cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Pada Siswa SMAN 2 Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Senjaya, Sukma
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.909 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4679

Abstract

Kebiasaan   merokok  sudah   meluas   di  hampir   semua   kelompok umur salah satunya pada masa remaja.. Pada bulan Maret 2018 peneliti melakukan survei pendahuluan  dengan  mewawancarai  15  orang siswa yang suka merokok, hasilnya dari 15 orang siswa 11 orang diantaranya mengetahui bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan 4 orang tidak mengetahuinya. Tujuan  Penelitian  ini untuk  mengetahui  faktor  –  faktor  yang  berhubungan  dengan    perilaku merokok pada siswa  SMAN 2 Kabupaten Garut dengan  metode penelitian survey analitik  dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi   dalam   penelitian   ini   adalah   semua  siswa    yang  suka merokok sebanyak  241 orang,  jumlah sampel  sebanyak 71 orang. Hasil  Penelitian  analisis  ini  menunjukkan  bahwa  ada  hubungan    antara  sikap  dengan perilaku merokok dengan nilai p- value= 0.003, ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok, ada hubungan antara fasilitas dengan perilaku merokok dengan p-value= 0.001, ada hubuungan antara sarana pra sarana denagn perilaku  merokok  dengan p-Value= 0.044, ada hubungan antara orang tua dengan perilaku merokok dengan p -value= 0.043, ada hubungan antara  iklan  dengan  perilaku  merokok  dengan  p-value=  0.013,  ada  hubungan  antara teman sebaya dengan perilaku merokok dengan p-value= 0.024 Kesimpulan Ada hubungan antara sikap, pengetahuan, fasilitas, sarana prasarana, orang tua, iklan dan teman sebaya dengan perilaku merokok. Sebagai saran agar dapat  memberikan bimbingan kepada siswa supaya terhindar dari perilaku merokok, dan mempertegas lagi sosialisasi tentang larangan merokok di sekolah.
Studi Tingkat Kecemasan Remaja Terhadap No-Mobile Phone (Nomophobia) Rahayuningrum, Dwi Christina; Sary, Annisa Novita
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.252 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4511

Abstract

Telepon genggam telah membuat perubahan dari alat komunikasi sederhana menjadi perangkat komunikasi yang canggih yang sering disebut sebagai smartphone. Smartphone telah menjadi alat komunikasi dan informasi dalam kehidupan sehari-hari.. Informasi dan teknologi komunikasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup. Smartphone memfasilitasi individu dalam proses melakukan komunikasi dan memberikan tingkat mobilitas yang memungkinkan pengguna smartphone dapat dihubungi setiap saat. . Tujuan penelitian ini agar dapat mempelajari tingkat kecemasan remaja dengan mobile phone. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan desain kuantitatif. Penelitian di lakukan pada remaja Sekolah Menengah Atas di Kota Padang pada tahun 2018. Data dikumpulkan melalui penyebaran koesioner dengan mengunakan teknik cluster sampling Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2018 di Sekolah Menengah Atas yang berada di Kota Padang. Adapun sampel yang diperoleh sampai bulan September 2018 sebanyak 147 orang. Hasil yang diperoleh untuk tingkat kecemasan siswa yaitu 61,2% remaja Sekolah Menengah Atas di Kota Padang mengalami kecemasan sedang, dan 67,3% remaja Sekolah Menengah Atas di Kota Padang mengalami nomophobia sedang. Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan remaja Sekolah Menengah Atas terhadap nomophobia di Kota Padang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan apabila dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai tindakan penecagahan dan penatalaksanaan dalam mengatasi nomophobia pada remaja. Selain itu disarankan kepada pihak Sekolah maupun tenaga kesehatan agar dapat melakukan screening terhadap siswa terkait dengan penggunaan mobile phone.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Seksual Remaja Akademi Keperawatan Amalia, Linda
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.986 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5082

Abstract

Kondisi remaja yang tidak stabil yang mudah dipengaruhi dan perkembangan teknologi informasi dan pengetahuan yang pesat membawa dampak timbulnya permasalahan remaja yang semakin meningkat. UNICEF menyatakan terjadi trend yang menghawatirkan karena terjadi peningkatan jumlah kematian remaja akibat HIV/AIDS karena perilaku seksual pra nikah yang dilakukan remaja diseluruh dunia. Menurut WHO perilaku seksual pra nikah yang dilakukan remaja dapat  dicegah dengan dilakukannya pengawasan dari orang tua yang intensif. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif yang menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode statistic serta didukung dengan pengumpulan data melalui metode angket (kuesioner). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah terdapat korelasi antara pola asuh otoriter, demokrasi dan memanjakan (permisif) dengan perilaku seksual remaja mahasiswa AKPER Pemkab Cianjur dengan nilai p < 0,05, sedangkan untuk pola asuh mengabaikan diperoleh hasil p value > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan. Untuk korelasi karaktristik remaja dengan perilaku seksual remaja hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan dengan nilai p value > 0,05.
Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur Tentang Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan Utami, Susri; Lestari, Media Ade
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.946 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4926

Abstract

Nutrisi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi memiliki peranan yang sangat penting tidak hanya setelah bayi lahir, akan tetapi dimulai setelah terjadi konsepsi. Sejak hari pertama janin bertumbuh dalam rahim, nutrisi menjadi salah satu penentu apakah janin akan bertumbuh dengan baik ataupun tidak. Ketika janin di dalam rahim, orang tua atau pasangan yang sedang dalam masa reproduksi memiliki peranan penting sebagai orang pertama yang menentukan asupan nutrisi yang baik untuk janin. Dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan dan sikap Pasangan Usia Subur terkait nutrisi awal kehidupan bagi anak-anaknya sangatlah penting. Latar belakang tersebut mendorong peneliti untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap pasangan reproduktif terkait nutrisi di 1000 awal kehidupan anak. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dengan design descriptive survey dan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukan 65,9 % suami memiliki pengetahuan kurang dan 52,4 % suami memiliki sikap negatif, sedangkan 41,5 % istri memiliki pengetahuan cukup dan 52,4 % memiliki sikap negatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa pengetahuan dan sikap pasangan reproduktif masih belum sesuai harapan, sehingga diharapkan petugas kesehatan mampu memberikan edukasi melalui berbagai media untuk bisa meningkatkan pengetahuan dan membangu sikap positif Pasangan Usia Subur terhadap nutrisi di 1000 hari awal kehidupan.
Determinan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga di Desa Jayaraga Tarogong Kidul Kabupaten Garut Rosidin, Udin; Sumarna, Umar; Eriyani, Theresia
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.5 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4680

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi dan malnutrisi ke penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif dapat dicegah dengan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya tersebut dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dalam memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya. Setiap rumah tangga dapat melaksanakan PHBS apabila semua faktor yang ada menjadi faktor pendukung. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah diketahuinya faktor yang mendukung atau tidak mendukung terhadap pelaksanaan PHBS. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitiannya adalah cross sectional, yaitu suatu penelitian dimana variabel terikat dan variabel bebas dikumpulkan  pada saat bersamaan. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat.  Analisis univariat yaitu menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Analisis  bivariat  dilakukan  untuk  mengetahui  adanya  korelasi antara  variabel  bebas  dengan  variabel  terikat.  Sedangkan analisis multivariat untuk mengetahui variabel independen mana yang paling besar pengaruhnya terhadap variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengetahuan memiliki p value = 0,560, variabel akses ke yankes p value = 0,150, variabel ketersediaan sarana p value = 0,077, variabel sikap petugas p value = 0,03 dan variabel sikap tokoh masyarakat p value = 0,003. Variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi pelaksanaan PHBS adalah sikap tokoh masyarakat.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel yang tidak memiliki hubungan dengan pelaksanaan PHBS yaitu pengetahuan, akses ke yankes dan variabel ketersediaan sarana. Sedangkan variabel sikap petugas kesehatan dan sikap tokoh masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan PHBS.
Pengetahuan Ibu Berhubungan dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Campak Darmawati, Irma
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.741 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4740

Abstract

Upaya kesehatan untuk menurunkan angka kematian anak adalah pemberian imunisasi pada bayi. Pemahaman dan kepatuhan ibu dalam program imunisasi campak pada anak tidak akan menjadi halangan yang besar jika pengetahuan orangtua yang memadai tentang hal itu diberikan. Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata disemua desa atau kelurahan dapat dinilai dari capaian Universal Child Imunnization (UCI) desa dimana 80% balita yang ada disuatu desa telah mendapatkan imunisasi dasar, sedangkan di wilayah sekeloa pencapaian UCI secara kumulatif absolut mencapai 61.92%. Hasil ini menunjukan pencapaian UCI diwilayah sekeloa masih rendah. Peneliti melakukan penelitian dengan membagikan kuesioner untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam membawa anaknya di imunisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional yang menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu random sampling pada populasi seluruh ibu yang mempunyai balita 1 sampai 5 tahun sebanyak 44 responden. Uji statistik menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan 95% α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan dan kepatuhan didapatkan nilai p-value = 0,001 dengan kesimpulan adanya hubungan pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak. Dianjurkan kepada ibu agar dapat mengikuti program imunisasi guna mencapai kesehatan yang optimal bagi anak. Peneliti juga menyarankan kepada tenaga kesehatan agar meningkatkan penyuluhan dan melakukan konseling pada responden untuk yang memiliki masalah dalam membawa anak mereka untuk diimunisasi ke pelayanan kesehatan.
Sensitivitas dan Spesifisitas Critical Care Pain Observational Tool (CPOT) sebagai Instrumen Nyeri pada Pasien Kritis Dewasa Paska Pembedahan dengan Ventilator Wahyuningsih, Indah Sri
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.831 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5328

Abstract

Penilaian nyeri pada pasien kritis dewasa paska bedah dengan ventilator sangat diperlukan karena ketidakmampuan pasien dalam menyampaikan rasa nyeri secara verbal. Critical Care Pain Observational Tool (CPOT) adalah salah satu instrumen penilaian nyeri untuk pasien dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas instrumen CPOT untuk menilai nyeri pasien kritis dewasa paska pembedahan. Penelitian ini adalah sebuah studi crossectional dengan total sampel 40 pasien dewasa paska bedah dengan ventilator. Responden dilakukan penilaian sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan setelah alih baring. Data dianalisa dengan menggunakan Receiver Operating Curve (Kurva ROC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instrumen CPOT memiliki nilai sensitivitas sebesar 77% dan spesifisitas sebesar 40% dengan nilai AUC 55%. Kesimpulan dari penelitian adalah nilai sensitivitas CPOT lebih tinggi dari nilai spesifisitasnya dan nilai AUC yang cukup baik. Instrumen penilaian nyeri CPOT secar penilaian klinis merupakan instrumen yang baik untuk menilai nyeri pada pasien kritis dewasa dengan ventilator
Gambaran Tingkat Gejala Kecanduan Media Sosial pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran Hartinah, Siti; Sriati, Aat; Kosasih, Cecep Eli
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.097 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4769

Abstract

Media sosial memiliki karakteristik unik dan memberikan efek menyenangkan sehingga mahasiswa tertarik terhadap fasilitasnya untuk digunakan secara terus menerus. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa mengalami kecanduan media sosial dan dapat berdampak pada masalah psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat gejala kecanduan media sosial pada mahasiswa Keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 240 mahasiswa dan menggunakan metode propotionate stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner Intensitas Kecanduan Penggunaan Media Sosial yang dibuat oleh Pratiwi (2017) dan dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa (72,1%) mengalami gejala kecanduan media sosial sedang, sebagian kecil mahasiswa (16,2%) mengalami gejala kecanduan media sosial tinggi, dan sebagian kecil mahasiswa (11,7%) mengalami gejala kecanduan media sosial rendah. Simpulan dari penelitian ini bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat gejala kecanduan media sosial sedang dan beberapa mahasiswa mengalami gejala kecanduan media sosial rendah dan tinggi. Sehingga disarankan kepada seluruh institusi pendidikan untuk melakukan pencegahan sekunder dan tersier bagi mahasiswa yang mengalami tingkat kecanduan rendah dan sedang serta harus segera menangani mahasiswa yang mengalami tingkat kecanduan media sosial tinggi.
Pengalaman Hidup Kader Kesehatan dalam Mendukung Proses Recovery di Melong Kota Cimahi Tania, Mery; Suryani, Suryani; Hernawaty, Tati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.621 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5050

Abstract

Kader kesehatan memiliki peran dalam penyediaan akses informasi dan pendidikan kesehatan, memberikan dukungan sosial, advokasi dari tindakan diskriminasi serta melakukan pemberdayaan atas kemampuan yang dimiliki ODGJ sehingga dapat hidup produktif dalam proses recovery. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat meningkatkan kualitas hidup dan prognosis penyakit pada ODGJ. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pengalaman hidup kader kesehatan dalam mendukung proses recovery pada ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Melong Asih Kota Cimahi. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Populasi dalam penelitian yaitu kader kesehatan. Jumlah partisipan ditentukan melalui purposive sampling sehingga didapatkan 6 pastisipan yakni kader kesehatan yang berpendidikan minimal SMA, berpengalaman minimal 6 bulan dan kooperatif. Pengalaman kader kesehatan digali melalui wawancara mendalam dan metode Colaizzi (1978) digunakan untuk analisa data. Hasil penelitian diperoleh 6 tema yaitu obat membantu proses recovery ODGJ, tulus ikhlas penting dalam mendukung proses recovery ODGJ, perasaan takut dalam menghadapi ODGJ, hambatan kader dalam menangani stigma ODGJ, walaupun lelah tapi puas mendukung proses recovery dan pelatihan dibutuhkan untuk optimalisasi peran kader. Dua tema merupakan new insight dalam penelitian ini yaitu tulus ikhlas penting dalam mendukung proses recovery ODGJ dan walaupun lelah tapi puas mendukung proses recovery. Disimpulkan bahwa dalam mendukung proses recovery ODGJ peran dari kader kesehatan ikut terlibat. Pengalaman yang dirasakan kader kesehatan dalam mendukung proses recovery ODGJ merupakan gambaran perasaan, hambatan, dan harapan yang muncul dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di komunitas sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan terutama dalam mendukung proses recovery pada ODGJ.
Asupan Nutrisi dan Status Gizi Pada Anak Dengan Hospitalisasi Rukmasari, Ema Arum; Ramdhanie, Gusgus Ghraha; Nugraha, Bambang Aditya
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.337 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4700

Abstract

Hospitalisasi merupakan kondisi yang membuat stres pada anak sehingga menyebabkan hilangnya nafsu makan dan menimbulkan malnutrisi rumah sakit. Anak dengan risiko kurang gizi memiliki risiko rawat inap lebih lama, tingkat komplikasi lebih tinggi, dan biaya rumah sakit lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak hospitalisasi terhadap asupan nutrisi, dan status gizi pada pasien anak di RSU dr. Slamet Garut. Rancangan penelitian menggunakan kohor prospektif, tehnik sampling secara purposive sampling dengan kriteria inklusi : pasien baru berumur ≥ 1 tahun, kesadaran komposmentis, tidak mengalami tindakan bedah, tidak edema, lama rawat ≥ 3 hari, kriteria eksklusi : anak diare akut, menjalani terapi diit khusus. Besar sampel sebanyak 54 orang, terbagi dalam 2 kelompok, kelompok tidak terpapar sebanyak 27 orang dengan status gizi awal baik dan 27 orang sebagai kelompok terpapar dengan status gizi kurang. Hasil penelitian menunjukkan persentase asupan nutrisi pada kelompok tidak terpapar dengan asupan nutrisi baik 1,85%, asupan nutrisi kurang 33,33% dan asupan nutrisi sangat kurang 14,81%. Persentase asupan nutrisi pada kelompok terpapar dengan asupan nutrisi baik 16,67%, asupan nutrisi kurang 22,22%, dan asupan nutrisi sangat kurang 11,11% (p=0,041). Lama rawat diantara ke dua kelompok rata-rata 5 hari (p=0,327). Persentase perubahan status gizi saat pulang dari status gizi baik tetap baik 37%, status gizi baik menjadi kurang 12,%, status gizi kurang menjadi baik 7,41%, dan status gizi kurang tetap kurang 42,59%. Kesimpulan hospitalisasi dapat menurunkan asupan nutrisi (p=0,034; RR=0,234) dan menurunkan status gizi (p=0,001; RR5,00). Disarankan perawat untuk memberikan asupan nutrisi yang adekuat dan melakukan pengkajian status gizi pada awal pasien masuk.

Page 11 of 11 | Total Record : 110