cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 Jenita Laurensia Saranga'; Siprianus Abdu; Dhanty Jovica Dangeubun; Dian Novita Sari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1755

Abstract

The impact that occurred during the Covid-19 pandemic was a change in people's behavior who tried to implement the Covid-19 prevention protocol, namely wearing masks, washing hands and keeping a distance. The purpose of this study was to determine the factors associated with Covid-19 prevention behavior. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 100 people from RW 05, Kapasa Village, Makassar, which were selected using a consecutive sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using the Chi-square test. Based on the results of the analysis, the largest proportion according to factors were: age was adult (75%), gender was female (61%), education was secondary (47%), knowledge was good (59%), and preventive behavior was good (78%). The p-values for each factor of preventive behavior were: age = 0.026, gender = 0.968, education = 0.001, and knowledge = 0.000. Thus, it can be concluded that the factors related to Covid-19 prevention behavior are age, education and knowledge.Keywords: Covid-19; preventive behavior; age; education; knowledge ABSTRAK Dampak yang terjadi selama pandemi Covid-19 adalah perubahan perilaku masyarakat yang berusaha menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 100 masyarakat RW 05, Kelurahan Kapasa, Makassar, yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Berdasarkan hasil analisis, proporsi paling besar menurut faktor-faktor adalah: usia adalah dewasa (75%), jenis kelamin adalah perempuan (61%), pendidikan adalah menengah (47%), pengetahuan adalah baik (59%), dan perilaku pencegahan adalah baik (78%). Nilai p untuk masing-masing faktor dari perilaku pencegahan adalah: usia = 0,026, jenis kelamin = 0,968, pendidikan = 0,001, dan pengetahuan = 0,000. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19 adalah usia, pendidikan dan pengetahuan.Kata kunci: Covid-19; perilaku pencegahan; usia; pendidikan; pengetahuan
Upaya Penanggulangan Covid-19 dalam Keluarga Civitas Akademika Universitas Nurul Jadid Vivin Nur Hafifah; Septi Nur Badriah; Putri Nur Malasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1445

Abstract

Covid-19 is a disease that attacks the respiratory system, the symptoms are runny nose, sore throat, cough and fever. This study aims to determine the efforts to overcome Covid-19 in the family of the academic community at Nurul Jadid University, Probolinggo. This type of research was qualitative with a phenomenological approach. Data collection was carried out on February 2, 2021 after obtaining research permission. The participants involved were 8 people who were selected by purposive sampling technique, including 3 lecturers from the Faculty of Health, 2 lecturers from the Faculty of Engineering, 2 lecturers from the Faculty of Islamic Religion and 2 educational staff from the Faculty of Health). Data were collected through structured interviews. Interviews were carried out by implementing health protocols such as wearing masks, physical distancing, and washing hands before and after the interview. Data analysis was done manually using thematic analysis method. The results showed that the family of the Nurul Jadid University academic community had made efforts to overcome Covid-19, including: wearing masks when working, keeping a distance, washing hands, increasing immunity, applying correct cough etiquette, changing clothes or bathing when you get home, controlling disease. accompanying and routinely cleaning objects that are often handled with disinfectant.Keywords: Covid-19; countermeasures; family ABSTRAK Covid-19 adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan, gejalanya berupa pilek, sakit tenggorokan, batuk dan demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penanggulangan Covid-19 dalam keluarga sivitas akademika Universitas Nurul Jadid, Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 02 Februari 2021 setelah mendapatkan izin penelitian. Partisipan yang terlibat yaitu 8 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, meliputi 3 dosen Fakultas Kesehatan, 2 dosen Fakultas Teknik, 2 dosen Fakultas Agama Islam dan 2 staf kependidikan Fakultas Kesehatan). Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur. Wawancara dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti pemakaian masker, physical distancing, dan mencuci tangan sebelum dan setelah wawancara. Analisis data dilakukan secara manual menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga civitas akademika Universitas Nurul Jadid telah melakukan upaya penanggulangan Covid-19 antara lain: memakai masker saat bekerja, menjaga jarak, mencuci tangan, meningkatkan imunitas, menerapkan etika batuk yang benar, mengganti baju atau mandi sesampai di rumah, mengendalikan penyakit penyerta serta membersihkan secara rutin benda-benda yang sering dipegang dengan desinfektan.Kata kunci: Covid-19; penanggulangan; keluarga
Auricular Acupressure untuk Mengatasi Xerostomia pada Pasien Hemodialisis: Literatur Review Risyda Zakiyah Hanim; Lestari Sukmarini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1872

Abstract

Xerostomia is one of the most common complaints, accounting for 78% of hemodialysis patients. The condition of xerostomia causes hemodialysis patients to feel thirsty and creates a strong desire to drink more water. One therapy to reduce xerostomia is auricular acupressure. This study aims to review and discuss studies related to auricular acupressure in hemodialysis patients. The method used was a systematic review. The sources used were from Scopus, Science Direct, PubMed, ProQuest, Ebscohost and Sage published from 2005 to 2021. The keywords in the search were "auricular acupressure OR auricular acupuncture", 'xerostomia" OR "dry mouth" OR "salivary flow rate” AND “hemodialysis”. The results show that there were six articles that show the effectiveness of using auricular acupressure therapy. The use of auricular acupressure therapy had a positive impact on the prevention of xerostomia in hemodialysis patients so that auricular acupressure can be applied in Indonesia.Keywords: auricular acupressure; xerostomia; hemodialysisABSTRAK Xerostomia adalah salah satu keluhan paling umum yang mencapai 78% pada pasien hemodialisis. Kondisi xerostomia menyebabkan pasien hemodialysis merasa haus dan memunculkan keinginan kuat untuk minum lebih banyak air. Salah satu terapi untuk mengurangi xerostomia adalah auricular acupressure. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mendiskusikan penelitian-penelitian terkait auricular accupressure pada pasien hemodialisis. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis. Sumber yang digunakan berasal dari Scopus, Science Direct, PubMed, ProQuest, Ebscohost dan Sage yang diterbitkan dari 2005 hingga 2021. Kata kunci dalam pencarian adalah "auricular acupressure OR auricular acupunture", ‘xerostomia" OR "dry mouth" OR “salivary flow rate” AND “hemodialysis". Hasil menunjukkan bahwa terdapat enam artikel yang menunjukkan efektivitas penggunaan terapi auricular acupressure. Penggunaan terapi auricular acupressure berdampak positif pada pencegahan xerostomia pada pasien hemodialisis sehingga auricular acupresure dapat memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia dengan tujuan mencegah xerostomia pada pasien hemodialisis.Kata kunci: auricular acupressure; xerostomia; hemodialisis
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders(MSDs) pada Pengendara Ojek Online Sunardi Sunardi; Asma Wati; Alchamdani Alchamdani; Ahmed Ayathollah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i0.1593

Abstract

Online motorcycle taxi drivers are a group of workers who are at high risk of musculoskeletal disorders caused by several risk factors, including occupational factors (work posture, frequency, duration, force or load, mechanical stress and repetitive movements), environmental factors (vibration, temperature, lighting, and work area) and individual factors (age, gender, years of service, smoking habits, sports activities and anthropometry also contribute to the occurrence of MSDs). The World Health Organization states that musculoskeletal conditions are the second largest contributor to disability in the world, with low back pain being the leading cause of disability globally. This study aims to analyze the factors associated with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in online motorcycle taxi drivers in Kendari City. This research was quantitative using analytic method with cross sectional research design. The sample in this study was 88 people who were obtained using the accidental sampling technique and carried out in October at the community base for “ojek online” riders in Kendari City. Analysis of the data used was Chi-square test. The results showed that there was a relationship between smoking habits (p-value=0.003) and duration of work (p-value=0.004) with complaints of musculoskeletal disorders. However, there is no relationship between years of service (p-value=0.174) and workload (p-value=0,370) with complaints of musculoskeletal disorders.Keywords: smoking habits; work period; duration of work; workload; musculoskeletal disorders complaintsABSTRAKPengendara ojek online adalah kelompok pekerja yang berisiko tinggi terhadap musculoskeletal disorders yang disebabkan oleh beberapa faktor risiko antara lain faktor pekerjaan (postur tubuh saat bekerja, frekuensi, durasi, gaya atau beban, stres mekanik dan gerakan berulang), faktor lingkungan (getaran, suhu, pencahayaan, dan area kerja) dan faktor individu (umur, jenis kelamin, masa kerja, kebiasaan merokok, aktivitas olahraga dan antropometri juga ikut berkontribusi terhadap terjadinya keluhan MSDs). World Health Organization menyatakan kondisi musculoskeletal adalah penyumbang disabilitas terbesar kedua di dunia, dengan nyeri punggung bawah menjadi penyebab utama kecacatan secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pengendara ojek online. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 88 orang yang diperoleh secara Accidental sampling dan dilaksanakan pada bulan Oktober bertempat di pangkalan komunitas pengendara ojek online di Kota Kendari. Analisis data yang digunakan adalah analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan merokok (Pvalue=0,003) dan durasi kerja (Pvalue=0,004) dengan keluhan musculoskeletal disorders. Namun tidak ada hubungan antara masa kerja (Pvalue=0,174) dan beban kerja (Pvalue=0,370) dengan keluhan musculoskeletal disorders.Kata kunci: kebiasaan merokok; masa kerja; durasi kerja; beban kerja; keluhan musculoskeletal disorders
Faktor yang Berhubungan dengan Stigma Masyarakat terhadap Perawat Covid-19 di Kota Ambon berdasarkan Teori Health Belief Model (HBM) La Rakhmat Wabula; Endah Fitriasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk342

Abstract

Stigma and discrimination as well as changes in people's lifestyles have been the most felt impact since Covid- 19 became a pandemic that attacked various countries. The Health Belief Model (HBM) is one of the most frequently used theories in understanding health and disease behavior. The purpose of this study was to analyze factors related to community stigma against COVID-19 nurses in Ambon City based on the Health Belief Model (HBM) theory. The design of this research is descriptive correlation with a cross-sectional research approach. This study uses a questionnaire instrument as a measuring tool developed by researchers based on the theoretical framework of the Health Belief Model, namely measuring perceptions of vulnerability, seriousness, benefits, obstacles, beliefs, threats and questionnaires about community stigma.The population in this study is the community in Batu Merah Village, Ambon City, with a sample of 55 respondents based on the calculation of the sample calculation formula for the Ordinal-Ordinal Correlative Descriptive research. This research has received ethical approval from the Health Research Ethics Committee of STIKes Maluku Husada with No. RK.018/KEPK/STIK/VIII/2021. The results of the analysis show that knowledge does not have a significant effect on confidence (vulnerability (0.178), seriousness (0.160), advantage (0.055), barriers(0.610),self- confidence (0.199);threat does not have a significant effect on stigma as indicated by a p value of 0.417.Keywords: covid-19; stigma; health belief modelABSTRAKStigma dan diskriminasi serta perubahan pola hidup masyarakat menjadi dampak yang paling dirasakan sejak Covid19 menjadi pandemic yang menyerang diberbagai Negara. Health Belief Model (HBM) menjadi salah satu teori yang paling sering digunakan dalam memahami perilaku kesehatan dan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap perawat covid-19 di Kota Ambon berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner sebagai alat ukur yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan kerangka kerja teori Health Belief Model yakni mengukur persepsi kerentanan, keseriusan, keuntungan, hambatan, kepercayaan, ancaman dan kuesioner tentang stigma masyarakat. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di Desa Batu Merah Kota Ambon, dengan sampelsebanyak 55 responden berdasarkan perhitungan sampel perhitungan rumus besar sampel untuk penelitian Deskriptif Korelatif Ordinal- Ordinal. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan STIKes Maluku Husada dengan No. RK.018/KEPK/STIK/VIII/2021. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keyakinan (kerentanan (0,178), keseriusan (0,160), keuntungan (0,055), hambatan (0,610), kepercayaan diri (0,199)); ancaman tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stigmaditunjukkan dengan nilai p 0,417.Kata kunci: covid-19; stigma; health belief model
Pengawasan, Sikap dan Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Perilaku Aman Pekerja pada Bagian Driver Dump Truck Coal di PT. Mitra Indah Lestari Samarinda Suwignyo Suwignyo; Apriyani Apriyani; Anisa Ayu Saputri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1513

Abstract

Safe behavior is important to prevent workers from potential hazards in the workplace. The purpose of this study was to determine the relationship between monitoring, attitudes and knowledge of occupational health and safety (OHS) with worker's safe behavior of driver dump truck coal at PT. Mitra Indah Lestari Samarinda City. This research was quantitative by using a cross sectional design and sample were selected using a total sampling technique, consisting of 81 respondents. Data were analyzed using descriptive statistics and Chi-Square test. This research showed that more than half of the employees of PT. Mitra Indah Lestari has good safe behaviour (70.6%) and who has unsafe behaviour (25.6%). There was a significant relationship between monitoring with worker's safe behavior (p-value = 0.018), between attitude with worker's safe behavior (p-value = 0.001), and between knowledge with worker's safe behavior (p-value = 0.028) at PT. Mitra Indah Lestari Samarinda City.Keywords: supervision; attitude; OHS knowledge and safe behaviour ABSTRAK Perilaku aman penting untuk menghindarkan pekerja dari potensi bahaya yang ada ditempat kerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengawasan dan sikap dan Pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan perilaku aman pekerja pada driver dump truck coal di PT. Mitra Indah Lestari Kota Samarinda. Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain cross sectional dan sampel dipilih dengan teknik total sampling yang terdiri dari 81 responden. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan uji Chi-Square. Penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh karyawan PT. Mitra Indah Lestari memiliki perilaku aman yang baik (70,6%) dan yang memiliki perilaku tidak aman (25,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengawasan dan perilaku aman pekerja (p-value = 0,018), Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dan perilaku aman pekerja (p-value = 0.001) dan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku aman pekerja (0.028) di PT. Mitra Indah Lestari Kota Samarinda.Kata kunci: pengawasan; sikap; pengetahuan K3; perilaku aman 
Efektifitas Bridging Exercise Terhadap Keseimbangan Tubuh Pasien Stroke Tri Wahyuni Ismoyowati; Fransisca Winandari; Agnes Toding Layuk; Aprilisa Putri Handayani; Kristina Angwarmase
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1658

Abstract

Stroke is an emergency condition when a neurological deficit occurs as a result of a sudden decrease in blood flow to a localized area of the brain. Based on Basic Health Research in 2018 stated that the prevalence of stroke in Indonesia by age group was more in the 55-64 years age group as much as 33.3%. The Province of the Special Region of Yogyakarta ranks second with the number of stroke patients as much as 14.6%. The highest prevalence is East Kalimantan Province with 14.7% and the lowest prevalence is Papua Province with 4.1%. The purpose of this study is to determine the effectiveness of bridging exercise on body balance of stroke patient. This study is a literature review. The databased obatained from Google Scolar, NEJM, the National Library, Pubmed, and the US of A. The keywords "Bridging Exercise", "Body Balance" "Stroke Patients". The inclusion criteria of the articles taken were pubished in 2011-2021, experimental research methods, reseach sample were Stroke patients, the interventions given was bridging exercise and articles written in English and Indonesian. The results of the study concluded that Bridging Exercise more effective against the balance of the body of the patient's stroke, so it can be recommended as a therapeutic addition in non-pharmacological. Bridging Exercise it may be given 7-30 days of intervention for 5-30 minutes and is given as much as 3-6 times a week. Researchers are further encouraged to examine other related therapies or the combination of bridging exercise with other therapies that optimize the body balance of the stroke patient.Keywords: bridging exercise; body balance; patient stroke ABSTRAKStroke adalah kondisi kedaruratan ketika terjadi defisit neurologis akibat dari penurunan tiba-tiba aliran darah ke area otak yang terlokalisa. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menyebutkan bahwa prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan kelompok umur lebih banyak pada kelompok umur 55-64 tahun sebanyak 33,3%. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menempati urutan kedua dengan jumlah penderita stroke sebanyak 14,6%. Prevalensi tertinggi merupakan Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 14,7% dan prevalensi terendah Provinsi Papua sebanyak 4,1%. Tujuan penelitin ini untuk mengetahui kefektifan Bridging Exercise pada keseimbangan tubuh pasien stroke. Studi ini merupakan ILR. Databased yang digunakan yaitu Google Scolar, NEJM, Perpusnas, Pubmed, dan ASA. Dengan kata kunci “Bridging Exercise”, “Keseimbangan Tubuh”, “Pasien Stroke”. Kriteria inklusi artikel yang diambil yaitu full text, penelitian yang di terbitkan pada tahun 2011-2021, jenis penelitian eksperimental, sampel penelitian adalah pasien stroke, intervensi yang diberikan berupa bridging exercise dan artikel ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Hasil dari penelusuran 102 artikel kemudian diperkecil dengan screening dan diperoleeh 6 artikel penelitian yang sesuai dengan tujuan dan kriteria review. Hasil telah menyimpulkan bahwa bridging exercise lebih efektif terhadap keseimbangan tubuh pasien stroke, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis. Bridging exercise dapat diberikan 7-30 hari selama 5-30 menit dan diberikan sebanyak 3-6 kali perminggu. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti terkait terapi lain atau kombinasi bridging exercise dengan terapi lain yang dapat mengoptimalkan keseimbangan tubuh pasien stroke.Kata kunci: bridging exercise; keseimbangan tubuh; pasien stroke
Gambaran Kecemasan Pendamping Pasien Hemodialisa di Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020 Nimsi Melati; Agustin Eka Kristiningsih; Eko Widayanto; Eni Purwanti; Maretha Windriyana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1608

Abstract

 The current COVID-19 pandemic has had a huge impact on everyone. One of the affected parties is the companion of hemodialysis patients. The patient's companion feels anxious if he or his family is infected in the hemodialysis room. This study aims to determine the anxiety description of hemodialysis patient companions during the COVID-19 pandemic. This type of research was descriptive quantitative with an online survey method. The research subjects were 100 companions of hemodialysis patients at hemodialysis centers throughout Indonesia, selected by accidental sampling technique. Data on anxiety levels were collected through filling out the Zung self rating anxiety scale (ZRAS) questionnaire which had been adapted. The results showed that most of the patient companions did not experience anxiety 98 respondents (98%) and 2 respondents (2%) experienced mild to moderate anxiety. The results of this study can be a reference for hospitals that have hemodialysis units to provide more support to hemodialysis patient companions so they don't feel anxiety and can provide good assistance.Keywords: COVID-19; anxiety; patient; patient companionABSTRAK Masa pandemi COVID-19 saat ini memberikan dampak yang besar bagi semua orang. Salah pihak yang terdampak adalah pendamping pasien hemodialisa. Pendamping pasien merasa cemas jika dirinya atau keluarganya tertular di dalam ruang hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan pendamping pasien hemodialisa di masa pandemi COVID-19. Jenis peneltian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei secara online. Subjek penelitian adalah 100 pendamping pasien hemodialisa di pusat hemodialisa di seluruh Indonesia, yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data tentang tingkat kecemasan dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Zung self rating anxiety scale (ZRAS) yang telah diadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pendamping pasien tidak mengalami kecemasan 98 responden (98%) dan 2 responden (2%) mengalami kecemasan ringan sampai sedang. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi rumah sakit yang memiliki unit hemodialisa untuk memberikan dukungan yang lebih kepada pendamping pasien hemodialisa agar tidak merasakan kecemasan dan dapat melakukan pendampingan dengan baik.Kata kunci: COVID-19; kecemasan; pasien; pendamping pasien
Pengetahuan, Sikap dan Praktik PMIK dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Covid-19 di Rumah Sakit Arief Tarmansyah Iman; Setyadi Nugroho
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1767

Abstract

Indonesia is one of the countries affected by the Covid-19 pandemic. Hospitals as the front line in handling Covid-19 that directly serve suspected Covid-19 patients, must comply with the protocol for handling Covid-19 patients, including medical recorders and health information (PMIK). The purpose of this study was to describe the knowledge, attitudes and practices of PMIK towards the prevention and control of Covid-19 infection in hospitals in the East Priangan region. This type of research is descriptive quantitative. The research subjects were 68 PMIK who worked in hospitals in the East Priangan area who were selected randomly. Data was collected through filling out questionnaires about knowledge, attitudes and practices of preventing and controlling Covid-19 infections. The results showed that most of the PMIK had knowledge levels in the good category, positive attitudes and practices in the good category.Keywords: medical recorder and health information; Covid-19; knowledge; attitude; practiceABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak pandemi Covid-19. Rumah sakit sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 yang langsung melayani pasien suspek Covid-19, harus mematuhi protokol penanganan pasien Covid-19, termasuk tenaga perekam medis dan informasi kesehatan (PMIK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan praktik PMIK terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi  Covid-19 di rumah sakit di wilayah Priangan Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif.  Subyek penelitian adalah 68 PMIK yang bekerja di rumah sakit di wilayah Priangan Timur yang dipilih secara random. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner tentang pengetahuan, sikap dan praktik pecegahan dan pengendalian infeksi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar PMIK memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik, sikap positif dan praktik dalam kategori baik.Kata kunci: tenaga perekam medis dan informasi kesehatan; Covid-19; pengetahuan; sikap; praktik 
Eksplorasi Persepsi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang Mendapatkan Penolakan Keluarga Andi Buanasari; Hendro Joli Bidjuni; Muhamad Nurmansyah; Ferdinand Wowiling
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk339

Abstract

Negative perceptions both from the community and from families about mental illness related people with mental disorders often get rejection from their families when they will be discharged from Mental Hospital. As a result, they were forced to stay in the hospital for many years. The purpose of this study was to explore the perceptions of people with mental disorders getting family rejection. This study used a qualitative design with phenomenological approach involving 10 participants who were rejected by their families and have stayed in the hospital for at least 1 year. Data collection was conducted by in-depth interviews. Selected participants were those who had been able to communicate well based on the statement from the nurse in charge. Data analysis was carried out using Colaizzi steps. Three themes were identified from this study, namely; 1) Internal and external factors as the cause of family rejection, 2) Response to family rejection and 3) Positive and negative perspectives of PWMI staying in the hospital. The results of this study indicated the importance of developing rehabilitation program in the Hospital to prepare the patients before returning to Families and also increasing anti-stigma campaign among families.Keywords: people with mental disorders; family rejection; stigmaABSTRAKPersepsi negatif baik dari masyarakat maupun langsung dari keluarga terkait Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menyebabkan ODGJ sering mendapatkan penolakan dari Keluarga saat akan dipulangkan dari Rumah Sakit Jiwa. Akibatnya, mereka yang ditolak Keluarga terpaksa harus tinggal di Rumah Sakit selama bertahun-tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplor lebih dalam terkait persepsi ODGJ mendapatkan penolakan Keluarga. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan 10 Partisipan yang ditolak keluarga dan telah tinggal di Rumah Sakit setidaknya lebih dari 1 Tahun lamanya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan Partisipan yang dipilih adalah yang telah mampu berkomunikasi dengan baik berdasarkan keterangan perawat penanggungjawab. Analisis data dilakukan dengan menggunakan langkah analisis data dari Colaizzi. Terdapat tiga tema yang diidentifikasi dari penelitian ini yaitu, 1) Faktor internal dan eksternal sebagai penyebab penolakan keluarga, 2) Respon terhadap penolakan Keluarga dan 3) Perspektif positif dan negatif ODGJ tinggal di Rumah Sakit. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan program rehabilitasi di Rumah Sakit untuk mempersiapkan Pasien sebelum kembali ke Keluarga dan juga pentingnya peningkatan edukasi anti stigma pada keluarga.Kata kunci: orang dengan gangguan jiwa; penolakan keluarga; stigma

Page 64 of 174 | Total Record : 1733


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue