cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
BASIC LIFE SUPPORT FOR COVID-19 CONFIRMED PATIENTS WITH CARDIAC ARREST: LITERATURE REVIEW Sepdianto, Tri Cahyo; Abiddin, Andi Hayyun; Irawan, Pungky Dwi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i2.3002

Abstract

Recently, many cases require basic life support and have become the hottest news caused by Corona Virus Disease (Covid-19). Actions taken must be in accordance with existing guidelines and pay attention to rescuers. As part of human life support management actions, a nurse needs to think of strategies that can be done to save patients without being infected. This study was conducted to describe the management of living bedrock in patients with confirmed Covid-19 cardiac arrest. By using the keywords Basic Life Support, Cardiac Arrest and Covid-19 in the database for a literature review. This article is taken from a reputable or accredited database. 2 articles were taken from the journal of the American Heart Association, 1 article was obtained from PubMed, and the other 2 articles used the Google Scholar database. This selection was taken by paying attention to the PEOS framework, then the articles were analyzed one by one. The management of basic life support for patients with confirmed Covid-19 cardiac arrest can be carried out by observing the principles of basic life support in Covid-19 patients and the basic life support algorithm for cardiac arrest patients with confirmed Covid-19.
Hubungan Durasi Penggunaan Gagdet, Kelainan Refraksi Dengan Kelelahan Mata Selama Pembelajaran Daring Di SD Strada Bhakti Wiyata I Gabriella, Maria; Lousiana, Maria; Simbolon, Anna Rejeki
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i0.3297

Abstract

Kelelahan mata merupakan gejala yang timbul akibat kerja yang berlebih dari otot-otot mata terutama saat melihat objek dari jarak dekat dalam waktu yang lama. Penggunaan gadget yang meningkat selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 dapat menimbulkan kelelahan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget, kelainan refraksi dengan kelelahan mata selama pembelajaran daring di SD Strada Bhakti Wiyata I. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 80 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki durasi penggunaan gadget > 4 jam dalam sehari yaitu sebanyak 65% (52 orang), responden yang memiliki kelainan refraksi sebanyak 26,3% (21 orang), dan mengalami kelelahan mata sebanyak 61,3% (49 orang). Analisis bivariat Kendal tau B menunjukkan terdapat hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kelelahan mata (p-value = 0,000), terdapat hubungan antara kelainan refraksi dengan kelelahan mata (p-value = 0,002). Guru dan orang tua perlu bekerjasama dalam mengontrol penggunaan gadget baik di sekolah maupun di rumah sehingga dapat meminimalkan terjadinya kelelahan mata.Kata kunci: durasi penggunaan gadget; kelainan refraksi; kelelahan mata
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Ringkasan Masuk dan Keluar Rawat Inap di RS X Febriyani, Kharishma Dyah; Rachmawati, Ervina; Alfiansyah, Gamasiano; Yunus, Muhammad
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i0.3221

Abstract

Formulir ringkasan masuk dan keluar berisi informasi identitas pasien, cara penerimaan pasien melalui, cara masuk, dikirim oleh, serta berisi ringkasan data saat pasien dipulangkan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Rumah Sakit X, dapat diketahui jika masih terdapat ketidaklengkapan pengisian formulir ringkasan masuk dan keluar sebesar 20,30%. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian ringkasan masuk dan keluar. Jenis penelitian yaitu kualitatif, dengan subjek penelitian yaitu 4 admisi rawat inap dan 4 DPJP. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview), observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian pada faktor individu yaitu usia admisi dan DPJP termasuk kategori usia produktif, sebagian informan memiliki masa kerja lama, tingkat pendidikan yang belum sesuai kualifikasi dan berpengetahuan kurang terkait kelengkapan pengisian ringkasan masuk dan keluar. Faktor psikologi yaitu admisi dan DPJP memiliki persepsi yang baik, sebagian informan memiliki sikap yang kurang terkait kelengkapan pengisian ringkasan masuk dan keluar, seluruh informan belum mengikuti pelatihan pengisian rekam medis dan tidak adanya sistem reward serta punishment. Faktor organisasi yaitu sudah terdapat SPO  dan  dilaksanakan sosialisasi namun masih berjalan kurang maksimal serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang kurang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pendidikan yang belum sesuai kualifikasi, pengetahuan dan sikap yang masih kurang, tidak dilakukannya pelatihan, tidak adanya sistem reward/punishment, pelaksanaan sosialisasi, serta monitoring dan evaluasi yang kurang optimal sehingga disarankan untuk melakukan penempatan petugas sesuai dengan kualifikasinya, memberikan pelatihan, reward, dan punishment kepada petugas, melakukan sosialisasi secara periodik serta lebih meningkatkan pelaksanaan monitoring dan evalusi terhadap kinerja admisi dan DPJP.Kata kunci: ketidaklengkapan; rawat inap; ringkasan masuk dan keluar
Pengaruh Teh Hijau Terhadap Penurunan Berat Badan Dan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Sahiroh, Naufa; Arif, Taufan; Ciptaningtyas, Maria Diah; Bachtiar, Arief
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i2.2830

Abstract

Kasus obesitas di Indonesia mengalami peningkatan. Seseorang obesitas cenderung memiliki kadar glukosa yang tinggi dan beresiko terkena diabetes mellitus. Hal tersebut terjadi karena adanya pola makan yang tidak teratur dan aktifitas yang kurang. Secara teori teh hijau dapat menurunkan berat badan dan glukosa darah, akan tetapi manusia memiliki keunikan yaitu pada perilakunya. Oleh karena itu perlu adanya pembuktian akan hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature review. Database yang digunakan yaitu ProQuest, Pubmed, ScienceDirect, Garuda,  dan Wiley. Dengan menggunakan keyword ((((((((((green tea) OR camellia sinensis) AND weight loss) OR body weight) AND blood glucose) OR glucose) AND diabetic) OR diabetes mellitus) OR diabetes type 1) OR diabetes type 2. Dilakukan seleksi terhadap tujuh artikel dengan memerhatikan PICOS framework, kemudian artikel dianalisis menggunakan JBI Critical Appraisal tools dan memilki standarisasi hasil analisis lebih dari 50%. Tujuh artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Empat artikel membahas pengaruh teh hijau terhadap berat badan dengan satu artikel signifikan terjadi penurunan, tujuh artikel membahas pengaruh teh hijau terhadap kadar glukosa dengan satu artikel yang signifikan terjadi penurunan. Tidak ada pengaruh pemberian teh hijau terhadap penurunan berat badan dan penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus. Penurunan berat badan selain dipengaruhi frekuensi pemberian teh hijau juga dipengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi. Tiga artikel yang menjelaskan bahwa riwayat diabetes mellitus lima tahun atau lebih memiliki kerusakan sel beta pankreas yang tidak bisa diatasi dengan pemberian teh hijau.
Analisis Biaya Medik Langsung dan Utilitas Pasien Asma Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Agoesdjam Hospital Ketapang Widiastuti Widiastuti; Tri Murti Andayani; Rina Herowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk212

Abstract

Asthma is a chronic disease that imposes a heavy burden on patients, is responsible for high costs in health care and can reduce quality of life. The aim of this study was to determine the direct medical costs of outpatient asthma patients at RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang and what cost components are dominant, utility value, as well as factors that can influence utility value and direct medical costs for asthma patients. This research was an observational study with a cross-sectional design. Data collection was carried out concurrently and retrospectively. The materials used were medical records, a list of financial and pharmaceutical costs to see direct medical costs, the EQ-5D-5L questionnaire used to see the utility value of asthma patients, and the Asthma Control Test (ACT) questionnaire. The research subjects consisted of 80 patients. Data processing includes patient demographic data, ACT scores, comorbidities, therapy patterns, direct medical costs and utilities which are analyzed using non-parametric tests. The results of the study showed that the direct medical costs for outpatient asthma patients were IDR. 19,493,603.00 with the average direct medical costs for asthma patients being IDR 243,670.00. The highest cost component was pharmaceutical costs Rp. 16,493,603.00 (84.61%). The average utility value was 0.65, while the significant p values for each factor were gender = 0.028, education = 0.010, level of asthma control based on ACT score = 0.000 and therapy pattern = 0.000. It was concluded that factors influencing patient utility were gender, education and level of asthma control; while the factor for medical costs is the therapy pattern.Keywords: direct medical costs; asthma; utility ABSTRAK Asma merupakan penyakit kronis yang memberikan beban berat terhadap pasien, bertanggung jawab atas pengeluaran biaya yang tinggi dalam perawatan kesehatan dan dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya medik langsung pasien asma rawat jalan di RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang dan komponen biaya apa yang dominan, nilai utilitas, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi nilai utilitas dan biaya medik langsung pasien asma. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara concurent dan retrospektif. Bahan yang digunakan yaitu catatan rekam medik, daftar biaya keuangan dan farmasi untuk melihat biaya medik langsung, kuesioner EQ-5D-5L digunakan untuk melihat nilai utilitas pasien asma, dan kuesioner Asthma Control Test (ACT). Subyek penelitian berjumlah 80 pasien. Pengolahan data meliputi data demografi pasien, skor ACT, komorbid, pola terapi, biaya medik langsung dan utilitas yang dianalisis menggunakan uji non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya medik langsung pasien asma rawat jalan sebesar Rp. 19.493.603,00 dengan rata-rata besar biaya medik langsung pasien asma adalah Rp.243.670,00. Komponen biaya tertinggi adalah biaya farmasi Rp 16.493.603,00 (84,61%). Nilai rata-rata utilitas adalah 0,65, sedangkan nilai p yang signifikan untuk masing-masing faktor adalah jenis kelamin = 0,028, pendidikan = 0,010, tingkat kontrol asma yang bedasarkan skor ACT = 0,000 dan pola terapi =0,000. Disimpulkan bahwa faktor yang memengaruhi utilitas pasien adalah jenis kelamin, pendidikan dan tingkat kontrol asma; sedangkan faktor bagi biaya medik adalah pola terapi.Kata kunci: biaya medik langsung; asma; utilitas
Aktivitas Antiinflamasi (Peradangan) Berbagai Tumbuhan Dan Tanaman Obat Tradisional Nurhidayah -; Sukardiman -
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3203

Abstract

 ABSTRACTAnti-inflammatory is defined as drugs or drug classes that have the activity of suppressing or reducing inflammation. Inflammation or inflammation can be caused by various stimuli which include physical injury, infection, heat and antigen-antibody interactions.Anti-inflammatory is a local tissue reaction to infection or injury and involves more mediators. Utilization of traditional medicine needs to be used to minimize the side effects of non-steroidal and steroidal anti-inflammatory drugs. Since ancient times, the people of Indonesia and outside Indonesia have known and used plants and herbal plants or herbal medicines that have medicinal properties as one of their efforts to overcome various health problems. This review aims to discuss several plants related to anti-inflammation, especially herbal plants that have been tested on test animals based on the literature. Some plants that have anti-inflammatory activity include: (Eugenia Polyantha), (Callicarpa longifolia L.), (Ocimum americanum L.), (Morus alba L.), (Musa paradisiaca L.), (Aquilaria malaccensis Lamk.), (Allium cepa L.), (Volvariella sp), (Zingiber cassumunar Roxb.), (Euphorbia tirucalli L.), (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), (Pluchea indica L.), (Averrhoa bilimbi), (annonasquamosa. L), (moringa oleifera lam.), (Coriandrum sativum L.), (Musa balbisiana).  Keywords: Inflammation, Anti-inflammation, Traditional Medicinal PlantsABSTRAKAntiinflamasi didefinisikan sebagai obat-obat atau golongan obat yang memilki aktivitas menekan atau mengurangi peradangan. radang atau inflamasi dapat di sebabkan oleh berbagai rangsangan yang mencakup luk-luka fisik, infeksi, panas dan interaksi antingen-antibodi. Antiinflamasi merupakan reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera dan melibatkan lebih banyak mediator. Pemanfaatan obat tradisional perlu digunakan untuk meminimalisir efek samping obat golongan antiinflamasi non steroid dan steroid. Sejak zaman dahulu kala masyarakat Indonesia maupun luar Indonesia mengenal dan mneggunkan tanaman dan tumbuhan herbal atau obat herbal yang berkhasiat obat sebagai salah satu upanya dalam menanggulangi berbagai masalah kesehatan. Review kali ini bertujuan untuk membahas beberapa tanaman yang terkait dengan antiinflamasi khususnya tanaman-tanaman herbal yang sudah di lakukan pengujian terhadap hewan uji berdasarkan literature. Beberapa tanaman yang memiliki aktifitas antiinflamasi antara lain: (Eugenia Polyantha), (Callicarpa longifolia L.), (Ocimum americanum L.), (Morus alba L.), (Musa paradisiaca L.), (Aquilaria malaccensis Lamk.), (Allium cepa L.), (Volvariella sp), (Zingiber cassumunar Roxb.), (Euphorbia tirucalli L.), (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), (Pluchea indica L.), (Averrhoa bilimbi), (annonasquamosa. L), (moringa oleifera lam.), (Coriandrum sativum L.), (Musa balbisiana).  Kata Kunci: Peradangan, Antiinflamasi, Tanaman Obat Tradisional
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Pasien Hipertensi di Daerah Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan Dede - Haryono; Elly - Wahyudin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3782

Abstract

Hypertension is a disease that can cause various losses if not appropriately treated. Failure in the treatment of hypertension is caused by a lack of knowledge of patients in their treatment. This study aims to look at the level of expertise of hypertension patients in the Jeneponto area. This study used a cross-sectional method involving 310 patients in the Jeneponto area at the first level of health facilities who had taken hypertension drugs. The questionnaire used was Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS). The results showed that 23.9% of patients had high knowledge and 76.1% of patients had low knowledge in Jeneponto area. The factors of higher education (p = 0.000, OR = 0.040), secondary education (p = 0.001, OR = 0.299), and occupations such as housewives (p = 0.024, OR = 3.982), retirees (p = 0.021, OR = 10.762) and farmers (p = 0.004, OR = 13.442) were identified as having an influence on knowledge about hypertension. In conclusion, the level of knowledge is influenced by the level of education and occupation in Jeneponto area. Patients with high and middle education have higher knowledge than those with low education and occupations such as housewives, retirees, and farmers who have low knowledge about hypertension. Keywords: Hypertension, Risk factors, Knowledge, Public
Kompetensi Pembimbing Klinik dan Perilaku Caring Mahasiswa Keperawatan Tri Widiyaningsih; Lilis Yunita; Iswanti Mediyani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14234

Abstract

Caring behavior is inherent in every nursing student. Nursing students are professionally trained to develop caring behavior through the concept of clinical supervisor role models. The purpose of this study was to analyze the relationship between the competence of clinical supervisors and the caring behavior of nursing students. This quantitative research design was cross-sectional. The sample in this study were 160 diploma III nursing students who were selected by purposive sampling technique. Clinical supervisor competence and caring behavior of nursing students were measured by filling out a questionnaire. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis show the value of p = 0.000. Furthermore, it was concluded that the competence of clinical supervisors was significantly related to the caring behavior of nursing students. This proves that the competence of clinical supervisors influences the formation of nursing student caring behavior.Keywords: competence of clinical supervisors; caring behavior; student of nursing  ABSTRAK Perilaku caring melekat dalam diri setiap mahasiswa keperawatan. Mahasiswa keperawatan dilatih secara profesional untuk mengembangkan perilaku caring melalui konsep role model pembimbing klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kompetensi pembimbing klinik dengan perilaku caring mahasiswa keperawatan. Rancangan penelitian kuantitatif ini adalah cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu 160 mahasiswa diploma III keperawatan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kompetensi pembimbing klinik dan perilaku caring mahasiswa keperawatan diukur melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa kompetensi pembimbing klinik berhubungan secara signifikan dengan perilaku caring mahasiswa keperawatan. Hal tersebut membuktikan bahwa kompetensi pembimbing klinik mempengaruhi pembentukan perilaku caring mahasiswa keperawatan.Kata kunci: kompetensi pembimbing klinik; perilaku caring; mahasiswa keperawatan
Sikap, Motivasi Dokter dan Kemudahan Penggunaan Sistem sebagai Determinan Kepatuhan Penggunaan Rekam Medis Elektronik Herlinawati Herlinawati; Nofierni Nofierni; Kemala Rita Wahidi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk304

Abstract

The majority of electronic medical records are available in hospitals, especially in urban areas, but non-compliance is still found in their use. This study aimed to analyze the effect of attitude, motivation of doctors and ease of use of the system on compliance with the use of electronic medical records at X Hospital, Jakarta. This research included explanatory causality research using a quantitative approach. The population in this study were all medical specialists practicing at the Outpatient Polyclinic, X Hospital, Jakarta. The sample size of the study was 71 medical specialists who were selected using a saturated sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed multivariately using structural equation modeling. The results of the analysis showed that the p-value for each factor was attitude = 0.000, motivation = 0.000, and ease of use of the system = 0.042. It was concluded that attitudes, motivation, and ease of use of the system had an effect on compliance with the use of medical records.Keywords: electronic medical record; medical specialist; attitude; motivation; ease of use; obedience ABSTRAK Rekam medis elektronik mayoritas sudah tersedia di rumah sakit, khususnya di daerah perkotaan, tetapi masih ditemukan adanya ketidakpatuhan dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap, motivasi dokter dan kemudahan penggunaan sistem terhadap kepatuhan penggunaan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X, Jakarta. Penelitian ini termasuk explanatory causality research menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokter spesialis yang berpraktek di Poliklinik Rawat Jalan, Rumah Sakit X, Jakarta. Ukuran sampel penelitian adalah 71 dokter spesialis yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis secara multivariat menggunakan structural equation modeling. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah sikap = 0,000, motivasi = 0,000, dan kemudahan penggunaan sistem = 0,042. Disimpulkan bahwa sikap, motivasi, dan kemudahan penggunaan sistem berpengaruh terhadap kepatuhan penggunaan rekam medis.Kata kunci: rekam medis elektronik; dokter spesialis; sikap; motivasi; kemudahan penggunaan; kepatuhan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Ambon Suryanti Tukiman; Ratna Sari Rumakey
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk314

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is one of the most common tropical diseases affecting humans, which has become an international disease in recent decades. This study aimed to determine the factors that influence the incidence of dengue hemorrhagic fever in Ambon City. This research was an observational study with a cross-sectional design. The research was conducted in Ambon City from May to June 2022. This research involved 136 respondents who were determined using a total sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed descriptively in the form of frequencies and proportions, then continued with hypothesis testing using the Chi-square test. The results of the analysis showed the p-value for each factor of the incidence of dengue hemorrhagic fever, namely: knowledge = 0.021, habit of hanging clothes = 0.018, frequency of draining water reservoirs = 0.037, availability of water reservoir covers = 0.234 and house density = 0.562. It was concluded that the factors influencing the incidence of dengue hemorrhagic fever in Ambon City were lack of knowledge, the habit of hanging clothes and the lack of frequency of draining water reservoirs. It is hoped that the public will be more active in hygiene measures to avoid dengue hemorrhagic fever.Keywords: dengue hemorrhagic fever; knowledge; hanging clothes; draining water reservoirs ABSTRAK Demam berdarah dengue adalah salah satu penyakit tropis yang paling umum mempengaruhi manusia, yang telah menjadi penyakit berskala internasional dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue di Kota Ambon. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kota Ambon pada bulan Mei sampai Juni 2022. Penelitian ini melibatkan 136 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, selanjutnya dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi, lalu dilanjutkan pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor dari kejadian demam berdarah dengue yaitu: pengetahuan = 0,021, kebiasaan menggantung pakaian = 0,018, frekuensi pengurasan tempat penampungan air = 0,037, ketersediaan tutup tempat penampungan air = 0,234 dan kepadatan rumah = 0,562. Disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue di Kota Ambon adalah kurangnya pengetahuan, kebiasaan menggantung pakaian dan kurangnya frekuensi pengurasan tempat penampungan air. Diharapkan agar masyarakat agar lebih giat dalam tindakan kebersihan agar terhindar dari demam berdarah dengue.Kata kunci: demam berdarah dengue; pengetahuan; menggantung pakaian; pengurasan tempat penampungan air

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue