cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Akses Masyarakat dalam Pemanfaatan Sumber Daya Air Putri, Amelia Ari; Sihaloho, Martua
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.571 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.681-692

Abstract

The existence of Constitution Number 7 the Year 2004 on Water Resources become the foundation of open opportunity for water commercialization and commodification. The private sector has opportunity in water concessions through the granting of entitlements that lead to changes in resource ownership regimes. The establishment of water company makes the abundance of water resources that can be utilized by the community to fulfil their socio-economic needs being reduced. Villagers often mean that the presence of the private sector will reduce water utilization in their area, thus feeling their access to water use will be limited. This study aims to analyze the influence of community access in utilizing water resources to socio-economic conditions of society. This research is located in Sukamantri Village, Tamansari District, Bogor Regency, West Java. The method used to extract facts, data, and information in the research is the quantitative approach through survey method with questionnaires and supported by qualitative data through interview and literature study until obtained by analysis result that access of water resources utilization by society influence their socioeconomic.Keywords: Access, regime property, socio-economic, water resources ABSTRAKAdanya UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menjadikan landasan terbukanya kesempatan bagi upaya komersialisasi dan komodifikasi air. Sektor swasta berkesempatan dalam pengusahaan air lewat pemberian hak guna usaha yang menyebabkan terjadinya perubahan rezim kepemilikan sumber daya. Berdirinya Perusahaan air membuat kelimpahan sumber daya air yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonominya menjadi berkurang. Masyarakat desa sering memaknai bahwa kehadiran pihak swasta akan mengurangi pemanfaatan air di wilayah mereka, sehingga merasa akses mereka dalam pemanfaatan air akan terbatasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya air terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini berlokasi di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner, dan didukung oleh data kualtitatif melalui wawancara dan studi literatur hingga diperoleh hasil analisis bahwa akses pemanfaatan sumber daya air oleh masyarakat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat.Kata kunci: Akses, rezim kepemilikan, sumber daya air, sosial ekonomi
Strategi Nafkah, Karakter Sosio-Budaya dan Relasi Sosial Rumahtangga Penambang Belerang Afqari, Muhammad Rifky; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.344 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.551-566

Abstract

Mining is a buisness that is highly dependent on environmental conditions, climate, and policies are always changing every moment. Social and ecological changes happend more quickly so that the rural miner households in general are often faced with the uncertainties that can lead to vlunerability. Many livelihood systems are used by miner household to survive. In implementating the strategy, of living, miner households take advantage of the five assets or livelihood capital (natural capital, human capital, physical capital, financial capital, and social capital) to make a living strategy for the continuation of life. The purpose of this research is to find out how social capital especially social relation support livelihood structure of sulfur miners household in Tamansari Village, Banyuwangi District, East Java. This study used the quantitative approach using questioner instrument and qualitative approach through depth interview.Keywords: miner household, livelihood assets, livelihood strategies, livelihood structure, social relation ABSTRAKUsaha pertambangan merupakan usaha yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan, iklim, dan kebijakan yang selalu berubah-ubah. Perubahan-perubahan sosial maupun ekologi tersebut terjadi semakin cepat sehingga rumahtangga penambang di pedesaan umumnya sering dihadapkan pada ketidakpastian yang dapat menimbulkan kerentanan. Berbagai strategi nafkah digunakan oleh rumahtangga penambang untuk dapat bertahan hidup. Dalam melaksanakan strategi nafkah, rumahtangga penambang memanfaatkan livelihood assets atau modal penghidupan (modal alam, modal manusia, modal fisik, modal finansial, dan modal sosial) untuk keberlangsungan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana modal sosial terutama relasi sosial mendukung struktur nafkah rumahtangga penambang belerang di Desa Tamansari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui instrumen kuesioner didukung dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam.Kata kunci: rumahtangga penambang, modal nafkah, relasi sosial, strategi nafkah, struktur nafkah
Analisis Gender pada Rumah Tangga Buruh Industri Konveksi Tas Ardianingtyas, Sastia; Nurdinawati, Dina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.813-826

Abstract

Economic demands increase and low level of education makes woman involved making a living for survive. An example is become industrial labor. In reality, their household conditions are affected by the multiple workloads. Women’s involvement in the industrial sector is increase, both industrial labors with putting out system or not. The research aims to analyze the level of equality gender on female bag convection industrial labor household. This research uses quantitative research method supported by qualitative data. Respondents in this research are female bag convection industrial labor household in Loram Kulon village, Jati sub-district, Kudus district. The result shows there are relation between husband’s education level and number of family dependents industrial labor nonPOS with access equality’s level. The level of access, control, and gender equality of industrial labor nonPOS has significant relation with welfare level. The level of gender equality of industrial labor nonPOS more equal than industrial labor POS. The level of welfare of industrial labor nonPOS more equal than industrial labor POS.Keywords: gender analysis, bag convection labor, householdsABSTRAKTuntutan ekonomi yang semakin meningkat dan tingkat pendidikan yang rendah membuat perempuan terlibat dalam mencari nafkah untuk bertahan hidup. Salah satu contohnya sebagai buruh industri. Pada pelaksanaannya, kondisi rumah tangga perempuan yang ikut mencari nafkah mengalami pengaruh akibat beban kerja ganda yang diberikan. Keterlibatan perempuan di sektor industri semakin meningkat, baik buruh industri yang pekerjaannya dibawa pulang maupun tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesetaraan gender pada rumah tangga perempuan buruh konveksi tas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif didukung dengan data kualitatif. Responden dari penelitian ini adalah rumah tangga buruh industri konveksi tas di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan suami dan jumlah tanggungan buruh konveksi tas nonPOS dengan tingkat kesetaraan akses. Tingkat kesetaraan akses, kontrol, dan gender buruh nonPOS memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesejahteraan. Tingkat kesetaraan gender buruh nonPOS lebih setara dibandingkan rumah tangga buruh POS. Tingkat kesejahteraan buruh nonPOS cenderung lebih setara dibandingkan rumah tangga buruh POS.Kata kunci: analisis gender, buruh konveksi tas, rumah tangga
Peran Organisasi Pembelajar dalam Gerakan Petani Iswari, Fani Dwi; Soetarto, Endriatmo; Shohibuddin, Mohammad
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.024 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.485-494

Abstract

Medalsari community had been enduring the casualties after the access of their arable lands disturbed. The access-losing caused by land deprivation as a result of Perum Perhutani’s officers moving the land boundaries. By that, peasants start self-organized and build collective acts to facing the conflict. The peasant's need in collecting the knowledge brings them to involved in a learning process that transformed the movement as a learning organization. This thesis aimed to analyze structure changing of land occupying that turns into an object of conflict and identify learning organization in the peasant’s movement. The research using the quantitative approach supported by qualitative data. Snowball method is used as the sampling method and taken by purpose. The result of the research shows that facilitating factors such as the open climate of openness and continuous education than learning orientation in the form of skill development have a strong relationship with the peasant movement dimension.Keywords: agrarian movement, collective awareness, organizational learning system ABSTRAK Masyarakat Desa Medalsari mengalami kerugian pasca terganggunya akses terhadap lahan garapan. Hilangnya lahan tersebut disebabkan oleh penyerobotan lahan yang dilakukan oleh oknum Perum Perhutani dengan cara memindahkan tapal batas lahan. Petani mulai mengorganisasikan diri dan membangun aksi kolektif dalam menghadapi sengketa. Kebutuhan petani akan peningkatan wawasan membawa mereka aktif mengikuti kegiatan pembelajaran yang mentransformasikan gerakan petani sebagai organisasi pembelajar. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisa perubahan struktur penguasaan lahan yang menjadi objek sengketa dan mengidentifikasi organisasi pembelajar dalam gerakan petani. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode snowball sedangkan pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fasilitas berupa iklim terbuka dan pendidikan berkelanjutan serta orientasi belajar berupa pengembangan keterampilan memiliki hubungan yang kuat dengan dimensi gerakan petani.Kata kunci: gerakan agraria, kesadaran kolektif, sistem belajar organisasi
Hubungan Industrialisasi Pedesaan dengan Tingkat Resiliensi Rumah Tangga Petani Destindira, Satwika; Nasdian, Fredian Tonny
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.412 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.745-758

Abstract

Rural industrialization has aim to create diversification in rural areas, so it’s expected to increase income of rural peoples. That concept of rural industrialization has modify agricultural land into industrial land that impact of rural people, especially farmer. Impact of industrialization has influence in economic, social, and culture sectors of farmer’s households. Negative impact of rural industrialization makes farmer’s households suffer from adversity. Facing such sircumstances requires farmer’s households determine livelihood strategies in order to reduce that situation. Livelihood strategies of farmer’s households is a resilience effort to return the circumstances into original state. Therefore, this research aims to analyze relation between implementation of rural industrialization with resilience of farmer’s households. The result of the statistic test show that there is a great relationship between rural indutrialization with livelihood strategies, livelihood strategies with resilience of farmer’s households, and also rural indutrialization with resilience of farmer’s households.Keywords: rural industrialization, resilience, livelihood strategies ABSTRAKIndustrialisasi pedesaan bertujuan dalam menciptakan diversifikasi ekonomi di pedesaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Industrialisasi pedesaan telah mengubah lahan pertanian menjadi lahan industri yang berdampak pada perubahan pada masyarakat, khususnya petani. Dampak tersebut berpengaruh pada sektor ekonomi, sosial, dan budaya yang dialami oleh rumah tangga petani. Dampak negatif yang terjadi menyebabkan rumah tangga petani mengalami keterpurukan. Menghadapi keadaan tersebut menuntut rumah tangga petani melakukan strategi nafkah untuk mengurangi situasi tersebut. Strategi yang dilakukan rumah tangga tersebut sebagi salah satu bentuk upaya resiliensi untuk mengembalikan ke keadaan semula. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi industrialisasi pedesaan dengan resiliensi rumah tangga petani. Hasil uji statistik penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara industrialisasi pedesaan dengan strategi nafkah, strategi nafkah dengan resiliensi rumah tangga petani, dan industrialisasi pedesaan dengan resiliensi rumah tangga petani.Kata kunci: industrialisasi pedesaan, resiliensi, strategi nafkah 
Analisis Konflik Pengelolaan Sumberdaya Alam di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Zulfikar, Anugerah Muhammad; Nasdian, Fredian Tonny
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.633 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.639-652

Abstract

Conflict can?t be separated from the activity of community life and both are integrated. Humans will make efforts in order to fulfil their needs, including in terms of natural resources. Conservation areas or better known as the national park is one of the areas most prone to conflict over natural resources. This study aimed to analyze the reality of conflict, the factors causing conflicts, the impact of conflict, the relationship of factors causing conflict with the intensity of emerging conflict and the forms of conflict resolution in the park area. This research is quantitative research was supported by qualitative data with the instrument questionnaires and in-depth interview guide. The problem between farmers and the park is caused by the change of status of Perhutani area into Gunung Gede Pangrango National Park. This transformation changed the rules of the people who initially worked on the land in the region to be stalled. The conflicts natural resource issues until 2016 increasingly complex due to intimidation received by farmers every year. In resolving conflicts, researchers provide the idea of Community Based Conflict Management (CBCM) as a method of reducing conflict.Keywords: Analysis of conflict, natural resources, national parksABSTRAKKonflik tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kehidupan bermasyarakat dan keduanya saling berintegrasi. Manusia akan melakukan berbagai usaha agar kebutuhan hidupnya dapat tercukupi termasuk dalam hal sumberdaya alam. Kawasan konservasi atau yang lebih dikenal dengan sebagai taman nasional merupakan salah satu daerah yang paling rawan terjadi konflik sumberdaya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realitas konflik, faktor-faktor penyebab konflik, hubungan faktor-faktor penyebab konflik dengan intensitas konflik emerging dan gagasan penyelesaian konflik di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif didukung oleh data kualitatif dengan instrumen kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Permasalahan antara petani penggarap dengan pihak taman nasional disebabkan oleh adanya perubahan status kawasan Perhutani menjadi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Perubahan ini merubah landasan pijak masyarakat yang awalnya menggarap lahan di kawasan menjadi terhenti. Konflik permasalahan sumber daya alam hingga Tahun 2016 semakin kompleks akibat adanya intimidasi yang diterima petani setiap tahunnya. Dalam menyelesaikan konflik, peneliti memberikan gagasan Manajemen Konflik Berbasis Komunitas (CBCM) sebagai metode peredam konflik.Kata Kunci: Analisis konflik, sumberdaya alam, taman nasional 
Hubungan Tingkat Partisipasi dengan Kemandirian Anggota Program Koperasi Pembiayaan Ekonomi Kelurahan Posdaya Najib, M Khoirun; Kinseng, Rilus A
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.232 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.693-702

Abstract

Village Economic Financing Cooperative (KPEK) is one of the Posdaya programs that aimed at empowerment in economic development through entrepreneurship training and savings-and-loans activities to members of the program. This research aims to analyze the relationship of internal and external support factors with the level of participation, also to analyze relationship between participation level with the level of independence KPEK Posdaya members. This research uses quantitative methods and supported by qualitative data. The results showed that internal factors such as age, education level, income level were the significantly negative relationship with the level of participation, but length became of a member of KPEK were a significantly positive relationship with the level of participation. The external factor; the quality of managerial interaction with members has a moderate relationship with the participation level of KPEK members, while service quality of manager to members has a weak relationship with participation level. The result of the statistical test also shows that the level of participation related to the level of independence KPEK Posdaya participant.Keywords: empowerment, independence, KPEK Program, participation, Posdaya ABSTRAK Koperasi Pembiayaan Ekonomi Kelurahan (KPEK) merupakan salah satu program Posdaya yang bertujuan untuk pemberdayaan dalam pengembangan di bidang ekonomi melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan dan simpan pinjam kepada masyarakat anggota program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor pendukung internal dan eksternal dengan tingkat partisipasi serta hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat kemandirian anggota KPEK Posdaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yaitu usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan berhubungan nyata negatif dengan tingkat partisipasi, namun lama menjadi anggota KPEK berhubungan nyata positif dengan tingkat partisipasi. Faktor eksternal, yaitu kualitas interaksi pengelola dengan anggota memiliki hubungan moderat dengan tingkat partisipasi anggota KPEK Posdaya, sedangkan pada kualitas pelayanan pengelola terhadap anggota memiliki hubungan yang lemah dengan tingkat partisipasi.  Hasil uji statistik juga menunjukkan tingkat partisipasi berhubungan dengan tingkat kemandirian anggota KPEK Posdaya.Kata Kunci : kemandirian, partisipasi, pemberdayaan, Posdaya, Program KPEK
ANALISIS EFEKTIVITAS KELOMPOK DALAM SEKOLAH PETERNAKAN RAKYAT Fadillah, Muhammad Rezky; Riyanto, Sutisna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.87-98

Abstract

The effectiveness of the groups in the Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), which was established by IPB, was an interesting spotlight in this study. The group communication concepts applied in the SPR, one of which is the task function factor. The study aims to analyze group characterization factors and task function factors of farmers in Muara Enim District SPR. In addition to the effectiveness of the SPR group in Muara Enim District group characteristics, and task function factors with group effectiveness in Muara Enim District SPR. Sampling for the SPR group is based on a simple random sample by taking 10 percent of the population as respondents. The results of this study indicate that group effectiveness consists of group productivity and satisfaction of members in the SPR Muara Tigo Manunggal, District of Muara Enim. The existence of a positive relationship between communication with the aim of the existence of Muara Tigo SPR so that the achievement of group goals based on the characteristics of the group and the functions of their respective duties.Keywords: group characteristics factors, group effectiveness, SPR, task function factorABSTRAKEfektivitas kelompok dalam Sekolah Peternak Rakyat yang didirikan IPB menjadi sorotan menarik dalam penelitian ini. Konsep-konsep komunikasi kelompok yang diterapkan dalam SPR, salah satunya adalah faktor fungsi tugas. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor ciri kelompok dan faktor fungsi tugas anggota peternak di SPR Kecamatan Muara Enim. Selain efektivitas kelompok SPR di Kecamatan Muara Enim, ditinjau pula hubungan faktor ciri kelompok, dan faktor fungsi tugas dengan efektivitas kelompok di SPR Kecamatan Muara Enim. Pengambilan sampel untuk kelompok SPR berdasarkan sampel acak sederhana dengan mengambil 10 persen dari populasi sebagai responden.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas kelompok yang terdiri dari produktivitas kelompok dan kepuasan anggota di SPR Muara Tigo Manunggal, Kecamatan Muara Enim sangat baik. Adanya Hubungan positif antara komunikasi dengan tujuan dari adanya SPR Muara Tigo sehingga tercapainya tujuan kelompok berdasarkan cirri kelompok dan fungsi tugasnya masing-masing.Kata kunci: faktor ciri kelompok, faktor fungsi tugas, keefektifan kelompok, SPR
STRATEGI NAFKAH PENDUDUK DESA SEKITAR HUTAN Hizbullah, Abdul Wafa; Sihaloho, Martua; Sunito, Satyawan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

Forests become a resource that has more meaning to the forest villagers living in the vicinity. Provision of livelihoods by forest areas becomes an option for the population to meet the needs of life and make a living strategy for their households. Therefore, the purpose of this study is to analyze the role of forests as a source of livelihood and livelihood strategies used by Sukawangi villagers. This research uses quantitative approach supported by qualitative data by taking 45 respondents. The results of this study indicate that the characteristics of households that use the livelihoods of forest areas are the population with the characteristics of middle age, low education level, and land control. People who use livelihoods in forest areas are more dominant in livelihood strategies in livelihood engineering compared to livelihoods and migration strategies. Characteristics of households that use non-forest area livelihoods are those with middle-age characteristics, low education level, and no land ownership. People who use non-forest area livelihoods are more dominant in livelihood strategies in multiple livelihood strategies.Keywords: forest, livelihood strategy, villagersABSTRAKHutan menjadi sebuah sumber daya yang memiliki arti lebih pada penduduk desa hutan yang tinggal di sekitarnya. Penyediaan akan sumber nafkah oleh kawasan hutan menjadi pilihan bagi penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melakukan strategi nafkah bagi rumahtangganya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran hutan sebagai sumber nafkah dan strategi nafkah yang digunakan oleh penduduk Desa Sukawangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif dengan mengambil 45 orang responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik rumahtangga yang menggunakan sumber nafkah kawasan hutan adalah penduduk dengan karakteristik usia menengah, tingkat pendidikan rendah, dan menguasai lahan. Penduduk yang menggunakan sumber nafkah kawasan hutan lebih dominan melakukan strategi nafkah pada rekayasa sumber nafkah dibandingkan dengan strategi pola nafkah dan migrasi. Karakteristik rumahtangga yang menggunakan sumber nafkah kawasan non-hutan adalah penduduk dengan karakteristik usia menengah, tingkat pendidikan rendah, dan tidak menguasai lahan. Penduduk yang menggunakan sumber nafkah kawasan non-hutan lebih dominan melakukan strategi nafkah pada strategi pola nafkah ganda.Kata kunci: hutan, penduduk desa, strategi nafkah
HUBUNGAN TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA SEKOLAH PETERNAKAN RAKYAT MUARA TIGO MANUNGGAL DENGAN TINGKAT PENDAPATAN Rofi, Kiagus Abdul; Saleh, Amiruddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.15-24

Abstract

Animal husbandry in Indonesia is one way to meet food needs in Indonesia. The people's farm school program has now become a national program known as the people's livestock center. . One of the results of cattle raising is to increase family income. The research aims to produce an analysis of the level of participation of members in activities, analysis of the level of income of members, and analyze the relationship of the level of participation with the level of income of SPR members Muara Tigo Manunggal. The study uses survey methods with quantitative data in the form of questionnaires which are supported by qualitative data in-depth interviews with DPPT members. The number of respondents in the study was 34 people by taking 20 percent of the population. The results showed the level of member participation in SPR activities was still relatively low, the level of farmers' income was moderate, and there was a relationship between the level of participation and income level. Keywords: animal husbandry, food needs, income levels, participation, sekolah peternakan rakyat ABSTRAK Peternakan di Indonesia merupakan salah satu cara untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia. Program sekolah peternakan rakyat sekarang telah menjadi program nasional yang dikenal dengan sentra peternakan rakyat. . Hasil dari ternak sapi salah satunya adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan analisis tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan, analisis tingkat pendapatan anggota, serta menganalisis hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat pendapatan anggota SPR Muara Tigo Manunggal. Penelitian menggunakan metode survei dengan data kuantitatif berupa kuesioner yang didukung oleh data kualitatif wawancara mendalam dengan anggota DPPT. Jumlah responden dalam penelitian adalah 34 orang dengan cara mengambil 20 persen dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan SPR masih tergolong rendah, tingkat pendapatan peternak tergolong sedang, dan terdapat hubungan antara tingkat partisipasi dengan tingkat pendapatan.Kata Kunci: kebutuhan pangan, partisipasi, peternakan, sekolah peternakan rakyat, tingkat pendapatan

Page 10 of 52 | Total Record : 514


Filter by Year

2017 2025