APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
JURNAL APOTEMA, p-ISSN: 2407-8840, e-ISSN: 2580-9253 adalah wadah informasi berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori, kajian analisis kritis, dan kajian ke-Islaman dibidang keilmuan Pendidikan Matematika. Jurnal APOTEMA ini terbit 2 kali dalam setahun, yaitu periode Januari dan Juli, diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan.
Articles
131 Documents
PENGEMBANGAN BUKU AJAR UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN MODEL THINK-PAIR-SHARE PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN
Mahmudah, Wilda
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.586 KB)
Salah satu faktor pendukung keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran adalah buku ajar, di lain pihak salah satu model pembelajaran yang mampu memicu aktivitas belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran adalah Think-Pair-Share, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar yang mendukung pembelajaran model Think-Pairs-Share pada mata kuliah teori bilangan. Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Sumber data dalam penelitian terdiri atas data angket validasi, angket kepraktisan, hasil belajar mahasiswa dan aktivitas mahasiswa berupa lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis validitas menunjukkan buku ajar yang dikembangkan tergolong valid karena memiliki nilai validitas sebesar 3,20. Sedangkan hasil uji kepraktisan menghasilkan nilai 88,5 dengan kriteria praktis. Buku ajar yang dikembangkan juga tergolong efektif karena persentase aktivitas mahasiswa selama menggunakan buku ajar sebesar 83,5 dengan kategori sangat aktif. Sedangkan hasil analisis tes hasil belajar memiliki rata-rata secara keseluruhan sebesar 81,4 dengan kualifikasi Baik (B). Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa buku ajar yang dikembangkan ini dapat digunakan sebagai bahan ajar mahasiswa dalam mempelajari teori bilangan.
MENGATASI KESULITAN SISWA SMK DALAM MENYELESAIKAN SOAL INTEGRAL DENGAN CARA SUBSTITUSI
Sujarwo, Anton
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.859 KB)
Salah satu kesulitan yang dialami siswa SMK dalam pembelajaran matematika adalah menyelesaikan soal-soal integral. Pada sebagian besar buku pelajaran, materi integral kurang dipaparkan secara gamblang dengan konsep-konsep yang jelas. Padahal belajar integral membutuhkan pemahaman konsep, latihan yang terus menerus dan menguasai materi prasarat dengan baik. Kesulitan guru adalah bagaimana membelajarkan siswa dalam memecahkan soal integral. Makalah ini merupakan hasil pengalaman penulis dalam mengajarkan materi integral kepada siswa SMK. Banyaknya kesulitan yang dihadapi siswa SMK, mendorong penulis untuk mencari strategi yang tepat dalam mengajarkan materi integral dengan cara substitusi. Gagasan dibelakang aturan substitusi adalah menggantikan integral yang agak rumit dengan integral yang lebih sederhana. Ini dilakukan dengan mengganti variabel semula x dengan variabel baru u yang merupakan fungsi x. Tantangan utama dalam penggunaan aturan subsitusi adalah memikirkan subsitusi yang tepat. Penulis menganggap bahwa masalah materi integral yang tidak dapat diselesaikan dengan cara-cara biasa dapat menggunakan cara subsitusi agar lebih mudah diselesaikan. Tetapi dalam membelajarkan materi integral dengan cara substitusi kepada siswa, guru banyak mengalami kesulitan. Diperlukan strategi khusus dalam menyampaikan materi integral dengan cara subsitusi kepada siswa agar tidak terjadi kesulitan. Dalam hal ini penulis mmenawarkan cara yang lebih mudah dalam menyelesaikan soal-soal integral selain dengan cara substitusi yaitu cara langsung dengan menggunakan simbol-simbol yang lebih mudah dipahami siswa SMK. Dengan demikian diharapkan siswa dapat mengatasi kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal integral selain dengan cara substitusi
PROFIL PENALARAN DEDUKTIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN PERBEDAAN GENDER
Afandi, Ahmad
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.25 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran deduktif siswa SMP dalam menyelesaikan masalah geometri berdasarkan perbedaan gender. Penalaran deduktif pada penelitian ini mengacu pada pernyataan umum, pernyataan khusus, dan melakukan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 siswa kelas VIII SMP. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan pemberian tugas dan wawancara. Data hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: (1) profil penalaran deduktif siswa laki-laki. Pada langkah merencanakan penyelesaian masalah; subjek dapat merumuskan pernyataan umum dengan menyebutkan pernyataan yang digunakan untuk menjawaban soal yang diberikan, subjek dapat merumuskan pernyataan khusus dengan menyebutkan pernyataan logis yang mengacu pada pernyataan umum berdasarkan soal yang diberikan, dan subjek dapat melakukan penarikan kesimpulan dengan menetapkan strategi untuk menjawab soal yang diberikan. Pada langkah melaksanakan rencana penyelesaian masalah; subjek dapat merumuskan pernyataan umum dengan menggunakan pernyataan yang digunakan untuk menjawab soal yang diberikan, subjek dapat merumuskan pernyataan khusus dengan menetapkan pernyataan logis yang mengacu pada pernyataan umum berdasarkan soal yang diberikan, dan subjek dapat melakukan penarikan kesimpulan dengan menggunakan premis-premis (pernyataan umum dan khusus) yang telah terbukti kebenarannya. (2) profil penalaran deduktif siswa perempuan. Pada langkah merencanakan penyelesaian masalah; subjek dapat merumuskan pernyataan umum dengan menyebutkan pernyataan yang digunakan untuk menjawaban soal yang diberikan, subjek juga dapat merumuskan pernyataan khusus dengan menyebutkan pernyataan logis yang mengacu pada pernyataan umum berdasarkan soal yang diberikan, dan subjek dapat melakukan penarikan kesimpulan dengan menetapkan strategi untuk menjawab soal yang diberikan. Pada langkah melaksanakan rencana penyelesaian masalah; subjek dapat merumuskan pernyataan umum dengan menggunakan pernyataan yang digunakan untuk menjawab soal yang diberikan, subjek tidak dapat merumuskan pernyataan khusus, dan subjek dalam melakukan penarikan kesimpulan tidak sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan pada langkah merencanakan penyelesaian masalah
PROFIL RESPON SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI KELAS X SMA NEGERI 1 GRATI PASURUAN BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO
Rakhman, Anang Fatur
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.994 KB)
Mengetahui gambaran kinerja siswa dalam memahami tugas-tugas yang diberikan sangat penting untuk mendukung pembelajaran. Taksonomi Solo menyediakan suatu pendekatan untuk mengevaluasi dan mengkategorikan kinerja kognitif dengan mempertimbangkan struktur hasil belajar yang diamati. Penelitian ini mengkaji respon siswa dalam menyelesaikan tugas berdasarkan taksonomi Solo. Peneliti mengukur kualitas jawaban berdasarkan pada kompleksitas pemahaman siswa terhadap soal yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 1 Grati Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa dalam menyelesaikan soal berada pada level multistruktural, relasional dan extended abstrak. Siswa kategori rendah mencapai level multistruktural karena mereka mampu membuat beberapa koneksi dan fokus pada beberapa aspek. Siswa kategori sedang memberikan respon maksimal pada level relasional karena mengaitkan konsep atau proses sehingga semua informasi terhubung secara relevan dan diperoleh kesimpulan yang relevan. Siswa kategori tinggi mencapai level extended abstrak karena mampu mengaitkan konsep atau proses sehingga semua informasi terhubung secara relevan dan diperoleh kesimpulan yang relevan serta menggunakan prinsip umum yang tidak terdapat dalam soal. Sesuai dengan temuan pada penelitian ini, peneliti menyarankan bahwa memahami level berpikir siswa dalam menyelesaikan soal perlu dilakukan sehingga dapat memberikan bantuan yang diperlukan siswa untuk meningkatkan kemampuannya. Kajian level berpikir siswa dalam penelitian ini masih terbatas, untuk itu perlu adanya penelitian dengan kajian yang lebih mendalam dengan masalah yang lain
PROSES BERPIKIR MAHASISWA DALAM MENGKONSTRUKSI BUKTI MENGGUNAKAN INDUKSI MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI PEMEROSESAN INFORMASI
Hasan, Buaddin
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.889 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa dalam mengkontruksi bukti menggunakan induksi matematika berdasarkan teori pemrosesan informasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode Think Aloud yaitu peneliti memberikan masalah kepada mahasiswa untuk diselesaikan, dan dalam proses penyelesaian masalah tersebut mahasiswa mengungkapkan apa yang sedang mereka pikirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti berawal dari adanya informasi yang berupa soal pembuktian yang selanjutnya dimasukkan ke dalam sensory register melalui indra penglihatan dan pendengaran. Attention yang terjadi, terfokus pada soal secara lengkap yang ditunjukkan dengan munculnya persepsi tentang rangsangan yang sesuai dengan informasi yang sudah diberi perhatian yaitu berupa penyelesaian soal yang dilakukan menggunakan induksi matematika. Dalam short term memory, konstruksi bukti menggunakan induksi matematika mulai di proses dengan melakukan retrieval terhadap konsep prinsip induksi matematika. Proses retrieval berjalan lancar pada mahasiswa yang tergolong dalam subjek kelompok atas. Pembuktian kebenaran dengan induksi matematika terinterpretasi dengan benar, mulai dari pembuktian kebenaran untuk n=1 sampai n=k+1. Asumsi kebenaran untuk n=k dipahami sebagai dasar pembuktian kebenaran untuk n=k+1. Berbeda dengan subjek kelompok menengah dan bawah. Asumsi kebenaran untuk nilai n=k yang ditulis tidak dilibatkan dalam proses pembuktian kebenaran untuk n=k+1. Proses encoding yang terjadi berupa penguatan terhadap sejumlah konsep-konsep yang sudah diretrieval dari memori jangka panjang
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MEMANFAATKAN ADOBE FLAS CS3UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SETIYAWATI, INDAH
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (652.912 KB)
Pembelajaran berbasis proyek dipandang tepat sebagai satu metode untuk pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pembelajaran berbasis proyek adalah metodepembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek. Kerja proyek menuntut siswa untuk melakukan kegiatan merancang, melakukan kegiatan investigasi atau penyelidikan, memecahkan masalah, membuat keputusan, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara mandiri maupun kelompok (kolaboratif). Hasil akhir dari kerja proyek tersebut adalah suatu produk yang antara lain berupa laporan tertulis atau lisan, presentasi atau rekomendasi. Penilaian tugas proyek dilakukan dari proses perencanaan, pengerjaan tugas proyek sampai hasil akhir proyek. Pengunaan Lembar Kerja Proyek (LKP) dengan memanfaatkan Adobe Flash CS3di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)jurusan Multimedia telah memberikan umpan balik yang nyata dengan makin meningkatnya kemandirian siswa dalam pembelajaran matematika
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOMETRI PADA SISWA KELAS X-A MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR)
YULIASIH, KAMUL
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.465 KB)
Penelitian ini merupaka penelitian action reseach yang bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dengan subjek kelas X-A yang terdiri dari 36 orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa kegiatan guru menerapkan metode Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) berjalan dengan baik. dari hasil tes dapat diketahui telah terdapat 32 anak (88,9%) yang tuntas dalam belajaranya secara individual. Dari siswa yang tuntas tersebut 24 anak (66,7%) tuntas dengan kategori baik, 3 anak (8,3%) tuntas dengan kategori sangat baik dan 5 anak (13,9%) tuntas dengan kategori istimewa dan nilai rata-rata kelas yang diperoleh telah menunjukkan adanya prestasi belajar yang membanggakan karena telah memenuhi ketuntasan secara klasikal. Persentase ketuntasan klasikal yang telah dicapai adalah yaitu 88,9 % atau meningkat sekitar 19,5% dari siklus sebelumnya
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF DAN KEMAMPUAN MATEMATIKA
Nisa?, Roisatun
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.573 KB)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan profil berpikir kritis siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari gaya kognitif dan kemampuan matematika. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs. Assaadah II Bungah Gresik yang terdiri dari 4 siswa, yang terdiri dari siswa berkemampuan matematika tinggi dengan gaya kognitif reflektif, siswa berkemampuan matematika tinggi dengan gaya kognitif impulsif, siswa berkemampuan matematika rendah dengan gaya kognitif reflektif, siswa berkemampuan matematika rendah dengan gaya kognitif impulsif. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, (1) siswa berkemampuan matematika tinggi dengan gaya kognitif reflektif ketika menyelesaikan soal cerita, subjek menentukan pokok permasalahan, menyebutkan fakta apa saja yang sesuai dengan permasalahan, Pada proses wawancara setiap menjawab pertanyaan yang diberikan cenderung dijawab dengan lambat. (2) siswa berkemampuan matematika tinggi dengan gaya kognitif impulsif ketika menyelesaikan soal cerita, subjek menentukan pokok permasalahan, tetapi ada informasi yang diungkapkan kurang lengkap. Pada proses wawancara setiap menjawab pertanyaan yang diberikan cenderung dijawab dengan cepat. (3) siswa berkemampuan matematika rendah dengan gaya kognitif reflektif ketika menyelesaikan soal cerita, subjek membaca berulang-ulang untuk memahami soal. Dalam menentukan pokok permasalahan, subjek hanya membaca soal tanpa mengurangi kata sedikitpun. (4) siswa berkemampuan matematika rendah dengan gaya kognitif impulsif ketika menyelesaikan soal cerita, subjek membaca berulang-ulang untuk mengetahui informasi apa saja yang ada pada soal
ANALISA STABILITAS MODEL MATEMATIKA PADA PERMASALAHAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU
Aini S, Nur
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.686 KB)
Dalam bidang pertanian dan perkebunan, pemerintah menetapkan suatu kebijakan dalam hal perlindungan tanaman yang dilakukan dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengusahakan pengintegrasian berbagai teknik pengendalian yang kompatibel satu sama lain sehingga populasi hama dan penyakit tanaman dapat dipertahanan di bawah ambang yang secara ekonomis tidak merugikan, serta melestarikan lingkungan dan menguntungkan bagi petani. Pengendalian terhadap hama dapat dilakukan secara kimia maupun secara biologi. Dalam penelitian ini dibahas analisa kestabilan dari model matematika pada permasalahan pengendalian hama terpadu yang secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan secara biologi dilakukan dengan menggunakan musuh alami (predator) dan virus penginfeksi yang merupakan patogen untuk hama. Model matematika pengendalian hama ini dianalisa dengan menormalkan model terlebih dahulu kemudian mancari titik setimbang, dan dilanjutkan dengan menganalisa kestabilan model bentuk normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat atau perilaku dinamik khususnya kestabilan dari model pengendalian hama terpadu dengan penyemprotan insektisida, musuh alami (predator) dan virus penginfeksi yang merupakan patogen untuk hama sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengembangan metode Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
PROFIL PEMAHAMAN SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI PERBEDAAN KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT
QOMARIAH, NURUL
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.633 KB)
Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep dan algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah merupakan tujuan dari pembelajaran matematika. Dalam memahami sesuatu, seseorang dengan yang lain memiliki cara yang berbeda, hal ini pula yang membuat cara berpikir setiap orang memiliki karakteristik yang khas, sehingga dapat mempengaruhi pemahaman seseorang terhadap sesuatu. Selain berbeda dalam tingkat kecakapan memecahkan masalah, taraf kecerdasan, atau kemampuan berpikir, siswa juga dapat berbeda dalam cara memperoleh, menyimpan serta menerapkan pengetahuan. Perbedaan-perbedaan antar pribadi yang menetap dalam cara menyusun dan mengolah informasi serta pengalaman-pengalaman ini merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemahaman siswa. Dalam memahami aljabar siswa juga harus paham mengenai aturan-aturan operasi dan hubungan-hubungannya serta dapat mengkonstruksi konsep-konsep yang muncul dari aturan-aturan tersebut. Salah satu materi aljabar di tingkat SMA adalah persamaan kuadrat. Persamaan kuadrat merupakan materi dasar yang akan tetap digunakan pada materi selanjutnya. Sehingga perlu dikaji pemahaman siswa dalam memecahkan masalah ditinjau dari perbedaan kepribadian Extrovert dan Introvert. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa SMA dalam memecahkan masalah persamaan kuadrat ditinjau dari perbedaan kepribadian extrovert dan introvert. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif adalah siswa berkepribadian extrovert memiliki pemahaman relasional pada saat membaca dan menggali masalah, sedangkan pada saat membuat rencana/strategi dalam memecahkan masalah subjek memiliki pemahaman relasional, begitu pula saat melaksanakan rencana untuk memecahkan masalah subjek extrovert memiliki pemahaman relasional. Namun ketika melihat kembali dan refleksi hasil yang diperoleh subjek extrovert memiliki pemahaman instrumental. Hasil deskripsi subjek introvert pada saat membaca dan menggali masalah, subjek introvert memiliki pemahaman relasional. Pada tahap membuat rencana/strategi untuk menyelesaikan masalah subjek introvert memiliki pemahaman relasional. Pada tahap melaksanakan rencana untuk menyelesaikan massalah subjek introvert memiliki pemahaman relasioanal. Sedangkan pada tahap melihat kembali dan refleksi subjek introvert memiliki pemahaman relasional