cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
ANEKA PERPADUAN LEKSIKAL SEBAGAI PENANDA KOHESI ANTARKALIMAT DALAM WACANA BAHASA BALI Ni Luh Komang Candrawati
Aksara Vol 26, No 1 (2014): Aksara, Edisi Juni 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.064 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i1.139.1-14

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan mengungkap aneka perpaduan leksikal sebagai penanda kohesi antarkalimat dalam wacana bahasa Bali. Secara khusus, penelitian ini bertujuan memecahkan masalah aneka perpaduan leksikal apa saja sebagai penanda kohesi antarkalimat dalam wacana bahasa Bali. Teori yang digunakan sebagai pedoman dalam penelitian ini adalah teori kohesi yang dikembangkan oleh M.A.K. Halliday dan R. Hasan. Buah pikiran mereka tertuang dalam sebuah buku berjudul Cohesion in English (1976). Beberapa konsep dasar yang dapat dipetik dari teori tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut. Disebutkan kohesi adalah alat bahasa untuk menyatakan adanya kepaduan di dalam sebuah wacana, dan wacana merupakan tataran di atas kalimat. Halliday dan Hasan (1976:1) mengemukakan bahwa teks adalah pemakaian bahasa baik lisan maupun tulisan, dalam bentuk prosa maupun puisi, dalam bentuk dialog maupun monolog, yang membentuk satu kesatuan gagasan. Teks inilah yang sering disebut dengan wacana. Kohesi muncul jika penafsiran unsur tertentu di dalam sebuah teks tergantung pada penafsiran unsur yang lain di dalam teks yang sama. Penelitian ini bermaksud membahas penanda hubungan leksikal. Dalam penelitian ini, dipaparkan sekadar pengertian dari aneka perpaduan leksikal disertai dengan beberapa contohnya. Pembicaraan aneka perpaduan leksikal itu meliputi: (1) repetisi, (2) sinonim, (3) kata generik, (4) kolokasi, dan (5) superordinat.
SNAKES AND LADDERS GAME: AN ALTERNATIVE INSTRUCTIONAL STRATEGY TO ENHANCE THE LEARNERS’ GRAMMATICAL PROFICIENCY Moh. Arif Mahbub
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.845 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.212.153-166

Abstract

This present study reports on the findings related to the use of the snake and ladder game as a strategy to enhance the learners’ grammatical proficiency in mastering simple future tense. The participants were 27 eleventh graders of SMK Asrama Pembina Masyarakat. A number of instruments used in this study. The developments of the students’ grammatical proficiency were collected through the two sets of pre-test and post-test. The data related to the students’ attitude toward grammatical problems and the implementation of snake and ladder game were collected through questionnaires. Observation was employed to record the students’ participation during the lesson. The findings revealed that the students’ grammatical proficiency significantly improved. There were 20 (74.07%) out of 27 students who passed the criterion of minimum completeness of 75. The average score of students showed 77.26. Through the distributed questionnaires, the findings also demonstrated the positive thoughts and attitudes related to the game they played during the lesson.  The students’ participation to the use of the snake and ladder game in teaching-learning activity in the classroom was also pleasing. It can be concluded that the application of this game can meet the all criteria of success of cycle. In other words, it can play positive role in developing the learners’ grammatical proficiency.
METAFORA DALAM IKLAN MOBIL BEKAS DI SITUS DARING OLX Sariah Sariah
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.741 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i1.105.117-130

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahasa dalam iklan mobil bekas pada situs daring yang memanfaatkan metafora. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif untuk mengungkap jenis, struktur, makna, dan fungsi metafora pada iklan mobil bekas di situs daring OLX sekaligus menjadi pokok masalah dalam penelitian ini.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan jenis, struktur, makna, dan fungsi metafora pada iklan mobil bekas di situs daring OLX. Ancangan penelitian ini menggunakan konsep Wahab dan Richards. Temuan penelitian adalah bahwa struktur pembentuk metafora pada iklan mobil bekas lebih didominasi oleh unsur citra, sedangkan unsur topik sering dilesapkan sehingga metafora pada iklan mobil bekas cenderung menggunakan metafora implisit (metaphor in absentia). Metafora predikatif sangat menonjol pemakaiannya dibandingkan dengan dengan metafora nominatif dan metafora kalimatif. Fungsi metafora pada iklan mobil bekas adalah untuk (1) menunjukkan kualitas mobil tersebut, (2) menarik minat pembeli dengan bahasa yang penuh nuansa makna, (3) menjelaskan keberadaan mobil tersebut dengan perinci, (4) mengandung unsur persuasif dan puitis untuk memengaruhi pembaca untuk membeli mobil bekas yang ditawarkan tersebut. Unsur bahasa lain, bahasa Sunda dan bahasa Inggris juga digunakan pada iklan mobil bekas. Dalam data terlihat bahwa semakin usia sebuah mobil bekas, perincian dan metaforanya semakin panjang. 
PEMILIHAN IDENTITAS PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK DALAM CERPEN-CERPEN KALIMANTAN TIMUR Diyan Kurniawati
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.393 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.160.201-208

Abstract

Tulisan ini membahas posisi perempuan di ruang publik yang ditampilkan dalam cerpen-cerpen Kalimantan Timur. Dengan perspektif feminisme, penelitian ini menganalisis proses perempuan dalam melakukan pemilihan identitas. Analisis dilakukan dengan membahas bagaimana perempuan diposisikan dalam sebuah konstruksi sosial dan sikap perempuan terhadap posisi tersebut. Hasil analisis menunjukkan perempuan diposisikan secara marginal di ruang publik. Perempuan mengambil sikap meresistensi atau menolak perlakuan tersebut. Analisis juga menunjukkan bahwa ada pula perempuan yang tidak dapatkeluar dari perlakuan patriarki dikarenakan posisinya yang lemah secara sosial ekonomi. Perlakuan patriarki tersebut juga menimbulkan konflik diri. Proses pemilihan identitas berlangsung rumit.
TRANSGENDER DALAM NOVEL CALABAI KARYA PEPI AL BAYQUNIE: KAJIAN IDENTITAS Purwaningsih Purwaningsih
Aksara Vol 29, No 2 (2017): Aksara, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.555 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v29i2.74.183-196

Abstract

Makalah ini membahas isu identitas gender yang terdapat dalam Novel Calabai yang ditulis oleh Pepi Al Bayqunie pada tahun 2016. Calabai merupakan novel yang mengisahkan tentang jiwa perempuan yang terperangkat dalam tubuh laki-laki. Dengan menggunakan konsep identitas Stuart Hall sebagai titik tolak, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses perubahan tokoh Saidi sebagai seorang laki-laki dalam membentuk identitas perempuannya di dalam keluarga dan masyarakat sekitarnya yang masih menganut konsep oposisi binar maskulin dan feminim yang ajeg. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka dengan teknik catat sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif analitis kritis dengan teknik interpretasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Calabai menawarkan suatu wacana tentang identitas yang dinamis. Identitas yang dinamis direpresentasikan melalui sosok tokoh Saidi sebagai penanda (signifier) bahwa gender manusia bukan merupakan suatu fenomena yang bersifat statis. Dalam proses perjalananya untuk mencapai identitas gendernya, Saidi banyak memiliki kendala dan hambatan. Dengan caranya, Saidi mencoba melakukan perlawanan terhadap tatanan gender di masyarakat tempat ia berada. Strategi yang dilakukan tokoh Saidi untuk menunjukan identitas dirinya merupakan cerminan bahwa sebuah identitas bersifat cair. Identitas terus berproses dan selalu dikonstruksikan dalam ruang dan waktu. 
LEKSIKALISASI DAN FUNGSI BAGIAN-BAGIAN POHON KELAPA: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK Edi Setiyanto
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.871 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.300.285-300

Abstract

Penelitian ini membahas leksikalisasi bagian-bagian pohon kelapa dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat Jawa di DIY, khususnya wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Penelitian berkenaan dengan inventarisasi dan deskripsi fungsi leksikalisasi. Penelitian ini memanfaatkan teori etnolinguistik dan semiotika. Dengan teori itu, leksikalisasi dipahami sebagai cermin cara penutur menandai fungsi sebuah realita bagi kehidupan mereka. Data penelitian ini berupa kata (leksem) yang menunjuk bagian tertentu pohon kelapa. Data diperoleh dengan metode simak yang ditindaklanjuti dengan metode cakap. Metode simak dilaksanakan dengan memperhatikan penggunaan leksem-leksem bagian kelapa dalam kehidupan sehari-hari. Metode cakap digunakan untuk memeriksa keabsahan data, termasuk melacak kemungkinan adanya data yang belum tercatat. Metode cakap memanfaatkan tiga narasumber. Pembahasan pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Analisis memanfaatkan analisis komponen makna. Analisis dimaksudkan untuk menemukan komponen diagnostik setiap kata/leksem demi terpahaminya kekhasan fungsi. Berdasarkan analisis, ditemukan 26 leksikalisasi bagian pohon kelapa dan 31 leksem nama produk terkait pemanfaatan bagian pohon kelapa. Berdasarkan klasi kasi, fungsi pemanfaatan bagian pohon kelapa itu dapat dipilah dalam 6 ranah, yaitu (1) bahan bangunan rumah, (2) kuliner, (3) pengobatan, (4) hiasan atau perlengkapan, (5) mainan anak-anak, dan (6) kayu bakar. Beragamnya ranah pemanfaatan bagian pohon kelapa membuktikan besarnya fungsi pohon kelapa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. 
JENIS-JENIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF PENJAGAL ITU TELAH MATI KARYA GUNAWAN BUDI SUSANTO Muhammad Sirotol Mustaqim; Djatmika Djatmika; Sri Marmanto
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.975 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.318.311-324

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mencari jenis-jenis tindak tutur ekspresif dalam antologi cerpen Penjagal Itu Telah Mati karya Gunawan Budi Susanto. Dan menemukan apa sajakah jenis- jenis tindak tutur ekspresif di dalamnya. Jenis penelitian ini deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan teori pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah antologi cerpen Penjagal Itu Telah Mati, dan data penelitian ini adalah tuturan yang di dalamnya mengandung tindak tutur ekspresif. Peneliti menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan metode analisis dokumen atau dokumentasi. Hasil analisis penelitian ini sebagai berikut: Hasil penelitian yang diperoleh dari keseluruhan data yang berjumlah 128 data, ditemukan ada 23 jenis tindak tutur ekspresif yang terdiri dari tindak tutur ekspresif; meminta maaf 19 data (14,28%), memuji 12 data (9,02%), sengsara 10 data (7,51%), terima kasih dan menyetujui 9 data (6,76%), membantah, berharap dan salam 8 data (6,01%), dan memprotes 8 data (6,01%). Kemudian tindak tutur ekspresif bersimpati 5 data (3,75%), menyalahkan, bersyukur, kesenangan dan mengkritik 4 data (3,00%), menyesalkan dan mengecam 3 data (2,25%), mengutuk, mengejek, dan mengucapkan selamat 2 data (1,50%), dan memaki, mengumpat, terkejut, dan berdukacita 1 data (0,75%).Kata Kunci: cerpen, pragmatik, tindak tutur AbstractThis study aims to nd the types of expressive speech acts in the short story anthology of Penjagal Itu Telah Mati by Gunawan Budi Susanto. And to discover what kinds of expressive speech acts is in it. This research type is descriptive-qualitative, with the approach of pragmatic theory. The source of this research data is the short story anthology of Penjagal Itu Telah Mati, and the data of this research is a speech in which contains expressive speech acts. The researchers used total sampling technique. Data were obtained by using document analysis method or documentation. The results of this research analysis are as follows: The result obtained from the total data that amounted to 128 data, found there are 23 types of expressive speech acts consisting of expressive speech acts; apologize 19 data (14,28%), praised 12 data (9,02%), miserable 10 data (7,51%), thanks and approved 9 data (6,76%), denied, hoped, and regards 8 data (6,01%), and protested 8 data (6,01%). Then the expressive speech acts sympathetically 5 data (3,75%), blame, grateful, fun, and criticize 4 data (3,00%), deplore and admonish 3 data (2,25%), condemn, mock, and congratulate 2 data (1,50%), and pussy, cuss, shock, and mourn 1 data (0,75%).Keywords: short story, pragmatic, speech act 
PANDANGAN DUNIA MOCHTAR LUBIS DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA Nurweni Saptawuryandari
Aksara Vol 27, No 2 (2015): Aksara, Edisi Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.854 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i2.184.195-206

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pandangan dunia Mochtar Lubis sebagai penulis Senja di Jakarta, dengan cara mendeskripsikan hubungan isi  novel itu  dengan keadaan masyarakat pada saat  novel tersebut ditulis oleh  pengarangnya.  Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karya sastra dan buku-buku yang menggambarkan keadaan masyarakat Jakarta pada saat karya sastra (novel) itu ditulis, yaitu pada tahun lima puluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Senja di Jakarta menggambarkan suasana atau keadaan yang tidak jauh berbeda dengan keadaan Jakarta pada tahun lima puluhan sehingga dapat diketahui pandangan dunia pengarang novel Senja di Jakarta.
KEAKURATAN DAN KEBERTERIMAAN TERJEMAHAN RESPON TERHADAP TINDAK TUTUR KOMISIF PADA NOVEL DARK MATTER KARYA BLAKE CROUCH Dewi Santika; Mangatur Nababan; Djatmika .
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.609 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.307.107-122

Abstract

Novel terjemahan adalah karya sastra yang paling banyak diminati di dalam negeri karena alur cerita yang lebih dinamis, genre yang lebih beragam dan pengenalan aspek budaya bsa. Semakin baik kualitas terjemahan pada sebuah novel maka semakin tinggi peminatnya. Dalam penerjemahan novel terdapat aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan salah satunya adalah tindak tutur komisif dan responnya.  Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan terjemahan yang berkualitas dari segi keakuratan dan keberterimaan. Berdasarkan alasan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kualitas respon dari tindak tutur komisif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sebuah novel yang berjudul Dark Matter. Data primer pada penelitian ini berupa tuturan respon dari tindak tutur komisif. Sedangkan data sekundernya adalah kualitas terjemahan tuturan respon dari tindak tutur komisif. Data tersebut dikumpulkan menggunakan analisis dokumen dan FGD melalui penyebaran kuesioner dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 jenis tuturan dalam merespon 79 tindak tutur komisif. Tuturan yang merupakan respon terhadap tindak tutur komisif memiliki nilai keakuratan dan keberterimaan yang cukup tinggi. Kualitas terjemahan secara keseluruhan juga cukup tinggi.
LEGENDA MALIN KUNDANG DALAM PERSPEKTIF FEMINISME Eva Krisna
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.565 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.129.171-180

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi merantau dan falosentrisme dalam legenda Minangkabau berjudul Malin Kundang dengan pendekatan feminisme. Legenda tersebut mengisahkan anak durhaka yang dikutuk oleh ibunya menjadi batu. Pengutukan itu seakan-akan mencerminkan kekuasaan seorang ibu atas anak laki-lakinya sebagai bentuk reperesentasi sistem matrilineal masyarakat Minangkabau. Namun, kebenaran matriarkat dalam karya sastra rakyat pada masyarakat matrilineal itu terbantahkan setelah mengkritisi legenda Malin Kundang. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan teknik rekam dan catat. Analisis data menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik analisis kontens. Penelitian ini memanfaatkan kritik sastra feminis yang pada dasarnya merupakan kritik ideologis atas cara pandang yang mengabaikan permasalahan ketimpangan dan ketidakadilan dalam pemberian peran dan identitas sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Hasil pembahasan menguatkan hipotesis bahwa tidak satu pun wacana di dunia ini yang terbebas dari falogosentrisme, meskipun ideologi tersebut disamarkan melalui slogan-slogan kematrilinealan. Kritik feminisme dapat dilakukan dengan menggunakan analisis wacana Foucault, teori dekonstruksi Derrida, dan teori poskolonial Edward Said. Kritik feminisme membahas masalah gender, esensialisme dan konstruksi sosial, patriarkat dan falogosentrisme, serta wacana representasi dan resistensi.