cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keteraturan Anc Ibu Hamil Aterm Yang Mengalami Hipertensi Mulyana, Hilman
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.072 KB)

Abstract

ABSTRAKSetiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam kehamilan, salah satunya hipertensi. Pada pemeriksaan antenatal care berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Barat (2015) terdapat 58.289 Bumil yang tidak melakukan (drop out) pada pemeriksaan ke 4 (5,65%), sejalan dengan penelitian Tamaka (2013) menyatakan bahwa kurangnya pemanfaatan ANC oleh ibu hamil ini berhubungan dengan banyak faktor, salah satu diantaranya adalah kurangnya dukungan dari anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keteraturan ANC ibu hamil aterrm yang mengalami hipertensi di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan survey analitik kolerasi dengan  pendekatan cross sectional, sampel ibu hamil aterrm yang mengalami hipertensi di poli kebidanan, ruang 7 dan ruang VK RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya berjumlah 30 orang dengan teknik acidental sampling. Analisis univariate dan biavriate dengan uji Chi- Square, dengan hasil sekitar 25 ibu hamil aterm (83.3%) mendapatkan dukungan keluarga (favorable), sekitar 26 ibu hamil aterm (86.7%) melakukan ANC secara teratur dan ρ-value = 0.009 < α = 0.05 artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan keteraturan ANC pada ibu hamil aterrm yang mengalami hipertensi. Ibu hamil aterm yang mendapatkan dukungan keluarga (favorable) memiliki kecenderungan melakukan ANC sebesar 36 kali lipat daripada responden yang tidak mendapatkan dukungan keluarga (unfavorable). Keluarga dan ibu hamil aterm hendaknya lebih meningkatkan pengetahuannya terutama mengenai hipertensi agar ibu dapat menjaga tekanan darahnya tetap stabil dan terkendali. Kata Kunci: ANC, Dukungan Keluarga, Hipertensi Dalam Kehamilan.  ABSTRACTEvery pregnant woman faces the risk of complications that can threaten pregnancy, one of them hypertension. on examination of antenatal care based on West Java Health Profile (2015) there were 58,289 pregnant women who did not (drop out) on examination to 4 (5.65%). In line with the study Tamaka (2013) states that the lack of utilization of ANC by pregnant women is associated with many factors, one of them is the lack of support from family members. This study aims to determine the relationship of family support to the regularity of ANC atherrm pregnant women who experience hypertension in hospitals dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. The method used by analytical survey of correlation with cross sectional approach, sample of pregnant women aterrm who have hypertension in poly obstetrics, room 7 and VK Room of RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya amounted to 30 people with acidental sampling technique. Univariate and biavriate analysis with Chi-Square test, with result of about 25 pregnant women aterm (83.3%) get family support (favorable),  about 26 pregnant women aterm (86.7%) do ANC regularly and ρ-value = 0.009 <α = 0.05 means there is a relationship between family support with regularity of ANC in pregnant women who have hypertension. Pregnant women who get supportive families have a tendency to do ANC 36 times more than respondents who do not get family support (unfavorable).  Family and pregnant women should increase their knowledge, especially about hypertension, so that the mother can keep her blood pressure stable and under control. Keywords               : ANC, Family Support, Hypertension In Pregnancy
INTENSI MELAKSANAKAN SELF STUDY (SEVEN JUMP : STEP 6) DALAM SMALL GROUP DISCUSSION (SGD) PADA MAHASISWA ANGKATAN 2011 FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Arlan, Ariska Juniar; Fitria, Nita; Rafiyah, Imas
KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.51 KB)

Abstract

Abstract - Education is effort to develop our potential. Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran implement the CBC to produce competent graduates. PBL approach used by seven jump. In this seven-stage, self study (step 6) is the essence of this method. The research design use is descriptive quantitative. Its population is college student of Faculty of Nursing grade 2011. The sampling technique was done by total sampling 130 respondents. The instrument used questionnaire arranged on TPB (Ajzen, 2005). The results are almost all respondents 123 respondent (94.6%) had a strong intention, a minority  respondent (5.4%) had weak intentions. Determinant that form intentions are Attitude Toward Behavior 34,49 % , and Subjective Norm 34,40 %, Perceived Behavioral Control 31,11%. Based on the results, suggested to grade 2011, who has a strong intention to maintain and increase it, student who had weak intentions it should be given attention and motivation, suggestions for faculty is to maintain and improve the quality of students, teachers, and supporting infrastructure. For further research can be used as preliminary data to examine factors that influence intentions Keywords: Intentions, Self Study, Small Group Discussion  Abstrak - Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi diri. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran merupakan salah satu institusi yang melaksanakan pendidikan yang menerapkan KBK dengan metode SCL dan pendekatan PBL melalui seven jump. Dalam penelitian ini difokuskan  pada intensi mahasiswa angkatan 2011 dalam menjalani step 6 dalam metode seven jump. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif  kuantitatif. Populasinya mahasiswa angkatan 2011. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yang berjumlah 130 orang. Alat ukur yang dipakai adalah kuesioner terdiri dari 20 item pertanyaan, disusun berdasar TPB (Ajzen, 2005). Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan Mean. Hasil penelitian ini adalah hampir seluruh responden  123 orang (94,6%) mempunyai intensi  kuat, sebagian kecil 7 orang (5,4%) memiliki intensi lemah. Determinan paling membentuk intensi adalah Attitude Toward Behavior dengan jumlah 34,49%, Subjective Norm 34,40, dan Perceived Behavioral Contro 31,1l%. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada mahasiswa angkatan 2011 yang mempunyai intensi kuat untuk mempertahankannya, mahasiswa yang mempunyai intensi lemah maka harus diberi perhatian dan motivasi, saran untuk fakultas yaitu mempertahankan dan meningkatkan kualitas peserta didik, pengajar, serta sarana prasarana pendukung. Untuk penelitian selanjutnya bisa dijadikan data awal untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi intensi. Kata kunci : Intensi, Self Study, Small Group Discussion
Gambaran Pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak Usia Sekolah Dasar Iklima, Nurul
KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.92 KB)

Abstract

ABSTRAKAngka kejadian penyakit dan keracunan akibat makanan jajanan yang terjadi di kalangan anak usia sekolah saat ini meningkat. Anak usia sekolah memiliki kebiasaan jajan yang sulit untuk dihilangkan, sedangkan makanan jajanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan dan gizi akan mengancam kesehatan anak sehingga diperlukan kemampuan anak dalam pemilihan jajanan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pemilihan jajanan pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Babakan Sentral Kota Bandung. Data dikumpulkan dari 110 siswa menggunakan kuesioner dan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 57,3% anak memilih makanan yang tidak sehat. Adapun hasil penelitian pemilihan terkait makanan sebanyak 54,3% memilih makanan jajanan yang tidak sehat, terkait personal sebanyak 64,5% memilih makanan jajanan yang tidak sehat, terkait sosial-ekonomi sebanyak 55,4% memilih makanan jajanan yang tidak sehat, dan pemilihan terkait ketersediaan makanan jajanan di sekolah mendapatkan hasil bahwa anak-anak memilih makanan jajanan yang tidak sehat. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan kepada guru, orang tua dan instansi kesehatan untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah ini melalui pendidikan, perhatian serta pengawasan pada anak. Kata Kunci: Anak, pemilihan-makanan, usia sekolah. ABSTRACTThe number of disease and poisoning due to food snack occured among school-age children was increased. School-age children have the habit of eating snacks that are difficult to stops. Since the food as snack that does not meet the requirements of health and nutrition will threaten the health of these children, so it necessary for the children to have the ability to select their healthy snacks. The aimed of this study was to identify the snacks selection at school-age children in Babakan Central Elementary School Bandung. Data were collected from 110 students using questionnaire and it was analyzed using descriptive analysis. The results showed that 57,3% children choose unhealthy snack. While the study result related of food for 54,3% choose unhealthy snack, related of person for 64,5% choose unhealthy snack, related of socio-economic for 55,4% choose unhealthy snack, and the selection related to the availability of getting the results that the children choose unhealthy snack.Based on this study, it was recommended to teachers, parents and health-related agencies for overcoming joint this problem through education, care and supervision for children.Keywords: Children, food-choice, school-age.
PENGARUH KONSELING TERHADAP KECEMASAN REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI MENARCHE Fitriani, Hemi; Rohman, Riryn Yulia
KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.712 KB)

Abstract

ABSTRAKMenarche merupakan salah satu penyebab kecemasan yang dialami oleh remaja putri. Terjadinya kecemasan dikarenakan kurangnya informasi dan pemahaman mengenai menarche. Umumnya kecemasan pada remaja putri dapat berdampak negatif, jika tidak ditangani akan menimbulkan rasa takut yang berlebihan dan berulang terhadap menstruasi, penolakan yang bertahap mengakibatkan pengereman fungsional (retensi menstruasi). Konseling adalah salah satu penanganan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kecemasan remaja putri kelas IV, V, VI yang mengalami menarche di SDN Baros Mandiri 4 Cimahi. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimental dengan rancangan one group pre test-post test design. Sampel pada penelitian ini adalah remaja putri kelas VI, V, VI yang mengalami menarche sebanyak 18 responden diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat menggunakan mean dan bivariat menggunakan uji t-dependent. Hasil penelitian didapatkan perbedaan yang signifikan rata-rata skor kecemasan sesudah dan sebelum dilakukan intervensi konseling dengan P-value 0,000 (<α = 0,05). Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara konseling terhadap kecemasan pada remaja putri kelas IV, V, VI yang mengalami menarche di SDN Baros Mandiri 4 Cimahi. Saran kepada pihak sekolah SDN Baros Mandiri 4 Cimahi dapat bekerja sama dengan perawat puskesmas wilayah cimahi tengah untuk memberikan konseling tentang menarche kepada siswa-siswinya.Kata Kunci: Konseling, Kecemasan, Menarche  ABSTRACTMenarche is one of causes the teenagers girl anxiety experienced. Anxiety experienced because lack of information and understanding about menarche. General anxiety in teenage girl could be have a negative impact, if this untreated would be caused excessive fear and repeated of menstruation, gradual rejected that resulted the braking function (retention menstruation). Counseling is one of the treatment for anxiety. This research further investigates the effect of counseling on the anxiety of teenagers girls class IV, V, VI who experienced menarche at elementary schoolBarosMandiri 4 Cimahi. The method is used the quasi-experimental method with one group pretest-posttest design. This research involves 18 respondents selected through the purposive sampling technique. Univariat analysis used the mean and bivariat using t-dependent. Theresult showed that a significant difference in the level of anxiety before and after the counseling with a P-value of 0.000 (<α = 0.05). Means that there wassignificant effect of counseling to the anxiety reduction.Suggestions to elementary school BarosMandiri 4 Cimahi could be cooperate with health workers especially nurse at puskesmascimahi central areas to provide counseling about menarche to students.   Keywords: Counseling, Anxiety, Menarche
ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT Darmawan, Dadang; Andriyani, Septian
KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.137 KB)

Abstract

Abstract - Communication can give therapeutik value if it meets emotional and intellectual  needs. Therapeutic communication capability of nurses in mentally disturbed nursing care depends on cognitive, affective and psycomotoric competence of nurses. Result of observation in mental Hospital at West Java, psikiatric nursing use communication for the mental disorder who formal and limited without therapeutic communication stage. The objective of this reseach was to analyze the implementation of therapeutic communication at West Java Mental Hospital. The study design was quantitative approach with cross sectional design. The subject of the study were nurses. Samples were total sampling taken with as many as 142 subjects.The result showed there was significant realtionship between knowledge, attitude and behaviour of nurses in the implementation of therapeutic communication. The Participant training did not show the significant relation with the implementation of the therapeutic communication. The attitude as a dominan factor wich give a chance behaviorin therapeutic communication. Keyword: Knowledge, Attitude, Therapeutic Communication Abstrak - Komunikasi yang direncanakan secara sadar dan bertujuan serta kegiatannya difokuskan untuk kesembuhan klien dan merupakan komunikasi profesional yang mengarah pada tujuan  untuk penyembuhan klien yang dilakukan oleh perawat atau tenaga kesehatan lainnya disebut komunikasi teurapeutik. Kemampuan komunikasi terapeutik perawat pada tindakan keperawaan gangguan jiwa tergantung dari kompetensi kognitif, afekif dan psikomotor perawat. Berdasarkan pengamatan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, komunikasi perawat jiwa dengan klien gangguan jiwa umumnya bersifat formal dan terbatas tanpa melalui tahapan komunikasi terapeutik.Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis penerapan komunikasi terapeutik di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. J        enis penelitian  adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah  142 orang perawat . Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dengan perilaku penerapan komunikasi terapeutik. Sikap merupakan fakor yang paling dominan dalam memberikan sumbangan terhadap perubahan perilaku dalam penerapan komunikasi terapeutik. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Penerapan Komunikasi Terapeutik, Perawat Jiwa
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEPERCAYAAN TERHADAP DIET PENDERITA DM DI RSUD KOTA BANDUNG Okatiranti, Okatiranti
KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.444 KB)

Abstract

ABSTRAKKetidakpatuhan terhadap diet diabetes mellitus akan menyebabkan terjadinya komplikasi akut dan kronik dan pada akhirnya akan memperparah penyakit bahkan bisa menimbulkan kematian. Pengetahuan, sikap, dan kepercayaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi ketaatan diet. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap, dan kepercayaan yang mempengaruhi ketaatan diet di poliklinik penyakit dalam RSUD Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif, dengan jumlah populasi sebanyak 698 orang yang menderita DM tipe 2. Sampel pada penelitian ini berjumlah 59 orang, sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik sampling yang digunakan ialah Purposive Sampling. Penggumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner. Perhitungan data dihitung dengan menggunakan rumus percentage dan mean. Pada hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya yaitu sebanyak 26 responden (44,06 %) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, lalu hampir setengahnya yang memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 25 responden (42,37 %), dan sebagian kecil responden yaitu sebanyak 18 responden (13,55%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Untuk sikap sebagian besar 35 responden (59,32 %) bersikap positif, dan hampir setengahnya 24 responden (40,67%) bersikap negatif. Untuk kepercayaan sebagian besar yaitu 31 responden (52,54 %) memiliki kepercayaan tinggi, dan hampir setengahnya memiliki kepercayaan yang kurang yakni 28 responden (47,45 %). Penderita Diabetes tipe 2 di RSUD kota Bandung memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, sedangkan sikap yang dimiliki positif, dan kepercayaannya tinggi terhadap diet. Oleh karena itu diharapkan tenaga kesehatan memberikan pendidikan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuannya, agar kepatuhan terhadap diet dapat dimaksimalkan dengan baik.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Kepercayaan, Diet  ABSTRACTPoor adherence to diabetes diet will cause acute and chronic complications and will ultimately worsen the disease can even cause death. Knowledge, attitudes, and beliefs are factors that can affect dietary adherence. The purpose of this study was to identify the knowledge, attitudes, and beliefs that affect to diet adherence in Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kota Bandung. This study used a descriptive research design, with a total population of 698 people suffering from type 2 diabetes. The sample in this study amounted to 59 people, according to the study criteria. Mechanical sampling filter is used Purposive Sampling. Coagulation data in this study using A survey or questionnaire. Calculation of data is calculated by using the formula the mean and percentage. In the results showed almost half as many as 26 respondents (44.06%) have less knowledge level, last almost half  that has a sufficient knowledge of as many as 25 respondents (42.37%), and a small proportion of respondents that as many as 18 respondents (13.55%) have a good level of knowledge. For most of the attitude of 35 respondents (59.32%) to be positive, and nearly half of 24 respondents (40.67%) being negative. To trust the majority of the 31 respondents (52.54%) had high confidence, and nearly half had less confidence that 28 respondents (47.45%). Patients with Type 2 Diabetes in Hospital Bandung have less knowledge level, whereas a positive attitude held, and the high trust to diet. It is therefore expected of health workers providing effective health education to improve their knowledge, so that adherence to a diet can be maximized with either.Keywords: Knowledge, Attitude, Belief, Diet
PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN KOMUNIKASI EFEKTIF DI IRJ AL–ISLAM BANDUNG Syagitta, Mutiara; Sriati, Aat; Fitria, Nita
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.199 KB)

Abstract

ABSTRAKKomunikasi efektif merupakan sebuah proses yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan asuhan keperawatan. Kunci dari terciptanya hubungan yang baik antara perawat dan klien adalah kemampuan perawat dalam berkomunikasi. Perawat yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik dalam berkomunikasi akan mudah menumbuhkan kepercayaan klien, sehingga klien bisa lebih terbuka untuk berbicara mengenai masalah yang berhubungan dengan penyakitnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang pelaksanaan komunikasi efektif antara perawat dan klien di Instalasi Rawat Jalan Al Islam Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. Informan dalam penelitian ini adalah perawat di Instalasi Rawat. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah informan 9 orang perawat. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10 desember 2016. Penelitian ini menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) dengan teknik analisa data menggunakan analisis sistematik (systematic analysis). Hasil penelitian ini didapatkan 3 tema utama mengenai persepsi perawat terhadap pelaksanaan komunikasi efektif. Tema pertama adalah pelaksanaan komunikasi efektif di instalasi rawat jalan berjalan baik, masih adanya hambatan yang dirasakan perawat ketika melakukan komunikasi efektif, dan pola komunikasi perawat-klien mempengaruhi tingkat kepuasan klien terhadap pelayanan. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan agar perawat lebih meningkatkan keterampilan komunikasi efektifdalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Selain hal itu disarankan juga bagi RS Al Islam untuk membuat Standard Operational procedure (SOP)  mengenai komunikasi dengan klien yang  dapat menunjang kelancaran pemberian asuhan keperawatan. Kata Kunci : Instalasi Rawat Jalan, RS Al Islam, Komunikasi efektif, Perawat-Klien. ABSTRACTEffective communication is a crucial process in supporting the success of nursing care. The key into the good relations between the nurse and client is the ability of nurses to communicate. Nurses who have the ability and good skills in communication will easily build the trust of clients, so that the clients can be more open to talking about the problems associated with they disease.The purpose of this research is to get in depth overview of the implementation of effective communication between nurses and client in outpatient installation Al Islam Hospital Bandung. The research method used is descriptive explorative, while sampling technique used  is purpossive sampling with the number of informants nine nurses. Data collection was conducted on December 10th 2016. FGD (Focus Group Discussion) method used in this research with data analysis techniques using a systematic analysis.The result of this research shows the three main themes of the nurses perception of the implementation of effective communication. First theme is the implementation of effective communication has been running well, the nurses still perceived barriers when implementating effective communication, and nurse-client communication patterns influence the level of client satisfaction with services. Suggestion of this study is expected to nurse more effectively improve their communication skills in order to improve the quality of service. Otherwise it is also advisable for Al Islam Hospital  to make Standar Operational Procedure regarding communication with clients to support the provision of nursing care. Keywords : Effective communication, Al Islam Hospital Bandung, Nurses-client, Outpatient installation.
KETENTUAN TENTANG KELUARGA BERENCANA DAN ASAS NONDISKRIMINASI DIKAITKAN DENGAN HAK REPRODUKSI PEREMPUAN Nurhayati, Nung Ati; Widanti, Agnes
KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (2013): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.351 KB)

Abstract

Abstract - The emerged of Keluarga Berencana (KB) movement is a new phenomenon in the early 70’s, and it still become a problem until now. Keluarga Berencana and reproduction health cannot be separated with status imbalance and gender role. Non-discrimination principle of Keluarga Berencana’s program in Indonesia still not yet execute, in the result that, it is important to do some research about description of Keluarga Berencana’s determination and its correlation with non-discrimination principle, and also research about description of correlation between Keluarga Berencana’s determination and women’s reproduction rights. Methodological research that is used in this research is descriptive analytic and also juridical normative as methodological approach. The type of data in this research is secondary data with primary law, secondary law, and tertiary law as its material. Methodological collection data that is used is bibliography with qualitative normative method. The result of this research is Keluarga Berencana’s determination and non-discrimination principle are related by women’s reproduction rights, in the result that, if Keluarga Berencana’s determination and women’s reproduction rights were done, it needed a clarity of non-discrimination rights implementation about women to make sure their reproduction rights and become free from law’s threats.Keyword: Keluarga Berencana, No-Discrimination, And Women’s Reproduction Rigths  Abstrak - Gerakan KB di Indonesia muncul sebagai fenomena baru pada awal tahun tujuh puluhan, dan masih menjadi persoalan sampai dengan sekarang. Masalah KB dan kesehatan reproduksi tidak dapat lepas dari persoalan ketimpangan status dan peran antara laki-laki dan perempuan. Asas non-diskriminasi dalam program KB di Indonesia masih belum terlaksana secara nyata, sehingga perlu diteliti Bagaimana gambaran ketentuan - ketentuan tentang  Keluarga Berencana  dan hubungannya dengan azas non Diskriminasi, Bagaimana gambaran hubungan ketentuan-ketentuan tentang Keluarga Berencana dan asas nondoskriminasi dikaitkan dengan hak reproduksi perempuan. Metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah deskriptif analitis dengan metode pendekatan yuridis normatif. Jenis data adalah data sekunder dengan bahan, hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah studi kepustakaan dengan metode kualitatif normatif. Hasil penelitian, ketentuan tentang keluarga berencana dan asas non Diskriminasi dikaitkan dengan hak reproduksi perempuan sangat berkaitan, sehingga jika ketentuan tentang keluarga berencana dan hak reproduksi perempuan dijalankan perlu ada kejelasan tentang pelaksanaan asas nondiskriminasi terhadap perempuan untuk menentukan hak reproduksinya secara mandiri dan terbebas dari ancaman hukum. Kata Kunci : Keluarga Berencana, Nondiskriminasi dan Hak Reproduksi Perempuan
Pendidikan Kesehatan Jiwa Bagi Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerang Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut Hernawaty, Taty
KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.908 KB)

Abstract

Pada umumnya penderita gangguan jiwa tinggal bersama keluarganya. Dampaknya, stressor yang dirasakan keluarga bertambah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga merasakan beban baik secara fisik maupun psikologis. Untuk itu keluarga perlu diberikan support agar mampu bertahan terhadap kondisi yang dihadapi. Pendidikan kesehatan jiwa menjadi suatu upaya yang secara tidak langsung dapat mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Keluarga gangguan jiwa di Kecamatan Kersamanah pernah mendapatkan beberapa kali pendidikan kesehatan jiwa oleh pihak Puskesmas namun masih berdasarkan tema umum. Oleh karena itu, keluarga perlu mendapat materi pemberian pendidikan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendidikan kesehatan yang diberikan bagi keluarga gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukamerang Garut.     Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga gangguan jiwa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut, sebanyak 125 keluarga. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel jenuh. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Sukamerang Garut yang meliputi seluruh desa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang mengukur beban perawatan dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pendidikan kesehatan yang diberikan pada keluarga gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukamerang berkaitan dengan ketergantungan pasien terhadap keluarga.  Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pihak Puskesmas agar mengembangkan materi dan metoda yang diberikan pada proses pendidikan kesehatan yang diberikan bagi keluarga gangguan jiwa.
TINGKAT STRES IBU YANG MEMILIKI ANAK KANKER LEUKEMIA DI RUMAH CINTA ANAK KANKER JL. BIJAKSANA DALAM KOTA BANDUNG Lesmanawati, Nenden; Qoyyimah, Dinan Fashalna
KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.179 KB)

Abstract

ABSTRAK Kanker leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang sering ditemukan pada anak-anak. Ketika seorang anak didiagnosis menderita kanker, orangtua harus menghadapi sejumlah stressor baru. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap 10 orang ibu yang memiliki anak penderita kanker leukemia, didapatkan enam orang sering merasakan kelelahan dan mengalami gangguan tidur, empat orang sering merasakan emosi yang tidak stabil. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui tingkat stres ibu yang memiliki anak kanker leukemia di Rumah Cinta Anak Kanker Jl. Bijaksana Dalam Kota Bandung. Stres adalah reaksi tubuh dan psikis terhadap tuntutan-tuntutan lingkungan kepada seseorang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi sebanyak 206 orang ibu dan sampel menggunakan teknik incidental sebanyak 136 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner baku sebanyak 42 item. Hasil pengolahan data diperoleh tingkat stres ibu secara umum 53 orang (39%) dikategorikan berat, aspek fisiologis 46 orang (34%) dikategorikan sedang, aspek psikologis 53 orang (39%) dikategorikan berat, dan aspek perilaku 48 orang (35%) dikategorikan sedang. Saran untuk Rumah Cinta Anak Kanker untuk mengadakan kegiatan dalam bidang olahraga serta kolaborasi dengan pakar psikologi untuk memberikan arahan, konseling dan motivasi kepada ibu yang memiliki anak kanker leukemia. Kata Kunci :Stres, Ibu, Leukemia

Page 7 of 11 | Total Record : 110