Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 01 (2024): Maret"
:
12 Documents
clear
Pengaruh Keberadaan Industri Sawit terhadap Taraf Hidup Rumah Tangga Buruh Pabrik dan Buruh Kebun Sawit (Kasus: Komunitas Desa Bukit Indah dan Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu)
Adistika, Exciyona;
Sumarti, Titik;
Siwi, Mahmudi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.715
Industri sawit merupakan salah satu faktor yang dapat memicu percepatan pembangunan nasional karena memengaruhi taraf hidup masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh karakteristik rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun sawit serta keberadaan industri sawit terhadap taraf hidup rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun sawit. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada komunitas Desa Bukit Indah dan Desa Giri Kencana dengan jumlah responden yaitu 40 rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun sawit. Teknik pengambilan responden menggunakan cluster random sampling. Data penelitian diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010 dan SPSS version 21 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun sawit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap taraf hidup rumah tangganya. Namun, keberadaan industri sawit yang berpengaruh secara signifikan terhadap taraf hidup rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun sawit, yaitu pada variabel tingkat kesempatan kerja dan tingkat dampak terhadap lingkungan. Tingkat kesempatan kerja yang rendah dan tingkat dampak terhadap lingkungan yang tinggi mengakibatkan taraf hidup rumah tangga buruh kebun sawit lebih rendah dibandingkan taraf hidup rumah tangga buruh pabrik.
Perubahan Konsumsi Pangan Pokok Sebagai Proses Adaptasi Komunitas Menghadapi Perubahan Iklim (Kasus: Sebuah RT di Kampung Adat, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi)
Belva Fawwaz Adhiyatma;
Pandjaitan, Nurmala Katrina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1084
Sistem pangan masyarakat Indonesia tidak terlepas dari pengetahuan lokal dalam praktik sistem pertanian yang diadopsi oleh suku tertentu dan diterapkan secara turun-temurun antar generasi. Perubahan iklim menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang dapat mengancam ketersediaan pangan pada komunitas adat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pangan pokok dan faktor yang menyebabkan perubahan konsumsi pangan pokok pada komunitas di Kampung Adat Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi yang memiliki bentuk kearifan lokal berupa budaya mengonsumsi bahan pangan beras singkong (RASI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang dilengkapi data kualitatif melalui metode kuesioner dan wawancara mendalam dengan responden sebanyak 50 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan konsumsi pangan pokok rasi pada komunitas Kampung Adat Cirendeu dalam bentuk mengombinasikan antara rasi dan beras padi. Perubahan ini disebabkan oleh faktor ancaman ketersediaan pangan singkong akibat perubahan iklim, adanya hama penyakit pada tanaman singkong, dan keterbatasan lahan warga sehingga produksi singkong menjadi menurun. Walaupun mulai terdapat perubahan, mayoritas masyarakat masih lebih menyukai mengonsumsi rasi karena merupakan adat istiadat yang diturunkan para leluhur yang masih perlu dilestarikan.
Hubungan Modal Sosial dengan Tingkat Kinerja Usaha pada UMKM Tahu Tempe
Nurul Janah, Miftah;
Saharuddin;
Sunito, Melani Abdulkadir;
Nawireja, Iman K
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1087
UMKM berperan dan berkontribusi aktif bagi perekonomian Indonesia, salah satunya yaitu UMKM tahu tempe. Indonesia memiliki tingkat konsumsi kedelai yang tinggi dan rata-rata konsumsi tahu tempe yang terus meningkat tiap tahunnya. Usaha yang berorientasi pada pendapatan memerlukan kerja sama masing-masing individu pelaku usaha untuk mencapai kinerja usaha yang maksimal sehingga keberhasilan usaha dapat terwujud. Modal sosial berupa jaringan, kepercayaan, dan norma atau aturan yang terbangun dalam suatu komunitas juga berperan dan dibutuhkan dalam mencapai tingkat kinerja usaha yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan modal sosial dengan kinerja usaha pada UMKM tahu tempe. Penulisan ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner dan didukung pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam serta observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat dari hasil lapang dan diuji secara statistik serta didukung oleh data kualitatif menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara modal sosial dengan tingkat kinerja usaha pada UMKM tahu tempe Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur.
Profil Rumah Tangga Miskin Ekstrem di Perkotaan (Kasus pada Komunitas Taru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat)
Setianingdiah, Silvia Nuranti;
Prasodjo, Nuraini Wahyuning
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1158
Kemiskinan menjadi isu utama yang diprioritaskan pemerintah Indonesia untuk diatasi. Isu kemiskinan ekstrem terutama muncul di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan memetakan profil kemiskinan ekstrem yang terjadi pada satu komunitas miskin di kota Bogor. Metode sensus digunakan untuk menyelidiki satu komunitas yang secara emic diakui sebagai komunitas miskin. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 31 persen rumah tangga miskin ekstrem yang terdiri dari 15 persen rumah tangga sangat miskin dan 16 persen rumah tangga melarat. Secara socio-economic demografis, rumah tangga miskin ekstrem dikepalai oleh perempuan (36,8%) dan dikepalai oleh laki-laki (63,2%). Rumah tangga miskin ekstrem secara dominan dikepalai oleh warga lanjut usia (≥60 tahun), tidak memiliki tabungan, dan menempati hunian di lingkungan padat dengan fasilitas kurang memadai.
Hubungan Tingkat Partisipasi Perempuan dalam Pengelolaan Desa Wisata dengan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat (Kasus: Perempuan Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat)
Murdianto;
Al Faaruuq, Umar
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1211
Berkembangnya suatu daerah memiliki banyak faktor, salah satunya partisipasi masyarakatnya baik laki-laki maupun perempuan. Namun partisipasi perempuan sering kali dikesampingkan dengan pemikiran kemampuan perempuan tidak setara dengan kemampuan laki laki, padahal perempuan juga berpotensi untuk berkontribusi dalam perekonomian rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat partisipasi perempuan dalam pengelolaan desa wisata dengan kesejahteraan masyarakat di Desa Wisata Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Data primer dilengkapi dengan data sekunder dan data kuantitatif diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui metode wawancara mendalam dengan informan dan observasi lapang. Responden dipilih sebanyak 35 responden menggunakan teknik simple random sampling dan informan ditentukan menggunakan teknik bola salju (snowball). Hasil penelitian ini meunujukkan bahwa terdapat hubungan antara partisipasi perempuan dalam pengelolaan wisata dengan kesejahteraan masyarakat, yang ditunjukkan semakin tinggi partisipasi perempuan dalam pengelolaan wisata akan semakin bertambah pendapatan rumah tangga yang akan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.
Persepsi Pelaku Usaha terhadap Efektivitas Program Simpan Pinjam pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) (Kasus: BUMDes Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Nurfiyani, Fiqih;
Indriana, Hana;
Gandi, Rajib;
Barlan, Zessy Ardinal
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1223
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelaku usaha terhadap efektivitas program simpan pinjam pada BUMDes Cikarawang. Penelitian dilakukan menggunakan mix method dengan instrumen kuesioner dan panduan wawancara. Teknik pemilihan responden dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong modal sosial terdiri dari tingkat kecemburuan sosial dan tingkat pemahaman SDM. Adapun faktor penghambat terdiri dari tingkat partisipasi dan tingkat kerja sama. Tingkat efektivitas program tergolong sedang dan tingkat partisipasi merupakan satu-satunya faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat efektivitas program.
Keberhasilan Program P2WKSS Kampung Pamyonan
Salsabila, Annisa;
Virianita, Ratri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1239
Program P2WKSS (Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dalam rangka meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan untuk menciptakan keluarga sehat dan sejahtera. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program P2WKSS menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai salah satu teknik evaluasi program. Penelitian dilakukan pada program P2WKSS di Kampung Pamoyanan, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner dan wawancara mendalam sebagai alat pengumpulan data. Responden terdiri dari 50 perempuan binaan program P2WKSS yang dipilih secara cluster random sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi, kutipan wawancara dan teks narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program P2WKSS tergolong sangat berhasil karena memberikan manfaat bagi perempuan binaan program P2WKSS berupa pengetahuan dan keterampilan baru. Demikian halnya pada aspek input dan proses program P2WKSS tergolong sangat berhasil, sementara pada aspek konteks dan produk tergolong berhasil. Pengembangan program P2WKSS perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas pada aspek konteks dan produk.
Eco-Gender Gap Dalam Pemeliharaan Lingkungan di Desa Wisata (Kasus : Rumah Tangga Anggota Komunitas Pecinta Lingkungan di Desa Wisata Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor)
Apriani, Lutfia Putri;
Wahyuni, Ekawati Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1241
Batulayang Tourism Village is one of West Java Province's sustainable tourism villages. Gender equality in environmental preservation are an important factor in efforts to preserve the ecological environment. Men and women share equal responsibility for environmental preservation. The purpose of this study is to examine the relationship between environmental preservation and the level of the gender gap. This study uses a mixed method exploratory sequential design approach, applying in-depth interviews for qualitative followed by questionnaires for quantitative data collection. The respondents in this research are 30 household members of the environmental community and 5 people research subjects who were in Ecovillage Program. The Spearman Rank Correlation and Chi-Square Test were utilised in this data processing for quantitative data. The research findings indicate that the Ecovillage Programe has sufficiently increased community participation to care more about the surrounding environment; however, in its implementation in the household sphere, the lack of gender-based environmental awareness causes there to still be a gap between husbands and wives in environmental management because environmental management is often associated with women's domestic role.
Persepsi tentang Logo Aneka Cemilan Kelompok Wanita Tani “Si Putri” Desa Godog, Sukoharjo
Puspita, Dyah Retna;
Fatchiya, Anna;
Sita, Rai;
Destriapani, Elsa
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1260
Logo pada sebuah produk menjadi salah satu bentuk sarana komunikasi pemasaran, sehingga perlu dirancang sebaik-baiknya agar dapat meningkatkan penjualan produknya. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa tentang logo dari produk makanan ringan KWT “Putri Langgeng” Desa Godog Kabupaten Sukoharjo yang akan mulai dipasarkan. Bentuk logonya berupa lingkaran dibagi menjadi dua bagian (warna putih di bagian atas dan pink di bagian bawah) dengan gambar seorang koki perempuan yang tersenyum sambil mengacungkan jempol. Responden penelitiannya adalah 54 orang mahasiswa yang merespons kuesioner yang dibuat menggunakan aplikasi google form. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan responden menganggap logo tersebut telah cukup bagus dilihat dari aspek warna, huruf, gambar, kejelasan informasi, kesesuaian antara nama produk dengan gambar dan warna, bentuk logo, keseimbangan tata letak, pemunculan minat beli serta orisionalitas. Bahkan, dari aspek pemilihan huruf dan bentuk, kesesuaian tata letak serta kesesuaian antara nama produk dengan gambar sudah dianggap bagus oleh hampir separuh responden. Dari hasil ini disarankan agar logo ini dapat digunakan sebagai identitas produk makanan ringan KWT Putri Langgeng Desa Godog.
Hutan Rakyat dalam Sistem Penghidupan Rumah Tangga Petani dan Peranannya dalam Industri Penggergajian Kayu di Pedesaan: Studi Kasus Desa Prigi, Kabupaten Banjarnegara
Hapsari, Tsabita Alefia;
Dharmawan, Arya Hadi;
Sita, Rai
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 8 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v8i01.1280
Pada awal pengembangannya, sasaran hutan rakyat adalah pada lahan kritis. Namun, hutan rakyat berkembang menjadi bidang usaha yang dapat menopang penghidupan rumah tangga sekaligus menunjang pemenuhan bahan baku industri kehutanan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kontribusi hutan rakyat dalam sistem penghidupan rumah tangga petani dan industri kehutanan di pedesaan. Penelitian dilakukan di Desa Prigi, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian campuran yang memadukan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan rakyat berkontribusi dalam struktur nafkah rumah tangga sebagai pendapatan dari hasil pemasaran kayu dan tanaman lainnya. Kayu memiliki pemaknaan yang berbeda bagi masing-masing lapisan rumah tangga. Rumah tangga dengan lahan luas memaknai kayu sebagai sumber pendapatan biasa, sedangkan rumah tangga lahan sempit-sedang memaknainya sebagai tabungan yang membantu menghadapi kondisi kritis. Hutan rakyat berkontribusi dalam industri penggergajian kayu dilihat dari mayoritas bahan baku yang berasal dari hutan rakyat dan terintegrasinya kayu rakyat dalam saluran pemasaran kayu di dalam negeri maupun luar negeri. Hutan rakyat dan usaha penggergajian kayu membuka lapangan kerja, mendukung perekonomian daerah dan devisa negara.