cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
POLYGLOT
ISSN : 1907 6134     EISSN : 2549 1466     DOI : -
Core Subject : Education,
Started in 2006, Polyglot is a scientific journal of language, literature, culture, and education published biannually by the Faculty of Education at the Teachers College, Universitas Pelita Harapan. The journal aims to disseminate articles of research, literature study, reviews, or school practice experiences.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Pengaruh Brain Gym terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Kelas IX IPA dalam Pembelajaran Matematika di SMA XYZ Tangerang [The Effects of Brain Gym in Helping Students' Concentration in Learning Math in Grade XI Science at XYZ Senior High School Tangerang] Tica Chyquitita; Yonathan Winardi; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 14, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i1.438

Abstract

Math is considered to be one of the subjects that make it difficult for students to concentrate during the learning process because their brains become tired and tense. One of the most popular and trusted ways to improve learning is by using a 'gym gym' approach. Therefore, the researchers wanted to see whether the 'gym gym' approach could improve learning concentration. The research used a quasi-experimental post-test only control group design. The population was the students of class XI Science Basic General Math A and B, while the sample was 15 students from XI Science B as the experimental group. Using the Mann-Whitney U-test with an alpha level of 0.05 indicated the asymptote Sig of 0.001 <0.05. This means that the concentration of learning in the experimental group was lower than that of the control group so it is concluded that the ‘brain gym’ approach did not significantly affect students’ concentrationBAHASA INDONESIA ABSTRAK: Matematika menjadi salah satu pelajaran sulit yang menyebabkan siswa susah untuk berkonsentrasi selama belajar karena otak menjadi lelah dan tegang. Salah satu cara yang populer dan dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi belajar adalah brain gym. Sehingga peneliti ingin melihat apakah terdapat  pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen desain post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah kelas XI IPA A dan B dengan sampel 15 siswa dari kelas XI IPA B sebagai kelompok kontrol dan 15 siswa dari kelas XI IPA A sebagai kelompok eksperimen. Dengan menggunakan Mann-Whitney U-test dengan tingkat alfa 0,05 menunjukkan asymp. Sig sebesar 0,001<0,05. Hal ini berarti konsentrasi belajar pada kelompok eksperimen lebih rendah dari pada kelompok kontrol sehingga disimpulkan bahwa brain gym tidak berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa.
Pendampingan Orang Tua pada Anak Usia Dini dalam Penggunaan Teknologi Digital [Parent Mentoring of Young Children in the Use of Digital Technology] Tesa Alia; Irwansyah Irwansyah
Polyglot Vol 14, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i1.639

Abstract

Technological advances have a significant influence on people's lives including within families. It is undeniable that the current technological advances mainly based on internet services have had both positive and negative impacts on the growth of children in the family. Children born after the 1980’s are a living generation who grew up with information technology and diverse online social applications. Electronic gadgets such as smartphones, laptops, computers, tablets, and so forth have made it easy for children to access the Internet almost anywhere and anytime. Parents play an important role in the development of early childhood communication, especially for children under the age of five. One of the efforts of parents in providing education for children in the family in the digital era is by providing assistance in the use of technology for children. Through mentoring, parents can supervise children and direct positive content for children to use technological advancements appropriately in accordance with the child's growth and development.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Kemajuan teknologi memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan masyarakat termasuk dalam ruang lingkup keluarga. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi saat ini terutama berbasis layanan internet memberikan dampak positif dan juga dampak negatif bagi tumbuh kembang anak dalam keluarga. Anak-anak yang lahir setelah era tahun 1980-an merupakan generasi yang hidup di tengah majunya teknologi informasi dan beragam aplikasi sosial dimulai secara daring (online). Melalui gadget seperti smartphone, laptop, komputer, tablet, dan lain sebagainya memberikan kemudahan bagi anak untuk mengakses jaringan internet di mana pun dan kapan pun. Orang tua berperan penting dalam perkembangan komunikasi anak usia dini, khususnya anak di bawah usia lima tahun. Salah satu upaya orang tua dalam memberikan pendidikan bagi anak dalam keluarga di era digital seperti sekarang adalah dengan memberikan pendampingan dalam penggunaan teknologi bagi anak. Melalui pendampingan tersebut, orang tua dapat mengawasi anak dan mengarahkan konten-konten positif bagi anak untuk menggunakan kemajuan teknologi secara tepat  sesuai dengan masa tumbuh kembang anak. 
Pengembangan Media Pembelajaran pada Pemrograman Terstruktur dan Pemrograman Berorientasi Objek dengan Visualisasi Bangun Datar Menggunakan Processing [Developing Learning Media Instruction on A Structured Programming and An Object-oriented Programming with Two-dimensional Figure Visualization Using Processing] Dodi Dodi; Elvira Wardah; Wikky Fawwaz Al Maki
Polyglot Vol 14, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i1.522

Abstract

In general, many people learn structured programming first and then learn object-oriented programming. This makes it difficult for someone to learn object-oriented programming. Because of this difficulty, researchers are interested in developing a learning medium that can display structured programming code and object-oriented code simultaneously and then visualize it with a flat wake object. It is hoped that this learning media can help students in studying object-oriented programming. The type of research used is Research and Development. Questionnaires were distributed to 30 students to find out their response to the media that were developed. The results of this research are displayed in the form of percentages of each aspect on the questionnaire and the percentage of the whole aspect. The results obtained in this research show that structured programming and object-oriented programming that are displayed and visualized simultaneously can help students in understanding object-oriented programming. It can be seen from the percentage obtained during user trials which was 83,33% and for percentage of student response to learning media which was a large as 84,92%.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pada umumnya kebanyakan orang mempelajari pemrograman terstruktur terlebih dahulu dan baru kemudian mempelajari pemrograman berorientasi objek. Kebanyakan orang juga mengalami kesulitan dalam mempelajari pemrograman berorientasi objek. Dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yang dapat menampilkan kode pemrograman terstruktur dan berorientasi objek secara bersamaan kemudian memvisualisasikannya dengan objek bangun datar. Media pembelajaran ini diharapkan dapat membantu seseorang dalam mempelajari pemrograman berorientasi objek. Jenis penelitian ini adalah Research and Development. Angket dibagikan kepada 30 orang mahasiswa untuk mengetahui respons mereka terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil pengolahan data dalam penelitian berupa persentase setiap aspek pada angket dan persentase keseluruhan aspek.  Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pemrograman terstruktur dan pemrograman berorientasi objek yang ditampilkan dan divisualisasikan secara bersamaan dapat membantu mahasiswa dalam memahami pemrograman berorientasi objek. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase yang didapatkan pada saat uji coba pengguna dengan persentase sebesar 83,33% dan untuk persentase respons mahasiswa terhadap media pembelajaran secara keseluruhan sebesar 84,92%.
Pengembangan Modul Pembelajaran Pengolah Lembar Kerja Excel Berbasis Multimedia [Developing an Excel Spreadsheet Multimedia Learning Module] Yanuard Putro Dwikristanto; Tanti Listiani
Polyglot Vol 14, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i1.793

Abstract

Competence in the use of Information and Communication Technology (ICT) has become a part that is needed to be mastered by prospective student-teachers. Students are expected to use ICT appropriately in education. The problem that often happens is that many students have difficulty working on tasks outside the classroom, especially when Microsoft Excel. Many students appear to understand and look like they are able follow guided practice in class, but outside of class they are confused and often forget the instructions given by lecturers. One solution for dealing with these problems is to provide learners with a multimedia module for learning how to create and use spreadsheets. It is hoped that this module will help students to solve their learning difficulties in ICT courses including those with different learning styles. The purpose of this research is to evaluate the usefulness of this multimedia module. The development of this module was done by using the ASSURE model which consists of six stages: (1) analyze the learners; (2) state objectives; (3) select appropriate methods, media, and materials; (4) utilize materials; (5) require learners’ participation; and (6) evaluate and revise. The results of the questionnaire indicate that candidate teachers tend to be stronger in learning through Visual-Auditory ways. In addition, student mastery of the Excel Sheet processing program has the lowest value of Word and PowerPoint programs. The design of this learning module will be made by taking into account the Visual-Auditory aspects of the Microsoft Excel topic. This learning module will be developed with an interactive design using the PowerPoint 2016 program. BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Kompetensi penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi bagian yang perlu dikuasai oleh mahasiswa calon guru. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan TIK secara tepat dalam dunia pendidikan. Permasalahan yang sering terjadi adalah banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan saat pengerjaan tugas di luar kelas, khususnya penggunaan Microsoft Excel. Banyak mahasiswa yang mampu dan paham mengerjakan praktik terbimbing di kelas, namun ketika di luar kelas mereka mengalami kebingungan dan lupa akan instruksi yang diberikan oleh dosen. Untuk menjawab permasalahan  tersebut maka diberikan solusi yaitu pemberian modul pembelajaran pengolah lembar kerja excel berbasis multimedia. Pengembangan modul pembelajaran pengolah lembar kerja excel berbasis multimedia diharapkan dapat memecahkan masalah kesulitan belajar mahasiswa pada mata kuliah TIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran pengolah lembar kerja excel berbasis multimedia. Dengan diberikan modul pembelajaran ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang memiliki gaya belajar berbeda-beda. Pengembangan modul ini dilakukan dengan menggunakan model ASSURE yang terdiri dari enam tahap, yaitu: analyze learners; states objectives; select methods, media, and materials; utilize materials; require learners participation; dan evaluate and revise.  Hasil angket menunjukkan bahwa gaya belajar mahasiswa guru lebih kuat kepada Visual-Auditori. Selain itu, penguasaan mahasiswa terhadap program pengolah Lembar Kerja Excel memiliki nilai yang paling rendah daripada program Word dan PowerPoint. Rancangan modul pembelajaran ini akan dibuat dengan memperhatikan aspek Visual-Auditori pada topik Microsoft Excel. Modul pembelajaran ini akan dikembangkan dengan desain interaktif menggunakan program PowerPoint 2016. 
A NEEDS ANALYSIS OF CHINESE LANGUAGE TEACHING MATERIALS FOR STUDENTS OF BUSINESS AND MANAGEMENT MAJORS IN A VOCATIONAL HIGH SCHOOL Ayu Fitria; Yumna Rasyid; Ninuk Lustyantie
Polyglot Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i1.1086

Abstract

The purpose of this study was to identify the Chinese language teaching materials for students of business and management majors in a vocational high school. This research method was qualitative. The process of collecting data used observation activities, interviews and questionnaires. This study found that the Chinese teaching materials which have been used in a vocational high school especially in business and management majors were still general and not relevant to the needs of students. The results of this study also indicated that the expected design of Chinese language teaching materials should be specifically integrated to the students’ majors and the competency levels of their expertise. In addition, the teaching materials also should be designed with multimedia to support the learning process and students’ experiences.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan model materi ajar bahasa Mandarin untuk Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Bisnis dan Manajemen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa materi ajar bahasa Mandarin yang selama ini digunakan di Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Bisnis dan Manajemen merupakan materi ajar yang bersifat umum dan belum memenuhi kebutuhan siswa. Hasil dari analisis kebutuhan menunjukkan bahwa materi ajar bahasa Mandarin yang diharapkan adalah materi ajar yang terintegrasi dan relevan dengan bidang dan program studi siswa sehingga dapat mendukung keahlian utamanya. Terlebih lagi materi ajar bahasa Mandarin yang diharapkan saat ini adalah materi ajar yang dikemas dengan basis multimedia.
WHEN ENGLISH GRADES GET LOWER – EXPLORING BIOPROCESS STUDENTS’ MOTIVATION TO LEARN ENGLISH Rentauli Mariah Silalahi
Polyglot Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i1.1271

Abstract

This study investigated the motivation of 47 Indonesian university students in a Bioprocess program to learn English. The study was conducted using questionnaires to gauge students’ personal views on the importance of motivation and the Attitude/Motivation Test Battery as the fundamental theory to assess their intrinsic and instrumental motivation. A semi-structured interview was conducted to learn more about the students’ responses. The study found that students were motivated to learn English, had high instrumental motivation and had good intrinsic motivation. They were motivated to do 67% of inside classroom activities but not likely to do activities outside the classroom.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi dari 47 mahasiswa Indonesia yang merupakan mahasiswa di Fakultas Bioprocess. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui kuesioner untuk melihat pandangan mahasiswa terhadap pentingnya motivasi dan dengan menggunakan teori ‘the Attitude/Motivation Test Battery’ sebagai teori dasar untuk menilai sikap dan motivasi pelajar dalam mempelajari bahasa asing, dilakukan penilaian terhadap motivasi intrinsik dan motivasi instrumental mahasiswa tersebut. Wawancara semi terstuktur dilakukan untuk menyelidiki lebih banyak mengenai tanggapan mahasiswa yang ditemukan didalam kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa tersebut memiliki motivasi untuk belajar bahasa Inggris, memiliki motivasi instrumental yang tinggi, dan memiliki motivasi instrinsik yang baik untuk kegiatan di dalam kelas karnea mereka memiliki motivasi untuk melakukan 67% dari kegiatan yang disebutkan namun ditemukan bahwa mereka tidak memiliki motivasi untuk melalukan kegiatan di luar kelas.
MANFAAT DARI PROGRAM MENTORING DI FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN [THE BENEFITS OF A MENTORING PROGRAM IN THE SCHOOL OF NURSING AT UNIVERSITAS PELITA HARAPAN] Grace Solely Houghty; Yakobus Siswadi; Ian Rudy Mambu
Polyglot Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i1.1059

Abstract

Mentoring is a relationship between someone who has more experience and someone who has less. The literature shows that a mentoring program can enhance the academic success and character development of an individual. A mentoring program started in the school of nursing at UPH in 2013-2014 and it was a new experience for the students. The purpose of this study is to describe the benefits of the mentoring program. The research design is a qualitative descriptive study. The number of participants in the study were 17 mentors and 34 mentees. Narrative qualitative data were analyzed using content analysis. The results of the mentors content analysis of the benefits of the program revealed three themes: joint learning, effective communication skills, and caring for others. The results of the narrative data analysis of the mentees produced three themes: mutual respect, kinship, and effective academic learning. Based on this research, it is hoped that the mentoring program can be further developed, especially in the areas of ongoing recruitment and training of mentors.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Mentoring adalah suatu hubungan antara seseorang yang lebih berpengalaman dengan seseorang yang kurang pengalamannya. Literatur menunjukkan bahwa program mentoring akan memberikan dukungan untuk kesuksesan akademik dan pengembangan karakter diri. Program mentoring mulai dilaksanakan pada semester genap 2013-2014 dan merupakan hal yang baru untuk mahasiswa. Perlu untuk mengetahui gambaran program mentoring dalam bentuk data naratif. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan manfaat dari program mentoring. Desain penelitian adalah studi deskriptif kualitatif. Jumlah partisipan dalam penelitian adalah 17 mentor dan 34 mentee. Data kualitatif naratif dianalisis dengan menggunakan analisis isi. Hasil analisis data naratif dari mentor tentang manfaat program mentoring menghasilkan tiga tema yaitu belajar bersama, keterampilan komunikasi yang efektif, dan rasa peduli kepada orang lain. Hasil analisis data naratif dari mentee tentang manfaat program mentoring menghasilkan tiga tema yaitu saling menghormati, rasa kekeluargaan, dan pembelajaran akademik yang efektif. Diharapkan program mentoring dapat dikembangkan lebih baik lagi khususnya untuk program perekrutan dan pelatihan yang berkelanjutan bagi mentor.
KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN EKSISTENSIAL-HUMANISTIK UNTUK MELATIH PENYESUAIAN DIRI MELALUI RANDAI DARI MINANGKABAU [GROUP COUNSELING USING AN EXISTENTIAL-HUMANISTIC APPROACH TO DEVELOP SELF-ADJUSTMENT COMBINED WITH THE EXPRESSIVE ARTS TECHNIQUES OF RANDAI OF MINANGKABAU] Afra Hasna
Polyglot Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i1.1071

Abstract

Group counseling is a group therapeutic activity to help the counselee identify problems, find alternatives using problem- solving and decision-making, and then act. The existential-humanistic approach in group counseling aims at influencing the counselee to focus on human nature, including the ability to be self-aware, self-determined, and responsible. For clients that need help with self-adjustment, counseling can be combined with the expressive arts techniques of Randai (a folk theatre tradition of the Minangkabau ethinic group in West Sumatra). The application of Randai can be done at the working stage. Using Randai, clients can be trained to be cautious, compact, cooperative, diligent, and optimistic.ABSTRAK: Konseling kelompok merupakan kegiatan terapeutik berkelompok guna membantu konseli mengidentifikasi, menemukan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dan mewujudkannya. Pendekatan eksistensial-humanistik dalam konseling kelompok bertujuan mempengaruhi konseli berfokus pada sifat manusia mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, bebas menentukan nasib sendiri, dan bertanggungjawab. Dalam praktik konseling dikolaborasikan dengan kegiatan randai dari Minangkabau sebagai upaya melatih penyesuaian diri. Penerapan randai dilaksanakan pada tahap kerja (working stage). Dalam randai, klien dilatih bersikap hati-hati, kompak, kerjasama, tekun dan optimis.
STUDI PENGALAMAN MAHASISWA CALON GURU DALAM MEMPRAKTEKKAN FILSAFAT PENDIDIKAN KRISTEN [A FIELD EXPERIENCE STUDY OF PRE-SERVICE TEACHERS IN PUTTING THE CHRISTIAN EDUCATION PHILOSOPHY INTO PRACTICE] Connie Rasilim
Polyglot Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i1.1075

Abstract

Equipping prospective teachers to understand and implement the philosophy of Christian education is very important since it is one of the foundational weapons for students to use when encountering different and colliding worlviews. The purpose of this research was to explore whether the pre-service teachers of Teachers College UPH were able to demonstrate the philosophy and practice of Christian education during their internship program. The method used in this research was case study, and the data was pulled together from semi-structured interviews given to the pre-service teachers, teacher-educators, and mentors. The collected data was then analyzed using the axial coding method. The results of this research indicate that the pre-service teachers were able to demonstrate the philosophy and practice of Christian education during their internship.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Membekali calon guru untuk memahami dan mempraktekkan filsafat pendidikan Kristen sangat penting karena hal tersebut adalah salah satu senjata paling mendasar bagi para mahasiswa untuk menghadapi banyak pandangan hidup dunia yang berbeda dan saling menyerang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi cara guru pra-layanan dari Teachers College UPH apakah mampu menunjukkan filosofi dan praktek pendidikan Kristen selama program magang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dan data ditarik bersama oleh wawancara semi terstruktur. Wawancara diajukan ke guru pra-jabatan, pendidik dan mentor guru. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode axial coding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pra-layanan mampu menunjukkan filsafat dan praktik pendidikan Kristen selama magang.
PENERAPAN IMBALAN DAN KONSEKUENSI BERBASIS DEMOKRASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR KUPANG [THE IMPLEMENTATION OF DEMOCRATIC-BASED REWARDS AND CONSEQUENCES TO IMPROVE DISCIPLINE OF GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN KUPANG] Ester Margareth Wagiu; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 15, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i1.933

Abstract

The problem of discipline is an issue that is considered common in the classroom setting.  The researcher found that the lack of discipline in some students in a grade 3 elementary school in Kupang made the atmosphere in the classroom uncomfortable and not conducive to learning. The researcher's aim was to integrate democratic-based rewards and consequences into the discipline process. Classroom Action Research was used with 4 students as the subjects. The study implemented in three cycles from October 16, 2017, to November 1, 2017. The instruments that were used in continuing to the next cycle were students' activities and observation; other instruments were observation of the method's implementation, mentor's interview, and students' questionnaires. The result of the research showed improved changes to student discipline from cycle one to cycle three.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Masalah disiplin di dalam kelas adalah suatu kebiasaan yang sudah dianggap umum terjadi di dalam kelas. Pada saat mengajar peneliti menemukan masalah kurangnya disiplin pada beberapa siswa di kelas 3 sekolah dasar Kupang yang menjadikan kelas tidak nyaman dan tidak kondusif untuk dilaksanakan pembelajaran. Peneliti bertujuan untuk memadukan antara demokrasi, imbalan dan konsekuensi dalam proses pendisiplinan. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas dengan 4 orang siswa sebagai subyek. Penelitian ini dilaksanakan sampai tiga siklus dari tanggal 16 Oktober 2017 sampai dengan 1 November 2017. Instrumen yang digunakan untuk melanjutkan siklus adalah lembar observasi aktivitas siswa dan instrumen lainnya adalah lembar observasi penerapan metode, wawancara mentor dan angket siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perubahan kedisiplinan yang lebih baik pada siswa dari siklus satu hingga siklus ke tiga.

Page 5 of 24 | Total Record : 231