cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Analisis Metode Penurunan Intensitas Nyeri Haid Pada Remaja Putri Mariene Wiwin Dolang; Yona Latupeirissa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk119

Abstract

Menstruation experienced by adolescents can cause problems, one of which is dysmenorrhea. Dysmenorrhea that is felt by everyone is different, some are normal and some experience pain to interfere with activities. dysmenorrhea can be treated using pharmacological and non-pharmacological methods. pharmacological methods with analgesic and non-pharmacological drugs with herbal ingredients, massage, and warm compress therapy. The purpose of this study was to analyze the effect of giving tamarind jamu, effleurage massage, and warm compresses on reducing the intensity of dysmenorrhea in young women and to find out the best way to reduce the intensity of dysmenorrhea in adolescent girls at STIKes Pasapua Ambon. The type of research used in this study was a quasi experiment with the design of the non-randomized control group pretest post test. Sample were residents of the STIKes Pasapua Ambon Women's Dormitory who experienced menstrual pain (62 people). Sampling was done using the accidental sampling method. The results of the analysis show that there was difference in the pain felt by the respondents from the interventions that have been given. Of the three interventions given, the greatest reduction in pain was the intervention of Jamu Kunyit Asam (-4.93), where the average pain score before the intervention was given. 5.80 and after giving the intervention 0.87 with a value of p = 0.000. The conclusion of this study is that tamarind jamu turmeric is the best way to reduce dysmenorrhea in adolescent girls. Keywords: dysmenorrhea; turmeric acid; massage effleurag; warm compress ABSTRAK Menstruasi yang dialami oleh remaja dapat menimbulkan masalah, salah satunya nyeri haid. Nyeri haid yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, ada yang biasa saja dan ada yang mengalami nyeri sampai mengganggu aktifitas. Nyeri haid dapat diatasi menggunakan metode farmakologi dan non farmakologi. metode farmakologi dengan obat analgetik dan nonfarmakologi dengan ramuan-ramuan herbal, pemijatan, maupun terapi kompres air hangat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian jamu kunyit asam, massage effleurage, dan kompres air hangat terhadap penurunan intensitas nyeri haid pada remaja putri serta mengetahui cara terbaik untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri di STIKES Pasapua Ambon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan the non randomized control group pretest post test. Sampel adalah penghuni Asrama Putri STIKES Pasapua Ambon yang megalami nyeri haid (62 orang). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rasa nyeri yang dirasakan oleh responden dari intervensi yang telah diberikan, Dari ketiga intervensi yang diberikan, penurunan nyeri paling besar adalah pemberian intervensi jamu kunyit asam (-4,93), dimana rata-rata skor nyeri sebelum pemberian intervensi 5,80 dan setelah pemberian intervensi 0.87 dengan nilai p=0,000. Kesimpulan penelitian ini bahwa jamu kunyit asam merupakan cara terbaik untuk mengurangi intensitas nyeri haid pada remaja putri. Kata kunci: nyeri haid; kunyit asam; massage effleurag; kompres air hangat
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Umum H Adam Malik Medan Tri Marini Supriarti Ningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality in Indonesia is still dominated by three main causes of death: bleeding, hypertension in pregnancy, and infection. One high MMR may be due to complications in labor, including SC. Childbirth with caesarean section surgery has a five-fold greater risk of complications compared with a normal delivery. Complications that can occur after caesarean section surgery are infections, called postoperative morbidities. The purpose of this study to determine the Factors Associated with Healing Post SC Injury At H Adam Malik General Hospital Medan.This research type is analytic survey research with cross sectional approach by using primary data and secondary data. The data used is using chis-quare test. The population in this study are as many as 32 people and the total sample of 32 peoples. From result of research indicate that from result of Chi-square statistic test at 95% confidence level with α = 0,05, obtained by Asymp. Sig age (0. 000), IMT (0.006), and early mobilization (0.001) <α (0.05). bercetak miring. The conclusion of the study is the relationship of age, BMI and early mobilization with SC with Post Injury Healing in Adam Malik General Hospital Medan.Keywords: age; BMI; early mobilization; wound healing of post SCABSTRAKKematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh tiga faktor penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (HDK), dan infeksi. Salah satu tingginya AKI dapat disebabkan oleh adanya komplikasi-komplikasi dalam persalinan, termasuk SC. Persalinan dengan operasi seksio sesarea memiliki resiko lima kali lebih besar terjadi komplikasi dibandingkan dengan persalinan normal. Komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi seksio sesarea adalah infeksi, yang disebut sebagai morbiditas pasca operasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Post SC Di Rumah Sakit Umum H Adam Malik Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data yang digunakan yaitu menggunakan uji chis-quare. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 32 orang dan total sampel sebanyak 32 orang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji statistik Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05, diperoleh Asymp. Sig umur (0,000), IMT (0,006), dan mobilisasi dini (0,001) < α (0,05). Kesimpulan penelitian ada hubungan umur, IMT dan mobilisasi dini dengan Penyembuhan Luka Post SC Di Rumah Sakit Umum H Adam Malik Medan.Kata kunci: umur; IMT; mobilisasi dini; penyembuhan luka post SC
Efektivitas Penerapan Intervensi Berbasis Adaptasi dan Guided Imagery pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Dewiyanti Toding; Masfuri Masfuri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk207

Abstract

Patient with chronic kidney disease should undergo hemodialysis therapy to maintain their quality of life however they still have to face with various complications both physical and psychosocial. Adaptation-based interventions and guided imagery have been widely used to overcome various problems experienced by hemodialysis patients. This study used a case study method to see the effectiveness of adaptation-based interventions and guided imagery in tackling the various symptoms experienced by hemodialysis patients. After 30 days of intervention, there was decreased in anxiety, increase sleep quality, decrease blood pressure and increased self management in hemodyalisis patient, however there was no significantly change in the adequacy of hemodialysis patients. Adaptation-based and guided imagery-based interventions can be recommended to be applied in implementation of nursing care in the hemodialysis unit to improve the quality of life for hemodialysis patients Keywords: adaptation; end stage renal disease; hemodialysis; guided imagery; Roy adaptation model ABSTRAK Pasien gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis untuk mempertahankan kualitas hidup tetapi mereka juga harus menghadapi berbagai komplikasi fisik maupun psikososial. Intervensi berbasis adaptasi dan guided imagery merupakan intervensi yang telah banyak digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dialami pasien hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode analisis kasus untuk melihat efektivitas intervensi berbasis adaptasi dan guided imagery dalam menangani berbagai gejala yang dialami pasien hemodialisis. Setelah pemberian intervensi selama 30 hari terjadi penuruanan tingkat kecemasan, peningkatan kualitas tidur, penurunan tekanan darah dan peningkatan self management pasien hemodialisis, tetapi tidak terjadi perubahan terhadap adekuasi pasien hemodialisis. Intervensi berbasis adaptasi dan guided imagery dapat direkomendasikan untuk diterapkan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di unit hemodialisis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Kata kunci: adaptasi; hemodialisis; gagal ginjal kronik; guided imagery; Roy adaptation model
Perbandingan Daya Tahan Kardiorespirasi Antara Petani dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Andi Rezki Handayani; Irfan Idris; Muzakkir Amir
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk228

Abstract

Background: Cardiorespiratory endurance is a body condition that allows for prolonged activity, without excessive tiredness after work and still has a power reserve for daily activities. The purpose of this study is to know the comparative cardiorespiratory endurance based on harvard test results on farmers and Satpol PP. Methods: The method of study was a cross-sectional study design with a total sample of 50 men, 25 from Satpol PP group, and 25 from farmers group. Cardiorespirated tolerance measurement with a harvard test. The test was done using a stool medium. The point of the test was to get up and down the bench for 5 minutes. The respondents rode the bench down for 5 minutes, then the pulse was measured at 1, 2 minutes and 3 minutes after the bench was lowered. Results: The average value of cardiorespiration of Satpol PP was 107.80(± 23.02), the average value of the cardiorespiration of farmers was 117.96(± 23.02). P-value was 0.159. Conclusion: There is no difference of cardiorespiratory endurance between farmer and Satpol PP. Keywords: cardiorespiratory endurance; Harvard test ABSTRAK Latar Belakang: Daya tahan kardiorespirasi adalah kondisi tubuh yang memungkinkan untuk beraktivitas dalam waktu lama, tanpa harus mengalami kelelahan yang berlebihan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut dan masih memiliki cadangan tenaga untuk kegiatan rutin sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan daya tahan kardiorespirasi berdasarkan hasil tes harvard pada petani dan pada Satpol PP. Metode: Metode penelitian ini adalah desain penelitian cross sectional dengan total sampel 50 orang laki-laki, 25 orang dari kelompok responden Satpol PP dan 25 orang dari kelompok responden petani. Pengukuran daya tahan kardiorespirasi dengan tes harvard. Tes ini dilakukan dengan menggunakan media bangku dengan ukuran 45 cm. Inti dari pelaksanaan tes ini adalah dengan cara naik turun bangku selama 5 (lima) menit. Responden naik turun bangku selama 5 menit, kemudian denyut nadi diukur pada menit 1, menit ke 2 dan menit ke 3 setelah responden naik turun bangku. Hasil: Nilai rata-rata daya tahan kardiorespirasi Satpol PP adalah 107.80 (±26.97), nilai rata-rata daya tahan kardiorespirasi petani adalah 117.96 (±23.02). Nilai p 0.159>0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan ketahanan kardiorespirasi antara petani dan Satpol PP. Kata kunci: daya tahan kardiorespirasi; tes Harvard
Korelasi Antara Asupan Energi dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Haria Syaerifah Hidayati Waliulu; Wiwi Rumaolat
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 2 (2021): April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12216

Abstract

The incidence of stunting can increase the risk of illness and death as well as impaired motor and mental abilities. The report of Puskesmas Porto Haria, shows that in the village of Haria in 2018, there were 2.33% of children in the short category and 1.71% of very short under five, while in 2019, 2.33% of children in the short category and very short toddlers. short as much as 1.71%. This study aims to analyze the relationship between energy intake and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months. The study design was cross-sectional. Data collection was carried out using instruments in the form of a questionnaire and a food intake recall form within 24 hours. The results of the analysis showed that low energy intake was 33 toddlers, and enough energy intake was 18 toddlers. The results of hypothesis testing showed the value of p = 0.002, so it can be concluded that there is a significant relationship between energy intake and the incidence of stunting. Key words: energy intake; incidence of stunting; toddler ABSTRAK Kejadian stunting dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian serta terhambatnya kemampuan motorik dan mental. Laporan Puskesmas Porto Haria, menunjukkan bahwa di desa Haria pada tahun 2018, balita dalam kategori pendek sebanyak 2,33% dan balita sangat pendek sebanyak 1,71%, sedangkan pada tahun 2019, balita dalam kategori pendek sebanyak 2,33% dan balita sangat pendek sebanyak 1,71%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Desain penelitian adalah cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan formulir Recall asupan makanan dalam 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa asupan energi rendah sebanyak 33 balita, dan asupan energi cukup sebanyak 18 balita. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai p = 0,002, sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan kejadian stunting. Kata kunci: asupan energi; kejadian stunting; balita
Hubungan Antara Kepribadian, Self-efficacy, dan Dukungan Teman dengan Perilaku Caring Mahasiswa Profesi Ners Nursalam Nursalam; Afita Nur Dwiyanti; Candra Panji Asmoro
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sfnk114

Abstract

Nurse students must have caring behavior when providing services, but they have difficulty understanding the meaning and practice of caring behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between the big five personality, self-efficacy, and social support from friends with the caring behavior of the nurse profession students. The design of this study was cross-sectional. The study population was all students of the nurse profession, Faculty of Nursing, Airlangga University in 2020. The sample size was 104 students who were selected using simple random sampling. Data were collected using a questionnaire that has been tested for validity and reliability, then analyzed using logistic regression test. The results showed a relationship between caring behavior and big five personality factors, especially extraversion personality p = 0.046, agreeableness p = 0.014, conscientiousness p = 0.005, self-efficacy p = 0.035, and social support from friends p = 0.003. Openness to experience (p = 0.368) and neuroticism (p = 0.373) were not related to caring behavior. It is recommended that educators provide more examples (role models) of how to behave in proper caring, so that students of the nurse profession can improve their caring behavior. Keywords: caring; social support; personality; self-efficacy ABSTRAK Mahasiswa profesi ners harus memiliki perilaku caring ketika memberikan pelayanan, namun mereka mengalami kesulitan untuk memahami makna dan praktik dari perilaku caring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepribadian big five, self-efficacy, dan dukungan sosial teman dengan perilaku caring mahasiswa profesi ners. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa profesi ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga tahun 2020. Besar sampel adalah 104 mahasiswa yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara perilaku caring dengan faktor kepribadian big five, khususnya kepribadian extraversion p=0.046, agreeableness p=0,014, conscientiousness p=0,005, self-efficacy p=0,035, dan dukungan sosial teman p=0,003. Kepribadian openness to experience (p=0.368) dan neuroticism (p=0.373) tidak berhubungan dengan perilaku caring. Disarankan agar pendidik lebih memberikan contoh (role model) bagaimana sikap berperilaku caring yang tepat, sehingga mahasiswa profesi ners dapat meningkatkan perilaku caring mereka. Kata kunci: caring; dukungan sosial; kepribadian; self-efficacy
Tingkat Kecemasan Perawat terhadap Penularan Covid 19 dan Tingkat Kenyamanan Perawat dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri Selama Merawat Pasien dengan Covid-19 Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i3.1189

Abstract

The Covid-19 mortality rate in Indonesia is 8.9%, this figure is the highest in Southeast Asia. Data as of March 31, 2020 shows that there are 1,528 confirmed cases and 136 deaths, including health workers, some of whom are nurses who are at the forefront of handling Covid-19. The purpose of this study was to describe the level of anxiety of nurses against Covid-19 transmission and the level of comfort of nurses in using personal protective equipment while treating patients with Covid-19. This type of research was descriptive quantitative. This research was conducted from September to October 2020. The population in this study were nurses who had treated Covid-19 patients in the DIY Province. Sampling was done by accidental sampling technique, so that 70 respondents were obtained. Anxiety levels were measured using the HARS questionnaire and comfort was measured using the IFRC questionnaire which had been modified by the researcher. The results showed that the majority of respondents aged 31-35 years (31.5%), female (91.5%), educated Diploma-3 Nursing (65.7%), had an anxiety level in the mild category (55.7%), and feel comfortable using personal protective equipment (78.6%). Furthermore, it is recommended to conduct research related to the factors that affect the level of anxiety of nurses against the transmission of Covid-19 and the level of comfort of nurses in using personal protective equipment while treating patients with Covid-19.Keywords: nurse; anxiety; comfort; Covid-19 patient ABSTRAK Mortalitas Covid-19 di Indonesia adalah 8,9%, angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Data pada tanggal 31 Maret 2020 menunjukkan bahwa ada 1.528 kasus yang terkonfirmasi dan 136 kasus kematian, di antaranya adalah tenaga kesehatan, yang sebagian dari mereka adalah perawat yang berada pada gris terdepan dalam penanganan Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat kecemasan perawat terhadap penularan Covid-19 dan tingkat kenyamanan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri selama merawat pasien dengan Covid-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2020. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang pernah merawat pasien Covid-19 di Provinsi DIY. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling, sehingga didapatkan 70 responden. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner HARS dan kenyamanan diukur menggunakan kuesioner IFRC yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 31-35 tahun (31,5%), berjenis kelamin perempuan (91,5%), berpendidikan Diploma-3 Keperawatan (65,7%), memiliki tingkat kecemasan dalam kategori ringan (55,7%), dan merasa nyaman menggunakan alat pelindung diri (78,6%). Selanjutnya direkomendasikan dilakukan penelitian yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan para perawat terhadap penularan Covid-19 dan tingkat kenyamanan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri selama merawat pasien dengan Covid-19.Kata kunci: perawat; kecemasan; kenyamanan; pasien Covid-19
Efektivitas Health Promotion terhadap Upaya Pencegahan Kekambuhan dan Kontrol Asma Ummu Kalsum; Akbar Nur
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 2 (2021): April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12202

Abstract

Background: The prevalence of asthma is increasing every year and currently asthma is known as a disease that requires a lot of money and a disease with preventable death. This study aimed to determine the effectiveness of Health Promotion for efforts to prevent recurrence and control of asthma at Public Health Center Bambu and Public Health Center Binanga Mamuju Regency. Methods: This study used a quasi-experimental non-randomized pretest-post-test control group design using a purposive sampling technique with a total of 68 respondents consisting of 34 treatment groups and 34 in the control group. The data collection of this study used a demographic data questionnaire, knowledge level, efforts to prevent asthma recurrence, and Asthma Control Test (ACT). Results: This study showed a significant increase in knowledge, efforts to prevent and control asthma after being given Health Promotion intervention to the treatment group. In the knowledge level variable, there were 94.1% respondents who had a good knowledge of the paired test results obtained p-value = 0.000. Efforts to prevent asthma recurrence also increased by 91.2% respondents and the value of p = 0.000 was obtained, while the asthma control showed 73.5% respondents whose asthma was partially controlled and there were no respondents who had uncontrolled asthma with Paired t-test results (p = 0.003). The results of this study are expected to be a source of reference in increasing promotive and preventive efforts in asthma patients as well as in infectious and non-communicable diseases so that the public can improve their health status. Keywords: health promotion; knowledge; prevention; asthma control ABSTRAK Latar belakang: Prevalensi asma semakin meningkat tiap tahunnya dan saat ini asma diketahui sebagai salah satu penyakit yang membutuhkan biaya banyak dan penyakit dengan kematian yang dapat dicegah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas health promotion terhadap upaya pencegahan kekambuhan dan kontrol asma di Puskesmas Bambu dan Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen non-randomized pretest-pos-test control group design dengan menggunakan teknik purpossive sampling dengan total 68 responden yang terdiri dari 34 kelompok perlakuan dan 34 pada kelompok kontrol. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner data demografi, tingkat pengetahuan, upaya pencegahan kekambuhan asma dan Asthma Control Test (ACT). Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan, upaya pencegahan dan kontrol asma yang signifikan setelah diberikan intervensi Health Promotion kepada kelompok perlakuan. Pada variabel tingkat pengetahuan terdapat 94.1% responden yang memiliki pengetahuan baik dengan hasil uji paired Test didapatkan nilai p=0.000. Upaya pencegahan kekambuhan asma juga terdapat peningkatan 91.2% responden dan didapatkan nilai p=0.000, sedangkan pada kontrol asma menunjukkan 73.5% responden yang asmanya terkontrol sebagian dan sudah tidak terdapat responden yang memiliki asma tidak terkontrol dengan hasil uji Pairet t-test (p=0.003). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi dalam meningktakan upaya promotif dan preventif pada pasien asma maupun pada penyakit menular dan penyakit yang tidak menular agar masyarakat dapat meningkatkan derajat kesehatannya. Kata kunci: health promotion; pengetahuan; pencegahan; kontrol asma
Hubungan Adaptasi Fisiologis dan Adaptasi Psikologis dengan Diet Diabetes Melitus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Muhamad Nurmansyah; Rina Margaretha Kundre
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk135

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with characteristic of hyperglycemia that occurs due to insulin secretion disorders, insulin performance, or both. According to the International Diabetes Federation (IDF) in 2015, prevalence of dibetes mellitus in the world in adults increased according to data in 2014 where 1 in 11 adults with diabetes. Increased cases of diabetes mellitus also followed by the increase of accompanying complications itself. Complications of diabetes mellitus caused variety of problems not only physical problems, but also psychological problems. The purpose of this study was to investigate the relationship between physiological and psychological adaptation to dietary compliance in type 2 diabetics. This study was an observational descriptive study with cross sectional approach. This study involved 100 people type 2 diabetics in Sario health center as a samples. Statistical test results with a level of meaning p
Ketidakberdayaan di Masa Pandemi Covid-19: A Literature Review Kurniawan Kurniawan; Ai Indah Nazriah; Sri Rahayu; Rahmah Tresnala; Toni Arisandi; Khoirunnisa Khoirunnisa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i0.1512

Abstract

Background: Covid-19 is a pandemic that has an impact on psychological problems. Powerlessness is a psychological problem that causes individuals to be unable to carry out daily activities. Powerlessness arises as a result of bad perceptions in each individual. The purpose of the literature study is to describe the helplessness of everyone during the Covid-19 Pandemic. Our method uses the PICO search stage using relevant keywords for a period of 10 years (2011- 2021). There are 7 articles that are relevant as the main reference. The results of the literature study show that individuals feel helplessness as a result of the ongoing Covid-19 pandemic. Nurses can provide motivation or education as an intervention to overcome helplessness. Conclusion: Experience of helplessness during a pandemic can happen to everyone and a good coping mechanism is needed to deal with it.Keywords: Covid-19; helplessnessABSTRAKLatar belakang: Covid-19 merupakan masa pandemi yang memberikan dampak pada masalah psikologis. Ketidakberdayaan merupakan salah satu masalah psikologis yang menyebabkan individu tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Ketidakberdayaan muncul sebagai akibat dari persepsi yang tidak baik dalam setiap individu. Tujuan dari studi literatur adalah menggambarkan ketidakberdayaan setiap orang di masa Pandemi Covid-19. Metode studi ini menggunakan tahap pencarian PICO dengan menggunakan kata kunci yang relevan dalam jangka waktu 10 tahun (2011-2021). Terdapat 7 artikel yang relevan sebagai referensi utama. Hasil studi literatur menunjukan bahwa individu merasakan ketidakberdayaan sebagai akibat dari pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung. Perawat dapat memberikan motivasi atau edukasi sebagai salah satu intervensi untuk mengatasi ketidakberdayaan. Kesimpulan: Pengalaman ketidakberdayaan saat pandemik dapat terjadi pada setiap orang dan perlu mekanisme koping yang baik untuk menghadapinya.Kata kunci: Covid-19; ketidakberdayaan

Page 55 of 174 | Total Record : 1733


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue