cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Wilayah Kerja Puskesmas Pujer Bondowoso Aryadita, Natalia Rizki; Ningrum, Prehatin Trirahayu; Ririanty, Mury
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk325

Abstract

Unhygienic behavior and inadequate sanitation are still important problems for Indonesian citizens, especially in cases of open defecation. This study aims to analyze environmental factors related to open defecation behavior in Pujer District. This research was an observational analytic study with a cross-sectional design, involving 97 respondents selected by simple random sampling technique. Data collection was carried out by interviews and observations then analyzed descriptively, and continued with the Chi-square test. The results showed that there was a relationship between knowledge (p=0.013), attitude (p=0.000), ownership of a healthy latrine (p=0.000), availability of public toilets (p=0.005), availability of land (p=0.000), distance from house to river (p=0.004), the role of health workers (p=0.002) and support from village officials (p=0.020) with open defecation behavior. However, there was no relationship between age (p=0.105), availability of clean water (p=0.323) and soil conditions (p=0.371) with open defecation behavior. It is hoped that the puskesmas and health workers can increase the intensity of counseling and put up posters related to healthy latrines. Village officials are also expected to be able to give a warning if they see people defecating in an open manner.Keywords: environment; behavior; open defecation ABSTRAK Perilaku tidak higienis serta sanitasi yang kurang memadai masih menjadi persoalan penting bagi warga Indonesia khususnya pada kasus buang air besar sembarangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan yang berhubungan dengan perilaku buang air besar sembarangan di Kecamatan Pujer. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 97 responden yang dipilih dengan teknik  simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif, dan dilanjutkan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,013), sikap (p=0,000), kepemilikan jamban sehat (p=0,000), ketersediaan WC umum (p=0,005), ketersediaan lahan (p=0,000), jarak rumah ke sungai (p=0,004), peran petugas kesehatan (p=0,002) dan dukungan perangkat desa (p=0,020) dengan perilaku buang air besar sembarangan. Namun tidak terdapat hubungan antara umur (p=0,105), ketersediaan air bersih (p=0,323) dan kondisi tanah (p=0,371) dengan perilaku BABS. Pihak puskesmas dan tenaga kesehatan diharapkan dapat menambah intensitas penyuluhan serta melakukan pemasangan poster terkait jamban sehat, perangkat desa juga diharapkan dapat memberi teguran apabila melihat masyarakat buang air besar sembarangan.Kata kunci: lingkungan; perilaku; buang air besar sembarangan
Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Cilacap dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sofiah, Siti Asadu; Satibi, Satibi; Wijayanti, Tri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk332

Abstract

Pharmaceutical services are integrated activities with the aim of identifying, preventing, solving drug problems, and health-related problems. This study aims to determine the quality of pharmacy services at public health center and the factors that influence it. This observational study was conducted by direct observation of research subjects with document review and interviews to explore the supporting and inhibiting factors in the implementation of pharmacy services at the public health centers in Cilacap Regency. The results showed that for the quality of drug management, of the 25 indicators, what was standardized were drug proposals, items suitability with disease patterns, drug storage, drug availability for one month, empty stock items, insufficient drug items, overstock items, and suitability of physical quantities. drug. For clinical pharmacy services, out of 18 indicators, the standards are service time, drug cost per prescription visit, items per prescription, generic preparations, antibiotics for non-specific diarrhea, ORS and zinc administration for diarrhea, antibiotics for non-pneumonia ISPA, and injection use. Factors of human resources, budget availability, status of puskesmas, and type of puskesmas have no effect on the quality of pharmaceutical services.Keywords: pharmacy; service quality; public health center ABSTRAK Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan yang terpadu dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, menyelesaikan masalah obat, dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pelayanan kefarmasian puskesmas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian observasional ini dilakukan dengan observasi langsung terhadap subjek penelitian dengan telaah dokumen dan wawancara untuk menggali faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pelayanan kefarmasian Puskesmas di Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mutu pengelolaan obat, dari 25 indikator, yang sesuai standar adalah pengusulan obat, kesesuaian item dengan pola penyakit, penyimpanan obat, ketersediaan obat satu bulan, item stok kosong, item obat kurang, item stok berlebih, dan kesesuaian jumlah fisik obat. Untuk pelayanan farmasi klinik, dari 18 indikator, yang sesuai standar adalah waktu pelayanan, biaya obat per kunjungan resep, item per resep, sediaan generik, antibiotik pada diare non-spesifik, pemberian oralit dan zink untuk diare, antibiotik pada ISPA non-pneumonia, dan penggunaan injeksi. Faktor sumber daya manusia, ketersediaan anggaran, status puskesmas, dan tipe puskesmas tidak berpengaruh terhadap mutu pelayanan kefarmasian.Kata kunci: kefarmasian; mutu pelayanan; puskesmas
Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Resume Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Alifah, Safira Nur; Santi, Maya Weka; Rachmawati, Ervina; Sabran, Sabran
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk408

Abstract

Incomplete medical resumes are one of the factors that influence hospital quality and service improvement, which can have an impact on reducing the quality of hospital services, administrative needs and fulfilling patient rights and safety. So a study is needed that aims to find out the factors that cause incomplete medical resume filling for inpatients at the hospital. The method in this study is a literature review using the Google Scholar database, Crossreff, Garuda Portal and Directory of Open Access Journal as many as 20 articles that meet the criteria. The results of the review show that the incomplete filling out of medical resumes is caused by the implementation of standard operating procedures that has not been maximized, doctors' time is tight, monitoring and evaluation has not been maximized, socialization of standard operating procedures has not been maximized, attitudes and behavioral problems of doctors, lack of understanding and knowledge of doctors, lack of understanding and knowledge medical recorders, shortage of medical recorders, no assembly room available, standard operating procedures not yet available, standard operating procedures not yet detailed, lack of reward/punishment, no incomplete recapitulation, and limited funding sources. The dominant factor causing incomplete medical resumes is the implementation of standard operating procedures that has not been maximized.Keywords: medical resume; incompleteness; inpatient; hospital ABSTRAK Ketidaklengkapan resume medis merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap menaikkan mutu dan pelayanan rumah sakit, yang dapat berdampak pada penurunan mutu pelayanan rumah sakit, keperluan administrasi serta pemenuhan hak dan keselamatan pasien. Maka diperlukan studi yang bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap di rumah sakit. Metode pada studi ini adalah literature review menggunakan database Google Scholar, Crossreff, Portal Garuda dan Directory of Open Access Journal sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil review menunjukkan bahwa ketidaklengkapan pengisian resume medis disebabkan oleh pelaksanaan standar operasional prosedur belum maksimal, waktu dokter padat, monitoring dan evaluasi belum maksimal, sosialisasi standar operasional prosedur belum maksimal, sikap dan masalah perilaku dokter, kurangnya pemahaman dan pengetahuan dokter, kurangnya pemahaman dan pengetahuan perekam medis, kekurangan perekam medis, tidak tersedia ruang assembling, standar operasional prosedur belum ada, standar operasional prosedur belum rinci, kurangnya reward/punishment, belum ada rekapitulasi ketidaklengkapan, dan sumber dana terbatas. Faktor dominan penyebab ketidaklengkapan resume medis adalah pelaksanaan standar operasional prosedur belum maksimal.Kata kunci: resume medis; ketidaklengkapan; rawat inap; rumah sakit
Optimalisasi Paradigma Informed Consent dari to Disclose Menuju to Understand Sebagai Penghormatan Individual Autonomy Mohammad Alvi Pratama; Ahnav Bil Aufaq; Rr. Yudiswara Ayu Permatasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13423

Abstract

The world of health continues to develop, not only focusing on the growth of science, but also relating to the treatment of patients, one of which is informed consent which requires explanation by medical personnel in advance regarding the information needed and enlightens patients so they can consider decisions to be taken rationally. So we need research that aims to determine the achievement of adequate information in the process of informed consent. This research was an analytic descriptive study. The results obtained were dependent on the burden given, namely on the patient's authority. Authority gives patients the right to pull back on optimizing the goals of informed consent. It was found that the knowledge possessed by the patient is closely related to the decision to be determined regarding informed consent. Therefore, the limits of patient knowledge about informed consent also depend entirely on the patient's beliefs and knowledge, so that no matter how optimal the efforts to enlighten knowledge carried out by medical personnel are still unable to measure the depth of knowledge of each patient and of course this is also supported by time constraints. as well as the pace of development of medical science.Keywords: informed consent; paternalism; principle of autonomy ABSTRAK Dunia kesehatan terus berkembang, tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkaitan dengan penanganan terhadap pasien yang salah satunya adalah informed consent yang membutuhkan penjelasan oleh tenaga medis terlebih dahulu mengenai informasi yang dibutuhkan dan mencerahkan pasien agar dapat mempertimbangkan keputusan yang akan diambil secara rasional. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pencapaian adequate information dalam proses informed consent. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik. Hasil yang didapat adalah bergantung terhadap beban yang diberikan yakni pada otoritas pasien. Otoritas memberi pasien hak yang dapat menarik ulur optimalisasi tujuan dari informed consent. Ditemukan bahwa pengetahuan yang dimiliki pasien berkaitan erat dengan keputusan yang akan ditentukan berkaitan dengan informed consent. Oleh karena itu, batasan pengetahuan pasien tentang informed consent juga bergantung sepenuhnya kepada keyakinan serta pengetahuan pasien, sehingga seoptimal apapun upaya mencerahkan pengetahuan yang dilakukan oleh tenaga medis masih tidak dapat menakar kedalaman pengetahuan dari masing-masing pasien dan tentu hal tersebut juga didukung oleh keterbatasan waktu serta laju perkembangan ilmu medis.Kata kunci: informed consent; paternalisme; prinsip otonomi
Penggunaan Media Video dan Power Point dalam Penyuluhan Daring tentang Karies Gigi Yovita Kurnia Dewi; Isnanto Isnanto; Endang Purwaningsih; Imam Sarwo Edi; Silvia Prasetyowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i4.2388

Abstract

Dental caries is a dental health problem that often occurs in elementary school students. During the pandemic, the face-to-face learning system became online learning, so that efforts to increase knowledge about dental and oral health can be carried out using video media and power points. This study aims to determine differences in the effectiveness of using video media and power point in online counseling to increase knowledge about dental caries in fifth grade students at SDN Wage 1 Sidoarjo during the Covid-19 pandemic. The research design was pretest-posttest with control group, which involved 70 students. The data collection instrument was a questionnaire. Data were analyzed using independent sample t test. The results of the study show that power point is more effective as an online extension medium.Keywords: dental health; knowledge; online counseling; videos; power point ABSTRAK Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang banyak terjadi pada siswa sekolah dasar. Dalam masa pandemi, sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran online, sehingga upaya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dapat dilaksanakan dengan menggunakan media video dan power point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas penggunaan media video dan power point dalam penyuluhan online untuk meningkatkan pengetahuan tentang karies gigi pada siswa kelas V SDN Wage 1 Sidoarjo pada masa pandemi Covid-19. Rancangan penelitian ini adalah pretest-posttest with control group, yang melibatkan 70 siswa. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa power point lebih efektif sebagai media penyuluhan online.Kata kunci: kesehatan gigi; pengetahuan; penyuluhan online; video; power point
Anemia Kehamilan dan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Ike Mutiarasari; Agung Suharto; Astin Nur Hanifah; Sulikah Sulikah; Sunarto Sunarto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk455

Abstract

Anemia is of particular concern to the health of mothers and children because iron deficiency can cause complications for both mother and baby. Anemia also has an impact on the fetus, such as impaired physical and cognitive development of children, increased morbidity in infants and young children, as well as low birth weight babies (LBW). So research is needed which aims to determine the effect of the incidence of anemia during pregnancy on the incidence of LBW. This type of research was ex post facto. Data was collected from secondary data, namely the mother's cohort report and the MCH handbook. The results showed that the proportion of mothers with at-risk age was 19.6%, at-risk parity was 67.4% and those with lower secondary education were 22.8%. The results of the analysis with the Fisher's Exact test showed a p-value of 0.001. It was concluded that the incidence of anemia in pregnant women affects the incidence of LBW.Keywords: anemia; low birth weight babies; pregnancy                                          ABSTRAK Anemia menjadi perhatian khusus bagi kesehatan ibu dan anak karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayi. Anemia juga berdampak pada janin, seperti gangguan perkembangan fisik dan kognitif anak, peningkatan morbiditas pada bayi dan anak kecil, juga bayi berat lahir rendah (BBLR). Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejadian anemia selama kehamilan dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini adalah ex post facto. Data dikumpulkan dari data sekunder yaitu laporan kohort ibu dan buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan usia berisiko adalah 19,6%, paritas berisiko adalah 67,4% dan memiliki tingkat pendidikan menengah ke bawah adalah 22,8%. Hasil analisis dengan Fisher's Exact test menunjukkan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa kejadian anemia pada ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian BBLR.Kata kunci: anemia; bayi berat lahir rendah; kehamilan
Determinan Kelelahan Kerja pada Karyawan Gudang Perusahaan Fast Food Dina Amalia; Rizki Amalia; Apriningsih Apriningsih; Afif Amir Amrullah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk318

Abstract

Work fatigue can cause discomfort, decrease performance, and increase the potential for work errors. Therefore, research is needed that aims to analyze the determinants of work fatigue in warehouse employees at the fast food company PT X. The determinants studied in this cross-sectional study included age, marital status, smoking habits, sleep duration, workload, years of service, and work duration; involving 72 warehouse employees. Data was collected through filling out questionnaires and then analyzed using the Chi square test. The results of the analysis showed that the p-value for each determinant was: smoking habit = 0.021, sleep duration = 0.041, workload = 0.038, and work duration = 0.021. It was concluded that the main determinants of work fatigue are smoking habits and sleep duration.Keywords: food industry; warehouse employees; work fatigue; smoke; sleep duration ABSTRAK Kelelahan kerja dapat menimbulkan ketidaknyamanan, penurunan kinerja, dan peningkatan potensi kesalahan kerja. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis determinan kelelahan kerja pada karyawan gudang perusahaan fast food PT X. Determinan yang diteliti dalam studi cross-sectional ini adalah mencakup usia, status pernikahan, kebiasaan merokok, durasi tidur, beban kerja, masa kerja, dan durasi kerja; dengan melibatkan 72 karyawan gudang. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing determinan adalah: kebiasaan merokok = 0,021, durasi tidur = 0,041, beban kerja = 0,038, dan durasi kerja = 0,021. Disimpulkan bahwa  determinan utama kelelahan kerja adalah kebiasaan merokok dan durasi tidur.Kata kunci: industri makanan; karyawan gudang; kelelahan kerja;  merokok; durasi tidur
Kombinasi Air Rebusan Daun Salam dan Obat Farmakologi untuk Menurunkan Tekanan Darah Ibu Hamil Rika Asmirah; Hasbiah Wardani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk422

Abstract

 ABSTRACT The maternal mortality rate in Indonesia is relatively high when compared to other ASEAN countries. One of the causes of high maternal mortality is high blood pressure. One way to reduce high blood pressure is a combination of boiled bay leaves and pharmacological drugs. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of bay leaf boiled water and pharmacological drugs on reducing blood pressure in pregnant women at RSIA St. Khadijah I Muhammadiyah Makassar. The experimental research design was a pretest-posttest with control group, which involved 30 pregnant women at the Pattingalloang Health Center, Makassar. The collected blood pressure data were compared between the pre- and post-intervention phases, as well as between the intervention and control groups. The results of Mann-Whitney test showed p-value = 0.00. It was concluded that the combination of bay leaf cooking water and pharmacological drugs is effective in reducing blood pressure in pregnant women.Keywords: bay leaf boiled water; pharmacological drugs; blood pressure of pregnant women ABSTRAK Angka kematian ibu di Indonesia relatif tinggi jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu adalah tekanan darah tinggi. Salah satu cara menurunkan tekanan darah tinggi adalah kombinasi air rebusan daun salam dan obat farmakologi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kombinasi air rebusan daun salam dan obat farmakologi terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil di RSIA St. Khadijah I Muhammadiyah Makassar. Desain penelitian eksperimental ini adalah pretest-posttest with control group, yang melibatkan 30 ibu hamil di Puskesmas Pattingalloang, Makassar. Data tentang tekanan darah yang telah terkumpul dibandingkan antara fase sebelum dan sesudah intervensi, juga antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,00. Disimpulkan bahwa kombinasi air rebusan daun salam dan obat farmakologi efektif untuk menurunkan tekanan darah ibu hamil. Kata kunci: air rebusan daun salam; obat farmakologi; tekanan darah ibu hamil
Karakteristik Hipertensi pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga Irwina Angelia Silvanasari; Nurul Maurida; Trisna Vitaliati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk420

Abstract

Hypertension is a disease that is often experienced by the elderly due to physical deterioration in the cardiovascular system. The purpose of this study was to identify the characteristics of hypertension in the elderly who live with their families. This descriptive study involved 100 elderly people in Wonojati Village, Jenggawah Health Center, Jember, who were selected by simple random sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire, then analyzed with descriptive statistics. It was found that most of the elderly with hypertension were female (75%), elementary schooled (67%), unemployed (61%), from the Madurese (66%), had a history of hypertension (68%), had a habit of consuming salty foods. (54%), had a good level of knowledge (58%), adhered to the hypertension diet (52%), the average age was 62 years, the average systolic blood pressure was 156 mmHg, and the average diastolic blood pressure was 93 mm Hg. Regular treatment and lifestyle of elderly people with hypertension also require supervision from families who live in the same house as the elderly.Keywords: hypertension; elderly; characteristics; family ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia akibat kemunduran fisik pada sistem kardiovaskuler. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik hipertensi pada lansia yang tinggal bersama keluarga. Penelitian deskriptif ini melibatkan 100 lansia di Desa Wonojati, Puskesmas Jenggawah, Jember, yang dipilih dengan Teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis dengan statistik deskriptif. Didapatkan bahwa sebagian besar lansia dengan hipertensi berjenis kelamin perempuan (75%), berpendidikan SD (67%), tidak bekerja (61%), dari suku Madura (66%), memiliki riwayat hipertensi (68%), memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan asin (54%), memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (58%), patuh dalam diet hipertensi (52%), rata-rata usia 62 tahun, rata-rata tekanan darah sistolik adalah 156 mmHg, dan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 93 mmHg. Keteraturan pengobatan dan gaya hidup lansia dengan hipertensi juga memerlukan pengawasan dari keluarga yang tinggal satu rumah dengan lansia.Kata kunci: hipertensi; lansia; karakteristik; keluarga
Analisis Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan terhadap Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Silfiatul Mukaromah; Selvia Juwita Swari; Ervina Rachmawati; Gandu Eko Julianto Suyoso
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk411

Abstract

The success of health services is related to the level of patient satisfaction. Hospitals are required to provide quality services in accordance with standards and targets. The purpose of this study was to analyze BPJS Kesehatan patient satisfaction with outpatient services at the hospital in terms of 5 dimensions of SERVQUAL using the literature review method. A total of 15 articles that met the inclusion and exclusion criteria were obtained from Google Scholar, Crossref, and Garuda Portal. The results of the review are reliability; patients are satisfied with the accuracy of the patient service process, but are not satisfied with the timeliness and service procedures. Responsiveness; patients are satisfied with the ability of officers to respond to patient requests, but are dissatisfied with the speed and responsiveness of officers in treating patients. assurance; patients are satisfied with the competence of officers as well as guarantees of security and safety provided, but patients are also dissatisfied with the competence and friendliness and courtesy of officers. Empathy; patients are satisfied with officers who do not discriminate and respect patients, but patients are not satisfied with officers who are not attentive. Tangibles; patients are satisfied with the cleanliness, tidiness, and comfort of the facility, but there are still patients who are dissatisfied with this.Keywords: service; quality; satisfactionABSTRAK Keberhasilan pelayanan kesehatan memliki keterkaitan dengan tingkat kepuasan pasien. Rumah sakit wajib menyelenggarakan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar dan sasaran. Tujuan studi ini adalah menganalisis kepuasan pasien BPJS Kesehatan terhadap pelayanan rawat jalan di rumah sakit ditinjau dari 5 dimensi SERVQUAL dengan metode literature review. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diperoleh dari Google Scholar, Crossref, dan Portal Garuda. Hasil review yaitu reliability; pasien puas dengan kecermatan proses pelayanan pasien, namun tidak puas dengan ketepatan waktu dan prosedur pelayanan. Responsiveness; pasien puas dengan kesanggupan petugas dalam menanggapi permintaan pasien, namun tidak puas dengan kecepatan dan daya tanggap petugas dalam menangani pasien. Assurance; pasien puas dengan kompetensi petugas serta jaminan keamanan dan keselamatan yang diberikan, namun pasien juga tidak puas dengan kompetensi serta keramahan dan kesopanan petugas. Empathy; pasien puas dengan petugas yang tidak diskriminasi dan menghargai pasien, namun pasien tidak puas dengan petugas yang tidak perhatian. Tangible; pasien puas dengan kebersihan, kerapian, dan kenyamanan fasilitas, tapi masih terdapat pasien yang tidak puas dengan hal tersebut.Kata kunci: pelayanan; kualitas; kepuasan

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue