cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Search results for , issue "2023" : 295 Documents clear
Keberhasilan Acupressure dalam menurunkan Kadar Glukosa Darah Pasien DM Tipe 2 Sumah, Dene Fries; Sofiani, Yani; Kamil, Abdu Rahim; Ohorella, Usman Barus
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i0.3389

Abstract

Diabetes mellitus (DM) type 2, occurs due to the body's inability to respond to insulin activity produced by the pancreas (insulin resistance) so that normal glucose levels are not achieved in the blood. In response to the manifestations and complications of Type 2 DM, various pharmacological and nonpharmacological therapies are needed. One of the efforts of non-pharmacological therapy is Acupressure. Acupressure is a TCM method using noninvasive finger pressure on the meridians of the body. Acupressure can release endorphins in the brain to lower blood glucose levels. This study aims to prove the success of acupressure therapy in reducing blood glucose levels of DM Type 2 patients at Dr. M. Haulussy Ambon Hospital. The research design used is a quasi-experiment with a pre and post-test approach without control. The population of this study was Type 2 DM patients who underwent uncomplicated inpatient and outpatient treatment with 30 respondents and the sampling technique was simple random sampling. Data analysis using univariate, bivariate with independent t-test samples. The results of this study showed that the average value of respondents' blood glucose levels before and after acupressure per week decreased by 161.07 with a standard deviation of -8.98. This proves that there is a significant difference in values between glucose levels before the test and after the test in respondents with a statistical p-value test result of 0.002. This means that giving treatment in the form of acupressure to patients with Type 2 DM can cause a decrease in blood glucose levels.   Keywords: DM type 2; acupressure; blood glucose levels
Penerapan Latihan Brandt Daroff Sebagai Metode Terapi Rehabilitasi Mengurangi Keluhan Vertigo Agus Sri Banowo; Fitra Yeni; Windy Freska; Vivi Noviandri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk315

Abstract

Fitra YeniVertigo can cause sufferers to experience loss of balance. The global prevalence of dizziness, vertigo and imbalance is 5-10%, and reaches 40% in patients older than 40 years. Vertigo problems attack 20-30% of people in the productive age range, and 8-18% attack children, as many as 7-10% of adults report recurrent vertigo. In productive age, vertigo has a high risk of causing loss of balance, falls, fractures and injury. The aim of this study was to determine the effectiveness of Brandt Daroff exercises in reducing vertigo complaints. The instrument used to assess the level of vertigo experienced by case clients was the Vertigo Symptom Scale Short Form (VSS-SF) instrument which consisted of VSS-V items (to determine vertigo caused by balance problems) and VSS-A (to determine vertigo caused by by anxiety problems). Next, the data was analyzed descriptively. The study results showed that Brandt Daroff's exercise regularly for 10 days had a positive impact on clients, namely a decrease in VSS SF test results. Before the exercise, a total score of 31 (moderate vertigo) was obtained, and after the exercise the total score was 19 (mild vertigo), and on the 14th day the total examination score was 16 (mild vertigo), as well as symptoms of dizziness, blurred vision, the head and surroundings feel spinning and the nausea has reduced. It was concluded that the success of the Brandt Daroff training program cannot be separated from the support of the family which provides strength and creates an atmosphere of mutual belonging for family members in meeting the family's developmental needs and fulfilling planned nursing interventions.Keywords: family; Brandt Daroff's workout; vertigo  ABSTRAK Vertigo dapat menyebabkan penderita mengalami kehilangan keseimbangan. Prevalensi global dari pusing, vertigo dan ketidakseimbangan adalah 5-10%, dan mencapai 40% pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun. Masalah vertigo menyerang 20-30% orang dengan rentang usia produktif, dan 8-18% menyerang anak-anak, sebanyak 7-10% dewasa melaporkan vertigo berulang. Pada usia produktif, vertigo berisiko tinggi menyebabkan kehilangan keseimbangan, jatuh, fraktur dan cidera. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui efektifitas latihan Brandt Daroff dalam rangka mengurangi keluhan vertigo. Instrumen yang digunakan untuk menilai tingkatan vertigo yang dialami klien kasus adalah instrumen Vertigo Symptom Scale Short Form (VSS-SF) yang terdiri dari item VSS-V (untuk mengetahui vertigo yang disebabkan oleh masalah keseimbangan) dan VSS-A (untuk mengetahui vertigo yang disebabkan oleh masalah kecemasan). Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa latihan Brandt Daroff secara rutin selama 10 hari memberikan dampak positif bagi klien, yaitu terjadinya penurunan hasil tes VSS SF. Sebelum dilakukan latihan, didapati total skor 31 (vertigo sedang), dan setelah dilakukan latihan didapati hasil total skor 19 (vertigo ringan), dan pada hari ke 14 didapati hasil total skor pemeriksaan 16 (vertigo ringan), serta gejala pusing, pandangan kabur, kepala dan lingkungan terasa berputar dan mual sudah berkurang. Disimpulkan bahwa keberhasilan program latihan brandt daroff tak lepas dari adanya dukungan keluarga yang memberikan kekuatan dan menciptakan suasana saling memiliki satu sama lain pada anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan perkembangan keluarga dan memenuhi intervensi keperawatan yang telah direncanakan. Kata kunci: keluarga; latihan Brandt Daroff; vertigo
Finger Exercise Terhadap Peningkatan Kognitif dan Status Fungsional Pada Pasien Geriatri Dengan Immobilisasi di Rumah Sakit: Telaah Jurnal Eva Rista Machdalena
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3800

Abstract

Penurunan kognitif terjadi peningkatan pada lansia, hal ini disebabkan lansia karena kurangnya melakukan aktivitas pada saat dirawat di rumah sakit. Oleh sebab itu peneliti melakukan systematic review untuk mensintesa apakah finger exercise memberikan pengaruh terhadap peningkatan kognitif pada lansia yang dirawat di rumah sakit. Adapun metode yang digunakan adalah melakukan telusur jurnal dari berbagai literature didapatkan dari 5 tahun terakhir berasal dari 3 data base yaitu Pubmed, ProQuest, dan Esco. Dari hasil telusur jurnal didapatkan 4 RCT, 1 systematic review dan 1 cross sectional, dimana terdapat 2 jurnal yang menunjukkan pengaruh bahwa finger exercise dapat meningkatkan kognitif dilihat dari hasil skoring MMSE dan skoring ADL. Jadi kesimpulannya finger exercise merupakan latihan yang aman dan dapat dilakukan baik secara aktif dan pasif dan secara ekonomis tidak memerlukan biaya yang besar dalam pelaksanannyaKey note : cognitive, finger exercise,hand exercise elderly, geriatric
Asupan dan Status Gizi Remaja Putri di Kabupaten Sukoharjo Talitha Miftah Raharjati; Listyani Hidayati; Muwakhidah Muwakhidah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14319

Abstract

Malnutrition and excess nutrition can occur in children and adults, as well as in young women. This study aimed to determine the relationship between energy, protein, fat and carbohydrate intake and the nutritional status of adolescent girls. This research implemented a cross-sectional design, involving 200 young women in Sukoharjo Regency who were selected using a multistage sampling technique. Energy, protein, fat and carbohydrate intake data were measured using the Semi Quantitative Food Frequency Questioner (SQ-FFQ) method. Nutritional status was measured based on anthropometry, namely height and weight, then categorized based on body mass index indicators according to age. Hypothesis testing was carried out using Kendall's tau test. The results of the analysis showed that the intake in the good category for energy was 30%, protein intake was 34%, fat was 8%, and carbohydrates was 53.4%. The results of the correlation test show that the p value for each factor was energy = 0.056, protein = 0.086, fat = 0.060, and carbohydrates = 0.106. Furthermore, it was concluded that there was no significant relationship between energy intake and macronutrients consumed by adolescent girls and nutritional status.Keywords: energy intake; macronutrients; nutritional status; teenage girl ABSTRAK Kekurangan dan kelebihan gizi dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa, demikian pula pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan status gizi remaja putri. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 200 remaja putri di Kabupaten Sukoharjo yang dipilih dengan teknik multistage sampling. Data asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat diukur dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questioner (SQ-FFQ). Status gizi diukur berdasarkan antropometri yaitu tinggi badan dan berat badan, kemudian dikategorikan berdasarkan indikator indeks massa tubuh menurut umur. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil analisis menunjukkan bahwa asupan dengan kategori baik pada energi sebesar 30%, asupan protein 34%, lemak 8%, dan karbohidrat 53,4%. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor adalah energi = 0,056, protein = 0,086, lemak = 0,060, dan karbohidrat = 0,106. Selanjutnya disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan zat gizi makro yang dikonsumsi remaja putri dengan status gizi.Kata kunci: asupan energi; zat gizi makro; status gizi; remaja putri
Analisis Kinerja Public Safety Center Melalui Metode Malcolm Baldrige Pada Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Nur Laili Khumaidah; Sahrir Sillehu; Setya Haksama
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3412

Abstract

Public Safety Center berfungsi sebagai pemberi layanan korban/pasien gawat darurat dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan. Untuk meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan maka perlu sebuah penilaian sistem manajemen mutu terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kinerja Public Safety Center pada Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dengan menggunakan metode Malcolm Baldrig. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, wawancara mendalam dan observasi dokumen dengan menggunakan total populasi yaitu 21 orang petugas Public Safety Center. Evaluasi terhadap kinerja berdasarkan 7 kriteria yang terdapat di dalam Malcolm Baldrige, yang memiliki 2 dimensi penilaian, yaitu proses dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria dengan persentase skor tertinggi adalah tenaga kerja (66,85%) dan yang terendah adalah kategori strategi (41.71%). Total skor yang didapat adalah sebesar 538.33 poin dari skor maksimal 1000 poin. Hal ini menunjukkan kinerja Public Safety Center Dinas Kesehatan Kota Pasuruan berada di level good performance (skala poin 476-575).Kata kunci: malcolm baldrige; public safety center; kinerja
Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Sebagai Kontrasepsi Pria Nur Fadilla Achmad; Sukardiman Sukardiman
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14301

Abstract

With the increase in population, the government is promoting family planning programs to reduce the rate of population growth. In this case, the role of the man is the use of condoms and having a vasectomy. Men's participation in family planning is still low, and this can be related to aspects of knowledge, attitudes, practices, desired needs, limited information and accessibility of male contraceptive services, limited types of contraception and public perceptions. There are three main factors contributing to the low participation of men in family planning, including differences in gender roles between husband and wife, limited contraceptive methods, and men's lack of knowledge about contraception. This study aimed to discuss several plants related to contraception, especially herbal plants that had been tested through animal tests based on the literature and have been used by local people. Some plants that function as male contraceptives include: Gossypium sp., Enhalus acoroides, Solanum melongenaL., Curcuma longa L, Hibiscus rosasinensis, Psidium Guajava l., Azadirachta indica A. Juss, Abrus precatorius L. and Momordica charantia L., Litsea angulata, Quassia amara Linn., Aloe vera L., Cyperus rotundus L., Mirabilis jalapa. It was concluded that various types of plants have been identified as potential for male contraception, which could be further developed.Keywords: family planning; male contraception, traditional medicinal plants ABSTRAK Dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka pemerintah menggalakkan program kelurga berencana untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk. Dalam  hal ini, peran pria adalah penggunaan kondom dan menjalani vasektomi. Partisipasi pria dalam keluarga berencana masih rendah, dan ini bisa berkaitan dengan aspek pengetahuan, sikap, praktek, kebutuhan yang diinginkan, keterbatasan informasi dan aksesibilitas terhadap pelayanan kontrasepsi pria, keterbatasan jenis kontrasepsi dan persepsi masyarakat. Ada tiga faktor utama yang membuat rendahnya partisipasi pria dalam keluarga berencana, antara lain perbedaan peran gender antara suami dan istri, metode kontrasepsi yang terbatas, serta kurangnya pengetahuan pria tentang kontrasepsi. Studi ini bertujuan untuk membahas beberapa tanaman yang terkait dengan kontrasepsi, khususnya tanaman-tanaman herbal yang sudah diuji melalui hewan uji berdasarkan literatur dan sudah digunakan oleh masyarakat lokal. Beberapa tanaman yang memiliki fungsi sebagai kontrasepsi pria antara lain: Gossypium sp., Enhalus acoroides, Solanum melongenaL., Curcuma longa L, Hibiscus rosasinensis, Psidium Guajava l., Azadirachta indica A. Juss, Abrus precatorius L. dan Momordica charantia L., Litsea angulata, Quassia amara Linn., Aloe vera L.,  Cyperus rotundus L., Mirabilis jalapa. Disimpulkan bahwa telah teridentifikasi berbagai jenis tanaman yang berpotensi untuk kontrasepsi pria, yang bisa dikembangkan lebih lanjut.Kata kunci: keluarga berencana; kontrasepsi pria, tanaman obat tradisional
Pengembangan Program Pengurangan Asupan Garam Pada Lansia Dengan Hipertensi M. Alfian Rajab; Erwin Purwanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14302

Abstract

Hypertension is a health problem that needs attention because of its high morbidity and mortality. The alarming increase in the prevalence of hypertension in the world has led to many calls for preventive measures, with one effective measure being a reduction in salt intake. Therefore, the author conducted a literature review aimed at identifying developments in salt reduction programs. This study used the PRISMA method to filter articles in detail. A comprehensive literature search was carried out from various databases such as Pubmed, ScienceDirect, EBSCOHost, Wiley, ProQuest and Google Scholar, which included relevant articles published in 2015-2021 in English. There were five articles regarding the development of a program to reduce salt intake in the form of education and training. Intervention was provided by providing booklets, story telling integrated into DVDs (using traditional language), and guided practice. Next there were two articles with intervention and control, the intervention was given using the School-EduSalt method which was carried out by children in the family to persuade family members who cook to reduce the amount of salt, and replace salt with garlic, ginger and spices recommended for cooking. improve the taste quality of food. It was concluded that there was various evidence of the benefits of education, training and control that had been identified in reducing salt intake in the elderly.Keywords: hypertension; reduced salt intake; elderly ABSTRAK Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Peningkatan prevalensi hipertensi yang mengkhawatirkan di dunia menyebabkan banyak seruan untuk tindakan pencegahan, dengan salah satu langkah efektif yaitu pengurangan asupan garam. Oleh karena itu, penulis melakukan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengembangan program pengurangan garam. Studi ini menggunakan metode PRISMA untuk menyaring artikel secara rinci, Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif dari berbagai database seperti Pubmed, ScienceDirect, EBSCOHost, Wiley, ProQuest dan Google Scholar, yang mencakup artikel relevan yang diterbitkan pada 2015-2021 dengan bahasa Inggris. Didapatkan lima artikel tentang pengembangan program penurunan asupan garam berupa pendidikan dan pelatihan. Intervensi diberikan dengan cara pemberian booklet, story telling yang diintegrasikan ke dalam DVD (menggunakan bahasa tradisional), dan praktek terbimbing. Selanjutnya ada dua artikel dengan intervensi disertai kontrol, intervensi diberikan dengan metode School-EduSalt yang dilakukan oleh anak-anak dalam keluarga untuk membujuk anggota keluarga yang memasak agar mengurangi jumlah garam, dan mengganti garam dengan bawang putih, jahe dan rempah-rempah yang direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas rasa makanan. Disimpulkan bahwa terdapat berbagai bukti menguntungkan baik pendidikan, pelatihan serta kontrol yang berhasil diidentifikasi dalam menurunkan asupan garam pada lansia.Kata kunci: hipertensi; pengurangan asupan garam; lansia 
Gambaran Penggunaan KB secara Umum dan KB Paska Persalin selama Pandemi Covid-19 di Puskesmas Samigaluh 2 Kulon Progro, Yogyakarta Resta Betaliani Wirata; Kristian Setyo Widagdo; Gian Lisuari Adityasiwi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3750

Abstract

Di Indonesia, program Keluarga Berencana (KB) merupakan program skala nasional dengan tujuan untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan jumlah penduduk. Tujuan lainnya untuk menciptakan kemajuan, kestabilan dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Pemerintah  Indonesia  telah  menetapkan  bencana  non  alam  penyebaran COVID-19  sebagai  Bencana  Nasional  dan  menerapkan  kebijakan  Pembatasan  Sosial  Berskala  Besar (PSBB)   untuk   pencegahan   penularan   COVID-19 selama masa pandemi pada tahun 2021. Kondisi ini   menyebabkan   dampak   terhadap kelangsungan  pelayanan  kesehatan  masyarakat, termasuk  pelayanan  Keluarga  Berencana  (KB)  dan kesehatan  reproduksi di Puskesmas Samigaluh 2 Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran KB secara umum dan paska persalinan selama Covid-19 di Puskesmas Samigaluh 2 Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan populasi sebanyak 81 pasangan usia subur. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dimiliki oleh Puskesmas Samigaluh 2, Kulon Progo mengenai penggunaan KB oleh akseptor KB pada bulan Januari – Desember tahun 2021 saat pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini menunjukan mayoritas menggunakan jenis KB Implan sebanyak 42 responden (51,9%), dan tidak menggunakan KB Paska Salin sebanyak 64 responden (79%). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan gambaran penggunaan KB di Puskesmas Samigauh 2 Kulon Progo, Yogyakarta menunjukan mayoritas akseptor menggunakan KB Implan dan masih rendahnya penggunaan KB Paska Persalinan selama masa pandemi Covid-19.
Durasi Kerja Harian Sebagai Determinan Utama Kelelahan Pekerja House Keeping Febryan Antoni; Baiduri Widanarko
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14303

Abstract

One way to protect the safety of workers is to prevent work fatigue, some of which are caused by fatigue that occurs due to individual factors, work environment factors, and work factors. The purpose of this cross-sectional study was to analyze factors related to job burnout in housekeeping workers using a quantitative approach. This research involved 90 house keeping workers at PT Metropolitan Kentjana, Tbk. The independent variables were age, work shift, daily work duration, smoking, and length of service. Data were collected through interviews and filling out IFRC questionnaires. Data were analyzed descriptively and inferentially to see the description and relationship between variables. The results showed that the p-value for each factor was age = 0.004, work shift = 0.031, daily work duration = 0.001, smoking behavior = 0.004 and years of service = 0.374. Furthermore, it was concluded that the determinants of work fatigue were age, work shift, work duration and smoking behavior.Keywords: work fatigue; age; duration of daily work; smoking behavior; shift work ABSTRAK Salah satu cara untuk melindungi keselamatan para kerja adalah mencegah terjadinya kelelahan kerja, yang sebagian di antaranya tersebut diakibatkan oleh kelelahan yang terjadi karena faktor individu, faktor lingkungan kerja, dan faktor pekerjaan. Tujuan penelitian cross-sectional ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja house keeping dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 90 pekerja house keeping di PT Metropolitan Kentjana, Tbk. Variabel independen adalah usia, shift kerja, durasi kerja harian, merokok, dan masa kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian kuesioner IFRC. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial untuk melihat gambaran dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah usia = 0,004, shift kerja = 0,031, durasi kerja harian = 0,001, perilaku merokok = 0,004 dan masa kerja = 0,374. Selanjutnya disimpulkan bahwa determinan dari kelelahan kerja adalah usia, shift kerja, durasi kerja dan perilaku merokok.Kata kunci: kelelahan kerja; usia; durasi kerja harian; perilaku merokok; shift kerja
Konseling untuk Mewujudkan Rencana Pemberiaan ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja dalam Kehamilan Trimester III M, Azrida; Jama, Fatma; Thamrin, Halida
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14307

Abstract

Working mothers are one of the factors that prevent exclusive breastfeeding, while the number of female workers continues to increase every year. Counseling in the third trimester focuses on interventions to support the fetus, but midwives can also provide information about matters related to lactation. This study aimed to analyze the effect of counseling on plans for exclusive breastfeeding for working mothers in the third trimester of pregnancy. The research method used was pre-experimental research with a one group pretest-posttest design. The sample size in this study was 31 working mothers selected using purposive sampling technique. Data was collected through a questionnaire and then analyzed using a paired sample t-test. The results of the analysis show p-value = 0.000 or there was a difference in plans for exclusive breastfeeding between before and after counseling. It was concluded that counseling during the third period of pregnancy was effective in realizing plans for exclusive breastfeeding for working mothers.Keywords: exclusive breastfeeding; working mother; third trimester of pregnancy; counseling ABSTRAK Ibu bekerja merupakan salah satu faktor yang menghalangi pemberian ASI eksklusif, sedangkan jumlah pekerja perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Konseling pada trimester III berfokus pada intervensi pendukung keadaan janin, namun bidan juga bisa memberi imformasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling terhadap rencana pemberiaan ASI eksklusif pada ibu bekerja pada kehamilan trimester III. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 31 ibu bekerja yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner lalu dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 atau ada perbedaan rencana pemberian ASI eksklusif antara sebelum dan sesudah konseling. Disimpulkan konseling pada kehamilan timester III efektif untuk mewujudkan rencana pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja.Kata kunci: ASI eksklusif; ibu bekerja; kehamilan trimester III; konseling

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue