cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+6285643793653
Journal Mail Official
jurnal.khasanahilmu@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya
ISSN : 26555433     EISSN : 2527449X     DOI : http://dx.doi.org/10.31294/khi
Core Subject : Social,
Jurnal Khasanah Ilmu sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas. Situs Jurnal Khasanah Ilmu menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi di bidang Pariwisata, Perhotelan dan Budaya.
Articles 256 Documents
Analisa Pengaruh Tingkat Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional, Organizational Citizenship Behavior Terhadap Abdi Dalem di Pura Pakualaman R. Jati Nurcahyo; Yulianto Yulianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.293 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8641

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, dan Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (OCB) terhadap Peran Gender, Usia, Pendidikan dan Masa Pengabdian Abdi Dalem di Pura Pakualaman Yogyakarta. Tujuannya adalah untuk mengetahui: (1) sejauh mana pengaruh tingkat kepemimpinan terhadap Abdi Dalem di Pura Pakualaman, (2) sejauh mana tingkat kepuasan kerja mempengaruhi Abdi Dalem di Pura Pakualaman Yogyakarta, (3) Sejauh mana tingkat komitmen organisasi mempengaruhi Abdi Dalem di Pura Pakualaman Yogyakarta, dan (4) sejauh mana tingkat Organizational Citizenship Behavior (OCB) mempengaruhi Abdi Dalem di Pura Pakualaman Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tertinggi ada pada tingkat kepuasan kerja dengan perkiraan 81,85% berdasarkan karakteristik umur. Persentase terendah juga terjadi pada tingkat kepuasan kerja yaitu sekitar 68,5% menurut karakteristik pendidikan. Berdasarkan pengategorian masing-masing variabel dan karakteristik didapatkan bahwa komitmen organisasi memiliki kategorisasi yang sangat tinggi untuk semua karakteristik. Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Organizational Citizenship Behavior (OCB) Analysis of the Influence of Leadership Level, Job Satisfaction, Organizational Commitment, Organizational Citizenship Behavior on the Roles of Gender, Age, Education and Service Period of Servants at Pura Pakualaman Abstract This study was conducted to analyze the influences of the level of leadership, work satisfaction, organizational commitment, and of the organizational citizenship behavior (OCB) on the Role of Gender, Age, Education and Service Period of Abdi Dalem in Pura Pakualaman Yogyakarta. The objectives were to have some knowledge of: (1) the extent to which the leadership level influenced  the Abdi Dalem in Pura Pakualaman, (2) the extent to which the work satisfaction level influenced  the Abdi Dalem in Pura Pakualaman Yogyakarta, (3) the extent to which the organizational commitment level influenced the Abdi Dalem in Pura Pakualaman Yogyakarta, and (4) the extent to which the Organizational Citizenship Behavior (OCB) level influenced the Abdi Dalem in Pura Pakualaman Yogyakarta. The research method used is Descriptive statistics analysis.The results of the study revealed that the highest percentage was on the work satisfaction level at the approximate number of 81,85% based on age characteristic. The lowest percentage was also on the work satisfaction level at the approximate number of 68,5% according to the education characteristic. Based on the categorization of each variable and characteristic, it was found that the organisational commitment has very high categorization for all characteristics. Keywords: Leadership, Work Satisfaction, Organizational Commitment, Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Terumbu Karang dengan Kesesuaian Infrastruktur Menjadikan Green Belt Ekowisata Bahari di Pulau Tegal Kabupaten Pesawaran Ahmad Herison; Ahmad Zakaria; Irwani Ninik Wijaya; Yuda Romdania
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.43 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.9698

Abstract

Abstrak Pulau Tegal merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki flora dan fauna yang beragam sehingga menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi sumber daya alam dan infrastruktur pendukung yang terdapat di Pulau Tegal memerlukan adanya kajian tentang nilai kelayakan wisata. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tentang nilai kelayakan ekowisata bahari yang ditinjau dari terumbu karang terhadap infrastruktur pendukung yang ada di Pulau Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), Daya Dukung Kawasan (DDK) dan Potensi Objek Wisata. Dari metode yang dilakukan didapatkan nilai kesesuaian ekowisata terumbu karang sebelah utara sebesar 78,95%, sebelah timur sebesar 78,95%, sebelah selatan sebesar 85,96% dan sebelah barat sebesar 84,21% sehingga masuk dalam kategori sangat sesuai. Analisis daya dukung kawasan wisata selam dan snorkeling di Pulau Tegal sebesar 59 wisatawan. Analisis Potensi objek wisata Pulau Tegal secara keseluruhan didapatkan hasil sebesar 87,87%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekowisata terumbu karang, dan infrastruktur pendukung di Pulau Tegal telah sesuai untuk kegiatan ekowisata bahari.  Kata kunci : Terumbu Karang; Indeks Kesesuaian Wisata; Daya Dukung Kawasan; Potensi Objek Wisata; Pulau Tegal Abstract Tegal Island is one of the tourist destinations that has a variety of flora and fauna so that it becomes an attraction for domestic and foreign tourists. The potential of natural resources and supporting infrastructure on Tegal Island requires a study of the value of tourism feasibility. The purpose of this study is to analyze the feasibility value of marine ecotourism in terms of coral reefs and seagrass on the existing supporting infrastructure on Tegal Island. The method used in this research is the analysis of the Tourism Suitability Index (IKW), Regional Carrying Capacity (DDK) and the Potential of Tourism Objects. From the method used, the value of the suitability of coral reef ecotourism in the north is 78.95%, the east is 78.95%, the south is 85.96% and the west is 84. 21% so it falls into the very appropriate category. Analysis of the carrying capacity of the diving and snorkeling tourism areas on Tegal Island was 59 people. Analysis of the potential of the Tegal Island tourist attraction as a whole, the results obtained were 87.87%. From the results, it can be concluded that coral reef ecotourism, seagrass and supporting infrastructure on Tegal Island are suitable for marine ecotourism activities. Keywords: Coral; Tourism Suitability Index; Carrying Capacity; Potential Tourism Objects, Tegal Island
Persepsi Wisatawan Dengan Sapta Pesona Di Candi Ijo Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman Wisnu Hadi; Heni Widyaningsih
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.722 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i1.10140

Abstract

Abstrak- Program Sapta Pesona menjadi kewajiban sebagai pedoman dalam pengelolaan sebuah obyek wisata karena didalamnya ada unsur-unsur yang memberi hal-hal positif terhadap wisatawan yang berkunjung maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi wisatawan terhadap Sapta Pesona di obyek wisata Candi Ijo Prambanan Sleman. Untuk metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif, yaitu peneliti ingin mengetahui tentang aspek-aspek atau unsur-unsur pada program Sapta Pesona seperti keamanan, Kebersihan, ketertiban, keindahaan, kesejukkan serta keramahan dan kenangan sudah dilaksanakan dengan baik oleh pengelola wisata hal ini dari data yang didapat dari kueisoner dan wawancara kepada wisatawan yang pernah berkunjung ke obyek wisata Candi Ijo Prambanan Sleman. Berdasarkan hasil penelitian persepsi wisatawan terhadap Sapta Pesona di obyek wisata Candi Ijo di nilai sudah baik hal ini dari data pernyataan responden yang menyatakan bahwa unsur keamanan sudah berjalan baik, 88% responden menyatakan setuju, 12% menyatakan ragu-ragu. Ketertiban dalam saat menggunakan sarana dan prasarana Objek Wisata juga baik, 80% responden menyatakan setuju, 12% ragu-ragu dan 8% tidak setuju. Kebersihan lingkungan obyek wisata juga dalam keadaan bersih, 80% responden menyatakan setuju, dan 20 % ragu-ragu.  Penataan tanaman yang indah membuat pengunjung merasa nyaman dengan kesejukan di dalam Objek Wisata, sebanyak 96% responden menyatakan setuju dan hanya 4% yang merasa ragu-ragu. Unsur keindahaan sudah sesuai dengan lingkungan sekitar obyek wisata ini ditata dengan teratur sehinga nyaman untuk di lihat pengunjung, 92% responden setuju dan 8% ragu-ragu.. Dalam hal masalah keramah tamahaan 96 responden merasa mereka mendapatkan pelayanan yang sangat ramah baik dari masyarakat dan petugas sehingga tidak merasa cemas berada di objek wisata, dan 4% ragu ragu. Sedangkan untuk unsur kenangan 88% responden terkesan dengan keindahan alam di obyek wisata ini,, 8 % ragu-ragu dan 4 % tidak setuju.Kata Kunci : Persepsi, Wisatawan, Sapta PesonaPERCEPTION OF TOURISTS WITH SAPTA PESONA IN THE IJO TEMPLE OF SAMBIREJO VILLAGE, PRAMBANAN, SLEMAN Abstract – The Sapta Pesona program is an obligation as a guideline in the management of a tourist attraction because in it there are elements that give positive things to visiting tourists. The aim of this study is that the researcher wants to know the perceptions of tourists about Sapta Pesona in Ijo Prambanan Temple, Sleman. This study uses a qualitative descriptive method, namely the researcher wants to know that the elements in Sapta Pesona such as security, cleanliness, order, beauty, coolness and friendliness and memories have been carried out properly by the tour manager, this is from the data obtained from kueisoner and interviews with tourists who have been to the tourism object Ijo Prambanan Sleman Temple. Based on the results of research on tourist perceptions of Sapta Pesona in the Ijo Temple tourism object, the value is good, this is from the respondent's statement data which states that the security element has gone well, 88% of respondents agreed, 12% expressed doubt. Orderliness when using the facilities and infrastructure of the Tourism Object is also good, 80% of respondents agreed, 12% were in doubt and 8% disagreed. The cleanliness of the tourism object's environment is also in a clean condition, 80% of respondents agree, and 20% are in doubt. The beautiful arrangement of plants makes visitors feel comfortable with the coolness in the tourism object, as many as 96% of respondents agree and only 4% feel doubtful. The element of beauty is in accordance with the environment around this tourist attraction arranged regularly so that it is comfortable to see by visitors, 92% of respondents agree and 8% are in doubt. In terms of hospitality issues 96 respondents feel they get very friendly service both from the community and officers so they don't feel anxious about being at a tourist attraction, and 4% are in doubt. As for the memory element, 88% of respondents were impressed by the natural beauty of this tourism object, 8% were in doubt and 4% disagreed.Keyword: Perception, Tourists, Sapta Pesona
Pengelolaan Potensi Pariwisata Desa Watu Tiri Dengan Pendekatan Pariwisata Berbasis Masyarakat Roseven Rudiyanto; Septian Hutagalung
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.548 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i1.8713

Abstract

Abstrak Desa Watu Tiri merupakan sebuah desa di Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki potensi alam dan budaya di bidang pariwisata. Akan tetapi, masyarakat lokal masih belum mampu mengelola potensi tersebut dengan baik. Pengelolaan potensi wisata dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat merupakan instrumen pengembangan masyarakat dalam memperkuat partisipasi dan kemampuan masyarakat lokal untuk mengelola sumber daya pariwisata. Tujuan penelitian ini untuk identifikasi potensi alam dan budaya di Desa Watu Tiri, dan pengelolaannya dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan forum diskusi merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasilnya, Desa Watu Tiri memiliki poin-poin penting yang mendukung penerapan pengelolaan potensi wisata dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Namun demikian, pemerintah Desa Watu Tiri masih harus mengerjakan hal yang menghambat penerapan pengelolaan potensi dengan pendekatan tersebut. Kata kunci: pariwisata, pengelolaan, masyarakatManagement of Tourism Potential of Watu Tiri Village by Community-Based Tourism ApproachAbstractWatu Tiri is a village in West Manggarai Regency, which has natural and cultural potential in the tourism sector. However, local people are still not able to manage this potential properly. Management of tourism potential with a community-based tourism approach is an instrument of community development in strengthening the participation and ability of local communities to manage tourism resources. The purpose of this research is to identify the natural and cultural potential in Watu Tiri Village, and its management with a community-based tourism approach. Qualitative methods with observation data collection techniques and discussion forums are the methods used in this study. As a result, Watu Tiri Village has important points that support the implementation of tourism potential management with a community-based tourism approach. However, the government of Watu Tiri village still has to do things that hinder the application of potential management with that approach. Keyword:  tourism, management, community
Inkorporasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kampung Sasak Ende, Lombok Tengah Teguh Iman Pribadi; Dadang Suganda; Kurniawan Saefullah
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.789 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.9817

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan budaya dan kearifan lokal. Dengan keanekaragaman yang dimiliki, maka sangat memungkinkan untuk dikembangakan sebuah konsep pariwisata, yaitu pariwisata budaya. Salah satu destinasi pariwisata di Indonesia yang masih mempertahankan budaya dan kearifan lokal adalah Kampung Sasak Ende, Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat suku Sasak di Kampung Sasak Ende dan menganalisis bagaimana nilai-nilai kearifan lokal tersebut dapat diinkorporasikan dalam pengembangan pariwisata budaya di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dianalisis merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi wilayah dan wawancara mendalam kepada masyarakat lokal, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pengelola destinasi pariwisata di Kampung Sasak Ende. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui literatur ilmiah yang sudah tersedia di internet. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kampung Sasak Ende sampai saat ini masih memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan oleh para leluhur mereka. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, nilai-nilai kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi yaitu Saling Ajinang, Tertip-terpi, Teguq, Solah Perateq, Soloh, Tetes, Saling Saduq, Besemeton, Ra’i, dan Bedadayan. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut tidak hanya mendukung pencapaian tujuan pembangunan di masyarakat dari sisi ekonomi saja, namun juga dapat menjamin terpeliharanya keharmonisan sosial dan lingkungan. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Pariwisata Budaya, Masyarakat Suku Sasak, Kampung Sasak Ende, Lombok Tengah Incorporation of Local Wisdom in the Development of Cultural Tourism in Sasak Ende Village, Central Lombok AbstractIndonesia is an archipelago that is rich in cultural potential and local wisdom. With its cultural diversity, Indonesia must be able to take advantage of these opportunities to develop a tourism concept, namely cultural tourism. One of the tourism destinations in Indonesia that still maintains local culture and wisdom is Sasak Ende Village, Central Lombok. This study aims to identify the values of local wisdom of Sasak tribe community in Sasak Ende Village and analyze how they can be incorporated in the development of cultural tourism in that area. This research uses a qualitative approach. The data analyzed were primary data and secondary data. Primary data were obtained through field observations and in-depth interviews with local communities, the head of Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), and tourism destination managers of Sasak Ende Village. Meanwhile, secondary data is obtained through scientific articles that are available on the internet. The results of this study indicate that the people of Sasak Ende Village still adhere to the values of local wisdom taught by their ancestors. In social life, the values of local wisdom that are still upheld are Saling Ajinang, Tertip-terpi, Teguq, Solah Perateq, Soloh, Tetes, Saling Saduq, Besemeton, Ra'i, and Bedadayan. The values of local wisdom not only support the achievement of community development goals from an economic perspective but also ensure the maintenance of social and environmental harmony. Keywords: Local Wisdom, Cultural Tourism, Sasak Community, Sasak Ende Village, Central Lombok 
E-Commerce Solusi Pemasaran UMKM Dalam Mengembangkan Industri Pariwisata Di Tengah Pademi Covid-19 (Studi Kasus UMKM di Kota Tasikmalaya) Yani Sri Mulyani
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.066 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.11293

Abstract

Abstrak E-commerce merupakan solusi bagi pelaku usaha mikro, kecil serta menengah dalam menjalankan bisnisnya di tengah pademi covid-19 karena UMKM merupakan sektor ekonomi kreatif yang terserang  dampaknya. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui bahwa peranan  E-commerce sangatlah mendukung bagi kelangsungan hidup bisnis pelaku UMKM dan dalam mengembangkan industri pariwisata di Tasikmalaya .Populasi atau sample yang diambil sebanyak 10 UMKM yang ada di Tasikmalaya yang tersebar di Kota dan Kabupaten  Tasikmalaya dengan beragam jenis usaha bisnisnya. Metode yang dipakai adalah kualitatif deskritif dimana peneliti  mewawancarai pemilik UMKM melalui media sosial dikarenakan maasih pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat  (PPKM) sehingga tidak memungkinkan untuk mewawancarai pemilik UMKM secara langsung. metode penelitian ini dihitung berapa presentase penjualan yang didapat pelaku UMKM. Hasil dari penelitian selama bulan Mei  sampai dengan bulan Oktober 2020 bahwa presentasi dapat dilihat meningkat dibulan Juni 11,3 % sd 21,2% ,rata-rata menurun  di bulan Juli sd Agustus 9,5 % s.d  15,6% dari bulan September ke Oktober  dan rata-rata naiknya diangka 15 % sd 42,5%.Hal ini menunjukan bahwa E-commerce  menjadi solusi bagi pelaku UMKM ditengah masa pademi covid-19 dan merupakan upaya untuk mengembangkan industri pariwisata  . Hal itu dapat  mengurangi budget pemasaran yang mana kemudahan dan kecanggihan tekhnologi  dalam menyampaikan informasi  tentang barang dan jasa yang langsung dialamatkan  ke tangan konsumen.Sehingga komsumen atau pembeli tinggal memesan dari rumah dan barang langsung diantar ke rumah sesuai pesanan. Kata kunci:  E-commerce, UMKM,  Pademi Covid 19, industri pariwisata Abstract E-commerce is a solution for micro, small and medium businesses in running their business in the midst of the COVID-19 pandemic because MSMEs are one of the creative economic sectors that have been affected. The purpose of this study is to find out that the role of E-commerce is very supportive for the survival of MSME business actors and in developing the tourism industry in Tasikmalaya. The population or sample taken is 10 MSMEs in Tasikmalaya which are spread in the City and District of Tasikmalaya with various types of businesses. his business. The method used is descriptive qualitative where researchers interview MSME owners through social media because there are still restrictions on community activities (PPKM) so it is not possible to interview MSME owners directly. This research method calculates the percentage of sales obtained by MSME actors. The results of the research during May to October 2020 that the presentation can be seen increasing in June 11.3% to 21.2%, the average decreased in July to August 9.5% to 15.6% from September to October and the average increase was 15% to 42.5%. This shows that E-commerce is a solution for MSME players in the midst of the COVID-19 pandemic and is an effort to develop the tourism industry. This can reduce the marketing budget where the ease and sophistication of technology in conveying information about goods and services are directly addressed to consumers. Keywords: E-commerce,UMKM, Covid 19 pandemic, tourism industry. 
Menggali Potensi Wisata Alam Untuk Kegiatan Sport Tourism Di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Wisnu Hadi; Atun Yulianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.634 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.11053

Abstract

Abstrak - Dalam dunia pariwisata banyak sekali jenis-jenis wisata salah satunya Sport Tourism atau wisata olah raga. Kabupaten Sleman salah satu contoh mempunyai potensi wisata alam yang dapat dipetakan untuk wisata olah raga atau sport tourism. Pada masa pandemi covid-19 dan pembatasan sosial terdapat kecenderungan masyarakat memanfaatkan waktu untuk berolahraga dengan tujuan meningkatkan imun, seperti jalan sehat, lari ataupun bersepeda ke spot-spot wisata yang tersebar diwilayah Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali potensi wisata di Kabupaten Sleman sudah menyediakan fasilitas Sport Tourism. Dalam penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif ini, peneliti mengangkat potensi wisata alam di Kabupaten Sleman yang memiliki wahana sport tourism. Hasilnya didapatkan data bahwa disisi utara terdapat lereng gunung Merapi tepatnya di bukit Klangon yang telah dikembangkan wisata olahraga berupa Mountain Bike untuk ajang kejuaraan lokal maupun tingkat nasional. Destinasi dikawasan wisata candi prambanan juga banyak digunakan untuk event nasional dan internasioanal sebagai wisata olah raga seperti marathon, road bike, jalan sehat, sepeda santai dan yoga. Disisi barat pada aliran sungai Progo yang mengalir di wilayah Kabupaten Sleman sudah dimanfaatkan juga untuk sport tourism olah raga arung jeram dan pada aliran sungai Opak di obyek wisata Lava Bantal Berbah Sleman juga digunakan untuk wisata river tubing dan sepeda santai. Kawasan lain yang tidak kalah menarik dalam mengembangkan sport tourism adalah perbukitan yang ada kecamatan Prambanan Sleman. Kawasan ini berada disisi timur Yogyakarta yang memiliki banyak destinasi wisata baik alam maupun sejarah seperti Candi Boko, Tebing Breksi dan Spot Riyadi.  Kawasan wisata ini masih dapat dikembangkan lagi untuk kegiatan wisata olahraga yang menarik wisatawan baik nasional maupun internsional, seperti sport lari lintas alam, marathon, mountain bike, sepeda santai dan jalan santai dengan menjelajahi rute perbukitan yang melewati obyek wisata tersebut. Kata Kunci : Potensi, Wisata Alam, Sport Tourism Abstract – In the world of tourism, there are many types of tourism, one of which is sport tourism. One example of Sleman Regency has the potential for natural tourism that can be mapped for sports tourism or sport tourism. During the COVID-19 pandemic and social restrictions, there is a tendency for people to use their time to exercise with the aim of increasing their immunity, such as healthy walks, running or cycling to tourist spots spread across the Yogyakarta area. The purpose of this research is to explore the tourism potential in Sleman Regency which has provided Sport Tourism facilities. In this qualitative descriptive study, the researcher raised the potential of natural tourism in Sleman Regency which has a sport tourism vehicle. The results obtained data that on the north side there is a slope of Mount Merapi, precisely on the Klangon hill, which has developed sports tourism in the form of Mountain Bikes for local and national championship events. Destinations in the Prambanan temple area are also widely used for national and international events as sports tourism such as marathons, road bikes, healthy walks, relaxing bicycles and yoga. On the west side, the Progo river that flows in the Sleman Regency area has also been used for sport tourism, white water rafting and the Opak river at the Lava Pillow Berbah tourism object, Sleman is also used for river tubing and relaxing bicycles. Another area that is no less interesting in developing sport tourism is the hills in the Prambanan sub-district of Sleman. This area is located on the east side of Yogyakarta which has many natural and historical tourist destinations such as Boko Temple, Breksi Cliff and Riyadi Spot. This tourist area can still be developed again for sports tourism activities that attract both national and international tourists, such as cross-country running sports, marathons, mountain bikes, leisurely bicycles and leisurely walks by exploring hilly routes that pass through these attractions.Keyword : Potential, Nature Tourism, Sport Tourism
Studi Eksplorasi Potensi Pariwisata Kreatif Kawasan Hutan Mangrove Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat Alexander Fiandre Readi; Jessica Christina; Myrza Rahmanita; Fetty Asmaniati
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.115 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.11251

Abstract

Abstrak Pariwisata kreatif merupakan bentuk pariwisata alternatif yang prospektif untuk dikembangkan di Desa Sedari. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa daya tarik utama kawasan hutan mangrove selama ini semata pemandangan yang cenderung tidak melibatkan partisipasi dan pengalaman wisatawan dalam kegiatan pariwisata. Hal ini mengindikasikan potensi yang ada belum sepenuhnya termanfaatkan optimal. Terlebih kegiatan pariwisata ditunda dan dihentikan sementara dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah meluasnya penyebaran pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi potensi pariwisata kreatif kawasan hutan mangrove di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan eksploratif. Data primer dan sekunder diperoleh melalui wawancara serta studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa (1) Hutan mangrove Desa Sedari memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata kreatif; (2) Pengembangan ke arah pariwisata kreatif baru dimulai pada tahun 2021 namun belum terlaksana optimal dimana belum ada pengelolaan, pengelola maupun program yang terencana baik. (3) Bentuk pariwisata kreatif yang dapat dikembangkan di kawasan hutan mangrove, diantaranya birdwatching, pengolahan produk berbasis mangrove, maupun kegiatan wisata yang melibatkan partisipasi aktif wisatawan, juga kerjasama wisatawan dengan masyarakat lokal dan pengelola kawasan hutan mangrove. Penelitian ini merekomendasikan dilakukannya renovasi dan revitalisasi sejumlah infrastruktur fisik kawasan hutan mangrove untuk pengembangan kegiatan pariwisata kreatif, peningkatan kompetensi dan kualifikasi sumber daya manusia pariwisata serta penguatan kemitraan kerja diantara para pemangku kepentingan terkait. Kata Kunci: pariwisata kreatif, partisipasi aktif, hutan mangrove, desa sedari, pandemi COVID-19 Explorative Study of the Creative Tourism Potential of the Mangrove Forest Area Sedari Village, Cibuaya District, Karawang Regency, West Java Abstract Creative tourism is an alternative tourism that is prospective to be developed in Sedari Village. Existing research shows that the main tourist attraction of mangrove forest area in Sedari Village so far is mere the scenery which tends not to involve the participation and experience of tourists within the tourism activities. This indicates that the existing potential has not yet fully utilized. Moreover, tourism activities were temporarily postponed and stopped during the Public Activity Restrictions (PPKM) that carried out to prevent the spread of the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to explore the creative tourism potential of mangrove forest area in Sedari Village, Cibuaya District, Karawang Regency, West Java Province, Indonesia. This study utilised descriptive research method with exploratory approach. Primary and secondary data were obtained through interviews and literature study. This study found that (1) The mangrove forest of Sedari Village has the potential for the development of creative tourism; (2) Development towards creative tourism has not yet optimally implemented. It was just started in 2021 that there are no well-planned programs, managers nor management. At present; (3) Types of creative tourism can be developed in Sedari mangrove forest areas, including birdwatching, processing mangrove based tourism products; tourism activities involving tourist active participation, as well as tourist cooperation with local communities and mangrove forest area managers. This study recommends for the renovation and revitalization of a number of physical infrastructures for the development of creative tourism activities; the enhancement of tourism human resources qualifications and competencies; as well as strengthening the working partnership amongst relevant stakeholders. Keywords: creative tourism, active participation, mangrove forest, sedari village, pandemic COVID-19
Menelusuri Nilai Budaya Yang Terkandung Dalam Pertunjukan Tradisional Wayang R. Jati Nurcahyo; Yulianto Yulianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.013 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.11440

Abstract

                                                                      Abstrak Wayang adalah salah satu jenis kebudayaan Indonesia yang sampai saat ini masih eksis karena didalamnya mengandung nilai-nilai positif dan memberikan tambahan wawasan pada setiap pertunjukan dari tokoh yang diperankannya, meskipun dalam rentang waktu dan perkembangan, Masih kurang minat masyarakat utamanya genarasi mudah mempelajari dan menghayati, mendalami seni wayang untuk dipertunjukan ke masyarakat, bahkan seni budaya pertunjukan tradisional wayang ini secara dinamis berkembang mengikuti kemajuan zaman dengan berbagai variasi pertunjukan . Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam setiap cerita pertunjukkan tradisional wayang. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, studi pustaka, pengamatan langsung dan dokumentasi berupa data informan atau nara sumber yaitu Ki Hadi Sutoyo. Hasil penelitian menemukan terdapat nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pertunjukkan tradisional wayang yaitu Nilai Religius, Nilai Pendidikan, Nilai Kebangsaan dan Nilai Kepemimpinan. Kata Kunci : Nilai Budaya, Wayang, Pertunjukan Explore Cultural Values Contained In Wayang Traditional Show Abstract Puppet is one of the Indonesian culture which still exists up to present because it reflects positive values and gives additional knowledge from the characters in its stage performances. From time to time, puppet traditional stage art dynamically changes depending on the actual contexts follows within. There is still a lack of interest from the community, especially the generation that is easy to learn and appreciate, deepening the art of wayang to be show to the public, even this traditional cultural art of wayang performance is dynamically developing following the times with various variation of performances. The data collection techniques are by interviews, literature reviews, direct observation, and documentations data the main source Ki Hadi Sutoyo. Result of the research finds out that the cultural values in the puppet traditional arts are religious value, education value, national value, and leadership value. Keywords: Cultural Values, Puppet, Show                                                      
Pelestarian Upacara Adat Perkawinan di Kadipaten Pakualaman Yogyakarta R.Jati - Nurcahyo; Yulianto Yulianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.853 KB) | DOI: 10.31294/khi.v13i1.12352

Abstract

Kadipaten Pakualaman Yogyakarta merupakan salah satu penyelenggara upacara adat dari lingkungan Istana. Upacara adat yang diselenggarakan di Pura Pakualaman Yogyakarta adalah salah satu kegiatan yang dianggap penting dan sudah dilaksanakan secara turun-temurun, sampai saat ini tetap dilestarikan. Adapun rangkaian upacara adat perkawinan di Kadipaten Pakualaman meliputi : pinangan, pasang bleketepe dan tarub, bucalan, siraman, ngerik, midodareni-nyantri dan peningsetan, ijab kobul, panggih, krobongan, colokan dan ngundhuh mantu. Metode penelitian deskriptif dengan Analisa kualitatif secara triangulasi agar mendapatkan informasi yang valid. Hasil penelitian berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 tentang Aturan Perkawinan di Indonesia yang sudah mengalami berbagai perubahan secara signifikan, namun demikian prinsip upaya melestarikan perkawinan tradisional yaitu perkawinan adat di Kadipaten Pakualaman Yogyakarta menjadi acuan utama sebagai kekayaan daerah. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Gubernur DIY Nomor 36 Tahun 2014 tentang Upaya pelestarian Budaya Lokal yang meliputi Adat dan Tradisi, Peraturan Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Alam serta Peraturan Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 Tahun 2011 tentang Tata Nilai Budaya Yogyakarta.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024 Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023 Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2022 Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2018 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2017 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2016 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - Masret 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2012 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2010 More Issue