cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+62274-4342536
Journal Mail Official
jurnal.pariwisata@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata
ISSN : 25282220     EISSN : 23556587     DOI : https://doi.org/10.31311/par
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal PARIWISATA Terbit pertama kali pada 2014. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai Kepariwisataan dan Destinasi Wisata. Dengan lingkup keilmuan pada bidang: 1. Destinasi Pariwisata 2. Kualitas Pelayanan 3. Perhotelan 4. Budaya 5. Makanan
Articles 190 Documents
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI THESECRET FACTORY OUTLET Anugrah Janwar Tunis; Sopa Martina
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.437 KB) | DOI: 10.31294/par.v3i1.902

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research is to know the influence of product quality and price to purchase decision of The Secret Factory Outlet in Bandung. This research type is descriptive-verificative. Sampling technique used is incidental sampling with 100 respondents. The technique of data analysis used is multiple linear regression analysis wich hypothesis test uses R2test, t test, and F test. It also performed by classical assumption which include normality test, multicollinierity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test. From the statistical examination known that product quality positively and significantly influence positively and significantly to purchase decision which regression coefficient =0,060, price influence positively and significantly to purchase decision which regression coefficient =0,833, and product quality and price influence simultanously 68,3% to purchase decision.   Keywords: Product Quality, Price, and Purchase Decision. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian di The Secret Factory Outlet Kota Bandung. Penelitian ini berjenis deskriptif-verifikatif. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah incidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis menggunakan uji R2, uji t, dan uji F. Penelitian ini juga dibantu dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Dari hasil pengujian secara statistik, diketahui bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien regresi = 0,060, harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien regresi = 0,833, dan kualitas produk dan harga berpengaruh secara simultan sebesar 68,3% terhadap keputusan pembelian. Kata Kunci: Kualitas Produk, Harga, dan Keputusan Pembelian. 
PENDELEGASIAN TUGAS KEPADA TRAINEE DI MAIN KITCHEN GRAND ROYAL PANGHEGAR HOTEL BANDUNG Asep Rijwan; Rian Andriani
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.855 KB) | DOI: 10.31294/par.v1i2.164

Abstract

Abstract - The problem is how to meticulous the delegation’s task to the trainee in the Main Kitchen, how the standard operational prosedure for the delegation of task to the trainees in the main kitchen, as well as how chance and opportunity from the delegation of the task to the trainee in the Main Kitchen. In terms of data processing, the author uses descriptive analysis, the methods that attempt to collect data and in accordance with the actual circumstances, present and analysis and than can give you a pratty clear picture of the object being examined and than take his conclution. Based on the results observation it can be inferred that the delegation of task to the trainee in the Main Kitchen of the Grand Royal Panghegar was implemented very well, it can bee seen with pretty clear delegation the task of properly licensed by the trainees. Standard operational prosedure of the delegation to the trainees in the Main Kitchen of the Grand Royal Panghegar Hotel is good, it can bee seen that the trainees can perform activities in the main kitchen with good anyway. The chances of the delegation of the task to the trainee in Main Kitchen of the Grand Royal Panghegar Hotel makes the trainees more confidence, have new experiences in food processing, futher increasing the skill of the trainees, and and have the knowladge that more than ever, and staff were not going to get too much of the burden work, sice most can be done by tranees with good. Base on the resoults of observation and discution, the authors conclude that when standard operational prosedures by delegation to trainees run well, then in addition to impact both to trainees will impact both to staff or to staff or the hotel it self. Abstrak - Masalah yang di teliti adalah bagaimana pendelegasian tugas kepadatraineedi main kitchen, bagaimana standar operasional prosedur pendelegasian tugas kepada trainee di main kitchen, serta bagaimana kesempatan dan peluang dari pendelegasian tugas kepada trainee di main kitchen.  Dalam hal pengolahan data, penulis menggunakan analisis deskriptif, yaitu metode yang berusaha mengumpulkan data dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, menyajikan serta menganalisanya sehigga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas atas objek yang diteliti dan kemudian di ambil kesimpulannya. Berdasarkan hasil observasi ini dapat disimpulkan bahwa pendelegasian tugas kepada trainee di Main Kitchen Grand Royal Panghegar Hotel sudah dilaksanakan dengan sangat baik, hal ini dapat dilihat dengan di selesaikannya delegasi tugas dengan baik pula oleh trainee. Standar operasional prosedur pendelegasian kepada trainee di Main Kitchen Grand Royal Panghegar Hotel sudah baik, hal ini dapat dilihat bahwa trainee dapat melaksanakan kegiatan- kegiatan yang ada di main kitchen dengan baik pula. Peluang dari pendelegasian tugas kepada trainee di Main Kitchen Grand Royal Panghegar Hotel menjadikan trainee lebih percaya diri, memiliki pengalaman baru dalam mengolah makanan, lebih meningkatnya skill trainee, dan memiliki pengetahuan yang lebih dari sebelumnya, dan staff pun tidak akan mendapat terlalu banyak beban pekerjaan, karena sebagian dapat dikerjakan oleh trainee dengan baik. Berdasarkan dari hasil observasi dan pembahasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa apabila standar operasional prosedur pendelegasian kepada Trainee dijalankan dengan baik, maka selain berdampak baik kepada trainee akan berdampak baik pula kepada staff atau hotel itu sendiri.
PENGARUH ATRAKSI WISATA TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG PRIMATA SCHMUTZER TAMAN MARGASATWA RAGUNAN JAKARTA Ary Amzar Lesmana; Erlangga Brahmanto
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 2 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v2i2.926

Abstract

ABSTRAKPusat Primata Schmutzer Taman Margasatwa Ragunan Jakarta merupakan tempat penampungan satwa-satwa yang sudah terlanjur menjadi korban karena telah diambil dari alam secara paksa dan dipelihara oleh manusia untuk kepuasan pribadinya, kemudian beralih fungsi menjadi tempat konservasi sekaligus menjadi daya tarik objek wisata. Atraksi wisata yang dimiliki Pusat Primata Schmutzer menjadi hal utama yang disajikan pengelola untuk para pengunjung. Kepuasan pengunjung di Pusat Primata Schmutzer bergantung kepada atraksi wisata yang disajikan oleh pihak pengelola Pusat Primata Schmutzer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh atraksi wisata yang dimiliki Pusat Primata Schmutzer terhadap kepuasan pengunjung yang berkunjung Pusat Primata Schmutzer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan cara penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung yang berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer. Sedangkan sample yang diambil sebanyak 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh atraksi wisata terhadap kepuasan pengunjung sebesar 38,3%, sementara 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hal ini menujukan bahwa ada variabel atraksi wisata mempunyai pengaruh besar terhadap kepuasan pengunjung. Saran untuk pihak pengelola Pusat Primata Schmutzer yaitu agar memperhatikan masalah yang terjadi di Pusat Primata Schmutzer yaitu dari harga tiket, fasilitas dan kualitas atraksi wisata tersebut dan pihak pengelola harus mempunyai strategi baru bagaimana para pengunjung yang berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer merasa puas setelah berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer. Kata Kunci  : Atraksi Wisata, Kepuasan Pengunjung dan Taman Margasatwa. ABSTRACTSchmutzer Primata Center Wildlife Park Ragunan Jakarta is animals shelter has already become victims has been taken from nature forcibly and reared by humans for personal satisfaction, then converted into a conservation become a tourist attraction. The tourist attraction is owned by Schmutzer Primata Center become the main thing that is served by manager for visitors. Visitor satisfaction at Schmutzer Primata Center depends on the tourist attraction who is served by manager of  Schmutzer Primata Center. The study using method descriptive with a quantitative approach by using questionnaire. Data analysis technique used is simple linear regression technique. Population in the study is visitors who visit Schmutzer Primata Center. Where are samples taken was 100 respondents. The result of the study showed that influence of tourist attraction on visitor satisfaction 38,3%, while 61,7% influenced by other factors are not examined. This shows that the variable of tourist attraction  has a major influence on visitor satisfaction. Advice to the manager of  Schmutzer Primata Center is to pay attention to problems that occur at Schmutzer Primata Center is the price of ticket, facilities and quality of the tourist attraction and  the manager should have a new strategy on how the visitors who visit Schmutzer Primata Center are satisfied after visiting. Keyword  :  Tourist attraction, Visitor satisfaction and Wildlife Park.
PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DUSUN BAMBU BANDUNG Sopa Martina; Purwadhi Purwadhi
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 1 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v2i1.337

Abstract

Sumber daya manusia adalah aset penting perusahaan yang memiliki kemampuan berkembang sebagai penentu keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang, maka peningkatan ketrampilan sumber daya manusia berada di urutan tertinggi. Memiliki sumber daya manusia yang teruji kemampuan, ketrampilan, setia pada perusahaan, bersemangat dalam mencapai tujuan perusahaan akan membuat perusahaan tetap mampu bersaing dalam era persaingan global, terlebih bagi perusahaan yang merupakan lokomotif kemajuan ekonomi di Indonesia, khususnya di sektor pariwisata seperti Dusun Bambu Family Leasure Park Bandung. Pemberian pelatihan dan motivasi kepada para karyawan harus terus dilakukan. Ini dimaksud agar ketrampilan, pengetahuan, sikap, loyalitas, semangat kerja dan komitmen pada perusahaan meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran, pengaruh, hubungan dan sejauhmana tingkat kesesuaian antara pelatihan, motivasi dan kinerja karyawan di Dusun Bambu Family Leasure Park Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif verifikatif. Instrumen statistik yang digunakan adalah analisis regresi dan korelasi berganda dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, analisis regresi linier berganda.Human resources are an important assets of a company; it has an ability to develop as a determinant of company succes in the long term, so the improvement of human resources skill is on the top rank. Having the tested human resources of ability, skill, keep faith on the company, motivate in reaching the company’s goal will make the company keep being able to compete in the globalization era, especially for the company that is locomotive of economic progress in Indonesia; in this case in the tourism sector such as Dusun Bambu Family Leasure Park Bandung. Providing training and work motivation to the employee is must be done. It is meant in order to skill. Knowledge, attitude, loyal, work motivation and commitment in the company improved. The goal of this study is to know how the description, influence, relationship, and how far the extent level between training, motivation and employee’s performance at Dusun Bambu Family Leasure Park Bandung. The type of this study is descriptive verificative. The statistic instrument used are regression analysis and multiple corvelation by using validity test, realibility, normality, multiple linier regression analysis  Keywords: Training, Motivation, And Employee’s Performance
Kebanggaan dan Perilaku Memelihara Potensi Pariwisata Purwanti Dyah Pramanik; Devita Gantina; Fachrul Husain Habibie
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v4i2.2139

Abstract

Cibuntu, Kuningan di Jawa Barat memiliki berbagai potensi pariwisata.  Daya tarik wisata tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu wisata budaya, wisata alam, dan wisata buatan.  Ketiga obyek wisata tersebut bersifat unik.  Kekhasannya ini melekat sebagai identitas mayarakat yang tinggal di desa Cibuntu.  Perasaan seseorang yang memiliki keterikatan dengan suatu tempat disebut rasa kebangsaan atau yang dikenal dengan istilah nasionalisme.  Perilaku masyarakat terhadap potensi wisata yang dimiliki dapat menggambarkan rasa nasionalisme masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keterkaitan kebanggaan masyarakat desa dan kesadaran memelihara budaya yang dimiliki desa mereka.  Responden berjumlah 45 orang penduduk desa.  Penelitian menggunakan disain penelitian deskriptif.  Sampel dipilih secara acak sederhana.  Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner.  Analisis meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis frekuensi, serta analisis mean dan korelasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden merasa bangga terhadap kekayaan budaya, alam, serta wisata buatan di desa mereka.  Penelitian ini juga menemukan bahwa responden sudah merasa memelihara budaya, alam, serta wisata buatan yang terdapat di desa mereka tetapi penerapanannya harus lebih ditingkatkan. Kata Kunci: Perilaku masyarakat desa,   potensi pariwisata. ABSTRACTThere are many rural tourism resources in Cibuntu, Kuningan, West Java.  It could be grouped into three items. They are cultural resources, natural resources, and human made tourism. Those resources are unique. This uniqueness  is tied to people identity  who live there. The feeling of someone who are attached to a certain place could be called as nasionalism. The rural tourism behavior of their tourism resources might describe a sense of their nasionalism. This research aimed to analyze the link of rural tourism behavior and their willingness to maintain their tourism resources at the village. The respondents were forty-five of rural residents. The study made use of descriptive research design.   The sample were choosen by simple random sampling.  The data were collected by distributing questionaires.  The analysis included validity and reliability test, frequency analysis, mean, and correlation analysis. The study found that all respondents were proud of their own culture, nature, and human made tourism.  It’s also found that all respondents have had a willingness to take care of their own culture, nature, and human made tourism but it must be improved in its implementation.  Keywords: Tourism resources, rural tourim behavior,  and pride
Analisa Minat Wisata Museum Kota Bandung Ani Solihat; Maxsi Ary
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.847 KB) | DOI: 10.31294/par.v3i2.1517

Abstract

ABSTRAKMuseum merupakan tempat kumpulan benda-benda sejarah sebagai bukti yang harus diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi baru sebagai suatu pembelajaran terhadap sejarah. Di Kota Bandung terdapat sejumlah museum diantaranya Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum  Pos, Museum  Negeri Sri Baduga, dan Museum Barli. Ke-6 museum tersebut dikelola oleh pihak pemerintah dan swasta. Sampai saat ini minat wisatawan yang datang ke Kota Bandung hanyalah wisata belanja, kuliner, dan wisata kota, hal ini tidak signifikan dengan minat wisatawa edukasi pada  museum di Kota Bandung. Sejak tahun 2014 Kota Bandung banyak dilakukan pembenahan di berbagai tempat seperti, taman-taman, Alun-Alun  Kota Bandung, jalanan seperti Braga sebagai salah satu objek wisata tempo dulu, kawasan Dago, termasuk wilayah Asia Afrika yang dijadikan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika ke-50, hal ini salah satu magnet meningkatkan para wisatawan untuk mengunjungi Kota Bandung. Bertambahnya para wisatawan seharusnya merupakan potensi besar bagi pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan minat kunjungan pada museum sebagai sarana wisata edukasi dan sejarah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasikan seberapa besar minat wisatawan Kota Bandung dalam mengunjungi museum di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif sedangkan responden pada penelitian ini adalah wisatawan Kota Bandung yang berada di area kawasan wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata kota. Hasil penelitian  menunjukan bahwa minat para wisatawan Kota Bandung sangat rendah dalam mengunjungi museum di Kota Bandung.Kata kunci : Pariwisata, Minat Konsumen, Wisata Museum  ABSTRACTMuseum is a collection of historical objects as evidence that should be known by the public, especially the new generation as a study of the history. In Bandung there are a number of museums including the Geology Museum, Asian-African Museum, Mandala Wangsit Siliwangi Museum, Post Museum, Sri Baduga Museum, and Barli Museum. All six of the museum managed by the government and private parties. Until now the interest of tourists who come to the city of Bandung is just shopping, dining and tours of the city, it is not significant to the interests wisatawa education at the museum in the city of Bandung. Since 2014 Bandung many improvements done in various places, such as parks, Square Bandung, street like Braga as one of the attractions of the past, Dago, including the Asian-African region serve as a place Asian-African Conference ke- 50, it is one of the magnets increase the tourists to visit the city of Bandung. Increasing the tourists should have a great potential for the government of Bandung in increasing interest in the visit to the museum as a means of travel and history education. The purpose of this study was to identify how big tourist interest in visiting Bandung museums. The method used in this research is descriptive quantitative method, while respondents in this study is that Bandung tourists, which is in the area of shopping area, culinary tours, and city tours. The results showed that the interest  Bandung tourists is very low in visiting the museum in the Bandung city.  Keyword : Tourism, Consumer Interest, Museum Tours
PERANAN COOK DI EVENT KITCHEN HOTEL HYATT REGENCY BANDUNG Rizky Firdaus; Rian Andriani
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 1 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.834 KB) | DOI: 10.31294/par.v1i1.182

Abstract

Abstract - Hotel is one of tourism supports, which is very important to accommodate tourist needs, related on home staying,restaurant,event organizing and entertainment, so service quality factor that gift become the key of success. Event organizing become the trends that has potential to be developed,one of quality service that very important is providing a dish for event activities, so chef part in kitchen event become the aspect that could deciding good or not the running of the event. Hotel Hyatt Regency Bandung as 5 stars hotel has 6 outlets to support the dish service for the event that held on the hotel.those 6 hotels are  Banquet Kitchen outlet, Taruma Café Kitchen outlet, Regecy Kitchen outlet, Cha Yuen Kitchen outlet,  Commissary Kitchen outlet and Simider Kitchen outlet. In a outlet there’s usually has 6 til 7 cook.Where as they had their own part,such as chef de partie that providing and controlling the goods, and commis that managing the goods become the dish that could be served for the event activities. The every parts is very important for the succed of the event,and the succed of the event could impact the image of the hotel. Keyword : Hotel, Even Kitchen, Cook  Abstrak - Hotel merupakan salah satu pendukung pariwisata, dimana keberadaanya begitu penting untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan wisatawan yang berkaitan dengan penginapan, restoran, penyelenggaraan event dan hiburan, sehingga faktor kualitas pelayanan yang diberikan menjadi kunci keberhasilan dari suatu hotel. Penyelenggaraan event di hotel menjadi tren tersendiri dan sangat berpotensi untuk terus dikembangkan, salah satu kualitas pelayanan yang sangat penting yaitu penyediaan hidangan bagi kegiatan event, maka peran cook di event kitchen menjadi aspek yang dapat menentukan baik tidaknya event terlaksana. Hotel Hyatt Regency Bandung sebagai hotel bintang 5 memiliki 6 outlet untuk mendukung pelayanan hidangan bagi event yang diselenggarakan di hotel tersebut. Keenam outlet tersebut yaitu outlet Banquet Kitchen, outlet Taruma Café Kitchen, outlet Regecy Kitchen, outlet Cha Yuen Kitchen, outlet Commissary Kitchen dan outlet Simider Kitchen. Dalam suatu outlet biasanya terdiri dari 6 sampai 7 cook. Dimana mereka memiliki tugas masing-masing, seperti bagian chef de partie yang bertugas untuk menyediakan dan mengawasi pengadaan kebutuhan bahan makanan, dan ada pula bagian commis yang bertugas untuk mengolah bahan makanan menjadi masakan yang dapat disajikan untuk kegiatan event. Peran dari masing-masing bagian begitu penting bagi kelancaran event yang terlaksana, dan kelancaran suatu event yang terlaksana berdampak baik pada image hotel dimata konsumen. Kata Kunci : Hotel, Even Kitchen, Cook.
PENGARUH DAYA TARIK WISATA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN NUSANTARA Intan Juwita; Oda I. B. Hariyanto
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v3i1.895

Abstract

ABSTRAKTingkat jumlah kunjungan wisatawan nusantara di Museum Perundingan Linggarjati mengalami fluktuasi pada 6 tahun terakhir dari 2010 - 2015. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kurang keberagaman aktifitas dan kurang ketertarikan terhadap koleksi museum. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi daya tarik wisata, keputusan berkunjung wisatawan nusantara, dan mengetahui pengaruh antara daya tarik wisata terhadap keputusan berkunjung wisatawan nusantara di Museum Perundingan Linggarjati. Penelitian dilakukan di Museum Perundingan Linggarjati dengan teknik sampling insidental sampling. Responden yang di ambil sebanyak 100 orang responden yaitu wisatawan nusantara yang berkunjung ke museum dari total populasi sebanyak 2053 orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan alat bantu software SPSS 16.0 for windows, penyebaran kuesioner, wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, daya tarik wisata yang ada di Museum Perundingan Linggarjati berada pada kategori “Cukup Baik” dan keputusan berkunjung wisatawan  berada pada kategori “Baik”. Terdapat pengaruh antara daya tarik wisata terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Museum Perundingan Linggarjati sebesar 24,3%. Semakin baik kualitas daya tarik wisata yang ada di Museum Perundingan Linggarjati maka akan semakin tinggi pula keputusan berkunjung wisatawan yang datang ke museum. Kata Kunci: Daya Tarik Wisata, Keputusan Berkunjung, Museum Perundingan Linggarjati.ABSTRACTThe level of nusantara tourist’s visits number in Perundingan Linggarjati Museum was fluctuated development in the last six years since 2010 - 2015. One of the factors that influence it is the lack of diversity of activities and the lack of interest to the museum’s collections. The purpose of this research was to identify the condition of a tourist attraction, nusantara tourist’s visiting decision, and determine the influence of tourist attraction to nusantara tourist’s visiting decision  in Perundingan Linggarjati Museum. The research was conducted in Perundingan Linggarjati Museum by insidental sampling technique. The respondent was taking of 100 respondents were nusantara tourist who visiting the museum of the 2053 persons population. This research uses descriptive verification methods with quantitative approach using simple linear regression analysis techniques with using software SPSS 16.0 for windows as a tools, interview and observation as the techniques of collecting data. Based on this research, a tourist attraction in Perundingan Linggarjati Museum  are in “Good Enough” category and the tourist’s visiting decision are in “Good” category. An influence between tourist attraction to tourist’s visiting decision in Perundingan Linggarjati Museum is 24,3%. The better tourist attraction quality in Perundingan Linggarjati Museum it will be improve the tourist’s visiting decision who come to Perundingan Linggarjati Museum. Keywords: Tourist Attraction, Visiting Decision, Perundingan Linggarjati Museum.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN DI MUSEUM GEOLOGI BANDUNG Yuliana Pinaringsih Kristiutami
Jurnal Pariwisata Vol 2, No 2 (2015): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v2i2.894

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh dari bauran pemasaran terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Museum Geologi Bandung. Penulis menggunakan metode inferensial dengan analisis kuantitatif. Metode inferensial dipilih karena sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah besar, sehingga untuk meminimalisir terjadinya distorsi data yang didapat dari sampel. Analisis kuantitatif merupakan analisis yang menekankan pada analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. Hasil analisis data membuktikan bahwa bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung. Berdasarkan hasil analisis, didapati bahwa bauran pemasaran memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan variabel-variabel lain terhadap keputusan berkunjung. Kata kunci : Bauran pemasaran, keputusan berkunjung. ABSTRACTThis research is to find out how the impact of the marketing mix to the decision to visit Museum Geology Bandung. This research used inferential method by the quantitative analysis. Inferential method is choosed to minimize the distortion of the sample data, because the main sample number is big. The quantitative analysis is the type of analysis that based on numerical data to process using statistical method. The result of the analisys has prove that marketing mix have positif and significant influence to the decision to visit. Based on the analysis result, the marketing mix influence is bigger than the other variable to the decision to visit. Keyword : Marketing mix, decision to visit.
Pengembangan Destinasi Wisata Pada Tingkat Tapak Lahan Dengan Pendekatan Analisis Swot Hary Hermawan
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.397 KB) | DOI: 10.31294/par.v4i2.1942

Abstract

ABSTRAKKunjungan wisatawan ke Yogyakarta dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih terjadi ketimpangan kunjungan wisata antar kabupaten yang cukup mencolok karena kualitas destinasi wisata antar Kabupaten belum merata. Artikel ini mencoba untuk menggali konsep dalam pengembangan destinasi yang berbasis alam di Kawasan Puspo Ardi, dikaji dengan pendekatan SWOT. Hasil analisis merujuk pada strategi memperbaiki kelemahan untuk mengambil peluang (WO). Aplikasi dalam pengembangan destinasi tingkat tapak lahan, meliputi : Penataan taman atau landscaping; Pembangunan sarana wisata dan aksebilitas; Rekomendasi menggarap potensi daya tarik alam budaya serta potensi flora khas yang ada untuk dikemas menjadi daya tarik wisata yang indah, unik dan otentik dengan penataan taman atau landscaping sebagai kesan pertama dan icon wisata Puspo Ardi, Pengadaan faslititas mulai yang paling dasar seperti tempat parkir, plang penujuk, tempat duduk umum, gazebo, toilet, parkir dan seterusnya, dan pembangunan daya tarik yang iconik, atau instagramable untuk memaksimalkan potensi pasar anak muda dengan trend selfi.Kata kunci: Pengembangan destinasi, daya tarik wisata, tapak lahan, landskapingABSTRACTTourist visits to Yogyakarta from year to year experienced a fairly rapid growth. But it can not be denied that there is still an imbalance in tourist visits between districts is quite striking because the quality of tourist destinations between districts has not been evenly distributed. This article attempts to explore concepts in the development of natural-based destinations in the Puspo Ardi region, studied by the SWOT approach. The results of the analysis refer to the strategy of fixing weaknesses to take opportunities (WO). Applications in the development of land-level destination sites, including: Arrangement of parks or landscaping; Development of tourism facilities and accessibility; The construction of the Recommendations on the Group of natural charm and culture group flora typical tourist attraction to be included in a beautiful, unique and authentic with a garden or landscape configuration as the first impression and a tourist icon Puspo Ardi, the procurement of the start faslititas the most basic such as parking, mark penujuk, General seating, gazebo, toilets, parking and so on, and the development of iconik attractions, or instagramable to maximize the Group's young market with trends selfie.Keywords: Destination development,tourism attraction, tread land, landscaping

Page 3 of 19 | Total Record : 190