cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Published by STKIP PGRI Bangkalan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL APOTEMA, p-ISSN: 2407-8840, e-ISSN: 2580-9253 adalah wadah informasi berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori, kajian analisis kritis, dan kajian ke-Islaman dibidang keilmuan Pendidikan Matematika. Jurnal APOTEMA ini terbit 2 kali dalam setahun, yaitu periode Januari dan Juli, diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan.
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
PEMBELAJARAN MATERI SEGIEMPAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING DI KELAS VII Wekasari, Heni
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pendekatan pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa pada materi segiempat kelas VII SMP Negeri 2 Kota Pagar Alam Tahun Pelajaran 2017/2018!. Populasi dalam penelitian ini adalah seluru siswa SMP Negeri 2 Pagaralam Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 246 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil 2 kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 siswa dan kelas VII C sebagai kelas kontrol yang berjumlah 32 siswa. Dari hasil analisis didapat nilai  thitung  2,247 dan ttabel  1,698 ini berarti nilai  maka Ha diterima, sehingga, sehingga hipeotesi menyatakan bahwa ada pengaruh pendekatan pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa pada materi segiempat kelas VII  SMP Negeri  2 Pagaralam Tahun Pelajaran 2017/2018
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR (SPPKB) MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII MTS AL JAUHARIYAH BANYUATES Nurmawadah, Nurmawadah
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.877 KB)

Abstract

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) yaitu melatih daya pikir  siswa dalam menyelesaikan persoalan, siswa harus lebih siap menghadapi setiap persoalan  yang diberikan oleh guru dan juga dapat memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplor kemampuan siswa dengan berbagai media yang ada disekitarnya. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif  karena teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa efektivitas SPPKB pembelajaran matematika kelas VII di MTs Al Jauhariyah Banyuates termasuk dalam pembelajaran  yang efektif  karena kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran baik, aktivitas siswa selama pembelajaran aktif, angket respon siswa dikatakan positif dengan persentase siswa yang menjawab positif dari setiap aspek diperoleh persentase lebih dari 80% yaitu 84%, dan tes hasil belajar siswa tuntas secara klasikal dengan 6 orang tidak tuntas atau sebesar 20% dan  24 siswa tuntas atau sebesar 80%
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DENGAN FIELDTRIP TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Wibi Darmani, Jamroni
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.286 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik sangatlah penting. Namun hasilobsevasi dan didukung oleh beberapa penelitian kemamuan pemecahan masalah matematis peserta didikmasih sangat rendah. Diduga model pembelajaran reciprocal teaching dengan bantuan filedtrip mampumeningkatkan kemampuan pemecahan maslah matematis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penggunaan model reciprocal teaching dengan fieldtrip terhadap kemampuanpemecahan masalah matematis peserta didik. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah clusterrandom sampling dengan 2 kelas yaitu kelas eksperimen (kelas mendapat perlakuan model pembelajaranreciprocal teaching dengan fieldtrip), dan kelas kontrol (kelas mendapat perlakuan model konvensional).Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t. Hasil penelitian memperoleh bahwa ada perbedaankemampuan pemecahan maslah matematis peserta didik dengan menggunakan model pemebelajaranreciprocal eaching dengan fieldtrip terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.Selanjutnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan model pembelajaranreciprocal teaching lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didikmenggunakan model pembelajaran konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdaat pengaruhdalam meningkatkan kemampuan pemecahan maslaah matematis peserta didik dengan penggunaan modelpembelajaran reciprocal teaching dengan fieldtrip terhadap.
KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA MENGERJAKAN SOAL PISA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF VISUALIZER DAN VERBALIZER Pangertian Junaidi, Muhammad kaluwih
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.451 KB)

Abstract

Pergantian kurikulum adalah salah satu usaha yang dipilih oleh pemerintah untuk memperbaikikualitas ketrampilan manusia melalui siswa supaya bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kemampuan Psikomotor Siswa Dalam Soal PISADitinjau dari Gaya Kognitif Visualizer dan Verbalizer. Profil Kemampuan Psikomotor subjek visualizerdalam Soal PISA dapat memikirkan secara langsung bentuk dari objek abstrak kedalam bentuk objeknyata dengan menggambarkan apa yang sedang dipikirkan dan melakukan trial and error atau coba-cobauntuk mengkonsepkan situasi yang berkaitan, serta memilih atau menggunakan objek Soal PISAyangbiasa dengan menuliskannya. Subjek visualizer dalam soal PISA menggunakan gambar, memperhatikanlingkungan sekitar, mengucapkan apa yang sedang dipikirkan untuk dibayangkan, kurang serius dan telitiselama mengerjakan. Profil Kemampuan Psikomotor subjek verbalizer dalam soal PISA kekurangandalam menerjemahkan secara abstrak lebih menggunakan lisan dalam menjelaskan penylesaian soal PISAdari situasi nyata ke dalam bentuk gambaran objek Soal PISA variabel yang berkaitan menuliskanobjek Soal PISA dengan mengidentifikasi asumsi, variabel, hubungan dan batasannya, serta mengecekkesesuaian model dari objek tersebut dengan membandingkan objek abstrak dan objek nyata. Subjekverbalizer dalam soal PISA menggunakan lisan untuk menyampaikan ide dan pengetahuan yang dimiliki,fokus, tidak memperhatikan lingkungan sekitar, mengucapkan dengan lisan apa yang sedang dipikirkan,mengerjakan sesuai dengan prosedur, serius dan teliti selama mengerjakan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS PADA MATERI FUNGSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Martina Muiz, Fani
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.507 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui Pengembangan Bahan Ajar setelahdiimplementsikan kepada peserta didik kelas VIII SMP berbasis Kemampuan pemahaman matematisdengan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi fungsi kelas VIII yang valid yangkemudian dianalisis dan dideskripsikan. Tidak hanya itu penelitian ini juga bertujuan untuk, (2)mengetahui nilai ketuntasan dari setiap peserta didik dilihat dari nilai KKM di sekolah yang peneliti telitiyaitu 75. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dan kuantitatif, metodekualitatif untuk mengenalisi uji coba terbatas terhadap soal instrumen kemampuan pemahaman matematissetelah bahan ajar modul divalidasi, sedangkan metode kuantitatif untuk mengetahui keseragamanpendapat atau uji Q-Cochran. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan uji instrumen. Sublekdalam penelitian ini adalah ahli matematika yang terdiri dari dosen matematika dan guru matematikadisekolah serta 30 siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Majalengka untuk mengidentifikasi hasil kesulitanyang dialami siswa dan juga uji coba terbatas setelah bahan ajar diimplementasikan. Desain penelitianyang digunakan yaitu dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, design,development, implementation, evaluation). Hasil dari penelitian ini menunjukkan masih terdapat beberapakesulitan yang dialami siswa setelah menggunakan bahan ajar namun tidak seperti uji coba awal. Validasiterhadap bahan ajar modul matematika dilakukan oleh 5 validator yaitu tiga dosen ahli matematika FKIPUnswagati dan dua guru matematika SMP. Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwabahan ajar modul fungsi berbasis kemampuan pemahaman matematis siswa dengan model pembelajaranproblem based learning diperoleh validasi gabungan untuk bahan ajar siswa sebesar 82% artinya layakdigunakan dalam proses pembelajaran, sedangkan untuk Uji Q-Cochran pada bahan ajar modul siswa itubahwa Q hitung (8) lebih kecil dari Q tabel (9,488) jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti tidakterdapat perbedaan pendapat dari para ahli yang siginifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa bahanajar layak atau dapat digunakan digunakan/diimplementasikan pada proses pembelajaran. Sedangkanuntuk bahan ajar pedoman guru sebesar 86% artinya layak digunakan juga dalam proses pembelajaran.Sedangkan untuk Uji Q-Cochran pada pedoman pembelajaran guru itu bahwa Q hitung (4) lebih kecil dariQ tabel (9,488) jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti tidak terdapat perbedaan pendapat dari paraahli yang siginifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pedoman pembelajaran guru layak atau dapatdigunakan digunakan/diimplementasikan pada proses pembelajaran. Ketuntasan nilai dari peserta didiksetelah melakukan implementasi bahan ajar sebsar 20% dari 30 peserta didik yang mengikuti tes ujiterbatas kemampuan pemahaman matematis siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BOOK MENGGUNAKAN KVISOFT FLIPBOOK BERBASIS PROBLEM SOLVING Pixyoriza, Pixyoriza
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2103.107 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital book matematikamenggunakan software Kvisoft Flipbook berbasis Problem Solving pada materi Teorema PythagorasKelas VIII SMP/MTs dan untuk menguji kelayakan media digital book yang dikembangkan melalui paraAhli serta mengetahui kemenarikan respon peserta didik. Jenis penelitian dan pengembangan (Researchand Development). Langkah-langkah penelitian dan pengembangan berpedoman pada model ADDIE(Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Tahap development melibatkan 6validator menilai kelayakan materi dan media.tahap Implementation melibatkan 80 peserta didik (30peserta didik di MTs Negeri 2 Bandar Lampung, 30 peserta didik di SMP Negeri 21 Bandar Lampung,dan 20 peserta didik SMPN 36 Bandar Lampung). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalahangket atau kuesioner. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert. Teknikanalisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini adalah diketahuinya kelayakan menurut para ahli yang meliputi ahli media,ahli materi, praktisi juga dengan mengetahui kemenarikan dari pengembangan media pembelajaranberupa digital book dalam pembelajaran matematika pada materi teorema Pythagoras. Hasil validasi dariahli materi, ahli media yang dilakukan dalam 2 tahap hasil presentase rata-rata ahli materi sebesar 86%dan ahli media sebesar 86%. Untuk respon peserta didik terhadap media pembelajaran berupa digital bookberbasis problem solving memperoleh hasil skor yaitu untuk MTs Negeri 2 Bandar Lampung sebesar 85%,SMPN 21 Bandar Lampung sebesar 86% dan SMPN 36 sebesar 84%.
EVEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ADDIE BERBANTUAN MINDMAPPING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Darsono, Popy
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1581.529 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan ke efektifan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dengan penerapan model ADDIE berbantu Mind Mapping lebih efektif dari pembelajaran problem based learning. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan desain Pretest ? Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik pada kelas X SMA Negeri 2 Natar. Pengambilan sampel menggunakan teknik acak kelas dengan teknik undian, diperoleh kelas X A sebagai kelas eksperimen dan kelas X B sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis N-gain kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi Relasi dan Fungsi pada taraf signifikasi ? = 0,05 diperoleh nilai t hitung = 3,106 dan t tabel = 2,002 Karenat t hitung > t tabel ini berarti H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dengan model pembelajaran ADDIE berbantu Mind Mapping lebih efektif dari model pembelajaran problem based learning.
PENGARUH MODEL PBL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA MATERI LUAS JAJARGENJANG DIKELAS VII Armela, Riska Armela
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1559.41 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Matematika dengan Model ProblemBased Learning (PBL) ) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Luas Jajargenjang Di Kelas VIISMP Negeri 4 Pagaralam Tahun Pelajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswakelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun Pelajaran 2017-2018 yang berjumlah 62 siswa, sampel penelitianini adalah kelas VII.A dan VII.C. Pengumpulan data diambil dengan metode tes dalam bentuk essay didapatnilai rata-rata kelas eksperimenX1 = 67,52 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol X2 = 57,95 dan analisisdata menggunakan uji hipotesis dengan rumus statistik subjek t (statistik uji t). Berdasarkan perhitungandengan rumus statistik uji t? diperoleh thitung = 2,076 pada taraf nyata 5% = 0,05 dengan daftar distribusi t?adalah (1 ? 0,05) = (0,95) dan dk 1 = (21 ? 1) = 20 sedangkan dk 2 = (20 ? 1) = 19 dan didapat ttabel =1,727 makaH0 ditolak dan H1 diterima ini berarti bahwa ada Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) ) TerhadapPemahaman Konsep Siswa pada Materi Luas Jajargenjang Di Kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam TahunPelajaran 2017/2018
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Herfusita Rakhmi, Alfiah
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.439 KB)

Abstract

This research was conducted with a reason that the learning method used in SMP Negeri 3Susukan still uses teacher centered and this makes the students become passive in learning class. One ofteaching methods that can be applied to improve the students activeness is cooperative learning; TypeThink Pair Share and Make A Match. This research was aimed to describe : 1) the effectiveness ofcooperative learning Type Think Pair Share and Make A Match in improving the learning result; 2) thedifferencess of students? learning result between Think Pair Share and Make A Match.The type of this research was experimental research. The population of this research wasstudents? of grade VIII in SMP N 3 Susukan. The sample was taken using purpossive sampling. Theyconsisted of class VIII C as the experimental class I and class VIII D as the experimental class II and ClassVIII E as trial class. The Data collection method used in this research were documentation and test. Thedata analitycal method used in this research was prerequisite analysis test which consisted of normalitastest and homogeneity testfollowed by hypothesis test using t test.Based on the students? mathematic learning result, the average test result on experimental classI was 77,93. It was higher than experimental class II which was 71,6. Therefore it can be concluded thatthere was a difference on learning result between the students taught using cooperative learning type Thinkpair share and those taught using cooperative learning type make a match which was conducted to ClassVIII SMP N 3 Susukan year 2017/2018. Based on t test, it was found that tcount = 2,145 and t table = 2,001. Therefore, it can be conluded that cooperative learning type Think Pair Share was more effective than cooperative learning type Make A Match to the students of Class VIII SMP Negeri 3 Susukan year2017/2018.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH PECAHAN SISWA SD BERDASARKAN ADVERSITY QUOTIENT Irfan, Ade
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.347 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil pemecahan masalah pecahan siswa SD berdasarkan Adversity quotient. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas pemecahan masalah pecahan berdasarkan tahapan Polya. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SD dengan kategori climber, camper, dan quitter. Validasi data dilakukan dengan membandingkan hasil wawnacara berbasis tugas TMP-1 dan TPMP-2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa subjek climber, memahami masalah dengan mengakses informasi dengan membaca dengan suara keras sesuai naskah soal hanya satu kali, mengidentifikasi apa yang diketahui dan ditanyakan secara lisan kemudian menuliskannya dengan membuat sketsa gambar, menyusun rencana penyelesaian masalah dengan menyebutkan akan membuat sketsa gambar dan menjelaskan dengan menceritakannya dan hanya memiliki satu rencana penyelesaian masalah. Dalam melaksanakan rencana, melaksanakanya sesuai dengan rencana yang dikemukakan dengan membuat sketsa gambar kemudian membuat garis-garis (mencoret-coret/mengarsir) pada bagian dari sketsa gambar serta menjelaskan secara lisan. Namun, tidak menggunakan alat bantu ketika membuat gambar, memeriksa kembali penyelesaian masalahnya dengan menjelaskan secara lisan serta merasa yakin jawabannya sudah benar dengan alasan mengerjakan dengan teliti. Sementara itu, profil pemecahan masalah pecahan dari subjek camper, memahami masalah dengan mengakses informasi dengan membaca dengan suara keras sesuai naskah soal hanya satu kali, mengidentifikasi apa yang diketahui dan ditanyakan dengan lisan kemudian menuliskannya dengan bahasa verbal. Menyusun rencana penyelesain masalah dengan menyebutkan membayangkan ilustrasi gambar lalu menghitung dengan menuliskannya,  memperoleh rencana setelah membaca soal dan hanya memiliki satu rencana penyelesaian masalahnya, melaksanakan penyelesaiannya berbeda dengan rencana yang telah dikemukakannya dengan menulis jawabannya dengan bahasa verbal kemudian membuat sketsa gambar dengan tidak menggunakan alat bantu menggambar kemudian menjelaskannya secara lisan, memeriksa kembali jawabannya secara lisan dan menunjuk pada sketsa gambar. Sedangkan, profil pemecahan masalah pecahan dari subjek quitter, memahami masalah dengan mengakses informasi dengan membaca dengan suara keras sesuai naskah soal hanya satu kali, mengidentifikasi apa yang diketahui dan ditanyakan secara lisan kemudian menuliskannya dengan membuat sketsa gambar, menyusun rencana penyelesaian masalah dengan menyebutkan akan membuat sketsa gambar dan mencari dengan menghitung, memperoleh rencana dari diri sendiri dan hanya memiliki satu rencana penyelesaian masalah, dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah, melaksanakannya sedikit berbeda dengan rencana yang dikemukakan dengan membuat sketsa gambar kemudian membuat garis-garis (mencoret-coret/mengarsir) pada bagian dari sketsa gambar untuk menjawab bagian yang ditanyakan serta menjelaskan secara lisan. Tidak menggunakan alat bantu ketika membuat gambar. Memeriksa kembali penyelesaian masalahnya dengan menjelaskan secara lisan dan menunjuk gambar serta merasa yakin jawabannya sudah benar dengan alasan sudah mencarinya

Page 11 of 14 | Total Record : 131