cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496220     EISSN : 25496239     DOI : -
This journal is a publication media of research results in the field of machinery that has been carried out by academics or practitioners by following predetermined rules. The research areas include: manufacturing, engineering materials, energy conversion and renewable energy, as well as other machinery fields, such as: mechatronics, hydraulics, plantation tools, and engine maintenance management systems. Each paper that has been sent will be reviewed by a team of experts in their field, and published online through the http://ojs.uma.ac.id/index.php/jmemme url address. This journal was founded in 2017 and has been registered with a print version of ISSN 2549-6220 and the online version of ISSN 2549-6239.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Fly Ash Terhadap Kekuatan Impact Pada Material Komposit Resin Polyester Berpenguat Serat Kulit Jagung Tito Arif Sutrisno; Nanang Dwi Cahyono; Komang Astana Widi; Febi Rahmadianto; Rosadila Febritasari; Gerald Adityo Pohan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.7553

Abstract

Komposit adalah suatu jenis paduan material yang dikembangkan berbagai macam aplikasi. Keunggulan bahan polimer dibandingkan dengan keramik dan logam adalah mudah dibentuk sesuai aplikasi yang dibutuhkan. Bahan polimer juga memiliki kekurangan yaitu kurang baik apabila diaplikasikasikan pada suhu dan beban tinggi. Adanya kekurangan tersebut perlu ditambahkan material lain untuk memperbaiki sifat material polimer. Resin polyester memiliki sifat diantaranya kaku dan rapuh, perlu adanya pengembangan untuk meningkatkan sifat mekanik dengan menambahkan serat kulit jagung. Penggunaan partikel fly ash memiliki fungsi untuk meningkatkan ketangguhan komposit dalam menahan beban kejut. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi 0, 5, 10, 15 % fly ash. Untuk memperoleh data dilakukan pengujian impact dan foto makro. Berdasarkan data yang telah dianalisa, rata-rata harga impact secara berturut-turut 0,0450 J/mm2, 0,0543 J/mm2, 0,0600 J/mm2, dan 0,0411 J/mm2. Spesimen terbaik pada penambahan 10% fly ash dengan harga impact sebesar 0,0600 J/mm2. Hal ini dikarenakan kandungan kimia didalam fly ash membuat material komposit menjadi tangguh dalam menahan beban impact. Foto makro patahan spesimen mengalami patahan getas. Pada variasi 15% mengalami penurunan harga impact dikarenakan terdapat porositas yang membuat ketangguhan komposit menurun.
Perbandingan Hasil Pengelasan GMAW dan FCAW pada Welding Repair Propeller Berbahan Kuningan Dwisetiono Dwisetiono; Ahmad Mardika Nur Chandra Kurniawan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.7601

Abstract

Propeller merupakan sebuah komponen yang memiliki fungsi untuk menghasilkan gaya dorong dimana gaya dorong tersebut digunakan untuk maju atau mundurnya sebuah kapal. Seiring berjalannya waktu, tidak sedikit ditemukan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada bagian-bagian propeller yang mengharuskan dilakukan perbaikan seperti pengelasan. Penelitian ini akan dilakukan untuk membandingkan sifat mekanis hasil pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) dan Flux Core Arc Welding (FCAW) pada material berbahan kuningan dengan posisi pengelasan 1G (downhand). Untuk kekuatan tarik maksimum (ultimate tensile strength) pada pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) sebesar 352.334 MPa. Dari hasil pengujian kekerasan, pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) memiliki kekuatan kekerasan lebih tinggi pada daerah HAZ 83 HB dan daerah pengelasan 89 HB. Dari pengujian takik, pada pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) memiliki kekuatan takik lebih tinggi dibanding dengan Flux Core Arc Welding (FCAW) sebebsar 6.940 J/mm2. Dari pengamatan makro, didapatkan cacat pengelasan pada Flux Core Arc Welding (FCAW) berupa inclompete fusion, sedangkan pada Gas Metal Arc Welding (GMAW) berupa tumpang tindih.Kata Kunci: Baling-baling, Pengelasan Busur Logam Gas, Pengelasan Busur Inti Fluks
Analisa Pengaruh Panjang Muffler Pada Mesin 4 Tak Berkapasitas 125cc Terhadap Karakteristik Daya dan Torsi Mesin Menggunakan Pengujian Dyno dan Komputasi Fluida Dinamis Rosadila Febritasari; Achmad Alphafill Ibrahimy Yusuf; Tito Arif Sutrisno; I Komang Astana Widi; Agus Dwi Korawan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.7687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa daya dan torsi mesin terhadap variasi panjang muffler yaitu muffler 1 bersekat dengan panjang body 54 cm dan diameter inlet 21 mm, muffler 2 tanpa sekat (free flow) dengan panjang body 48 cm dan muffler 3 free flow dengan panjang body 38 cm, diameter inlet kedua muffler adalah 51 mm. Tujuan variasi panjang muffler adalah untuk mengetahui karakteristik daya dan torsi berdasarkan fenomena backpressure. Muffler diuji pada sepeda motor 4 langkah 125 cc dengan dynotest dan komputasi aliran fluida di saluran buang disimulasikan terhadap kecepatan dan backpressure. Pengujian dynotest menunjukkan semakin panjang muffler maka nilai daya dan torsi yang dihasilkan semakin rendah. Pada putaran mesin 7000 rpm, daya muffler 1 sebesar 10,3 HP, muffler 2 dan 3 sebesar 10,5 HP dan 10,77 HP. Pada putaran mesin 6000 rpm, torsi muffler 1 sebesar 11,15 Nm, muffler 2 dan 3 sebesar 11,37 Nm dan 11,52 Nm. Analisa CFD menunjukkan semakin panjang muffler maka tekanan gas buang semakin rendah dan kecepatan gas buang meningkat. Kecepatan aliran gas buang yang meningkat secara signifikan pada outlet dapat menyebabkan pressure drop sehingga menimbulkan backpressure. Muffler 3 direkomendasikan sebagai alternatif untuk meningkatkan performa motor berdasarkan daya dan torsi puncak yang dihasilkan mesin.
Analisis Proses Pembubutan AISI 1020 Pada Kekasaran Permukaan Material Dan Keausan Pahat Faisal Manta; Chaerul Qalbi A.M.; Rifqy Abdul Basith
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.7703

Abstract

Proses pembubutan adalah salah satu proses pemesinan yang digunakan dalam dunia industri. Kualitas permukaan dari hasil pembubutan dipengaruhi oleh penentuan kecepatan spindel, kedalaman potong dan gerak makan.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tujuan untuk menghasilkan kekasaran permukaan dan keausan pahat dari kecepatan spindel dan kedalaman potong yang digunakan dalam proses pembubutan. proses pembubutan yang dilakukan menggunakan variasi kecepatan spindel 115 rpm, dan kedalaman potong yang digunakan adalah 0,8 mm, 1 mm, 1,5 mm serta gerak makan yang digunakan adalah 0,1620 mm/rev. Pada kecepatan spindel 115 rpm dengan kedalaman potong 0,8 mm menghasilkan keausan pahat terendah yaitu 0,005 gram atau menggunakan mikroskop optik diketahui panjang aus yaitu 129,033 µm, lebar aus 41, 947 µm dengan nilai MRR sebesar 129,59 mm3/menit dan kekasaran permukaan terendah dengan nilai 3,837 µm, sedangkan pada kedalaman potong 1,5 mm didapat nilai keausan sebesar 0,009 gram atau panjang aus 339,362 µm dan lebar 83,497 µm dengan nilai MRR sebesar 247,31 mm3/menit dan kekasaran permukaan yang di dapat dengan nilai tertinggi yaitu sebesar 5,111 µm.  
Pengaruh Variasi Arus Listrik terhadap Struktur Kristal dan Sifat Mekanik pada Baja Karbon Sedang dengan Las Laser untuk Perbaikan Mold Budiarto Djono Siswanto; Cherie Yolanda Nainggolan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.7768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perngaruh variasi kuat arus pada las laser terhadap ukuran krstalit, kerapatan dislokasi, regangan kisi dan sifat mekanis pda baja karbon sedang serta kawat filler SKD 61. Peralatan las laser yang digunakan adalah mold laser welding machine “JAL” model JAL-UK-MW400. Kondisi proses pengelasan laser frekuensi 10 Hz, pulse 5,.5, 6.5, dan 7.5 ms, dan kuat arus pengelasan 60, 70, dan 80 A. Kemudian, dilakukan proses PWHT-Tempering pada temperatur 700 C selama 2 jam. Hasil uji XRD menunjukkan bahwa ukuran kristal meningkat dengan peningkatan kuat arus dengan ukuran kristal tertinggi terdapat pada spesimen dengan kuat arus pengelasan 80 A sebesar 12.8428 nm dan ukuran kristal terkecil terdapat pada spesimen matriks sebesar 8.7155 nm. Akan tetapi, untuk nilai kerapatan dislokasi dan regangan kisi mengalami penurunan seiring dengan peningkatan kuat arus pengelasan. Hasil uji sifat mekanik kekerasan dan kuat tarik menunjukkan bahwa setelah melalui proses PWHT terlihat bahwa nilai kekerasan dan kuat tarik mengalami penurunan, dimana sebelum proses PWHT nilai kekerasan dan kuat tarik tertinggi terdapat pada spesimen dengan kuat arus pengelasan 80 A di daerah pusat las, sebesar 388.46 HB dan 1340.187 MPa. Setelah melalui proses PWHT, nilai kekerasan dan kuat tarik tertinggi terdapat pada spesimen dengan kuat arus pengelasan 80 A di daerah pusat las, sebesar 232.07 HB dan 1011.09 MPa.
Analisis Pengurangan Reject Start Pada Proses Pembuatan Pipa High Density Poly Ethylene Diameter 1.000 mm PN6 Khoidul Umam; Wilarso Wilarso Arso; Asep Saepudin; Asep Dharmanto; Hilman Sholih; Aswin Domodite
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i1.9282

Abstract

Proses produksi pembuatan pipa HDPE (High Density Poly Ethylene) yaitu terbuat dari bahan plastik jenis High Density Poly Ethylene yang memiliki melt temperatur 210 s.d 270ºC menggunakan mesin Extruder plastik. Perusahaan selalu berupaya agar menghasilkan produk yang baik dan menekan kerusakan produk atau Reject. Salah satunya adalah Reject Start, Reject Start merupakan Reject yang tidak dapat dihindari pada proses produksi pipa HDPE, tetapi Reject ini memiliki standar yang telah ditentukan oleh perusahaan. Pada proses produksi Pipa HDPE diameter 1.000 mm PN6 di Line Extruder 07 mengalami kendala Reject Start yang melebihi standar yang ditentukan oleh perusahaan yaitu 10.789 kg, sedangkan yang terjadi adalah 18.339 kg. Selisihnya yaitu 7.550 kg, jika dipersentasekan adalah 170 %. Melihat permasalahan yang terjadi di atas, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui penyebab terjadinya Reject Start melebihi standar yang telah ditentukan. Analisis dilakukan menggunakan metode Fishbone Analysis yang akan mengetahui bagian penyebab-penyebab mana saja yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya Reject Start melebihi standar yang telah ditentukan oleh perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat menurunkan Reject Start di Line Extruder Nomor 07. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa masalah Reject Start di Line Extruder 07 mengalami penurunan yakni sebelum perbaikan adalah 170 % menjadi 46,6 % setelah perbaikan
Analisis Pengaruh Panas dan Beban terhadap Kerusakan Traveling Grate pada Boiler Di PLTU Tembilahan 2x7 MW Sandi Saputra; Siswo Pranoto; Yopan Rahmad Aldori; Syurkarni Ali; Junaidi; Andri Herlambang; Muhammad Yusuf Rahmansyah Siahaan; Muhammad Idris
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i2.6094

Abstract

Rack grate is a component composed of rack clip and rack bone arrangement that serves as a dropping cross-section media of coal and as a media of coal burned in the boiler.  As part of the main component, the rack grate can be regarded as one of the components that ensure the success of combustion in the boiler. Failure to this component will certainly interfere with the implementation of boiler operations. In addition to require the boiler to be shut down while repaired, in addition to requiring the boiler to be extinguished during repairs, the inoperability of the boiler makes the steam production process at the PLTU impossible and ultimately the electricity generation process cannot be carried out as usual. Damage to the rack grate component has a type of plastic deformation with variable loads and fluctuating heat, which means that the thermal stress in the system has reached the yield stress point. To find out the root cause of this component damage quickly and accurately, an analysis of the results of the implementation of engineering software in this case Ansys Workbench, and a comparison of actual operating data, and data design is the best choice. Lastly, by evaluating the optimum values of temperature, equivalent stress and strain, total deformation, input process parameters value can be controlled to the desired values, resulting in less stress concentration occurs, so that the damage to the workpiece can be reduced or even eliminated.
Analisis Pengaruh Tinggi Hisap Pompa Sentrifugal Terhadap Kapasitas Dan Efisiensi Pompa Muhammad Abdul Rasyid; Din Aswan A Ritonga; Yopan Rahmad Aldori; Sukmawati; Erni Yusnita; Etanto Heiliano Wijayanto; Muhammad Idris
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i2.6189

Abstract

Pompa adalah peralatan mekanis untuk meningkatkan energi tenakan pada cairan(fluida) yang dipompa dengan mengubah energi mekanis poros penggerak menjadi energi potensial dan energi kinetis fluida. Seiring berkembangnya teknologi, pompa digunakan diberbagai bidang termasuk pemakaiannya dalam bidang indsutri. Pompa Sentrifugal merupakan salah satu jenis pompa yang mempunyai lingkup penggunaan yang sangat luas terkait dengan head dan kapasitas yang dihasilkan. Pada kesempatan ini penulis mencoba memaparkan hasil penelitian tentang unjuk kerja pompa sentrifugal bila dilakukan variasi tinggi hisap pada pompa sentrifugal akan mempengaruhi kapasitas, Head, Daya Hidraulis dan effesiensi pompa sentrifugal. Variasi tinggi hisap dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan performance pompa yang terjadi akibat penambahan tinggi hisap pompa. Menambah tinggi hisap pompa sangat berpengaruh terhadap kapasitas aliran air yang dihasilkan, hal ini juga akan mempengaruhi kerja pompa, kecepatan spesifik, daya dan efesiensi pompa. Sehingga dapat diperoleh titik kerja tertinggi pompa sentrifugal dengan Kapasitas (Q) 0,001180 m3/s, Head (H) 6,066 m, Daya Hidraulis (Ph) 70,008 watt, Effesiensi (ɳp) 26,51 %, hal ini dapat terlaksana bila diikuti penambahan daya dari motor penggeraknya.
Pengaruh Penambahan Ukuran Tebal Pipa Air Heater Terhadap Efisiensi Termal Serta Konsumsi Bahan Bakar Pada Boiler PT. Socimas Kapasitas 50T/H Recsi Febian Adiansyah; Derlini; Din Aswan A Ritonga; Yopan Rahmad Aldori; Pratiwi Putri Lestari; Fider Lumbanbatu; Etanto Heiliano Wijayanto; Muhammad Idris
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i2.6193

Abstract

PLTU PT. Socimas saat ini menggunakan  air heater tipe tubular untuk mendukung dan meningkatkan kan produktivitas dari boiler. Penggunaan air heater ini menimbulkan permasalahan baru pada penggunaan air  preheater tipe tubular dengan terjadinya kebocoran pada pipa di dalam air heater. Kerusakan ini  terjadiakibat dari terjadinya gesekan flue gas yang terjadi di secara terus menerus kerusakan ini menyebabkan kurang maksimalnya  penggunaan  air heaterterhadap boiler . kerusakan ini Menyebabkan perusahaan mengganti tebal pipa  air heater, dengan adanya permasalahan ini, penulis mencoba untuk mengetahui efisiensi air heatersetelah terjadinya penggantian pipa dengan diameter awal 35mm dengan tebal 2,5mm didapatkan laju perpindahan panas konveksi aliran dalam sebesar 62547,7 J/s, konduksi sebesar 127530,49 J/s, konveksi aliran luar sebesar 1242750,13 J/s. Setelah terjadi perubahan diameter 37mm dengan tebal 3,5mm didapatkan laju perpindahan panas konveksi aliran dalam sebesar 69142,4 J/s, konduksi sebesar 113825,46 J/s, konveksi aliran luar sebesar 1711397,46 J/s. Setelah laju perpindahan panas diketahui maka penulis membandingkan efisiensi air heater pra penggantian sebesar 52,07% dengan air heater pasca penggantian sebesar 67,66% maka didapatkan selisih penghematan bahan bakar batubara sebesar 67,347 kg/ hari.
Pengaruh Counterweight Pada Sistem Pompa Angguk Weriono Weriono; Syafril Syafar; Rinaldi; Adi Isra
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i2.7867

Abstract

Eksplorasi gas dan minyak bumi perlu dibuat sumur-sumur dengan sistim pengeboran, dikarenakan gas alam dan minyak mentah terletak jauh di dalam perut bumi. Proses pengeboran terlebih dahulu dilakukan proses eksplorasi dan eksploitasi. Untuk mengangkat minyak yang masih tertinggal dibutuhkan mekanisme pengangkatan yaitu artificial lift. Adapun dalam penelitian ini untuk dapat melihat mekanisme kerja pompa angguk pengaruh counterweight. Pompa ini memiliki mekanisme yang sederhana yaitu dengan adanya gerakan turun-naik dari plunger untuk menghisap fluida yang berada di bawah permukaan ke permukaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan antara beban pada penggerak utama pompa angguk dengan torsi pada kotak roda gigi serta momen pada polished rod. Pompa angguk yang digunakan adalah C-114D-119-86 di sumur 7Q13B dengan penambahan penyeimbang (counterweight) material ASTM A 48. Berat counterweight berdasarkan desain adalah 1,050 kg (3CRO) atau 2313.75 lb dan 886 kg (5 ARO) atau 1957,5 lb. Jumlah counter weight terpasang adalah empat buah (2 pcs 3CRO dan 2 Pcs 5AR. Torsi maximumnya di 114.000 lb.in. Langkah upstroke terjadi pada nilai momen positif yaitu pada sudut poros engkol kotak roda gigi 0 hingga 180o, sedangkan langkah downstroke terjadi pada nilai momen counterweight negatif yaitu pada sudut poros engkol kotak roda gigi besar dari 180 hingga 360o maka berat counterweight mempengaruhi momen terhadap crank shaft.