cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pacaran Berisiko pada Remaja Estit Raca Alda; Imaroh Solehah; Mohammad Zainal Fatah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk305

Abstract

The risky dating style practiced by adolescents today has exceeded normal limits, by making physical contact such as kissing, touching sensitive body parts, and having sexual relations outside of marriage. This study aimed to analyze the factors associated with risky dating behavior among adolescents at SMKN 1 Arosbaya, Bangkalan. This research was a quantitative study with a cross-sectional design. The sample size was 93 respondents, which were selected by purposive sampling. Independent variables included age, gender, knowledge, attitudes, parental factors, peer factors, and information media factors; while the dependent variable was risky dating behavior in adolescents. Data collection was carried out using a questionnaire. Data were analyzed by Pearson's correlation test. The results showed that the p-value for each independent variable was: age = 0.304, gender = 0.263, knowledge = 0.000, attitude = 0.837, role of parents = 0.808, role of peers = 0.000, information media = 0.001. The conclusion drawn from this study was that knowledge, the role of peers, and information media are factors that contribute to risky dating behavior in adolescents.Keywords: adolescents; risky courtship; knowledge; friends of the same age; information media ABSTRAK Gaya pacaran berisiko yang dilakukan oleh remaja pada masa sekarang sudah melampaui batas kewajaran, dengan melakukan kontak fisik seperti berciuman, menyentuh bagian tubuh yang sensitif, hingga melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pacaran berisiko remaja di SMKN 1 Arosbaya, Bangkalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Ukuran sampel adalah 93 responden, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, faktor orang tua, faktor teman sebaya, serta faktor media informasi; sedangkan variabel dependen adalah perilaku pacaran berisiko pada remaja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk masing-masing variabel independen yaitu: usia = 0,304, jenis kelamin = 0,263, pengetahuan = 0,000, sikap = 0,837, peran orang tua = 0,808, peran teman sebaya = 0,000, media informasi = 0,001. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, peran teman sebaya, dan media informasi merupakan faktor-faktor yang berkontribusi pada perilaku pacaran berisiko pada remaja.Kata kunci: remaja; pacaran berisiko; pengetahuan; teman sebaya; media informasi
Peningkatan Kesiapan Mental Anak Menghadapi Menarche Melalui Ular Tangga Madyfa Latifah Susilowati; Dwi Yati; Masta Hutasoit
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3233

Abstract

Remaja putri memasuki fase pubertas ditandai dengan menstruasi. Perubahan yang dialami ketika menstruasi dapat berdampak secara fisik maupun psikis, sehingga remaja yang belum siap menjalani menstruasi cenderung merasa ketakutan dan kurang percaya diri dengan perubahan yang terjadi. Remaja putri membutuhkan informasi tentang proses menstruasi dan permasalahan yang menyertainya sehingga akan lebih bersikap positif dan mampu berperilaku yang baik saat menghadapi menstruasi dan mengalami beberapa keluhan yang menyertai menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh menstrual health education dengan media ular tangga “Madyfa” terhadap kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental pre test-post test with control group. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi sebanyak 45 siswa yang mendapatkan perlakuan berupa Menstrual health education dengan media ular tangga madyfa. Sedangkan kelompok kontrol sebanyak 45 siswa mendapatkan perlakuan menstrual health education dengan media ular tangga setelah perlakuan di kelompok intervensi selesai. Sebelum dan setelah intervensi pada masing-masing kelompok dilakukan pretest dan posttest. Rata-rata skor kesiapan anak menghadapi menarche sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi adalah 79,67. Sedangkan setelah perlakuan rata-rata skor kesiapan meningkat menjadi 82,93. Pada penelitian ini diketahui terdapat perbedaan kesiapan anak menghadapi menarche sebelum dan sesudah diberikan intervensi menstrual health education dengan media ular tangga madyfa yang ditunjukkan dengan nilai p <0,000. Menstrual health education menggunakan media ular tangga “Madyfa” berpengaruh terhadap kesiapan mental anak usia sekolah menghadapi menarche. 
Metode Persalinan, Berat Badan Lahir dan Refleks Primitif Pada Kemampuan Motorik Anak Usia Dini Sunarto Sunarto; Sentot Imam Suprapto; Byba Melda Suhita; Yuly Peristiowati; Rahmania Ambarika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14235

Abstract

Primitive reflexes are involuntary and stereotypical movements that are controlled by the brainstem. The purpose of this study was to analyze the effect of the method of delivery, birth weight and active primitive reflexes on motor skills in early childhood. The population in this study were early childhood (4-5 years) who had no history or record of being children with special needs who came to Posyandu in Pondok Kacang Timur sub-district, Pondok Aren District, South Tangerang City, Banten Province. The sample was 106 children selected using accidental sampling technique. Data were collected through document study and direct examination, then analyzed using ordinal regression tests. The results of the analysis showed that the p-value for the analysis of the effect for each pair of variables was as follows: method of delivery for gross motor skills = 0.418, method of delivery for fine motor skills = 0.624, birth weight for gross motor skills = 0.031, birth weight for fine motor skills = 0.034, Asymmetric Tonic Neck Reflex for gross motor = 0.049, Asymmetric Tonic Neck Reflex for fine motor = 0.065, Symmetric Tonic Neck Reflex for gross motor = 0.792, Symmetric Tonic Neck Reflex for fine motor = 0.362, Tonic Labyrinth Reflex for gross motor = 0.046, Tonic Labyrinth Reflex on fine motor = 0.021, simultaneous effect on gross motor = 0.000 and simultaneous effect on fine motor = 0.001. It was concluded that there was an influence between birth weight, Asymetric Tonic Neck Reflex and Tonic Labyrinth Reflex on the motor skills of early childhood.Keywords: child; motor skills; birth weight; primitive reflex ABSTRAK Refleks primitif merupakan gerakan involunter dan bersifat stereotipikal yang dikendalikan oleh batang otak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh metode persalinan, berat badan lahir dan refleks primitif yang aktif terhadap kemampuan motorik pada anak usia dini. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia dini (4-5 tahun) yang tidak memiliki riwayat atau catatan sebagai anak berkebutuhan khusus yang datang ke Posyandu di kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Propinsi Banten. Sampel adalah 106 anak yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dan pemeriksaan langsung, lalu dilakukan analisis menggunakan uji regresi ordinal. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk analisis pengaruh bagi setiap pasangan variabel adalah sebagai berikut: metode persalinan terhadap motorik kasar = 0,418, metode persalinan terhadap motorik halus = 0,624, berat badan lahir terhadap motorik kasar = 0,031, berat badan lahir terhadap motorik halus = 0,034, Asimetric Tonic Neck Reflex terhadap motorik kasar = 0,049, Asimetric Tonic Neck Reflex terhadap motorik halus = 0,065, Simetric Tonic Neck Reflex terhadap motorik kasar = 0,792, Simetric Tonic Neck Reflex terhadap motorik halus = 0,362, Tonic Labyrint Reflex terhadap motorik kasar = 0,046,  Tonic Labyrint Reflex terhadap motorik halus = 0,021, pengaruh simultan terhadap morik kasar = 0,000 dan pengaruh simultan terhadap motorik halus = 0,001. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara berat badan lahir, Asimetric Tonic Neck Reflex dan Tonic Labyrint Reflex terhadap kemampuan motorik anak usia dini.Kata kunci: anak; kemampuan motorik; berat badan lahir; refleks primitif
Tantangan Strategi Tobacco Harm Reduction (THR) dalam Pembatasan Rokok Elektrik oleh Kaum Remaja Nurul Hikmah Baharuddin; Andi Sani; Firman Firman; Nurhidayati Islamiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3343

Abstract

Tobacco control policies are one of the concerns in a series of sustainable development goals. In terms of reducing exposure to cigarette smoke or for smokers who cannot stop using tobacco products containing nicotine, electronic cigarettes or vapes are said to be a safer alternative to conventional cigarettes by prioritizing the concept of a "tobacco harm reduction" strategy. The highest use of e-cigarettes is among teenagers with the vulnerable group aged 10-14 years at 10.6%. This research aimed to determine the challenges of tobacco harm reduction strategies in limiting e-cigarettes for teenagers. This research was a quantitative study with a cross-sectional design, involving 98 teenagers aged 10-24 years with simple random sampling as the selection method. Data was collected through questionnaires and analyzed using linear regression tests. The results of the study found that the vulnerability and seriousness felt by teenagers in using e-cigarettes together influenced the implementation of tobacco harm reduction, with p-value of 0.000. It was concluded that the application of the tobacco harm reduction concept would be more effective if e-cigarettes could pose a much smaller risk than tobacco cigarettes. Commitment is required for e-cigarette users as a form of action to initiate smoking cessation.Keywords: tobacco harm reduction; teenager; vulnerability; seriousness ABSTRAK Kebijakan tentang pengendalian tembakau menjadi salah satu perhatian dalam serangkaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam hal mengurangi paparan asap rokok atau bagi perokok yang tidak dapat berhenti menggunakan produk tembakau yang mengandung nikotin, rokok elektrik atau vape disebut sebagai salah satu alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional dengan mengedepankan konsep strategi “tobacco harm reduction”. Penggunaan rokok elektrik terbanyak terdapat pada kalangan remaja dengan kelompok rentan berusia 10-14 tahun sebesar 10,6%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tantangan strategi tobacco harm reduction dalam pembatasan rokok elektrik bagi kaum remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 98 remaja berusia 10-24 tahun dengan simple random sampling sebagai metode pemilihan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear.  Hasil penelitian menemukan bahwa kerentanan dan keseriusan yang dirasakan remaja dalam penggunaan rokok elektrik secara bersama-sama berpengaruh terhadap penerapan tobacco harm reduction, dengan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa penerapan konsep tobacco harm reduction akan lebih efektif jika rokok elektrik dapat menimbulkan risiko yang jauh lebih kecil daripada rokok tembakau. Komitmen diperlukan bagi pengguna rokok elektrik sebagai bentuk tindakan memulai berhenti merokok.Kata kunci: tobacco harm reduction; remaja; kerentanan; keseriusan
Pengaruh Warm Ginger Compress terhadap Penurunan Nyeri pada Lansia dengan Gout Valensya Yeslin Tomasoa; Syamsul Anwar; Dewi Anggreany; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk121

Abstract

The elderly are an age group of humans who have entered the final stages of their life and will go through the aging process. The aging process will have an impact on life, both socially, economically and health. Judging from the health aspect, the elderly are more vulnerable to various physical complaints due to natural factors or disease. One of the diseases that often appears is gout with symptoms of pain, swollen joints that become reddish, which can be treated with pharmacological treatment such as analgesics and non-pharmacological treatments that can be done independently such as warm ginger compress therapy. The aim of this research was to describe the effect of warm ginger compress on reducing pain in elderly people with gout in Kudamati Village, Ambon City. This research implemented a pre-test and post-test with control group design. The sample size was 40 elderly people taken using a total population sampling technique of 40 elderly people divided into 2 groups. In both groups, pain levels were measured. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The analysis results show a p value = 0.000 for the treatment group and 1.000 for the control group. So it can be concluded that warm ginger compress has an effect on reducing pain in elderly people with gout.Keywords: warm ginger compress; elderly; painful; gout ABSTRAK Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya yang akan melalui proses penuaan. Proses penuaan akan berdampak pada kehidupan, baik secara sosial, ekonomi, maupun kesehatan. Ditinjau dari aspek kesehatan, lansia lebih rentan terhadap berbagai keluhan fisik karena faktor alamiah maupun penyakit. Salah satu penyakit yang sering muncul yaitu gout dengan gejala nyeri, sendi bengkak hingga menjadi kemerahan, yang dapat ditangani dengan pengobatan farmakologis seperti analgesik dan non farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri seperti terapi warm ginger compress. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengaruh warm ginger compress terhadap penurunan nyeri lansia dengan gout di Kelurahan Kudamati, Kota Ambon. Penelitian ini menerapkan rancangan pre-test and post-test with control group. Ukuran sampel adalah 40 lansia yang diambil dengan teknik total population sampling terhadap 40 lansia yang dibagi 2 kelompok. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran tingkat nyeri. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 untuk kelompok perlakuan dan 1,000 untuk kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa warm ginger compress berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada lansia dengan gout.Kata kunci: warm ginger compress; lansia; nyeri; gout
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Manajemen Kebersihan Mestruasi Remaja pada Masa Pandemi COVID-19 Aning Subiyatin; Nuryaningsih Nuryaningsih; Fatimah Fatimah; Putri Malika Prastiari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14238

Abstract

Adolescence is a period of transition from children to adulthood, which is marked by menstruation and requires special attention. It is important to practice menstrual hygiene management to prevent reproductive tract infections and other complications. This study aimed to find out how menstrual hygiene management practices and related factors, during the COVID-19 pandemic. The design used in this study was cross-sectional. The sample size was 156 respondents. The dependent variable in this study was menstrual hygiene management practices; while the independent variables were the characteristics of female students, the characteristics of parents of female students, knowledge of menstruation, experience of menstruation and sources of information. Data collection was carried out by interviews and questionnaires. Data analysis was performed by Chi-square test. The results of the analysis showed that most menstrual hygiene management practices were in the good category (55.1%), the majority of female students' knowledge was good (51.9%). The p-value for each factor was knowledge = 0.215, father's education = 0.149, mother's education = 0.009. It was concluded that the practice of managing menstrual hygiene at SMPN 232 had been going well and was related to the mother's education.Keywords: menstruation; menstrual hygiene management; teenager; mother's education ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai dengan menstruasi dan memerlukan perhatian khusus. Manajemen kebersihan menstruasi penting untuk dipraktikkan guna mencegah infeksi saluran reproduksi dan komplikasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik manajemen kebersihan menstruasi dan faktor yang berhubungan, pada masa pandemi COVID-19. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross-sectional. Ukuran sampel adalah 156 responden. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah praktik manajemen kebersihan menstruasi; sedangkan variabel independen adalah karakteristik siswi, karakteristik orang tua siswi, pengetahuan menstruasi, pengalaman menstruasi dan sumber informasi.  Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuisoner. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik manajemen kebersihan menstruasi yang terbanyak adalah dalam kategori baik (55,1%), mayoritas pengetahuan siswi perempuan adalah baik (51,9%). Nilai p untuk masing-masing faktor adalah pengetahuan = 0,215, pendidikan ayah = 0,149 pendidikan ibu = 0,009. Disimpulkan bahwa praktik manajemen kebersihan menstruasi di SMPN 232 berjalan dengan baik dan berhubungan dengan pendidikan ibu. Kata kunci: menstruasi; manajemen kebersihan menstruasi; remaja; pendidikan ibu
Pengaruh Siritual Religious Coping Terhadap Loss Griefing Trauma Penyintas COVID-19 Priyantini, Diah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i0.3193

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has a deep traumatic effect with high cases and deaths, thus causing survivors to experience a mental health crisis and reduced resilience. The purpose of this research is to analyze the influence of spiritual religion on the loss griefing trauma of COVID-19 survivors. This study used a quasy experimental design with a pre and post test control group design. A total of 110 respondents were recruited by purposive sampling and divided into control and intervention groups. The intervention group was given spiritual religious coping interventions and the control group was given according to the intervention so far. Then both groups were measured loss griefing trauma during the COVID-19 pandemic. Data were analyzed using the Wilcoxon test with SPSS version 21. The results showed that there was a significant influence of spiritual religious coping on loss griefing trauma. The level of loss griefing trauma showed a loss of 24.16%, bad feelings of 13.76%, lack of self-acceptance of 11.82% and severe to very large trauma conditions of 37.69%. The results of the study can be concluded that spiritual religious coping can be an effective intervention in dealing with loss griefing trauma in survivors of COVID-19.
Keyakinan dan Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral pada Pasien HIV Cahyani, Nur; Wahyudin, Elly; M., Jamaluddin; Rahman, Latifah; Marzuki, Asnah; Arifin, Bustanul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i0.3669

Abstract

Reports regarding patient belief and medication adherence and the relationship between the two are still rare, especially in developing countries. This study aimed to determine belief, adherence, and the relationship between belief and adherence of patients with Human Immunodeficiency Virus to antiretroviral therapy. This research was conducted with a cross-sectional design. Participants were recruited from two health care facilities, namely hospitals and health centers. Participants who were recruited were currently undergoing antiretroviral treatment, aged at least 18 years, and signed a consent form. Participants filled out sociodemographic data and two questionnaires, namely the Beliefs about Medicines Questionnaire to assess belief in treatment and the Medication Adherence Rating Scale 5 to assess adherence to treatment. Statistical analysis was performed by Chi-square test. The results of this research show that the p-value = 0.000. It was concluded that belief in treatment was related to the level of adherence of participants in using antiretroviral therapy.Keywords: HIV patient; antiretroviral therapy; half; belief ABSTRAK Laporan terkait keyakinan dan kepatuhan pengobatan pasien serta hubungan di antara keduanya masih jarang dilaporkan, khususnya di negara sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keyakinan, kepatuhan, dan hubungan antara keyakinan dengan kepatuhan pasien dengan Human Immunodeficiency Virus terhadap terapi antiretroviral. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross-sectional. Partisipan direkrut dari dua fasilitas pelayanan kesehatan, yaitu Rumah Sakit dan Puskesmas. Partisipan yang direkrut adalah yang sedang menjalani pengobatan antiretroviral, berusia minimal 18 tahun, dan menandatangani lembar persetujuan. Partisipan mengisi data sosiodemografi, dan dua kuesioner yaitu Beliefs about Medicines Questionnaire untuk menilai keyakinan terhadap pengobatan dan Medication Adherence Rating Scale 5 untuk menilai kepatuhan akan pengobatan. Analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa keyakinan akan pengobatan berhubungan terhadap tingkat kepatuhan partisipan dalam menggunakan terapi antiretroviral.Kata kunci: pasien HIV; terapi antiretroviral; keparuhan; keyakinan
Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Gangguan Menelan Dengan Intervensi Shaker Exercise Di Rumah Sakit Yogyakarta yanti, Puji; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i0.3103

Abstract

Stroke non hemoragik terjadi akibat pembuluh darah tersumbat. Permasalahan pada pasien stroke bervariasi, termasuk gangguan menelan akan menyebabkan risiko aspirasi. Tindakan untuk melatih menelan dengan shaker exercise untuk melatih otot-otot menelan. Tujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan menelan dengan intervensi Shaker Exercise  di Rumah Sakit Yogyakarta. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Populasi satu pasien stroke non hemoragik dengan masalah gangguan menelan. Pelaksanaan 13-14 Oktober 2022, analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data disesuaikan dengan proses keperawatan. Pengkajian didapatkan data pasien mengalami gangguan menelan, terdapat 9 diagnosa dengan prioritas gangguan menelan. Rencana implementasi dengan shaker exercise. Responden diberikan intervensi shaker exercise dilakukan selama dua hari dalam satu hari diberikan dua kali 30 menit setelah makan pagi dan siang. Hasil intervensi shaker exercise selama dua hari reflek menelan meningkat. Shaker exercise dapat meningkatkan kemampuan menelan dan dapat mencegah terjadinya komplikasi langsung maupun tidak langsung akibat disfagia. Intervensi shaker exercise  dapat diterapkan di Rumah Sakit sebagai tindakan mandiri perawat pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan menelan.Kata kunci: Stroke non hemoragik; gangguan menelan; shaker exercise
Mutu Pelayanan Puskesmas pada Masa Covid-19 dan Kepuasan Masyarakat dalam Kebijakan Manajemen Pelayanan Kesehatan Rahayuningsih, Umi; Hariyono, Hariyono; Kusumawati, Prima Dewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14239

Abstract

Community health center are required to provide health services and evaluate the quality and access of health services, so good management is needed. This research aimed to analyze the relationship between the quality of community health center services during the Covid-19 pandemic and community satisfaction in health service management policies at Jeli Community Health Center, Tulungagung Regency. The design of this research was cross-sectional. This research involved 205 patients who visited the Jeli Health Center, who were selected using a systematic random sampling technique. Independent variables included service quality namely: tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy; while the dependent variable was community satisfaction. The measurement instrument for all variables was a questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression tests. The research showed that the p-value for the influence of each independent variable indicator on the dependent variable was: tangible = 0.000, reliability = 0.000, responsiveness = 0.000, assurance = 0.000 and empathy = 0.000. Simultaneous test results showed that all indicators influence community satisfaction, with a p-value = 0.000, with an influence contribution of 94.3%. Furthermore, it was concluded that service quality influences patient satisfaction at the Jeli Health Center.Keywords: health services; quality; community satisfaction; Covid-19 ABSTRAK Puskesmas dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan dan evaluasi terhadap mutu dan akses pelayanan kesehatan, maka diperlukan manajemen yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan puskesmas pada masa pandemi Covid-19 dengan kepuasan masyarakat dalam kebijakan manajemen pelayanan kesehatan di Puskesmas Jeli, Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian ini yaitu cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 205 pasien yang berkunjung ke Puskesmas Jeli, yang dipilih dengan teknik systematic random sampling. Variabel independen meliputi mutu pelayanan yang mencakup: tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy; sedangkan variabel dependen adalah kepuasan masyarakat. Instrumen pengukuran untuk seluruh variabel adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Dari penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk pengaruh masing-masing indikator variabel independen terhadap variabel dependen adalah: tangible = 0,000, reliability = 0,000, responsiveness = 0,000, assurance = 0,000 dan empathy = 0,000. Hasil uji secara simultan menunjukkan bahwa semua indikator mempengaruhi kepuasan masyarakat, dengan nilai p = 0,000, dengan sumbangan pengaruh sebesar 94,3%. Selanjutnya disimpulkan bahwa mutu pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Jeli.Kata kunci: pelayanan kesehatan; kualitas; kepuasan masyarakat; Covid-19

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue