cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Komunikasi : Jurnal Komunikasi
ISSN : 20866178     EISSN : 25793292     DOI : 10.31294/jkom
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
Doxing Sebagai Ancaman Baru Jurnalis Online: Menelisik Kasus Doxing Jurnalis Liputan6.com Balqis, Darin Rania; Monggilo, Zainuddin Muda Z.
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15651

Abstract

Transformasi praktik jurnalisme dari konvensional ke online dapat memicu terjadinya intimidasi dan pelecehan daring terhadap jurnalis, seperti doxing. Doxing merupakan istilah yang merujuk pada penyebaran informasi pribadi seseorang ke internet tanpa izin, yang seringkali terjadi di media sosial. Penelitian ini membahas kasus doxing yang dialami mantan jurnalis Liputan6.com, Cakrayuri Nuralam, setelah menulis berita tentang politikus PDIP Arteria Dahlan. Peneliti fokus pada bagaimana kasus doxing terjadi, apa saja dampaknya, dan bagaimana strategi Liputan6.com dalam menangani kasus tersebut. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan datanya. Peneliti juga menggunakan konsep doxing milik Douglas yang membagi doxing menjadi tiga tipe, deanonymizing, targeting, dan delegitimization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cakra mengalami ketiganya sekaligus, dimana targeting doxing berpengaruh signifikan terhadap kehidupan nyata korban.
Representasi Kesenjangan Sosial Ekonomi Penyataan Achmad Yurianto Dalam Konferensi Pers Penanganan Covid-19 El Hidayah, Nur Iman
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15735

Abstract

Kementrian Kesehatan dianggap memiliki kemampuan dan kekuasaan yang paling berpengaruh dalam menyelesaikan masalah pandemi Covid-19, sehingga pernyataannya dianggap sebagai refleksi atas representasi dalam memandang pandemi Covid-19 serta memiliki pengaruh yang besar terhadap struktur sosial. Komunikasi dari pihak Kementrian Kesehatan diwakili oleh Dirjen P2P yang menjabat saat itu, Achmad Yurianto. Dalam salah satu pernyataannya yang menimbulkan perdebatan disampaikan dalam konferensi pers. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif menggunakan model analisis wacana kritis Van Dijk. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa pada analisis dimensi teks Achmad Yurianto secara sadar menyampaikan wacana ‘si kaya dan miskin’ untuk membandingkan dua golongan kelas sosial yang berbeda yaitu orang kaya dan orang miskin dalam konteks sosial-ekonomi
Peran Komunikasi Antarbudaya pada Mahasiswa dengan Empat Etnis Berbeda di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fitri, Vasulia Nur; Yuliana, Nina
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22835

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan komunikasi antarbudaya yang mencakup hambatan bahasa, perbedaan nilai dan norma budaya, serta stereotip. Studi ini menyoroti pentingnya kemampuan hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk dan bagaimana fakta-fakta ini dapat mencegah potensi konflik. Fokus utama penelitian adalah pada akomodasi kultur sosial yang memungkinkan pembauran dalam hubungan antarbudaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan kasus, mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan mahasiswa/i dari empat etnis berbeda (Tionghoa, Batak, Jawa, dan Banten) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling dan Snowball sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi bagi setiap etnis dalam mengatasi hambatan komunikasi antarbudaya dan memanfaatkan peluang yang ada. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dialek budaya yang berpotensi menghambat komunikasi antarbudaya karena masing-masing etnis memiliki unsur kebudayaan yang berbeda
Government Securitizing Effort of Online Harmful Content in Indonesia Putri, Treviliana Eka
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15575

Abstract

The emergence of the Internet and social media has altered theway individuals interact with each other.This has also led to the flourishmentof many user generated contents in many platforms, where platforms act asthe medium or environment for users’ posts and interactions. While thesedevelopment may contribute to bring space for ensuring citizens’ freedom ofspeech and expression, there also cases where the very same environmentis filled with ‘harmful’ contents such as fake news, hate speech, online fraud,etc. The government along with other related stakeholders in the field havethe responsibility to ensure such harmful contents do not manifests intooffline harms. In handling these issues, the government have often utilizelegal measures to apply sanctions for the platforms and or individual creatorsand restrict the spread of the contents. Using the securitization perspective,this study will look into Indonesian government current approach in tacklingthe online harmful content. This study argue that the government has put theissue into a higher level, putting it into the national security agenda, in whichresulting in some extraordinary measure being applied in several instances.Nonetheless, this study suggests that it is of importance for the governmentand all related stakeholders to de-securitize the issue, putting it into theeveryday discussion and politics, while ensuring the protection of citizens’rights.
Media Sosial Instagram Sebagai Pembentukan Self Image Pada Remaja Elfariani, Vina; Kussanti, Devy Putri; Armelsa, Dhefine; Atmaja, Jaka; Risyan, Faqihar
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22879

Abstract

Perubahan dalam hubungan sosial dan semua perubahan dalam masyarakat, termasuk nilai, sikap dan pola perilaku kelompok sosial. Perubahan sosial yang positif, seperti mempermudah mendapatkan informasi, membawa manfaat sosial dan ekonomi. Sementara itu, perubahan sosial biasanya bersifat negatif, seperti munculnya kelompok-kelompok sosial atas nama agama, suku dan pola perilaku tertentu yang terkadang menyimpang dari norma yang ada. Fenomenologi adalah metode penelitian dari pendeketan kualitatif yang digunakan oleh peneliti. Media sosial Instagram sebagai sarana modifikasi citra diri, media Instagram ini dapat memenuhi kebutuhan pemiliknya. Responden penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika angkatan tahun 2019 yang menggunakan media sosial Instagram yaitu berjumlah 5 Mahasiswa. 
Strategi Televisi Lokal Semarang untuk Mempertahankan Eksistensi dalam Persaingan Di Era Digital putra, Romi iriandi
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.16373

Abstract

Cakra Semarang TV dan TVKU sebagai televisi lokal daerah yang mengangkat unsur budaya lokal Jawa Tengah serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada di Kota Semarang. Perkembangan teknologi internet mengakibatkan persaingan dalam perebutan sumber daya penghidupan televisi lokal juga semakin kompetitif. Akan tetapi Cakra Semarang TV dan juga TVKU masih dapat bertahan dengan tayangan yang menjunjung tinggi unsur budaya lokal Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran Cakra Semarang TV dan TVku dalam mempertahankan eksistensinya. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teori niche yang melihat unsur niche breadth, niche overlap, dan competitive superiority. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan pengumpulan arsip rekaman dari televisi lokal Semarang.  Dari hasil penelitian ini, peneliti menemukan strategi yang digunakan dengan menjalankan aktivitas marketing mix, meningkatkan brand awareness dengan konsep 7P, peran penting seorang marketing public relations dalam menjembatani kerjasama, instansi pemerintah menjadi sasaran utama (market niche) dalam sumber daya penghidupan televisi lokal, memanfaatkan berbagai platform media yang tersedia di Era digital, dan menjalin kerjasama yang bersifat longterm dengan cara membangun ikatan yang kuat (bonding), saling berempati (empathy), saling menguntungkan dan memberikan timbal balik (reciprocity), dan berkomitment terhadap kepercayaan yang dibangun (trust).
Dekonstruksi Tokoh Wanita dalam Sitkom Tetangga Masa Gitu Widarti, Widarti; Andriana, Dina; Fadilah, Jusuf
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22905

Abstract

Sinetron komedi adalah bentuk hiburan ringan yang bertujuan membuat penonton tertawa. Salah satu sinetron komedi yang ditayangkan oleh NET TV adalah "Tetangga Masa Gitu". Sinetron ini menyoroti kekuasaan dan kendali para istri terhadap suami mereka. Salah satu aspek menarik dari sinetron ini adalah konsep gender yang menunjukkan bahwa sifat-sifat wanita dan pria yang dikonstruksi secara sosial dan kultural sebenarnya bisa dipertukarkan. Selain itu, stereotip perempuan juga didekonstruksi, namun ini menghasilkan stereotip negatif baru bagi perempuan. Sikap kuasa dan sewenang-wenang para istri ditonjolkan, sehingga sosok subordinat perempuan kurang diperhatikan. Penelitian ini menggunakan metode semiotika untuk menganalisis dekonstruksi stereotip perempuan dalam sinetron komedi ini. Dari analisis tersebut, diperoleh tiga kesimpulan utama. Pertama, dekonstruksi stereotip perempuan terjadi dalam cara berpakaian, sifat, dan peran domestik yang dilakukan oleh perempuan. Kedua, dekonstruksi yang terjadi adalah dekonstruksi semu yang pada akhirnya tetap melekatkan stereotip negatif kepada perempuan, atau dengan kata lain, tidak mengubah stereotip negatif yang sering dilekatkan pada perempuan. Ketiga, terdapat ideologi patriarki yang melatarbelakangi setiap adegan dalam sinetron komedi ini. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa perempuan hampir tidak pernah digambarkan secara akurat dan ideal dalam media massa.Sinetron komedi adalah bentuk hiburan ringan yang bertujuan membuat penonton tertawa. Salah satu sinetron komedi yang ditayangkan oleh NET TV adalah "Tetangga Masa Gitu". Sinetron ini menyoroti kekuasaan dan kendali para istri terhadap suami mereka. Salah satu aspek menarik dari sinetron ini adalah konsep gender yang menunjukkan bahwa sifat-sifat wanita dan pria yang dikonstruksi secara sosial dan kultural sebenarnya bisa dipertukarkan. Selain itu, stereotip perempuan juga didekonstruksi, namun ini menghasilkan stereotip negatif baru bagi perempuan. Sikap kuasa dan sewenang-wenang para istri ditonjolkan, sehingga sosok subordinat perempuan kurang diperhatikan. Penelitian ini menggunakan metode semiotika untuk menganalisis dekonstruksi stereotip perempuan dalam sinetron komedi ini. Dari analisis tersebut, diperoleh tiga kesimpulan utama. Pertama, dekonstruksi stereotip perempuan terjadi dalam cara berpakaian, sifat, dan peran domestik yang dilakukan oleh perempuan. Kedua, dekonstruksi yang terjadi adalah dekonstruksi semu yang pada akhirnya tetap melekatkan stereotip negatif kepada perempuan, atau dengan kata lain, tidak mengubah stereotip negatif yang sering dilekatkan pada perempuan. Ketiga, terdapat ideologi patriarki yang melatarbelakangi setiap adegan dalam sinetron komedi ini. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa perempuan hampir tidak pernah digambarkan secara akurat dan ideal dalam media massa.
Peran Humas Hololive Productions Terhadap Perkembangan Virtual Youtuber Hololive di Indonesia Firmansyah, Ahmad; Suryasuciramdhan, Arfian; Zulfikar, Meiby; Mauidunnajah, Hana; Farida, Ida
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22709

Abstract

Di era digital yang berkembang pesat seperti yang kita lihat sekarang, media tradisional telah mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena berkembangnya media hiburan yang menarik perhatian,  adalah perilaku “Virtual YouTuber”. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah suatu metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen, teknik pengumpulan data melalui analisis yang bersifat kualitatif dan lebih menekan pada makna. Tujuan pembuatan jurnal ini yaitu meneliti bagaimana dan mengapa Hololive Indonesia bisa berkembang secara pesat hingga sekarang dan bagaimana peran dari humas atau public relations dapat membantu perkembangan Hololive di Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa peran public relations sangatlah penting dan efektif, hal ini dibuktikan dengan berbagai macam strategi yang dilakukan agar Hololive Indonesia bisa menjadi agensi cabang terbesar di indonesia. Dengan harapan juga agar humas dari Hololive ID dapat mengembangkan strategi yang lebih menarik lagi dan bisa memperkuat brand Hololive di Indonesia.
Fenomenologi Aplikasi Bumble Sebagai Media Mencari Teman Online Mutiah, Tuty; Imron, Ali; Fitri, Syarif
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22915

Abstract

Di era digital ini, teknologi menjadi salah satu faktor utama yang mendukung aktivitas dalam kehidupan sosial. Dengan meningkatkan cara berkomunikasi melalui teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, berbagai media baru telah muncul untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Bumble adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk berbicara dengan teman baru mengenai keluh kesah hidup mereka dan mendapatkan solusi dalam waktu singkat. Aplikasi ini diklaim memberikan solusi bagi generasi muda dalam memenuhi kebutuhan interaksi sosial melalui media sosial. Bumble memiliki fitur pencarian otomatis yang akan menghubungkan pengguna dengan orang lain secara otomatis jika mereka menggunakan fitur tertentu secara bersamaan. Masuk ke dalam aplikasi ini sangat mudah, cukup dengan menggunakan akun Google atau nomor telepon. Dengan hadirnya aplikasi Bumble, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan teman baru sangat singkat, hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik pengguna bisa mendapatkan teman baru. Hal ini menarik peneliti untuk memahami bagaimana cara mencari teman curhat secara online. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik yang dikemukakan oleh George Herbert Mead. Dengan teori ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk berbagi keluh kesah kehidupan dengan cara curhat. Metode yang digunakan adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi beberapa partisipan, wawancara mendalam, dan studi pustaka untuk memahami fenomena esensial dari pengalaman hidup partisipan.
Preferensi Pengguna Media Sosial TikTok dalam Menonton Konten TikTok Abe Tanvaltin, Vincent; Yuliana, Nina
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22719

Abstract

TikTok telah muncul sebagai salah satu platform media sosial paling populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi pengguna TikTok dalam menonton konten, dengan fokus pada konten yang dibuat oleh Abe, seorang influencer anak. Penelitian ini mengeksplorasi jenis konten yang paling disukai, faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi tersebut, dan implikasinya bagi pembuat konten dan pemasar digital. Penelitian ini menggunakan Teori Reasoned Actions (TRA) untuk menjelaskan perilaku pengguna, dengan fokus pada niat perilaku, sikap terhadap perilaku, dan norma subjektif. Metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dengan pengguna aktif TikTok dan analisis konten komentar pada video Abe, digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna TikTok memiliki niat perilaku yang kuat untuk menonton konten Abe setiap hari, didorong oleh motivasi untuk hiburan, edukasi, dan peningkatan suasana hati. Hal ini sejalan dengan TRA, yang menyatakan bahwa sikap positif dan norma subjektif yang mendukung meningkatkan niat perilaku