cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 961 Documents
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 1-4 TAHUN DI DESA KEICI KECAMATAN IBU KABUPATEN HALMAHERA BARAT 2018 Labudo, Lipna; Umboh, Jootje M. L.; Tumbol, Reiny A.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan penyakit dimana seseorang kalau sedang buang air besar dengan konsistens cair dan juga bahkan dapat berupa air dan sering yang biasanya tiga kali atau lebih dalam satu hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan dengan kejadian diare pada balita. Untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Rumah tangga dengan kejadian penyakit diare pada anak  usia 1 sampai 4 tahun di Desa Kie-ici Kecamatan Ibu kabupaten halmahera barat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan study  potong silang. Jumlah sebanyak 70 responden. Adapun data dikumpulkan dengan cara wawancara, juga kuesioner yang nantinya dianalisis dengan menggunakan uji chi-square (CI=95%, α=0,05) Adapun hasil analisis data primer diketahui bahwa hubungan menggunakan air bersih dengan kejadian diare pada Bayi 1-4 Tahun menunjukkan nilai p value= 0,032 yang berarti terdapat hubungan. Hubungan kebiasaan cuci tanggan dengan menggunakan sabun dengan kejadian diare pada balita usia 1-4 tahun menunjukkan nilai p value =0,012 yang berarti terdapat hubungan. Kata Kunci : menggunakan air bersih, kebiasan mencuci tanggan PHS ABSTRACTDiarrhea is a disease where a person is defecating with liquid consistency and can even be water only and often, usually three times or more in one day. The aim of this research is to know the relation between environment and diarrhea occurrence in under five years old. To find out the relationship between Clean and Healthy Living Behavioral Behavior (PHBS) with the incidence of diarrheal disease in children aged 1 to 4 years old in Kie-ici Village, Ibu district of halmahera district. The research method used is analytic research using cross sectional study approach. Total of 70 respondents. The data were collected through interviews using questionnaires which were later analyzed by using chi-square test (CI = 95%, α = 0.05). The primary data analysis result showed that the relationship between clean water and diarrhea occurrence in Infant 1-4 Years shows the value of p value = 0,032 which means there is a relationship. The relationship of hygiene with soap use with diarrhea occurrence in toddler age 1-4 years shows the value of p value = 0,012 which means there is a relationship. Keywords:  use clean water, waste management, PHBS responsive washing habits
GAMBARAN PERILAKU CUCI TANGAN, TEMPAT BUANG AIR BESAR (BAB) DAN PEMAKAIAN ALAS KAKI SISWA YANG TERINFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA SISWA KELAS 1 DAN 2 SD NEGERI 58 MANADO Manurung, Pebrina; Kalesaran, Angela F. C.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) adalah salah satu masalah kesehatan global yang menjadi ancaman masyarakat dunia yang penularannya melalui tanah. Perilaku cuci tangan, tempat buang air besar dan pemakaian alas kaki merupakan beberapa faktor risiko terjadinya infeksi soil transmitted helminths. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi dan penyebab infeksi soil transmitted helminths (STH) inpada siswa kelas 1 dan 2 SD Negeri 58 Manado. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif-kualitatif (Mixed Methods) dan desain penelitian Sequential Explonatory. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan menggunakan teknik total sampling untuk analisis kuantitatif dan sebanyak 4 narasumber untuk analisis kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, pedoman wawancara dan alat perekam suara. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 58 Manado dan pemeriksaan feses dilakukan di laboratorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei-September 2017. Analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa 4 siswa terinfeksi soil transmitted helminths. Berdasarkan analisis data kualitatif, didapat bahwa siswa jarang mencuci tangan sebelum makan dan jarang memakai alas kaki di rumah, serta siswa telah memakai jamban untuk buang air besar. Sarannya yaitu selalu menyediakan sabun cuci tangan di sekolah dan orangtua terus mengingatkan anaknya untuk selalu memakai alas kaki, mencuci tangan pakai sabun sebelum makan, setelah BAB dan setelah melakukan kegiatan.Kata Kunci: Infeksi Soil Transmitted Helminths, Perilaku Cuci Tangan, Tempat Buang Air Besar, Pemakaian Alas KakiABSTRACTSoil Transmitted Helminths (STH) infection is one of the global health issues which pose a threat to the societies, due to its transmission through the soil. Hand washing behavior, place to defecate and footwear usage are several contributing factors of soil transmitted helminths infection. This research was conducted to describe handwashing behavior, place to defecate and footwear usage of students infected soil transmitted helminths (STH) infection in grade 1 and 2 students of SD Negeri 58 Manado. This was descriptive study with quantitative-qualitative method s(Mixed Methods) and Sequential Explonatory research design. The number of respondents in this research were 32 respondents with the use of total sampling technique for quantitative analysis and 4 informants for qualitative analysis. The instruments used were questionnaires, interview guides and voice recorder. This research was conducted at SD Negeri 58 Manado and stool examination was conducted in Faculty of Public Health Laboratory, Sam Ratulangi University, in May-September 2017. Quantitative data analysis indicated that 4 students were infected with soil transmitted helminths. Based on qualitative data analysis, it was found that students rarely wash their hands before eating and rarely wear footwear at home, and students have been using toilet to defecate. Several recommendation for this case was to provide handwashing soap at school and parents must keep reminding their children to always wear their footwear, washing their hands with soap before meals, after defecation and after doing the activities.Keywords : Soil Transmitted Helminths Infection, Handwashing Behavior, Place to Defecate, Footwear Usage
ANALISIS MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS WOLAANG Asnawi, Rawia; Kolibu, Febi K.; Maramis, Franckie R.R.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasaran dari pada manajemen pengelolaan obat adalah untuk tersedianya obat setiap saat dibutuhkan baik mengenai jenis, jumlah maupun kualitas secara efisien, dengan demikian manajemen pengelolaan obat dapat dipakai sebagai proses penggerakkan dan pemberdayaan semua sumber daya yang potensial untuk dimanfaatkan dalam rangka mewujudkan ketersediaan obat setiap saat dibutuhkan untuk operasional yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang instrument penelitian yaitu pedoman wawancara dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Wolaang belum  sesuai dengan  permenkes no 74 tahun 2016 tentang pelayanan kefarmasian karena ada beberapa faktor seperti penyimpanan obat, penarikan dan pemusnahan obat serta pemantauan dan evaluasi yang tidak sesuai dengan pedoman pengelolaan obat.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan obat di Pusksmas Wolaang belum terlaksana dengan baik. Disarankan kepada puskesmas Wolaang agar dapat memperhatikan dan mengikuti pedoman pengelolaan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Manajemen, Obat, Puskesmas ABSTRACTThe goal of drug management is to provide drugs at all times about efficient types, quantities and quality, so that drug management can be used as a process of mobilizing and empowering all resources that have the potential to be used in planning for drug improvement at any time needed to effective and efficient operation. The purpose of this study was to study the management of drug management in the Wolaang Health Center, East Langowan District. This type of research is qualitative research. The informants in this study transferred 4 people who were directly involved in the process of drug management in the Wolaang Health Center. The research instruments were interview guidelines and voice recording devices. The results of the study showed that the management of drugs in the Wolaang Community Health Center was not in accordance with Permenkes No. 74 of 2016 regarding pharmaceutical services because there were several factors such as drug storage, discussion and destruction of drugs and discussions that were not in accordance with drug licensing. Wolaang Community Health Center has not been implemented well. Reported to the Wolaang puskesmas in order to pay attention and follow the management guidelines that have been determined Keywords: Management, Medicine, Puskesmas 
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN NILAI AMBANG DENGAR TENAGA KERJA DI BAGIAN PRODUKSI PT. PUTRA KARANGETANG POPONTOLEN MINAHASA SELATAN Basalama, Faikar Aviv
KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan suara atau bunyi yang tidak dikehendaki atau dapat diartikan pula sebagai suara yang salah pada tempat dan waktu yang salah. Saat ini, kebisingan merupakan salah satu penyebab penyakit lingkungan yang penting, terutama di bagian industri. Kebisingan telah menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit akibat kerja, akibat dari kebisingan bagi tenaga kerja dapat berupa menurunnya ambang pendengaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi akibat dari kebisingan terhadap tenaga kerja adalah penggunaan alat pelindung diri, pengaturan jam kerja sesuai dengan peraturan yang ada, penyediaan penghambat kebisingan, peredam kebisingan serta penghalang kebisingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan nilai ambang dengar pada tenaga kerja di bagian produksi PT. Putra Karangetang Popontolen Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di bagian produksi PT. Putra Karangetang Popontolen Minahasa Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yang berjumlah 48 orang. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas kebisingan di bagian produksi PT. Putra Karangetang Berkisar antara 82 dB sampai dengan 95 dB, dengan rata-rata intensitas kebisingan di bagian produksi adalah 89,75 dB. Sementara tenaga kerja dengan ambang pendengaran normal pada telinga kanan adalah 13 orang (27 %) dan 35 orang (73 %) dengan ambang pendengaran tidak normal. Sedangkan tenaga kerja dengan ambang pendengaran normal pada telinga kiri adalah 14 orang (29 %) dan 34 orang (71 %) dengan ambang pendengaran tidak normal. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas kebisingan dengan nilai ambang dengar telinga kanan (p=0.001) serta terdapat hubungan antara intensitas kebisingan dengan nilai ambang dengar telinga kiri (p=0.013).
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tappi, Valerie Elma; Nelwan, Jeini Ester; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian di dunia, yang paling banyak ditemukan pada negara berkembang dengan pendapatan menengah kebawah, salah satunya adalah Indonesia. PJK adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Terjadinya penyempitan pembuluh darah penyebab PJK dapat dipicu karena adanya beberapa faktor resiko, seperti aktivitas fisik dan riwayat keluarga seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara antivitas fisik dan riwayat keluarga dengan kejadian PJK di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control study dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Agustus s/d September 2018 di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, dengan wawancara terhadap 96 total responden menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square dan dengan perhitungan Odds Ratio (OR) maka, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian PJK di BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado dimana responden yang memiliki aktivitas fisik yang tidak baik lebih berisiko 4,4 kali dibandingkan yang memiliki aktivitas fisik yang baik dengan nilai p= 0,001 < 0,05 (OR 4,4 95% CI : 1,869-10,356), dan tidak terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian PJK di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado dengan nilai p = 0,203, p > 0,005 (OR 1,889 dengan 95% CI: 0,812-4,394).Kata kunci : Penyakit Jantung Koroner, Aktivitas Fisik, Riwayat KeluargaABSTRACTOne of the causes of death in the world is Coronary Heart Disease (CHD), which is most commonly found in developing countries with lower middle income, which one is Indonesia. CHD is a dysfunction of the heart due to a lack of blood in the heart muscle due to narrowing of the coronary arteries. The occurrence of narrowing of the arteries causing CHD can be triggered due to several risk factors, such as physical activity and a person's family history. The aim of this study was to determine the relationship between physical activity and family history with the incidence of CHD in BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This study uses a case control study research design with purposive sampling method. This research was conducted from August to September 2018 at Prof. RSU BLU Dr. R. D. Kandou Manado, with an interview of 96 total respondents using a questionnaire. Based on the results of chi-square statistical test and with the calculation of Odds Ratio (OR), there is a correlation between physical activity with the incidence of CHD in Prof. RSU BLU dr. R. D. Kandou Manado where respondents who have not good physical activity are 4.4 times more at risk than those who have good physical activity with p value = 0.001 <0.05 (OR 4.4 95% CI: 1.869-10.356), and there is no correlation between family history with the incidence of CHD in Prof. dr. R. D. Kandou Manado with a p value = 0.203, p> 0.005 (OR 1.889 with 95% CI: 0.812-4.393).Keywords: Coronary Heart Disease, Physical Activity, Family History.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN TENTANG PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF DI DESA KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Clara, Karwur Regina; Engkeng, Sulaemana; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promosi Kesehatan merupakan salah satu bentuk pendidikan kesehatan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan di mulai dari, oleh untuk, dan bersama masyarakat, dengan lingkungan social budaya setempat, agar masyarakat dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Program penyuluhan ASI Eksklusif merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta dapat meningkatkan kesehatan bayi dan menjamin kelangsungan hidup calon bayi. Dimana dengan pemberian ASI Eksklusif kepada bayi yang baru lahir secepat mungkin atau yang disebut Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dapat mengurangi angka kematian bayi. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan informan berjumlah 6 orang. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara, dan triangulasi data. Perencanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kolongan dibuat oleh bagian promkes dengan tetap mengacu pada SOP dan SPM, upaya advokasi belum terlalu efektif pelaksanaanya, kerjasama lintas program dan lintas sektor telah dilaksanakan, terdapat Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan standar acuan promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat belum optimal, upaya pembinaan suasana yang belum berjalan dengan lancar dan kendala yang didapatkan dalam pelaksanaan program promosi kesehatan adalah kurangnya pemahaman tenaga promkes mengenai strategi-strategi dalam promkes, masih kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana di puskesmas. Saran dari peneliti untuk puskesmas terutama bagi para tenaga pemegang program promosi kesehatan agar lebih menguasai strategi-strategi dalam promosi kesehatan dan mengikuti pelatihan-pelatihan agar perencanaan dan pelaksanaan program promosi kesehatan dapat maksimal dan di tunjang dengan media dan sarana yang memadai.Kata Kunci: Program Promosi Kesehatan, Penyuluhan ASI Eksklusif, Puskesmas ABSTRACTHealth Promotion is one form of health education whose purpose is to increase the willingness and ability of the community to maintain and improve health starting from, by for, and with the community, with the local socio-cultural environment, so that the community can help themselves in the health sector. The exclusive ASI counseling program is one of the efforts that can be done in order to increase the mother's knowledge and can improve the health of the baby and ensure the survival of the prospective baby. Where by exclusive breastfeeding for newborns as soon as possible or what is called Early Breastfeeding Initiation (IMD) can reduce infant mortality. The method used in this study is a qualitative method, with 6 informants. The process of collecting data is done by observation, documentation, interviews, and data triangulation. Health promotion program planning in the Kolongan Community Health Center is made by the health promotion department while still referring to SOP and SPM, advocacy efforts have not been very effective, cross-program and cross-sector collaboration has been implemented, there are Human Resources that are in accordance with the health promotion reference standard, community empowerment has not been optimal, efforts to foster an atmosphere that have not been running smoothly and the obstacles encountered in the implementation of health promotion programs are the lack of understanding of the health promotion staff regarding strategies in the health promotion, the lack of availability of facilities and infrastructure at the puskesmas. Suggestions from researchers for puskesmas, especially for health promotion program holders to better master the strategies in health promotion and follow training so that the planning and implementation of health promotion programs can be maximized and supported by adequate media and facilities.Keywords: Health Promotion Program, ASI Exclusive Counseling, Puskesmas
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN SAGERAT WERU KECAMATAN MATUARI KOTA BITUNG Mongan, Deah J.K; Maramis, Franckie R.R; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang berbahaya ketika sistem kekabalan tubuh manusia dirusak dengan HIV .  Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Bitung bahwa di Kelurahan Sagerat Weru 1 Kecamatan Matuari Kota Bitung terdapat 2 kasus yang terinfeksi HIV/AIDS yakni ibu hamil pada golongan umur 20-29 tahun. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS pada masyarakat di Kelurahan Sagerat Weru I Kecamatan Matuari Kota Bitung. Jenis penelitian menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden  dan uji hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p = 0,001 < 0,05, artinya ada hubungan antara pengetahuan responden dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS dan terdapat hubungan antara sikap dan tindakan pencegahan HIV/AIDS dengan nilai p  = 0,001 < 0,05, artinya ada hubungan antara sikap responden dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tindakan pencegahan HIV/AIDS dan hubungan antara sikap dan tindakan HIV/AIDS. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pencegahan  ABSTRACTHIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that damages the human immune system. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a dangerous disease when the human body's system of obscurity is damaged by HIV. According to data from the Bitung City Health Office that in Sagerat Weru Village 1, Matuari District, Bitung City there were 2 cases infected with HIV / AIDS, namely pregnant women in the age group of 20-29 years. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with HIV / AIDS prevention measures in the community in Sagerat Weru I Village, Matuari District, Bitung City. This type of research uses analytic observational research with a cross sectional study design. The number of samples in this study amounted to 100 respondents and the relationship test using the Chi-Square test. The results obtained p = 0.001 <0.05, meaning that there is a relationship between the knowledge of respondents with HIV / AIDS prevention measures and there is a relationship between HIV / AIDS prevention attitudes and actions with p = 0.001 <0.05, meaning there is a relationship between attitudes respondents with HIV / AIDS prevention measures. There is a significant relationship between knowledge and HIV / AIDS prevention measures and the relationship between HIV / AIDS attitudes and actions. Keywords: Knowledge, Attitude, Prevention Measure 
ANALISIS PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS DANOWUDU KOTA BITUNG Mailoor, Rinda Jeyssi; Maramis, Franckie R.R.; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Obat merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian yang mencakup perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian, serta pencatatan dan pelaporan. Tujuannya adalah untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkaun obat yang efisien, efektif dan rasional, meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen, dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan obat di Puskesmas Danowudu Kecamatan Ranowulu Kota Bitung. Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif. Informasi dikumpulkan dari 4 orang informan yang terlibat dalam pengelolaan obat di Puskesmas dengan menggunakan metode Triangulasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat di Puskesmas Danowudu belum terlaksana dengan baik sesuai dengan Permenkes nomor 74 tahun 2016 tentang Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Kurangnya perhatian dari pihak-pihak terkait menyebabkan beberapa kegiatan yang seharusnya dilaksanakan tidak dapat terlaksana, serta pengelolaan obat di puskesmas belum terlaksana dengan baik karena kekurangan sumber daya manusia menyebabkan system manajemen pengelolaan obat di puskesmas tidak berjalan optimal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat di Puskesmas Danowudu harus menjadi perhatian demi terlaksananya Permenkes tentang Standar pelayanan Kefarmasian di Puskesmas demi kelancaran pelayanan kesehatan di Puskesmas Danowudu, serta dapat meningkatkan manajemen pengelolaan obat di Puskesmas agar dapat tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal di Puskesmas Danowudu. Puskesmas perlu mempertahankan manajemen pengelolaan obat yang sudah tepat dan mengevaluasi yang kurang.Kata kunci: Pengelolaan, Obat, PuskesmasABSTRACTDrug Management is one of the pharmaceutical services activities which include planning, demand, acceptance, storage, distribution, destruction and withdrawal, control, recording and reporting. The goal is to ensure the continuity of availability and efficiency, effectiveness and rational drugs, to improve the competence or ability of pharmaceutical program practitioners, to understand the management information system, and to implement quality control of service. The purpose of this study is to find out how the management of drugs in Danowodu Public Health Center Ranowulu at Bitung City. The type of research used is qualitative research design. Information was collected from 4 informants who involved in drug management at Puskesmas using Triangulation method. The research instruments are in-depth interview guidelines and voice recorder. The results showed that the management of drugs in Danowudu Public Health Center has not been implemented properly and still unaccordance with the national Ministry of Health regulation regarding the standard of pharmaceutical services at the Puskesmas. Lack of attention from related parties causes some activities that should be implemented can not be done, and lack of the human resources lead to the placement of health workers be unaccordance with educational background. Based on the result of the research, it can be concluded that the management of drugs in Danowudu Public Health Center needs to be implement according to the regulation of pharmaceutical service standards in Public Health Centre, and the placement should be more appropriate with the educational background. It is suggested to the drug management department at Danowudu Public Health Center to maintain the proper management of medicines and evaluate for what is still lacking.Keywords: Management, Medicine, Public Health Center
HUBUNGAN ANTARA MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT CANTIA TOMPASO BARU Wowor, Juwita; Rumayar, Adisti A.; Maramis, Franckie R.R.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu dalam suatu pelayanan kesehatan merupakan alat ukur yang digunakan dalam mengukur kebutuhan konsumen dalam hal ini pasien yang ada di rumah sakit, kebutuhan yang diamksud berupa pemberian jasa pelayanan guna mengetahui seberapa besar kebutuhan pasien yang diperolehnya selama mendapatkan pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan kesehatan berkaitan erat dengan kepuasan pasien hal ini ditandai dengan komplain dari pasien, apabila komplain yang diajukan pada pihak pelayanan kesehatan yang diterimanya sebagai pemberi jasa tidak segera ditangani maka dapat menimbulkan turunnya kapabilitas pelayanan rumah sakit terhadap layanan dalam hal ini kepuasan pasien akan berpengaruh dalam menjaga mutu. Jenis penelitian ini merupakan cross sectional study, penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Cantia Tompaso Baru pada bulan April – September 2019. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 91 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil ini diperoleh nilai probabilitas bukti fisik (0,021), kehandalan (0,007), ketanggapan (0,072), jaminan (0,004), Empati (0,008). Terdapat hubungan dari 4 dimensi yaitu bukti fisik, kehandalan, jaminan dan empati dan yang tidak terdapat hubungan yaitu 1 dimensi ketanggapan. Kata Kunci : Mutu dan Kepuasan Pasien ABSTRACTQuality in a health service is a measuring tool used in measuring the needs of consumers in this case patients in the hospital, the needs which are manifested in the form of providing services in order to find out how much the patient's needs are obtained while getting health care. The quality of health services is closely related to patient satisfaction. This is indicated by complaints from patients, if complaints submitted to the health service they receive as service providers are not immediately addressed, it can cause a decrease in the capability of hospital services to services in this case patient satisfaction will affect maintain quality. This type of research is a cross sectional study, this study was conducted at the Cantia Tompaso Baru Hospital in April - September 2019. The sample in this study amounted to 91 respondents. Measuring instruments in this study used a questionnaire. These results obtained the probability value of physical evidence (0.021), reliability (0.007), responsiveness (0.072), guarantee (0.004), Empathy (0.008). There is a relationship of 4 dimensions namely physical evidence, reliability, assurance and empathy, and there is no relationship, namely 1 dimension of responsiveness. Keywords: Quality, Patient Satisfaction
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LIUN KENDAGE TAHUNA KABUPATEN SANGIHE Salawangi, Glady Endayani; Kolibu, Febi K.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. Kinerja yang baik dapat dicapai dengan meningkatkan motivasi kerja. Semakin tinggi motivasi kerja seseorang maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe pada bulan Juni-Oktober 2018. Penelitian ini mengambil total populasi perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kengahe Tahuna Kabupaten Sangihe. Sampel yang didapat sebanyak 64 perawat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner Misener Nurse Practitioner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) untuk mengukur motivasi kerja dan lembar penilaian kinerja untuk mengukur kinerja perawat. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji statistik Fisher’s Exact antara variabel motivasi kerja dengan kinerja didapatkan nilai p=0,076 sehingga p>α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. Saran yang dapat diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe, diharapakan dapat terus menjaga dan meningkatkan kinerja dalam lingkungan organisasi dan memberikan perhatian lebih kepada perawat yang ada sehingga perawat lebih termotivasi untuk menampilkan kinerja yang lebih baik. Kata kunci: Motivasi kerja, kinerja perawat ABSTRACTPerformance is the result of work achieved by a person or group in an organization according to their authority and responsibility. Good performance can be achieved by increasing work motivation. The higher the motivation of one’s work, the higher the performance produced. The study aims to determine the correlation between work motivation and the performance of nurses in the Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.The research design is analytic obseravational with cross-sectional approach. The research was conducted in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District from June until October 2018. The study look the total elderly population in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District. The samples obtained were 64 nurse who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The research instrument was the Misener Nurse Practitiner Job Satisfaction Scale (MNPJSS) questionnaire for measure work motivation and performance assessment sheets to measure the performance of nurse. The analysis used is univariate and bivariate analysis using Chi Square test.         The result of this study shows that the Fisher’s Exact Test between variables of work motivation and the nurse performance obtained p value =0,076 (p>0,05). Based on the result of the study, there is no correlation between work motivation and the nurse performance in Inpatient Installation of the General Hospital of Liun Kendage Tahuna, Sangihe District.   Suggestions that can be given to hospitals are expected to continue to maintain and improve performance in the organizational environment an give more attention to existing nurses so that nurses are more motivated to display better performance. Keywords:  Work motivation, nurses performance

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue