cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Komunikasi : Jurnal Komunikasi
ISSN : 20866178     EISSN : 25793292     DOI : 10.31294/jkom
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
Regulasi dan Kreativitas dalam Penyiaran Lokal: Studi Kasus Kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau Mitrin, Abdullah; Rahman, Rudi; Anisa, Lia; Irawan, Yuda
Jurnal Komunikasi Vol 16, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.25763

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak kebijakan KPID Riau terhadap kreativitas dalam produksi siaran lokal, serta mengkaji tantangan dan peluang dalam menyeimbangkan regulasi dan inovasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen kebijakan dan laporan tahunan. Analisis dilakukan secara tematik dengan teknik triangulasi data untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi KPID Riau berhasil menjaga standar etika dan melindungi nilai-nilai budaya lokal. Namun, regulasi yang ketat juga dinilai membatasi ruang inovasi lembaga penyiaran, mengakibatkan berkurangnya variasi program. Beberapa stasiun penyiaran yang mendapat ruang lebih fleksibel terbukti mampu meningkatkan daya tarik konten dan apresiasi publik. Penelitian ini merekomendasikan penerapan kebijakan yang lebih adaptif dan kolaboratif, melibatkan pelaku media dan akademisi dalam proses perumusan kebijakan. Dengan kebijakan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, penyiaran lokal di Riau diharapkan mampu tetap inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi utama siaran publik.
Peran Buzzer Politik Prabowo Dalam Pembentukan Opini Publik di Media Sosial Assadiyah, Diani; Kartika, Tina; Ashaf, Abdul Firman; Putra, Purwanto; Trenggono, Nanang
Jurnal Komunikasi Vol 16, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.26012

Abstract

Abstrak - Penelitian ini membahas peran strategis buzzer politik dalam membentuk opini publik melalui media sosial TikTok selama masa kampanye Pemilu 2024, dengan fokus pada pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis isi, penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi yang digunakan buzzer, bentuk konten yang diproduksi, serta tanggapan audiens. Hasil menunjukkan bahwa buzzer mampu membentuk citra baru Prabowo yang lebih dekat dengan generasi muda, tercermin melalui narasi populer seperti “Prabowo Gemoy”. Strategi ini berdampak pada peningkatan elektabilitas, terutama di kalangan pemilih milenial. Namun, aktivitas buzzer juga berimplikasi negatif, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, kampanye negatif, dan polarisasi opini publik. Oleh karena itu, pentingnya penguatan literasi digital dan regulasi terhadap aktivitas buzzer menjadi salah satu rekomendasi utama penelitian ini. Temuan ini memperkaya kajian komunikasi politik digital dan memberikan wawasan untuk merumuskan strategi kampanye yang lebih etis dan bertanggung jawab di era media sosial.Abstract - This study explores the strategic role of political buzzers in shaping public opinion through the social media platform TikTok during the 2024 Indonesian presidential election campaign, with a specific focus on the Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka presidential-vice presidential ticket. Using a qualitative approach through case studies and content analysis, the research investigates the communication strategies employed by buzzers, the types of content disseminated, and audience responses. The findings reveal that buzzers successfully rebranded Prabowo's image to appear more relatable and appealing to younger voters, as reflected in the viral narrative of "Prabowo Gemoy." This communication strategy significantly contributed to increased electability among millennial voters. However, buzzer activity also raises concerns due to the spread of misinformation, negative campaigning, and the intensification of political polarization. Therefore, this study emphasizes the importance of strengthening digital literacy and regulating buzzer activity to uphold a healthy democratic process. The research contributes to the broader discourse on digital political communication and offers insights into developing more ethical and responsible campaign strategies in the social media era.    
Analisis Wacana Pemanfaatan Artificial Intelligence Dalam Postingan Video Instagram pada Akun @gibran_rakabuming Arasta, Ghifary Muhammad; Irhamdhika, Gema; Palupi, Rety
Jurnal Komunikasi Vol 16, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.26196

Abstract

Perhatian terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI) meningkat pada awal pemerintahan Prabowo-Gibran, yang ditandai dengan pernyataan Presiden Prabowo mengenai pentingnya penguasaan AI oleh generasi muda Indonesia. Sejalan dengan itu, Wakil Presiden Gibran turut mempopulerkan wacana pemanfaatan AI melalui media sosial pribadinya. Penelitian ini menganalisis wacana pemanfaatan AI pada unggahan video akun @gibran_rakabuming tanggal 12 Maret 2025, terkait kunjungan ke SMAN 66 Jakarta dalam Program Nasional Digital AI (Pandai), dengan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Menggunakan paradigma kritis dan metode kualitatif deskriptif, studi ini menemukan bahwa pemerintah tampil sebagai subjek dominan yang membentuk arah kebijakan pendidikan, sementara guru, siswa, dan sekolah diposisikan sebagai objek pasif. Wacana AI dalam unggahan tersebut menunjukkan adanya kecenderungan pelanggengan ideologi kekuasaan yang kurang mempertimbangkan realitas sosial dan budaya lokal
Mengurai Mitos Tokoh Agama dalam Serial Bidaah (2025) Studi Semiotika Barthes terhadap Representasi Tokoh Walid Widarti, Widarti; Fadilah, Jusuf; Andriana, Dina
Jurnal Komunikasi Vol 16, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i1.27007

Abstract

Serial Bidaah (2025) menampilkan dinamika kompleks antara otoritas keagamaan dan realitas sosial yang berubah, menjadikan tokoh Walid sebagai titik fokus dalam pembacaan simbolik dan ideologis. Metode yang digunakan adalah analisis semiotika dua tahap Barthes, yaitu denotasi dan konotasi, serta mitos sebagai bentuk ideologi yang tersembunyi dalam tanda. Data dikumpulkan melalui observasi visual dan naratif terhadap adegan-adegan yang merepresentasikan karakter Walid, mencakup busana, mimik, dialog, dan setting sosial-budaya dalam serial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level denotatif, Walid ditampilkan sebagai tokoh agama yang kharismatik dan berwibawa. Namun, pada level konotatif dan mitologis, muncul kontradiksi antara citra kesalehan dengan praktik kekuasaan simbolik yang ditampilkan. Representasi ini menunjukkan bahwa Bidaah berfungsi sebagai teks budaya yang mendekonstruksi simbol-simbol keagamaan dan menawarkan wacana kritis terhadap institusi agama di tengah perubahan sosial. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemanfaatan teori semiotika Barthes untuk mengungkap lapisan ideologis dalam representasi tokoh agama di media fiksi, sekaligus menunjukkan bagaimana media turut membentuk dan menggugat makna-makna dominan terkait religiusitas dan kekuasaan. Temuan ini memperkaya kajian media dan komunikasi, khususnya dalam memahami peran media dalam memproduksi mitos sosial dan membingkai ulang citra keagamaan dalam konteks masyarakat kontemporer.
Representasi Krisis Identitas Pada Remaja dalam Serial Adolescence (Analisis Semiotika John Fiske) malika, alyadisa; novalia, novalia; puspitaningrum, deby
Jurnal Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v16i2.25947

Abstract

Krisis identitas merupakan fase penting dalam perkembangan remaja yang ditandai dengan pencarian jati diri serta kebingungan terhadap nilai dan tujuan hidup. Serial Adolescence menyajikan gambaran dinamika krisis identitas pada remaja melalui karakter dan alur cerita yang dekat dengan realitas remaja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi krisis identitas pada remaja dalam serial Adolescence dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis semiotika John Fiske melalui tiga level pengkodean: level realitas, level representasi, dan level ideologi, serta didukung paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi, studi dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level realitas, krisis identitas terlihat dari ekspresi, gestur, lingkungan sosial, dan gaya bicara tokoh. Level representasi menampilkan ketegangan psikologis melalui teknik pengambilan gambar, pencahayaan, dialog, dan konflik antar tokoh. Sementara pada level ideologi, ditemukan nilai-nilai individualisme dan eksistensialisme, di mana remaja dituntut utnuk membentuk jati diri di tengah tekanan lingkungan yang minim dukungan.