengembangan industri dirgantara nasional tersebut, diperlukan dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah. Dalam penelitian ini dilakukan analisa mengenai potensi nilai ekonomi (skala ke-ekonomian) dan pemetaan potensi nasional (industri lokal) dalam rangka pemenuhan fasilitas bandar udara dan navigasi penerbangan. Pemetaan potensi industri lokal penting untuk diketahui agar pemerintah dapat mengetahui gambaran fasilitas apa saja yang bisa disuplai dari dalam negeri dan fasilitas apa saja yang masih bergantung pada pihak luar negeri. Dari gambaran ini diharapkan pemerintah dapat menyusun roadmap dan rencana aksi yang dapat melindungi pengusaha lokal bila produk yang dihasilkan telah dapat digunakan. Selain itu juga bagaimana caranya dapat merangsang pihak industri lokal dapat turut serta memenuhi kebutuhan fasilitas yang selama ini masih harus didatangkan dari luar negeri.
Strategi PT. Citilink Dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Perusahaan Maskapai Penerbangan Di Indonesia Dina Yuliana
WARTA ARDHIA Vol 39, No 1 (2013)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v39i1.109.42-55

Abstract

PT Citilink is a low cost carrier that is currently increasing its market share.The purpose of this study was to analyze the internal and external factors and strategy of PT.Citilink in improving the competitivenes airlines in Indonesia. This research using SWOT analysis method. The results showed that the internal factors are 14 elements consisting of 7 (seven) elements of strength and 7 (seven) elements of weakness. External factors are 13 elements consisting of 9 (nine) elements of opportunities and 4 (four) elements of threats. SWOT analysis shows the total strength score is 1.49, the total weaknes score is 0.71, the total opportunities score is 2.63 and the total threats score is 0.56. Currently, the position of the PT. Citilink is in a state that is growing so that the most appropriate strategy is a strategy of pricing and promoting.PT. Citilink merupakan salah satu perusahaan berbiaya murah yang saat ini sedang meningkatkan pangsa pasarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal dan strategi yang dapat dilakukan PT.Citilink dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan maskapai penerbangan di Indonesia. Metode penelitian menggunakan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat faktor internal (dalam kendali manajemen) sebanyak 14 elemen terdiri dari elemen kekuatan sebanyak 7 (tujuh) dan elemen kelemahan sebanyak 7 (tujuh) . Faktor eksternal (diluar manajemen)sebanyak 13 elemen terdiri dari elemen peluang sebanyak 9 (sembilan) dan elemen ancaman sebanyak 4 (empat). Hasil analisis SWOT menunjukkan skor total kekuatan adalah 1,49, skor total kelemahan adalah 0,71, skor total peluang adalah 2,63 dan skor total ancaman adalah 0,56. Saat ini, posisi PT. Citilink berada dalam keadaan yang sedang tumbuh sehingga strategi yang paling tepat adalah strategi pricing dan promoting.
Studi Analisis Penyebab Runway Excursion di Indonesia Berdasarkan Data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tahun 2007-2016 Abadi Dwi Saputra
WARTA ARDHIA Vol 43, No 2 (2017)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.094 KB) | DOI: 10.25104/wa.v43i2.305.93-104

Abstract

Aircraft accidents can occur either on the air or the land, the accidents can occur inside or around the airport and also outside the airport. The aircraft accident inside the airport that often happens is in the runway area when the plane take off or landing. In this research will be discussed the incident of runway excursion that investigated by KNKT during 2007-2016 period. The purpose of this study is to identify and analyze the characteristics of runway excursion events investigated by KNKT. This study is a retrospective study of secondary data from aircraft accident reports collected by KNKT and the results are analyzed descriptively. The analysis show that the highest flying phase of runway excursion occurred in the landing phase of 95 cases, with the highest occurrence was the incidence of veers off was 73 cases, and the highest runway excursion type was AOC 121 of 48%. The most frequent area of ​​runway excursion accidents is the region of Papua was 38 cases. The analysis also shows that the highest accidental runway excursion rate occurred in 2011, while the lowest occurred in 2009. Kecelakaan pesawat dapat terjadi baik di udara maupun di darat, untuk kejadian di darat kecelakaan dapat terjadi di dalam atau disekitar bandara maupun diluar bandara. Lokasi kecelakaan pesawat yang berada di dalam bandara yang sering terjadi adalah di daerah landas pacu atau runway baik pada saat pesawat akan melakukan lepas landas maupun pada saat melakukan pendaratan. Pada penelitian ini akan dibahas kejadian runway excursion kecelakaan pesawat terbang yang diinvestigasi oleh KNKT selama kurun waktu 2007-2016. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisa karakteristik kejadian runway excursion yang diinvestigasi oleh KNKT. Penelitian ini adalah penelitian retrospektif data sekunder dari laporan kecelakaan pesawat terbang yang dihimpun oleh KNKT  dan hasilnya dianalisa secara deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan hasil untuk fase terbang kejadian runway excursion tertinggi terjadi pada fase landing sebesar 95 kasus, dengan kejadian tertinggi adalah kejadian veer off sebesar 73 kasus, dan tipe operasi yang tertinggi mengalami runway excursion adalah AOC 121 sebesar 48%. Wilayah yang paling sering terjadi kecelakaan runway excursion adalah wilayah Papua sebesar 38 kasus. Hasil analisa juga menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan (rate of accident) kejadian runway excursion tertinggi terjadi pada tahun 2011, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2009.
Efektifitas dan Efisiensi Biaya Logistik Angkutan Udara di Bandar Udara Soekarno- Hatta Endang Dwi Agustini; Lita Yarlina; Ali Murtadho
WARTA ARDHIA Vol 41, No 2 (2015)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.27 KB) | DOI: 10.25104/wa.v41i2.148.97-110

Abstract

Biaya pengiriman kargo dan pos udara di Indonesia paling mahal diantara negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya efektifitas dan efisiensi dalam pengiriman logistik/kargo yang berdampak membengkaknya biaya dengan proses yang lebih lama dibandingkan di luar negeri. Dari hal tersebut diatas maka perlu dilakukan penelitian efektifitas dan efisiensi logistik angkutan udara di Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta. Untuk melihat efisiensi penanganan kargo udara maka dalam penelitian ini dilakukan analisa perhitungan tarif biaya logistic kedatangan logistik/kargo dan alur atau proses penanganan logistik/kargo sampai dengan dinyatakan lengkap dan keluar dari terminal kargo. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kedatangan logistik/kargo dinyatakan efisien apabila barang tersebut mempunyai dokumen yang lengkap dan segera diambil sehingga tidak perlu mengeluarkan tambahan biaya sewa gudang.[Effectiveness and Efficiency of Air Transport Logistic in Soekarno-Hatta International Airport] The cost of airmail and cargo shipment in Indonesia is the most expensive among the other countries in ASEAN. High cost and longer processing time are affected by below average logistic handling/delivery effectivity and efficiency. Therefore, study for air logistic effectivity and efficiency in Soekarno-Hatta International Airport need to be done. In order to determine the efficiency of air logistic, analysis of logistic cost calculation and logistic handling flow/process is applied. The results of this study conclude that logistic delivery can be stated as efficient when the cargo documents are complete and the cargo picked immediately so that the extra expense for warehouse can be neglected.
Evaluasi Pelayanan Peralatan Keselamatan Penerbangan, Bandar Udara Achmad Yani- Semarang Rosidin Syamsudin
WARTA ARDHIA Vol 33, No 1 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7535.955 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i1.43.114-132

Abstract

Keberadaan bandar udara menjadi sangat penting mengingat bandar udara yang memberikan pelayanan lalu lintas udara (air traffic services) dalam memandu pesawat udara untuk tinggal landas (take-off), terbang melintas (en-route), atau mendarat (landing) di kawasan bandar udara atau ruang udara yang  dilayaninya. Pelayanan pemanduan lalu lintas udara yang diberikan tersebut dalam bentuk informasi penerbangan untuk mempelancar keteraturan lalu lintas udara di kawasan bandar udara atau ruang udara yang dilayaninya agar penerbangan berjalan aman dan selamat, serta tidak terjadi tabrakan antar pesawat udara, atau antara peeawat udara dengan halangan (obstacle) yang ada.
Pengkajian Pengamanan Bandara Frans Kaisepo-Biak Rosidin Syamsudin
WARTA ARDHIA Vol 35, No 1 (2009)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2239.99 KB) | DOI: 10.25104/wa.v35i1.67.43-66

Abstract

Air transportation services, security and flight safety is the main factor. Various efforts made to continually improve the level of security and safety of the flight, the good with the upgrade facilities, repair and operational management capacity building resources, human beings. International Civil Aviation Organization (ICAO) in Annex 17 Of the Security-Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference requires that each number country is obliged to create a procedure and an action brought to prevent weapons or dangerous materials in civil aircraft.As explain standard of the above, then set the various systems and procedures of implementation in every airport and every company in the air transportation. The security of the flight center of gravity is related to passenger and goods that will leave / and transported aircraft.
Evaluasi Fasilitas Peralatan Baggage Handling Di Bandar Udara Hang Nadim Batam Jeni Sartika Damamik
WARTA ARDHIA Vol 38, No 4 (2012)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.302 KB) | DOI: 10.25104/wa.v38i4.208.409-421

Abstract

Baggage handling has an important role in aviation services because this part has responsibilities in handling passengers’ baggages in a flight. Thus, it is expected that every airport has a baggage handling system that implements time efficiency and always provides security to the passengers’ belongings as one of the assessment from the passengers. It can be realized if procedure, condition, number of baggage handling equipment in Hang Nadim Airport, Batam meet the standards although there are equipments that do not meet the standards.Baggage handling mempunyai peranan penting dalam usaha jasa penerbangan karena bagian ini yang menangani dan bertanggung jawab terhadap bagasi semua penumpang dalam suatu penerbangan. Untuk itu diharapkan agar semua bandara memiliki sistem baggage handling yang menerapkan efisiensi waktu dan selalu menjaga keamanan barang, tas yang dimiliki penumpang karena hal tersebut yang menjadi salah satu penilaian penumpang. Hal tersebut dapat tercapai bila prosedur, kondisi, jumlah peralatan baggage handling di bandara Hang Nadim Batam masih memenuhi standar yang ditetapkan walaupun masih ada beberapa peralatan yang masih belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Layanan Kargo Udara Internasional di Bandar Udara Soekarno Hatta Juanda Siahaan
WARTA ARDHIA Vol 37, No 2 (2011)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.555 KB) | DOI: 10.25104/wa.v37i2.100.100-112

Abstract

In the support of the international air cargo services as a safeguard against perpetrators of business rules required a government that can provide security and flight safety. Problems on the business of cargo service airports Indonesia prefers clear international rules such as place of transit cargo.For that Soekarno Hatta Airport as an international gateway facility serve as an example the development of the cargo terminal to be used as transit cargo. From the results of data acquisition is still felt less, both from the aspect of maintaining security and safety of the cargo until the cargo is received by the consignee. The solution to improving human resources in the handling of cargo and certainty in providing cargo services information

Page 8 of 31 | Total Record : 307