cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERAN JURU PEMANTAU JENTIK DENGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN RANOTANA WERU Porogoi, Violita D.; Kaunang, Wulan P.J; Mantjoro, Eva M.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia endemis terhadap penyakit ini. Penyakit ini termasuk dalam salah satu penyakit menular dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Untuk mengurangi kejadian DBD, keluarga dapat melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD, maka dibutuhkan peran jumantik dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk penerapan PSN. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara peran juru pemantau jentik dengan perilaku keluarga dalam pemberantasan sarang nyamuk  dbd di Kelurahan Ranotana Weru. Penelitian ini menggunakan penelitian non-ekperimen kuantitatif dengan desain cross sectional study dilakukan di Kelurahan Ranotana Weru Kota Manado pada bulan Juli – September 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di lingkungan 2, lingkungan 4, lingkungan 5, lingkungan 6, dan lingkungan 9. Jumlah sampel yaitu 67 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas, lalu hasilnya dianalisis menggunakan uji statistik spearmen’s rank (rho). Dari hasil penelitian  melalui uji statistik diperoleh  p value sebesar 0,000 (<0,05), hasil tersebut menunjukan  ada hubungan antara peran juru pemantau jentik (Jumantik) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD. Diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,521 yang artinya hubungan kekuatan kedua variable adalah kuat, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dengan perilaku keluarga dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD. Kata Kunci: Juru Pemantau Jentik, Pemberantasan Sarang Nyamuk, Demam Berdarah Dengue ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the diseases that still become health problems in Indonesia. Almost all districts/cities in Indonesia are endemic to this disease. This disease is included in one infectious disease and often causes Extraordinary Events (EE). To reduce the incidence of dengue fever, families can carry out activities to Eradication of Mosquito Nests (EMN) Dengue Hemorrhagic Fever, so the role of Wiggler Monitoring Officers is needed in increasing community participation for the application of EMN. Research purpose to find out The Relationship Between The Role of Wiggler Monitoring Officers and Family Behavior in The Eradication of Mosquito Nests (EMN) in Ranotana Weru Village, Manado City. This study uses a Quantitative Non-experiment research design with Cross Sectional Study conducted in the District of Ranotana Weru, Manado City in July - September 2019. The population in this research are all people who live in Region 2, Region 4, Region 5, Region 6, and Region 9. The number of samples is 67 respondents. This research uses a questionnaire that has been tested for validity, then the results are analyzed using the statistical test spearman's rank (rho). From the results of the research through statistical tests obtained p value of 0,000 (<0.05), these results indicate there is a relationship between the role of Wiggler Monitoring Officers with Eradication of Mosquito Nests (EMN) Dengue Hemorrhagic Fever. Obtained correlation coefficient (r) of 0.521, which means the relationship between the two variables is strong. There is a Relationship Between The Role of Wiggler Monitoring Officers with Family Behavior in The Eradication of Mosquito Nests (EMN) Dengue Hemorrhagic Fever. Keywords: Wiggler Monitoring Officers, Eradication of Mousquito Nests, Dengue Hemorrhagic Fever
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KAKASKASEN DI KOTA TOMOHON Tandi, Rut A. L.; Ratag, Budi T.; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak terjadi di Kota Tomohon. Tipe Kepribadian dibagi menjadi kepribadian tipe A dan tipe B. Ciri Kepribadian tipe A yaitu kompetetif, sangat ingin bersaing, agresif, cepat atau tangkas. Sedangkan kepribadian tipe B yaitu rileks, tidak menyukai persaingan dan jarang marah serta menggunakan banyak waktu untuk kegiatan-kegiatan yang disenangi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desain potong lintang yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang datang berobat di Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon, Sampel diambil secara Consecutive Sampling dengan jumlah 220 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dari Nababan (2008) dan alat pengukur tekanan darah tensi meter. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan α = 0,05. Hasil: Uji statistik yang dilakukan memperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan hipertensi (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon.  Kata Kunci: Hipertensi, Tipe Kepribadian  ABSTRACT Background: Hypertension is one of the most common diseases in Tomohon City.Personality types are divided into personality type A and type B. The typical characteristics of type A personality include being kompetetif, really want to compete, aggressive, fast or agile.While the type B personality is relaxed, not like competition and rarely angry and using a lot of time to the activities favored. Method: This research used analytical survey method with cross-sectional study, which was conducted in Oktober 2018. The population in this research was outpatients who came to the Kakaskasen Health Center Tomohon city. Samples were obtained by the consecutive sampling with 220 respondents. Data collection in this research used the questionnaire from Nababan (2008) and blood pressure gauge, tensimeter. The statistical test used was Chi square test to analyze the relationship between the variables with α = 0,05. Results: The statistical tests conducted indicated that there was a relationship between personality types with hypertension (P=0,000). Conclusion: There was a relationship between personality type and hypertension of the outpatient in Kakaskasen Health Center, Tomohon City.  Keywords: Hypertension, Personality Type, Chi Square, Tomohon City
HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Aring, Enjelia S.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting mengalami peningkatan pada tahun 2013 dengan prevalensi sebesar 37,2%. Tiggi badan orang tua menjadi faktor yang berpegaruh terhadap kejadian stunting. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah tinggi badan orang tua berhubungan dengan masalah stunting. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observsional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahsa Tenggara, bulan Juli-Oktober tahun 2018. Populasi penelitian ini yaitu semua balita yang berumur 24-59 bulan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa dan jumlah sampel 75 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan alat ukur tinggi badan. Uji statistik dengan Fisher’s Exact pada a=0,05. Penelitian ini menunjukkan prevalensi ayah pendek dan ibu pendek sebesar 5,3% dan 30,7% dan stunting pada balita berjumlah 42,7%. hasil uji bivariate didapatkan tidak terdapat hubungan antara tinggi badan ayah dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting. Uji statistik menggunakan Fisher’s Exact didapatkan antara tinggi badan ayah, ibu, orang tua dihubungkan dengan kejadian stunting berturut-turut yaitu p value=0,307, p value=0,451, p value=1,000. Tidak ada hubungan antara tinggi badan ayah, tinggi badan ibu dan tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata Kunci : Stunting, Tinggi badan ayah, Tinggi badan ibu, AnakABSTRACTStunting prevalence experienced an increase in 2013 with a prevalence of 37.2%. Parental body disease is a factor that influences the incidence of stunting. This study was conducted to see whether parental height was associated with stunting problems. This type of research is analytic observational research with cross sectional approach. This research was carried out in Tombatu District, Southeast Minahsa District, July-October 2018. The population of this study were all toddlers aged 24-59 months in Tombatu District, Minahasa Regency and a total sample of 75 respondents. The sampling technique was purposive sampling with the research instruments used, namely questionnaires and height measuring instruments. Statistical test with Fisher’s Exact at a = 0.05. This study shows the short prevalence of short fathers and mothers by 5.3% and 30.7% and stunting in infants amounted to 42.7%. The results of the bivariate test showed that there was no correlation between father's height and maternal height with the incidence of stunting. Statistical tests using Fisher's Exact were obtained between father's, mother's, parents' height and were associated with consecutive stunting, p value = 0.307, p value = 0.451, p value = 1,000. There was no correlation between father's height, maternal height and parental height with the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Tombatu District, Southeast Minahasa RegencyKeyword : Stunting, Father’s height, Mother’s height, Children
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI DESA GANGGA SATU KABUPATEN MINAHASA UTARA Waworundeng, Cendy B.; Rattu, A. J.M; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja sangat merugikan kesehatan remaja. Dampak dari rokokpun bukan hanya merugikan kesehatan remaja yang merokok akan tetapi kesehatan remaja yang tidak merokok atau disebut perokok aktif dan perokok pasif. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, media iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja di desa Gangga Satu Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh remaja berusia 15-18 tahun di desa Gangga Satu Kabupaten Minahasa Utara. Sampel 90 remaja yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yaitu, kuesioner,alat tulis menulis dan komputer. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku merokok  p-value = 0.000 (α <0.05). Ada hubungan antara sikap dan perilaku merokok p-value = 0.000 (α <0.05). Ada hubungan antara  media iklan rokok dan perilaku merokok p value = 0.002 (α <0.05). Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, media iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja. Kata Kunci : Perilaku Merokok, Pengetahuan, Sikap dan Media Iklan Rokok ABSTRACTSmoking behavior in adolescents is very detrimental to adolescent health. The impact of smoking is not only detrimental to the health of adolescents who smoke, but the health of adolescents who do not smoke, or are called active smokers and passive smokers. The purpose of the study was to analyze the relationship between knowledge, attitudes, media advertising cigarettes with smoking behavior adolescents in the village of Gangga Satu, North Minahasa Regency. This type of quantitative research with cross sectional design. The population of all adolescents aged 15-18 years in the village of Gangga Satu, North Minahasa Regency. A sample of 90 adolescents was taken with a total sampling technique. Research instruments, namely, questionnaires, writing instruments and computers. Data analysis using Chi-Square test. The significat results of the study there is a significat  relationship between knowledge and smoking behavior p-value = 0.000 (α <0.05). There is a significat relationship between attitude and smoking behavior p-value = 0.000 (α <0.05). There is a significat relationship between cigarette advertising media and smoking behavior p value = 0.002 (α <0.05). Conclusion there is a relationship between knowledge, attitudes, media advertising cigarettes with smoking behavior in adolescents. Keywords : Smoking Behavior, Knowledge, Attitude, and Cigarette Advertising Media
ANALISIS SUPLEMENTASI VITAMIN A PADA IBU NIFAS, KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR, DAN PHBS TERHADAP MORBIDITAS BAYI Bando, Hadijah; Mujianti, Cicik
KESMAS Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu dan anak telah menjadi fokus utama dalam pembangunan global. Kesehatan ibu dan anak menjadi bagian dari tujuan MDG’s karena masih tingginya angka kematian dan kesakitan ibu serta angka kematian bayi yang merupakan indikator kesehatan umum dan kesejahteraan masyarakat. Prevalensi ISPA pada anak usia di bawah satu tahun yang terdiagnosis sebesar 14,9% dan yang tidak terdiagnosis sebesar 35,92%,  prevalensi pneumonia yang terdiagnosis sebesar 0,76% dan yang tidak terdiagnosis sebesar 2,20%, prevalensi campak yang terdiagnosis sebesar 1,81% dan yang tidak terdiagnosis sebesar 2,44%. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis suplementasi vitamin A pada ibu nifas, kelengkapan imunisasi dasar, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap morbiditas bayi. Penelitian dilakukan di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 205 ibu dan bayi. Teknik pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensia. Statistik inferensia menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square diperoleh bahwa suplementasi vitamin A pada ibu nifas dan imunisasi berhubungan signifikan dengan morbiditas bayi  (p=0,000; p=0,015), tetapi PHBS tidak berhubungan signifikan dengan morbiditas bayi (p=0,762) Kata kunci : ASI eksklusif, bayi, IMD, kolostrum, morbiditas AbstractChildren and mother’s health had been being main focus on global development and being one of MDG’s purpose because mortality and morbidity rate of infant and mother still high. Mortality and morbidity rate were indicator of public health and society well-being. Prevalence of children under one years of age diagnosed with upper respiratory tract infection was 14.9% and not diagnosed was 35.92%, prevalence of pneumonia diagnosed was 0.76% and not diagnosed was 2.20%, prevalence of measles diagnosed was 1.81% and not diagnosed was 2.44%. The purpose of this study was to analyze vitamin A supplementation on postpartum women, completeness of primary immunization, and Clean and Healthy Behaviors on Infant morbidity. This study held in Palu City, Central Sulawesi Province. The design of this study was cross-sectional, with 205 postpartum women and infant as respondents. Sampling technique was proportional stratified random sampling. Statistical test using were descriptive and inferensial test. Inferensial statistic using in this study was chi-square test. Result showed that vitamin A supplementation on postpartum women and immunization significantly related to infant morbidity (p= 0.000; p=0.015), but Clean and Healthy Behaviors didnt significantly related (p = 0.762).  Keywords: antihyperglicemic, kelor leaves, Moringa oleifera, prediabetic, tea, adult women.
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Momuat, Trully; Kandou, Grace D.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok balita merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi, dan masalah gizi yang terjadi diusia balita dapat bersifat tidak dapat pulih. Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah faktor sosial ekonomi, dimana masyarakat dengan status sosial ekonomi yang rendah lebih cenderung mengalami masalah gizi kurang dibandingkan dengan golongan sosial ekonomi menengah keatas. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan rancangan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi balita di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Populasi penelitian ini adalah balita dengan usia 6-24 bulan, dan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling. Berdasarkan hasil uji statistik fisher’s Exact pekerjaan ibu (BB/U nilai p = 0,204, PB/U nilai p = 1,000, BB/PB nilai p = 0,090), pendidikan ibu (BB/U niali p = 0,048, PB/U nilai p = 0,183, BB/PB 0,319), pendapatan keluarga (BB/U nilai p = 0,710, PB/U nilai p = 0,509, BB/PB nilai p = 0,645), jumlah anggota keluarga (BB/U nilai p = 0,669), PB/U nilai p = 0,432, BB/PB nilai p = 0,287). Pekerjaan ibu, pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga tidak berhubungan dengan status gizi balita berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U), panjang badan menurut umur (PB/U), dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U), akan tetapi tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan indeks antropometri panjang badan menurut umur (PB/U) dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB).Kata kunci: Pekerjaan Ibu, Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga, Status Gizi BalitaABSTRACTToddlers are susceptible to nutritional problems and nutritional problems that occur in young children is unrecoverable. One of the factors that affected toddler nutrition status is socio-economic factor, where people with low socioeconomic status are more likely to experience less nutritional problem compared with middle and upper socioeconomic class. This research is an analytic survey with cross sectional design. The purpose of this study was to determine the relationship between socio economic status with toddlers nutrition status in Dimembe village, North Minahasa. The population of this study were children 6-24 months, and the samples in this study were using total sampling. Based on fisher’s exact statistical test, occupation of mother (BB / U value p = 0,204, PB / U value p = 1,000, BB / PB value p = 0,090), mother education (BB/U p-value = 0,048, PB/U = 0.183, BB/PB = 0.319), family income (BB/U p-value= 0.710, PB/U p-value= 0,509, BB/PB p-value = 0.645), numbers of family members (BB/U p-value= 0.669) PB/U p-value = 0.432, BB/PB p-value= 0.287). Maternal occupation, family income, and numbers of family member are not related to underweight childhood status based on weight-age anthropometry index (BB/U), body length by age (PB/U), and body weight by body length (BB/PB). There is a correlation between maternal education with weight according to age anthropometry index (BB/U), but there is no correlation between maternal education with nutritional status of toddlers based on anthropometric index of body length according to age (PB/U) and body weight according to body length (BB/PB).Keywords: Mother's Occupation, Mother's Education, Family Income, Numbers of Family Member, Nutritional Status of Toddlers
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN UPAH DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEGAWAI DI DINAS KESEHATAN KOTA MANADO Sorongan, Junike; Suoth, Lery Fransil; Boky, Harvani
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara stres kerja dan upah dengan produktivitas kerja pada pegawai di dinas kesehatan kota manado. Stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seseorang. Upah menjadi alasan yang paling penting mengapa orang bekerja diantara alasan lain, seperti untuk berprestasi, berafiliasi dengan orang lain, mengembangkan diri, atau untuk mengaktualisasikan diri. Produktivitas merupakan suatu hasil kerja seorang karyawan. Hasil kerja karyawan ini merupakan suatu proses bekerja dari seseorang dalam menghasilkan suatu barang atau jasa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stres kerja dan upah dengan ptoduktivitas kerja pada pegawai di Dinas Kesehatan Kota Manado. Total responden berjumlah 83 responden. Penelitian ini merupakan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan september – oktober tahun 2018 di Dinas Kesehatan Kota Manado. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan aplikasi komputer, sebagai instrumen penelitian. Pengolahan data dengan Uji Chi Square α = 0,05. dengan nilai p value 0,042 pada stres kerja dengan produktivitas kerja dan pada upah dengan produktivitas p value 0,016. Maka menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dan upah dengan produktivitas kerja pada pegawai di Dinas Kesehatan Kota Manado. Kata Kunci : Stres Kerja, Upah, Produktivitas Kerja ABSTRACTThe relationship between stress and work with employees at the Manado City Health Service. Job stress is a condition that emphasizes change, thought processes, and a person's condition. Wages are the most important reason for others, such as for achievement, affiliation with others, developing themselves, or to actualize themselves. Productivity is the work of an employee. Employee work is the result of work in the form of goods or services. The purpose of this study was to determine the relationship between stress and work with employees at the Manado City Health Office. The total respondents were 83 respondents. This research was conducted by analytic survey method using a cross sectional design carried out in September - October 2018 at the Manado City Health Office. This study uses questionnaires and computer applications, as research instruments. Processing data with Chi Square Test α = 0.05. with a p value of 0.042 on stress with productivity and results with productivity p value 0.016. Then it shows that there is a significant relationship between stress and work with employees at the Manado City Health Office. Keywords : Job stress, Wage, Work Productivity
HUBUNGAN KETERBUKAAN ODHA PADA PASANGAN DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN HIV / AIDS (MELALUI SAFER – SEX DAN PMTCT) PADA KELUARGA DI KOTA MANADO Tandi, Febriany Dhea Wahyuni; Asrifuddin, Afnal; Sekeon, Sekplin A. S.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS) sebanyak 36,7 juta orang terinfeksi HIV / AIDS pada tahun 2016, sehingga HIV / AIDS masih menjadi masalah di dunia (UNAIDS, 2017). Dari tahun ke tahun, jumlah kasus penularan HIV / AIDS di dunia, terutama pada penyebaran dari orang dengan HIV / AIDS (ODHA) kepada anggota keluarga terus mengalami peningkatan. Keterbukaan tentang status HIV / AIDS menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi tindakan pencegahan penularan HIV / AIDS. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui hubungan keterbukaan ODHA pada pasangan dengan tindakan pencegahan penularan HIV / AIDS (melalui safer – sex dan PMTCT) pada keluarga di Kota Manado, jumlah sampel sebanyak 50 responden. Penelitian survei analitik rancangan penelitian studi potong lintang. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Pada penelitian ini menghasilkan 88,9% ODHA terbuka tentang status HIV / AIDS melakukan tindakan pencegahan penularan HIV / AIDS dan 100% ODHA tidak terbuka tentang status HIV / AIDS tidak melakukan tindakan pencegahan penularan HIV / AIDS. Analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa, keterbukaan ODHA tentang status HIV / AIDS memiliki hubungan yang sangat bermakna dengan tindakan pencegahan penularan HIV / AIDS (p = 0,000). Ada hubungan yang sangat bermakna antara keterbukaan ODHA pada pasangan dengan tindakan pencegahan penularan HIV / AIDS (melalui safer – sex dan PMTCT) pada keluarga di Kota Manado.Kata Kunci : Keterbukaan Status, Tindakan Pencegahan, ODHA, HIV / AIDSABSTRACTHuman Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS) there are 36,7 million people infected by HIV / AIDS in 2016, so HIV / AIDS still become a major problem in the world (UNAIDS, 2017). From year to year the number of cases of HIV / AIDS in the world, especially on the spread of people living with HIV / AIDS (ODHA) to family members continue to experience increased. Openness about HIV / AIDS became one of the important factors that affect the transmission of HIV / AIDS prevention actions. This research has a goal, that is to know the relation of openness of ODHA on couples with precautions of HIV AIDS (through safer – sex and PMTCT) at family in Manado City, the of sampel as many as 50 research respondents. Research survey of analytical design of research studies cut latitude. How sampling at this research use the accidental sampling. On this research produce 88,9% of ODHA is open about the status of HIV / AIDS prevention action of HIV / AIDS and 100% of ODHA aren’t open about HIV / AIDS status doesn’t do the precautions of HIV / AIDS. Data analysis performed shows that ODHA openness about HIV / AIDS status had a very meaningful relations with precaution of HIV / AIDS (p value = 0,000). There is meaningful relations between the openness of ODHA on couples with precautions of HIV / AIDS (through safer – sex and PMTCT) in the family in Manado City.Keywords : Status Disclosure, Precautions, ODHA, HIV / AIDS.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 3 MANADO Bawental, Novryani Rani; Korompis, Grace E.C.; Maramis, Franckie R.R.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perilaku kesehatan reproduksi, yang mencakup pengetahuan, sikap dan tindakan, sangat mempengaruhi timbulnya masalah kesehatan reproduksi remaja. Apabila pengetahuan dan sikap dari remaja tentang kesehatan reproduksi itu baik maka dapat dipastikan bahwa perilaku kesehatan reproduksi remaja pun baik, sebaliknya apabila pengetahuan dan sikap kurang baik maka perilaku kesehatan reproduksi juga dapat dikatakan kurang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku kesehatan reproduksi pada pelajar di SMA Negeri 3 Manado. Metode Penelitian : Metode penelitian adalah survei analitik dengan desain penelitian yaitu cross sectional (potong lintang). Penelitian ini dilakukan pada bulan  agustus-november 2019 di SMA Negeri 3 Manado. Pupulasi dalam penelitian ini ada peserta didik di SMA Negeri 3 Manado yang berjumlah 1006. Sampel dalam penelitian ini berumlah 91 sampel.  Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi  menunjukan p value sebesar 0,0001. Hubungan antara sikap dengan perilaku kesehatan reproduksi p value sebesar 0,0005.Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku kesehatan reproduksi pada pelajar di SMA Negeri 3 Manado. Saran: Ditujukan bagi pihak sekolah,  bagi siswa, bagi orang tua dan bagi peneliti selanjutnya sehubungan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja secara umum.  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Kesehatan Reproduksi ABSTRACT  Background: Reproductive health behavior, which includes knowledge, attitudes, and actions, significantly affects the emergence of adolescent reproductive health problems. If the knowledge and attitudes of adolescents about reproductive health are positive and adequate, it can be concluded that it affects adolescent reproductive health behaviors positively. Likewise, if the knowledge and attitudes are inadequate and negative, then reproductive health behavior can also be said to be unfavorable. This research was conducted to determine the relationship of knowledge and attitudes with reproductive health behaviors on students at Manado 3 state highschool. Methods: The research method used in this research was the quantitative analytical method. It was carried out using a cross-sectional approach (latitude post). This research was conducted at Manado 3 state high school during the period of August to November 2019. The audience in this research were 1006 students from Manado 3 state highschool. The number of samples used was 91 samples. The sampling technique used was simple random sampling. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The result of this research showed that the relation between knowledge and reproductive health behaviors produced a p-value of 0.0001.  The relation between knowledge and attitude of reproductive health produced a p-value of 0.0005.  Summary: Thus, this research showed that there is a relationship between knowledge and attitudes of adolescent reproductive health behavior on students at Manado 3 state highschool. Suggestions: Addressed to the school, students, parents, and also to future researchers on the topic of adolescent reproductive health behaviors. Keywords: Knowledge, Attitudes, Reproductive Health Behavior
HUBUNGAN ANTARA SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN PT. MATAHARI DEPARTMENT STORE TBK, MANADO TOWN SQUARE, KOTA MANADO Aditama, Putra Mar’ie; Kawatu, Paul A.T; Maramis, Franckie R.R
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja adalah fenomena kompleks pada populasi pekerja yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti lama waktu kerja, kapasitas kerja, maupun lingkungan fisik tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan PT. Matahari Department Store TBK, Manado Town Square Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat survey deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah 80 orang karyawan PT. Matahari Departmen Store TBK, Manado Town Square kota manado, pengambilan jumlah sampel menggunakan Rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara untuk mengetahui karakteristik responden dan pengisian kuesioner shift kerja serta kelelahan kerja. Analisis data dilakukan dengan Chi Square Test dan menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan PT. Matahari Department Store TBK, Manado Town Square Kota Manado, berdasarkan hasil uji statistik nilai probabilitas 8,000 Pvalue = 0,001. Saran bagi pihak perusahaan agar melakukan evaluasi terus menerus mengenai mekanisme pengaturan shift kerja yang disesuaikan dengan usia, jenis kelamin serta beban kerja dari karyawan agar dapat meminimalkan kelelahan kerja yang timbul, juga menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang baik serta nyaman agar dapat menjaga motivasi kerja dari karyawan. Bagi karyawan dapat memperhatikan kondisi tubuh, asupan gizi serta istirahat yang cukup sebelum melakukan pekerjaan.Kata Kunci: Shift Kerja, Kelelahan Kerja ABSTRACT Work fatigue is a complex phenomenon in the working population caused by various factors, such as length of working time, work capacity, and workplace physical environment. This study aims to determine the relationship between work shifts with work fatigue at employees of PT. Matahari Department Store TBK, Manado Town Square Manado City. This research is a descriptive survey with Cross Sectional approach. The sample of research is 80 employees of PT. Matahari Department Store TBK, Manado Town Square city manado, taking samples using Slovin Formulas. Data collection was done by interview to know the characteristics of respondents and filling the work shift questionnaire and work fatigue. Data analysis was done with Chi Square Test and using SPSS. The results showed that there is a significant relationship between work shift with work fatigue on the employees of PT. Matahari Department Store TBK, Manado Town Square Manado City, based on the statistical test probability value 8,000 Pvalue = 0.001. Suggestion for company to do continuous evaluation about work shift arrangement mechanism adjusted to age, sex and work load from employees in order to minimize work fatigue arising, also create environment and working atmosphere good and comfortable in order to keep motivation of work from employees. For employees can pay attention to the condition of the body, nutritional intake and adequate rest before doing the job.Keyword: Work Shift, Work Fatique.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue