cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Komunikasi : Jurnal Komunikasi
ISSN : 20866178     EISSN : 25793292     DOI : 10.31294/jkom
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
Faktor Penghambat dan Pendukung Komunikasi antara Guru dan Siswa Tuna Rungu di SLBN Kota Sungai Penuh Ahmad Khairul Nuzuli
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i1.14505

Abstract

Komunikasi merupakan sebuah kebutuhan. Semua orang ingin komunikasi yang dilakukan berjalan dengan lancar dan tidak terhambat. Namun, hambatan komunikasi selalu ada. Termasuk proses komunikasi yang dilakukan oleh siswa tunarungu. Penelitian ini bertujuan ingin melihat apa saja faktor penghambat dan pendukung komunikasi antara guru dan siswa tuna rungu di SLBN Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan faktor penghambat yang ditemukan adalah hamabat fisik dan hambatan sematik. Sedangkan faktor pendukung adalah kejelasan, ketepatan, konteks dan budaya.
Studi Etnografi Komunikasi Komunitas Penutur Bahasa Inggris Non-Native Speakers di Bandung Ari Usman
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i1.14786

Abstract

Pentingnya bahasa Inggris telah mendorong Komunitas Ngabrink di Kota Bandung untuk menyelenggarakan program diskusi mingguan English Talk bagi masyarakat umum. Diskusi berlangsung dalam bahasa Inggris, meskipun para partisipannya bukanlah penutur asli bahasa tersebut. Sebagai bagian dari masyarakat tutur Inggris-Indonesia, peserta English Talk berkomunikasi dalam bahasa Inggris menurut kaidah dan variasi linguistiknya sendiri yang khas. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang terbentuk selama berlangsungnya kegiatan English Talk tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan penelitian terdiri dari Ketua Komunitas Ngabrink sebagai gatekeeper dan informan kunci, serta dibantu empat orang member lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi komunikasi berupa diskusi kelompok membahas topik-topik yang dielaborasi menjadi tiga pertanyaan yang bertujuan agar member berani berbicara dalam bahasa inggris. Diskusi berlangsung secara kasual dan egaliter mengingat usia dan skema kognitif peserta yang relatif sama. Peserta diskusi juga berkomunikasi secara verbal dan nonverbal. The importance of mastering English language has motivated the Ngabrink Community in Bandung to initiate a weekly discussion program named English Talk. Discussion is conducted in English, even though all participants are not native speakers. As a part of English-Indonesian speech community, they have their own linguistic rules and varieties in communicating. So the aim of this research is to discover the communication pattern that is constructed during the English Talk activity. This study uses qualitative method with ethnography of communication approach. Data gathered by observation and in-depth interview. Informants in this research are: the chairman of Ngabrink Community as key informant and four other members. The result shows that communication situation in format of group discussion that discuss a topic elaborated into three discussion questions, intended for participants to talk confidently in English. They discuss in casual and egalitarian way, because they are almost in the same age and cognitive schema. Participants also communicate verbally and nonverbally.
Satire Sebagai Penyampaian Kritik Sosial Sistem Kapitalisme Dalam Film Okja (Analisis Semiotika John Fiske) Poppy Febriana; Desyam Tri Wahyuni
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i1.14544

Abstract

Film adalah media perantara komunikasi massa yang seringkali digunakan sebagai media untuk mendeskripsikan kehidupan sosial masyarakat. Di era 4.0 industri perfilman semakin berkembang pesat, salah satunya yaitu film yang mengandung unsur satire. Para produsen film berlomba-lomba menyampaikan makna film berupa sindiran kepada para politikus hingga pengusaha melalui perantara satire. Salah satunya yaitu film karya sutradara bong joon ho asal Korea Selatan yang berjudul Okja. Satire yang ditunjukkan di film ini bukan menyinggung soal politik dan pemerintah melainkan melawan kapitalisme pemilik perusahaan daging yang memproduksi babi hasil rekayasa genetika dan berupaya memperoleh laba besar tanpa memperdulikan dampak lingkungan yang terjadi. Peneliti melihat makna dan pesan yang tersembunyi melalui perantara satire yang akan disampaikan dari film Okja, dengan menggunakan teori semiotika John Fiske yang membagi tanda ke dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif. Tujuan penelitian disini yaitu untuk menjelaskan film Okja sebagai media penyampaian kritik sosial budaya kapitalisme melalui perantara satire kepada khalayak luas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mengungkapkan pesan film Okja melalui satire untuk memberi kritikan dan sindiran keras kepada pengusaha kapitalis yang serakah dalam mencapai tujuannya.
Peran Media Sosial Bagi Humas Pemerintah Herzi Rahmatia Maulvi; Edwin Rizal; Elnovani Lusiana
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i1.14939

Abstract

Media sosial hadir dan mengubah cara praktisi humas pemerintah untuk berkomunikasi dalam mencapai tujuan-tujuan lembaganya. Merupakan tugas dari humas lembaga pemerintah untuk dapat berkomunikasi, mendengar opini masyarakat, membangun citra yang baik serta mengelola reputasi pemerintah di mata publik. Maka, media sosial hadir dengan segala kemudahan dalam mencapai tujuan tersebut. Artikel ini membahas peran media sosial sebagai alat pelayanan publik dan alat manajemen krisis pemerintah. Ditulis dengan analisis studi literatur dari berbagai sumber. Kesimpulan yang dapat ditarik dari studi ini yakni bahwa media sosial telah digunakan berbagai instansi pemerintah untuk memudahkan pelayanan publik dan manajemen krisis karena kecepatan distribusi informasi, transparansi, mudahnya komunikasi dua arah, media dokumentasi dan sarana networking antar instansi berbeda.
Pemenuhan Hak Atas Informasi Publik Melalui Layanan Informasi Publik PPID Provinsi DKI Jakarta Khumairah, Umi -; Setianto, Widodo Agus
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15739

Abstract

Information Media, Public Information Service, Right to Information
Persepsi Followers Terhadap Konten TikTok resep_inspirasi_debm Hartiningtyas, Azharia Jeanny; Iflah, Iflah
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15744

Abstract

Abstrak - Media sosial menjadi sebuah platfrom untuk berkomuniasi secara virtual, salah satu media sosial paling populer di Indonesia adalah TikTok. Media sosial ini sangat diminati karena konten yang dibuat oleh pengguna media sosial sangat menarik bagi followersnya. Salah satu akun TikTok yang popular di Indonesia adalah resep_inspirasi_debm, akun resep yang mempunyai followers aktif sebanyak 10,5 juta pengikut, dan mempunyai tema resep memasak yang menginspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari followers akun TikTok resep_inspirasi_debm mengenai konten yang dibuat oleh akun TikTok terebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, proses pengambilan data dilakukan dengan cara mempertimbangkan triangulasi dan pengumpulan informasi menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi. Dalam penelitian ini informan yang diambil sebanyak 4 orang yang merupakan followers dari akun TikTok resep_inspirasi_debm. Penelitian ini mengambil informan berdasarkan kriteria usia remaja awal, yang mempunyai rentang usia yaitu 20 – 40 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konten TikTok yang diberikan oleh akun TikTok resep_inspirasi_debm memberikan persepsi positif dan negatif terhadap konten yang diberikan, beberapa followers mengatakan bahwa konten yang diberikan dapat menginspirasi para followers tetapi beberapa followers beranggapan bahwa konten yang diberikan hanya menyulitkan sebagian followers.   Abstract - Social media has become a platform for communicating virtually, one of the most popular social media in Indonesia is TikTok. This social media is in great demand because the content created by social media users is very attractive to their followers. One of the most popular TikTok accounts in Indonesia is resep_inspirasi_debm, a recipe account that has active followers of 10.5 million followers, and has the theme of inspiring cooking recipes. This study aims to determine the perceptions of the followers of the resep_inspirasi_debm TikTok account regarding the content created by that TikTok account. This study used qualitative research, the data collection process was carried out by considering triangulation and gathering information using in-depth interviews and observation methods. In this study, 4 people were taken as informants who were followers of the resep_inspirasi_debm TikTok account. This study took informants based on the criteria of early adolescent age, which has an age range of 20-40 years. The results of this study indicate that the TikTok content provided by the resep_inspirasi_debm TikTok account provides positive and negative perceptions of the content provided, some followers say that the content provided can inspire followers but some followers think that the content provided only makes it difficult for some followers.  
Komunikasi Strategis Dompet Dhuafa dan Baitulmaal Munzalan dalam Menghadapi Isu Nursalsabillah, Annisa; Bajari, Atwar; Setianti, Yanti
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15432

Abstract

Every organization needs to develop a strategic communication plan to run a program, including non-profit organizations. In the midst of limited operational funds, non-profit organizations need to think creatively in developing strategic communication designs, so that they are able to maintain their organizations, especially in maintaining public fundraising. In addition to creating a series of structured programs, strategic communication can also help non-profit organizations deal with issues. The purpose of this study is to indicate and analyze the strategic communication implemented by Dompet Dhuafa and Baitulmaal Munzalan when the organizations is facing an issue. The methodology used is a qualitative methodology with a case study method through interviews and literature studies. The results of the study show that Dompet Dhuafa and Baitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) have succeeded in addressing an issue through strategic communication planning, including problem analysis, framing and designing messages, as well as a media approach. Through this form of strategic communication, Dompet Dhuafa and BMI have succeeded in dealing with the issues they experienced and were able to improve the quality of their respective organizations in accordance with the vision, mission and values they have.
Praktik Incidental News Consumption; ‘Muncul dan Menguat di Media Sosial?’ Prakoso, Bayujati
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15827

Abstract

Konsumsi berita insidental di media sosial membuat beragam tujuan maupun implikasi. Studi ini bertujuan ingin melihat bagaimana pola konsumsi berita insindetal di media sosial, dan mengeksplorasi ragam gagasan, dan temuan dari para pemikir tentang praktik Incidental News Consumption. Pendekatan yang digunakan pada studi ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, dan studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua hal; pertama, ketiga informan mengonsumsi berita insidental di media sosialnya masing-masing. Kedua, dari berbagai studi para peneliti kontemporer menggambarkan praktik konsumsi berita insidental semakin banyak terjadi di media sosial, dan muncul dari beragam situasi, kondisi, tujuan, dan konteks situasional yang berbeda-beda, serta muncul dari berbagai negara yang berbeda-beda juga. Selain itu, studi dari para peneliti di berbagai negara secara eksplisit maupun implisit menguatkan studi ini akan adanya praktik konsumsi berita insidental di media sosial.
Satir Resistensi Kebijakan Covid 19 Di Twitter Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno; Ningtyas, Dito Anjasmoro
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15597

Abstract

This paper is motivated to reveal the satirical messages of netizens on Twitter social media regarding their resistance to Covid 19 policies and rules. Descriptive qualitative is used as a method to answer the main problem in this research. The research subjects were determined through purposive techniques on satirical tweets of netizens regarding Covid 19 policies and rules. Data analysis is carried out with MAK Halliday's social semiotics and the elaboration of the results with the theory used. Through this method, researchers can find out, understand and comprehensively describe the satirical messages about Covid 19 policies and rules constructed by netizens. In this context, the satirical messages constructed in netizen tweets are part of the creativity in message packaging. The communication symbols used are diverse. Communication motives in the form of criticism or suggestions, ideas, and opinions of netizens can be packaged in the form of satire. It takes enough reasoning and knowledge to be able to digest the full meaning of satire. Constructing messages with satire is an alternative choice so that messages can be effective, received comfortably, and avoid legal sanctions. 
Desain Media Promosi Kopi Berbasis Photoshop (Studi Kasus : Cafe Kopi Koplak) Sandi, Supriyadi
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.16349

Abstract

Packaging design and brand image are two variables that help products attract customer attention. The research design involved data analysis and data collection methods through observation, interviews, and literature review. The findings of the Koplak Coffee Cafe study design use verbal and visual models with the aim of creating an effective packaging design both vocally and aesthetically. The packaging design process has produced label and packaging designs that utilize the Adobe Photoshop CS5 program. The aim of this final product design is to show how the adoption of new packaging increases the value of Kopi Kopi Koplak. describes how packaging design can help increase sales. Packaging design goals are very important to build brand reputation and make products more attractive to customers. Continuous packaging innovation should be used in the future, but some aspects of the original design should be retained in the latest version. This study shows that the packaging of Koplak Cafe Coffee has been designed to increase sales.